Showing posts with label tokyo. Show all posts
Showing posts with label tokyo. Show all posts

Wednesday, February 04, 2015

Promoting environment by Japan Eco-product

Have you heard about Eco product? It is annually exhibition since 1997. Japanese government initiated the environment friendly life style by holding the public exhibition to introduce this to Japanese. Government invites local companies and NGO, including universities to exhibit their environment products or activities. They get some spaces or rent the stands for their exhibition. Do you think it is effective? I think so!

The promotion and publication on it seem intensively done. Many of Japanese people know about this event. One of our hotel staff said she really wanted to visit the exhibition. Since early 2000's, the committees invites students from elementary and junior high school students all over Tokyo to visit the exhibition. They send buses to pick up the students, give the short tours during the exhibition and of course some small presents or omiyage from the exhibitors. Students visitor always dominates this exhibition every year, compared to businessmen or common people. It is understandable because the location do not well support for business agreement during the visit. All exhibitors try hard to have  a great venue to attract more and more visitor. There is no information since when they started to give some presents to visitors. What does make it different? The quiz! Visitor will not get present freely. So the exhibitor try to give introduction on their product or activities through quiz or questionnaire to visitors. This is a great idea. The visitor will follow the question path to find out the answer and at the end, they could exchange the results with presents. For some exhibitors, especially technology companies, they have staffs in the question path to explain to visitors as answers. Somehow people will listen on the explanation first before receiving presents. This is one way to "force" people learn the environment friendly technology and product. Some introduction are delivered in English, but mostly is in Japanese. 

Lets exchange the present
Explanation how to make aromatherapy
The exhibitors vary from agricultural or forestry to technology products or service. We will meet companies and social organization that are now doing much for promoting environment for their products. Some companies also promote their joint activities with some countries or international organization such as WHO  in order to solve or to enhance environment protection. We will find out the water purification project in India or even forest monitoring project in Kalimantan, Indonesia. 
Joint project NEC and REDD in Kalimantan, Indonesia
The exhibition show us how Japanese people try hard to live in environment friendly life style. Lets attend next exhibition this year. 

Friday, January 30, 2015

Japan Eco-product photos

Yuk lihat selanjutnya bagaimana kegiatan di Eco-Product. Banyak hal yang jangan dilewatkan sebisa mungkin. Postingan ini hasil foto - foto selama pameran ini berlangsung. Kesempatan melihat semangat dan partisipasi orang - orang itu hal yang menyenangkan. Teknologi yang berkembang juga memberikan semangat untuk tahu lebih banyak lagi. Bahkan di acara ini, kita bisa menyiapkan kartu ucapan dan lainnya untuk dikirimkan 5 tahun ke depan. Semua akan disampaikan tepat pada waktunya. Enjoy the photos!
Baju organik dengan katun organik.
Merancang bangunan bersama.
Kartu pos personal dikirim dengan perangko khusus Eco-product
Kartu pos masa depan, tunggu 5 tahun lagi untuk dikirimkan.
NEC project di Borneo
Satelit untuk ICC program

Monday, January 19, 2015

Japan Eco product!

Eco product exhibition adalah acara tahunan yang awalnya digagas pemerintah Jepang sejak tahun 1997. Tujuannya sederhana saja, yaitu mendorong "kecintaan" terhadap lingkungan yang harus ditumbuhkan dalam masyarakatnya. Masyarakat Jepang sendiri sudah mulai terpaku, terpanalah bisa dikatakan terhadap apa yang mereka miliki agar sesuai dengan prinsip lingkungan. Makanya, tidak sulit menemukan segala sesuatu yang memiliki label, environment friendly group di seantero Jepang. Label seperti ini tidak terbatas pada label 3R saja atau barang ini digunakan dari bahan yang ditanam di perkebunan yang suistain. Lebih dari itu juga rasanya, di Jepang kita bisa menemukan makanan dengan label atau sertifikasi badan dunia tertentu yang menyatakan ini bukan hasil "haram" terhadap lingkungan, seperti illegal fishing atau pembabatan hutan. 
Balik lagi ke eco-product, konsep inilah yang berusaha ditanamkan oleh pemerintah Jepang melalui pengusaha - pengusahanya. Dengan masyarakat yang semakin sadar, maka kebutuhan market diharapkan meningkat. Kebutuhan yang meningkat, akan mendorong pengusaha untuk mendapatkan inovasi yang environment friendly lebih banyak lagi. Jadi, sederhana saja semuanya memiliki efek domino. Efek seperti ini bisa dikatakan juga sebagai win - win solution, yang mungkin cukup berisiko di awal karena siapa tahu program ini gagal kan? 

