Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Sunday, October 18, 2020

Perjalanan Hidup Hingga 2020

Blog ini kembali dibuka setelah kurang lebih hampir 3 tahun sama sekali tidak ada suara dan cerita tentang kehidupan. Rasanya jari - jemari pun telah lama tidak menuliskan apapun dalam kehidupan. 
Perjalanan seolah berlalu hanya dengan singgah di dalam ingatan yang terbatas. Sejujurnya dalam 3 tahun ini dari sejak 2017 hingga hari ini di tahun 2020, banyak peristiwa yang membuat hidup menjadi sangat berwarna. Warna cerah hingga menjadi warna kelabu yang menaungi kehidupan ku sendiri baik sebagai seorang anak, seorang istri, seorang teman atau sahabat dan peran lainnya yang akhirnya aku dapatkan dan mulai jalani sepanjang 3 tahun yang begitu penuh cerita. 

Rasa bahagia, sakit, lelah, sukacita dan begitu banyak bagian dari cerita yang diizinkan untuk terjadi dalam hidupku. Aku bukan seorang yang sempurna. Bahkan ketidaksempurnaan itu bisa jelas semua orang baca melalui cerita - cerita yang ada di dalam blog ini. Niat dan kesempatan banyak yang sudah dilewatkan. Cerita dan rencana yang ingin dilakukan pada akhirnya berujung hanya semangat saat itu saja dan hilang tanpa bekas hingga hari ini. Hari ini menjadi hari yang minggu baru yang mungkin sama seperti hari - hari lainnya tapi di hari ini, aku kembali mencari dimana blog yang lama. 

Aku dulu memanggil si diri, tapi semakin lama aku menyadari sebuah sudut pandang. Blog ini isinya sangat personal. Meskipun aku berharap sekali bisa membantu siapapun itu dimanapun mereka yang memang membutuhkan bantuan yang mungkin aku bisa berikan melalui cerita - ceritaku. Itu mengapa aku katakan bagaimana perkembanganku pun sangat terlihat melalui setiap post di dalam blog ini. Perjalanan ku masih panjang meskipun rasanya waktu yang tersedia sangat singkat. 

Selama 3 tahun, perjalananku sangat membuatkan penuh merasakan penuh kejutan. Tertawa. Tangisan. Bahkan dalam perjalanan spiritual, aku pun sempat kehilangan arah yang aku tak bisa lagi jelaskan mengapa kemarahanku menjadi sesuatu yang betul - betul tidak terukur. Aku bersikap tak adil tapi aku menuntut keadilan kepada Dia. 

Melalui pengalaman yang berjalan, aku berada pada satu titik pembelajaran yang membuatku (semoga) mungkin lebih dewasa dan memiliki sikap atas hidupku lebih tegas. Kebahagiaan adalah milikku dan aku yang menentukan itu. Berbagi itu adalah keinginanku dan aku juga yang melakukan itu. 

Semoga dalam perjalanan waktu, kita akan saling mengenal. 
Aku, kamu dan dunia adalah perjalanan hidup yang dihubungkan dengan banyak cara dan melalui ragam ikatan tak terencana. 

Semesta mendengar, manusia merasakan dan Tuhan mencintai kita apa adanya. 

Uis Neno Nokan Kit. 


Tuesday, December 31, 2019

Cerita Tahun 2019

Tahun 2019

Tahun berganti dan aku masih belajar untuk mengampuni. Terlalu banyak luka dan kejadian di tahun - tahun sebelumnya yang membuat aku menarik diri. Spiritualitasku menjadi pertaruhan yang aku buat sendiri antara aku dan Tuhan. Kemarahan demi kemarahan berganti. Membuatku untuk terus berdiri dengan kaki aku sendiri. Kemandirian yang telah aku pelajari dan dibiasakan oleh keadaan yang rasanya menyelamatkanku dalam menjalani tahun 2019. 

Rasa menyerahku sudah di atas rata - rata. Kebanyakan senyum yang kubuat hanyalah topeng kehidupan untuk memastikan rasa sakit ini tidak memakan aku hidup - hidup. Namun, tahun ini jugalah memberikan aku banyak sekali pengalaman dan obat luka yang luar biasa. Pertama kalinya aku kembali masuk rumah sakit karena sesuatu yang seharusnya tidak perlu aku alami tapi terjadi lagi, maag akut. Perjalanan penyakit di dalam riwayat medis bertambah dengan cerita penyakit batu empedu yang tiba - tiba singgah di badan. Syukurlah, mereka hanya berdiam diri dan masih bisa berkompromi sebagai suatu penyakit. 

Sepanjang 2019, ragam kisah dalam perjalanan karir dan cerita sosial pun terjadi. Pertama kalinya aku pun mengalami adrenalin kebahagiaan yang mirip dengan apa yang pernah aku mimpikan selama SMA. Aku tak bisa melihat pelangi karena kabut yang menyelimuti hariku tiap malam tapi aku bisa merasakan hangatnya matahari meskipun sinarnya seperti tak berbekas. Setiap hari, helaan nafasku diisi dengan bahagia tapi juga duka. Penuh curiga tapi ada kebahagiaan. Harapan akan keluarga rasanya tidak akan menjadi kenyataan karena pelangi sudah tak pernah terlihat lagi. Aku akan menyerah tapi aku tahu ada beberapa semangat yang meminta ku bertahan. Memintaku untuk melihat lagi dan memintaku untuk berpegang teguh pada komitmen. Tuhan mungkin bicara lewat banyak anakNya yang lain tapi aku terlalu marah dan mungkin juga malu menghadapinya. Aku melihat semua rasanya hanya cerita kebohongan dan ditutupi dengan seolah cerita tawa. 

Tahun 2019 ini juga memberi kebahagiaan sekaligus memberikan duka yang sangat dalam. Kehilangan demi kehilangan harus ku alami sendiri. Menjalani sendiri dan memang aku tak tahu harus berkata apa atau bersikap bagaimana. Tangisku hanya bisa tertumpah dan menyesali mengapa aku ditinggal sendiri. Aku tidak berkata ini sebuah kesalahan tapi ini pembelajaran. Tapi. Tapi aku tak sekuat yang aku kira. Belum sembuh luka menganga, aku harus hadapi luka kematian. Kepergian selamanya kasih dan persaudaraan yang mungkin singkat tapi terasa sangat dalam telah memukul ku sangat telak. Bahkan di tengah lelahnya, sosok abang menemani aku dalam duka dan luka. Menemani aku dan percaya aku bisa menjalani banyak hal luar biasa dan apa yang ada sekarang di depanku hanya kerikil kecil yang akan mendewasakanku, menguatkanku bahkan menjadikan aku semakin bersinar. 

Aku ditinggal dan menutup tahunku dengan penuh duka. Meskipun pada akhirnya kupikir akan ada suka di tengah duka tersebut. Ternyata hanya waktu sekali lagi yang selama ini aku pikirkan dan rasakan terbuka oleh tabir. Sesuai janji dan perjalanan waktu, aku bertahan sekali lagi. Sekali lagi menuju 30 tahun perjalanan hidupku. 

Wednesday, February 28, 2018

Memulai Tahun 2018

Tahun 2018

Tahun yang seharusnya aku mulai dengan kebahagiaan tapi lebih banyak luka dan curiga yang tertutup. Aku melepaskan banyak perasaan yang tidak seharusnya setelah lama bergumul di sepanjang 2017 dengan banyak hal yang tidak pernah dibayangkan harus dihadapi. Tahun 2018 seharusnya menjadi tahun penuh berkat karena Tuhan akhirnya membawa lelakiku pindah ke Jakarta untuk pekerjaan baru yang semakin layak. Mungkin menurutnya tidak terlalu lapangan tapi berjalannya waktu, Tuhan akan menunjukkan mengapa dan seperti apa jalan harus ditempuh di posisi sekarang. 

Tahun 2018 juga menjadi tahun pertama kami menempati rumah baru yang berada di salah satu kompleks yang cukup baik dan nyaman di BSD, Tangerang, Banten. Daerah yang benar - benar juga aku tidak pernah bayangkan untuk alami atau bahkan dapati. Sepanjang 2017 kami mencari rumah untuk ditinggali karena rasanya sudah waktunya kami mengalami kemajuan dalam hidup. Perjalanan yang begitu tak mudah di tahun 2017 dari sisi keluarga, karir, hingga sosial kami jalani dan hingga di titik tahun ini. 

Perjalanan dibuka dengan menempati rumah baru, pekerjaan baru dan bahkan banyaknya perabotan baru dan cita - cita baru bersama saat itu. Meskipun akhirnya di bulan kedua, semua terungkap dan apa yang tersembunyi jelas akhirnya tersibak. Hancur hatiku tapi semua telah terjadi. Penolakan dalam diri yang selama ini dianggap khayalan ternyata bagian dari luka yang cukup sangat dalam. Tahun ku dimulai dengan senyum dan mungkin akan ditutup dengan duka. Aku dalam kehancuran. Kebahagiaan seolah menjadi taruhan dan rebutan antara gelap dan terang, antara aku dan dia yang datang menghancurkan. 

Seolah - olah perjalanan 2018 adalah suatu beban, tapi pada akhirnya memang perjalanan 2018 seperti perjalanan yang luar biasa. Spiritualitasku menjadi ke bagian paling bawah. Kekecewaaan yang tak direncanakan pun harus ada dan  menjadi pertanyaan untuk kehadirannya. Rasanya ini tidak perlu, terlebih sepanjang 2017 perjalanan sudah dilalui bahkan dengan sakit dan perasaan akan takut kehilangan selamanya. Namun, semua ditutup dengan rasa sakit dan curiga yang pada akhirnya menjadi bukti jelas di awal tahun 2018.

