Showing posts with label jerman. Show all posts
Showing posts with label jerman. Show all posts

Saturday, February 25, 2017

Dari steooz.com Ke viosjourney.world

Malam - malam setelah menemani lelakiku yang puji Tuhan sudah jauh membaik dari yang kemarin dan setelah tulis menulis di www.ourexploration.world rasanya lega dan semakin semangat. Ada banyak yang tertinggal selama ini. Membaca terlewat, menulis terbengkalai, bekerja terlalu keras, belajar sampai lupa. Ini sudah jauh menyimpang dari seharusnya. Well, semangat baru di 2017 setelah terpaan berbagai macam badai dan masih meneruskan perjalanan di tengah hujan gerimis ini, tidak ada yang namanya "tanpa hikmah" atau "berakhir sia-sia".

Setidaknya sekarang diri memulai kembali menata dengan menambah jam membaca dan sekarang yang sedang dilakukan adalah menulis. Ada ratusan ide yang tertahan yang pada akhirnya masih berakhir di notes sebagai rancangan tulisan, yang saat ini buat diri adalah sebuah kemajuan (:D pembenaran). 

Hari yang diawali mungkin dengan enak sampai eneg bukanlah jadi penghalang seharusnya bagi siapapun juga, termasuk diri. Hari ini juga akhirnya diri menemukan kembali ritme yang telah lama tertinggal. Diri terlalu fokus larut sana sini yang akhirnya hanya mampu mengenerate ide itu di angka puluhan saja, bukan ratusan :D. Menulis itu benarlah suatu keasikan sendiri dan kesenangan yang berbeda dari banyak hal. Senjata pena dan buku memang tools utama mendorong kemauan diri untuk menuangkan ide - ide itu, sayangnya selalu berujung pada tertinggal di dalam buku, bukan tertuang lagi di dalam blog ini. 

Setelah berganti nama berkali - kali, akhirnya diri meyakini pilihan kepada www.viosjourney.world sebagai bagian dari cerita utama blog ini. Selama lebih dari 3 tahun, wajah viosjourney.world berada sebagai wajah steooz.com yang akhirnya ditutup dengan alasan administrasi. Website sederhana yang ternyata menurut lelakiku berdampak cukup banyak, jendelaexplorasi.net juga harus berganti wajah menjadi ourexploration.world. Pemilihan nama kali ini merupakan bagian paling penting yang bisa diri katakan menyenangkan dan semoga menjadi pelabuhan terakhir (tidak ada lagi masalah administrasi) ke depannya. 

Berdiskusi, bergalauria, tidak percayaan dan lainnya dengan pilihan nama website yang baru mendorong diri dan lelakiku akhirnya memutuskan kedua nama tersebut dengan filosofis dan tujuan masing - masing. Alamat viosjourney.world menggambarkan isi blog ini yang benar - benar bersifat personal diri. Di ruang inilah, seluruh aktualisasi diri sebagai yang namanya Stephanie Octorina Saing yang dipanggil dengan berbagai macam nama, mulai dari Os, Pani, Step dan lainnya yang menuliskan mimpi - mimpinya, cita - citanya, syukur - syukurnya sepanjang perjalanan hidup yang dilalui. Kalau dulu dari tahun 2007 sampai 2010 awal diisi dengan perjalanan diri seorang, 2011 hingga saat ini, cerita adalah diri dan lelakiku, lalu jika Tuhan mengizinkan segera ada cerita tentang "sukacita kami". 

Cerita tentang seluruh pengalaman sekolah, pekerjaan dan profesionalitas tambang dan geologi, diri sampaikan dalam ourexploration.world. Bukanlah lagi sebagai jendela, tetapi sebagai dunia yang sebenarnya diri ingin sekali mengajak siapa saja untuk berkontribusi. Masih banyak hal yang diri tidak pahami. Mungkin di atas kertas diri digelari yang tertinggi dari tingkatan sekolah, tetapi pengalaman dan pembelajaran diri dalam berbagai hal lain masih sangat minim. Oleh karena itu, diri berharap ini menjadi media bersama di tengah dinamisnya lingkungan profesionalitas tambang. 4L, lu lagi lu lagi kalau bisa dibilang. Lalu mengapa tidak saling membantu atau kita berbagi? Itu yang menjadi landasan diri akhirnya membawa cerita profesionalitas tambang dalam satu wadah, satu dunianya sendiri agar dapat dimiliki bersama dunia itu sendiri. 

Rasanya lega bisa menulis kembali. Semoga semangat ini tak padam. Bukan untuk jadi hanya sekadar mimpi karangan cita-cita, tapi benar seperti tekad bersama dengan lelakiku.
Hidup itu bermakna selama bisa jadi garam dan terang, bukan?

Friday, December 11, 2015

Leading Program Akita University (3)

Baiklah, sepertinya ini postingan terakhir tentang LP-AU. Selanjutnya diri ingin berbagi tentang apa itu rotasi lab dan summer camp, serta simposium yang juga jadi bagian dari program LP-AU. Rotasi Lab adalah kewajiban setiap mahasiswa yang berada di bawah LP-AU. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti rotasi lab dari lab mereka bernaung dan setidaknya 3 lab lain yang berbeda dari lab mereka. Sebagai contoh, diri harus mengikuti rotasi lab economic geology, tempat diri bernaung dan diri memilih mengikuti rotasi lab dari lab center-envrionment, lab pertology-volcanology, lab mineral processing dan lab petroleum geology. Tujuan dari rotasi lab ini adalah pengenalan lab berbeda yang ada di bawah keilmuan resource science melalui kegiatan laboratorium langsung yang harus diikuti oleh mahasiswa dalam kurun waktu tertentu. Kurikulum singkat untuk tiap laboratorium diatur oleh masing - masing professor penanggung jawab dan jadwal untuk rotasi labnya. Satu laboratorium dan lainnya memiliki model belajar berbeda karena tujuan spesifik berbeda yang didukung dengan peralatan dan waktu pengerjaan yang berbeda pula. 