Akan tetapi, sepertinya program ini cukup berhasil karena hingga saat ini, pameran ini masih berlangsung di Tokyo. Sejak awal 2000an, pameran dilakukan di Tokyo Big Sight yang terletak di dekat Tokyo Bay (semoga tidak salah). Awalnya, pameran ini hanya diikuti beberapa perusahaan yang diundang pemerintah dan tidak ada sama sekali konsep yang attractive. Namun sepertinya, tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah peserta dan inovasi yang diberikan untuk menarik minat masyarakat. 
Siapa saja pesertanya? Seluruh orang, lembaga atau siapapun yang ingin datang. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Diri kebetulan kurang tahu sejak kapan anak - anak sekolah, dari TK, SD hingga SMP diundang untuk datang. Pihak panitia menyediakan bus yang menjemput para siswa untuk datang ke tempat acara. Selain itu, mereka juga disediakan pemandu untuk mengenali beberapa stand tertentu. Kehadiran anak - anak ini menjadikan tempat acara sangat penuh, sekitar 5000 anak sekolah datang ke tempat acara selama 3 hari pameran. Mereka berasal dari seluruh penjuru Tokyo pastinya. Selain itu, inisiatif dan keingintahuan anak - anak dijadikan salah satu cara untuk menanamkan pikiran berwawasan lingkungan dan teknologi sedari dini. Kebanyakan anak - anak menikmati acara yang ada, termasuk dalam mengumpulkan suvenir yang sebenarnya pun diri terkadang tidak yakin akan mereka gunakan di rumah. Para businessman juga hadir, namun tidak sebanyak pada pameran business lainnya. Kehadiran mereka umumnya banyak kepada kunjungan terhadap industri otomotif atau manufaktur lainnya, seperti teknologi. Diskusi yang dilakukan memang tidak selalu berujung pada kesepakatan bisnis, tetapi mengarahkan mereka pada kesempatan dan tawaran produk yang dapat digunakan untuk perusahaan mereka. 
Seperti tahun ini, Toyota dan Honda memamerkan mobil hidrogen yang hemat energi dan minium karbon dioksida. Bisa dikatakan semua mata pebisnis banyak sekali tertambat pada kehadiran exhibitor seperti ini. Kesempatan yang sama digunakan para exhibitor untuk mengumumkan dan mengenalkan lebih dekat produk mereka sebelum masuk ke pasaran. Menarik bukan? Selain itu, kelas exhibitor yang lebih kecil modalnya, seperti pakaian atau kerajinan khusus dari bahan organik juga berjajar rapih. Kita bisa menemukan pakaian dari katun organik, sehingga baju pun dapat didaur ulang oleh bumi kita di kemudian hari. 

Apa saja yang ditampilkan? Kunci pameran ini adalah inovasi berwawasan lingkungan ataupun kegiatan terkait lingkungan. Acara ini bisa menjadi brand image yang baik untuk para exhibitor dalam menarik minat pihak konsumennya. Dengan tidak terbatas pesertanya, pihak peserta bisa menampilkan apapun inovasi yang mereka miliki atau sedang dikembangkan atau akan dikembangkan. Ide pun bisa memiliki daya jual loh! Kegiatan CSR mereka terkait masyarakat dan lingkungan menjadi salah satu yang sangat mudah ditemui di stand exhibitor. 
Kapan? Tiap akhir tahun selalu diadakan acara ini, terutama Desember 10-12. Jadi, cek saja tanggalnya setiap tahun ya. Biaya masuknya gratis buat siapa saja. Pengunjung dapat mendaftar di tempat atau pun registrasi online terlebih dahulu untuk menghindari antrian. Pastikan saat ke sini memakai baju dan sepatu yang nyaman untuk berkeliling ke seluruh stand. 

