Tuesday, October 21, 2014

Memilah sampah di Akita, Jepang

Sampah itu sudah menjadi masalah pokok di semua tempat. Jumlah sampah domestic seluruh dunia mencapai 1 milyar ton per tahunnya berdasarkan data tahun 2005. Melalui kuliah AGRS III kemarin, diri belajar satu istilah baru tentang sampah, bagaimana kalau kita sebut sebagai secondary resources atau sumber daya sekunder. Selama ini pandangan kita terhadap sampah hanya terbatas pada sesuatu yang tidak akan bisa digunakan kembali. Pandangan demikian menjadi sumber permasalahan baru terkait sampah, misalnya masalah ruang penampungannya. Berdasarkan pola pikir inilah, diri melihat Jepang berusaha untuk mengatasinya melalui usaha terkecilnya dalam memilah sampah. Di Jepang secara umum, sampah harus dipilah langsung sebelum dibuang oleh pemilknya. Hal ini sudah dimulai dari rumah bahkan di tempat – tempat umum. Tiap prefecture atau provinsi memiliki kebijakan terkait dengan pemilahan sampah ini, misalnya model kantong yang digunakan dan aturan pembuangannya. 

Di Akita misalnya, kebijakan pemilahan sampah juga sudah diterapkan. Awal tahun ini, bahkan kebijakan terkait kantong khusus untuk sampah organik juga diterbitkan kembali. Secara umum, pemilahan sampah di Akita dapat dibagi menjadi sampah domestik organic atau combustible; sampah botol PET dan botol gelas dan sampah kertas, seperti koran; termasuk sampah elektronik. Seluruh jenis sampah ini biasanya langsung dilakukan pemilahannya di rumah oleh rumah tangga di Akita. Setiap sampah memiliki cara pembuangan masing – masing. Sampah domestik umumnya merupakan sampah sisa makanan, plastik pembungkus dan lainnya yang dapat terbakar. Seluruh sampah ini dimasukkan ke dalam kantong kuning khusus yang dikeluarkan oleh dinas kebersihan Akita. Kantong khusus ini dijual di seluruh supermarket, toko maupun pasar dengan berbagai ukuran. Beda halnya dengan sampah botol plastik dan botol gelas yang dipisahkan dari sampah domestik lainnya. Sampah botol plastik apapun bentuk dan ukurannya dijadikan satu dalam kantong khusus berwarna putih yang juga dikeluarkan oleh dinas terkait. Namun, di beberapa tempat, sampah ini dapat dimasukkan saja ke dalam kantong besar selama isinya semua seragam botol plastik. Sampah botol kaca memiliki tempat pembuangan sendiri, biasanya dimasukkan ke dalam rak khusus botol yang disiapkan di tempat pembuangan atau pun yang dimiliki saat membeli minuman dalam botol gelas dengan jumlah yang besar. Sampah kertas hanya perlu disusun rapih dan diikat sebelum dibuang.
Sampah tersusun rapih di plastik dan diletakkan dengan baik.
Pembuangan sampah – sampah ini pun memiliki jadwal dan tempat masing – masing. Berbeda dengan Indonesia, di Akita khususnya, tidak diizinkan membuang sampah yang sudah penuh langsung ke tempat pembuangannya di luar hari pengumpulan sampah oleh petugas. Biasanya setiap daerah memiliki jadwal pengumpulan sampah masing – masing oleh petugas. Jadwal ini umumnya 2 kali seminggu untuk sampah domestik dan 1 minggu sekali untuk sampah kertas, plastik PET dan botol kaca pada rentang waktu tertentu. Sebagai contoh jadwal pembuangan sampah kertas di area tempat tinggal diri pada rabu pukul 10.00 setiap minggunya. Pembuangan harus dilakukan sesuai dengan jenis jadwal hari untuk setiap sampah yang akan dibuang. Masyarakat umumnya sudah bersiap membuang sampahnya pada pagi hari sebelum jam pengumpulan atau maksimum pada malam sebelumnya saat tempat pengumpulan sampah sudah dipersiapkan atau dibuka. Masyarakat melakukannya dengan teratur dan sejauh ini selalu menaati ketentuan yang ada sehingga mendukung juga keindahan dan kerapihan kota secara langsung. 
Pengumpulan sampah yang dilakukan di tiap jadwalnya saja. Ini persis di depan rumah orang.
Bagaimana dengan tempat pengumpulan sampah di area tinggal masyarakat? Tempat pengumpulan sampah di Jepang pun sangat rapih dalam penataannya. Ada beberapa tempat yang menggunakan semacam lemari yang dipasang di area apartemen khusus untuk sampah, namun juga ada yang diletakkan di pinggir jalan dimana sangat persis di halaman depan rumah orang dengan penanda papan informasi dan jarring pelapis untuk sampah. Masyarakat juga hanya dapat membuang sampah sesuai tempat pengumpulan yang sudah disesuaikan untuk tiap rumah. Biasanya setiap kompleks apartemen akan memiliki satu lemari tersendiri yang dibangun pemilik untuk menampung sampah penghuninya setiap minggu. Pada masyarakat yang tinggal di area perumahan, juga memiliki titik tertentu untuk menampung sampah mereka. Setiap seseorang pindah ke apartemen atau rumah baru, pemilik ataupun agen akan memberitahu dimana sampah dapat dikumpulkan dan jadwalnya. Pembuangan tidak dapat dilakukan sembarangan, setiap tempat tinggal memiliki titik pengumpulannya masing – masing yang tidak boleh dilanggar. Aturan ini sangat krusial, seperti halnya masalah gas, listrik dan lainnya. Sejauh ini diri tidak pernah menemukan orang – orang membuang sampahnya bukan di titik pengumpulan yang telah ditentukan. 
Tempat pengumpulan sampah di salah satu apato
Khusus sampah elektronik, terkadang dapat dilakukan dengan menelpon agen khususnya karena ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung biaya recycling dari bahan tersebut. Pada beberapa kasus kita dapat menemukan pembuangan yang diletakkan langsung di pinggir jalan atau depan rumah dengan catatan informasi bahwa barang ini dibuang dan akan diambil pihak bertugas. Pembuangan ini biasanya dilakukan untuk seluruh jenis sampah dan utilitas lainnya seperti sepeda. Masyarakat yang membutuhkan bisa meminta kepada pemilik jika mengingininya. 
Jadwal pembuangan sampah botol yang terletak di depan rumah warga.
Pemilahan sampah juga dilakukan pada stereoform dan pembungkus tetrapack yang sangat banyak di Jepang. Supermarket banyak menjual daging atau makanan yang masih menggunakan bahan stereoform ini, termasuk konsumsi yang tinggi terhadap minuman kemasan, membuat sampah tetrapack juga sangat banyak. Sampah – sampah jenis ini biasanya dikumpulkan langsung oleh masyarakat dan dibuang di tempat pengumpulan sampah di supermarket. Beberapa supermarket besar seperti Granmart dan Max Value memiliki penampungan untuk sampah – sampah ini. Pembuangan pun dilakukan dengan benar melalui persiapan yang tepat misalnya sampah tetrapack yang harus dicuci dan digunting sebelum dibuang atau stereoform yang harus dipisahkan dari plastik lainnya. Para warga Jepang biasanya melakukan ini sebelum semua sampah dibuang.

Sampah botol





Sampah buku dan kertas
Pemilahan semacam ini sangat mendukung pemerintah Jepang dalam menjaga kebersihan lingkungannya, meskipun pada beberapa titik tampak belum maksimal. Di sepanjang garis pantai Akita masih banyak sampah yang dapat ditemukan, terutama sampah botol, plastik dan botol kaca. Dengan memilah sampah seperti ini, pemerintah Jepang juga dapat memperoleh sumber daya sekunder yang dapat kembali menghasilkan uang. Konsep recycling yang sedemikian rupa juga sedang diusahakan oleh pemerintah Jepang dalam mengolah barang – barang teknologi tinggi seperti telpon genggam dan komputer yang menggunakan banyak mineral berharga seperti tembaga, emas, perak hingga REE (mineral jarang) yang harganya cukup signifikan di pasar dunia.