Rotasi lab economic geology di osarizawa mine.
Sebagai contoh, saat mengerjakan rotasi lab untuk economic geology, seluruh peserta rotasi lab harus mengikuti kegiatan lapangan selama 6 hari di Akita dengan mengunjungi beberapa titik manifestasi geotermal dan juga bekas deposit kuroko. Tujuan rotasi laboratorium ini untuk mengenalkan geologi aktivitas hidrotermal yang dapat diamati melalui air panas, silica sinter dan lainnya; juga mempelajari geologi deposit kuroko yang banyak terdapat di cekungan Hokuroku, Akita. Kegiatan lapangan juga akan didukung dengan kegiatan laboratorium melalui analisis sulfur isotope yang dilakukan dengan sampel dari lapangan. Setiap mahasiswa harus melakukan prosedur persiapan untuk sulfur isotope yang membutuhkan waktu sekitar 7 hari dan 1 hari untuk pengukurannya. Di akhir rotasi lab, mahasiswa memiliki ujian masing - masing yang ditentukan oleh professor atau asisten professor pendamping, seperti tes esai, laporan tertulis ataupun presentasi hasil kegiatan laboratorium yang dilakukan. Kegiatan presentasi di akhir rotasi lab misalnya yang diri pernah lakukan di kelas petroleum geology. Peserta rotasi laboratorium harus mempresentasikan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap sampel yang diambil sendiri dari kegiatan lapangan di Pantai Anden, Akita, dikaitkan dengan kondisi geologi dan kemungkinan biostratigrafinya. Mahasiswa tidak dapat mengatakan saya bukan dari lab ini atau berbeda lab, maka saya tidak bisa; tidak! Semua peserta harus mencoba yang terbaik dan menjadi catatan tambahan tersendiri untuk para mahasiswa peserta sehingga harus membaca paper ilmiah tambahan di bidang yang berbeda dengan bidang risetnya meskipun pasti ada tantangan.

Masih rangkaian rotasi lab economic geology.
Dengan rotasi lab, mahasiswa belajar untuk mengenal apa yang menjadi pekerjaan tiap bidang di bawah keilmuan resource science dan tahu bagaimana aplikasinya. Mahasiswa diajak berpikir secara luas dan berkaitan satu sama lain agar dapat terbiasa melihat segala sesuatu sebagai suatu kesatuan yang berdampak. Bidang resource science adalah bagain dari mining chain yang terkait satu sama lain dalam industri internasional. Seorang pemimpin yang baik pun harus mampu melihat berbagai sisi dan menganalisa dari berbagai pendekatan untuk mendapatkan kesimpulan dan menyusunnya dalam bentuk kebijakan yang bermanfaat dan bijaksana secara lokal maupun nasional kemudian hari. 

Rotasi lab mineral processing.
Selain rotasi lab, mahasiswa LP-AU juga diberikan kesempatan untuk mengikuti summer camp yang diatur oleh Leading Program dengan bekerjasama dengan pihak ketiga, baik universitas maupun industri di negara yang dituju. Sejak berdiri dari tahun 2012, LP-AU sudah melakukan tiga kali summer camp di Papua Nugini (2012), Mongolia (2013) dan Jerman (2014). Tahun selanjutnya akan dirancangkan di Afrika Selatan (Februari 2016). Tujuan summer camp sendiri memberikan pengenalan terhadap geologi, mineral processing, teknik daur ulang, tambang dan lainnya di bawah resource science melalui kegiatan kunjungan ke industri dan universitas di negara tersebut.

Kesempatan bertemu dan diskusi dengan walikota Freiberg!
Di kesempatan yang sama, mahasiswa LP-AU juga berlatih komunikasi ilmiah dengan melakukan presentasi riset yang tengah dilakukan di Akita University dalam sebuah konferensi kerjasama dengan universitas penerima di negara tersebut. Selain mahasiswa LP, presentasi juga dilakukan oleh mahasiswa dari pihak universitas yang menerima, sehingga terjadi forum komunikasi ilmiah antara kedua belah pihak. Hal ini sangat baik untuk mendukung kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan mahasiswa lain dan akademisi lain dalam sebuah forum khusus di sela kuliah lapangan. Seluruh pembiayaan summer camp diberikan oleh LP untuk setiap peserta yang berpartisipasi. Jadwal kegiatan yang diberikan biasanya dalam summer camp sangat ketat setiap harinya selama 7 hari kegiatan yang dirancangkan tiap tahunnya. 

Presentasi dalam forum ilmiah di summer camp.
Bekas tambang pegmatite di Gorkhi National Park, Mongolia.
LP-AU juga memiliki agenda tahunan untuk simposium dengan berbagai isu berbeda yang diadakan setiap bulan Februari, Oktober dan November. Simposium diadakan dalam skala nasional dan internasional dengan ditambah adanya kegiatan field trip untuk peserta dan pembicara. Simposium skala internasional biasanya dilakukan pada bulan Oktober dengan mengangkat tema khusus, seperti REE atau PGE; dan mengundang pihak pembicara dari ahlinya di universitas, industri dan pemerintahan. Di ajang inilah, para peserta LP-AU harus mengikutinya dengan mempersiapkan presentasi poster terkait riset yang sedang dilakukan di bawah program ini. Di sisi lain, simposium yang dilakukan pada bulan Februari dan November lebih kepada skala nasional dan biasanya akan diberikan dalam bahasa Jepang. Mahasiswa di bawah LP-AU umumnya tidak diwajibkan untuk berpartisipasi karena keterbatasan pemahaman terhadap penggunaan bahasa. Sebagai catatan, hampir seluruh mahasiswa asing di bawah LP-AU tidak memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang cukup untuk komunikasi ilmiah atau proses belajar mengajar. Hal ini juga ditunjang dengan kelas yang diberikan seluruhnya dalam bahasa inggris. Pemahaman bahasa Jepang mahasiswa asing di LP-AU cenderung hanya terbatas pada komunikasi sehari - hari. Namun, ini tidak menjadi persoalan.



