Showing posts with label johannesburg. Show all posts
Showing posts with label johannesburg. Show all posts

Saturday, February 25, 2017

Dari steooz.com Ke viosjourney.world

Malam - malam setelah menemani lelakiku yang puji Tuhan sudah jauh membaik dari yang kemarin dan setelah tulis menulis di www.ourexploration.world rasanya lega dan semakin semangat. Ada banyak yang tertinggal selama ini. Membaca terlewat, menulis terbengkalai, bekerja terlalu keras, belajar sampai lupa. Ini sudah jauh menyimpang dari seharusnya. Well, semangat baru di 2017 setelah terpaan berbagai macam badai dan masih meneruskan perjalanan di tengah hujan gerimis ini, tidak ada yang namanya "tanpa hikmah" atau "berakhir sia-sia".

Setidaknya sekarang diri memulai kembali menata dengan menambah jam membaca dan sekarang yang sedang dilakukan adalah menulis. Ada ratusan ide yang tertahan yang pada akhirnya masih berakhir di notes sebagai rancangan tulisan, yang saat ini buat diri adalah sebuah kemajuan (:D pembenaran). 

Hari yang diawali mungkin dengan enak sampai eneg bukanlah jadi penghalang seharusnya bagi siapapun juga, termasuk diri. Hari ini juga akhirnya diri menemukan kembali ritme yang telah lama tertinggal. Diri terlalu fokus larut sana sini yang akhirnya hanya mampu mengenerate ide itu di angka puluhan saja, bukan ratusan :D. Menulis itu benarlah suatu keasikan sendiri dan kesenangan yang berbeda dari banyak hal. Senjata pena dan buku memang tools utama mendorong kemauan diri untuk menuangkan ide - ide itu, sayangnya selalu berujung pada tertinggal di dalam buku, bukan tertuang lagi di dalam blog ini. 

Setelah berganti nama berkali - kali, akhirnya diri meyakini pilihan kepada www.viosjourney.world sebagai bagian dari cerita utama blog ini. Selama lebih dari 3 tahun, wajah viosjourney.world berada sebagai wajah steooz.com yang akhirnya ditutup dengan alasan administrasi. Website sederhana yang ternyata menurut lelakiku berdampak cukup banyak, jendelaexplorasi.net juga harus berganti wajah menjadi ourexploration.world. Pemilihan nama kali ini merupakan bagian paling penting yang bisa diri katakan menyenangkan dan semoga menjadi pelabuhan terakhir (tidak ada lagi masalah administrasi) ke depannya. 

Berdiskusi, bergalauria, tidak percayaan dan lainnya dengan pilihan nama website yang baru mendorong diri dan lelakiku akhirnya memutuskan kedua nama tersebut dengan filosofis dan tujuan masing - masing. Alamat viosjourney.world menggambarkan isi blog ini yang benar - benar bersifat personal diri. Di ruang inilah, seluruh aktualisasi diri sebagai yang namanya Stephanie Octorina Saing yang dipanggil dengan berbagai macam nama, mulai dari Os, Pani, Step dan lainnya yang menuliskan mimpi - mimpinya, cita - citanya, syukur - syukurnya sepanjang perjalanan hidup yang dilalui. Kalau dulu dari tahun 2007 sampai 2010 awal diisi dengan perjalanan diri seorang, 2011 hingga saat ini, cerita adalah diri dan lelakiku, lalu jika Tuhan mengizinkan segera ada cerita tentang "sukacita kami". 

Cerita tentang seluruh pengalaman sekolah, pekerjaan dan profesionalitas tambang dan geologi, diri sampaikan dalam ourexploration.world. Bukanlah lagi sebagai jendela, tetapi sebagai dunia yang sebenarnya diri ingin sekali mengajak siapa saja untuk berkontribusi. Masih banyak hal yang diri tidak pahami. Mungkin di atas kertas diri digelari yang tertinggi dari tingkatan sekolah, tetapi pengalaman dan pembelajaran diri dalam berbagai hal lain masih sangat minim. Oleh karena itu, diri berharap ini menjadi media bersama di tengah dinamisnya lingkungan profesionalitas tambang. 4L, lu lagi lu lagi kalau bisa dibilang. Lalu mengapa tidak saling membantu atau kita berbagi? Itu yang menjadi landasan diri akhirnya membawa cerita profesionalitas tambang dalam satu wadah, satu dunianya sendiri agar dapat dimiliki bersama dunia itu sendiri. 