Peringatan dini! Jangan lupa bisa berbahasa Jepang atau setidaknya ada teman yang bisa berbahasa Jepang untuk mengikuti kuesioner atau lomba dengan pertanyaan. Pastinya untuk hadiah menarik dari pihak penyelenggara. Menyenangkan loh!

Friday, January 16, 2015

Eco-product 2014 loh!

Jadi 2014 ditutup dengan kegiatan yang menyenangkan dari kampus! Yes, diri mengikuti Eco-product exhibition kembali bersama dengan anak - anak Leading Program dari tanggal 10-11 Desember 2014 lalu. Diri ikut di gelombang pertama kegiatan ini karena anak - anak lainnya masih ada kelas, jadilah diri berangkat bersama Shinogu, staf Leading Program, berdua ke Tokyo untuk mengikuti pameran terbesar ini dari hari pertama pembukaannya. Perjalanan ini sangat menyenangkan. Tahun lalu diri mendapatkan banyak pengalaman dan pastinya oleh - oleh dari perusahaan yang datang dan hadir. Bagaimana dengan tahun ini? 

Perjalanan dimulai di tengah salju Akita yang mulai menderas. Tidak biasanya memang salju Akita tahun ini datang lebih awal dari biasanya. Pertengahan November, salju sudah mengucapkan salam perkenalan kepada seluruh penduduknya. Lalu, tahun ini diri bersiap menuju Tokyo dengan pakaian hangat yang juga tidak membuat diri harus mengalami kepanasan nantinya. Tokyo tidak sedingin Akita sama sekali. Itu yang diri rasakan saat tiba di Tokyo. Tapi sebelumnya, diri berangkat dari Akita dengan cuaca yang menyenangkan untuk pesawat. Persiapan sederhana sudah lakukan dan kedatangan Shinogu mengartikan perjalanan diri pun dimulai! Shinogu mengajak diri untuk menunggu penerbangan di lounge bandara Akita. Maklum masih beberapa menit lamanya penerbangan berangkat, lagi pula barang bawaan kami tidak banyak. Senangnya, diri dan Shinogu menikmati minuman gratis dan santai di tempat yang lebih nyaman pastinya. Terima kasih Shinogu. 

Tokyo.somewhere.
Seperti yang diri katakan di awal, bahwa Tokyo tidaklah sedingin Akita. Sesampainya di Tokyo, bukannya hanya diri, tetapi teman diri lainnya yang datang setelah diri pun mengakui bahwa Tokyo itu panas! Alhasil, coat akhirnya hanya berada di tangan karena buat kami sweater sudah cukup menghangatkan. Posisi Tokyo di pesisir Samudra Hindia rasanya menjadi alasan kuat mengapa Tokyo tidak mengalami dingin yang sangat dibandingkan dengan Akita. Tapi, itu tidak menjadi alasan sama sekali untuk kami. 

Setelah sampai, diri dan Shinogu langsung menuju Tokyo Big Sight tempat acara berlangsung. Berhubung diri sendirian, jadilah diri lebih bebas menentukan daerah kunjungan diri. Shinogu pun mengerti. Perburuan pun dimulai!!! Tidak semua exhibitor menyediakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, tetapi setidaknya mereka masih menyediakan gambar dan simulasi dalam bentuk video untuk membantu orang - orang seperti diri yang tidak bisa berbahasa Jepang sampai sekarang padahal sudah tinggal di sini hampir 2 tahun (memalukan :D). 

Diri menghampiri hampir semua booth yang ada selama 2 hari kesempatan untuk mengunjungi pameran ini. Pameran tahun ini memang memiliki booth lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, tetapi angka peserta atau pengunjungnya lebih meningkat. Meskipun pihak exhibitor menampilkan kemajuan teknologi apa yang sedang mereka tampilkan, tetapi tidak memungkinkan untuk mereka sama sekali untuk melakukan business dealing. Diri akan ceritakan tentang Eco product di bagian lainnya ya!