Summer camp, kunjungan ke Solar World.
LP-AU memberikan kesempatan dan tantangan untuk belajar menjadi seorang pemimpin di resource science untuk masa depan. Dalam mengikuti LP-AU, ada beberapa kemungkinan beasiswa yang dapat diberikan, misal dari MEXT ataupun langsung dari Leading Program tersebut dalam bentuk grant. Program kurikulum yang diberikan oleh LP-AU adalah salah satu contoh upaya pendidikan yang terintegrasi untuk menciptakan SDM berkualitas dan memiliki kepimpinan yang bertanggung jawab, jujur, disiplin dan percaya diri. Leading Program menjadi suatu bentuk investasi jangka panjang yang dilakukan oleh masyarakat Jepang (masyarakat dan industri) melalui pemerintahnya untuk kemajuan bangsa dan hubungan internasional Jepang di masa depan. Suatu langkah berani yang diambil pemerintahnya untuk membuat sebuah perubahan demi kemajuan bangsa. 

Testimoni tentang LP-AU:
Menurut pangalaman diri selama di sini, LP-AU merupakan program yang tidak mudah tetapi begitu menyenangkan dan baik hati dalam mendidik diri. Betapa tidak, diri "dididik" keras dalam berpikir, bertindak, mengatur dan mempersiapkan segala sesuatunya (riset, kelas dan lainnya) agar dapat terselesaikan dalam waktu 3 tahun dalam mencapai pemahaman di bidang resource science secara terintegrasi. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan semua karena kemurahan Tuhan Yesus. Diri merasa sangat terberkati untuk dapat pengalaman luar biasa di Leading Program Akita University. 

Friday, November 27, 2015

Pengalaman saat ini: PhD Akita University

Perjalanan berkat dan luar biasa sedari TK telah diri tuliskan di beberapa postingan sebelumnya. Inilah rangkaian kesaksian yang ingin diri sampaikan untuk segala sesuatu yang telah Ia berikan dan percayakan. Satu hal seluruh kesamaannya, diri selalu melihat bagaimana luar biasanya rencana Tuhan Yesus dalam hidup diri, benar akan janjiNya yang tidak pernah terlambat dan selalu mengarahkan pada yang terbaik menurutNya.

Dunia yang sekarang tengah diri tekuni adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas sedikit pun oleh diri sebelumnya. Bahkan diri belum pernah mendengar sekolah tempat diri akhirnya menamatkan pendidikan hingga magister. Tidak pernah diri memimpikan akan mendapatkan jodoh seumur hidup diri pun di tempat yang sama. Diri juga tidak pernah menduga untuk mengalami perjalanan hidup yang sangat bervariasi dan seperti roll coaster rasanya. Sebuah pengalaman yang luar biasa bersama dengan Tuhan Yesus. Melalui semua perjalanan ini, diri menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan dan tidak sedikit pun karena diri yang mampu, melainkan karena kemurahan hatiNya.

Sebelum lepas tiap strata sekolah, Tuhan telah menyiapkan tempat baru yang membuat diri akhirnya tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal. Semua "shelter" kehidupan telah Ia siapkan bagi diri dan sekarang berikut juga dengan keluarga kecil diri.

Pada semester kedua di S2, diri mendapatkan kesempatan untuk mendaftar sekolah S3 di Akita University, sekolah tambang tertua di Jepang. Akita University berdiri tahun 1907 dan berada di kota Akita yang juga bekas bagian dari kota tambang di awal 1900. Saat mendaftar S3, usia diri masih 21 tahun lebih beberapa minggu. Ini juga menjadi semacam hadiah ulang tahun diri pada akhir Oktober sebelumnya. Luar biasa Tuhan Yesus! Segala kendala pendaftaran dibukakan jalan oleh Tuhan. Diri pun mendapatkan pembimbing, Prof. Akira Imai yang juga luar biasa baik dan memang tepat diberikan oleh Tuhan meskipun diri seringkali silang pendapat dengan beliau. Maklum bocah keras kepala..xixixi..Beliau juga yang dijadikan Tuhan untuk membuka jalan bagi diri sekolah S3 di Jepang meskipun ada prasyarat yang tidak bisa dimiliki diri, yaitu usia minimum untuk pendidikan doktor adalah 24 tahun. Berbekal dengan segala kepercayaan pada Tuhan Yesus, seluruh proses pendaftaran akhirnya berjalan lancar dan diri menerima LoA dari kampus baru diri sebagai mahasiswa baru di Akita University.

Setelah wisuda, diri berangkat menuju Akita dengan segala tantangan dan hati yang tidak pasti karena harus kembali LDR dengan lelakiku. Namun, Tuhan Yesus buktikan sekali lagi bagaimana semuanya ada dalam pengaturan di tanganNya. Dengan semangat 45 dan segala dukungan, baik semangat dan finansial dari lelakiku untuk membeli tiket hingga biaya hidup selama diri belum mendapatkan beasiswa, diri tiba di Akita. Seperti biasa, hari pertama diri hanya bisa terdiam dan menangis karena harus memulai lagi sesuatu yang baru dan rasanya masih terlalu cepat. Diri hanya bisa berdoa dan memohon pertolongan untuk menghadapinya. Jurus "berserah" dalam Tuhan itulah yang membuat segala sesuatunya berjalan.

Setiba di sini, diri harus segera beradapatasi segera dengan banyak hal, baik budaya, tata cara sekolah, orang - orang baru yang kali ini berasal dari berbagai bangsa, bukan lagi suku, dan bahasa yang harus digunakan. Diri sebelumnya memang menggunakan bahasa Inggris, tetapi tidak semasif yang harus dilakukan selama di Akita, ditambah dengan diri tidak memahami sedikit pun bahasa Jepang. Kursus kilat yang diri coba lakukan di Bandung sama sekali tidak membantu karena diri sudah "menyerah" duluan dengan keadaan.

