Tuesday, September 21, 2010

My Beloved sista in Ganesha



dan inilah mereka yang aku sangat sayangi selama di ITB.. Mereka teman dan sahabat yang baik yang pernah ku kenal sejauh ini.
Mengenal mereka selama beberapa waktu ini, jalan pada usia tahun ke3. Semua mulai melihat siapa saya dan siapa mereka. Inilah kami. Inilah diriku. Inilah diri mereka.
Ada kelemahan.
Ada kelebihan.
Terutama ada sukacita di antara kita.

Terima kasih Tuhan, ku mengenal DIAN LUTFYANA, juga RAHMAHAYANA, ada SRI INTAN RAHMAWATI dan TETURELA DEDIENE NURILAHI..
Semua begitu baik, indah dan unik diciptakan dengan segala yang ada pada diri mereka. Terima kasih kawan, my jungle sista..
:D


*fya sedang tidak berada di dekat kita ketika acara ini.

These are My Mine sista




Hmm, senangnya pagi ini bisa kembali postingan. Ntah ada apa dengan saya, tapi senang rasanya bisa berbagi banyak hal dengan orang lain. Cukup kesulitan kemarin dan sekarang menatap hari dengan lebih baik seharusnya.
Ya kan?

Indah sekali rasanya ketika ada senyuman. Rasa syukur dan keindahan lain yang terwujud untukNya.
Ahh, rasa - rasanya memang demikian.
Baiklah, ingin sekali aku memposting teman - teman terdekat wanita yang ku miliki hingga sekarang. Dan hanya mereka yang cenderung ada di lingkunganku dari beberapa tahun belakangan ini. Perkenalkan mereka semua.

Ini semua adalah saudara wanita tambangku..my mine sista'
They're amazing all with their ways..

ada yang namanya SENDY DWIKI dengan segala 'ketidakjelasannya' yang demikian dia selalu akui padaku. ada FEBRINA DYAH yang akhirnya mengenakan jilbab,, sungguh kawan kamu jadi makin cantik dan kalem. ada RESMITA KUSPRASETIANTY dengan segala 'kemeanannya' yang selalu kita streotipkan, namun dia sungguh baik dan perhatian. ada TRINOVINI yang kadang membingungkanku dengan caranya yang sayang dengan anak - anak, seorang guru sekolah minggu yang telaten. ada NINDIA WIRANING yang juga pada akhirnya berjilbab, kalem, dan baik hati sekali, sering mau - maunya ku gangguin. ada DYAH FIRGIANI yang selalu tersenyum, semangat dengan apa yang dihadapkan, suka pisang dan cuekan. ada DWI PANGESTU yang begitu keibuan juga, ingin segera menikah dan baik dalam menanggapi kawannya yang lain. ada YENI RAHMAWATI yang selalu menghibur, sabar, dan kadang juga mau - maunya ku bawa bingung. Semangat selalu dengan pilihannya dan sambal bikinan ibunya enak. ada SALMAWATI yang begitu baik, penolong, polos dan semangat belajarnya tinggi. Seorang kakak yang sayang sekali dengan adik - adiknya. juga ada ROSITA DARUSMAN yang tidak ada di foto atas, kalem sekali anaknya, taat beragama dan jujur terhadap apa yang ia yakini.

HMT 2008 as my mine sista.
Juga masih ada kakak - kakak ku di HMT yang begitu baik dan tetap perhatian padaku. ada ka RIA IRENE VINCE, juga ada ka LINTANG LARAS, ada ka ENDAH RENI, ada ka FIRDAUZY RIZKI, dan lainnya yang juga selalu menunjukkan semangat padaku.

Terima kasih Tuhan, ku mengenal mereka.
Terima kasih Tuhan, ku pernah tahu dan masih tahu dengan mereka.



Monday, September 20, 2010

Siang di Sel

Akhirnya memposting lagi. Baiklah, kemarin modemnya terangkut atau lebih tepatnya tercecer di rumah di Palembang. Ya, mau ga mau menunggu dululah si slot yang jatuh bersama dengan kartunya dikirim.
Sekarang lagi di sel, so longgg..
Aku kangen bermain dengan mereka.