Rasanya lega bisa menulis kembali. Semoga semangat ini tak padam. Bukan untuk jadi hanya sekadar mimpi karangan cita-cita, tapi benar seperti tekad bersama dengan lelakiku.
Hidup itu bermakna selama bisa jadi garam dan terang, bukan?

Friday, November 27, 2015

Pengalaman saat ini: PhD Akita University

Perjalanan berkat dan luar biasa sedari TK telah diri tuliskan di beberapa postingan sebelumnya. Inilah rangkaian kesaksian yang ingin diri sampaikan untuk segala sesuatu yang telah Ia berikan dan percayakan. Satu hal seluruh kesamaannya, diri selalu melihat bagaimana luar biasanya rencana Tuhan Yesus dalam hidup diri, benar akan janjiNya yang tidak pernah terlambat dan selalu mengarahkan pada yang terbaik menurutNya.

Dunia yang sekarang tengah diri tekuni adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas sedikit pun oleh diri sebelumnya. Bahkan diri belum pernah mendengar sekolah tempat diri akhirnya menamatkan pendidikan hingga magister. Tidak pernah diri memimpikan akan mendapatkan jodoh seumur hidup diri pun di tempat yang sama. Diri juga tidak pernah menduga untuk mengalami perjalanan hidup yang sangat bervariasi dan seperti roll coaster rasanya. Sebuah pengalaman yang luar biasa bersama dengan Tuhan Yesus. Melalui semua perjalanan ini, diri menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan dan tidak sedikit pun karena diri yang mampu, melainkan karena kemurahan hatiNya.

Sebelum lepas tiap strata sekolah, Tuhan telah menyiapkan tempat baru yang membuat diri akhirnya tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal. Semua "shelter" kehidupan telah Ia siapkan bagi diri dan sekarang berikut juga dengan keluarga kecil diri.

Pada semester kedua di S2, diri mendapatkan kesempatan untuk mendaftar sekolah S3 di Akita University, sekolah tambang tertua di Jepang. Akita University berdiri tahun 1907 dan berada di kota Akita yang juga bekas bagian dari kota tambang di awal 1900. Saat mendaftar S3, usia diri masih 21 tahun lebih beberapa minggu. Ini juga menjadi semacam hadiah ulang tahun diri pada akhir Oktober sebelumnya. Luar biasa Tuhan Yesus! Segala kendala pendaftaran dibukakan jalan oleh Tuhan. Diri pun mendapatkan pembimbing, Prof. Akira Imai yang juga luar biasa baik dan memang tepat diberikan oleh Tuhan meskipun diri seringkali silang pendapat dengan beliau. Maklum bocah keras kepala..xixixi..Beliau juga yang dijadikan Tuhan untuk membuka jalan bagi diri sekolah S3 di Jepang meskipun ada prasyarat yang tidak bisa dimiliki diri, yaitu usia minimum untuk pendidikan doktor adalah 24 tahun. Berbekal dengan segala kepercayaan pada Tuhan Yesus, seluruh proses pendaftaran akhirnya berjalan lancar dan diri menerima LoA dari kampus baru diri sebagai mahasiswa baru di Akita University.

Setelah wisuda, diri berangkat menuju Akita dengan segala tantangan dan hati yang tidak pasti karena harus kembali LDR dengan lelakiku. Namun, Tuhan Yesus buktikan sekali lagi bagaimana semuanya ada dalam pengaturan di tanganNya. Dengan semangat 45 dan segala dukungan, baik semangat dan finansial dari lelakiku untuk membeli tiket hingga biaya hidup selama diri belum mendapatkan beasiswa, diri tiba di Akita. Seperti biasa, hari pertama diri hanya bisa terdiam dan menangis karena harus memulai lagi sesuatu yang baru dan rasanya masih terlalu cepat. Diri hanya bisa berdoa dan memohon pertolongan untuk menghadapinya. Jurus "berserah" dalam Tuhan itulah yang membuat segala sesuatunya berjalan.