Sekali lagi, Tuhan menguatkan diri lewat banyak cara, terutama lelakiku (terima kasih banyak, sayang!) yang selalu mengingatkan untuk berpikiran positif dan menyusun strategi dengan menerapkan ilmu perang Shunju. Dalam keadaan adaptasi awal, diri juga harus berjuang untuk lolos beasiswa Leading Program yang diberikan pemerintah. Ini adalah satu - satunya harapan diri untuk mendapatkan beasiswa di tahun 2013, di tengah beasiswa Jepang lainnya sudah menutup pendaftaran. Akhirnya, diri mengikuti tes wawancara dan tertulis di kampus langsung untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Setelah hampir 3 minggu, hasil pun keluar dan diri dinyatakan diterima di program beasiswa Leading Program! Puji Tuhan, puji Tuhan! Meskipun demikian, beasiswa baru bisa keluar tepat di bulan ketiga diri berada di Akita, yang artinya di bulan Juni. Rencana Tuhan memang luar biasa, diri telah dipersiapkan dengan dana oleh lelakiku untuk menghadapi biaya hidup di Akita yang tidak sedikit selama kurang lebih 3 bulan! Tepat sesuai dengan jalanNya!

Member lab Economic Geology October 2013.
Setelah resmi diterima, diri mulai mengikuti program pendidikan diri di bawah Leading Program dengan laboratorium khusus Economic Geology. Program khusus yang dibangun oleh Pemerintah Jepang selama 7 tahun sejak 2012 untuk percobaan pertama di seluruh bidang sains dan sosial untuk sekolah - sekolah tertentu. Diri memiliki tanggung jawab disertasi, 49 kredit kelas dan disertasi dan publikasi. Puji Tuhan! Perencanaan yang diajarkan oleh lelakiku membuat diri terbantu selama di kuliah S3 di bawah Leading Program. Pendidikan yang diri dapatkan dari SMP hingga S2 pun sangat membantu diri untuk membiasakan diri lebih berdisiplin lagi dengan waktu agar dapat menyelesaikan semua program yang disediakan tepat pada waktunya.

Tantangan pertama setelahnya adalah tempat riset diri yang belum ada. Diri harus menunggu sekitar 1 semester sebelum bisa mendapatkan tempat penelitian yang artinya waktu untuk riset diri pun berkurang. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan anakNya! Sekali lagi diri menekankan itu karena diri mengalaminya lagi dan lagi.

Setelah mendapatkan tempat penelitian, diri bisa langsung mengerjakan disertasi diri. Dengan mengikuti apa yang telah diri susun di proposal menggunakan sekitar 10 metode, diri memulai semua penelitian. Kegiatan disertasi dimulai di semester kedua dengan ke lapangan untuk melakukan mapping dan mengambil sampel, selanjutkan kegiatan laboratorium yang semuanya harus dikerjakan oleh diri sendiri dari mulai preparasi hingga jadi sebuah data; dan berangkat konferensi, field trip dan kursus. Disiplin waktu menjadikan kegiatan diri memang tampaknya sangat sibuk karena banyaknya kelas dan kegiatan riset yang berpacu dengan waktu. Diri memulai pekerjaan di kampus dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 09.00 malam setiap harinya dengan istirahat makan siang dan malam yang dilakukan juga sembari mengerjakan preparasi, kecuali hari Minggu di semua musim. Adaptasi terhadap musim dingin sempat membuat diri hampir mengalami kerusakan syaraf di tangan karena "kecerobohan" diri untuk mengerjakan preparasi yang menggunakan air dingin terus menerus selama 2 hari berturut-turut selama 18 jam sehari. Namun, semuanya dibayarkan Tuhan selalu luar biasa. Telapak tangan diri disembuhkan Tuhan dalam beberapa hari dan diri dapat kembali melanjutkan perjuangan. Sungguh semuanya dibukakan jalan untuk setiap preparasi dan penggunaan alat yang dibutuhkan. Terima kasih juga untuk associate professor Ryohei Takahashi yang selalu membantu untuk mengarahkan dan menjawab pertanyaan diri untuk tiap metode yang dikerjakan. Maklum diri sedikit cerewet dan "pelupa" untuk beberapa hal. hhihihiii....

Setelah kembali dari lapangan, bersama sahabat terkasih.
Tuhan begitu luar biasa. Ia meletakkan diri di sekolah dan di bawah program yang juga luar biasa. Hampir 90% kelas diri selesaikan di tahun pertama di kampus. Memasuki pertengahan semester kedua, diri mulai fokus dengan riset diri setelah diri dapat beradaptasi dengan materi kelas yang beragam. Di tengah perjuangan diri untuk menyelesaikan riset dan kelas yang ada, diri masih diberikan kesempatan untuk mengikuti konferensi dan trip; membangun student chapter dan tentunya yang terpenting adalah menikah! Semua adalah anugerahNya saat diri melakukan bagian diri yaitu bekerja keras untuk pekerjaan yang telah dipercayakan oleh Tuhan. Seutuhnya adalah "berserah" saja pada Dia yang memiliki semuanya.

Seperti yang diri katakan, sekolah di Akita University banyak mendorong pengembangan mental dan psikologi diri menjadi lebih dewasa lewat berbagai cara. Diri terutama diajari untuk mengembangkan sisi komunikasi dan networking dengan multikultural environment (bukan hanya budaya, tetapi juga latar belakang pekerjaan, pendidikan dan lainnya). Diri diizinkan untuk mengikuti banyak konferensi dan trip di berbagai negara untuk meningkatkan kualitas belajar di bidang riset diri dan juga bagian dari pengembangan diri secara sosial dan komunikasi akademis-industri-pemerintah. Selama menjadi mahasiswa di Akita University, diri diberikan Tuhan kesempatan untuk menjelajah ke negara - negara berikut:
  1. Mongolia untuk Summer Camp di tahun 2013
  2. Amerika Serikat untuk konferensi dan field trip di tahun 2013
  3. Selandia Baru untuk konferensi, field trip dan kursus di tahun 2013
  4. Jerman untuk Summer Camp di tahun 2014
  5. Afrika Selatan untuk konferensi dan field trip di tahun 2014
  6. Filipina untuk konferensi dan field trip di tahun 2015
  7. China untuk kursus di tahun 2015
  8. tentunya Jepang, dari Hokkaido sampai Kyushu untuk konferensi, forum, kursus dan field trip. 
 
Hai Samudra Pasifik!
Pengalaman pertama di heli dengan para ahli.