Perjalanan ini semoga mendewasakan kami. Pengalaman ini menjadikan kami untuk melihat sesuatu lebih berharga. Menjadikan aku seorang manusia yang lebih dewasa dalam menata perasaan, menjaga ekspektasi, terlebih untuk melihat arti sebuah pengampunan. 

Saturday, February 25, 2017

Dari steooz.com Ke viosjourney.world

Malam - malam setelah menemani lelakiku yang puji Tuhan sudah jauh membaik dari yang kemarin dan setelah tulis menulis di www.ourexploration.world rasanya lega dan semakin semangat. Ada banyak yang tertinggal selama ini. Membaca terlewat, menulis terbengkalai, bekerja terlalu keras, belajar sampai lupa. Ini sudah jauh menyimpang dari seharusnya. Well, semangat baru di 2017 setelah terpaan berbagai macam badai dan masih meneruskan perjalanan di tengah hujan gerimis ini, tidak ada yang namanya "tanpa hikmah" atau "berakhir sia-sia".

Setidaknya sekarang diri memulai kembali menata dengan menambah jam membaca dan sekarang yang sedang dilakukan adalah menulis. Ada ratusan ide yang tertahan yang pada akhirnya masih berakhir di notes sebagai rancangan tulisan, yang saat ini buat diri adalah sebuah kemajuan (:D pembenaran). 

Hari yang diawali mungkin dengan enak sampai eneg bukanlah jadi penghalang seharusnya bagi siapapun juga, termasuk diri. Hari ini juga akhirnya diri menemukan kembali ritme yang telah lama tertinggal. Diri terlalu fokus larut sana sini yang akhirnya hanya mampu mengenerate ide itu di angka puluhan saja, bukan ratusan :D. Menulis itu benarlah suatu keasikan sendiri dan kesenangan yang berbeda dari banyak hal. Senjata pena dan buku memang tools utama mendorong kemauan diri untuk menuangkan ide - ide itu, sayangnya selalu berujung pada tertinggal di dalam buku, bukan tertuang lagi di dalam blog ini. 

Setelah berganti nama berkali - kali, akhirnya diri meyakini pilihan kepada www.viosjourney.world sebagai bagian dari cerita utama blog ini. Selama lebih dari 3 tahun, wajah viosjourney.world berada sebagai wajah steooz.com yang akhirnya ditutup dengan alasan administrasi. Website sederhana yang ternyata menurut lelakiku berdampak cukup banyak, jendelaexplorasi.net juga harus berganti wajah menjadi ourexploration.world. Pemilihan nama kali ini merupakan bagian paling penting yang bisa diri katakan menyenangkan dan semoga menjadi pelabuhan terakhir (tidak ada lagi masalah administrasi) ke depannya. 

Berdiskusi, bergalauria, tidak percayaan dan lainnya dengan pilihan nama website yang baru mendorong diri dan lelakiku akhirnya memutuskan kedua nama tersebut dengan filosofis dan tujuan masing - masing. Alamat viosjourney.world menggambarkan isi blog ini yang benar - benar bersifat personal diri. Di ruang inilah, seluruh aktualisasi diri sebagai yang namanya Stephanie Octorina Saing yang dipanggil dengan berbagai macam nama, mulai dari Os, Pani, Step dan lainnya yang menuliskan mimpi - mimpinya, cita - citanya, syukur - syukurnya sepanjang perjalanan hidup yang dilalui. Kalau dulu dari tahun 2007 sampai 2010 awal diisi dengan perjalanan diri seorang, 2011 hingga saat ini, cerita adalah diri dan lelakiku, lalu jika Tuhan mengizinkan segera ada cerita tentang "sukacita kami". 

Cerita tentang seluruh pengalaman sekolah, pekerjaan dan profesionalitas tambang dan geologi, diri sampaikan dalam ourexploration.world. Bukanlah lagi sebagai jendela, tetapi sebagai dunia yang sebenarnya diri ingin sekali mengajak siapa saja untuk berkontribusi. Masih banyak hal yang diri tidak pahami. Mungkin di atas kertas diri digelari yang tertinggi dari tingkatan sekolah, tetapi pengalaman dan pembelajaran diri dalam berbagai hal lain masih sangat minim. Oleh karena itu, diri berharap ini menjadi media bersama di tengah dinamisnya lingkungan profesionalitas tambang. 4L, lu lagi lu lagi kalau bisa dibilang. Lalu mengapa tidak saling membantu atau kita berbagi? Itu yang menjadi landasan diri akhirnya membawa cerita profesionalitas tambang dalam satu wadah, satu dunianya sendiri agar dapat dimiliki bersama dunia itu sendiri. 

Rasanya lega bisa menulis kembali. Semoga semangat ini tak padam. Bukan untuk jadi hanya sekadar mimpi karangan cita-cita, tapi benar seperti tekad bersama dengan lelakiku.
Hidup itu bermakna selama bisa jadi garam dan terang, bukan?

Tuesday, February 14, 2017

Welcome 2017

Sepanjang perjalanan 2016, penuh dengan canda tawa, tangis air mata, syukur dan bahagia, ceria dan cinta. Tuhan bukakan pintu satu per satu untuk semua tantangan yang berada di depan mata diri dan lelakiku. 

Memulai tahun 2017 dengan harapan bahwa Tuhan tidak akan pernah tinggal diam karena Dia yang bertindak untuk semuanya. Diri dan lelakiku, kami bercita dan bermimpi bersama, besar dalam Dia yang kuat dan luar biasa, jauh lebih besar dari segala tantangan dan permasalahan di depan mata kami. Dia yang bertindak. Dia yang membuka pintu dan tak akan ada yang bisa menutupnya karena Dia yang mempunyai kuasa. 

Terima kasih Tuhan Yesus!
Hari ini 7 tahun pertemuan kami. Lewat cerita unik antara abang kelas dan adik kelas, antara alumni dan mahasiswa baru di jurusan kami. Pertemuan lewat seorang teman setelah berkali - kali mencari karena sang mahasiswa terus kabur dari yang mencari. Tapi, lihat kini, puji Tuhan kami bersatu hati dalam Tuhan Yesus. Kenangan indah yang membawa langkah kami akhirnya tak akan terhenti bersama Dia yang memiliki lelakiku dan diri ini. 

Happy Valentine, Cinta!
A wonderful on-going 7 years journey.


Semangat, Cita dan Cinta, 

Diri dan Lelakiku

Monday, July 04, 2016

Serion Tower, Spot Kunjungan di Akita

Jalan - jalan di pelabuhan mungkin tidak jadi pilihan bagi kebanyakan orang. Diri juga tidak pernah kepikiran jalan - jalan ke pelabuhan untuk sightseeing. Akan tetapi, di Akita, ada spot pengamatan yang cukup keren untuk dikunjungi jika ada waktu. Namanya Serion Tower. Menara Serion adalah menara pengamatan dengan tinggi kurang lebih 120 m dan digunakan sebagai salah satu objek wisata di Akita. Letaknya di Pelabuhan Akita, menyajikan pemandangan indah ke arah Oga dan sekitar Akita secara 360 derajat. Selain menjadi tower pengamatan, di sini juga tersedia fasilitas belanja oleh - oleh di lantai dasar menara, tempat rekreasi permainan anak - anak dan juga restoran di lantai 23 atau 2 lantai di bawah titik pengamatan tertinggi. 
Akita Port
Pengunjung dapat menikmati fasilitas pengamatan di Serion Tower dengan gratis. Pengunjung dapat menggunakan dua buah lift yang tersedia untuk menuju puncak tower di lantai 25. Di bagian paling atas tower, pengunjung punya kesempatan untuk melakukan observasi ke sekeliling kota Akita. Jika cuaca sedang sangat bagus, pengunjung bisa melihat Oga Pennisula. Dengan membayar 100 yen per 10 menit, pengunjung juga dapat menggunakan teropong berbayar untuk mempermudah pengamatan ke sekililing. Di sekitar area Akita port, pengunjung disajikan pemandangan lepas Laut Jepang dan berbagai macam pabrik yang meletakkan operasional mereka di sekitar port untuk mempermudah jalur perdagangan. Di pos pengamatan tertinggi, seluruh bagian dibuat dari kaca yang dapat membuat mereka yang sedikit fobia ketinggian bisa bermasalah, seperti diri. Dari lantai 25, pengunjung juga dapat menggunakan tangga untuk menuju lantai 23 atau restoran, selain dari lift yang tersedia. Akan tetapi, tidak tersedia tangga untuk berjalan sampai ke lantai terakhir. Tangga darurat hanya dibuka untuk kondisi darurat seperti fungsinya. 
Serion Tower dengan lekakiku
Oleh-oleh di lantai dasar.
Pemandangan di sekitar pelabuhan.
Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi, sepeda atau kendaraan umum. Pilihan terbaik ada bus dan taxi. Bus nomor 232  dan 100 (kalau tidak salah..hehehee..) yang langsung menuju menara Serion dari dan ke stasiun setiap harinya, kurang lebih 6-8 kali sehari. Biayanya hanya sekitar 320 yen untuk sekali jalan. Beda halnya dengan taxi yang jelas akan sedikit mahal, tergantung dari mana start perjalanannya, misal dari Tegata akan kena biaya sekitar 3500 - 4000 yen untuk sekali jalan. 
Pemandangan kota Akita.
Kesempatan yang baik bersama dengan teman baik pun diri tak lewatkan untuk berkunjung ke Serion Tower bersama lelakiku saat dia dapat kesempatan berkunjung menengok diri. Bahagianya bisa lelakiku dapat mengunjungi Serion Tower dan menunjukkan kota Akita. Thank you juga friend sudah membawa kami.
Titik pengamatan di lantai paling atas bersama lelakiku.