Setiba di sini, diri harus segera beradapatasi segera dengan banyak hal, baik budaya, tata cara sekolah, orang - orang baru yang kali ini berasal dari berbagai bangsa, bukan lagi suku, dan bahasa yang harus digunakan. Diri sebelumnya memang menggunakan bahasa Inggris, tetapi tidak semasif yang harus dilakukan selama di Akita, ditambah dengan diri tidak memahami sedikit pun bahasa Jepang. Kursus kilat yang diri coba lakukan di Bandung sama sekali tidak membantu karena diri sudah "menyerah" duluan dengan keadaan.

Sekali lagi, Tuhan menguatkan diri lewat banyak cara, terutama lelakiku (terima kasih banyak, sayang!) yang selalu mengingatkan untuk berpikiran positif dan menyusun strategi dengan menerapkan ilmu perang Shunju. Dalam keadaan adaptasi awal, diri juga harus berjuang untuk lolos beasiswa Leading Program yang diberikan pemerintah. Ini adalah satu - satunya harapan diri untuk mendapatkan beasiswa di tahun 2013, di tengah beasiswa Jepang lainnya sudah menutup pendaftaran. Akhirnya, diri mengikuti tes wawancara dan tertulis di kampus langsung untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Setelah hampir 3 minggu, hasil pun keluar dan diri dinyatakan diterima di program beasiswa Leading Program! Puji Tuhan, puji Tuhan! Meskipun demikian, beasiswa baru bisa keluar tepat di bulan ketiga diri berada di Akita, yang artinya di bulan Juni. Rencana Tuhan memang luar biasa, diri telah dipersiapkan dengan dana oleh lelakiku untuk menghadapi biaya hidup di Akita yang tidak sedikit selama kurang lebih 3 bulan! Tepat sesuai dengan jalanNya!

Member lab Economic Geology October 2013.
Setelah resmi diterima, diri mulai mengikuti program pendidikan diri di bawah Leading Program dengan laboratorium khusus Economic Geology. Program khusus yang dibangun oleh Pemerintah Jepang selama 7 tahun sejak 2012 untuk percobaan pertama di seluruh bidang sains dan sosial untuk sekolah - sekolah tertentu. Diri memiliki tanggung jawab disertasi, 49 kredit kelas dan disertasi dan publikasi. Puji Tuhan! Perencanaan yang diajarkan oleh lelakiku membuat diri terbantu selama di kuliah S3 di bawah Leading Program. Pendidikan yang diri dapatkan dari SMP hingga S2 pun sangat membantu diri untuk membiasakan diri lebih berdisiplin lagi dengan waktu agar dapat menyelesaikan semua program yang disediakan tepat pada waktunya.

Tantangan pertama setelahnya adalah tempat riset diri yang belum ada. Diri harus menunggu sekitar 1 semester sebelum bisa mendapatkan tempat penelitian yang artinya waktu untuk riset diri pun berkurang. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan anakNya! Sekali lagi diri menekankan itu karena diri mengalaminya lagi dan lagi.

