Tuesday, December 31, 2013

Happy New Year!

HAPPY NEW YEAR
WISHES A GREAT JOYFUL 2014!



Shine like stars.
Smile like sunshine.
Grateful as always every day.
Be blessed in God's hands.
Do the possible parts and let God takes impossible ones.

HAPPY NEW YEAR
2014
God bless!

Eco-product exhibition: photos series

Berikut beberapa foto lainnya selama pameran Eco product di Tokyo Big Sight pada 13 Desember 2013 lalu. Banyak inovasi menarik yang mungkin segera diluncurkan dalam skala besar oleh Jepang dan juga informasi lainnya.  Beberapa hal menarik juga disediakan peserta dalam acara ini yang mungkin bisa dijadikan motivasi untuk kita berinovasi jauh lebih baik.
Penyaring toxic! nano carbon fiber dapat menyaring partikulat hingga ukuran nano.
Mesin daur ulang untuk membantu klasifikasi tutup botol berdasarkan warnanya.
Sedapat mungkin kayu tua digunakan efektif mengisi ruang dengan material yang bisa dibentuk.
Ini juga ada di Indonesia!
Daiwa House menawarkan urban gardening, menanam di ruang kerja. 
Prototipe parkir sepeda bawah tanah. untuk mengatasi sempitnya lahan parkir.
Katun pun sebisa mungkin tetap bisa kembali ke alam. 
Tekanan oleh tubuh ke lantai saat berjalan juga dapat diubah jadi energi.
Karena kita benar - benar harus tahu bagaimana caranya menghemat sumber daya yang dimiliki. Menghemat bukan berarti pelit atau menjadikannya kambing hitam atas hal lain, tetapi penggunaan yang efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan sejahtera manusia. Semuanya dibuat oleh alam!

Monday, December 30, 2013

Bertemu homeless: kemiskinan di kekayaan Tokyo?

Diri masih belum bisa terlelap, katakanlah kejar setoran untuk kepuasan otak diri sendiri. Tulisan ini hanya cerita sederhana tentang bagaimana negara Jepang yang sangat berjuang menjaga para penduduknya pun masih bisa memperlihatkan adanya kemiskinan itu dengan sangat jelas. Foto di bawah ini diri ambil dengan sembunyi dan tanpa maksud apapun. Diri tidak memikirkannya sebagai suatu penghinaan atau upaya menjatuhkan pihak manapun. Tidak sekalipun! 
Definisi kemiskinan dalam artikel ini katakanlah memang tidak ada kebutuhan sandang, pangan dan papan yang memadai. Kurang sejahtera mungkin bisa jadi berbeda definisinya untuk diri karena beberapa waktu ini diri sempat sulit membedakan bagian mana mereka yang sejahtera dan miskin di negara asal diri. 

Ini kali pertama diri untuk melihat fenomena homeless -istilah sederhana yang seringkali diri dan kawan - kawan di sini gunakan- di Jepang, terutama di Tokyo. Muncul saja banyak pertanyaan tentang negara ini kembali apakah ada yang salah dengan sistem yang mereka terapkan? Atau memang di kota besar semacam Tokyo 'sedikit' lebih sulit untuk memberikan kebaikan? Tokyo memang dikenal dengan salah satu kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Di Tokyo, harga sewa apartemen ukuran sekitar 4 m x 5 m saja paling murah sekitar 70.000 yen per bulannya atau sekitar 8 juta rupiah. Nilai itu belum ditambah dengan biaya untuk berbelanja kebutuhan isi apartemen, makan sehari - hari, transportasi dan lainnya. Jadi, mungkin tidak salah kota ini dikatakan sebagai salah satu kota termahal untuk urusan biaya hidupnya. Para pekerja kantoran pun masih ada yang harus rela tinggal di tempat yang sangat kecil seperti rumah kapsul untuk menghemat pengeluarannya kebutuhan hidupnya. Dengan kondisi seperti ini mungkin sangat wajar untuk bertemu homeless seharusnya secara logika. Akan tetapi, diri tergelitik saja dengan pertanyaan mengapa? 