Wednesday, December 02, 2015

Refleksi: Mental Pancasila

Saya bangga menjadi bangsa Indonesia. Seharusnya setiap warga negara Indonesia berani katakan pada dunia, “Aku Bangsa Indonesia” sama seperti yang selalu saya lakukan. Berbicara keunikan Indonesia tidak terlepas dari banyak hal yang ada di kepala setiap penduduknya. Sebagai pribadi bangsa, setiap warga negara pasti merasakan banyak keunikan sebagai bangsa Indonesia yang besar. Bangsa ini kaya akan keanekaragaman. Definisi keragaman ini pun tidak terbatas hanya pada sosial budaya, tetapi juga geografis dan geologis. Pola berpikir masyarakat Indonesia juga dapat dikatakan heterogen. Semakin luasnya akses ke dunia luar, membuat setiap warga negara Indonesia memiliki keanekaragaman dalam bersikap, berpikir dan bertindak. Inilah kebanggaan yang tidak akan terlepas dari bangsa ini. 

Gempuran globalisasi yang paling terasa dampaknya dalam denyut bangsa Indonesia adalah pola pikir dan kemampuan bertindak. Dua hal ini memiliki resiko terbesar untuk dipengaruhi ataupun mempengaruhi. Potensi dipengaruhi semakin besar ketika ada ketidakmampuan untuk berdiri di kaki sendiri atau punya pegangan. Akan tetapi, menjadi pengaruh dapat terjadi karena ketika kita memilki identitas dan integritas yang kuat. Lalu, dimana posisi kita sebagai bangsa Indonesia?
Pertanyaan ini cukup menggelitik karena jawabannya harus sesuai dengan kondisi sekarang. Fakta lapangan dan data penjawab pertanyaan ini harus kuat dan jelas. Sebagai pribadi, dapat dikatakan bahwa globalisasi memberikan pengaruh besar pada perkembangan mental bangsa Indonesia. 

Globalisasi seolah membuka pintu fase baru di negara Indonesia. Fase ini mencakup pada perubahan sosial budaya dalam kemasyarakatan yang secara perlahan dapat diamati. Hasil dari pergerakan perubahan ini tampak jelas dalam pengamatan pola pikir dan kemampuan bertindak pribadi bangsa Indonesia. Posisi “dipengaruhi” ini menunjukkan identitas bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi yang semakin kencang. Apa buktinya? Kondisi terpengaruhi ini ditunjukkan dengan jelas oleh sifat konsumtif dan gaya pergaulan hidup bangsa Indonesia. Fase baru yang dibuka ini seolah mewakili dnegan jelas bagaimana globalisasi memberikan dampak tidak menguntungkan bagi perkembangan mental bangsa. 

Globalisasi tidak dapat dikatakan merugikan secara utuh. Akan tetapi, perubahan besar yang dibawa olehnya dapat menjadi bumerang terhadap pertumbuhan mentalitas bangsa. Perubahan besar, baik dari sisi ekonomi, sosial bahkan budaya akan sangat terasa bagi mereka dalam kondisi “terpengaruhi”. Efek yang ditimbulkan pada jangka panjang dapat menggerus dengan kuat nilai – nilai kearifan lokal yang ada. Salah satu bentuk penggerusan nilai – nilai kearifan lokal tersebut adalah tumbuhnya sifat konsumerisme dan hedonisme. Kedua nilai ini sangat bertolak belakang dengan budaya hemat, rendah hati dan tolong – menolong yang sejak dulu telah ditanamkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Sikap konsumtif ini dapat diamati dengan jelas bentuknya. Bentuk konsumtif bangsa ini dapat dengan mudah dijumpai di berbagai pelosok kota bahkan mulai masuk ke kehidupan desa. Ini yang mungkin bisa menunjukkan penyebab rasa iri berujung kriminalitas atau bahkan jurang pemisah kaya – miskin yang semakin lebar di Indonesia. Indonesia menjadi pasar terbesar untuk berbagai produk komunikasi semacam telepon genggam misalnya. Telepon genggam atau produk sejenisnya merupakan contoh bentuk produk konsumtif terbesar di Indonesia. Lintas suku dan masyarakat seolah terhipnotis dalam gempurannya. Tawaran yang terlihat menggoda dengan memanfaatkan banyak kebutuhan pergaulan menjadikan gempuran terhadap mental tidak semudah yang dibayangkan. 

Era globalisasi yang semakin membuka ruang komunikasi antar pribadi di seluruh dunia semakin mendorong pribadi – pribadi Indonesia untuk mengambil bagian di dalamnya. Akan tetapi, mental dan idealisme yang tidak kuat di seluruh lapisan masyarakat menjadikan sikap konsumtif seolah dianggap “maklum” dan “biasa”. Akibatnya sudah dapat ditebak dan dibuktikan dalam praktik masyarakat Indonesia. Setiap orang seolah – olah berlomba memiliki telepon genggam dan memiliki akun jejaring sosial. Pembicaraan tatap muka pun berganti dengan pembicaraan dunia maya. Komunikasi langsung berganti dengan komunikasi teks meskipun sedang bertatap muka. Pada akhirnya, efek negatif ketertarikan ini lebih mengena pada kelangsungan mental bangsa. Tingkat kriminalitas yang semakin tinggi, kekerasan pada anak serta perempuan yang meningkat dan daya juang yang berkurang menjadi ringkasan pilihan kekurangan perkembangan globalisasi pada masa sekarang. 

Lalu, dimana letak peran kebangsaan atau nasionalisme atau ideologi bangsa ini yang sejak SD telah diajarkan sampai pada level pendidikan tinggi? Pendidikan Pancasila sebagai ideologi bangsa diatur sejak SD sampai pada pendidikan tinggi tidak hanya beralasan pada kebutuhan kurikulum, tetapi berusaha menjaga mental-cermin ideologi generasi muda yang terus tumbuh dan berganti seiring waktu. Namun, pintu baru yang terbuka ini menunjukkan belum mampunya kita mengamalkan pegangan hidup kita bernegara, yaitu Pancasila. Kelima nilai yang telah disusun sedemikian rupa oleh para founding father berdasarkan karakter bangsa ini. Pancasila seharusnya menjadi cerminan langsung seperti apa wajah bangsa ini. Faktanya saat ini, karakter bangsa ini seolah bergeser dari apa yang disebutkan dalam sila – sila. Posisi bangsa ini lebih kuat sebagai yang “terpengaruh” pada perubahan besar dari era globalisasi. Demikianlah, posisi kita sebagai bangsa saat ini di tengah gempuran perkembangan pintu – pintu globalisasi. 

Jika Pancasila seolah mengalami pergeseran makna, bagaimana posisinya sekarang untuk kembali menguatkan identitas bangsa? Pancasila tetap akan menjadi pegangan bagi perubahan bangsa ini, kembali pada jati dirinya. Pembelajaran di sekolah dasar hingga perguruan tinggi tidak akan kehilangan maknanya jika seluruh elemen dalam masyarakat pun mau berpartisipasi aktif dalam pergerakan perubahan ini. Gaya hidup, pola pikir dan pergerakan dimulai dari jiwa muda yang menyusun masyarakat ini. Siapa yang dimaksud dengan generasi muda? Saya, Kamu dan Kita! Mengapa melalui generasi muda? Konsep dan pemahaman padanya terus dipelajari dan dipahami sampai mereka lepas ke masyarakat luas. Hasil belajar yang kuat dari dalam pendidikan formal, dapat diimplementasikan dengan gaya muda yang mempengaruhi. Nilai – nilai dalam Pancasila seharusnya diturunkan kembali dengan lebih jelas dan mendasar agar lebih meresap pada generasi muda. 

Perubahan yang dimulai dari sedikit ini dapat menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia. Pancasila tetap menjadi panutan, ideologi dan semangat berbangsa. Dengan pemahaman tentang Pancasila dalam hal yang paling mendasar atau kecil sekalipun, diharapkan dapat mengubah semua elemen bangsa. Belajar keanekaragaman, toleransi antar suku dan umat beragama, bersikap jujur dan adil pada siapapun, dan sebagainya merupakan bentuk hal – hal mendasar yang dapat diajarkan. Bentuk lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan “kampanye Pancasila”. Program “kampanye Pancasila” adalah program kampanye dengan menggunakan media sosial langsung maupun tidak yang digemari masyarakat untuk mendidik dan menyediakan informasi tentang segi kehidupan luhur berbangsa. Keanekaragaman bangsa ini dapat didorong dan dibagikan dalam “kampanye Pancasila”. Ide kampanye ini berlandaskan pada psikologi manusia tentang kebiasaan dan keingintahuan. Dengan memanfaatkan media – media yang digunakan pribadi bangsa, pemerintah dan kita dapat menyusupkan, mengkampanyekan dan mengingatkan kembali tentang Pancasila sebagai bagian dari diri kita. Kampanye semacam ini bisa melalui televisi, film, iklan, sms, facebook, twitter dan sebagainya yang menjadi pintu – pintu globalisasi bergerak. Kegiatan ini juga mengikat suatu komitmen dari semua yang terlibat untuk menjadi “agen perubahan”. Bagaimana dengan kamu? 

Implementasi nilai – nilai Pancasila kembali pada segi – segi kehidupan bangsa dapat mengembalikan identitas bangsa yang “terpangaruh”, bahkan menjadi “pengaruh”. Tidak ada yang salah dengan Pancasila, tetapi kurangnya pemahaman akan Pancasila yang pada akhirnya mengubah identitas dan karakter bangsa yang masuk ke pintu negatif globalisasi. Seringkali sifat melupakan menjadi kendala besar untuk menumbuhkan kecintaan yang murni tersebut dalam diri pribadi bangsa. Dengan semakin banyak kegiatan dan semangat yang disebarkan, perubahan bisa dimulai dari yang terkecil hingga yang tak tergapai sekalipun. Perubahan dengan Pancasila, masih ada yang tersisa. 