Setelah mendapatkan tempat penelitian, diri bisa langsung mengerjakan disertasi diri. Dengan mengikuti apa yang telah diri susun di proposal menggunakan sekitar 10 metode, diri memulai semua penelitian. Kegiatan disertasi dimulai di semester kedua dengan ke lapangan untuk melakukan mapping dan mengambil sampel, selanjutkan kegiatan laboratorium yang semuanya harus dikerjakan oleh diri sendiri dari mulai preparasi hingga jadi sebuah data; dan berangkat konferensi, field trip dan kursus. Disiplin waktu menjadikan kegiatan diri memang tampaknya sangat sibuk karena banyaknya kelas dan kegiatan riset yang berpacu dengan waktu. Diri memulai pekerjaan di kampus dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 09.00 malam setiap harinya dengan istirahat makan siang dan malam yang dilakukan juga sembari mengerjakan preparasi, kecuali hari Minggu di semua musim. Adaptasi terhadap musim dingin sempat membuat diri hampir mengalami kerusakan syaraf di tangan karena "kecerobohan" diri untuk mengerjakan preparasi yang menggunakan air dingin terus menerus selama 2 hari berturut-turut selama 18 jam sehari. Namun, semuanya dibayarkan Tuhan selalu luar biasa. Telapak tangan diri disembuhkan Tuhan dalam beberapa hari dan diri dapat kembali melanjutkan perjuangan. Sungguh semuanya dibukakan jalan untuk setiap preparasi dan penggunaan alat yang dibutuhkan. Terima kasih juga untuk associate professor Ryohei Takahashi yang selalu membantu untuk mengarahkan dan menjawab pertanyaan diri untuk tiap metode yang dikerjakan. Maklum diri sedikit cerewet dan "pelupa" untuk beberapa hal. hhihihiii....

Setelah kembali dari lapangan, bersama sahabat terkasih.
Tuhan begitu luar biasa. Ia meletakkan diri di sekolah dan di bawah program yang juga luar biasa. Hampir 90% kelas diri selesaikan di tahun pertama di kampus. Memasuki pertengahan semester kedua, diri mulai fokus dengan riset diri setelah diri dapat beradaptasi dengan materi kelas yang beragam. Di tengah perjuangan diri untuk menyelesaikan riset dan kelas yang ada, diri masih diberikan kesempatan untuk mengikuti konferensi dan trip; membangun student chapter dan tentunya yang terpenting adalah menikah! Semua adalah anugerahNya saat diri melakukan bagian diri yaitu bekerja keras untuk pekerjaan yang telah dipercayakan oleh Tuhan. Seutuhnya adalah "berserah" saja pada Dia yang memiliki semuanya.

Seperti yang diri katakan, sekolah di Akita University banyak mendorong pengembangan mental dan psikologi diri menjadi lebih dewasa lewat berbagai cara. Diri terutama diajari untuk mengembangkan sisi komunikasi dan networking dengan multikultural environment (bukan hanya budaya, tetapi juga latar belakang pekerjaan, pendidikan dan lainnya). Diri diizinkan untuk mengikuti banyak konferensi dan trip di berbagai negara untuk meningkatkan kualitas belajar di bidang riset diri dan juga bagian dari pengembangan diri secara sosial dan komunikasi akademis-industri-pemerintah. Selama menjadi mahasiswa di Akita University, diri diberikan Tuhan kesempatan untuk menjelajah ke negara - negara berikut:
  1. Mongolia untuk Summer Camp di tahun 2013
  2. Amerika Serikat untuk konferensi dan field trip di tahun 2013
  3. Selandia Baru untuk konferensi, field trip dan kursus di tahun 2013
  4. Jerman untuk Summer Camp di tahun 2014
  5. Afrika Selatan untuk konferensi dan field trip di tahun 2014
  6. Filipina untuk konferensi dan field trip di tahun 2015
  7. China untuk kursus di tahun 2015
  8. tentunya Jepang, dari Hokkaido sampai Kyushu untuk konferensi, forum, kursus dan field trip. 
 
Hai Samudra Pasifik!
Pengalaman pertama di heli dengan para ahli.

Selamat datang di White Island!
Trip di White Island, Selandia Baru
Di tengah mengerjakan riset pun, Tuhan memberikan banyak kesempatan luar biasa. Diri diberi kesempatan untuk mendapatkan bantuan riset dari Jepang melalui Youth Challenge Fund sebanyak 2x, yaitu tahun FY2013 dan FY2014. Sungguh Tuhan begitu luar biasa. Meskipun diri harus banyak mendapatkan pelajaran dari Tuhan tentang berbagai hal, tapi Tuhan tidak pernah menutup mata. Berdoa, berserah dan berusahalah yang terbaik. Godaan banyak sekali ini jika mau dituruti ditambah dengan suara sumbang di sana - sini bisa menjadi pilihan. Akan tetapi, diri selalu diingatkan Tuhan melalui lelakiku bahwa tujuan awal kesini adalah sekolah dan memuliakan nama Tuhan. Usaha dan pekerjaan kitalah yang akan dinilai pada akhirnya bukan karena "kemanisan" kita yang akan menyelamatkan studi kita. Itu sangat diri pelajari juga selama di Akita. Diri sangat bersyukur karena Tuhan Yesus tidak luputkan mata, wajahNya dari diri.

