Showing posts with label potsdam. Show all posts
Showing posts with label potsdam. Show all posts

Friday, November 27, 2015

Pengalaman sekolah dulu (4): Fasttrack S2

Selesai sidang, hiruk pikuk bebas tidak diri jadikan pilihan. Masih ada kelas yang menunggu diri tingkat sekolah selanjutnya. Setelah selesai sidang, diri langsung didaftarkan ke sekolah magister oleh pihak sarjana selang seminggu. Diri akhirnya resmi menjadi mahasiswa magister pada February 14, 2012. Diri memilih jurusan Teknik Pertambangan kembali dengan spesialisasi di Teknik Ekplorasi kembali. Ada banyak yang masih diri kurang pahami dan penasaran sekali tentangnya. 

Kuliah 12 sks yang diri ambil membuat diri sangat terbantu untuk menyelesaikan sisa 24 sks tersisa di semester selanjutnya. Sisa 16 sks kuliah dan 8 sks untuk tesis sudah diri persiapkan dengan baik. Kesehatan diri pun berangsur pulih. Diri menyiapkan untuk penelitian tesis diri dan mencari semuanya. Puji Tuhan di saat yang bersamaan juga, diri menerima bantuan beasiswa fasttrack dari DIKTI untuk 2 semester dengan bantuan pihak magister ITB yang memberikan informasi pendaftarannya. Tuhan kembali melakukan mukjizat dengan diri mendapatkan tempat tesis di daerah lapangan tambang rakyat di Sukabumi. Diri pun bersiap untuk menghadapinya. Dengan ditemani oleh dua orang teman seangkatan diri di TA, diri berada di lapangan selama 7 hari. 

Dengan sks tersisa, diri berdoa kepada Tuhan untuk menyelesaikannya dalam 1 semester, tetapi tidak dapat dilakukan karena ada sks yang tidak bisa diambil bersamaan di semester genap dan ganjil. Namun, tetap Tuhan memberikan yang terbaik selalu. Diri diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tesis dan kelas tersisa dalam waktu 2 semester. 

Pengalaman di Potsdam yang tak terduga.
Dalam perjalanan mengerjakan tesis pun banyak keajaiban yang Tuhan berikan. Dengan segala keterbatasan yang diri hadapi dengan pendanaan, Tuhan membukakan jalan yang tidak terduga. setelah banyak kegagalan yang diri alami karena diri masih saja mengandalkan kekuatan sendiri sebagai manusia. Percobaan untuk dukungan dana melalui proposal semua berakhir gagal. Namun, keajaiban Tuhan itu tidak pernah berhenti selama berserah. 

Pertama, pasangan diri mendapatkan berkat untuk mendukung penelitian tesis diri dengan pembiayaan ke lapangan dan beberapa analisis. Kedua, saat akan melakukan analisis di tempat lain, selalu dibukakan Tuhan jalan yang luar biasa. Diskon dan gratis analisis diberikan oleh Tuhan melalui banyak tangan di lembaga yang berbeda. Ketiga, diri menang undian dari suatu acara konferensi yang juga sangat tidak terduga! Diri mendapatkan kesempatan untuk pertukaran ke lembaga penelitian ternama di Jerman, GFZ Helmholtz. Diri dapat melakukan beberapa analisis di sini dan kesempatan belajar di sana selama 2 minggu. Ini pun masih ditambah dengan bonus lainnya yaitu diri dilibatkan dalam kegiatan lapangan eksplorasi panas bumi di Jawa Timur sebanyak dua kali pada Juni 2012 dan Juli 2013. Tuhan begitu luar biasa! Diri juga mendapatkan seorang sahabat, mentor dan guru bernama Dr. Fiorenza Deon yang mendukung diri untuk banyak belajar. 