Pancasila merupakan ideologi berbangsa yang mungkin mulai sedikit terlupakan. Akan tetapi, hanya Pancasila jugalah yang dapat kembali mengubah karakter bangsa ini kepada jiwanya Indonesia. Generasi muda dapat menjadi tonggak perubahan kembali bersama dengan Pancasila. Kita bangsa yang berpengaruh. 

Bergerak untuk maju!

Refleksi: Tiga ajaran Ki Hajar Dewantara


Sebagian dari kita pasti masih mengingat 3 darma dari yang diajarkan seorang Ki Hajar Dewantara, pendiri taman siswa sekitar awal 1900an. Semboyan tersebut dikenal dengan Ing ngarso sun tulodo, Ing madyo mbangun karso, dan Tut wuri handayani. Dalam sebuah kalimat sederhana, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa “Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik, di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan.”

Tiga semboya ini sangat menarik untuk kembali dibahas dan mungkin ke depannya harus semakin dilekatkan di ingatan dan hati setiap pendidik dan calon pendidik ke depannya. Sekali lagi, diri katakan bahwa guru bukan sekadar profesi, tetapi sebuah bentuk pengabdian. Di Finlandia, upaya masuk sekolah guru jauh lebih sulit dibandingkan dengan masuk pendidikan kedokteran. Mengapa? Mungkin mereka menyadari bahwa guru menyentuh langsung aspek karakter bangsa sejak sedini mungkin. Bagaimana dengan kita?

Kualitas guru yang samakah kita harapkan demikian? Perlukah kita mempersiapkan suatu batas tertinggi untuk setiap mereka yang menginginkan menjadi seorang guru sehingga tercipta kualitas didikan yang terbaik pula ke depannya?
Diri yakin semboyan Ki Hajar Dewantara tadi menjawab bagaimana seharusnya kualitas guru dapat dibangun dan semakin ditingkatkan ke depannya. Indonesia memiliki tokoh yang dari dahulu sebelum negara ini merdeka telah menjelaskan bagaimana seharusnya seorang pendidik bersikap dan berkelakuan. Dengan tegas, Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia, menjelaskan posisi seorang pendidik adalah di depan, di tengah, dan di belakang murid – muridnya.

Di depan, seorang pendidik harus dapat memberikan teladan (Ing ngarso sun tulodo). Semboyan pertama ini memiliki makna yang dalam dan praktik yang tidak mudah. Menurut diri, kualitas seorang guru seharusnya paling mudah terukur secara kuantitatif dan kualitatif adalah melalui keteladanannya. Menjadi contoh tidak semudah membalikkan telapak tangan bahkan bagi seorang pendidik. Kasus demi kasus kekerasan oleh guru terhadap siswanya menunjukkan bagaimana sari tauladan itu meluntur di antara para pendidik. Meskipun hal ini dilakukan oleh oknum. Akan tetapi, diri percaya masih saja ada guru – guru seperti itu yang belum terekspos ke permukaan publik dan seringkali dianggap biasa dalam pekerjaannya. Seorang teladan yang baik memiliki kelakuan dan perilaku yang menunjukkan teladan sikap, keyakinan, dan kepercayaan terhadap apa yang ia jalani, sebagai seorang guru. Bibit generasi dipegang pertama kali oleh para guru dalam pembentukan karakter mereka. Terlepas dari keluarga, guru juga berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Ia melihat bagaimana guru atau orang tuanya di sekolah yang menjaga dan mengajarnya. Kualitas ini yang sering dilupakan sehingga hasil paling mudah dilihat adalah ketika anak hanya mengingat kejelekan atau traumatik selama dia di sekolah, seperti ungkapan guru killer. Oleh karena itu, seharusnya seorang guru memegang prinsip pertama ini untuk menjalankan tugas pengabdiannya sehari – hari.

Di tengah, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Semboyan kedua ini lebih menitikberatkan pada kreativitas dan kemauan belajar seorang guru. Meskipun guru adalah guru, tetapi tetaplah ia harus terus belajar dan memperbaharui diri. Ki Hajar Dewantara melihat bahwa dunia semakin berkembang. Ilmu yang kita tuntut selama pendidikan formal tidak hanya sebatas itu saja ke depannya untuk diberikan kepada para murid. Namun, masih banyak lagi yang seharusnya untuk dipelajari dan dibagikan. Dengan semangat untuk belajar dan terus belajar hal yang baru, seorang guru juga secara langsung memberikan teladan bagi murid bahwa pembelajaran itu bukan sesuatu yang menakutkan dan tidak menarik, melainkan sesuatu yang menimbulkan rasa penasaran. Seluruh ide dan pengetahuan ini akan menimbulkan daya kreativitas guru untuk mendorong murid mengenal dan menyelami aspek keilmuan tanpa melupakan aspek karakternya. Itu yang mungkin pernah hilang dan mungkin kembali hilang di dalam guru – guru kita. Diri mengapresiasi seluruh guru yang terus mengembangkan metode belajarnya, tidak pernah berhenti belajar, dan menggiring anak – anaknya dalam memunculkan ide, serta merealisasikannya. Contoh untuk ini sangat banyak sekarang kita temui, seperti mobil esmeka, mesin batik, dan sebagainya. Betapa semua guru berperan penting dalam proses anak – anak saat berpikir untuk menemukan ini.

Di belakang, seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan. Semboyan ketiga ini dianut dengan jelas oleh masyarakat pendidikan Indonesia melalui lambang atau simbol yang ada. Tut wuri handayani menjadi semacam moto untuk pendidikan Indonesia. Sejujurnya, diri kurang setuju dengan aspek ini sebagai moto utama berjalannya pendidikan Indonesia. Semboyan ketiga ini adalah implikasi dari semboyan pertama dan kedua. Dengan menjadi teladan yang baik, maka dengan sendirinya seorang guru akan mendorong siswanya  untuk lebih berkembang lagi. Semangat belajar dan mau diperbaharui dalam diri seorang guru akan berefek kepada siswa untuk menelurkan ide – ide hebat dan membentuk karakter mereka dalam bersikap ke depannya. Karakter dibangun melalui teladan yang baik dalam praktiknya, bukan terbatas pada dorongan atau arahan yang sifatnya absurd (maaf). Kata – kata seseorang mungkin saja manis, semanis Mario Teguh atau para motivator lainnya, tetapi hanya akan menjadi kata – kata saja ketika mereka tidak mempraktikannya dan memberikan teladan bagi para pendengarnya. Diri yakin itulah yang dilakukan para motivator, bertindak dan membagikannya bagi mereka yang tidak termotivasi. Tanpa disadari, hanya perkataan, seperti pujian bahkan makian, hanya akan lewat di telinga anak dan tidak meninggalkan bekas apapun. Bagaimana karakter generasi ini terbentuk? Lagu Umar Bakri mungkin dapat menunjukkan bagaiman teladan seorang guru terhadap generasinya saat itu. Pada akhirnya, menimbulkan semangat juang pada diri murid – muridnya. Hal yang sama juga terjadi di banyak sekolah pedalaman. Mungkin pernah kita menonton acara Indonesiaku (Trans 7) yang menunjukkan betapa perjuangan guru dan murid – muridnya untuk menempuh pendidikan dalam beberapa episodenya. Mereka menempuh laut dengan sampan, sungai dengan arus deras sehingga harus digendong orang tua, hingga yang harus berjalan belasan kilometer di hutan untuk sampai di sekolah. Perjuangan ini dilakukan oleh murid dan gurunya.

Sungguh teladan ini memberikan efek yang besar. Ketiga semboyan tadi pun terbangun dengan baik dan bahkan bisa sempurna. Diri yakin kualitas guru berada pada tolok ukur ketiganya. Mungkin banyak guru sudah memilikinya, tetapi sebagian juga mungkin belum. Peran pemerintah dalam menerapkan ketiga semboyan ini pun tidak bisa ditiadakan. Semua diatur oleh legal dan seharusnya pemerintah bisa mendorong ini untuk berjalan dan terlaksana dengan baik.

Semoga pendidikan Indonesia benar – benar mencerminkan ketiga semboyan Ki Hajar Dewantara ke depannya. Porsi 20% APBN tidak hanya bocor, tetapi benar – benar dipakai untuk mempersiapkan bibit pendidik yang akan berperan langsung membangun karakter bangsa kita.

Merdeka! 

Refleksi: Apakah perlu pendidikan etika dalam kurikulum? #2012

Pertanyaan di atas mungkin lebih tepat bukan menjadi sebuah judul tulisan, tetapi seharusnya menjadi refleksi semua pihak. Mengapa?

Ya, diri merasa dan membuktikan bahwa etika adalah sebuah pegangan seseorang untuk bersikap, bertindak, dan berekspresi. Ini mungkin terdengar seperti subjektif karena etika sebuah pelajaran yang sifatnya personal. Seseorang bisa saja kaya raya, tapi belum tentu dia beretika ataupun sebaliknya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edis ketiga (2005:309), etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral. Jika dilihat dari sudut pandang aplikasinya langsung, etika dapat dikatakan terdiri dari menghargai-menghormati, sopan santun, dan kelakuannya (attitude).

Aspek pendidikan etika secara tidak langsung akan diterima setiap anak – anak hingga pemuda – pemudi Indonesia di dalam keluarga, sekolah atau universitas, dan lingkungan bermainnya. Kesibukan orang tua dan tuntutan ekonomi, serta gaya hidup yang tinggi mendorong pendidikan etika pun seolah terlupakan dalam keluarga. Komunikasi antar anggota keluarga yang semakin menipis mendorong pendidikan informal ini tidak berjalan dengan semestinya seiring majunya zaman. Akhirnya, seluruh pendidikan ini diserahkan pada lingkungan sekolah yang menjadi tempat utama anak – anak menghabiskan waktu. Jadi, seperti apa aplikasi etika sekarang dalam kehidupan generasi bangsa ini ke depannya?