Monday, October 20, 2014

Mengapa Indonesia sih?

Bagaimana juga, Indonesia itu sangat bisa untuk dirindukan. Selalu ada banyak hal dan perasaan yang tertinggal jelas dalam memori. Diri merasakan demikian, terlebih saat tinggal berada di Jepang. Menonton film dengan setting Indonesia yang beragam baik film layar lebar maupun FTV menjadi hiburan tersendiri buat diri. 

Indonesia yang sekarang semakin terekspor lebih banyak lagi membuat diri sangat terbantu dalam mengatasi rindunya kekayaan alam negara ini. Luar biasa! Apa sih yang menjadikan Indonesia itu layak selalu dikangenin? Menurut diri, ini beberapa hal yang suka dikangenin.

Pertama, panorama alamnya mulai dari desa, pegunungan, laut sampai kebudayaannya. Luar biasa! Diri sangat bisa mengingatnya melalui petualangan diri sewaktu sebelum diri sakit. Terlebih sekarang diri bisa mengalaminya langsung dengan menonton banyak film – film lokal yang banyak mengekspos Indonesia itu sendiri. FTV misalnya, meski dihujat karena ceritanya yang tampak sangat mudah ditebak, tetapi setting yang diambil di beragam kota memberikan pengalaman tersendiri untuk diri nikmati dari Jepang. Sedikit freak, namun ini menyenangkan. Diri sangat suka setting FTV di Bromo atau tempat eksotis lain yang jarang terekpos sebagai tempat liburan. Beberapa film lokal seperti Arisan 2 yang menyajikan keindahan Lombok dan hikmatnya Waisak juga sangat menyenangkan buat diri. 
livingdaisy.blogspot.com captured for Arisan 2 in Waisak celebration scene.
Kedua, makanan! Siapapun pasti setuju bahwa makanan menjadi bagian yang terpisahkan dari rasa kangen terhadap Indonesia. Indomie biasanya menjadi jawaban standard saat kangen makanan Indonesia. Akan tetapi, rasa kangen indomie sudah lebih mudah terobati karena ekspor yang dilakukan. Di Akita pun, Indomie mudah ditemukan loh! Buat diri banyak makanan lain yang buat diri kangen sekali. Makanan tradisional seperti pepes singkong, putu ayu, kelepon, es kelapa muda dan jajanan tradisional lainnya yang menjadi makanan terfavorit penyebab kangen Indonesia. Dalam hal ini, film tidak bisa menjadi pengobat untuk diri. Mau tidak mau, menunggu pulang yang menjadi solusi. Jika beruntung, ibu – ibu yang memasak makanan tradisional bisa menjadi pelepas rindu juga, tetapi jumlahnya terbatas sekali. Hehehee..

Ketiga, ramenya Indonesia itu jadi penyebab kangen lainnya. Tinggal di sini memiliki atmosfer yang sangat jauh dibandingkan Indonesia, khususnya Bandung dan Jakarta. Terkadang keramaian di kota – kota besar Indonesia memberikan kangen tersendiri meskipun bukan untuk ditinggali dalam waktu yang lama. Ketidakteraturan itu seringkali memberikan feel yang berbeda dan terkadang memberikan kenikmatan tersendiri. Ramenya Indonesia itu teramat unik. Well, kekayaan manusia Indonesia yang membuat ramenya memberikan kangen sesekali.
Ini Jakarta!
Keempat, manusia Indonesia. Kekayaan karakter di Indonesia sungguh memberikan rasa kangen yang luar biasa. Bagi yang mungkin setiap hari di Indonesia atau di tempat yang sama, merasakan itu biasa saja. Akan tetapi, coba saja saat kita terpisah jarak dengan semuanya. Manusia – manusia dengan karakter yang indah dan unik memberikan kebahagiaan tersendiri dan kangennya luar biasa. Di sini diri lebih banyak berinteraksi dengan warga asing. Jumlah orang Indonesia yang sangat bisa dihitung jari pada 1 tangan saja, membuat diri sangat banyak menghabiskan waktu dengan warga negara asing lainnya selama beberapa tahun belakangan ini. Sungguh berbeda rasanya kekayaan karakternya. Bukan berarti tidak bisa beradaptasi dengan budaya lain dari negara lain, tetapi ada keunikan “khas” Indonesia yang tak bisa digantikan. 
Salah satu wajah Indonesia.
Kelima, memori menjadi bagian tak terpisahkan. Meskipun diri tidak akan tinggal lama, tetapi dibesarkan di Indonesia pasti akan selalu membawa banyak memori berbagai macam kemana pun. Itu selalu membuat rindu Indonesia. Tidak selamanya nasionalis itu diukur dengan selalu berada di Indonesia, tetapi bagaimana juga itu semua terkait dengan hati kita. Then this is what nationalism is. I think!
Salah satu yang terbaik ada.
Indonesia itu indah bukan terbatas pada kekayaan alamnya saja, tetapi seluruh yang ada padanya. Ibarat cinta kata muda, menerima seluruhnya dan apa adanya, bukan? Ini hanya padangan subjektif terbatas pada pengalaman anak muda yang masih memiliki emosi bergejolak, meluap tentang banyak hal. That’s what love is. 

Time pass fast

We are together in meanwhile then separating for a long time.
Loving and caring each other, with our ways in all pure humanity
It comes and goes
When we leave and bring this fraternity to our new life,
Remember that we are always together

We never think too small because having each other
No one will understand our ways in free spirit
How our time pass, is it too fast?
It is funny but lovely
We are always bonded in our time, you and me,
It is us.

Time pass fast,
Bringing us to new life, future of each
Drawing smiles in our lips, we live once
For love and time
We grow fast, indeed.
All miss in all of you.

These all are only small pieces that we bonded together
Our lovely time
Short but so precious, unforgettable.

Tribute to GM XVIII

Tuesday, October 14, 2014

Toko Barang Bekas di Jepang

Salah satu tempat belanja paling murah dan membantu para mahasiswa seperti diri ini adalah Second Street. Toko ini adalah toko barang bekas yang menjual berbagai macam barang mulai dari pakaian, sepeda, keperluan rumah tangga dan lainnya yang dapat menunjang kehidupan di Jepang. Ide toko seperti ini adalah konsep reuse. Konsep ini digunakan untuk mengurangi jumlah sampah dan lainnya adalah menggunakan kembali seluruh perlengkapan yang masih layak pakai dan bernilai ekonomis. 

Toko semacam ini dapat mudah ditemukan di Jepang. Biasanya juga menjadi tempat asik untuk belanja. Barang - barang yang dijual masih berkualitas dan beberapa bahkan bermerk, seperti LV, Prada dan sebagainya. Biasanya pemilik barang membawa barang ke toko dan menjual kepada pihak toko barang bekas. Biasanya harga akan dinegosiasikan sesuai ketentuan yang ada di toko. Sebagai penjual, kita berharga menentukan apakah akan menerima harga tersebut atau tidak. Sifat orang Jepang yang cukup telaten dalam menjaga barang, membuat belanja di toko ini menjadi sangat menarik. Seperti contoh adalah pakaian bekas yang akan dijual. Biasanya para penjual sudah mencucinya terlebih dahulu sebelum dibawa untuk dijual kepada toko terkait. Selain mereka yang menjual barang langsung ke toko barang bekas, sebagian toko pakaian juga menjual barang sisa musim tertentu ke toko - toko seperti ini. Hal ini sangat menarik untuk belanja karena beberapa barang yang ditemukan masih baru dan berlabel produksinya.

