Sunday, March 02, 2014

Mudiknya warga Jepang

Kembali lagi bercerita. Diri masih menyimpan banyak hutang berbagi yang harus segera dituliskan sebelum hanya menumpuk menjadi kenangan. Rasanya tidak baik. 
Salah satu taman di dekat Tegata.
Kali ini, semua direkapitulasi dari awal kembali. Momen pertama yang diri alami sejak berpindah menjadi alien di Jepang. Golden week merupakan salah satu momen pertama yang diri rasakan saat berada di Jepang. Golden week adalah salah satu libur utama di Jepang. Bisa dikatakan sebagai timing mudiknya para warga Jepang. Libur golden week setiap tahunnya jatuh pada 3-5 Mei. Beberapa pendapat mengatakan bahwa pada masa ini adalah puncak berkat atau berkah karena saatnya bunga sakura bermekaran. Oleh karena itu, semua orang akan kembali ke tanah kelahirannya untuk berkumpul bersama keluarga. Pada momen ini sangat pas jika ingin merasakan bagaimana semua orang bergerak mudik. Ini sangat terasa sekali di stasiun kereta, bus dan bandara. Diri sendiri mengalami bagaimana penuhnya stasiun kereta. Selain jadi momen mudik, pada tanggal ini juga menjadi momen untuk berlibur bagi warga non Jepang juga. Pada periode ini biasanya semua hotel penuh di kota - kota wisatanya, seperti Tokyo ataupun Osaka. 
Semua orang bergerak mengejar kereta.
Kesibukan stasiun bagian shinkansen sehari sebelum golden week.
Senshukoen
Momen golden week kemarin menjadi momen diri untuk belajar fotografi langsung. Betapa tidak, rasanya indah sekali para sakura yang bermekaran. Di Akita sendiri, golden week dirayakan di Senshu Koen. Banyak sekali penduduk Akita berbondong - bondong menikmati sakura bersama. Lalu bagaimana dengan tahun ini? Senshu Koen akan tetap menjadi pusat festival musim seminya dan penuh selama momen golden week. Apa lagi yang ditunggu? Mari menikmati libur bersama. 
Sakura saat bermekaran.

Inawani Udon

Udon, mungkin tidak asing bagi pecinta mie. Mie ini merupakan salah satu makanan khas Jepang. Rasanya ini adalah mie khas Jepang bagian utara. Di Jepang sendiri, mie menjadi makanan yang cukup populer. Ramen merupakan mie yang paling populer, tidak hanya di Jepang, bahkan di Indonesia. Bagi beberapa orang yang ke Jepang pasti akan disuguhkan banyak pilihan jenis ramen itu sendiri. Hal yang sama dengan udon. Salah satu udon terkenal di Akita adalah Inawani Udon. (稲庭うどん). Makanan ini tidak hanya terkenal di antara penduduk lokal, tetapi juga para pendatang dari luar. Terletak di basement salah satu supermarket di Akita Station, mencapai restauran ini sangat mudah. 
Teh hijau dan handuk hangat.
Salah satu bagian dari restauran.
Pada akhir pekan, biasanya restauran udon ini sangat penuh dengan para pengunjung dari berbagai kota. Tidak heran jika kita harus antri lebih dahulu untuk bisa dapat giliran makan. Akan tetapi, tenang saja pelayanan dari restauran ini sangat baik. Mereka akan mencatat dan berusaha mencarikan tempat paling nyaman untuk setiap tamunya sesuai jumlah yang datang. Makan udon di restauran ini relatif mahal untuk ukuran kantong mahasiswa seperti diri, rentang harganya 1000 hingga 2000 yen per porsinya. Besar porsinya sangat cukup untuk makan malam dan makan siang sekaligus. Setelah mendapat tempat, kita akan disuguhkan handuk kecil hangat (karena tidak menggunakan tisu), teh hijau dan pilihan menu. Pilihan menu semua tersedia dalam bahasa Jepang. Udon yang ditawarkan seluruhnya adalah hand made udon dengan resep khas pemilik restauran sendiri. Pengunjung dapat memilih jenis udon yang diinginkan, misalnya yang dimakan dengan saus kacang atau satu set udon dengan sup, termasuk ukuran udonnya. Ukuran udon terdiri dari kecil, medium dan banyak.


Pilihan udon di depan restauran.
Menu udon dengan saus kenari.
Terus mengapa udon ini sangat terkenal? Inawani udon memang sangat terkenal karena cita rasa khasnya, bahkan sudah dibuat dari beberapa generasi. Udon ini juga menjadi oleh - oleh khas dari Akita. Pengunjung dapat membelinya langsung di restauran atau bisa menemukan di banyak toko suvenir Akita, baik stasiun maupun bandara. Resep khas udon yang dibuat sendiri, bukan pabrikan menjadikan makanan ini sangat dicari para pendatang di Akita. Tidak salahnya untuk mencobanya ketika berkunjung ke Jepang. Harga omiyage  inawani udon sendiri bervariasi dari 1500 yen hingga 5000 yen, tergantung pilihan jumlah udon, bumbu pelengkap, bahkan hingga bungkusnya. Inawani udon dikemas dalam kotak biasa dan juga kotak kayu, maka tidak heran harganya juga bisa berbeda. Selamat mencoba!


Proses memasak inawani udon.