Showing posts with label amazing2019. Show all posts
Showing posts with label amazing2019. Show all posts

Sunday, October 18, 2020

Perjalanan Hidup Hingga 2020

Blog ini kembali dibuka setelah kurang lebih hampir 3 tahun sama sekali tidak ada suara dan cerita tentang kehidupan. Rasanya jari - jemari pun telah lama tidak menuliskan apapun dalam kehidupan. 
Perjalanan seolah berlalu hanya dengan singgah di dalam ingatan yang terbatas. Sejujurnya dalam 3 tahun ini dari sejak 2017 hingga hari ini di tahun 2020, banyak peristiwa yang membuat hidup menjadi sangat berwarna. Warna cerah hingga menjadi warna kelabu yang menaungi kehidupan ku sendiri baik sebagai seorang anak, seorang istri, seorang teman atau sahabat dan peran lainnya yang akhirnya aku dapatkan dan mulai jalani sepanjang 3 tahun yang begitu penuh cerita. 

Rasa bahagia, sakit, lelah, sukacita dan begitu banyak bagian dari cerita yang diizinkan untuk terjadi dalam hidupku. Aku bukan seorang yang sempurna. Bahkan ketidaksempurnaan itu bisa jelas semua orang baca melalui cerita - cerita yang ada di dalam blog ini. Niat dan kesempatan banyak yang sudah dilewatkan. Cerita dan rencana yang ingin dilakukan pada akhirnya berujung hanya semangat saat itu saja dan hilang tanpa bekas hingga hari ini. Hari ini menjadi hari yang minggu baru yang mungkin sama seperti hari - hari lainnya tapi di hari ini, aku kembali mencari dimana blog yang lama. 

Aku dulu memanggil si diri, tapi semakin lama aku menyadari sebuah sudut pandang. Blog ini isinya sangat personal. Meskipun aku berharap sekali bisa membantu siapapun itu dimanapun mereka yang memang membutuhkan bantuan yang mungkin aku bisa berikan melalui cerita - ceritaku. Itu mengapa aku katakan bagaimana perkembanganku pun sangat terlihat melalui setiap post di dalam blog ini. Perjalanan ku masih panjang meskipun rasanya waktu yang tersedia sangat singkat. 

Selama 3 tahun, perjalananku sangat membuatkan penuh merasakan penuh kejutan. Tertawa. Tangisan. Bahkan dalam perjalanan spiritual, aku pun sempat kehilangan arah yang aku tak bisa lagi jelaskan mengapa kemarahanku menjadi sesuatu yang betul - betul tidak terukur. Aku bersikap tak adil tapi aku menuntut keadilan kepada Dia. 

Melalui pengalaman yang berjalan, aku berada pada satu titik pembelajaran yang membuatku (semoga) mungkin lebih dewasa dan memiliki sikap atas hidupku lebih tegas. Kebahagiaan adalah milikku dan aku yang menentukan itu. Berbagi itu adalah keinginanku dan aku juga yang melakukan itu. 

Semoga dalam perjalanan waktu, kita akan saling mengenal. 
Aku, kamu dan dunia adalah perjalanan hidup yang dihubungkan dengan banyak cara dan melalui ragam ikatan tak terencana. 

Semesta mendengar, manusia merasakan dan Tuhan mencintai kita apa adanya. 

Uis Neno Nokan Kit. 


Tuesday, December 31, 2019

Cerita Tahun 2019

Tahun 2019

Tahun berganti dan aku masih belajar untuk mengampuni. Terlalu banyak luka dan kejadian di tahun - tahun sebelumnya yang membuat aku menarik diri. Spiritualitasku menjadi pertaruhan yang aku buat sendiri antara aku dan Tuhan. Kemarahan demi kemarahan berganti. Membuatku untuk terus berdiri dengan kaki aku sendiri. Kemandirian yang telah aku pelajari dan dibiasakan oleh keadaan yang rasanya menyelamatkanku dalam menjalani tahun 2019. 

Rasa menyerahku sudah di atas rata - rata. Kebanyakan senyum yang kubuat hanyalah topeng kehidupan untuk memastikan rasa sakit ini tidak memakan aku hidup - hidup. Namun, tahun ini jugalah memberikan aku banyak sekali pengalaman dan obat luka yang luar biasa. Pertama kalinya aku kembali masuk rumah sakit karena sesuatu yang seharusnya tidak perlu aku alami tapi terjadi lagi, maag akut. Perjalanan penyakit di dalam riwayat medis bertambah dengan cerita penyakit batu empedu yang tiba - tiba singgah di badan. Syukurlah, mereka hanya berdiam diri dan masih bisa berkompromi sebagai suatu penyakit. 

Sepanjang 2019, ragam kisah dalam perjalanan karir dan cerita sosial pun terjadi. Pertama kalinya aku pun mengalami adrenalin kebahagiaan yang mirip dengan apa yang pernah aku mimpikan selama SMA. Aku tak bisa melihat pelangi karena kabut yang menyelimuti hariku tiap malam tapi aku bisa merasakan hangatnya matahari meskipun sinarnya seperti tak berbekas. Setiap hari, helaan nafasku diisi dengan bahagia tapi juga duka. Penuh curiga tapi ada kebahagiaan. Harapan akan keluarga rasanya tidak akan menjadi kenyataan karena pelangi sudah tak pernah terlihat lagi. Aku akan menyerah tapi aku tahu ada beberapa semangat yang meminta ku bertahan. Memintaku untuk melihat lagi dan memintaku untuk berpegang teguh pada komitmen. Tuhan mungkin bicara lewat banyak anakNya yang lain tapi aku terlalu marah dan mungkin juga malu menghadapinya. Aku melihat semua rasanya hanya cerita kebohongan dan ditutupi dengan seolah cerita tawa. 

Tahun 2019 ini juga memberi kebahagiaan sekaligus memberikan duka yang sangat dalam. Kehilangan demi kehilangan harus ku alami sendiri. Menjalani sendiri dan memang aku tak tahu harus berkata apa atau bersikap bagaimana. Tangisku hanya bisa tertumpah dan menyesali mengapa aku ditinggal sendiri. Aku tidak berkata ini sebuah kesalahan tapi ini pembelajaran. Tapi. Tapi aku tak sekuat yang aku kira. Belum sembuh luka menganga, aku harus hadapi luka kematian. Kepergian selamanya kasih dan persaudaraan yang mungkin singkat tapi terasa sangat dalam telah memukul ku sangat telak. Bahkan di tengah lelahnya, sosok abang menemani aku dalam duka dan luka. Menemani aku dan percaya aku bisa menjalani banyak hal luar biasa dan apa yang ada sekarang di depanku hanya kerikil kecil yang akan mendewasakanku, menguatkanku bahkan menjadikan aku semakin bersinar. 

Aku ditinggal dan menutup tahunku dengan penuh duka. Meskipun pada akhirnya kupikir akan ada suka di tengah duka tersebut. Ternyata hanya waktu sekali lagi yang selama ini aku pikirkan dan rasakan terbuka oleh tabir. Sesuai janji dan perjalanan waktu, aku bertahan sekali lagi. Sekali lagi menuju 30 tahun perjalanan hidupku.