Penghargaan terhadap seseorang di negara ini pada masa sekarang adalah suatu hal yang sulit. Sikap untuk menghargai dan menghormati orang lain seolah luntur dalam kehidupan kita sehari – hari. Penghargaan kepada orang lain bukan sebatas pada piala atau piagam atau uang yang dapat diberikan kepada orang tertentu karena prestasi, jabatan ataupun kekuasaannya. Penghargaan tidak sebatas itu! Ini hal yang diri rasakan sangat luntur di antara manusia Indonesia. Tempat – tempat tadi yang seharusnya lebih terpelihara untuk penghargaan ini pun belum mampu melakukannya.

Bagaimana aplikasi etika dalam sekolah? Jika boleh jujur, sekolah pun sekarang penuh dengan ketidakaturan dalam sikap dan perilaku siswa-mahasiswanya. Aksi tidak beretika yang dilakukan memiliki rupa dan bentuk yang beragam. Hal paling mudah untuk dilihat adalah penghargaan. Mungkin contoh di televisi dapat menjadi gambaran paling nyata antara yang menghargai dan tidak. Pemutaran liputan anak – anak berprestasi dan sekolah yang teratur seolah menjadi pelega dahaga kita akan harapan bahwa masih ada generasi ini yang benar di dunia yang bengkok. Akan tetapi, pemutaran liputan tawuran antar SMA atau SMK beberapa waktu lalu menunjukkan sisi lain bagaimana generasi ini bersikap. Berdasarkan pengalaman diri sejak SD sampai universitas, ada beberapa hal kesamaan yang selalu diri temui, yaitu sulitnya seorang anak untuk menghargai dirinya dan gurunya.

Ya, penghargaan terhadap dirinya dan guru atau dosen adalah sesuatu yang diri rasakan tidak pernah tumbuh atau sama saja sejak SD sampai universitas. Bentuk – bentuk tidak menghargai ini beragam yang diri lihat, yaitu menghina guru atau dosen, mencontek, dan menipu. Penghinaan terhadap guru yang terbesar saya rasa bukan dari pemerintah atau aspek legal negara ini, tapi justru berasal dari muridnya sendiri. Guru bagi diri bukan sekadar profesi, tetapi suatu bentuk pengabdian yang tinggi, sama halnya seorang dokter. Mungkin, sewaktu kecil kita pernah mendengar bahwa guru adalah Bapak/Ibu kita selama di sekolah. Ucapan itu bukan sekadar sugesti buat diri sewaktu kecil, tetapi benar apa adanya yang diri rasakan hingga lulus universitas. Bentuk penghinaan ini beraneka ragam, seperti pengejekan langsung maupun tidak langsung, penanggapan bahwa tidak bisa mengajar, penggampangan (sepele) terhadap pelajarannya, dan sebagainya. Diri rasa semua pasti sering mendengar keluhan anak – anak yang berujung pada penghinaan atau penyalahan pendidik sebagai dalang mereka tidak mengerti atau bahkan tidak naik kelas. Ya, mungkin ada beberapa kondisi demikian, tapi oknum. Sekali lagi, itu oknum. Bagaimana penghargaan mereka terhadap seorang pendidik? Sesulit itukah hingga sekarang bagi sebuah generasi yang beruntung untuk menghargai gurunya bahkan di saat banyak anak – anak merindukan sosok guru di hari – hari mereka. Siapa yang salah? Diri tidak suka melihatnya dalam sisi kesalahan, tapi mari kita lihat dari sisi bagaimana sekarang kita akan memperbaikinya dan memutus rantai setan ini.

Suatu sikap menghargai akan berkaitan erat dengan sopan santun dalam berkelakuan. Keseluruhan rantai ini menjadi sesuatu yang saling komprehensif dalam praktiknya. Dengan demikian, pemecahan permasalahan seperti apa yang kita harus lihat. Diri melihat tentang suatu struktur kurikulum yang lebih keras untuk kembali diterapkan. Ya, kembali mengapa ini harus dipikirkan. Kita selalu menyalahkan kurikulum pendidikan yang tidak mendukung daya kembang dan kreatif anak – anak. Akan tetapi, pernah kita mengevaluasi kurikulum ini dari sisi perkembangan emosional dan kedewasaan seorang anak. Sebagai contoh, pendidikan anti korupsi yang mungkin baru dipikirkan dan segera diaplikasikan sejak tingkat korupsi Indonesia semakin naik dengan cepat. Mengapa harus selalu bentuk preventif dipikirkan di bagian akhir?

Bagi diri, pendidikan menjadi manusia Indonesia yang berbudi pekerti dan berakhlak seharusnya dari dulu dan dulu sudah diterapkan, dipikirkan pengembangannya, dan dievaluasi pelaksanaannya. Suka atau tidak, sekolah menjadi lahan terbesar para anak menghabiskan waktunya dan sudah seharusnya suatu program yang dikerjakan anak – anak di tempat ini adalah yang paling besar pengaruh dalam hidupnya. Mulai berantas korupsi adalah dari hal yang kecil, seperti disiplin waktu, kejujuran bekerja dan belajar, serta ketaatan terhadap aturan yang telah dibuat. Manusia – manusia seperti ini pada masa sekarang mungkin akan dianggap kuno dan tidak gaul. Akan tetapi, harus mulai ditanamkan atau bahkan lebih tepat untuk dipertanyakan, apakah tidak beretika itu gaul?

Rantai setan ini harus segera diputus! Apakah perlu kita masukkan mata kuliah atau mata pelajaran etika agar menjadi suatu pelajaran yang wajib untuk diambil ke depannya, seperti pendidikan anti korupsi? Diri akan katakan ya. Hal ini perlu untuk dipertimbangkan dan dilebur kembali dalam struktur kurikulum kita. Pendidikan ini seharusnya dapat menjadi pegangan kita memutus rantai setan dan kembali menghidupkan manusia – manusia Indonesia. Kehidupan generasi kita bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tanggung jawab kita untuk mempersiapkan mereka tumbuh menjadi manusia Indonesia dewasa.

Dalam aplikasinya, etika harus dipraktikan dan dilakukan oleh semua aspek pendidikan itu dulu, seperti menteri, para pejabat pendidikan, guru, kepala sekolah, dosen, asisten akademik, rektor dan lainnya. Belajar tertulis dan mencontoh langsung adalah hal yang paling tepat. 

Contoh adalah teguran tak tertulis yang lebih menyakitkan dan bisa mengubahkan.

Tuesday, December 01, 2015

Travelling Kuliah: Es Oen, Malang

Nah, kenal es oen kan. Toko yang berdiri dari masa Belanda ini pada hakikatnya emang tempat hedonnya londoh. Ada beberapa es yang diri bisa sarankan. Toko ini mengusung tema yang jadul banget dengan khas gaya kolonial. Toko ini sudah berdiri puluhan tahun sejak zaman Belanda dan merupakan salah satu tempat favorit untuk berkumpul para petinggi dan keluarga Belanda di Malang. Lokasinya pun mudah dijangkau, di sekitar pusat kota Malang. Arsitektur khas Belanda yang tidak berubah, termasuk interior yang digunakan, membuat tempat ini pas untuk menikmati suasana tenang dan masa lalu dengan kelezatan es krimnya yang resep turun - temurun dari pemiliknya. 

Harga yang ditawarkan pun termasuk terjangkau untuk berbagai kalangan dengan porsi yang cukup besar dan pas. Toko ini bisa menjadi tempat favorit keluarga untuk menikmati santai di kota Malang. 

Asiklah makannya..==es krim vanila + es krim cokelat + susu + sepotong buah jeruk + jagung bubur.
nah, ini oen special resep. nih es yang salah pesen sebenarnya, tapi asiklah. Isinya ada es krim vanila, cokelat, durian, diberi toping krim, ceri, dan wafer dan astor cokelat.

Travelling Kuliah: Baso Bakar

Nah, kalo baso bakar beda lagi. Nikmat sepertinya, tapi memang demikian adanya. Rada menyesal juga tidak memotret keseluruhan, tapi tetap akan disuguhkan bagaimana ini itunya makanan ini.

Makanan ini punya resep yang tidak berbeda dengan bahan baso pada umumnya. Yang membuat ini jadi istimewa adalah baso dibakar dulu seperti sate sebelum disajikan. Bumbu yang digunakan khusus sesuai keinginan pembeli. Bumbunya ada yang sangat pedas, pedas, dan manis. Semua bergantung pesanan. Baso lalu disajikan bersama mie putih yang telah dikuai kaldu daging. Baso bisa pilih sendiri juga karena ada yang namanya baso halus dan kasar. Beda keduanya terletak pada kehalusan permukaan baso yang dipesan. Jika kasar, ya basonya cenderung lebih tidak tampak banyak diadon, jadi rasanya lebih nikmat. Hal sebaliknya terjadi pada halus, tapi rasanya tetap sama. ENAK,,

Okay, di mana mencari baso ini? gampang banget, hampir di seluruh pelosok Malang ada. Tapi, menurut teman saya di Jalan Belimbing, Malang yang mantaap.

Penyajian baso bakar yang sederhana.
Kuah dan mie yang dipisah dari bakso, membuat semakin nikmat.