Aku senang bisa tersenyum hari ini.
Senang bisa tertawa dan mendengar tawa hari ini.
Aku bersyukur hari ini masih ada.

Sayang, aku kangen kamu. Semangat ya di sana. Aku yakin kamu sanggup. Terima kasih atas tawa yang telah diberikan pagi ini.

Pagi adalah isi dengan kegiatan yang ada seperti biasa, masak dan banyak hal yang baik meski ternyata ada kerusakan sedikit karena tambahan yang tak penting dari seseorang. Tapi sudahlah, aku hanya ingin melihat bagian bahagia agar tak merusak yang sudah ada. Terima kasih Tuhan.

untuk sista..semoga segera resmi..undang aku ya nanti..:D


posting lagi

Kemarin adalah kenangan, esok adalah misteri, hari ini adalah kenyataan.

Wednesday, September 15, 2010

Hari ini

hujan..
kembali itu saja yang terlintas
hujan..
hanya dirinya yang menghibur emosiku
hujan..
yang membuat semua ini bak kamuflase diri ini

semua tak segampang terlihat
tak seindah selalu pelangi ada.
rasa dan rasa begitu membingungkan.
Masih kan indahkah ini hingga akhir.

Masihkan selalu adakah dirinya untuk ku.
Akankah aku selalu untuknya.
Pertanyaan sulit yang menggangguku
Lihat hari ini
Lihat saat ini.

Hanya tanya
Hanya saja tanya yang membuat semua ini ragu
Aku tidak tahu sisa hari ini
Aku tidak menebak jadi apa pikiran ini
dan aku tidak mengerti akan dibawa kemana semua ini

Ku buang jauh kah?
atau ku tanam indah?
ini tak mudah
ini memang belum mudah
Semua akan ada pertanyaan
Saya pengekang?
iya, mungkin demikian
karena takut kehilangan kah
atau karena terlalu buta oleh semua rasa

Jauh jarak ini
jauh waktu yang ada
Rasaku tetap untukmu
hingga kapan aku bertahan
menunggu hingga ku tahu
apa aku untukmu
apa aku bagimu

Tuesday, September 14, 2010

Sungai Bintang

chandrarini...

wahh terlupakan akhirnya, aku ingin sekali menggambarkan malam saat itu, ya, hari Minggu 12092010 kemarin.
aku rindu sekali melihat langit malam waktu itu. Saat Palembang padam semua lampunya, dan hanya tersisa redup kecil cahaya saja di tanah. Ketika melihat langit, hanya langit dengan terang banyak bintang dan bulan sabit setengah. Serius, aku tidak berbohong, kembali ku lihat akhirnya sungai bintang di langit. Sungai bintang itu bagian langit yang penuh bintang dan memang ada di salah satu folktalesnya rakyat cina. Aku percaya itu ada dan bisa dirasain apalagi saat langit cerah, cahaya pun banyak padam.
Ini yang sulit kucari di Bandung. Selama di Palembang, sesekali masih ku temui sungai bintang, dan terutama setiap ke gunung pasti akan ku jumpai mereka. Begitu indah, begitu indah.
Aku merindukannya lagi. Aku merasakannya ada. Aku melihatnya ada samar di balik awan hitam tebal menipis. Aku bahagia melihatnya.

Rasanya sudah lama aku tidak melihat suatu keindahan seperti Minggu malam kemarin. Langit cerah, bulan bersama bintang sedang berbaikan. Mereka saling melengkapi sebuah keindahan dan rasa syukur pada Maha Pencipta. Ingin rasanya bertemu mereka lagi.
Ingin rasanya semua keindahan ini bisa kubawa dan abadikan dalam sesuatu yang real. Suatu yang bisa terus kupandang saat siang. Ya, aku merasakan damai saat itu. Aku merasa tenang dan melepas semua rindu dan raguku padanya. Begitu hebat Alam Semesta ini diciptakan.

