Cerita - cerita ini diri rangkum berdasarkan pengalaman diri dan observasi langsung yang dilakukan pada saat kejadian. Apa yang terjadi ketika kecelakaan terjadi di negara orang? Ketika di Indonesia, sangat mudah untuk kita langsung menelpon keluarga. Akan tetapi, bagaimana jika kita sedang berada di luar negeri untuk tinggal pada jangka waktu tertentu atau sedang dalam perjalanana dinas?
Diri mengambil contoh Jepang, tempat diri saat ini berdomisili.
Ada dua kejadian yang sempat terlibat langsung sebelumnya. Pertama kali, teman - teman diri yang sedang mengikuti program short stay mengalami kecelakaan sepeda karena kesalahan bersama. Kejadiannya karena sepeda yang seharusnya hanya dipakai oleh 1 orang tapi dipaksakan untuk berboncengan bersama dengan tujuan untuk mengambil sepeda lainnya. Jadi hanya sementara melanggar aturan tetapi cukup berakibat fatal. Salah satu rombongan sepeda kami jatuh dan ternyata mengakibatkan kecelakaan. Tampak sekitar kami tidak ada orang - orang yang melihat, tetapi polisi dan ambulans bisa tiba sekitar 10 menit kemudian. Ambulans dan polisi tiba tidak lama setelah salah seorang warga sekitar melihat kejadian dan menelpon untuk melaporkan hal tersebut. Polisi segera datang dan ambulans juga untuk mengambil tindakan. Teman yang mengalami luka segera dibawa ke rumah sakit. Polisi langsung bertanya tentang segala kejadian yang ada. Ini dia yang harus diperhatikan saat kejadian seperti ini terjadi. Selalu ingat seperti apa kejadian yang ada dan katakan sejujurnya kepada pihak berwenang. Kedua, tunjukkan identitas dalam hal ini paspor dan keterangan lainnya yang mendukung keberadaan kita di Jepang. Ketiga, usahakan ada pendamping yang dapat berbahasa Jepang sehingga bisa mengkomunikasikan kondisi yang terjadi dan seperti apa yang dibutuhkan. Pengalaman kemarin,salah seorang dari kami bisa berbahasa Jepang dan mendampingi hingga proses selesai. Keberadaan seorang pendamping yang tinggal lama di Jepang juga dibutuhkan untuk menjadi kontak utama dan penghubung langsung kepada kita. Keempat, jangan panik!
Kejadian kedua, adalah saat diri melihat kecelakaan yang terjadi di depan lorong rumah diri. Kecelakaan yang terjadi karena pengendara mobil yang menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Kondisi jalanan cukup sepi. Salah satu saksi langsung menelpon pihak berwenang di sini. Petugas pemadam kebakaran, ambulans dan polisi langsung ke tempat kejadian. Warga yang melihat kecelakaan tidak sama sekali mendekat ke mobil tersebut untuk mencoba menolong atau apapun. Hal ini adalah wajib karena tindakan "heroik" seperti itu bisa saja menjadikan kecelakaan memiliki akibat lebih parah. Diri belajar di sini bagaimana sigapnya seorang warga negara dalam menolong lainnya dengan cara yang tepat. Memang belum di semua tempat bisa diaplikasikan cara seperti ini mengingat sistem pertolongannya pun yang belum memadai. Diri hanya membayangkan bagaimana sulitnya orang - orang yang mengalami kecelakaan untuk bertahan di tengah kemungkinan macet yang ada saat pertolongan akan datang. Di Jepang, masyarakatnya dipersiapkan untuk sigap dan tertata dalam menghadapi kejadian tak terduga seperti itu.
Jadi, saat berada di mana pun, negara mana pun, persiapkan seluruh dokumen yang kita miliki seperti paspor, surat keterangan lainnya dari kampus, tempat kerja atau dokumen penting lainnya yang harus dibawa kapan saja. Kedua, usahakan kita memiliki kenalan yang berasal dari negara yang sama, misalnya saat berkunjung ke universitas, kenali apakah ada mahasiswa yang berasal dari negara yang sama. Ketiga, selalu berhati - hati dan ikuti aturan yang ada di suatu negara. Setiap pelanggaran yang terjadi dan bahkan mengakibatkan kecelakaan, bisa membawa konsekuensi hukum yang tidak mudah pastinya.
Terpenting, komunikasikan selalu ke orang terdekat atau penanggung jawab kita. Simpan nomor - nomor darurat untuk dihubungi selama perjalanan di mana pun.