Selamat datang di White Island!
Trip di White Island, Selandia Baru
Di tengah mengerjakan riset pun, Tuhan memberikan banyak kesempatan luar biasa. Diri diberi kesempatan untuk mendapatkan bantuan riset dari Jepang melalui Youth Challenge Fund sebanyak 2x, yaitu tahun FY2013 dan FY2014. Sungguh Tuhan begitu luar biasa. Meskipun diri harus banyak mendapatkan pelajaran dari Tuhan tentang berbagai hal, tapi Tuhan tidak pernah menutup mata. Berdoa, berserah dan berusahalah yang terbaik. Godaan banyak sekali ini jika mau dituruti ditambah dengan suara sumbang di sana - sini bisa menjadi pilihan. Akan tetapi, diri selalu diingatkan Tuhan melalui lelakiku bahwa tujuan awal kesini adalah sekolah dan memuliakan nama Tuhan. Usaha dan pekerjaan kitalah yang akan dinilai pada akhirnya bukan karena "kemanisan" kita yang akan menyelamatkan studi kita. Itu sangat diri pelajari juga selama di Akita. Diri sangat bersyukur karena Tuhan Yesus tidak luputkan mata, wajahNya dari diri.

Pulau lainnya di lepas pantai North Island.
Perjalanan dari base Frontier ke White Island di atas Samudra Pasifik.
Saat ini, diri sudah menyelesaikan 2x sidang dari 3x sidang yang dijadwalkan. Dua sidang pertama memberikan hasil yang luar biasa untuk diri. Diri juga masih menunggu kepastian publikasi jurnal yang masih dalam proses akhir untuk semuanya. Jika Tuhan Yesus mengkhendaki, diri akan lulus pada awal Februari 2016 di usia 24 tahun 3 bulan. Puji Tuhan! Semua apa yang diri alami hingga saat ini, sekecil apapun itu adalah mukjizat Tuhan untuk hidup diri dan untuk kemuliaan namaNya saja, ditambah dengan dukungan luar biasa dari lelakiku (I am so proud of you!).

I can tell you much about my study life in Akita. Afterwards, I am going to tell more about His design in my life. When I wrote all posts here, I just could smile and say "thank you, Jesus!"

Pengalaman sekolah dulu (4): Fasttrack S2

Selesai sidang, hiruk pikuk bebas tidak diri jadikan pilihan. Masih ada kelas yang menunggu diri tingkat sekolah selanjutnya. Setelah selesai sidang, diri langsung didaftarkan ke sekolah magister oleh pihak sarjana selang seminggu. Diri akhirnya resmi menjadi mahasiswa magister pada February 14, 2012. Diri memilih jurusan Teknik Pertambangan kembali dengan spesialisasi di Teknik Ekplorasi kembali. Ada banyak yang masih diri kurang pahami dan penasaran sekali tentangnya. 

Kuliah 12 sks yang diri ambil membuat diri sangat terbantu untuk menyelesaikan sisa 24 sks tersisa di semester selanjutnya. Sisa 16 sks kuliah dan 8 sks untuk tesis sudah diri persiapkan dengan baik. Kesehatan diri pun berangsur pulih. Diri menyiapkan untuk penelitian tesis diri dan mencari semuanya. Puji Tuhan di saat yang bersamaan juga, diri menerima bantuan beasiswa fasttrack dari DIKTI untuk 2 semester dengan bantuan pihak magister ITB yang memberikan informasi pendaftarannya. Tuhan kembali melakukan mukjizat dengan diri mendapatkan tempat tesis di daerah lapangan tambang rakyat di Sukabumi. Diri pun bersiap untuk menghadapinya. Dengan ditemani oleh dua orang teman seangkatan diri di TA, diri berada di lapangan selama 7 hari. 

Dengan sks tersisa, diri berdoa kepada Tuhan untuk menyelesaikannya dalam 1 semester, tetapi tidak dapat dilakukan karena ada sks yang tidak bisa diambil bersamaan di semester genap dan ganjil. Namun, tetap Tuhan memberikan yang terbaik selalu. Diri diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tesis dan kelas tersisa dalam waktu 2 semester. 

Pengalaman di Potsdam yang tak terduga.
Dalam perjalanan mengerjakan tesis pun banyak keajaiban yang Tuhan berikan. Dengan segala keterbatasan yang diri hadapi dengan pendanaan, Tuhan membukakan jalan yang tidak terduga. setelah banyak kegagalan yang diri alami karena diri masih saja mengandalkan kekuatan sendiri sebagai manusia. Percobaan untuk dukungan dana melalui proposal semua berakhir gagal. Namun, keajaiban Tuhan itu tidak pernah berhenti selama berserah. 

Pertama, pasangan diri mendapatkan berkat untuk mendukung penelitian tesis diri dengan pembiayaan ke lapangan dan beberapa analisis. Kedua, saat akan melakukan analisis di tempat lain, selalu dibukakan Tuhan jalan yang luar biasa. Diskon dan gratis analisis diberikan oleh Tuhan melalui banyak tangan di lembaga yang berbeda. Ketiga, diri menang undian dari suatu acara konferensi yang juga sangat tidak terduga! Diri mendapatkan kesempatan untuk pertukaran ke lembaga penelitian ternama di Jerman, GFZ Helmholtz. Diri dapat melakukan beberapa analisis di sini dan kesempatan belajar di sana selama 2 minggu. Ini pun masih ditambah dengan bonus lainnya yaitu diri dilibatkan dalam kegiatan lapangan eksplorasi panas bumi di Jawa Timur sebanyak dua kali pada Juni 2012 dan Juli 2013. Tuhan begitu luar biasa! Diri juga mendapatkan seorang sahabat, mentor dan guru bernama Dr. Fiorenza Deon yang mendukung diri untuk banyak belajar. 

Perjalanan Tiris untuk kegiatan lapangan.
Perjuangan tidak berakhir. Kuliah diri memang tidak sebanyak kuliah saat S1, tetapi tensi penelitian jauh lebih tinggi dan waktu untuk membaca pun jauh lebih banyak untuk memberikan yang terbaik. Persyaratan untuk paper atau proceeding ditambah dengan aktivitas diri yang kembali banyak di organisasi serta lembaga lainnya dan "keisengan" diri yang mencoba - coba untuk mengirimkan abstrak untuk menghadiri konferensi - konferensi di luar negri.  