Jadi ingat kerjaan SMA, aku hanya duduk di teras atas rumah yang terbuka, sebelum dikasih atap tambahan, untuk mengobrol dengan bintang. Hanya untuk berbicara sesuatu yang tidak aku pahami. Untuk mencari keyakinan dengan apa yang harus ku pilih. Coba saja.
Aku merasakan bintang menjawab apa yang ku tanyakan pada mereka. Aku melihat 'bintangku' menjawab keraguanku. Ada satu bintang yang selalu kerlip untuk ada ketika aku sedang berbicara dengannya.

Aku melihatnya.

(sumber gambar : avel/friendsterblog)

'Bintangku' akan selalu menjawab ketika aku bertanya. Dia ada saja saatku sedang menantikannya. Begitu indah kamu bintang.

Sungai bintang biasanya juga dibilang sungai langit oleh sebagian orang. Ohya, sungai bintang ini dalam bahasa inggris sebagai cluster.
Jadi, mari kita lihat apa keindahan sang cluster ini. Katanya demikian nama si sungai langit ini. Sungai bintang adalah kumpulan bintang yang jumlahnya sangat banyak membentuk satu line sehingga seperti sungai ia tampak.

Monday, September 13, 2010

Eksplorasi

eksplorasi..eksplorasi..eksplorasi..sampai mati..
eksplorasi..eksplorasi..eksplorasi..sampai mati..

Itu lagu kita dong. Anak - anak eksplorasi..

baiklah ini foto bersama saat kemarin ada di acara pelantikan atau welcome geathering buat semuanya..











Sahabatku


Nah akhirnya mempostingkan sesuatu kembali. Hari ini rasanya membaik saja untuk semua yang ada. Okay, semalam perasaanku labil sekali terhadap sesuatu.
Ego seorang OS emang tidak bisa ditebak. Aku sih ikhlas tapi kalau lagi labil, keluar semua sudah kekesalan yang ada dan keegoisan tingkat tinggi yang ada.
Aku hanya ingin mendapatkan segera dan instan saat itu juga. Namun, mari meredam hatiku. Mari meredam kebencian atau apapun jeleknya sebuah sikap itu. Aku berjalan saja dalam ketidaknyamanan itu hingga ke dalam mimpi dong. :D

Senangnya ada sahabatku yang baik. Dia baik sekali hingga saat ini. Semalam ya dia jadi kotak sampahku untuk ngomel dan merasakan kelabilan. Terima kasih Tuhan, masih mau dia sabar ngadepin kawannya satu ini.
Hingga pagi ini saat orang tua mengomel kedua kali untuk aku tidak perlu pulang lagi nanti Natal. hahaha.. Ini yang aku agak bingung. Aku disuruh ga pulang dong..Aku sih senang - senang saja karena kawanku udah menggoda untuk pergi lagi khusus wanita saja. Akan tetapi, sedih juga, emang sih salahku juga ga pulang kemarin karena ingin. dan sekarang pulang dalam kondisi renta pula. hahaha..:D
Berhubung orang tua yang ku miliki kalau bilang iya adalah iya, berarti ada kemungkinan aku akan tetap berada di tempat lain pas natal nanti..Ada yang mau menampung saya?? :D

Baiklah, tujuan postingan ini ingin menggambarkan baiknya sahabatku ini. Orangnya memang terlihat gelap dan dingin. Akan tetapi baik dan tulus juga. Aku biasa memanggil dia odong dan begitu sebaliknya. Tapi panggilan dia ke aku ada bodo juga..huuuuu...
Ini ga ada maksud menghina antara kita tapi emang buat kita ini adalah sejenis panggilan kesayangan. Mungkin bagi mereka yang mendengarnya di luar sana pasti akan mengira aku menghina dia atau dia yang menghina aku. Padahal tampak luar itu tidak menjamin tampak dalam yang sebenarnya.