Pelayanan yang baik dari toko Second Street.
Toko - toko seperti ini dapat ditemukan di kota - kota di Jepang, misalnya Akita, Tokyo dan lainnya. Toko yang biasanya diri datangi adalah untuk Hard OFF dan Second Street. Akan tetapi masih banyak toko lain sejenis yang dapat ditemukan juga, terutama toko - toko yang menjual barang - barang berkelas. Rolex bekas juga dapat ditemukan di toko bekas semacam ini. Konsep reuse seperti ini juga membudayakan untuk menggunakan barang asli yang juga menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap kreativitas orang lainnya. Dengan keberadaan toko ini, mahasiswa - mahasiswa dapat terbantu dalam biaya hidupnya selama dapat berburu di waktu yang tepat dan mendapatkan barang berkualiatas yang baik. Ketelitian akan memberikan bantuan untuk mendapatkan barang yang tepat dan murah. Toko barang bekas seperti ini biasanya buka dari pukul 09.00 sampai 20.00 setiap harinya. Saran saat berbelanja adalah perhatikan budget dan ketika menemukan barang yang tepat, langsung dibeli. Barang bekas yang dijual tidak akan selalu ada dan stoknya pun terbatas. Selamat berbelanja dan berburu di Jepang. 
Boneka Winnie The Pooh yang diri peroleh kemarin.
Kemarin diri baru saja mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Diri mendapatkan boneka pooh ukuran 90 cm dengan kondisi yang sangat baik dan harganya 200 yen! Padahal di beberapa toko barang bekas lainnya, harga boneka seperti ini dengan model yang lain tapi ukuran yang sama berkisar 1600 - 4200 yen per boneka. Welcome pohpoh!

Friday, October 10, 2014

Wajah anak - anak Afrika Selatan

Kesempatan ke Afrika Selatan bukanlah sesuatu yang bisa diri lupakan. Tuhan begitu luar biasa untuk membawa diri datang ke benua hitam, Afrika. Yeah!

Salah satu bagian yang luar biasa adalah bertemu dengan anak - anak di sana. Bagaimana tidak, anak - anak itu bisa mewakili wajah dari negaranya. Kesempatan untuk bertemu dengan anak - anak di sana juga lebih luas lagi dibuka dengan diri dapat pergi keliling dengan field trip yang bertema Northern Bushveld. Diri tidak akan membahas bagaimana field tripnya, tetapi lebih kepada bagaimana pengalaman diri bertemu dengan anak - anak selama berpindah tempat di saat field trip. 

Anak - anak di Afrika punya permasalahan yang sama halnya dengan Indonesia. Menurut diri, anak - anak kita jauh lebih beruntung secara umum. Diri masih ingat pertama kali tiba di Johannesburg dan diri langsung menuju Sandton. Diri sempat berpikir bahwa Afrika tidak seperti apa yang selalu diberitakan di televisi. Sandton memiliki wajah yang sangat mewah dan luar biasa elite! Menurut salah satu teman di sini, hampir 80% uang di Afrika, benua Afrika berputar di Sandton. Anak - anak yang berkeliaran di sini pun memang tampak jauh lebih terawat dan memiliki banyak kemewahan. Saat diri mengunjungi Mall Sandton City, anak - anak memiliki kesempatan yang luar biasa, dengan kemewahan yang dapat mereka terima dari keluarganya.

Nelson Mandela square, pemandangan yang berbeda dengan rural area sekitar Johannesburg.
Namun, hanya 10 km dari Sandton ini, diri langsung melihat hal yang teramat jauh berbeda dengan apa yang diri temui sebelumnya. Anak - anak di sekitar pinggiran Johannesburg, lebih memiliki kehidupan yang biasa atau lebih sederhana. Kebanyakan dari mereka pergi bersama dengan orangtuanya yang juga berpenampilan sederhana. 
Semua berkumpul dan bahagia. Lihat posenya.
Perbedaan 180 derajat selanjutnya, diri temui saat berada di area kota sekitar Johannesburg, terlebih anak - anak yang hidup di sekitar area tambang. Sebelum area tambang dibuka, kehidupan di sini jauh lebih buruk karena fasilitasnya yang lebih minim. Kehadiran pertambangan Chromite dan PGE, membuka kesempatan bagi para orang tua anak - anak di sini untuk bekerja lebih layak dan setidaknya anak - anak bisa merasakan fasilitas sekolah, air bersih dan lainnya untuk kehidupan yang lebih baik. Meskipun demikian, anak - anak di sini tetap berada pada kondisi yang memprihatinkan dibandingkan dengan mereka yang di pinggiran Johannesburg, apalagi Sandton. 
Rasa penasaran melihat foto mereka sendiri
Namun, ada satu hal yang diri sangat ingat dari anak - anak di sini saat bertemu mereka langsung. Kesempatan ini diri dapatkan ketika diri dan rombongan mengunjungi outcrop seam Chromite UG 1 dan UG 2. Dengan bahasa Inggris yang terbata - bata, mereka mengucapkan mimpi mereka kepada diri dan rombongan lainnya meskipun baru pertama kali bertemu. Sungguh ada keinginan besar dari mereka untuk menjadi orang lebih baik, dan itulah anak - anak. Kesempatan tidak pernah sama menghampiri mereka, tetapi mereka tetap ceria dan memelihara mimpi itu. Anak - anak perempuan di sana memiliki tanggung jawab lebih untuk menjaga adik bahkan sepupunya yang masih kecil. Mereka menggendong si adik selama mereka mendekati rombongan kami. Tidak ada rasa malu yang ada di antara mereka saat menghampiri, justru rasa penasaran terhadap kami dan apa yang sedang kami lakukan di tempat terpencil seperti itu yang jauh lebih besar. Mereka berusaha mendekat dan mengikuti rombongan. Bahkan sesekali mereka mengucapkan mimpi dan menceritakan diri mereka siapa dan apa yang mereka ingin lakukan di masa mendatang. 
Mereka ingin seperti model.
Satu hal yang membuat mereka semakin ceria adalah saat melihat kamera. Berbagai fose langsung saja keluar natural sekali. Sepertinya mimpi menjadi model atau berada di majalah sangat menghinggapi mereka. Bahkan saat ditunjukkan foto yang baru saja diambil, ada rasa bahagia, lucu, aneh, tidak percaya yang mereka tunjukkan. Sejauh itukah mereka dengan teknologi? Mungkin!
Anak - anak remaja sebagian sudah memiliki telpon genggam meskipun bukan yang super canggih seperti yang dibawa oleh kebanyakan rombongan dalam perjalanan diri. Mereka berusaha mengambil foto untuk ditunjukkan pada teman - temannya bahwa mereka bertemu orang asing dan ada kebanggaan untuk itu. 

Pesan terakhir saat kami akan meninggalkan bus yang sangat menyentuh. Mereka hanya ingin diingat dan sebisa mungkin kami kembali. Mereka juga meminta satu hal pada kami, yaitu makanan atau buku tulis. Diri terhenyu, dengan memelas mereka hanya meminta permen atau makanan kecil lainnya agar mereka dapat menikmatinya. Itu yang terjadi dan akhirnya diri hanya bisa terdiam karenanya. Selain itu, meminta buku tulis itu rasanya tidak wajar, tetapi hikmahnya adalah mereka sangat menikmati sekolah. Salah satu anak bercerita pada diri bahwa dia sudah menjadi juara kelas sejak kelas 3, dan sekarang ia berada di kelas 6. Dia pun dijanjikan akan disekolahkan di kota terdekat yang memiliki fasilitas memadai untuk SMP. Itu sangat dia ingat dan bangga! Anak ini berkata bahwa saya akan disekolahkan di SMP yang bagus di kota terdekat. 
Perempuan itu selalu menawan bukan meskipun masih anak - anak.
Diri sangat belajar bagaimana anak - anak ini dalam keterbatasannya pun masih bermimpi dan yakin akan mendapatkan mimpinya. Sederhana sekali tetapi seringkali orang dewasa sulit melakukannya. 

Thursday, October 09, 2014

Aplikasi Visa Afrika Selatan

Tuhan selalu baik dan luar biasa. Akhirnya diri memiliki kesempatan untuk menjejakan kaki ke benua Afrika. Kesempatan berawal dari IMA 2014 yang diadakan di Sandton, Gauteng, Afrika Selatan. Konferensi ini diadakan sebagai kegiatan 4 tahunan dari International Mineralogical Association. Luar biasa kesempatan yang datang, akhirnya diri dapat mengikuti kegiatan konferensi dan tambahan untuk field trip! Yes!