Selama di Jepang, diri belajar bagaimana pemerintah Jepang berusaha sangat giat untuk menjamin kebutuhan masyarakatnya melalui pajak ataupun asuransi. Keteraturan dan kenyamanan bagi warganya sangat diupayakan dalam segala aspek mendasar, seperti kesehatan, papan dan pelayanan publik lainnya. Oleh karena itu, ketika mengunjungi Tokyo untuk ke sekian kalinya dan baru diri melihat kehadiran beberapa homeless, pertanyaan dalam hati pun muncul, bagaimana sistem yang sedemikian rupa itu bisa juga kewalahan hingga sangat parah? Opini diri, kecolongan dalam suatu sistem memang suatu hal yang wajar tetapi jika hasil dari kecolongan itu dalam bentuk yang sangat berbeda jauh mungkin bisa jadi ada yang berbeda. Apakah ada distribusi yang tidak merata untuk setiap warga negaranya? Apakah mereka tidak dilindungi negara? Setidaknya diberikan tunjangan hidup hingga mendapatkan pekerjaan untuk hidup layak atau bisa jadi ditransmigrasikan ke area lain di Jepang. Banyak pertanyaan yang diri belum tahu jawabannya. Ini menjadi menarik untuk lebih tahu sistem sosial dan keteraturan di negara sakura. 

Kesempatan ini setidaknya membuat diri belajar lagi bahwa negara manapun masih memiliki masalah dengan namanya kemiskinan. Kemajuan industri suatu negara atau pendapatan per kapitanya yang tinggi pun tidak menjamin seluruh bagian masyarakat itu merasakannya. Sederhananya, tidak ada hal yang ideal di dunia ini. Pemerataan itu mungkin bisa dikatakan ada secara umum, tetapi akan selalu ada pencilan atau nugget effects di dalam setiap sistem sepertinya. 

Japan exhibition, apa bedanya?

Jalan - jalan ke exhibition atau pameran pasti banyak pemandangan menarik yang mungkin sudah suatu kebiasaan atau malah sesuatu yang unik darinya. Diri ingin sedikit membandingkan seperti apa pameran di Indonesia dan Jepang. Kebetulan diri mengunjungi Eco Product di Tokyo. Acara tahunan yang diselenggarakan pemerintah Jepang untuk memberi wadah para pengusaha dan organisasi lainnya mempamerkan hasil riset atau inovasi terbarunya. 

Selama keliling di area exhibition ini, diri dengan normalnya langsung membandingkan apa yang dialami di sana. Setidaknya ada beberapa poin perbedaan yang cenderung mencolok antara pameran di Indonesia dan Jepang. Diri rangkum beberapa hal yang menarik perhatian selama pameran. 

Pertama, setiap booth memiliki cara yang unik dalam mempresentasikan perusahaan mereka. Booth memamerkan dengan alat peraga asli atau poster atau atau prototipe mungkin sudah biasa tetapi dengan membuat kelas atau pertunjukkan di pameran itu jauh lebih menarik. Perusahaan besar seperti Panasonic dan Fujitsu, menyiapkan semacam ruang kelas untuk menjelaskan inovasi perusahaan mereka. Pihak perusahaan menyiapkan SPG baik wanita atau pria yang sengaja berkostum unik untuk menjelaskan langsung di 'ruang kelas'. Selain ruang kelas, ada juga pertunjukkan drama seperti ninja show yang di booth Dowa. Sayangnya untuk diri, pertunjukkan dengan segala penjelasannya disampaikan dalam bahasa Jepang. Jadi, diri hanya bisa memperhatikan kelasnya atau menonton gerak - gerik pertunjukkan saja.
Lihat si baju hijau itu professor kelasnya Fujitsu.
Ada juga kelas privat dari Mitsubishi untuk pengunjung ciliknya.
Kedua, suvenir dan hadiah lainnya diberikan 'tidak gratis' oleh setiap booth. Nah, buat diri ini menjadi suatu hal yang menarik dan berbeda. Di Indonesia, suvenir cenderung diberikan gratis oleh perusahaan meski terkadang dengan sekadar bertanya saja. Interaksi lebih dibangun oleh pengunjung yang ingin tahu lebih tahu tentang booth tersebut atau lainnya. Di Jepang, pameran cenderung dibuat dengan mengedukasi pengunjung langsung melalui permainan berhadiah suvenir. Setiap pengunjung booth diberikan kuesioner yang berisi soal atau lembar jawaban. Setiap soal memiliki jawaban yang ada di dalam booth. Lainnya para SPG juga bersiap sedia untuk menjelaskan tentang inovasi perusahaannya. Game dibuat dalam bentuk pertanyan terkait dengan inovasi dari perusahaan yang ada dengan bentuk - bentuk yang juga variatif. Diri melihat antusiasme para pengunjung baik muda maupun tua untuk mengikuti game dan mendapatkan suvenir. Suvenir yang diberikan pun beragam macam, misalnya handbag, skipping (alat olahraga) makanan dan lainnya. Seluruh suvenir disesuaikan dengan inovasi perusahaan tersebut. 
Para pegawai dengan apron merah bersiap menyediakan kuesioner untuk dijawab.
Antrian mereka yang akan mengumpulkan jawaban kuisnya.
Perbedaan kedua ini menunjukkan suatu hal yang diri pelajari. Kejujuran dan semangat juang itu tampak di masyarakat ini. Mereka coba menjawab setiap pertanyaan dengan jujur dan memilih berdiskusi untuk mengisi setiap lembar kuesionernya. Semangat juang itu penting untuk mendapatkan sesuatu!
Contoh kuesioner dan pertanyaannya.
Pesan dari pemilik pakaian yang diri dapatkan. Jangan tanya artinya apa!
Ketiga, sikap untuk recycle dan reduce itu tetap diterapkan dimana pun selama pameran. Flyer dalam bentuk kertas sangat sedikit jumlahnya. Para pemilik perusahaan cenderung untuk tidak menyebarkan sistem kertas informasi. Selain menyiapkan wadah untuk recycle kertas informasi atau peta tempat acara, panitia juga menyiapkan untuk recycle name tag. Di pameran, kegiatan recycle juga bisa ditemukan dan ini sangat membantu! Program exchange yaitu program give and take it free. Pemilik program ini mengumpulkan mereka yang ingin mendonasikan pakaian bekasnya dengan menuliskan pesan untuk tiap potong pakaian yang diberikan. Di booth ini, setiap pengunjung punya kesempatan untuk mengambil maksimal 5 potong pakaian dan lainnya. Kualitas barang yang masih oke sangat membantu pengunjung seperti diri untuk mendapatkan pakaian berkualitas yang gratis!