Pulau lainnya di lepas pantai North Island.
Perjalanan dari base Frontier ke White Island di atas Samudra Pasifik.
Saat ini, diri sudah menyelesaikan 2x sidang dari 3x sidang yang dijadwalkan. Dua sidang pertama memberikan hasil yang luar biasa untuk diri. Diri juga masih menunggu kepastian publikasi jurnal yang masih dalam proses akhir untuk semuanya. Jika Tuhan Yesus mengkhendaki, diri akan lulus pada awal Februari 2016 di usia 24 tahun 3 bulan. Puji Tuhan! Semua apa yang diri alami hingga saat ini, sekecil apapun itu adalah mukjizat Tuhan untuk hidup diri dan untuk kemuliaan namaNya saja, ditambah dengan dukungan luar biasa dari lelakiku (I am so proud of you!).

I can tell you much about my study life in Akita. Afterwards, I am going to tell more about His design in my life. When I wrote all posts here, I just could smile and say "thank you, Jesus!"

Friday, October 10, 2014

Wajah anak - anak Afrika Selatan

Kesempatan ke Afrika Selatan bukanlah sesuatu yang bisa diri lupakan. Tuhan begitu luar biasa untuk membawa diri datang ke benua hitam, Afrika. Yeah!

Salah satu bagian yang luar biasa adalah bertemu dengan anak - anak di sana. Bagaimana tidak, anak - anak itu bisa mewakili wajah dari negaranya. Kesempatan untuk bertemu dengan anak - anak di sana juga lebih luas lagi dibuka dengan diri dapat pergi keliling dengan field trip yang bertema Northern Bushveld. Diri tidak akan membahas bagaimana field tripnya, tetapi lebih kepada bagaimana pengalaman diri bertemu dengan anak - anak selama berpindah tempat di saat field trip. 

Anak - anak di Afrika punya permasalahan yang sama halnya dengan Indonesia. Menurut diri, anak - anak kita jauh lebih beruntung secara umum. Diri masih ingat pertama kali tiba di Johannesburg dan diri langsung menuju Sandton. Diri sempat berpikir bahwa Afrika tidak seperti apa yang selalu diberitakan di televisi. Sandton memiliki wajah yang sangat mewah dan luar biasa elite! Menurut salah satu teman di sini, hampir 80% uang di Afrika, benua Afrika berputar di Sandton. Anak - anak yang berkeliaran di sini pun memang tampak jauh lebih terawat dan memiliki banyak kemewahan. Saat diri mengunjungi Mall Sandton City, anak - anak memiliki kesempatan yang luar biasa, dengan kemewahan yang dapat mereka terima dari keluarganya.