Dengan dukungan penuh dari lelakiku dan banyak pihak, akhirnya diri menyelesaikan S2 tepat pada waktunya Tuhan, 27 Februari 2013 dengan hasil yang juga sangat memuaskan. Pergolakan luar biasa terjadi sebelum menyelesaikan studi ini, di tengah diri pun masih belum ingin bekerja. Tapi, Tuhan Yesus membawa kesempatan untuk sekolah S3 saat mendekati akhir sekolah S2 diri sebagai jawaban yang tak terduga untuk masa depan. Tuhan Yesus luar biasa! 

Saturday, May 04, 2013

Aprikosen

aprikosen-hahnchenflog-pfirsich

First and second day in Potsdam, I was looking for grocery closed to my house. Staying in centre of Potsdam old city gave many new experiences. I'm not alone here as the foreigner. So many people from other countries in Europe also spent their time here. Potsdam are famous with its Germany Kingdom. It was East Germany when Berlin wall still divided. Going back to main topic, I don't need to talk about Potsdam right now. I am looking to introduce some new fruits. It also meant new experience for me. Why? I've never deal with these fruits before. My new daily days in Potsdam are spent more in grocery to find out some new foods and drinks. These new fruits are first steps only. 

The red big one is peach - named Pfirsich (got from google translate, can't find the receipt from grocery yet). The orange shy is apricot - named Aprikosen. The smallest ones are Hahnchenflog. I've tried to know what the Indonesia and English translation, but can't find it at all. Hahnchenflog comes from Africa. It tastes little bit sour- nice for mother wanna be. For me, peach tastes sweet. It is like 'kesemek' in Indonesia, but it has softer texture than. Peach is like apple but softer too. It tastes sourer than apple. I don't really like it I guess. For the price, it is quite cheaper than in Indonesia -even the currency is euro. It costs 2.49, 4.99, 3.99 euros per kg. I am just feeling so excited until now. Fruits is quite widely imported here. That's why there are so much kinds of imported fruits dominated the grocery. 

Some new reports about fruit here. It is quite subjective. Because of sunday, the grocery are closed here. The journey to eat more new ones skips! One of other food journey that can't be waited are Cheese Journey..but? how will the body looks :))

Makan - Makan di Apartemen


Paling kurang kerjaan di sini adalah memposting makanan yang dikonsumsi selama di Potsdam. Pengalaman yang sudah lalu, tetapi tetap memiliki kesan yang mendalam. Setiap hari, diri memasak di sini. Iya, semua demi pengematan yang akan berujung pada berbelanja :D.


Memasak adalah salah satu solusi yang ditawarkan di sini untuk mahasiswa sarjana kere seperti diri saat itu. Kenapa begitu? Karena sebenarnya masih ada solusi lain untuk kondisi ini, yaitu makan hemat atau makan nebeng. Nah, untuk kedua solusi ini sangat tidak pas untuk diri yang berpenyakit maag kronik dan/atau temannya bukan teman dekat di sini - daku bukan oportunis yaa. Makan di sini bisa sangat murah tergantung pada kondisi kosan atau apartemen yang punya dapur atau tidak, kemampuan belanja, dan mampu paham bahasa yang ada. Pertama, perhitungan yang menarik akan terjadi sebagai kombinasi dengan kondisi kedua. Ketika apartemen atau kosan kita punya dapur, artinya suatu penghematan sedang di depan mata. Mungkin, untuk ukuran bayarnya pasti mahal, sangat tidak dipungkiri untuk ini. Asumsi digunakan untuk ini adalah mahasiswa sarjana kere yang artinya semua pembayaran ditanggung plus diberikan uang saku lagi. Cara di postingan ini adalah bagaimana  berusaha menghemat uang saku tersebut. 

Perhitungan yang diri lakukan selama di sini adalah berdasarkan survei di toko makanan terdekat dengan apartemen dan ditambah kondisi lokasi yang berupa daerah pariwisata tota - tengah kota. Asumsi setiap hari makanan yang sangat diperlukan adalah nasi dan lauk-sedikit buah. Sedikit say goodbye dengan sayur di sini karena harganya selangit. Kondisi survive versi aku ini adalah makan 3x sehari. Hingga saat ini, makanan termurah yang dapat diri temukan dalam pembeliannya adalah beras, daging, keju, susu, yogurt, buahan lokal, dan beberapa bebumbuan lokal tentunya. Kondisi ini membuat aku sedikit terpaksa untuk menjadi seorang pemakan daging sejati. Akibatnya, tema kesehatan selama di sini adalah sehat dengan hewani. Kondisi ini sangat lokal dan tidak bisa diterapkan pada semua orang.


Dengan uang saku terbatas, diri memutuskan untuk memasak - setelah melakukan perhitungan tentunya. Berikut rincian kasar diri yang telah dilakukan dan sedang dijalankan proses penghabisan bahan pangannya:
= Pembelian beras ukuran 500gr untuk 8x makan >> 0.49 euro
= Daging ayam bagian sayap 8 biji untuk 8 x makan >> 3.36 euro (tergantung berat yg diambil)
= Keju mozarella isi 20 bijih >> 2.99 euro
= Bebuahan lokal >> 2.99 - 4.99 euro 
= dedagingan isi 8 biji untuk 8 x makan >> 2.99 euro (bisa yg lebih murah)

Kalau semuanya ditotalkan, harga untuk semua pembelanjaan, sekitar 14 euro, tapi semua untuk 8x makan. Catatan tambahan, setiap makan punya daging 1 dan ayam 1, plus keju dan buahannya. Mari kita bagi 14 euro dengan 8x makan, artinya tiap kali makan sekitar 1,63 euro. Mahal? Buat diri ini sudah paling murah karena jika makan di luar, minimal adalah 2.5 euro untuk satu menu makanan. Jadi, untuk 3x makan bisa habis 7.5 euro - 12 euro sehari. Dengan prinsip hemat tadi, diri membuat 12 euro tersebut harus bisa buat 3-4 hari makan :D. Ini penghematan yang sehat, bukan pelit yaa. Ada yang 1 euro, yaitu kopi atau teh :D, tapi sayangnya diri bukan peminum saja, tapi butuh makan :D. Harga ini dapat semakin berkurang jika diri hanya makan 2x sehari dan lauk pauknya hanya satu. Perhitungan diri, setiap makan hanya butuh sekitar 1 euro untuk 8x makan - 4 hari. Akan jadi lebih hemat lagi, tetapi tidak ingin dilakukan hal tersebut karena masih suka kelaparan. Sebenarnya ide ini, kurang baik karena makanan di sini banyak ragamnya dan sangat menyenangkan jika bisa dicicipi semua. Akan tetapi, menjadilah bijak jika kondisi keuangan pas-pasan dan punya keinginan banyak seperti aku :D.