Keempat, panitia menyediakan pemandu tur untuk pengunjung rombongan maupun individual. Pengunjung yang berasal berbagai kalangan dan latar belakang pendidikan mendapatkan kesempatan yang sama untuk dipandu dengan cara yang disesuaikan. Anak - anak SD atau TK diberikan informasi dan panduan selama pameran dengan cara yang lebih santai dan ringan. Games tambahan disediakan pemandu tur untuk para murid supaya mereka lebih tertarik lagi setelah tur selesai. Beda dengan tur yang diberikan kepada kami yang cenderung ilmiah. Cerita inovasi dibungkus lebih serius oleh pemandu tur yang berasal dari post-doctoral universitas di Tokyo. 
Bedanya tur khusus anak-anak SD dan TK.
Persiapan tur para siswa muda.
Kelima, perusahaan juga memberikan edukasi melalui terlibat langsung dengan kegiatan inovasi kreatif. Contohnya diri melihat bagaimana anak - anak kecil maupun dewasa mendapat kesempatan untuk membuat rangkaian dinamo sederhana dari booth Honda. Mereka dibimbing oleh beberapa pihak dari Toyota untuk membuat rangkaian dinamo yang sempurna. Lainnya, kegiatan mewarnai gantungan kunci yang akan diberikan sebagai suvenir juga menjadi pilihan untuk para pengunjung di booth tertentu. 
Sibuknya para pengunjung di booth Honda untuk membuat dinamo
Hasil karya diri untuk ikut mewarnai bukan membuat dinamo.
Setidaknya lima hal itu yang jarang sekali diri temui selama diri mengikuti pameran di mana pun di Indonesia. Diri mengganggapnya sebagai suatu perbedaan mencolok yang mungkin dapat juga diterapkan untuk konsep pameran di mana pun lain waktu. Pengalaman ini memperkaya diri untuk terus belajar tentang budaya dan kebiasaan negara ini dalam suatu acara tertentu. 

Tuesday, December 24, 2013

Selamat natal!

Menjelang natal yang sangat dekat. Mungkin hanya dalam jangka beberapa menit. Diri mengucapkan SELAMAT NATAL untuk seluruh dunia.
Semoga kasih Tuhan selalu menyertai dan memberkati selalu.
Damai di bumi seperti di Surga.

SELAMAT NATAL 
BERSYUKURLAH DAN BERSUKACITALAH KARENA TUHAN YESUS.