Sebagai persiapan, diri langsung mengajukan aplikasi visa untuk Afrika Selatan. Sebagai WNI, aplikasi visa harus dilakukan untuk masuk ke Afrika Selatan. Diri memulai dengan mencari aplikasi tersebut melalui kedutaan besar Afrika Selatan di Tokyo. Berdasarkan informasi yang diri dapatkan di website SOUTH AFRICAN EMBASSY, diri harus menyiapkan beberapa persyaratan yang harus dikirimkan untuk aplikasi. Persyaratan utama yang harus dimiliki saat pengajuan aplikasi adalah tiket pp dan bukti keuangan yang cukup untuk kehidupan selama di Afrika Selatan. Formulir aplikasi visa kunjungan (form BI-84) dapat diminta kepada kedubes melalui email, sama halnya dengan informasi biaya visa. Oleh karena diri melakukan pengajuan aplikasi di Tokyo, maka diri meminta langsung ke kedutaan di Tokyo. Persyaratan aplikasi visa ini hampir seluruhnya sama di negara lainnya, termasuk Indonesia. Persyaratan aplikasi yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Aplikasi lengkap form BI-84
  2. 1 foto berukuran paspor
  3. Paspor yang masih valid hingga minimal 30 hari setelah kunjungan
  4. Statement dan dokumentasi (akomodasi, tur itenari per hari) untuk tujuan dan durasi kunjungan
  5. Bukti keuangan yang cukup (pernyataan bank, ketersediaan uang tunai atau cek)
  6. Bukti reservasi tiket pp
  7. Biaya visa
  8. Bukti vaksin yellow fever **
  9. Surat undangan (letter of invitation) dari host di Afrika Selatan, termasuk alamat, nomor telpon, foto kopi ID atau paspor **
**jika dibutuhkan. Oleh karena diri akan menghadiri konferensi, maka diri mendapat surat undangan dari pihak panitia dan menunjukkan semua bukti kegiatan yang akan dilakukan selama di Afrika selatan. 

Seluruh persyaratan dikirimkan dalam amplop letter pack 500, jangan lupa untuk mengirimkan juga dalam amplop balasan yang sudah ditulisi alamat kita. Amplop ini akan digunakan oleh pihak kedutaan besar kepada kita untuk mengirimkan paspor kembali. Pengajuan visa Afrika Selatan di Jepang dapat dilakukan dengan mengirimkan dengan pos atau mengantarnya langsung ke kedutaan besar. Biaya visa dapat dibayarkan melalui wesel jika di Jepang atau amplop khusus pengiriman uang. Total biaya untuk pembuatan visa di Afrika Selatan berkisar 4400 yen atau sekitar Rp 450.000, Nah, diri kurang tahu tentang hal ini untuk di Indonesia. Sekali lagi, ini dapat ditanyakan langsung kepada pihak kedutaan kembali. 
Visa Afrika Selatan yang siap.
Setelah seluruhnya selesai, aplikasi yang dikirimkan, pihak kedutaan besar akan mengkonfirmasi kepada diri melalui telepon dan tunggu waktu aplikasinya. Pada umumnya aplikasi visa ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu. Lakukan pengajuan aplikasi visa 1-2 bulan sebelumnya supaya tidak terburu - buru. Visa akhirnya tiba di rumah dengan selamat dan semangat!

Johannesburg: Gautrain

Perhelatan sepak bola FIFA 2010 di Afrika Selatan lalu ternyata memberikan dampak yang besar untuk negara Afrika Selatan. Setidaknya menurut diri demikian. Diri melihat bagaimana kota Johannesburg dan sekitarnya seperti Pretoria dan Sandton yang sangat dibenahi. Salah satu efek terbesarnya adalah pembangunan kereta subway Gautrain. Kereta Gautrain dibangun untuk membantu transportasi sepanjang perhelatan FIFA. 

Informasi rute Gautrain
Gautrain menjadi transportasi yang sangat membantu untuk menghubungkan beberapa tempat yang umum dikunjungi oleh wisatawan selama di Johannesburg, seperti Pretoria. Di Afrika Selatan, transportasi umum sangat terbatas. Para penduduknya cenderung memiliki kendaraan pribadi sendiri meskipun tinggal di daerah pinggiran Johannesburg sekalipun. Berbagai pilihan merk mobil, baik bekas maupun baru sangat mudah ditemukan. Keberadaan Gautrain menjadi salah satu penolong bagi para wisatawan. Selain gautrain, pilihan kendaraan umum lainnya adalah taxi dan bus kota. Bus kota mungkin tidak menjadi pilihan karena alasan keamanan bagi yang belum terbiasa dengan daerah Afrika Selatan. 

Gautrain sendiri adalah kereta cepat yang memiliki beberapa gerbong atau disebut juga "car" seperti halnya Shinkansen. Gautrain melayani 3 rute umum, termasuk bandara ke Sandton. Diri menggunakan moda transportasi ini saat berkunjung ke Afrika Selatan bulan lalu. Informasi lengkap dapat diri temukan pada website http://www.gautrain.co.za/. Beberapa stasiun yang dilayani oleh gautrain: hatfield, pretoria, marlboro, rosebank, johannesburg park and centurion. Jika dimulai pemberangkatan dari OR Tambo, kita dapat langsung menuju ke stasiunnya yang terletak di lantai 2. Petunjuk perjalanan menuju stasiunnya pun sangat mudah ditemukan. Setelah keluar dari pintu kedatangan, ikuti petunjuk jalan ke stasiun OR Tambo Gautrain. Setelah itu, lanjutkan pembelian GOLD CARD yang dibutuhkan di mesin otomatis yang tersedia. Jika kita membutuhkan bantuan, para petugas yang ramah siap membantu. Pastikan stasiun tujuan sebelum kita membeli dan mengisi kartunya. Pembelian tiket ini dapat dilakukan dengan cash atau pun credit card. Sangat nyaman dan mudah! GOLD Card yang sudah dibeli memiliki deposit uang untuk membayar tiket perjalanan kita dengan Gautrain. Jika deposit pada kartu Gautrain kurang dari ongkos perjalanan kita, maka ada loket untuk melakukan pengisian kembali deposit yang dilayani secara manual. 
Nyamannya di dalam Gautrain
Setelah selesai pembelian GOLD CARD, kita bisa langsung masuk ke peron seperti halnya subway. Kartu tadi dijadikan alat untuk bisa melalui pintu elektronik dan sekaligus sebagai pencatat dimana pertama kali kita naik kereta untuk mengkalkulasi ongkos di stasiun terakhir. Di dalam Gautrain sangat nyaman. Terdapat tempat untuk meletakkan tas atau koper meskipun ukuran setiap gerbong atau "car"nya tidak begitu besar. Di dalam gautrain tidak diperkenankan makan dan minum ditambah dengan beberapa aturan lainnya. Pada umumnya, jarak antar stasiun tidak terlalu jauh dan pengingat yang dilakukan oleh pihak kereta pun sangat jelas. Secara otomatis, akan diingatkan informasi stasiun yang dituju dan informasi perpindahan kereta jika rute yang dituju berbeda. Setelah tiba di stasiun dituju, gunakan kartu yang sama untuk keluar dari peron dan sekaligus membayar ongkos perjalanan. 
Saatnya menunggu di peron.
Kartu GOLD CARD ini dapat digunakan selama 1 tahun dan juga bisa digunakan pada bus - bus tertentu yang menjadi feeder untuk Gautrain. Pembelian Gautrain juga dapat dilakukan secara online melalui website JOIN GAUTRAIN. Jadwal Gautrain sendiri dibagi menjadi hari biasa (weekdays), akhir pekan (weekend) untuk hari minggu dan libur nasional-hari sabtu. Informasi tentang jadwal sangat mudah ditemukan di website ataupun lokasi stasiun yang ada. Akan tetapi, selalu waspada saat berada dimanapun. 
Gautrain di Sandton

Jika kecelakaan di negara orang, harus apa?

Cerita - cerita ini diri rangkum berdasarkan pengalaman diri dan observasi langsung yang dilakukan pada saat kejadian. Apa yang terjadi ketika kecelakaan terjadi di negara orang? Ketika di Indonesia, sangat mudah untuk kita langsung menelpon keluarga. Akan tetapi, bagaimana jika kita sedang berada di luar negeri untuk tinggal pada jangka waktu tertentu atau sedang dalam perjalanana dinas?