Dia baik sekali dalam membantu aku belajar dan menjadi sehat. Selama aku sakit ini, kalau kuliah kita sama pasti dia akan membantu membawakan semua barang - barang buat kuliah. Bahkan kalau memang jadwalnya ngga pas, dia kadang tetap datang untuk membantu aku atau menelepon teman lainnya untuk membantuku.
Anaknya supel dan diam. Pemikirannya dalam. Kesukaannya berat, yaitu Tan Malaka..sedangkan aku sukanya Pramoedya Ananta Toer. Sekarang ceritanya dia bakal jadi objek penilai masakanku.
Sahabatku juga siap sedia kalau aku telepon untuk meminta tolong dan buat bersenang - senang. anaknya tanggung jawab kok meskipun terlihat tidak. Itu yang aku sebal kalau orang - orang udah mendeskritkan dia. Padahal dia sendiri begitu peduli. Anknya terlihat ngeyel tapi itu prinsip buat dia. mungkin ini yang membedakan orang yang prinsip dan tidak. mereka yang tidak punya prinsip ngga akan betah melihat sikap mereka yang berprinsip. Aku merasakan dan melihat itu adanya. Dia cukup selalu membuatku kaget dengan gaya hidup dan pemikirannya. hal yang buat aku kaget saat dia mengatakan prinsipnya tentang pacaran hanya sekali seumur hidup. Dia telah memilih dan menyakinkan dirinya. Saat putus ini, dia akan tetap pada pendiriannya. Ia sudah siap menanggung konsekuensinya. Saluettee ama ini odong..
Kebetulan kondisi cerita hidup dia hampir mirip dengan aku. Hanya saja bumbu malas dia lebih banyak dibandingkan aku. Dan Bumbu sabar dia lebih banyak juga dibandingkan aku. Jadi resmi.
Satu hal, dia sabar banget sejauh ini menghadapi labilku. Sempat panik kemana - mana karena aku tiba - tiba hilang di kampus berjam - jam tanpa bisa dihubungi. Aku tidak membawa tas, hape, dompet dan kawan - kawannya karena dia yang memegangnya.. hahaha.:D
dia mau marah tapi akhirnya cuma keluar kata - kata..odong, kau buat panik aja. ditelepon ga bisa. kau kenapa lagi?
Baik banget dah. maap ya buat itu. Sejauh ini akhirnya kalu aku dah labil dia paling takut karena aku pasti menghilang ntah kemana lagi.

Sejauh ini ia begitu baik.
Semoga wanita itu mengerti kamu adanya.
Hayooo..semangat odongg!!!

Terima kasih ya begitu baik..dan selalu menjagai saya.

He's my best friend..
Hei guys.. you're Rock..

catatan..dia ga ada di foto loh..invisble sekali anaknya.


Sunday, September 12, 2010

smile

Tuhan begitu indah menciptakan aku.
Tuhan menjalankan segala sesuatunya sempurna untukku.
Semua begitu harmonis.
dan aku padaMu saja, Bapa.

Bunda

Berbincang dengan diri sendiri itu kadang menyenangkan. Tadi di gramedia menemukan penyakit sosial tentang bicara. Jika aku tidak salah tentang mutulisme. Gejala kelainan yang tidak berbicara pada orang lain atau menahan karena ketidakinginan emosi.
Itu pilihan, namun belum semua orang melakukan demikian di masa - masa ini.


Aku senang dengan perjalanan akhir - akhir ini ke Palembang. Banyak anak kecil yang hadir. Aku ingin sekali dekat dengan mereka. Kata orang - orang anak kecil itu polos dan mau dekat dengan mereka yang benar - benar tulus.
Jujur, aku senang dengan anak kecil meskipun cenderung cuek sekali dan terkadang mati rasa sendiri.
Aku senang dengan kehadiran mereka. Ingin rasanya bisa bermain bersama mereka, tapi apa daya. Tidak semua anak kecil mau ku dekati, ntah mungkin kah rasa senang ku ini karena ada alasan saja. Aku rasa tidak. Aku ingin menyayangi mereka seutuhnya.
Sejak dulu, aku merasa menjadi guru TK itu menyenangkan. Ntah ya, tapi rasanya seperti itu. Begitu indah saja melihat anak - anak kecil yang baru mengenal teman, seragam, huruf dan angka, membuat hiasan ini itu dan mewarnai hari.