Pameran ECO PRODUCTS Jepang

Ini cerita kunjungan diri beserta rombongan keluarga besar LP ke Tokyo dua minggu lalu untuk mengunjungi Eco Exhibition di Tokyo. Acara tahunan yang digelar di Tokyo ini menampilkan atau katakanlah memajang seluruh jenis perkembangan teknologi ECO terbaru yang dimiliki seluruh perusahaan - perusahaan Jepang, dari yang skala perusahaannya kecil hingga home industry. 
Acara sendiri diselenggarakan dari tanggal 12 - 14 Desember 2013 di Tokyo Big Sight. 
Ranger wanita Leading Program!
Perusahaan sekelas Mitsubishi, Sumitomo, Panasonic dan kawan lainnya ikut serta menampilkan apa saja yang telah mereka kembangkan hingga saat ini. Ajang ini mereka (kompeni) mengenalkan banyak teknologi terbaru yang basisnya eco friendly. Perusahaan berusaha mencari teknologi semaju mungkin tapi dengan menggunakan sumberdaya atau material sedikit mungkin. Mengapa? 

Dalam skala dunia, kebutuhan logam seperti tembaga, platinum, litium dan kawan lainnya semakin terus berkurang jika cadangan baru tidak ditemukan dan permintaan terus meningkat. Kita tidak dapat menyalahkan permintaan yang terus meningkat karena itu adalah alamiah dimana suatu negara terus ingin maju dan menjadi terdepan. Di satu sisi, penurunan jumlah cadangan baru yang ditemukan juga tidak dapat disalahkan karena biaya eksplorasi semakin mahal. Target yang dicari bukan hanya yang dekat dengan permukaan lagi tetapi semakin dalam dan dalam. Jadi siapa yang akan membayar ini? Baiklah itu sesi lainnya, kembali ke sesi sebenarnya.

Pihak Jepang berupaya untuk menemukan solusi ini karena mereka memiliki kelemahan pada keterbatasan bahan baku. Semua material yang digunakan untuk industri di Jepang adalah hasil IMPOR. Jadi tidak heran, mereka harus berpikir lebih extra untuk tetap eksis dalam industri dan menjadi terdepan dengan segala keterbatasan. Oleh karena itulah, pameran ini diadakan. Pameran ini ingin mendorong warga Jepang sendiri untuk terlibat dengan mengetahui teknologi yang ada dan paham dengan situasi negara mereka. 
ECO!!!
Ada yang berbeda dengan pameran di Indonesia dan Jepang! Tapi diri tidak membahasnya di sini. Tulisan selanjutnya saja. Kembali lagi. 
Setiap perusahaan dan usaha menengah mempersembahkan informasi tentang daur ulang yang mereka lakukan, produk eco yang dikeluarkan oleh mereka, desain eco dan bagaimana fungsinya. Banyak hal yang bisa diperoleh dari kunjungan ke pameran ini. 

Paling tidak, diri jadi mengerti mengapa masalah air keran saja bisa diurus detail oleh mereka. Jangan heran di Jepang semua keran air di tempat umum hampir semuanya menggunakan sensor untuk menghemat tiap liter air per detik yang digunakan! Atau desain laptop. Pada bagian pad yang kita selalu tekan untuk menumpuh tangan saat mengetik pun dijadikan bahan pikiran oleh para peneliti dari Toshiba. Mereka menemukan bahwa desain sarang lebah lebih efektif dan hemat dalam penggunaan material pada pad laptop dibandingkan desain konvensional yang ada saat ini. Desain ini terbukti lebih tangguh, ringan dan tahan lama dibandingkan desain konvensional. Itu hanya beberapa contoh yang dapat diri dapatkan selama kunjungan singkat di pameran.