Dengan semangat 45 mengerti dan keinginan mendapatkan beberapa suvenir menarik, diri mengunjungi terutama daerah pameran teknologi. Diri terkagum - kagum dengan teknologi purifikasi air yang dimiliki salah satu perusahaan. Pengembangannya memang masih mahal untuk skala komersial, tetapi setidaknya teknologi ini sudah dikembangkan di masyarakat India dengan bantuan oleh WHO. Teknologi ini memanfaatkan UV dan mineral tertentu untuk memecah ikatan elemen beracun dalam air supaya bisa dipurifikasi menjadi air yang siap minum. Kapasitas satu sistem ini bisa 5 ton air per hari. Luar biasa ya!

Teknologi lainnya yang menyenangkan adalah keberadaan alat kasir yang menarik. Tanpa label atau barcode, kita bisa langsung mengidentifikasi harganya. Menurut diri, ini praktis sekali, mengingat diri selalu kesulitan membersihkan bekas barcode di product makanan atau plastik. Kita tidak hanya membutuhkan sensor dan menggabungkan database yang ada untuk mengeluarkan harga dari barang tersebut. Teknologi ini dikenal juga sebagai implementasi ICE (semoga tidak salah), dimana sensor, database dan lainnya terintegrasi dalam sistem komputerisasi. Jadi, segala sesuatu lebih mudah. 

Sensor dan bentuk barangnya menentukan.
Selain itu, salah satu perusahaan teknologi, NEC, juga melakukan kerjasama dengan pemerintah Indonesia dan NGO tertentu untuk melakukan monitoring hutan di Kalimantan. Implementasi ICE yang sama juga digunakan, sehingga keberadaan individu pohon dan kerapatan hutan dapat diawasi per tahunnya hanya dengan menggunakan sistem komputerisasi di titik tertentu. Dalam memfungsikan sistem ini, tenaga manusia sangat dibutuhkan untuk melakukan database manual terhadap tiap pohon tertentu di hutan, tetapi setelahnya kita bisa mengurangi peran manusia dengan memanfaatkan sensor dan database yang terupdate oleh adanya satelit yang terhubung dengan pohon tersebut. 

Barcode memberikan kenampakan informasi sistem yang ada.
Menarik sekali teknologi yang ada selama pameran. Banyak lainnya loh, tetapi berhubung bahasa Jepang diri sangat buruk, semua jadi terbatas. Setidaknya sekaligus dapat ilmu, diri juga mendapatkna banyak sekali oleh - olehnya dari acara. Di bandara, seluruh oleh - olehnya sampai 6 kg untuk seluruhnya. Diri juga bawa bunga hidup yang diberikan sebagai hadiah. Tanaman yang super sekali ternyata. Tak disangka. Tenang saja, diri bukan pengepul, kebetulan suka saja. hehehe..
Tertarik dengan event ini, tahunan kok! Rencanakan liburanmu di tanggal penyelenggaraannya ya, desember 10-12 tiap tahunnya. 

A Great 2015

Hallo 2015!
Welcome to another great year.


Always wish a great time for everyone. 
Lets start with pray and smile. Believe that you will do it because He control everything for our life. 

Thursday, October 09, 2014

Aplikasi Visa Afrika Selatan

Tuhan selalu baik dan luar biasa. Akhirnya diri memiliki kesempatan untuk menjejakan kaki ke benua Afrika. Kesempatan berawal dari IMA 2014 yang diadakan di Sandton, Gauteng, Afrika Selatan. Konferensi ini diadakan sebagai kegiatan 4 tahunan dari International Mineralogical Association. Luar biasa kesempatan yang datang, akhirnya diri dapat mengikuti kegiatan konferensi dan tambahan untuk field trip! Yes!