Perjalanan Tiris untuk kegiatan lapangan.
Perjuangan tidak berakhir. Kuliah diri memang tidak sebanyak kuliah saat S1, tetapi tensi penelitian jauh lebih tinggi dan waktu untuk membaca pun jauh lebih banyak untuk memberikan yang terbaik. Persyaratan untuk paper atau proceeding ditambah dengan aktivitas diri yang kembali banyak di organisasi serta lembaga lainnya dan "keisengan" diri yang mencoba - coba untuk mengirimkan abstrak untuk menghadiri konferensi - konferensi di luar negri.  

Dengan dukungan penuh dari lelakiku dan banyak pihak, akhirnya diri menyelesaikan S2 tepat pada waktunya Tuhan, 27 Februari 2013 dengan hasil yang juga sangat memuaskan. Pergolakan luar biasa terjadi sebelum menyelesaikan studi ini, di tengah diri pun masih belum ingin bekerja. Tapi, Tuhan Yesus membawa kesempatan untuk sekolah S3 saat mendekati akhir sekolah S2 diri sebagai jawaban yang tak terduga untuk masa depan. Tuhan Yesus luar biasa! 

Saturday, May 04, 2013

Aprikosen

aprikosen-hahnchenflog-pfirsich

First and second day in Potsdam, I was looking for grocery closed to my house. Staying in centre of Potsdam old city gave many new experiences. I'm not alone here as the foreigner. So many people from other countries in Europe also spent their time here. Potsdam are famous with its Germany Kingdom. It was East Germany when Berlin wall still divided. Going back to main topic, I don't need to talk about Potsdam right now. I am looking to introduce some new fruits. It also meant new experience for me. Why? I've never deal with these fruits before. My new daily days in Potsdam are spent more in grocery to find out some new foods and drinks. These new fruits are first steps only. 

The red big one is peach - named Pfirsich (got from google translate, can't find the receipt from grocery yet). The orange shy is apricot - named Aprikosen. The smallest ones are Hahnchenflog. I've tried to know what the Indonesia and English translation, but can't find it at all. Hahnchenflog comes from Africa. It tastes little bit sour- nice for mother wanna be. For me, peach tastes sweet. It is like 'kesemek' in Indonesia, but it has softer texture than. Peach is like apple but softer too. It tastes sourer than apple. I don't really like it I guess. For the price, it is quite cheaper than in Indonesia -even the currency is euro. It costs 2.49, 4.99, 3.99 euros per kg. I am just feeling so excited until now. Fruits is quite widely imported here. That's why there are so much kinds of imported fruits dominated the grocery. 

Some new reports about fruit here. It is quite subjective. Because of sunday, the grocery are closed here. The journey to eat more new ones skips! One of other food journey that can't be waited are Cheese Journey..but? how will the body looks :))

Makan - Makan di Apartemen


Paling kurang kerjaan di sini adalah memposting makanan yang dikonsumsi selama di Potsdam. Pengalaman yang sudah lalu, tetapi tetap memiliki kesan yang mendalam. Setiap hari, diri memasak di sini. Iya, semua demi pengematan yang akan berujung pada berbelanja :D.


Memasak adalah salah satu solusi yang ditawarkan di sini untuk mahasiswa sarjana kere seperti diri saat itu. Kenapa begitu? Karena sebenarnya masih ada solusi lain untuk kondisi ini, yaitu makan hemat atau makan nebeng. Nah, untuk kedua solusi ini sangat tidak pas untuk diri yang berpenyakit maag kronik dan/atau temannya bukan teman dekat di sini - daku bukan oportunis yaa. Makan di sini bisa sangat murah tergantung pada kondisi kosan atau apartemen yang punya dapur atau tidak, kemampuan belanja, dan mampu paham bahasa yang ada. Pertama, perhitungan yang menarik akan terjadi sebagai kombinasi dengan kondisi kedua. Ketika apartemen atau kosan kita punya dapur, artinya suatu penghematan sedang di depan mata. Mungkin, untuk ukuran bayarnya pasti mahal, sangat tidak dipungkiri untuk ini. Asumsi digunakan untuk ini adalah mahasiswa sarjana kere yang artinya semua pembayaran ditanggung plus diberikan uang saku lagi. Cara di postingan ini adalah bagaimana  berusaha menghemat uang saku tersebut. 