Diri mengambil contoh Jepang, tempat diri saat ini berdomisili. 
Ada dua kejadian yang sempat terlibat langsung sebelumnya. Pertama kali, teman - teman diri yang sedang mengikuti program short stay mengalami kecelakaan sepeda karena kesalahan bersama. Kejadiannya karena sepeda yang seharusnya hanya dipakai oleh 1 orang tapi dipaksakan untuk berboncengan bersama dengan tujuan untuk mengambil sepeda lainnya. Jadi hanya sementara melanggar aturan tetapi cukup berakibat fatal. Salah satu rombongan sepeda kami jatuh dan ternyata mengakibatkan kecelakaan. Tampak sekitar kami tidak ada orang - orang yang melihat, tetapi polisi dan ambulans bisa tiba sekitar 10 menit kemudian. Ambulans dan polisi tiba tidak lama setelah salah seorang warga sekitar melihat kejadian dan menelpon untuk melaporkan hal tersebut. Polisi segera datang dan ambulans juga untuk mengambil tindakan. Teman yang mengalami luka segera dibawa ke rumah sakit. Polisi langsung bertanya tentang segala kejadian yang ada. Ini dia yang harus diperhatikan saat kejadian seperti ini terjadi. Selalu ingat seperti apa kejadian yang ada dan katakan sejujurnya kepada pihak berwenang. Kedua, tunjukkan identitas dalam hal ini paspor dan keterangan lainnya yang mendukung keberadaan kita di Jepang. Ketiga, usahakan ada pendamping yang dapat berbahasa Jepang sehingga bisa mengkomunikasikan kondisi yang terjadi dan seperti apa yang dibutuhkan. Pengalaman kemarin,salah seorang dari kami bisa berbahasa Jepang dan mendampingi hingga proses selesai. Keberadaan seorang pendamping yang tinggal lama di Jepang juga dibutuhkan untuk menjadi kontak utama dan penghubung langsung kepada kita. Keempat, jangan panik! 

Kejadian kedua, adalah saat diri melihat kecelakaan yang terjadi di depan lorong rumah diri. Kecelakaan yang terjadi karena pengendara mobil yang menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Kondisi jalanan cukup sepi. Salah satu saksi langsung menelpon pihak berwenang di sini. Petugas pemadam kebakaran, ambulans dan polisi langsung ke tempat kejadian. Warga yang melihat kecelakaan tidak sama sekali mendekat ke mobil tersebut untuk mencoba menolong atau apapun. Hal ini adalah wajib karena tindakan "heroik" seperti itu bisa saja menjadikan kecelakaan memiliki akibat lebih parah. Diri belajar di sini bagaimana sigapnya seorang warga negara dalam menolong lainnya dengan cara yang tepat. Memang belum di semua tempat bisa diaplikasikan cara seperti ini mengingat sistem pertolongannya pun yang belum memadai. Diri hanya membayangkan bagaimana sulitnya orang - orang yang mengalami kecelakaan untuk bertahan di tengah kemungkinan macet yang ada saat pertolongan akan datang. Di Jepang, masyarakatnya dipersiapkan untuk sigap dan tertata dalam menghadapi kejadian tak terduga seperti itu. 

Jadi, saat berada di mana pun, negara mana pun, persiapkan seluruh dokumen yang kita miliki seperti paspor, surat keterangan lainnya dari kampus, tempat kerja atau dokumen penting lainnya yang harus dibawa kapan saja. Kedua, usahakan kita memiliki kenalan yang berasal dari negara yang sama, misalnya saat berkunjung ke universitas, kenali apakah ada mahasiswa yang berasal dari negara yang sama. Ketiga, selalu berhati - hati dan ikuti aturan yang ada di suatu negara. Setiap pelanggaran yang terjadi dan bahkan mengakibatkan kecelakaan, bisa membawa konsekuensi hukum yang tidak mudah pastinya.

Terpenting, komunikasikan selalu ke orang terdekat atau penanggung jawab kita. Simpan nomor - nomor darurat untuk dihubungi selama perjalanan di mana pun. 

Wednesday, October 08, 2014

Gerhana bulan 8 Oktober 2014

 Gerhana bulan tahun ini menjadi salah satu fenomena antariksa yang sangat ditunggu. Tepat pada tanggal 8 Oktober ini terjadi gerhana bulan penuh yang dapat diamati di seluruh Jepang atau pun belahan bumi lainnya dalam kondisi cuaca cerah. Gerhana bulan kali ini juga sangat istimewa. Menurut sumber yang diri baca, gerhana bulan hari ini adalah bagian dari gerhana bulan tetrad yang hanya sangat langka. Gerhana bulan tetrad bagian pertama terjadi tanggal 15 April 2014 silam, lalu ini yang kedua dan akan menyusul tanggal 1 April serta 28 September 2015 mendatang. Gerhana bulan terjadi pada kondisi bulan berada pada posisi tengah garis bumi, bulan dan matahari. Di Indonesia barat, gerhana bulan ini dikenal sebagai gerhana bulan selenion, dimana saat gerhana terjadi selang beberapa menit setelah matahari terbenam saja. 

Diri sempat mengambil video detik - detik saat gerhana bulan hampir mencapai titik penuhnya dan saat gerhana bulan dalam posisi penuh. Biasanya fenomena gerhana bulan penuh dapat diamati selama 50 - 60 menit sebelum kembali pada posisi awal. Gerhana bulan kali ini juga dikenal sebagai gerhana bulan darah karena kenampakannya yang seperti kemerahan orange. Kehadiran Uranus juga berpotensi dapat dilihat dengan mata telanjang karena posisinya yang mencapai titik terdekat dengan bumi. 
Gerhana bulan total
Gerhana bulan total di Akita
Berikut saat gerhana bulan total sedang terjadi di Akita. Bagaimana dengan kota - kota lainnya? Di Jepang, siswa - siswa SD diajak secara khusus untuk mengamati fenomena ini bersama keluarganya. Kesempatan ini berlangsung sebagai ajang belajar science langsung di lapangan.

Apalagi yang berbeda dengan anak SD di Jepang?

Seperti postingan sebelumnya tentang pendidikan SD di Jepang, berikut ini beberapa hal lain yang anak - anak SD dapatkan selama pendidikn dasar 6 tahun mereka. 

3) Seragam bebas
Anak - anak SD di Jepang masih memiliki kebebasan untuk menggunakan pakaian kasual yang diatur sendiri dari rumah. Beberapa sekolah di daerah tertentu memiliki seragam khusus. Selama 6 tahun pendidikan dasar, anak - anak menggunakan pakaian yang mereka sukai dan tentunya disesuaikan dengan suhu, serta norma yang ada. Pada umumnya, anak - anak juga tidak memiliki selera yang aneh dalam berpakaian untuk ke sekolah, apapun latar belakang keluarganya. Pada musim panas, mereka cenderung untuk menggunakan celana pendek dan kaos, hanya pada kondisi suhu yang lebih tinggi seperti pada musim gugur atau musim dingin, mereka akan menggunakan jaket tambahan dan boots anti airnya. Pakaian anak - anak disesuaikan dengan kegiatan mereka dan tidak menjadikan mereka tidak bebas bergerak. Jangan kaget untuk melihat anak - anak menggunakan celana super pendek dan legging saat sekolah. Tujuannya bukan untuk gaya, tetapi legging yang digunakan sebagai pakaian hangat. Pada beberapa tempat di Jepang, seragam seperti topi juga disesuaikan dengan kondisi geologinya, seperti di sekitar gunung api Sakurajima, Kyushu. Anak - anak sekolah di sini menggunakan topi yang sebenarnya adalah helm safety untuk melindungi mereka dari kejatuhan kerikil yang secara berkala dimuntahkan oleh gunung api aktif tersebut. Jadi, pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kenyamanan gerak dan fisik pada generasi muda mereka.
Anak - anak SD di Sakurajima
4) Pelajaran bahasa Inggris
Beberapa postingan sebelumnya dalam blog ini, diri sudah menginformasikan bagaimana mereka belajar bahasa lain selain bahasa Jepang. Pendidikan bahasa Jepang telah diberikan sejak SD kelas 1 secara bertahap. Bahasa Inggris menjadi satu - satunya bahasa asing yang diajarkan di pendidikan formal Jepang. Porsi belajar bahasa Inggris bisa dikatakan hanya sebagai mata pelajaran tambahan saja di sekolah. Pada umumnya, bahasa Inggris hanya diajarkan 1 - 2 jam seminggu oleh guru yang telah ditunjuk. Di beberapa sekolah, guru bahasa Inggris yang mengajar adalah orang asing atau native english. Akan tetapi, kombinasi sifat pemalu siswanya dan keinginan belajar yang juga seringkali tidak tinggi, membuat bahasa Inggris memang menjadi kelas tambahan saja di Jepang. Anak - anak tidak diwajibkan sama sekali untuk mengerti atau bisa. Model pendidikan bahasa Inggris yang diberikan cenderung pasif, yaitu dimana guru meminta membaca dan menulis saja, Akibatnya, kemampuan percakapan anak - anak Jepang seringkali terhambat. Ketidakmampuan ini tidak menjadi masalah untuk mereka karena berbagai hal di Jepang baik buku sekolah dan bacaan lainnya sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. 