Sebagai persiapan, diri langsung mengajukan aplikasi visa untuk Afrika Selatan. Sebagai WNI, aplikasi visa harus dilakukan untuk masuk ke Afrika Selatan. Diri memulai dengan mencari aplikasi tersebut melalui kedutaan besar Afrika Selatan di Tokyo. Berdasarkan informasi yang diri dapatkan di website SOUTH AFRICAN EMBASSY, diri harus menyiapkan beberapa persyaratan yang harus dikirimkan untuk aplikasi. Persyaratan utama yang harus dimiliki saat pengajuan aplikasi adalah tiket pp dan bukti keuangan yang cukup untuk kehidupan selama di Afrika Selatan. Formulir aplikasi visa kunjungan (form BI-84) dapat diminta kepada kedubes melalui email, sama halnya dengan informasi biaya visa. Oleh karena diri melakukan pengajuan aplikasi di Tokyo, maka diri meminta langsung ke kedutaan di Tokyo. Persyaratan aplikasi visa ini hampir seluruhnya sama di negara lainnya, termasuk Indonesia. Persyaratan aplikasi yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Aplikasi lengkap form BI-84
  2. 1 foto berukuran paspor
  3. Paspor yang masih valid hingga minimal 30 hari setelah kunjungan
  4. Statement dan dokumentasi (akomodasi, tur itenari per hari) untuk tujuan dan durasi kunjungan
  5. Bukti keuangan yang cukup (pernyataan bank, ketersediaan uang tunai atau cek)
  6. Bukti reservasi tiket pp
  7. Biaya visa
  8. Bukti vaksin yellow fever **
  9. Surat undangan (letter of invitation) dari host di Afrika Selatan, termasuk alamat, nomor telpon, foto kopi ID atau paspor **
**jika dibutuhkan. Oleh karena diri akan menghadiri konferensi, maka diri mendapat surat undangan dari pihak panitia dan menunjukkan semua bukti kegiatan yang akan dilakukan selama di Afrika selatan. 

Seluruh persyaratan dikirimkan dalam amplop letter pack 500, jangan lupa untuk mengirimkan juga dalam amplop balasan yang sudah ditulisi alamat kita. Amplop ini akan digunakan oleh pihak kedutaan besar kepada kita untuk mengirimkan paspor kembali. Pengajuan visa Afrika Selatan di Jepang dapat dilakukan dengan mengirimkan dengan pos atau mengantarnya langsung ke kedutaan besar. Biaya visa dapat dibayarkan melalui wesel jika di Jepang atau amplop khusus pengiriman uang. Total biaya untuk pembuatan visa di Afrika Selatan berkisar 4400 yen atau sekitar Rp 450.000, Nah, diri kurang tahu tentang hal ini untuk di Indonesia. Sekali lagi, ini dapat ditanyakan langsung kepada pihak kedutaan kembali. 
Visa Afrika Selatan yang siap.
Setelah seluruhnya selesai, aplikasi yang dikirimkan, pihak kedutaan besar akan mengkonfirmasi kepada diri melalui telepon dan tunggu waktu aplikasinya. Pada umumnya aplikasi visa ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu. Lakukan pengajuan aplikasi visa 1-2 bulan sebelumnya supaya tidak terburu - buru. Visa akhirnya tiba di rumah dengan selamat dan semangat!

Friday, June 27, 2014

Lainnya Tokyo University

Kembali beberapa foto selama berada di Tokyo University. Berdasarkan wikipedia, kampus ini adalah kampus terbaik di Asia dan top 30 kampus terbaik di dunia. Ada 7 penerima nobel yang merupakan alumni kampus ini. Itu juga yang diri lihat dengan kebanggaan mereka terhadap pendahulunya. Ada beberapa pembatas buku yang diri dapatkan dari Science research building dengan foto para penerima nobel dan penemu lainnya dari kampus ini. Selain itu, gaya arsitektur kampus yang cenderung mengingatkan kita pada hasil karya Eropa. Sangat mirip sekali. Kesan vintage yang nyaman dengan beberapa taman luas untuk mahasiswanya menikmati hari - hari. Selain itu, kampus ini tetap mempertahankan bangunan aslinya. Kebutuhan bangunan baru dilakukan dengan membangun gedung tambahan pada gedung yang sudah ada. Bahasa diri seperti ditandem. Bangunan lama tetap dipelihara, tetapi ditambahkan bangunan baru yang menempel pada bangunan lama. Bagaimana caranya? Mari tanyakan kontraktornya. 
Akamon gate, the red gate (established 1877 in Meiji period)
Overall, diri menikmati sekali situasi dalam kampus yang klasik modern. Mungkin tidak hanya diri tetapi juga pengunjung lain yang bisa masuk untuk hanya sekadar lari sore atau berjalan kaki atau bersepeda bersama orang terkasih. 
old building with new building in the same system
Also another historical gate
Nice architecture, right?