Perhitungan yang diri lakukan selama di sini adalah berdasarkan survei di toko makanan terdekat dengan apartemen dan ditambah kondisi lokasi yang berupa daerah pariwisata tota - tengah kota. Asumsi setiap hari makanan yang sangat diperlukan adalah nasi dan lauk-sedikit buah. Sedikit say goodbye dengan sayur di sini karena harganya selangit. Kondisi survive versi aku ini adalah makan 3x sehari. Hingga saat ini, makanan termurah yang dapat diri temukan dalam pembeliannya adalah beras, daging, keju, susu, yogurt, buahan lokal, dan beberapa bebumbuan lokal tentunya. Kondisi ini membuat aku sedikit terpaksa untuk menjadi seorang pemakan daging sejati. Akibatnya, tema kesehatan selama di sini adalah sehat dengan hewani. Kondisi ini sangat lokal dan tidak bisa diterapkan pada semua orang.


Dengan uang saku terbatas, diri memutuskan untuk memasak - setelah melakukan perhitungan tentunya. Berikut rincian kasar diri yang telah dilakukan dan sedang dijalankan proses penghabisan bahan pangannya:
= Pembelian beras ukuran 500gr untuk 8x makan >> 0.49 euro
= Daging ayam bagian sayap 8 biji untuk 8 x makan >> 3.36 euro (tergantung berat yg diambil)
= Keju mozarella isi 20 bijih >> 2.99 euro
= Bebuahan lokal >> 2.99 - 4.99 euro 
= dedagingan isi 8 biji untuk 8 x makan >> 2.99 euro (bisa yg lebih murah)

Kalau semuanya ditotalkan, harga untuk semua pembelanjaan, sekitar 14 euro, tapi semua untuk 8x makan. Catatan tambahan, setiap makan punya daging 1 dan ayam 1, plus keju dan buahannya. Mari kita bagi 14 euro dengan 8x makan, artinya tiap kali makan sekitar 1,63 euro. Mahal? Buat diri ini sudah paling murah karena jika makan di luar, minimal adalah 2.5 euro untuk satu menu makanan. Jadi, untuk 3x makan bisa habis 7.5 euro - 12 euro sehari. Dengan prinsip hemat tadi, diri membuat 12 euro tersebut harus bisa buat 3-4 hari makan :D. Ini penghematan yang sehat, bukan pelit yaa. Ada yang 1 euro, yaitu kopi atau teh :D, tapi sayangnya diri bukan peminum saja, tapi butuh makan :D. Harga ini dapat semakin berkurang jika diri hanya makan 2x sehari dan lauk pauknya hanya satu. Perhitungan diri, setiap makan hanya butuh sekitar 1 euro untuk 8x makan - 4 hari. Akan jadi lebih hemat lagi, tetapi tidak ingin dilakukan hal tersebut karena masih suka kelaparan. Sebenarnya ide ini, kurang baik karena makanan di sini banyak ragamnya dan sangat menyenangkan jika bisa dicicipi semua. Akan tetapi, menjadilah bijak jika kondisi keuangan pas-pasan dan punya keinginan banyak seperti aku :D.

Ketiga, perhatikan kondisi bahasa di sini. Tidak semua bisa berbahasa Inggris, tetapi semua bisa bahasa tubuh. Lakukan pembahasan itu saja lebih dari cukup untuk membantu berkomunikasi di kondisi darurat. Akan tetapi, ingat, tidak semua orang baik, jadi perlu perhatikan apakah mereka benar - benar baik dan waspada dengan apa yang dimiliki. 