Wednesday, March 11, 2015

International Festival di Akita

Banyak banget cerita yang belum dituliskan di blog yang lama menganggur ini,  no defense at all because of my laziness
Satu cerita berikut adalah kegiatan festival internasional di Akita yang diselenggarakan pada 10 November 2014 lalu. Namanya juga festival internasional, yang pasti Indonesia termasuk sebagai salah satu pesertanya. Warga Indonesia di Akita sangat bersemangat untuk menyiapkan acara yang rutin digelar oleh AIA (Akita International Association) untuk mengenalkan budaya - budaya asing yang ada di Akita kepada warga Akita. Akita memang bukan kota yang populer untuk warga asing tinggal seperti di Tokyo karena memang kotanya bukanlah kota bisnis, tetapi lebih ke kota peristirahatan. Tidak heran di Akita, akan sangat sulit menemukan yang disebut dengan real business district

Berhubung warga Indonesia di Akita bisa dihitung dengan jari tangan dua manusia, maka semua berusaha mengumpulkan semua barang - barang yang dibawa dari Indonesia dan khas banget Indonesianya. Dalam sekejap, terkumpullah yang namanya batik, kebaya, makanan seperti tango, kerupuk, dan lainnya, wayang, blankon dan barang lainnya. Beberapa mahasiswa yang jadi pengurus juga berinisiatif untuk mencetak foto - foto terkait dengan Indonesia dan menjadikannya sebuah permainan agar dapat menarik minat pengunjung nantinya. 

Indonesia diberikan satu stand pameran ukuran 1 m x 1.5 m untuk meletakkan dan memamerkan seluruh kebudayaannya yang beragam. Di sini letak tantangannya, Indonesia yang beragam tidak akan bisa hanya diwakili oleh satu suku tertentu atau kepulauan tertentu dan tidak semua warga Indonesia mengenal budaya daerah lain dengan baik. Tantangan yang tidak mudah tapi pasti ada jalannya. Mengapa ini menjadi tantangan? Karena tidak semua warga Akita pernah ke Indonesia dan tidak semua warga Jepang mengenal Indonesia. Ada baiknya dan sangat luar biasa kalau kita bisa mengenalkan Indonesia itu bukan hanya Bali atau Jawa atau Sumatra saja, tetapi Indonesia itu ada Sabang sampai ke Merauke. Diri sangat senang terlibat dalam pengenalan budaya Indonesia ini. Jepang memiliki kebudayaan yang sangat homogen, dibandingkan Indonesia, sehingga membuat mereka seringkali bertanya - tanya apakah benar Indonesia itu beragam. Impresifnya itu loh yang harus dibangun kepada masyarakat asing. 


Salah satu upaya pengenalan budaya yang dilakukan juga kemarin, adalah penampilan tari oleh Mbak Ani, sepuh Indonesia yang sudah menetap di Akita hampir 20 tahun. Luar biasa bukan? Beliau adalah lulusan sekolah tari dan sangat aktif mengajar tari tradisional Indonesia di sekolah - sekolah di sekitar Akita dan utara Honshu ini. Penampilan ini sangat memukau para penonton loh. Bayangkan kalau mereka jadi penasaran dan ingin ke Indonesia. Betapa bangganya budaya kita makin banyak pecintanya selain diri kita sendiri. Selain itu, lihat juga penampilan tari dari grup wanita Indonesia di Akita yang dilatih langsung oleh Mbak Ani. Seru loh!

Sekolah di Akita dan Saljunya


Selamat pagi dari Akita, Jepang semuanya.
Hari ini musim semi sedikit tertunda. Badai salju kembali menerjang Jepang bagian utara. Laporan dari pihak Indonesia lain di belahan utara Jepang, seperti Hokaido, juga mengalami yang sama. 
Seminggu terakhir ini cuaca di Akita sungguh luar biasa, matahari dan bahagianya bintang - bintang di malam hari selalu menghampiri. Sungguh, musim semi harus menunda kedatangannya dulu, lanjut selasa sore, mendung dan angin kencang kembali tiba. Ramalan cuaca yang diberikan pemerintah Jepang luar biasa akuratnya, hampir mendekati 100%. Salju benar - benar turun dan dalam waktu dua jam, salju setebal 2 cm sudah menumpuk dimana - mana. Ajaibnya, dalam semalam, salju sudah 30 cm lebih menumpuk di seluruh Akita!!! Badai yang luar biasa kan?


Inilah Akita, Wonderland! You have to be ready with unpredictable and changing weather. Ini sudah bulan kelima salju turun di Akita. 

Persiapan musim salju sangat dibutuhkan di sini. Seminggu belakangan terlena dengan suhu 3 sampai 7, dalam semalam suhu bisa turun ke -10. Nah, di sinilah seninya sekolah di Akita. Tantangannya bukan hanya pelajaran, tetapi cuaca yang sangat mengajak kita bermain semangat. Apakah mau menerima tantangan musim saljunya?

Welcome to Akita. 

Friday, January 16, 2015

A Great 2015

Hallo 2015!
Welcome to another great year.


Always wish a great time for everyone. 
Lets start with pray and smile. Believe that you will do it because He control everything for our life. 

Friday, October 10, 2014

Wajah anak - anak Afrika Selatan

Kesempatan ke Afrika Selatan bukanlah sesuatu yang bisa diri lupakan. Tuhan begitu luar biasa untuk membawa diri datang ke benua hitam, Afrika. Yeah!

Salah satu bagian yang luar biasa adalah bertemu dengan anak - anak di sana. Bagaimana tidak, anak - anak itu bisa mewakili wajah dari negaranya. Kesempatan untuk bertemu dengan anak - anak di sana juga lebih luas lagi dibuka dengan diri dapat pergi keliling dengan field trip yang bertema Northern Bushveld. Diri tidak akan membahas bagaimana field tripnya, tetapi lebih kepada bagaimana pengalaman diri bertemu dengan anak - anak selama berpindah tempat di saat field trip. 

Anak - anak di Afrika punya permasalahan yang sama halnya dengan Indonesia. Menurut diri, anak - anak kita jauh lebih beruntung secara umum. Diri masih ingat pertama kali tiba di Johannesburg dan diri langsung menuju Sandton. Diri sempat berpikir bahwa Afrika tidak seperti apa yang selalu diberitakan di televisi. Sandton memiliki wajah yang sangat mewah dan luar biasa elite! Menurut salah satu teman di sini, hampir 80% uang di Afrika, benua Afrika berputar di Sandton. Anak - anak yang berkeliaran di sini pun memang tampak jauh lebih terawat dan memiliki banyak kemewahan. Saat diri mengunjungi Mall Sandton City, anak - anak memiliki kesempatan yang luar biasa, dengan kemewahan yang dapat mereka terima dari keluarganya.

Nelson Mandela square, pemandangan yang berbeda dengan rural area sekitar Johannesburg.
Namun, hanya 10 km dari Sandton ini, diri langsung melihat hal yang teramat jauh berbeda dengan apa yang diri temui sebelumnya. Anak - anak di sekitar pinggiran Johannesburg, lebih memiliki kehidupan yang biasa atau lebih sederhana. Kebanyakan dari mereka pergi bersama dengan orangtuanya yang juga berpenampilan sederhana. 
Semua berkumpul dan bahagia. Lihat posenya.
Perbedaan 180 derajat selanjutnya, diri temui saat berada di area kota sekitar Johannesburg, terlebih anak - anak yang hidup di sekitar area tambang. Sebelum area tambang dibuka, kehidupan di sini jauh lebih buruk karena fasilitasnya yang lebih minim. Kehadiran pertambangan Chromite dan PGE, membuka kesempatan bagi para orang tua anak - anak di sini untuk bekerja lebih layak dan setidaknya anak - anak bisa merasakan fasilitas sekolah, air bersih dan lainnya untuk kehidupan yang lebih baik. Meskipun demikian, anak - anak di sini tetap berada pada kondisi yang memprihatinkan dibandingkan dengan mereka yang di pinggiran Johannesburg, apalagi Sandton. 
Rasa penasaran melihat foto mereka sendiri
Namun, ada satu hal yang diri sangat ingat dari anak - anak di sini saat bertemu mereka langsung. Kesempatan ini diri dapatkan ketika diri dan rombongan mengunjungi outcrop seam Chromite UG 1 dan UG 2. Dengan bahasa Inggris yang terbata - bata, mereka mengucapkan mimpi mereka kepada diri dan rombongan lainnya meskipun baru pertama kali bertemu. Sungguh ada keinginan besar dari mereka untuk menjadi orang lebih baik, dan itulah anak - anak. Kesempatan tidak pernah sama menghampiri mereka, tetapi mereka tetap ceria dan memelihara mimpi itu. Anak - anak perempuan di sana memiliki tanggung jawab lebih untuk menjaga adik bahkan sepupunya yang masih kecil. Mereka menggendong si adik selama mereka mendekati rombongan kami. Tidak ada rasa malu yang ada di antara mereka saat menghampiri, justru rasa penasaran terhadap kami dan apa yang sedang kami lakukan di tempat terpencil seperti itu yang jauh lebih besar. Mereka berusaha mendekat dan mengikuti rombongan. Bahkan sesekali mereka mengucapkan mimpi dan menceritakan diri mereka siapa dan apa yang mereka ingin lakukan di masa mendatang. 
Mereka ingin seperti model.
Satu hal yang membuat mereka semakin ceria adalah saat melihat kamera. Berbagai fose langsung saja keluar natural sekali. Sepertinya mimpi menjadi model atau berada di majalah sangat menghinggapi mereka. Bahkan saat ditunjukkan foto yang baru saja diambil, ada rasa bahagia, lucu, aneh, tidak percaya yang mereka tunjukkan. Sejauh itukah mereka dengan teknologi? Mungkin!
Anak - anak remaja sebagian sudah memiliki telpon genggam meskipun bukan yang super canggih seperti yang dibawa oleh kebanyakan rombongan dalam perjalanan diri. Mereka berusaha mengambil foto untuk ditunjukkan pada teman - temannya bahwa mereka bertemu orang asing dan ada kebanggaan untuk itu. 