Nelson Mandela square, pemandangan yang berbeda dengan rural area sekitar Johannesburg.
Namun, hanya 10 km dari Sandton ini, diri langsung melihat hal yang teramat jauh berbeda dengan apa yang diri temui sebelumnya. Anak - anak di sekitar pinggiran Johannesburg, lebih memiliki kehidupan yang biasa atau lebih sederhana. Kebanyakan dari mereka pergi bersama dengan orangtuanya yang juga berpenampilan sederhana. 
Semua berkumpul dan bahagia. Lihat posenya.
Perbedaan 180 derajat selanjutnya, diri temui saat berada di area kota sekitar Johannesburg, terlebih anak - anak yang hidup di sekitar area tambang. Sebelum area tambang dibuka, kehidupan di sini jauh lebih buruk karena fasilitasnya yang lebih minim. Kehadiran pertambangan Chromite dan PGE, membuka kesempatan bagi para orang tua anak - anak di sini untuk bekerja lebih layak dan setidaknya anak - anak bisa merasakan fasilitas sekolah, air bersih dan lainnya untuk kehidupan yang lebih baik. Meskipun demikian, anak - anak di sini tetap berada pada kondisi yang memprihatinkan dibandingkan dengan mereka yang di pinggiran Johannesburg, apalagi Sandton. 
Rasa penasaran melihat foto mereka sendiri
Namun, ada satu hal yang diri sangat ingat dari anak - anak di sini saat bertemu mereka langsung. Kesempatan ini diri dapatkan ketika diri dan rombongan mengunjungi outcrop seam Chromite UG 1 dan UG 2. Dengan bahasa Inggris yang terbata - bata, mereka mengucapkan mimpi mereka kepada diri dan rombongan lainnya meskipun baru pertama kali bertemu. Sungguh ada keinginan besar dari mereka untuk menjadi orang lebih baik, dan itulah anak - anak. Kesempatan tidak pernah sama menghampiri mereka, tetapi mereka tetap ceria dan memelihara mimpi itu. Anak - anak perempuan di sana memiliki tanggung jawab lebih untuk menjaga adik bahkan sepupunya yang masih kecil. Mereka menggendong si adik selama mereka mendekati rombongan kami. Tidak ada rasa malu yang ada di antara mereka saat menghampiri, justru rasa penasaran terhadap kami dan apa yang sedang kami lakukan di tempat terpencil seperti itu yang jauh lebih besar. Mereka berusaha mendekat dan mengikuti rombongan. Bahkan sesekali mereka mengucapkan mimpi dan menceritakan diri mereka siapa dan apa yang mereka ingin lakukan di masa mendatang. 
Mereka ingin seperti model.
Satu hal yang membuat mereka semakin ceria adalah saat melihat kamera. Berbagai fose langsung saja keluar natural sekali. Sepertinya mimpi menjadi model atau berada di majalah sangat menghinggapi mereka. Bahkan saat ditunjukkan foto yang baru saja diambil, ada rasa bahagia, lucu, aneh, tidak percaya yang mereka tunjukkan. Sejauh itukah mereka dengan teknologi? Mungkin!
Anak - anak remaja sebagian sudah memiliki telpon genggam meskipun bukan yang super canggih seperti yang dibawa oleh kebanyakan rombongan dalam perjalanan diri. Mereka berusaha mengambil foto untuk ditunjukkan pada teman - temannya bahwa mereka bertemu orang asing dan ada kebanggaan untuk itu. 

Pesan terakhir saat kami akan meninggalkan bus yang sangat menyentuh. Mereka hanya ingin diingat dan sebisa mungkin kami kembali. Mereka juga meminta satu hal pada kami, yaitu makanan atau buku tulis. Diri terhenyu, dengan memelas mereka hanya meminta permen atau makanan kecil lainnya agar mereka dapat menikmatinya. Itu yang terjadi dan akhirnya diri hanya bisa terdiam karenanya. Selain itu, meminta buku tulis itu rasanya tidak wajar, tetapi hikmahnya adalah mereka sangat menikmati sekolah. Salah satu anak bercerita pada diri bahwa dia sudah menjadi juara kelas sejak kelas 3, dan sekarang ia berada di kelas 6. Dia pun dijanjikan akan disekolahkan di kota terdekat yang memiliki fasilitas memadai untuk SMP. Itu sangat dia ingat dan bangga! Anak ini berkata bahwa saya akan disekolahkan di SMP yang bagus di kota terdekat. 
Perempuan itu selalu menawan bukan meskipun masih anak - anak.
Diri sangat belajar bagaimana anak - anak ini dalam keterbatasannya pun masih bermimpi dan yakin akan mendapatkan mimpinya. Sederhana sekali tetapi seringkali orang dewasa sulit melakukannya. 

Thursday, October 09, 2014

Aplikasi Visa Afrika Selatan

Tuhan selalu baik dan luar biasa. Akhirnya diri memiliki kesempatan untuk menjejakan kaki ke benua Afrika. Kesempatan berawal dari IMA 2014 yang diadakan di Sandton, Gauteng, Afrika Selatan. Konferensi ini diadakan sebagai kegiatan 4 tahunan dari International Mineralogical Association. Luar biasa kesempatan yang datang, akhirnya diri dapat mengikuti kegiatan konferensi dan tambahan untuk field trip! Yes!