Menjadi sehat dengan hewani tetap harus memperhatikan pergerakan tubuh. Dengan suhu yang dingin di sini, menjadikan tubuh senang sekali untuk makan dan minum berlebih. Perhatikan asupan kalorinya supaya tidak terjadi hal yang paling tidak ingin terjadi, yaitu penggemukan badan. Sehari - hari sekarang, saya makan keju, daging-ayam, dan yogurt. Susu juga ada, tapi lagi malas karena harus langsung dihabiskan itu susu. Oleh karena itu, bergerak bebas dan tidak stress akan menjadikan bumbu komplit untuk sehat dengan hewani. 

Rumah kedua : Alexander Strasse

Staying for while in Germany wasn't easy. Quick adaption should be run fast. I were not the one at the time, but I enjoyed it much. Let the story wrote in Bahasa Indonesia. 

Rumah kedua, ini sepertinya kata yang tepat untuk menggambarkan apartemen diri selama di Jerman. Apartemen sederhana, bergaya Belanda dan berkayu semua. Suatu sentuhan yang sangat menyenangkan. Ini beberapa pengambilan foto yang sangat menyenangkan. Di sini, diri sempat membangun hati diri dan semangat yang tak akan pernah padam. Di sini juga, diri pernah merasakan yang disebut dengan 'rindu berat'. Di semua tempat mengundang cerita tersendiri. 

Kamar terletak di lantai 4 bangunan. Tangga - tangga yang digunakan untuk mencapai ke kamar pun masih terdiri dari kayu -kayu tebal dan berbunyi 'krik - krik' saat diinjak terlalu kencang. Kamarnya berukuran 3x3 m menyeluruh untuk kamar tidur, dapur, sudut kecil dan kamar mandi. Berlantai kayu cokelat yang berusia tua dan terletak di bagian belakang bangunan tua ini. Kamar yang terletak di belakang sebenarnya memberikan kesan tersendiri karena diri hanya melihat ke tetangga apartemen, kepala salib gereja di belakang dan beberapa tempat santai di atap milik orang - orang di apartemen tersebut. Sungguh pemandangan yang berbeda untuk diri yang biasa tinggal di lantai 2, kanan kiri adalah kamar dan depan adalah kamar orang - orang meskipun tidak mengenali mereka sama sekali satupun. 

Kamar punya dua jendelan utama, yaitu di dekat tempat tidur dan tempat makan. Model jendela di sini agak sedikit menyulitkan diri awalnya. Cara membuka jendela dengan ukuran 1 m x 0.7 m ini bisa dengan cara ditarik ke depan, sehingga seolah jendela membentuk huruf V atau dengan menyamping seperti kebanyakan jendela di Indonesia. Diri baru tahu kedua cara membuka ini pun setelah hampir satu minggu tinggal di sini. Dengan berusaha mengutak-atik si pengunci, maka diri menemukan cara konvensional pembukaan jendela yang sangat aman buat diri. Akan tetapi, tidak aman buat keselamatan diri secara umum karena jendela di apartemen tidak sama dilengkapi teralis besi sehingga kemungkinan untuk terjun bebas sangat mudah dan lancar jaya. Dengan dua jendela besar seperti ini memberikan kenikmatan tersendiri bagi diri untuk merasakan angin malam dan udara pagi Potsdam yang tetap dingin meskipun sedang dalam musim panas. 

Mungkin jendela seolah modern, tetapi pintu tidak ada modern - modernnya buat diri. Mungkin identiknya apartemen dilengkapi dengan kunci yang tinggal dilaser dan terbuka sudah kamar. Namun, di sini tidak sama sekali. Kuncinya pun masih kunci zaman Belanda dengan ukuran kunci relatif lebih memiliki lekuk 'tubuh' dibandingkan dengan kunci masa kini seperti yang diri pakai di kosan. Pintu masuk utama terdiri dari 2 pintu yang sangat aneh buat diri karena umumnya pintu masuk zaman sekarang pasti terdiri dari pintu kayu dan pintu teralis besi. Tetapi, tidak untuk di sini. Kedua pintu adalah pintu kayu. Pintu kedua adalah pintu asli bawaan si apartemen, sedang pintu baru yang dipasang digunakan agar memberikan rasa aman untuk si pengguna apartemen. Namun tenang, pintu kamar mandi tidak menggunakan model sistem dua pintu ini. Pintu yang menutup kamar mandi relatif lebih tipis kayunya dan tidak menghabiskan ruang serta kalau dikunci cukup sulit untuk dibuka. 