Ketiga, perhatikan kondisi bahasa di sini. Tidak semua bisa berbahasa Inggris, tetapi semua bisa bahasa tubuh. Lakukan pembahasan itu saja lebih dari cukup untuk membantu berkomunikasi di kondisi darurat. Akan tetapi, ingat, tidak semua orang baik, jadi perlu perhatikan apakah mereka benar - benar baik dan waspada dengan apa yang dimiliki. 

Menjadi sehat dengan hewani tetap harus memperhatikan pergerakan tubuh. Dengan suhu yang dingin di sini, menjadikan tubuh senang sekali untuk makan dan minum berlebih. Perhatikan asupan kalorinya supaya tidak terjadi hal yang paling tidak ingin terjadi, yaitu penggemukan badan. Sehari - hari sekarang, saya makan keju, daging-ayam, dan yogurt. Susu juga ada, tapi lagi malas karena harus langsung dihabiskan itu susu. Oleh karena itu, bergerak bebas dan tidak stress akan menjadikan bumbu komplit untuk sehat dengan hewani. 

Rumah kedua : Alexander Strasse

Staying for while in Germany wasn't easy. Quick adaption should be run fast. I were not the one at the time, but I enjoyed it much. Let the story wrote in Bahasa Indonesia. 

Rumah kedua, ini sepertinya kata yang tepat untuk menggambarkan apartemen diri selama di Jerman. Apartemen sederhana, bergaya Belanda dan berkayu semua. Suatu sentuhan yang sangat menyenangkan. Ini beberapa pengambilan foto yang sangat menyenangkan. Di sini, diri sempat membangun hati diri dan semangat yang tak akan pernah padam. Di sini juga, diri pernah merasakan yang disebut dengan 'rindu berat'. Di semua tempat mengundang cerita tersendiri. 

Kamar terletak di lantai 4 bangunan. Tangga - tangga yang digunakan untuk mencapai ke kamar pun masih terdiri dari kayu -kayu tebal dan berbunyi 'krik - krik' saat diinjak terlalu kencang. Kamarnya berukuran 3x3 m menyeluruh untuk kamar tidur, dapur, sudut kecil dan kamar mandi. Berlantai kayu cokelat yang berusia tua dan terletak di bagian belakang bangunan tua ini. Kamar yang terletak di belakang sebenarnya memberikan kesan tersendiri karena diri hanya melihat ke tetangga apartemen, kepala salib gereja di belakang dan beberapa tempat santai di atap milik orang - orang di apartemen tersebut. Sungguh pemandangan yang berbeda untuk diri yang biasa tinggal di lantai 2, kanan kiri adalah kamar dan depan adalah kamar orang - orang meskipun tidak mengenali mereka sama sekali satupun. 

Kamar punya dua jendelan utama, yaitu di dekat tempat tidur dan tempat makan. Model jendela di sini agak sedikit menyulitkan diri awalnya. Cara membuka jendela dengan ukuran 1 m x 0.7 m ini bisa dengan cara ditarik ke depan, sehingga seolah jendela membentuk huruf V atau dengan menyamping seperti kebanyakan jendela di Indonesia. Diri baru tahu kedua cara membuka ini pun setelah hampir satu minggu tinggal di sini. Dengan berusaha mengutak-atik si pengunci, maka diri menemukan cara konvensional pembukaan jendela yang sangat aman buat diri. Akan tetapi, tidak aman buat keselamatan diri secara umum karena jendela di apartemen tidak sama dilengkapi teralis besi sehingga kemungkinan untuk terjun bebas sangat mudah dan lancar jaya. Dengan dua jendela besar seperti ini memberikan kenikmatan tersendiri bagi diri untuk merasakan angin malam dan udara pagi Potsdam yang tetap dingin meskipun sedang dalam musim panas. 

Mungkin jendela seolah modern, tetapi pintu tidak ada modern - modernnya buat diri. Mungkin identiknya apartemen dilengkapi dengan kunci yang tinggal dilaser dan terbuka sudah kamar. Namun, di sini tidak sama sekali. Kuncinya pun masih kunci zaman Belanda dengan ukuran kunci relatif lebih memiliki lekuk 'tubuh' dibandingkan dengan kunci masa kini seperti yang diri pakai di kosan. Pintu masuk utama terdiri dari 2 pintu yang sangat aneh buat diri karena umumnya pintu masuk zaman sekarang pasti terdiri dari pintu kayu dan pintu teralis besi. Tetapi, tidak untuk di sini. Kedua pintu adalah pintu kayu. Pintu kedua adalah pintu asli bawaan si apartemen, sedang pintu baru yang dipasang digunakan agar memberikan rasa aman untuk si pengguna apartemen. Namun tenang, pintu kamar mandi tidak menggunakan model sistem dua pintu ini. Pintu yang menutup kamar mandi relatif lebih tipis kayunya dan tidak menghabiskan ruang serta kalau dikunci cukup sulit untuk dibuka. 