Aku juga selalu ingin bisa memberikan permen atau cokelat kepada anak kecil yang bertemu denganku. Mungkin karena dipengaruhi iklan pemutih kulit, semoga tidak sedangkal itu. Senang melihat seorang anak kecil senyum manis ketika memperoleh hadiah.
Dari libur yang lalu belum kesampaian. Waktu itu aku takut karena ada orang tuaku dan memang saat itu lagi gereja. Anak kecil gendut itu lucu sekali, masih kecil tapi mau saja digodain dan menggoda. Aku merasa bersalah ketika dia sudah tahu aku punya cokelat dan aku belum sempat memberikan padanya.
**dek, di mana kamu?**
Jika Tuhan mengizinkan, aku bisa membangun TK atau SD. Ingin sekali juga di usia ini, aku bisa menjadi seorang pengajar di TK. Akan tetapi, pergaulanku belum membawaku ke sana. Lingkunganku masih terlalu padat. Aku pun masih terlalu sibuk sekali. Ingin rasanya, ingin rasanya.


Pada akhirnya, aku hanya ingin menjadi seorang bunda nanti.
Memiliki anak dari rahimku sendiri dari pria yang tepat untuk seumur hidupku,
Ingin menjadi ibu terbaik yang pernah ada untuk anak - anakku. Ingin mengasuh anak - anakku dengan tanganku sendiri, meski harus bangun malam ketika lelah untuk menyusui ataupun ganti popoknya..mau masak sendiri semua makanan dia.. mau dandanin dia..mau antar jemput dia sekolah kalau udah gede..mau nemenin dia main, buat peer..pengen jalan - jalan bareng nantinya kita....hiking bareng, diving bareng, caving bareng ama anak - anakku dan suami..
Ingin sekali menjadi sahabat terbaik bagi anak - anakku nanti.

Melihat polosnya bayi, tenangnya mereka. Memang di mata mereka tidak ada beban. Rasanya dunia baik sekali pada mereka.
Jangan sia - siakan anak - anak kalian ya orang tua !!!
Kasihilah mereka...
God bless all babies..
dan Tuhan mendengar doaku..dan orang - orang yang yakin padaNya.


Suratku untuknya

Pagi sayang,

Deru hujan ini masih belum mampu mengantar tidurku. Aku masih terjaga di depan alat elektronik ini. Ia membantuku menyalurkan segala rasa terpendam. Ohya, aku dipukul atau diingatkan tentang orientasiku sepertinya, sayang. Dia sangat baik sebenarnya tapi caranya masih belum jadi hal yang maklum buatku. Sisi dari diriku masih sering terpancing selalu. Aku masih tidak stabil berubahnya sayang. Semua seperti ada dua orang dalam diriku. Di satu sisi, aku merasakan aura negatif, pikiran negatif, kecurigaan, emosi berlebih terus menerus dan kawan - kawannya. Namun, aku juga merasakan sisi berbeda yang terus tertekan keberadaannya. Dia baik, mau berpositif, sabar dan menelaah dulu lalu mengampuni.
Kenapa ya sayang semuanya kayak gini. Masih saja aku gampang terpancing emosinya. Mungkin benar apa katamu kalau sebenarnya memang terlihat dekat tapi aku jauh. Aku masih seperti ini dan belum berubah.

Sayang, maap ya, aku belum tidur sampai sekarang. Aku tidak memperhatikan kesehatanku. Aku belum bisa menentukan prioritas kegiatanku secara utuh. Aku yakin kalau kamu tahu pasti kamu akan sangat marah. Aku ngga inginkan itu. Aku ngga ingin menambah beban emosimu hari apapun. Sayang, aku menyayangimu karena kamu dan tidak ingin pernah menambah apapun emosi karena aku. Dari awal juga, aku hanya ingin menyayangimu saja. Selebihnya, aku hanya tahu Tuhan yang punya jawabannya. Jika aku diberi kesempatan untuk disayangi, itu adalah kasihNya padaku melalui kamu. Terima kasih kalau memang benar kamu yang dijadikanNya perantara. Jikapun tidak, aku tetap harus bersyukur karena merasakan kasihNya dan bisa mengasihi orang lain.