Pesan terakhir saat kami akan meninggalkan bus yang sangat menyentuh. Mereka hanya ingin diingat dan sebisa mungkin kami kembali. Mereka juga meminta satu hal pada kami, yaitu makanan atau buku tulis. Diri terhenyu, dengan memelas mereka hanya meminta permen atau makanan kecil lainnya agar mereka dapat menikmatinya. Itu yang terjadi dan akhirnya diri hanya bisa terdiam karenanya. Selain itu, meminta buku tulis itu rasanya tidak wajar, tetapi hikmahnya adalah mereka sangat menikmati sekolah. Salah satu anak bercerita pada diri bahwa dia sudah menjadi juara kelas sejak kelas 3, dan sekarang ia berada di kelas 6. Dia pun dijanjikan akan disekolahkan di kota terdekat yang memiliki fasilitas memadai untuk SMP. Itu sangat dia ingat dan bangga! Anak ini berkata bahwa saya akan disekolahkan di SMP yang bagus di kota terdekat. 
Perempuan itu selalu menawan bukan meskipun masih anak - anak.
Diri sangat belajar bagaimana anak - anak ini dalam keterbatasannya pun masih bermimpi dan yakin akan mendapatkan mimpinya. Sederhana sekali tetapi seringkali orang dewasa sulit melakukannya. 

Thursday, October 09, 2014

Jika kecelakaan di negara orang, harus apa?

Cerita - cerita ini diri rangkum berdasarkan pengalaman diri dan observasi langsung yang dilakukan pada saat kejadian. Apa yang terjadi ketika kecelakaan terjadi di negara orang? Ketika di Indonesia, sangat mudah untuk kita langsung menelpon keluarga. Akan tetapi, bagaimana jika kita sedang berada di luar negeri untuk tinggal pada jangka waktu tertentu atau sedang dalam perjalanana dinas?

Diri mengambil contoh Jepang, tempat diri saat ini berdomisili. 
Ada dua kejadian yang sempat terlibat langsung sebelumnya. Pertama kali, teman - teman diri yang sedang mengikuti program short stay mengalami kecelakaan sepeda karena kesalahan bersama. Kejadiannya karena sepeda yang seharusnya hanya dipakai oleh 1 orang tapi dipaksakan untuk berboncengan bersama dengan tujuan untuk mengambil sepeda lainnya. Jadi hanya sementara melanggar aturan tetapi cukup berakibat fatal. Salah satu rombongan sepeda kami jatuh dan ternyata mengakibatkan kecelakaan. Tampak sekitar kami tidak ada orang - orang yang melihat, tetapi polisi dan ambulans bisa tiba sekitar 10 menit kemudian. Ambulans dan polisi tiba tidak lama setelah salah seorang warga sekitar melihat kejadian dan menelpon untuk melaporkan hal tersebut. Polisi segera datang dan ambulans juga untuk mengambil tindakan. Teman yang mengalami luka segera dibawa ke rumah sakit. Polisi langsung bertanya tentang segala kejadian yang ada. Ini dia yang harus diperhatikan saat kejadian seperti ini terjadi. Selalu ingat seperti apa kejadian yang ada dan katakan sejujurnya kepada pihak berwenang. Kedua, tunjukkan identitas dalam hal ini paspor dan keterangan lainnya yang mendukung keberadaan kita di Jepang. Ketiga, usahakan ada pendamping yang dapat berbahasa Jepang sehingga bisa mengkomunikasikan kondisi yang terjadi dan seperti apa yang dibutuhkan. Pengalaman kemarin,salah seorang dari kami bisa berbahasa Jepang dan mendampingi hingga proses selesai. Keberadaan seorang pendamping yang tinggal lama di Jepang juga dibutuhkan untuk menjadi kontak utama dan penghubung langsung kepada kita. Keempat, jangan panik! 

Kejadian kedua, adalah saat diri melihat kecelakaan yang terjadi di depan lorong rumah diri. Kecelakaan yang terjadi karena pengendara mobil yang menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Kondisi jalanan cukup sepi. Salah satu saksi langsung menelpon pihak berwenang di sini. Petugas pemadam kebakaran, ambulans dan polisi langsung ke tempat kejadian. Warga yang melihat kecelakaan tidak sama sekali mendekat ke mobil tersebut untuk mencoba menolong atau apapun. Hal ini adalah wajib karena tindakan "heroik" seperti itu bisa saja menjadikan kecelakaan memiliki akibat lebih parah. Diri belajar di sini bagaimana sigapnya seorang warga negara dalam menolong lainnya dengan cara yang tepat. Memang belum di semua tempat bisa diaplikasikan cara seperti ini mengingat sistem pertolongannya pun yang belum memadai. Diri hanya membayangkan bagaimana sulitnya orang - orang yang mengalami kecelakaan untuk bertahan di tengah kemungkinan macet yang ada saat pertolongan akan datang. Di Jepang, masyarakatnya dipersiapkan untuk sigap dan tertata dalam menghadapi kejadian tak terduga seperti itu. 

Jadi, saat berada di mana pun, negara mana pun, persiapkan seluruh dokumen yang kita miliki seperti paspor, surat keterangan lainnya dari kampus, tempat kerja atau dokumen penting lainnya yang harus dibawa kapan saja. Kedua, usahakan kita memiliki kenalan yang berasal dari negara yang sama, misalnya saat berkunjung ke universitas, kenali apakah ada mahasiswa yang berasal dari negara yang sama. Ketiga, selalu berhati - hati dan ikuti aturan yang ada di suatu negara. Setiap pelanggaran yang terjadi dan bahkan mengakibatkan kecelakaan, bisa membawa konsekuensi hukum yang tidak mudah pastinya.

Terpenting, komunikasikan selalu ke orang terdekat atau penanggung jawab kita. Simpan nomor - nomor darurat untuk dihubungi selama perjalanan di mana pun. 

Wednesday, October 08, 2014

Gerhana bulan 8 Oktober 2014

 Gerhana bulan tahun ini menjadi salah satu fenomena antariksa yang sangat ditunggu. Tepat pada tanggal 8 Oktober ini terjadi gerhana bulan penuh yang dapat diamati di seluruh Jepang atau pun belahan bumi lainnya dalam kondisi cuaca cerah. Gerhana bulan kali ini juga sangat istimewa. Menurut sumber yang diri baca, gerhana bulan hari ini adalah bagian dari gerhana bulan tetrad yang hanya sangat langka. Gerhana bulan tetrad bagian pertama terjadi tanggal 15 April 2014 silam, lalu ini yang kedua dan akan menyusul tanggal 1 April serta 28 September 2015 mendatang. Gerhana bulan terjadi pada kondisi bulan berada pada posisi tengah garis bumi, bulan dan matahari. Di Indonesia barat, gerhana bulan ini dikenal sebagai gerhana bulan selenion, dimana saat gerhana terjadi selang beberapa menit setelah matahari terbenam saja. 

Diri sempat mengambil video detik - detik saat gerhana bulan hampir mencapai titik penuhnya dan saat gerhana bulan dalam posisi penuh. Biasanya fenomena gerhana bulan penuh dapat diamati selama 50 - 60 menit sebelum kembali pada posisi awal. Gerhana bulan kali ini juga dikenal sebagai gerhana bulan darah karena kenampakannya yang seperti kemerahan orange. Kehadiran Uranus juga berpotensi dapat dilihat dengan mata telanjang karena posisinya yang mencapai titik terdekat dengan bumi. 
Gerhana bulan total
Gerhana bulan total di Akita
Berikut saat gerhana bulan total sedang terjadi di Akita. Bagaimana dengan kota - kota lainnya? Di Jepang, siswa - siswa SD diajak secara khusus untuk mengamati fenomena ini bersama keluarganya. Kesempatan ini berlangsung sebagai ajang belajar science langsung di lapangan.

Saturday, October 04, 2014

Bagaimana Memilih Minat?

Baiklah postingan diri lakukan berdasarkan apa yang diri pernah alami sendiri langsung. Bagaimana memilih minat, itu seperti saat diri harus menentukan bagian mana yang harus dijalani antara sekolah, organisasi dan travelling. Postingan itu bisa dibaca di Fase diri: Kehidupan yang Terubahkan. Saat itu diri dihadapkan pada situasi yang sebenarnya adalah kesalahan diri sendiri, tetapi pada akhirnya inilah yang menjadi jalan apa yang diri jalani saat ini. 

Secara subjektif, diri akan mengatakan bahwa banyak orang memiliki macam - macam minat dengan berbagai macam cara pula untuk mengetahuinya. Berdasarkan pengalaman yang diri alami, berikut ini dapat menjadi referensi untuk mencari dan memilih minat kalian.

1) Kenali diri sendiri 
Mengenali diri sendiri memiliki banyak caranya juga. Kenali apa yang diingini dengan melakukan banyak hal yang bermanfaat, misalnya les bahasa, jurnalistik atau fotografi. Memulai hal ini tidak membutuhkan biaya yang mahal. Banyak cara untuk melakukannya seperti belajar bahasa yang bisa kita lakukan melalui internet yang mana sekarang banyak sekali kursus online atau website yang memberikan informasi untuk belajar bahasa. Kita bisa memulainya dari hal tersebut. Tulisan juga sudah sangat banyak dukungan untuk tahu apakah itu menjadi minat kita. Bidang apa yang kita sukai biasanya akan kita jalani dengan bahagia dan lebih baik. Saat ingin mengenali diri sendiri, usahakan untuk mengerjakannya dengan baik dan berada pada lingkungan yang "bebas". Berdiri di lingkungan yang tepat dapat mendukung kita dengan baik untuk mengenali diri.

2) Minta saran 
Meminta saran ini dapat dilakukan pada mereka yang benar - benar menjadi orang terdekat kita. Orang terdekat itu dapat berupa keluarga atau sahabat yang banyak berinteraksi dengan kita. Memilah milih orang terdekat juga tidak mudah, tetapi kita bisa melihat bagaimana mereka yang benar - benar peduli untuk kebaikan kita. Perhatikanlah saran mereka yang seringkali mendorong untuk kebaikan dan cita - cita kita, meskipun terkadang harus berkelahi dengan kita. Mereka yang mendukung kebaikan dan ketika kita mencapai sesuatu mereka jugalah yang tetap berbahagi unutk kita. 