Book street Jimbocho

Kesempatan di Tokyo itu selalu memberi gambaran hal baru dimana saja. Kali ini diri berkesempatan tinggal di hotel Sakura Jimbocho selama di Tokyo. Sebelumnya, hotel ini sangat menarik dan nyaman. Silahkan dicek di websitenya untuk mengetahui berapa harga dan pelayanannya. Lokasi yang dekat dengan Imperial Palace Japan dan tempat menarik lainnya membuat hotel ini sangat nyaman untuk pejalan seperti diri ini. 
Jimbocho area ternyata memiliki keunikan sendiri. Di Jimbocho, sangat terkenal dengan book streetnya. Lokasi ini ada di salah satu bagian sepanjang jalan Hakusandori. Toko - toko buku tua terpampang rapih dengan koleksi bukunya yang beragam. Kebanyakan buku adalah buku - buku tua yang cukup langka. Selain itu juga terdapat toko buku yang menjual beberapa koleksi buku berbahasa Inggris dan bacaan dewasa. Dengan konsep toko maupun di pinggir jalan seperti halnya kuitang (Jakarta) atau palasari (Bandung), buku ditata rapih untuk dipasarkan kepada para penikmatnya. Penikmat buku umumnya yang diri dapat amati memang datang dari berbagai kalangan. Ada pekerja, nenek - kakek, hingga anak muda yang mencari bacaan kesukaan mereka. Tentunya kebanyakan buku bekas atau buku tua yang dijual adalah buku berbahasa Jepang. Jadi, bagi mereka yang sedang mencari literatur khusus berbahasa Jepang sangat menarik untuk mengunjungi salah satu pasar buku ini. Tata buku yang rapih dan penjual buku yang ramah akan sangat membantu kita mencari buku apa yang dibutuhkan. Soal harga? Kebanyakan harganya sudah dibanderol fix, tetapi tidak ada salahnya mencoba untuk menawar beberapa buku kesukaan bukan. Namanya juga menikmati buku bukan hanya mendagangkan buku. 
Salah satu bagian jalan buku
Buku berbahasa Inggris yang sangat menarik
Ohya, Jimbocho area sendiri dapat dengan mudah dicapai dengan subway ataupun tokyo metro. Segala fasilitas transportasi di Tokyo sangat mudah, jadi jangan khawatir tersesat. Jika berangkat dari Haneda, tujuan area ini dapat dicapai dengan Keikyu line menuju Inbanihodai yang akan langsung menyambung dengan jalur subway Asakusa Line. Turun di stasiun Mita, lalu ganti subway Mita line. Perpindahan jalur tidak membutuhkan biaya. Kita hanya keluar kereta dan mencari jalur lain yang menyediakan subway ini. Dari stasiun Mita, ambil jalur menuju Takashimadaira dan berhenti di Jimbocho station. Pastikan keluar melalui pintu A2 atau A5 untuk mendapatkan jalur terdekat dengan lokasi street book. Mudah sekali bukan? Selamat menikmati buku. 