Sayang, kamu gimana di sana? Orang - orang melukaimu ya setiap hari? Semangat ya. Aku memang bukan motivator yang baik. Secara verbal dan perbuatan pun tidak tampak secara nyata kan. Tapi itulah aku adanya. Aku hanya bisa berdoa dan berharap kamu merasakan rasa sayangku padamu. Itu saja. Mungkin aku dibilang berlebihan atau narsis atau tidak tahu diri atau apapunlah, tapi tetap aku sampai sekarang masih menyayangimu. Lewat doa dan semangat diriku sendiri yang bisa ku lakukan. Aku masih ingat ketika kamu mengajarkan aku untuk memberi pengaruh yang baik pada orang lain lewat perkataan dan perbuatan kita. Aku tahu itu sedari dulu, tapi kamu mempertegas bagian - bagian tertentu yang seharusnya aku lakukan juga sedari aku tahu. Akan tetapi, aku mohon jangan jadikan itu sebagai alasan untukmu menyimpan segala galau dan ketidaknyamanan apapun itu disebut, sendiri ya. Berusahalah berbagi beban dengan yang kamu percaya, mungkin bukan aku. Mungkin dengan orang - orang terdekatmu yang kamu percaya. Itu jauh lebih baik. Kamu tidak akan menambah beban kok. Kasih yang tulus tidak akan terbebani ketika ada perasaan lain yang ingin tercurah padanya. Ia akan siap mendengarkan, merasakan dan jika mampu siap untuk menjawab pertanyaan.

Sayang, semua ini begitu indah. Terkadang rasa kangen aku padamu memang tampak tak terbendung. Iya, aku akuin demikian. Mungkin ini karena masih di awal saja. Tetapi, aku berharap dan aku percaya ini tidak akan hanya di awal, semoga hingga waktu yang diizinkanNya. Aku menuliskan ini sebagai surat untukmu. Aku merindukanmu. Merindukan segala waktu yang telah dilalui. Aku sadar aku mungkin hanya bagian kecil dalam kenanganmu. Aku tahu seharusnya aku membendung semua perasaan ini dengan baik. Kamu tahu kan alasannya. Aku sendiri sudah pernah bilang padamu secara langsung. Tidak ada yang pasti di dunia ini. Jadi aku seharusnya segera mengantisipasi sesuatu yang berlebihan ini. Seharusnya semua perasaan ini ditata pada tempatnya sehingga ketika pada akhirnya kita menemukan jalan buntu dan harus terpisah, aku tidak akan sangat terluka.

Mungkin (kembali) benar kata sahabatku kalau aku sedari sekarang harus mencari cara untuk obat perasaanku nanti. Jujur, terkadang aku sok kuat di hadapanmu karena aku mau kamu berbahagia dengan yang terbaik sesuai pilihanmu. Meski pada akhirnya mungkin saja aku akan alami rasa sakit itu. Ku akui kamu yang pertama untuk masalah seperti ini. Ohya, definisikan masalah dengan rasa ya. Kenapa disebut masalah karena konotasi lebih tepat saat ini menggambarkan perasaan ini. Doaku hanya satu, kamu benar terasah menjadi berlian yang indah untuk setiap bagiannya. Kamu pasti paham maksudku apa.

Terima kasih ya telah menghias hari - hariku akhir - akhir ini dengan baik. Terima kasih telah menjagai aku secara mental dan fisik. Aku sadar kalau aku belum melakukan apa - apa untukmu. Bahkan membuatmu tersenyum pun belum rasanya. Aku rindu mendengarmu tertawa lepas dan aku belum bisa menggoreskannya padamu. Terima kasih cukup membantuku berubah, mengingatkan aku akan keluarga, menyemangati aku untuk mencapai cita - cita.
Terima kasih bahwa ada semangatku untuk dipanggil Bunda pada waktuNya nanti.