Selain properties ini, rumah ketiga diri di Potsdam punya banyak ornamen dan cerita tersendiri yang menarik buat ukuran diri. Kenapa? Karena diri sebelumnya tidak pernah merasakan kamar dengan kelengkapan dan sentuhan eksotis seni melalui lukisan. Lukisan di kamar sepertinya adalah sesuatu yang sangat langka untuk digunakan oleh mahasiswa - mahasiswa kere seperti diri. Di kamar ini, diri merasakan seperti pekerja menengah yang dapat merasakan sederhananya hidup dengan elegan. Di kamar terdapat 2 lukisan yang sebenarnya diri juga tidak mengena pada maksudnya. Lukisan pertama tergantung di dekat tempat tidur diri. Lukisan menunjukkan kemesraan dua manusia tanpa kelamin yang tidak bisa diidentifikasi jelas oleh diri. Mungkin si pelukis ingin menunjukkan cinta itu ada dan bahkan sampai ke tempat tersembunyi atau paling privat sekalipun seperti di kamar. Namun, apadaya, tanpa kelamin yang teridentifikasi jelas, semua bisa menjadi blur atau bahkan aneh. Inilah yang tidak dimiliki diri, yaitu cara menikmati seni. Mungkin harus ada yang mengajari diri atau diri harus kembali banyak bersemedi?  Lukisan kedua lebih realitis buat diri dengan gambar kondisi kota meksipun tidak tahu itu dimana dan apa. Dengan sentuhan seperti ini, kamar menjadi lebih eksositik dan tenang rasa diri. 

Di pojok kanan kamar dekat jendela, kursi dan meja kecil dipasang. Pertama kali diri datang ke sana, meja kursi ini seperti ruang makan sederhana dengan piring dan gelas kristal yang disusun rapih. Namun sayang, diri bukan datang untuk bulan madu, tetapi untuk mengadu otak ini. Mau tidak mau, semua peralatan di luar kebutuhan harus disingkirkan. Maka, jadillah meja makan romantis menjadi meja belajar dan chatting diri selama di sana. Ide - ide dan data semua keluar dan diperas maksimal sambil menikmati malam yang tetap terang selama diri di Potsdam. Pojokan ini juga bisa menjadi saksi kerinduan diri pada banyak hal, tetapi berusaha mengikari dan ingin sekali tinggal di kota seperti itu lebih lama lagi. 

Seberang pojokan atau sebelah kiri kamar, dekat dengan pintu kamar mandi adalah dapur kecil diri. Dapur ini istimewa sekali karena dia menyelamatkan diri untuk bisa menyimpan uang saku lebih banyak lagi agar dapat membeli banyak oleh - oleh. Dapur diri di sini punya alat makan yang asik, peralatan masak yang relatif lengkap dan kompor listrik yang menyenangkan. Pertama kali di sini diri baru menggunakan kompor listrik dan sempat katrok karena tidak dapat menggunakannya sama sekali.  Peralatan yang cukup lengkap ini sangat membantu sehari - hari diri selama 14 hari di Potsdam. Di bawah kompor, terdapat dua lemari yang bagian kirinya adalah kulkas dan kanan adalah tempat sampah. Sungguh hal efisien yang baru sekali ini juga diri rasakan. Selama ini, diri barangnya banyak sekali dan tidak pernah rapih untuk itu di kamar.

Kompleks Allexanderstrasse ini sangat istimewa. Ini nama jalan, tempat di mana apartemen tersayang ini. Dengan lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan halte tram, bus, dekat pusat kota, supermarket, tempat jualan dkk menjadikan liburan belajar diri sangat menyenangkan. Diri masih menginginkan waktu untuk mengeksplor lagi!

Friday, March 29, 2013

Abu Dhabi Airport

Abu Dhabi Airport
Etihad Airways! Pesawat yang menyenangkan sekali. 
Smoking Box untuk para perokok. Smoking box ini berada di tengah - tengah  tempat menunggu. 
Tekstur penyangga di airport Abu Dhabi, menarik!

Monday, April 16, 2012

Doorprize luar biasa :))

Acara workshop geotermal pertama di Indonesia.
Rela - rela, bayar 250rb buat ikutan acara ini.
Diri fokus langsung ke acara doorprize yang tidak main - main. Huaahhhh..

Pertama kali di workshop ini juga ketemu dengan ka Intan. Kakak Intan luar biasa, dia sangat yakin dengan nubuatan apa yang ku bilang. Nah, itu yang agak aneh karena diri tidak punya talenta itu sama sekali. Akan tetapi, doi percaya sekali. Sangat bahkan.
Kejadian pertama, dia yakin banget diri menang doorproze buku geotermal dari badan geologi. WHUAALAHH...terbukti, untuk pertama kalinya, diri memenangkan doorprize! seumur hidup, tidak pernah diri memenangkan doorprize dan kali ini Tuhan membuka jalan dan menanglah saya. Ini bukunya.
Luar biasa kan...
Pertama kali dalam hidup, inilah hadiah doorprize diri. Yes!

Kedua kali, acara penutup acara workshop geothermal. Sembari bekerja dengan buku batubara Indonesia, diri cuek mengikuti pengambilan hadiah. Kembali, ka Intan bilang, sini os nomornya, kamu pasti menang! Buset ini kakak, diri cuma berpikir itu saja selama dia bilang itu dan selama dia deg-degan menunggu nomor undian yang diambil.

Sampai bagian yang luar biasa, hadiah untuk mengunjungi GFZ, Jerman pada summer ini.
Jrengjrengjreng, nomor diri keluar! IGW 18!
yeahh, diri ga bisa bilang apapun. Diri hanya terdiam dan maju ke depan, diberikan kartu nama untuk menghubungi Prof. Kemal Erbas.

WHuooo..inilah hadiah kedua! doorprize kedua yang luar biasa dari Tuhan..

Langsung keesokan hari di emaillah si profesor dengan harapan bahwa ini bukan permainan. 
Ini email balasan dari Mr. Kemal.
 
Jadi, kapan diri berangkat? masih tanda tanya..hahahahha..:))
mari doakan diri jadi berangkat sehingga kado ini benar - benar menjadi suatu doorprize yang sesungguhnya.

Luar biasa, hadiah ini adalah anugerah Tuhan.
nothing to lose, tapi...Diri tetap NGAREP ke sana!dan terus berusaha mengemail lagi..hahahaha :))
Mari doakan bersama.
Makasih ka Intan atas kepercayaannya yang luar biasa.

yeahh, diri akan belajar geotermal.
Akhirnya..
Que Sera Sera!

Satu lagi di 2012 yang luar biasa!