Diri masih terkagum juga dengan pekerjaan mereka dalam membuat ban tanpa udara keluaran Bridgestone yang telah diuji lebih ramah lingkungan. Keramahannya bukan hanya setelah masa pakai si ban tapi jumlah karet yang digunakan juga lebih hemat dengan kualitas maksimal untuk ukuran mobil dalam kota. Belum lagi dengan beberapa sistem bahan pakaian yang luar biasa, seperti katun organik atau yang dapat didaur ulang, juga ada pakaian dari serat karbon. Pakaian dari serat karbon yang digunakan di badan pesawat 787 ini terbukti lebih hangat sebagai insulator, harga lebih terjangkau dan ringan karena tipis. Produk UNIQLO, perusahaan fashion asal Jepang sudah menggunakannya massal. 
Toray. Nano carbon fiber product. Boeing 787 gunakan ini sebagai badan pesawat dan sekarang lebih hemat bahan bakar karena lebih ringan. 
Diri jadi belajar bahwa penyelamatan lingkungan yang dilakukan negara maju seperti Jepang yang sekarang hidup dari impor ratusan bahkan ribuan ton material dari negara lain dimulai dari yang pengembangan teknologi sederhana yang berefek sangat besar jika dilihat dalam jumlah konsumsi massa. Tetap juga menghasilkan profit. Ingat ini industri. Manfaat sebesar ini sangat sayang jika dilewatkan, diri sangat menyarankan untuk mengunjunginya di bulan DESEMBER 2014 kembali. Sepertinya pameran 3 hari ini sangat menarik banyak pengunjung di Jepang dan luar negeri juga. Banyak sekali anak - anak sekolah yang sedari TK juga sudah dikenalkan dengan eco-product. Terbukti bahwa pendidikan itu dimulai dari sedini mungkin, bukan ketika seorang anak sudah paham semuanya seperti di universitas.
Produk baju dari nano carbon fiber. 
Sensor pengaturan jumlah air pada keran yang umumnya di Jepang.
Sistem penghangat ruangan. Pengembangan insulator agar suhu tetap hangat dengan energi lebih rendah.
Mobil listrik yang saat parkir bisa charger sendiri.
Keasikan bocah - bocah bermain di stand Honda. Mereka sedang merakit dinamo!
Simak aja sendiri foto - fotonya. Acara yang sangat menarik. Berburu hadiah dari perusahaan juga menjadi keasikan sendiri loh. 

Postcard project (2)

Ini menjadi postingan pertama kembali yang serius dari diri. Diri punya banyak sekali hal yang ingin dibagikan dan ditulis dalam kertas elektronik ini sebelum waktu akan menghapusnya dari ingatan atau terhapus tidak sengaja dari buku - buku catatan yang selalu dibawa. Mengingat sifat pelupa diri terkadang sangat keterlaluan. 
Pengantar ini sangat perlu sebelum memulai sesuatu yang disebut dengan POSTCARD PROJECT! Yup! Seperti terjemahannya, proyek ini tentang kartu pos. Apa yang diri lakukan? Mengapa dilakukan? Kapan mulai dilakukan? dan sebagainya. Baiklah ini beberapa jawaban mengapa proyek ini akhirnya dilaksanakan hingga saat ini.

Kapan ide proyek ini tercetus?
Idenya tercetus saat sedang diskusi dengan lelakiku. Pembahasan awalnya tentang seluruh foto yang diri ambil. Dia komplain karena semua foto yang diri ambil selama ini tidak pernah dicetak ataupun ditengok jelas kembali. Pada akhirnya berujung di hard disk. Menurut dia dan beberapa teman lainnya, jepretan foto diri cukup lumayan dan semakin baik untuk ukuran seseorang yang baru pegang kamera dan belajar paham kamera. 

Mengapa ada ide ini?
Ide ini keluar karena diri selama ini sering keluar dan masuk negara baru. Diri bertemu banyak orang baru mulai dari yang paling menyebalkan hingga yang sangat berbeda. Diri ingin mengenalkan apa yang asli sebagai identitas diri yang sekarang lebih ceria dan positif. (AMINNNNN!!!!). Akhirnya dilaksanakanlah ide kartu pos ini.
Bagaimana cara kerja proyek ini?
Jadi, diri harus mengumpulkan beberapa foto hasil sortir yang menurut diri sangat representatif terhadap suatu area yang pernah diri kunjungi dan terpenting hasil jepretan SENDIRI. Di setiap foto ditulis pesan pribadi diri tentang keceriaan, semangat, harapa dan lainnya yang diri amini dan selalu yakini. Singkatnya membagi berkat lewat tulisan sederhana. Kita tidak tahu terkadang di saat titik terendah kita dapat menemukan suatu hal sederhana yang dapat menguatkan hati kita untuk tidak menyerah dan tetap memperjuangkannya. 
Apa yang dibuat dari proyek ini?
Seperti namanya, yang dibuat adalah KARTU POS. Kartunya seukuran file cetak yang bisa diri gunakan saja. Berhubung kartu pos ini diedit dengan menggunakan power point atau photoscape, maka jadinya masih sederhana. Tetapi setidaknya yang penting dapat dicetak bolak-balik selayaknya kartu pos. 
Berapa banyak kartu yang sudah ada di proyek ini?
Sejauh ini total kartu pos yang sudah dicetak sekitar 60 - 70 buah kartu kalau diri tidak salah ingat. Semua kartu yang dicetak sudah dibagikan ke seluruh orang yang diri baru kenal selama perjalanan diri sejak Oktober hingga Desember 2013 ini. Diri sangat BERSYUKUR!
Adakah penolakan untuk proyek ini?
Hingga saat ini, diri tidak mengalami penolakan untuk setiap kartu pos yang diri berikan kepada kenalan atau teman baru atau dosen baru yang dikenal. THANK YOU GOD!!! Diri meletakkan pesan untuk setiap kartu pos dan berbeda di setiap kartunya. Diri tidak mempermasalahkan apakah setelah itu kartu akan dibuang atau hanya akan disimpan. 