Sebagai persiapan, diri langsung mengajukan aplikasi visa untuk Afrika Selatan. Sebagai WNI, aplikasi visa harus dilakukan untuk masuk ke Afrika Selatan. Diri memulai dengan mencari aplikasi tersebut melalui kedutaan besar Afrika Selatan di Tokyo. Berdasarkan informasi yang diri dapatkan di website SOUTH AFRICAN EMBASSY, diri harus menyiapkan beberapa persyaratan yang harus dikirimkan untuk aplikasi. Persyaratan utama yang harus dimiliki saat pengajuan aplikasi adalah tiket pp dan bukti keuangan yang cukup untuk kehidupan selama di Afrika Selatan. Formulir aplikasi visa kunjungan (form BI-84) dapat diminta kepada kedubes melalui email, sama halnya dengan informasi biaya visa. Oleh karena diri melakukan pengajuan aplikasi di Tokyo, maka diri meminta langsung ke kedutaan di Tokyo. Persyaratan aplikasi visa ini hampir seluruhnya sama di negara lainnya, termasuk Indonesia. Persyaratan aplikasi yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Aplikasi lengkap form BI-84
  2. 1 foto berukuran paspor
  3. Paspor yang masih valid hingga minimal 30 hari setelah kunjungan
  4. Statement dan dokumentasi (akomodasi, tur itenari per hari) untuk tujuan dan durasi kunjungan
  5. Bukti keuangan yang cukup (pernyataan bank, ketersediaan uang tunai atau cek)
  6. Bukti reservasi tiket pp
  7. Biaya visa
  8. Bukti vaksin yellow fever **
  9. Surat undangan (letter of invitation) dari host di Afrika Selatan, termasuk alamat, nomor telpon, foto kopi ID atau paspor **
**jika dibutuhkan. Oleh karena diri akan menghadiri konferensi, maka diri mendapat surat undangan dari pihak panitia dan menunjukkan semua bukti kegiatan yang akan dilakukan selama di Afrika selatan. 

Seluruh persyaratan dikirimkan dalam amplop letter pack 500, jangan lupa untuk mengirimkan juga dalam amplop balasan yang sudah ditulisi alamat kita. Amplop ini akan digunakan oleh pihak kedutaan besar kepada kita untuk mengirimkan paspor kembali. Pengajuan visa Afrika Selatan di Jepang dapat dilakukan dengan mengirimkan dengan pos atau mengantarnya langsung ke kedutaan besar. Biaya visa dapat dibayarkan melalui wesel jika di Jepang atau amplop khusus pengiriman uang. Total biaya untuk pembuatan visa di Afrika Selatan berkisar 4400 yen atau sekitar Rp 450.000, Nah, diri kurang tahu tentang hal ini untuk di Indonesia. Sekali lagi, ini dapat ditanyakan langsung kepada pihak kedutaan kembali. 
Visa Afrika Selatan yang siap.
Setelah seluruhnya selesai, aplikasi yang dikirimkan, pihak kedutaan besar akan mengkonfirmasi kepada diri melalui telepon dan tunggu waktu aplikasinya. Pada umumnya aplikasi visa ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu. Lakukan pengajuan aplikasi visa 1-2 bulan sebelumnya supaya tidak terburu - buru. Visa akhirnya tiba di rumah dengan selamat dan semangat!

Johannesburg: Gautrain

Perhelatan sepak bola FIFA 2010 di Afrika Selatan lalu ternyata memberikan dampak yang besar untuk negara Afrika Selatan. Setidaknya menurut diri demikian. Diri melihat bagaimana kota Johannesburg dan sekitarnya seperti Pretoria dan Sandton yang sangat dibenahi. Salah satu efek terbesarnya adalah pembangunan kereta subway Gautrain. Kereta Gautrain dibangun untuk membantu transportasi sepanjang perhelatan FIFA. 