Poster today

Hey! Ini poster diri kembali. Sepertinya untuk diri poster selalu memiliki kesan tersendiri. Kesan ini melalui proses hingga acaranya pun selesai. Betapa tidak baik poster maupun oral presentation pasti punya kelebihan dan kekurangan. Jadi rasanya diri sudah sering mengalami bagaimana presentasi poster. Rasanya menyenangkan sekali selama melakukan presentasi selama kita ikhlas dan mau terbuka. Poster Resources Geology pada 25 - 27 Juni 2014 sudah selesai dipresentasikan dan menang dalam Tuhan Yesus. Hadiahnya sudah sangat banyak berupa saran, kenalan baru, saran dan semangat untuk membangun Indonesia. Diri bersyukur sekali dapat memperkenalkan hasil pekerjaan riset diri. Jika Tuhan mengizinkan, maka hasil ini akan menjadi jalan untuk diri menyelesaikan studi diri di sini. Menjadi bagian dari pekerjaan ini sangat luar biasa. Kepercayaan yang diberikan untuk mengerjakan studi ini adalah ladang pekerjaan Tuhan yang hebat. Meskipun terkadang terasa berat dan tidak percaya diri, tetapi sekali lagi diri diajarkan untuk tahu dan terus menyakini bahwa setiap diri kita itu adalah istimewa dan dipercayakan hal yang unik karena Dia yang hebat. 
P-22 (by quyen)
Resources Geology adalah kegiatan tahunan organisasi geologi khusus di bidang economic geology dan terkait. Banyak sekali professor maupun mahasiswa yang datang untuk berpartisipasi. Meskipun bahasa utamanya adalah bahasa Jepang, tetapi tidak mengurangi pembelajaran yang sudah diberikan lewat presentasi beragam disiplin ilmu. Banyak penelitian hebat yang dilakukan mahasiswa lainnya dan keren sekali dedikasi terhadap setiap pekerjaan itu. Kegiatan RG diadakan setiap tahun dan memiliki acara khusus untuk peneliti muda. Di kesempatan ini juga, terdapat kesempatan awards untuk mahasiswa yang ikut serta dalam poster dan presentasi oralnya. Terlepas dari semuanya, setiap mahasiswa di sini adalah pemenang karena sudah berani untuk mengerjakan dan menyajikan hasil pekerjaan terbaik mereka. 

Thursday, June 26, 2014

Tokyo University

Kesempatan berkeliling di tengah pekerjaan itu memang selalu menyenangkan. Setidaknya inilah sisi lain yang diri bisa dapatkan dengan bersyukur dan menikmati setiap hari yang ada. Ini adalah foto beberapa titik hari ini saat pagi menjelang dan mencari lokasi dimana acara konferensi yang sedang berlangsung.

Tokyo University sepertinya adalah salah satu universitas tertua di Jepang. Selain tertua, kampus satu ini memang dikenal sebagai kampus top seantero Jepang. Tidak heran banyak calon mahasiswa seantero Jepang bahkan dari negara lain berebut untuk menjadi mahasiswanya. Kampusnya sendiri memiliki beberapa kampus dalam 1 area besar yang terletak di Hongo area, Tokyo. 

Pagi hari ini diri baru pertama kali datang ke kampus ini. Hal yang cukup mengesankan diri adalah konsep bangunannya yang berarsitektur Eropa dan diberikan sentuhan modern minimalis untuk beberapa bangunan baru. Menurut diri, bangunan bergaya eropa merupakan cikal awal bangunan kampus ini dan disusul bangunan modern lainnya yang dibangun di lahan-lahan kosong antar bangunannya.

Diri merasa kebahagiaan tersendiri karena teringat dengan tempat penelitian diri di Jerman dulu. Nyaman sekali rasanya meskipun waktunya singkat.




Wednesday, June 25, 2014

Tersendat di Tokyo

Pelajaran sangat berharga hari ini. Jangan pernah meremehkan apa yang namanya doa. Apapun yang akan dilakukan, letakkanlah semuanya dalam doa terlebih dahulu. Bagaimana tidak, kalau bukan karena doa, semua tidak akan terjadi. Doa adalah komunikasi yang sangat dipermudah Tuhan untuk kita bicara denganNya tanpa ada penghalang atau syarat apapun yang sulit. Apa yang diminta hanyalah hati yang tulus dan berserah percaya! Bagaimana tidak, dengan hal sesederhana itu saja, Tuhan sudah sangat baik mau berbicara dengan kita. Akan tetapi manusia lebih memilih untuk merasa lebih tahu dengan segala motivasi yang dimilikinya. 