3) Terbuka dan Kritis
Sebenarnya terbuka dan kritis adalah bagian dari sifat yang mungkin pada beberapa orang tidak dipaksakan. Akan tetapi, cobalah untuk belajar terbuka terhadap banyak perubahan di sekitar kita dan bisa tetap selektif memilih dalam perubahan yang ada. Dengan terbuka, kita dapat melihat banyak hal baru di sekitar kita yang mungkin saja sebelumnya belum pernah kita ketahui. Sebagai contoh, diri hanya tahu tentang FK, tetapi tidak pernah melihat adanya jurusan Tambang atau Geologi. Ini juga memang terkait lingkungan dimana kita tumbuh, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk melihat lainnya di zaman yang luas seperti saat ini. Kita tidak tahu minat atau jalan kita bisa jadi di bidang lain yang sebelumnya orang tua atau keluarga kita belum dengar misalnya. 

Jika hanya hidup dalam kotak atau hanya mengikuti arus, rasanya hidup kita jauh lebih berharga. Semua manusia punya jalanNya untuk masa depan, tetapi harus berusaha juga. Lakukan tindakan sekecil apapun. 

4) Berdoa
Berdoa adalah hal terutama yang harus dilakukan. Dalam agama apapun hal ini diajarkan. Mengapa jadi penting? Ketika kita menyerahkan masa depan kita pada Tuhan, kita bisa melakukan yang terbesar. Percaya dan berbuat adalah cara terbaik yang dapat kita lakukan selama mencari dan memilih minat yang baru. 

5) Bertanggungjawab 
Bertanggung jawab atas pilihan adalah hal yang penting dalam kehidupan kita. Setelah mengetahui minat apa yang diinginkan, lalu lakukan dengan segenap hati dan berusaha sebaik mungkin. Penting sekali untuk berjalan dengan benar dan tetap penuh tanggung jawab atas pilihan kita agar minatnya berbuah jadi berkat yang besar untuk kehidupan kita. 

Selamat memilih!

Thursday, October 02, 2014

Musim di Akita, Jepang

Selamat datang musim gugur. 

Seacara resmi, di google tertulis musim gugur mulai datang tanggal 23 September 2014 lalu. Sepertinya google benar, karena pada tanggal itu di Jepang sendiri sedang merayakan libur nasional untuk equinox, kurang lebih untuk memperingati peralihan siang dan malam yang akhirnya seimbang, 12 jam siang dan 12 jam malam. Pada musim panas, jelas matahari datang lebih cepat dan pulang lebih lama, sedangkan pada musim gugur, matahari datang mulai lebih lambat. Sebagai contoh di Akita, pada musim panas, matahari sudah menyapa sejak pukul 04.30 di pagi hari, sedangkan sekarang di musim gugur, matahari baru datang pada pukul 05.45 pagi. Sama halnya dengan pagi, pada malam hari pun jadi lebih lambat saat musim panas dan lebih cepat pada musim gugur. Terlebih pada musim dingin, matahari sepertinya enggan keluar rumah. Biasanya secara teori ramalan cuaca harian, matahari pada musim dingin akan datang sekitar pukul 06.00 sampai 06.30 di pagi hari. Jika cuaca cerah, kita bisa merasakan lembutnya matahari, tetapi jika tidak, hanya awan yang tampak mendung terlihat karena tertutup awan pembawa salju atau hujan yang mengintip. Begitu juga pada sore hari, matahari akan pulang lebih awal pada musim dingin, yaitu sekitar pukul 04.30 sampai 05.00 sore. Selanjutnya, malam berganti. Pada malam hari, selama musim dingin setidaknya jauh lebih cerah dibandingkan dengan siangnya, masih ada bulan dan bintang meskipun hanya sesekali. Namun jangan berharap melihat aurora karena Akita bukan bagian dari lingkar Arktik atau Antartika. 

Dengan suhu yang beragam, Akita dengan keempat musimnya memiliki ciri khas masing - masing di tiap waktunya. Kebetulan, di Akita musim panas sangatlah pendek waktunya. Bisa dikatakan untuk menikmati suhu sekitar 27 sampai 33 derajat di Akita, hanya akan terjadi pada bulan Juni sampai Agustus. Puncak rasa panas yang terjadi dan akan selalu dirindukan adalah akhir Juli hingga pertengahan Agustus. 

Musim dingin menjadi musim paling panjang durasinya di Akita. Akan tetapi, setiap tahunnya durasi tersebut berubah meskipun tidak banyak. Pada tahun 2012, salju pertama sudah turun pada pertengahan November dan berhenti pada April awal di tahun berikutnya. Pada tahun 2013, salju pertama turun pada awal Desember 2013 dan berhenti di akhir Maret 2014. Ketebalan saljunya pun bervariasi setiap tahunnya. Di tahun 2012, salju di Akita, bisa mencapai 2 m pada puncaknya di Desember akhir hingga Februari pertengahan. Pada 2013, salju di Akita paling tebal hanya sekitar 1.5 m selama Desember akhir hingga Februari akhir. Tebalnya salju bervariasi di seluruh daerah Akita Prefecture sendiri. Menurut salah seorang teman, analis ekonomi Jepang pernah mengatakan bahwa salju menjadi salah satu kendala mengapa bagian utara Jepang tampak "kurang" berkembang dibandingkan dengan daerah tengah Honshu hingga ke selatan. Salju yang lebih tebal dengan durasi waktu yang lebih lama pastinya ditemukan di Pulau Hokkaido, utara Jepang. Bagi sebagian orang, musim dingin menjadi waktu yang menyenangkan dan lebih produktif dibandingkan dengan musim panas.

Pengamatan subjektif diri, banyak teman - teman yang memang berasal dari utara Jepang, akan lebih tangguh dan kuat dalam bekerja dibandingkan dengan saat musim panas. Ada rasa "lemas" saat harus bekerja saat musim panas datang. Meskipun musim dinginnya panjang, teman - teman diri tidak malas dan tetap kuat untuk berjalan di tengah salju. Ini luar biasa sekali buat diri. Di saat lebih enak tidur di dalam selimut, tetapi teman - teman diri tetap mau bekerja keras; dan diri sangat belajar banyak untuk itu. Beberapa foto diri saat musim dingin tahun lalu dapat dilihat di sini postingan Salju Akita.

Terus, bagaimana di Akita sekarang? Seperti tag line di atas, musim gugur saat ini di Akita. Suhunya sudah mulai naik turun dan rasa dingin  sudah mulai datang. Selalu harus mengatakan dengan segera selamat jalan musim panas. 

Monday, August 25, 2014

Africa coming!

Selamat pagi! Hal yang tepat yang harus diri sapa menjelang akhir bulan ini atau tepat sebelum lelakiku berulang tahun ke-29 nya. Dengan segala berkat dan peringatan kerasNya, akhirnya diri menulis lagi. Bagaimana dimulai dengan 1 hal baik yang diri peroleh dalam mengawali perjalanan panjang menuju benua ke-5 yang diizinkan Tuhan Yesus untuk didatangi. Welcome trip to Africa!

Hari dimulai dengan exciting yang membuat diri tidak dapat tidur nyenyak semalam selain karena memang sudah banyak tidur, tapi juga mungkin karena penasaran untuk perjalanan jauh kembali. Kali ini diri akan cuti 2 minggu total untuk berangkat ke Afrika Selatan dalam rangka field trip dan konferensi. Konferensi ini spesial karena sebelumnya diri tidak berani ikut karena dana dan lainnya, tapi apa kata Tuhan tetap jauh lebih kuat dari apa kata manusia. Akhirnya diri bisa berangkat ke acara ini meskipun sedikit terlambat dalam aplikasinya. Field trip yang diikuti juga akan sangat spesial. Mengapa? This is orthomagmatic deposit, langsung dari magma atau terpresipitasi pada suhu yang sangat tinggi menjadi deposit mineral yang ekonomis. Bushveld complex is the most famous for this kind of deposit. Diri kembali bersyukur dan sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Terima kasih kampus Akita! Juga para bos diri. Yeah!

Then the day comes! Diri berangkat dengan semangat dan bersiap memperhitungkan jam bis kota yang akan digunakan. Setelah 12 menit bus pertama dari apato menuju stasiun, diri masih memiliki 20 menit untuk membereskan segala pembayaran dn fotokopi dokumen yang terlupakan sebelumnya. 

Lawson langsung dituju di seberang jalan. Pembayaran sudah dan langsung meluncur menggunakan mesin fotokopi. Ya, akhirnya pertama kali setelah lebih dari setahun tidak pernah menggunakan hal yang seperti itu di luar kampus. Ada yang gratis kenapa pakai yang bayar? Hehehe...

Diri kebingungan menggunakan mesin yang depositnya seperti mesin minuman saja. Setelah setting fotokopi selesai, tinggal masukkan uangnya dan terjadilah kebingungan. Beruntung sekali! Tuhan bekerja luar biasa. Seorang bapak tiba-tiba mengantri untuk menggunakan mesin yang sama dan membantu diri dalam penggunaannya sehingga kebingungan 3 menit tanpa arah diri terpecahkan! Tuhan tahu kan!

Selesai semua peralatan dan kebutuhan, lanjut diri menunggu bus menuju airport. Butuh sekitar 30 menit menuju airport dan diri sedang dalam perjalanannya. Bus ke airport di Akita sudah disesuaikan dengan jadwal keberangkatan pesawat yang mondar-mandir Akita. Tidak banyak penerbangan justru membuat jadwal bus lebih mudah untuk diikuti seperti sekarang ini. 

Tunggu berkat lainnya!