5) Jam pelajaran dan buku sekolah
Jam pelajaran SD di Jepang bisa dikatakan hampir sama dengan Indonesia. Mereka memulai hari dari pukul 08.30 hingga menjelang pukul 15.00 setiap senin hingga jumat. Pelajaran yang diajarkan pun di SD tidak seberat apa jika dibandingkan dengan Indonesia untuk kelas yang sama. Anak - anak kelas 1 misalnya bertahap hanya belajar mencari perbedaan antara 2 gambar yang terlihat sama sebagai salah satu materi semester awal. Seingat diri, di Indonesia, semester awal saja, diri sudah harus belajar tambah, kurang dan perkalian. Mungkin sebenarnya tujuannya sama, hanya saja cara penyampaiannya yang lebih bertahap dan interaktif untuk siswanya. 
Buku - buku pelajaran mereka dibuat dalam bahasa yang sesederhana mungkin dan penuh dengan ilustrasi. Perbandingan tulisan dan gambar bisa dikatakan 20% tulisan dan 80% gambar ilustrasi. Sebagai contoh, buku pengetahuan alam siswa kelas 3, lebih banyak disampaikan dalam bentuk gambar yang interaktif untuk tiap tahapan pekerjaan sebuah percobaan dibandingkan tulisan. Hal ini sangat mempermudah anak - anak untuk mengikuti tahap demi tahap pekerjaan praktikum sederhana yang ada.

6) Usia sekolah
Di Jepang, sistem sekolah lebih awal atau lebih muda tidak dikenal. Setiap anak harus masuk sekolah pada usia yang sudah ditentukan, misalnya SD minimal 5 tahun pas, tidak boleh kurang bulan. Hal ini bahkan untuk masuk TK sekalipun berlaku. Sekolah PAUD di Jepang ada beberapa macam dan penerimaan umurnya pun disesuaikan seperti di Indonesia. Di kelas regular sekolah dasarnya pun, Jepang tidak mengenal sistem akselerasi. Berdasarkan buku yang diri baca, sistem sosial Jepang yang sudah terbangun sejak dulu mendorong segala sesuatu di Jepang diatur berdasarkan umur atau senioritas untuk mengendalikan kondisi sosial. Oleh karena itu, menurut diri, hal ini sudah ditanamkan kepada penduduk muda Jepang sejak mereka mulai masuk pada sistem sosial seperti sekolah. Hal ini juga berlaku untuk penduduk asing yang datang ke Jepang, seperti keluarga mahasiswa misalnya. Anak - anak yang masuk ke sekolah SD ataupun SMP dan SMA, harus mengikuti usia sekolah mereka di Jepang. Seperti contoh adalah anak teman diri dulu, di Indonesia sebelumnya anak pertamanya sudah bersekolah di kelas 4 dan berusia 7 tahun, lalu setiba di Jepang, anak ini harus turun ke kelas 2 karena masih berusia 7 tahun. Secara psikologis, model usia seperti ini juga memiliki pengaruh pada pertumbuhan mentalitas anak. Ini bukan berarti mereka yang sekolah di usia lebih muda tidak sanggup, tetapi akan lebih baik anak - anak bersekolah di kelas yang sesuai dengan umurnya agar mentalitas dapat tumbuh bertahap dan pada lingkungan yang tepat pula. Akan tetapi, banyak hal menjadi pengecualian pastinya.

Ada banyak hal lain yang juga menjadi sedikit berbeda antara anak - anak SD di Jepang dan Indonesia. Diri tidak mengatakan sistem ini baik atau buruk karena pada dasarnya semua sistem memiliki kelebihan dan kekurangan. Itulah yang berusaha diperbaiki terus menerus oleh pemerintah negara Indonesia juga. 

Salah atau tidak pendidikan itu, bisa kita lihat saja dengan produk di masa depan. Setidaknya diri juga adalah produk kurikulum lama di Indonesia, dengan kurang lebih yang ada, terbukti diri masih bisa mengikuti kelas di negara lain. Begitu juga jutaan mahasiswa lainnya yang sekarang sedang menerima beasiswa di negara manapun dalam mengikuti program sekolahnya masing - masing. Pada dasarnya, manusia itu mampu. Pola pikir dijadikan robot atau tidak, itu sangat terkait dengan bagaimana kita mengatur waktu dan berdisiplin di dalamnya. 

Tuesday, October 07, 2014

Apa yang dididik pada anak SD di Jepang?

Hasil pengamatan terhadap anak - anak SD di sekitar diri dan observasi bersama emak - emak di sini, banyak hal yang diri baru ketahui tentang apa yang anak - anak pelajari di sini selama sekolah dasar. Para pecinta Jepang dan segala pernak - perniknya pasti menyadari beberapa hal yang diinformasikan pada kita melalui komik atau majalah - majalah di Indonesia persis sama dengan apa yang ada di sini. Beberapa hal yang menarik dari gabungan pengalaman dan pembuktian dari cerita - cerita manga yang ada, diri melihat banyak hal positif tentang anak - anak SD Jepang dalam pendidikannya. 

1) Tas "Randoseru" atau tas nobita.
Tas yang dipakai Nobita dalam serial Doraemon memang seperti apa adanya di Jepang. Anak - anak SD mulai memakainya sejak kelas 1. Pemakaian tas seperti ini adalah kewajiban bagi seluruh siswa di Jepang, dimanapun kotanya. Biasanya tas ini merupakan hadiah dari nenek - kakek kepada para cucunya yang baru masuk SD. Pada musim ajaran baru, sekitar spring semester, kita bisa melihat tas - tas ini dijual dari berbagai merk dan warna di mal - mal dengan harga yang beragam. Harga sebuah tas randoseru di Akita sendiri berkisar 35000 yen hingga 75000 yen per buahnya. Tas ini cukup berat karena rangka dan bahan kulitnya yang sangat baik. Teman - teman kecil diri, Aufa dan Defa memiliki tas ini untuk bersekolah setiap harinya. Hasil obrolan dan searching di internet juga, diri dapat informasi bahwa tas ini didesain untuk membentuk postur tubuh anak - anak yang membawa karena bentuknya yang punya rangka massif dan rata sehingga baik untuk tubuh. Selain itu, tas ini juga didesain untuk melindungi para siswa SD jika terjadi kecelakaan. Maklum, anak - anak SD di sini tidak pernah diantar jemput oleh orang tuanya. Dilarang! Penggunaan tas yang hanya dilakukan oleh anak SD, menjadikan tas Nobita ini sebagai salah satu indentitas yang sangat jelas untuk anak - anak SD saat dalam perjalanan. Pertama, setiap hari anak - anak SD di Jepang dididik untuk memiliki postur tubuh yang baik dan menggunakan sesuatu untuk jangka waktu yang lama atau hemat!
caption gambar dari amaliaakusuma.blogspot.com
2) Tidak ada antar jemput sekolah
Salah satu kebijakan di Jepang, setiap anak - anak yang akan sekolah harus mendaftarkan diri pada sekolah yang terdekat dengan rumahnya atau masih dalam 1 area dengan sekolahnya. Seingat diri, jarak maksimal sekolah dan rumah sekitar 5 km. Beda sedikit saja, anak tersebut harus masuk ke sekolah di daerah yang berbeda. Ada satu cerita dari salah satu emak di sini, di mana anaknya bisa masuk di sekolah A, sedangkan tetangga depan rumahnya tidak bisa masuk di sekolah yang sama karena beda beberapa meter saja. Jadilah si anak harus masuk ke sekolah B. Tapi itu lah Jepang. Mengapa ini diberlakukan? Seperti judulnya, karena sejak kelas 1 SD, anak - anak tidak diperkenankan untuk diantar jemput sekolah seperti yang dilakukan di Indonesia. Anak - anak harus berangkat sendiri ke sekolahnya berjalan kaki pada musim apapun dengan membawa seluruh barang kebutuhan sekolahnya, seperti tas randoseru, bento (jika ada halangan dengan makanan di sekolah) ataupun pakaian ganti olahraga mereka. Para anak - anak ini pergi sekolah biasanya berbarengan dengan teman - teman lainnya dan berjalan kaki ke sekolah sekitar pukul 07.30 pagi. Kedua, setiap hari anak - anak SD juga dididik untuk mandiri dalam mengatur dirinya dan pulang pergi sendiri. Amankah? Ya! Pasti, mereka melakukan sendiri saat menyebrang, berjalan pada area yang telah ditentukan dan mengikuti rute yang sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh sekolah untuk pulang perginya. 