Jadi apa sebenarnya tujuan proyek ini?
Sederhana saja, diri ingin BERBAGI KASIH. Berbagi kasih itu banyak caranya. Melalui pesan sederhana kepada orang - orang kita dapat memberikan kasih dan doa secara tidak langsung. Di sisi lain, diri jadi belajar PERCAYA DIRI dalam melakukan suatu karya. Jadi semua karya tidak teronggok sia - sia saja di hard disk. Kenangannya jadi dibagi. Sekaligus dapat mengenalkan suatu daerah baru tempat foto diambil, terutama AKITA.

Apa kendala proyek ini?
Printer dan kertas! Ini menjadi kendala tapi diri senang sekali karena berbagai kendala membuat diri lebih belajar lagi, termasuk menjadi mekanik printer. Printer yang ada di lab bukan untuk kertas tebal, tapi diri tetap coba (harap jangan ditiru yang sekolah di mana pun), maka pada titik tertentu si kertas tersangkut. Jadilah diri harus memperbaikinya. Tapi semuanya jadi pengalaman yang sangat menyenangkan. 
Apa harapan dari proyek ini?
Harapannya sederhana saja, yaitu semakin banyak orang TERSENYUM dan merasa DIBERKATI. Mereka TIDAK SENDIRI di dunia. Banyak hal indah yang bisa kita rasakan dan nikmati, maka BERSYUKURLAH. 

Apakah masih akan melanjutkan proyek ini?
IYA!!! Proyek ini akan tetap berlanjut. Semoga dengan kualitas hasil yang lebih baik ke depannya sehingga tidak ditolak oleh kantor pos manapun ke depannya jika ingin dikirimkan. 
Proyek kartu pos ini menjadi pembuka cerita di blog diri karena diri meninggalkan blog berbulan - bulan dengan konsentrasi penuh terhadap semua kegiatan lainnya. Lihat ya beberapa hasil kartu pos yang didesain dari foto - foto yang diri ambil sendiri. Masih belajar. 

Sunday, December 15, 2013

Snow photos

Yesterday we had class about Russian coal industry. Then during lunch time, we took pictures. Feeling so happy to get heavy snow in 3 days. Never feeling before. Most of us are new with snow. This is first time to get snow in Akita. It is all Leading Program students. Time to enjoy the snow. 
With Key!
Here is Key, me and Jen!
And now with Dineo. 

Kyushu Trip Photos

Sebelum diri cerita tentang trip kemarin, langsung posting terlebih dahulu beberapa foto selama kegiatan di sana. Kyushu Trip diikuti 15 peserta yang tergabung dari dosen, industri dan mahasiswa. Menariknya semua peserta punya latar belakang dan pengalaman berbeda. Namun, ini yang membuatnya jadi perjalanan belajar yang asik. Diri tidak pernah membayangkan sebelumnya untuk mendapatkan kesempatan berharga seperti ini. Bertemu, berbagi dan belajar dari pengalaman peserta lain yang luar biasa. Kapan lagi bisa kembali jalan - jalan dengan direktur atau manajer? Belajar tentang sikap kepimpinan dan lainnya yang sangat berharga.

In Hatchobaru geothermal area.
Full group dinner in Sanga Ryokan. 
Aso caldera. The biggest caldera in the world.
Hishikari mine. In Yamada veins systems. 1637 gr Au/ ton.