Informasi rute Gautrain
Gautrain menjadi transportasi yang sangat membantu untuk menghubungkan beberapa tempat yang umum dikunjungi oleh wisatawan selama di Johannesburg, seperti Pretoria. Di Afrika Selatan, transportasi umum sangat terbatas. Para penduduknya cenderung memiliki kendaraan pribadi sendiri meskipun tinggal di daerah pinggiran Johannesburg sekalipun. Berbagai pilihan merk mobil, baik bekas maupun baru sangat mudah ditemukan. Keberadaan Gautrain menjadi salah satu penolong bagi para wisatawan. Selain gautrain, pilihan kendaraan umum lainnya adalah taxi dan bus kota. Bus kota mungkin tidak menjadi pilihan karena alasan keamanan bagi yang belum terbiasa dengan daerah Afrika Selatan. 

Gautrain sendiri adalah kereta cepat yang memiliki beberapa gerbong atau disebut juga "car" seperti halnya Shinkansen. Gautrain melayani 3 rute umum, termasuk bandara ke Sandton. Diri menggunakan moda transportasi ini saat berkunjung ke Afrika Selatan bulan lalu. Informasi lengkap dapat diri temukan pada website http://www.gautrain.co.za/. Beberapa stasiun yang dilayani oleh gautrain: hatfield, pretoria, marlboro, rosebank, johannesburg park and centurion. Jika dimulai pemberangkatan dari OR Tambo, kita dapat langsung menuju ke stasiunnya yang terletak di lantai 2. Petunjuk perjalanan menuju stasiunnya pun sangat mudah ditemukan. Setelah keluar dari pintu kedatangan, ikuti petunjuk jalan ke stasiun OR Tambo Gautrain. Setelah itu, lanjutkan pembelian GOLD CARD yang dibutuhkan di mesin otomatis yang tersedia. Jika kita membutuhkan bantuan, para petugas yang ramah siap membantu. Pastikan stasiun tujuan sebelum kita membeli dan mengisi kartunya. Pembelian tiket ini dapat dilakukan dengan cash atau pun credit card. Sangat nyaman dan mudah! GOLD Card yang sudah dibeli memiliki deposit uang untuk membayar tiket perjalanan kita dengan Gautrain. Jika deposit pada kartu Gautrain kurang dari ongkos perjalanan kita, maka ada loket untuk melakukan pengisian kembali deposit yang dilayani secara manual. 
Nyamannya di dalam Gautrain
Setelah selesai pembelian GOLD CARD, kita bisa langsung masuk ke peron seperti halnya subway. Kartu tadi dijadikan alat untuk bisa melalui pintu elektronik dan sekaligus sebagai pencatat dimana pertama kali kita naik kereta untuk mengkalkulasi ongkos di stasiun terakhir. Di dalam Gautrain sangat nyaman. Terdapat tempat untuk meletakkan tas atau koper meskipun ukuran setiap gerbong atau "car"nya tidak begitu besar. Di dalam gautrain tidak diperkenankan makan dan minum ditambah dengan beberapa aturan lainnya. Pada umumnya, jarak antar stasiun tidak terlalu jauh dan pengingat yang dilakukan oleh pihak kereta pun sangat jelas. Secara otomatis, akan diingatkan informasi stasiun yang dituju dan informasi perpindahan kereta jika rute yang dituju berbeda. Setelah tiba di stasiun dituju, gunakan kartu yang sama untuk keluar dari peron dan sekaligus membayar ongkos perjalanan. 
Saatnya menunggu di peron.
Kartu GOLD CARD ini dapat digunakan selama 1 tahun dan juga bisa digunakan pada bus - bus tertentu yang menjadi feeder untuk Gautrain. Pembelian Gautrain juga dapat dilakukan secara online melalui website JOIN GAUTRAIN. Jadwal Gautrain sendiri dibagi menjadi hari biasa (weekdays), akhir pekan (weekend) untuk hari minggu dan libur nasional-hari sabtu. Informasi tentang jadwal sangat mudah ditemukan di website ataupun lokasi stasiun yang ada. Akan tetapi, selalu waspada saat berada dimanapun. 
Gautrain di Sandton