Anak - anak SD saat berangkat sekolah
to be continued...

Saturday, October 04, 2014

Mengapa sekolah di Jepang?

Kali ini, diri juga ingin membagikan mengapa memilih sekolah di Jepang. Pilihan untuk melanjutkan sekolah adalah bentuk yang tidak mudah dan sebaiknya mendapat dukungan dengan melangkahkan kaki yang tepat. Memilih dimana sekolah yang tepat memang tidak mudah karena setiap orang memiliki pertimbangan masing - masing di negara mana. Kesempatan juga bisa terkait dengan jenis beasiswa, bidang pendidikan yang ingin ditempuh atau bahkan siapa ahli di bidangnya. 

Berikut ini adalah alasan personal diri yang dapat diri bagikan mengapa diri sekolah ke Jepang? Beberapa alasan diri ada yang ditemukan selama di Jepang. 

1) Pola pendidikan
Pola pendidikan ini terkait bagaimana para mahasiswa Jepang bersikap atau berkelakuan. Dalam pendidikan Jepang, kerja keras dan disiplin sangat ditekankan. Penekanan ini juga ditunjukkan dengan bagaimana lingkungan kerja keras itu pun sudah dibentuk. Jam kerja di Jepang sebenarnya sangat fleksibel, semua mengikuti bagaimana aturan kepala lab yang juga biasanya professor atau supervisor kita. Pola didik tiap lab pun beragam, ada yang sudah ditentukan oleh kepala labnya atau ada yang bebas untuk menentukan jam kerja masing - masing. Mengapa kerja keras saja harus ke Jepang? Sebenarnya budaya kerja keras tidak hanya ada di Jepang, tetapi negara - negara lain, terutama yang sudah lebih maju. Pilihan ke sini adalah kita melihat bagaimana sifat disiplin dan kerja keras itu dibentuk bukan hanya di kampus, tetapi di semua elemen kehidupan orang Jepang. Apapun pekerjaannya, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk berdisiplin terhadap waktu dan bekerja keras dalam tanggung jawabnya. Jadi, perubahan bisa didukung oleh banyak sekali pihak, bukan?

2) Fasilitas pendidikan
Dalam kasus pendidikan diri, fasilitas yang didapatkan diri di Jepang untuk menunjang penelitian diri lebih banyak dan lengkap dibandingkkan dengan sekolah diri terdahulu di Indonesia. Jika tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan, kampus biasanya memiliki kolega lembaga lain dan universitas lainnya. Setiap professor di bidang apapun biasanya memiliki jaringan yang luas baik di seluruh Jepang maupun di luar negeri. Dengan demikian, fasilitas pendidikan apapun dalam hal ini lab bisa dipenuhi melalui cara yang baik seperti ini sehingga para mahasiswa dapat yang membutuhkan "ilmu"nya dapat belajar sebaik mungkin. Biasanya biaya seperti ini termasuk dalam biaya beasiswa atau kampus dapat membantu pembiayaan selama analisis dilakukan. Fasilitas ini tidak hanya terbatas pada bidang diri, tetapi juga ada di bidang lain seperti bahasa, pendidikan dan lainnya.

3) Biaya hidup
Biaya hidup di Jepang pasti tidak sama dengan di Indonesia atau Eropa. Akan tetapi, biaya hidup di Jepang sejujurnya sangat bervariasi tergantung dimana kita berada. Beasiswa yang diberikan oleh pihak manapun untuk sekolah di Jepang pasti sudah mengukur untuk hidup berkecukupan di Jepang, bukan untuk hidup mewah. Salah satu cara yang umumnya untuk mengurangi biaya hidup di Jepang adalah dengan memasak sendiri makanan kita untuk makana sehari - hari atau berbelanja di tempat yang tepat untuk beberapa kebutuhan tertentu misalnya dengan belanja di toko barang bekas atau di toko serba seratus yen, bisa juga berbelanja bahan makanan di hari - hari tertentu di supermarket yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Dengan sistem transportasi dan sistem penunjang kehidupan lain di Jepang yang sudah sangat sistematis dan tertata membuat banyak hal bisa dikurangi dan tetap hidup lebih nyaman. 

4) Lingkungan tinggal
Hidup di Jepang juga memiliki kelebihan untuk tinggal. Kondisi yang tertata dan nyaman sangatlah membantu kehidupan kita. Secara administarasi misalnya, segala pengurusan yang dilakukan dapat dilakukan dengan cepat dan ringkas. Misalnya saat menyewa rumah. Ketika ada kerusakan dengan bagian tertentu di rumah, setelah melaporkan tersebut, pihak penyewa akan dengan segera memperbaikinya dan mengganti kerusakan yang ada agar kita sebagai penyewa tetap nyaman dan tidak menghabiskan waktu untuk menunggu kerusakan tersebut. Pemberitahuan terhadap perubahan yang terjadi secara nasional seperti kenaikan pajak pertambahan nilai (ppn) barang dari 5% menjadi 8% juga disosialisasikan dengan baik di seluruh tempat pembelanjaan. Dengan beberapa aturan tak tertulis yang dimiliki penduduk Jepang juga menjadikan Jepang sebagai tempat yang layak dan nyaman untuk belajar dan tinggal. Bagaimana dengan industri porno atau kebiasaan minum misalnya, itu semua kembali pada masing - masing pribadi. Bisa memilih untuk menjadi orang seperti apa di Jepang.

Setidaknya itu adalah sebagain dari apa yang diri alami selama di Jepang. Luar biasa sekali sebenarnya negara ini dengan segala kekayaan budaya dan karakter yang menambah lagi wawasan global terhadap suatu bangsa. 
Selamat memilih!

Bagaimana Memilih Minat?

Baiklah postingan diri lakukan berdasarkan apa yang diri pernah alami sendiri langsung. Bagaimana memilih minat, itu seperti saat diri harus menentukan bagian mana yang harus dijalani antara sekolah, organisasi dan travelling. Postingan itu bisa dibaca di Fase diri: Kehidupan yang Terubahkan. Saat itu diri dihadapkan pada situasi yang sebenarnya adalah kesalahan diri sendiri, tetapi pada akhirnya inilah yang menjadi jalan apa yang diri jalani saat ini. 

Secara subjektif, diri akan mengatakan bahwa banyak orang memiliki macam - macam minat dengan berbagai macam cara pula untuk mengetahuinya. Berdasarkan pengalaman yang diri alami, berikut ini dapat menjadi referensi untuk mencari dan memilih minat kalian.