Selain properties ini, rumah ketiga diri di Potsdam punya banyak ornamen dan cerita tersendiri yang menarik buat ukuran diri. Kenapa? Karena diri sebelumnya tidak pernah merasakan kamar dengan kelengkapan dan sentuhan eksotis seni melalui lukisan. Lukisan di kamar sepertinya adalah sesuatu yang sangat langka untuk digunakan oleh mahasiswa - mahasiswa kere seperti diri. Di kamar ini, diri merasakan seperti pekerja menengah yang dapat merasakan sederhananya hidup dengan elegan. Di kamar terdapat 2 lukisan yang sebenarnya diri juga tidak mengena pada maksudnya. Lukisan pertama tergantung di dekat tempat tidur diri. Lukisan menunjukkan kemesraan dua manusia tanpa kelamin yang tidak bisa diidentifikasi jelas oleh diri. Mungkin si pelukis ingin menunjukkan cinta itu ada dan bahkan sampai ke tempat tersembunyi atau paling privat sekalipun seperti di kamar. Namun, apadaya, tanpa kelamin yang teridentifikasi jelas, semua bisa menjadi blur atau bahkan aneh. Inilah yang tidak dimiliki diri, yaitu cara menikmati seni. Mungkin harus ada yang mengajari diri atau diri harus kembali banyak bersemedi?  Lukisan kedua lebih realitis buat diri dengan gambar kondisi kota meksipun tidak tahu itu dimana dan apa. Dengan sentuhan seperti ini, kamar menjadi lebih eksositik dan tenang rasa diri. 

Di pojok kanan kamar dekat jendela, kursi dan meja kecil dipasang. Pertama kali diri datang ke sana, meja kursi ini seperti ruang makan sederhana dengan piring dan gelas kristal yang disusun rapih. Namun sayang, diri bukan datang untuk bulan madu, tetapi untuk mengadu otak ini. Mau tidak mau, semua peralatan di luar kebutuhan harus disingkirkan. Maka, jadillah meja makan romantis menjadi meja belajar dan chatting diri selama di sana. Ide - ide dan data semua keluar dan diperas maksimal sambil menikmati malam yang tetap terang selama diri di Potsdam. Pojokan ini juga bisa menjadi saksi kerinduan diri pada banyak hal, tetapi berusaha mengikari dan ingin sekali tinggal di kota seperti itu lebih lama lagi. 

Seberang pojokan atau sebelah kiri kamar, dekat dengan pintu kamar mandi adalah dapur kecil diri. Dapur ini istimewa sekali karena dia menyelamatkan diri untuk bisa menyimpan uang saku lebih banyak lagi agar dapat membeli banyak oleh - oleh. Dapur diri di sini punya alat makan yang asik, peralatan masak yang relatif lengkap dan kompor listrik yang menyenangkan. Pertama kali di sini diri baru menggunakan kompor listrik dan sempat katrok karena tidak dapat menggunakannya sama sekali.  Peralatan yang cukup lengkap ini sangat membantu sehari - hari diri selama 14 hari di Potsdam. Di bawah kompor, terdapat dua lemari yang bagian kirinya adalah kulkas dan kanan adalah tempat sampah. Sungguh hal efisien yang baru sekali ini juga diri rasakan. Selama ini, diri barangnya banyak sekali dan tidak pernah rapih untuk itu di kamar.

Kompleks Allexanderstrasse ini sangat istimewa. Ini nama jalan, tempat di mana apartemen tersayang ini. Dengan lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan halte tram, bus, dekat pusat kota, supermarket, tempat jualan dkk menjadikan liburan belajar diri sangat menyenangkan. Diri masih menginginkan waktu untuk mengeksplor lagi!