Saturday, October 16, 2010

it's again

Dirimu

hujan lagi.
semalam dengan dingin.
semalam dengan air.
indahnya sunggu tergambar
namun, ajarku untuk mengenalmu lagi

jangan tanya apa rasanya merindu
tapi mengertilah bagaimana seharusnya itu
tidak akan ada kata yang terucap
sungguh

aku hanya menunggumu
dan tetap belajar padamu
hanya untukmu
dan aku berusaha mengerti itu
sungguh

waktuku tak banyak
waktumu pun tak serupa yang ku mau
hanya kamu yang mungkin tahu

hujan selalu mengingatkanmu

serupa padamu
aku juga menjaga rinduku
kamu dimana
sungguh ku menantimu
yakin kan aku selalu
dan aku selalu untukmu


Monday, October 04, 2010

Sore

hai senin, aku kembali dengan kebahagiaan yang menyerempet ketidakjelasan. sehari ini hanya keinginan untuk tersenyum yang ku kibarkan.
ada banyak hal yang buatku tidak tertarik melihat semua ini. aku hanya menidurkan diri hingga berjam - jam untuk merehatkan sejenak hati dan pikiran ini. aku kangen uey dengan dia. tapi apa daya. bolehkah mulut ini bersua seperti biasanya. ku rasa tidak. sudah tidak sepatutnya lagi untuk lakukan demikian. hormatilah apa yang jadi putusannya.
satu pintaku untuk tahu apa yang sesungguhnya. toh, tak akan lari gunung dikejar. lagi pula, hanya kemungkinan yang sangat kecil untuk dia mencariku. dengan atau tanpaku tidak akan pengaruh. hanya kerusakan yang tertimbulkan. kasihan dia. bukan dukungan yang terucap, malah sakit yang ku toreh dan gores dalam.
mungkin itu juga aku.
ya, hari ini dengan nada bisa aku percaya. aku hanya tidak ingin mengasap. pahit rasanya dan tidak etis jika aku hanya mementingkan ego ini.
hingga kapan. mau sampai kapan egoku bertahan. toh, tidak juga akan ada benang merah, klimaks dan anti klimaks.
aku hanya berlari mengejar waktu dan mimpi saja sekarang. hingga menanti masa saat ku bisa berdiri kembali untuk menentang angin sendiri.
kamu akan selalu ada.

Sunday, October 03, 2010

my october

akhirnya tidak ada yang perlu ku tanyakan lagi.
tidak perlu lagi ada yang dicari.
hanya ini saja yang ku punya.
terima kasih ya.
terima kasih.
tenang, tidak ada luka yang tertinggal.

semua yang pernah ada, jauh lebih baik. biar apa yang telah diberikan dapat terjaga.tidak akan ada penyesalan. terima kasih.

Dear time (suratku untukmu)

terima kasih waktu.
aku sudah kembali lagi. setiap butir air mata dan asap yang keluar hanya ungkapan ketidakikhlasanku saja. Bukan untuk menuntut apapun terhadap banyak hal. aku hanya ingin membuat segala rasa ini tetap ada untuknya. biar saja ia tidak akan mengenangku apalagi menyimpannya, namun untukku biar menjadi suatu yang berharga untuk ku jaga hingga pada waktunya. mungkin ini aneh, tapi biarlah. bukan aku terbawa perasaan. aku hanya tidak membohongi hati dan pikiran. dia memang pernah ada dan akan selalu ada sampai batas yang tak ku ketahui. dia memang indah dan tetap akan apa adanya dia untukku. ya, terima kasih buat rasa sayang yang pernah ada sayang. terima kasih telah menghias senyum dan semangat dan waktu dan meninggalkan gogo buatku. biar dia yang jadi temanku saja untuk melepas rasa kangen atau apapun itu nantinya setelah kamu tiada lagi secara fisik atau hati untuk ku. aku tidak akan mencarimu. karena yang ku punya hanya kamu di hatiku.
ini terdengar melow tapi inilah adanya.

kepada waktu, mari mengobati luka yang sempat ada sebentar dan menyimpan perasaan yang ada saja dengan cara kita. biar tiada lagi setidaknya butir air mata dan asap - asap kematian setiap hari ini. aku hanya ingin berdiri kembali dengan kakiku. tidaklah ada kesempatan untuk mengingat ataupun melupakan. biar saja rasa ini tumbuh atau mati dengan sendirinya. aku telah memilih. jaga diriku ya waktu.

terima kasih kawan, odong yang baik dan super introvert.

terima kasih sayang buat semuanya. jaga dirimu baik - baik ya, tolong perhatikan kesehatan dan emosimu. jaga semangat dan cita - cita indahmu, baik untuk dirimu, keluarga dan orang lain. satu lagi pintaku, jangan jadi workaholic ya ke depannya. semoga semua keinginanmu tercapai. jadilah ayah yang baik nantinya. terutama, semoga masih ada yang bisa kamu perbaiki dengannya sehingga menjadi kembali lagi. silahkan melupakan aku. semoga tempat tidak akan membuat kita bertemu.
aku sayang kamu.

dear time,
aku kembali. hayoo kita kejar masa yang ada.