1) Kenali diri sendiri 
Mengenali diri sendiri memiliki banyak caranya juga. Kenali apa yang diingini dengan melakukan banyak hal yang bermanfaat, misalnya les bahasa, jurnalistik atau fotografi. Memulai hal ini tidak membutuhkan biaya yang mahal. Banyak cara untuk melakukannya seperti belajar bahasa yang bisa kita lakukan melalui internet yang mana sekarang banyak sekali kursus online atau website yang memberikan informasi untuk belajar bahasa. Kita bisa memulainya dari hal tersebut. Tulisan juga sudah sangat banyak dukungan untuk tahu apakah itu menjadi minat kita. Bidang apa yang kita sukai biasanya akan kita jalani dengan bahagia dan lebih baik. Saat ingin mengenali diri sendiri, usahakan untuk mengerjakannya dengan baik dan berada pada lingkungan yang "bebas". Berdiri di lingkungan yang tepat dapat mendukung kita dengan baik untuk mengenali diri.

2) Minta saran 
Meminta saran ini dapat dilakukan pada mereka yang benar - benar menjadi orang terdekat kita. Orang terdekat itu dapat berupa keluarga atau sahabat yang banyak berinteraksi dengan kita. Memilah milih orang terdekat juga tidak mudah, tetapi kita bisa melihat bagaimana mereka yang benar - benar peduli untuk kebaikan kita. Perhatikanlah saran mereka yang seringkali mendorong untuk kebaikan dan cita - cita kita, meskipun terkadang harus berkelahi dengan kita. Mereka yang mendukung kebaikan dan ketika kita mencapai sesuatu mereka jugalah yang tetap berbahagi unutk kita. 

3) Terbuka dan Kritis
Sebenarnya terbuka dan kritis adalah bagian dari sifat yang mungkin pada beberapa orang tidak dipaksakan. Akan tetapi, cobalah untuk belajar terbuka terhadap banyak perubahan di sekitar kita dan bisa tetap selektif memilih dalam perubahan yang ada. Dengan terbuka, kita dapat melihat banyak hal baru di sekitar kita yang mungkin saja sebelumnya belum pernah kita ketahui. Sebagai contoh, diri hanya tahu tentang FK, tetapi tidak pernah melihat adanya jurusan Tambang atau Geologi. Ini juga memang terkait lingkungan dimana kita tumbuh, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk melihat lainnya di zaman yang luas seperti saat ini. Kita tidak tahu minat atau jalan kita bisa jadi di bidang lain yang sebelumnya orang tua atau keluarga kita belum dengar misalnya. 

Jika hanya hidup dalam kotak atau hanya mengikuti arus, rasanya hidup kita jauh lebih berharga. Semua manusia punya jalanNya untuk masa depan, tetapi harus berusaha juga. Lakukan tindakan sekecil apapun. 

4) Berdoa
Berdoa adalah hal terutama yang harus dilakukan. Dalam agama apapun hal ini diajarkan. Mengapa jadi penting? Ketika kita menyerahkan masa depan kita pada Tuhan, kita bisa melakukan yang terbesar. Percaya dan berbuat adalah cara terbaik yang dapat kita lakukan selama mencari dan memilih minat yang baru. 

5) Bertanggungjawab 
Bertanggung jawab atas pilihan adalah hal yang penting dalam kehidupan kita. Setelah mengetahui minat apa yang diinginkan, lalu lakukan dengan segenap hati dan berusaha sebaik mungkin. Penting sekali untuk berjalan dengan benar dan tetap penuh tanggung jawab atas pilihan kita agar minatnya berbuah jadi berkat yang besar untuk kehidupan kita. 

Selamat memilih!

Thursday, October 02, 2014

Musim di Akita, Jepang

Selamat datang musim gugur. 

Seacara resmi, di google tertulis musim gugur mulai datang tanggal 23 September 2014 lalu. Sepertinya google benar, karena pada tanggal itu di Jepang sendiri sedang merayakan libur nasional untuk equinox, kurang lebih untuk memperingati peralihan siang dan malam yang akhirnya seimbang, 12 jam siang dan 12 jam malam. Pada musim panas, jelas matahari datang lebih cepat dan pulang lebih lama, sedangkan pada musim gugur, matahari datang mulai lebih lambat. Sebagai contoh di Akita, pada musim panas, matahari sudah menyapa sejak pukul 04.30 di pagi hari, sedangkan sekarang di musim gugur, matahari baru datang pada pukul 05.45 pagi. Sama halnya dengan pagi, pada malam hari pun jadi lebih lambat saat musim panas dan lebih cepat pada musim gugur. Terlebih pada musim dingin, matahari sepertinya enggan keluar rumah. Biasanya secara teori ramalan cuaca harian, matahari pada musim dingin akan datang sekitar pukul 06.00 sampai 06.30 di pagi hari. Jika cuaca cerah, kita bisa merasakan lembutnya matahari, tetapi jika tidak, hanya awan yang tampak mendung terlihat karena tertutup awan pembawa salju atau hujan yang mengintip. Begitu juga pada sore hari, matahari akan pulang lebih awal pada musim dingin, yaitu sekitar pukul 04.30 sampai 05.00 sore. Selanjutnya, malam berganti. Pada malam hari, selama musim dingin setidaknya jauh lebih cerah dibandingkan dengan siangnya, masih ada bulan dan bintang meskipun hanya sesekali. Namun jangan berharap melihat aurora karena Akita bukan bagian dari lingkar Arktik atau Antartika. 

Dengan suhu yang beragam, Akita dengan keempat musimnya memiliki ciri khas masing - masing di tiap waktunya. Kebetulan, di Akita musim panas sangatlah pendek waktunya. Bisa dikatakan untuk menikmati suhu sekitar 27 sampai 33 derajat di Akita, hanya akan terjadi pada bulan Juni sampai Agustus. Puncak rasa panas yang terjadi dan akan selalu dirindukan adalah akhir Juli hingga pertengahan Agustus. 

Musim dingin menjadi musim paling panjang durasinya di Akita. Akan tetapi, setiap tahunnya durasi tersebut berubah meskipun tidak banyak. Pada tahun 2012, salju pertama sudah turun pada pertengahan November dan berhenti pada April awal di tahun berikutnya. Pada tahun 2013, salju pertama turun pada awal Desember 2013 dan berhenti di akhir Maret 2014. Ketebalan saljunya pun bervariasi setiap tahunnya. Di tahun 2012, salju di Akita, bisa mencapai 2 m pada puncaknya di Desember akhir hingga Februari pertengahan. Pada 2013, salju di Akita paling tebal hanya sekitar 1.5 m selama Desember akhir hingga Februari akhir. Tebalnya salju bervariasi di seluruh daerah Akita Prefecture sendiri. Menurut salah seorang teman, analis ekonomi Jepang pernah mengatakan bahwa salju menjadi salah satu kendala mengapa bagian utara Jepang tampak "kurang" berkembang dibandingkan dengan daerah tengah Honshu hingga ke selatan. Salju yang lebih tebal dengan durasi waktu yang lebih lama pastinya ditemukan di Pulau Hokkaido, utara Jepang. Bagi sebagian orang, musim dingin menjadi waktu yang menyenangkan dan lebih produktif dibandingkan dengan musim panas.

Pengamatan subjektif diri, banyak teman - teman yang memang berasal dari utara Jepang, akan lebih tangguh dan kuat dalam bekerja dibandingkan dengan saat musim panas. Ada rasa "lemas" saat harus bekerja saat musim panas datang. Meskipun musim dinginnya panjang, teman - teman diri tidak malas dan tetap kuat untuk berjalan di tengah salju. Ini luar biasa sekali buat diri. Di saat lebih enak tidur di dalam selimut, tetapi teman - teman diri tetap mau bekerja keras; dan diri sangat belajar banyak untuk itu. Beberapa foto diri saat musim dingin tahun lalu dapat dilihat di sini postingan Salju Akita.

Terus, bagaimana di Akita sekarang? Seperti tag line di atas, musim gugur saat ini di Akita. Suhunya sudah mulai naik turun dan rasa dingin  sudah mulai datang. Selalu harus mengatakan dengan segera selamat jalan musim panas.