Pagi ini hujan loh sayang di sini.
Aku hanya tertegun untuk mengamati isi tulisan ini. Maap kalau ternyata bagimu aku masih berlebihan untuk masalah ini. Aku hanya ingin melepaskan seluruh rinduku. Itu saja. Perkara tulisan ini jadi permasalahan dalam artian sebenarnya, aku harus siap. Aku hanya mencoba jujur dengan diriku. Aku hanya seorang wanita biasa yang masih belum teratur. Aku punya perasaan yang tidak bisa diikat oleh tradisi ataupun kebiasaan. Perasaanku bebas memilih bagaimana jalannya. Tolong biarkan saja dia apa adanya seperti ini karena aku masih belum menemukan cara untuk mengendalikannya.
Mungkin pada akhirnya akan ada nilai minus yang banyak karena dia terlalu liar. Namun, sejauh ini dia yang membuatku semangat. Perasaan yang ada denganku seperti Tuhan selalu ada ketikaku jauh. Aku masih belajar. Lebih baik jangan mengeluhkan diriku ini, tapi ajari saja bagaimana seharusnya perasaanku berlari dan berjalan baik.

Sayang,
semoga di waktu yang tepat kamu bisa membaca ini. Aku tahu kamu sibuk dengan segala yang ada di sana. Jaga dirimu baik - baik ya. Hanya itu yang bisa ku katakan. Maap, perkataanku tidak ada yang real yang bisa kamu lihat. Percayalah, itu akan terjadi pada waktuNya. Aku sedang berusaha untuk itu.

Sayang, aku menyayangimu seutuhnya, tanpa alasan dan tanpa syarat. Sejauh ini, aku hanya tahu dan merasakan itu. Berusaha memperbaharuinya tiap hari agar ia tumbuh baik dan tahu kapan harus berbuah dengan baik. Tanpa aku tahu pada akhirnya buah macam apa yang akan dihasilkan nanti. Aku hanya menyerahkan padaNya yang menjagai semesta.

Terima kasih kata - kata sayangmu. Terima kasih segala keyakinanmu yang pernah adaku. Terima kasih pernah begitu indah melukis rasa di hatiku. Terima kasih untuk perubahan dan semangat yang kamu berikan.
Hingga pada akhirnya aku berharap kamu mendapatkan yang terbaik. Hanya itu.
Dengan hati dan air mata, aku yakinkan diriku tulus dengan segala apa yang akan terjadi di depan nanti.

Suratku untukmu,
Terkirim di hari Minggu 12 September 2010.

dari yang menyayangimu.
dan hati yang mendoakanmu.

Minggu Pagi

langit malam masih mengelam.
hanya deru angin terdengar sayup,
berkelana mampir di setiap mimpi di dini
hanya dingin mampu menyelimuti.

bintang menggeser diri
berganti dengan rintih air yang indah
musik malam adalah nyata.
ia berkelana di alam mimpi.
dinginnya bersama hujan

ini begitu indah
memukau hasrat
ini perasaan
ya, ini adalah perasaan
membaui hujan,
merasakan dinginnya berlipat
asa merasa tenang

begitu damai dalam relung
tetap ada pasti
ya, semua baik
menjalin semua keteraturan ini
rasa yang tak terdefinisikan

tumbuh saja begitu dalam
membasahi dan menyelimut dingin seperti hujan ini
terkenang
dan terdengar
anugerah terindah
asa ini berharga
tak sebatas permata

rasanya inilah hujan,
makin deru
dan makinlah mengerti tentang asa ini

hingga akhirnya,
bintang yang akan menemani lengkap.
antara asa ini.


Wednesday, September 08, 2010

Do I?

Heii bangun tidur memang akan menguji dirimu yang masih terbawa mimpi.

Aku benar-benar berniat ini.

Tersentil beberapa waktu ini tentang si ndut, iah demikian mungkin akan disebut selanjutnya.
Mengapa saya mau memilihnya? Mengapa dia selalu ada menghiasi hari-hari ini dengan segala dilema dan tertawanya?
Nah,si ndut mungkin tidak merasakannya. Akan tetapi, aku terus saja terjebak dalam dirinya. Kata kakakku, zona subhat. Do I?