Itulah yang terjadi pada diri di hari ini. Hari ini adalah petualangan hari pertama diri di Tokyo sebelum berangkat ke Freiberg. Berharap dapat mengunjungi istana kekaisaran Jepang, diri mendaftarkan diri untuk ikut tur yang diadakan oleh pengurus kerajaan. Tur dimulai pukul 13.30. Sejak pukul 12.00, diri berangkat dari hotel dan bergegas mencari tujuan meeting pointnya. Sekali lagi motivasi yang salah hanya akan berakhir dengan kegagalan. Diri akhirnya tersesat berputar di daerah Jimbocho. Masuk ke kompleks jinja, taman, museum sampai masuk ke east garden imperial palacenya. Akan tetapi, semua terlambat. Masih ada bagian pintu masuk yang lebih jauh lagi dan waktu tidak mencukupi untuk sampai ke tempat tersebut. Akhirnya batallah diri untuk dapat masuk apalagi ikut tur. Selain itu, tambahan yang menarik adalah hujan yang datang luar biasa deras sekali saat diri berada dalam ketersesatan. Diri belajar bahwa ngedumel itu tidak akan menghasilkan apapun. Apalagi ketika kita berpikir apa yang dilakukan lebih benar dan sesuai dengan kemauanNya. Diri lupa menaruh keinginan ini dalam doa dan mendoakannya. Akhirnya pelajaran yang sangat berharga didapatkan. Meskipun jarak imperial palace dan hotel hanyalah sejengkal atau 10 menit jalan kaki, akhirnya diri gagal mencapainya dan sampai di gerbang terdekat di waktu kritis. Apa yang bisa dipahami? Doalah dan jangan menundanya. Tuhan itu tahu kedalaman hati manusia, siapapun itu. Tidak perlu dipikirkan atau dipertanyakan karena semua sudah sangat jelas. Bahkan hal terdekat pun bisa menjadi sangat jauh dan sulit ketika kita tidak meletakkan Tuhan sebagai prioritas dalam setiap bagian hidup kita. 

Perhatikanlah bahwa tiap langkah hidup kita ini selalu diperhatikan. Jangan pernah mengira kita lebih penting dan hebat dari Dia. Berharaplah tiba di gerbangNya dengan tidak terlambat. 

Made for you

Lovely statement. Seperti lagunya Toby Mac yang judulnya made for me. 
Rasanya inilah yang dituliskan Tuhan untuk diri. Keberadaannya luar biasa. Terima kasih untuk semuanya. I am precious. Tell the beloved one that made for you as well made for me. 


Aturan yang sama

Hasil berkeluyuran melihat sisi lain Tokyo selepas hujan rasanya menyenangkan sekali. Meskipun hari ini belajar banyak sekali karena sikap teledor dan "ketinggian hati" yang memang akan langsung menjatuhkan kita. Belajarlah dari hal tersebut.
Akan tetapi, tetap selalu ada hikmah dan kesempatan tak terputus. Nah begitu juga hari ini. Diri pun menemui sendiri bagaimana sebenarnya aturan itu juga dilanggar. Pada dasarnya manusia memang lebih suka dirinya dipermudah. Kejadian ini tidak hanya ada di jalanan tetapi juga di kampus. Maklum terkadang mahasiswa butuh posisi terdekat untuk parkir sementara dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Diri belajar sekali bahwa aturan itu semua harus tumbuh kesadarannya dari diri manusianya. 

Tuesday, December 31, 2013

Eco-product exhibition: photos series

Berikut beberapa foto lainnya selama pameran Eco product di Tokyo Big Sight pada 13 Desember 2013 lalu. Banyak inovasi menarik yang mungkin segera diluncurkan dalam skala besar oleh Jepang dan juga informasi lainnya.  Beberapa hal menarik juga disediakan peserta dalam acara ini yang mungkin bisa dijadikan motivasi untuk kita berinovasi jauh lebih baik.
Penyaring toxic! nano carbon fiber dapat menyaring partikulat hingga ukuran nano.
Mesin daur ulang untuk membantu klasifikasi tutup botol berdasarkan warnanya.
Sedapat mungkin kayu tua digunakan efektif mengisi ruang dengan material yang bisa dibentuk.
Ini juga ada di Indonesia!
Daiwa House menawarkan urban gardening, menanam di ruang kerja. 
Prototipe parkir sepeda bawah tanah. untuk mengatasi sempitnya lahan parkir.
Katun pun sebisa mungkin tetap bisa kembali ke alam. 
Tekanan oleh tubuh ke lantai saat berjalan juga dapat diubah jadi energi.
Karena kita benar - benar harus tahu bagaimana caranya menghemat sumber daya yang dimiliki. Menghemat bukan berarti pelit atau menjadikannya kambing hitam atas hal lain, tetapi penggunaan yang efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan sejahtera manusia. Semuanya dibuat oleh alam!