Ia ada dalam diri aku sejauh ini. Si ndut cukup meracuni kehidupanku secara indah sejauh ini. Mungkin benar dia diciptakan untuk itu. Menyakitkan memang pada perjalanan dan mungkin akhirnya juga. Tapi itulah adanya. Mengapa aku masih belum bisa membuat ndut tertawa lepas. Apakah aku bukan pengasah intan yang dicari? Sepertinya.

Ndut, do I?
I do miss u.
But please, dont make me ask more about you.
I've ever stucked in this kind on process.

Monday, September 06, 2010

Memasak

Hayooo..saya mulai ingin memasak lagi..
Ide termuktahir adalah mencatat dan mencari dimana resep keluarga kepunyaan si oma nih..hehehe..:D

Ide terhanyar lagi adalah mencari objek yang mau dimasakin..Tapi ada ga ya, abis objek utama udah kagak mau lagi dimasakin..katanya sih kalo aku yang ngomong pasti ngga dikerjain karena suka lupa dan sibuk sendiri..:D
Padahal, sekali ini gw sangat berniat memasak buat nih objek utama. Mau dibela-belain. Serius deh, tapi sempat jiper duluan dibilang gitu..huff..
ya, Nanti kita lihat bersama aja. Do More, Talk Less Anymore..ngga lagi-lagi deh bilang. aku diam-diam aja ahh. Ngga mau lagi Open Mouth Much..Emang penyakit yang cukup parah deh kalo masalah itu, abis biasanya PASTi dan LIMIT mendekatinya ngga akan dikerjain..:D:D:D
Ada aja hambatannya di ujung.

=))
Aku akan memulai pilihan kinerja memasak yang baik. Saya 'kan pengen jadi ibu yang baik buat anak - anak nanti kayak MAMA :)
Saluttee juga pasti lihat Melly Zamri tadi di acara Gosip pagi - pagi. Rajin betul masak dan suaminya rela balik buat MAKAN SIANG masakan dia doang dong!!! Pengennya gitu nanti..Tapi nanti, ngga sekarang..
Sekarang fokusnya belajar LEBIH dulu buat masak, di LUAR KESIBUKAN yang menyenangkan gw >> KULIAH..

Postingan yang berisi resume obrolan dan pikiran semalam..Saya rasa harus segera diREALisasikan dah..Sebelum makin jadi bahan ejekan ama si objek utama saya. hmm, terpikir juga buat cari nama dan identitas seseorang di sini, agar lebih enak ngungkapinnya.
Ntah, niat sekali saya.

Heii ndut, **panggilan umum untuk semua orang deh..**, sementara namamu itu aja ya..Kalau saya beneran bisa masak gimana. Jangan ngomong gitu lagi dong. jiper duluan kan, saya masih belajar semangat nih..
Sementara, cari objek lain dulu ahh yang mau dimasakin..hehehe.

Thursday, September 02, 2010

September

selamat datang bulan baru..aku pikir tidak sangat enak mengalami hari - hari bulan ini dengan kisah pahit.
Hati sedang tak tentu.
Aku pun melupakan orientasi blog ini. Maap bagi yang kecewa karena isinya hanya kekecewaan dan keluhan saya. Maap juga tidak bisa berbagi dengan baik apa yang seharusnya.
Aku hanya memikirkan tuk jadi apa adanya aku.

Aku tidak tahu lagi.
Semoga jadi lebih baik.
Aku tahu meski aku bukan yang terbaik.
Mungkin kita akan pisah.
Mungkin kita akan bersama.
Tapi harapanku akan tetap sama hingga sekarang, pertama dan terakhir.

Aku bukan Tuhan untuk memutuskan.
karena aku bukan pengendali waktuNya.
yang ku tahu, hanya jawabanNya tidak akan dini dan tidak akan juga terlambat.
Sungguh Dia luar biasa.

dan aku yakin dia menyayangiku seutuhnya.
seperti aku terus belajar menyayanginya. Ingin sekali menyayanginy dengan sempurna seutuhnya.
Tapi mungkinkah?
Aku menjalani saja dengan semuanya.
Meski jawabannya aku tidak tahu, bisa saja tidak atau iya.
bukan tanganku yang menghandle.
ada Dia.
dan benar ada Dia.