Showing posts with label amazing2013. Show all posts
Showing posts with label amazing2013. Show all posts

Tuesday, July 05, 2016

Akita University Museum

Sekolah di Jepang, kebanyakan pasti memiliki fasilitas museum. Terlebih buat sekolah - sekolah yang punya jurusan geologi atau tambang. Beberapa kampus yang diri tahu ada fasilitas museum adalah Akita University, Hokkaido University dan Kyushu University. Hampir semuanya adalah museum tentang geologi dan tambang karena memang sekolah - sekolah ini memiliki program unggulan di bidang tersebut. Museum geologi atau tambang di Akita University berada tepat di bukit belakang Akita University. Museum yang bertingkat 3 ini memiliki beberapa eksibisi yang menggambarkan fenomena alam, dari sampel batuan dan mineralogi, maket pertambangan dan minyak bumi, juga beberapa fosil berharga. Seluruh sampel berasal dari berbagai negara, juga dari pastinya dari Akita. Akita merupakan salah satu laboratorium alam yang masih sangat terjaga. Selain eksibisi, museum juga mempunyai fasilitas tambahan untuk analisa sampel bagi mahasiswa yang sedang melakukan riset. Gedung yang digunakan, langsung terletak di sebelah gedung pameran utama museum. 
Salah satu sampel batuan dari koleksi yang ada.
Singing rocks.
Tiket masuk museum untuk umum hanya 100 yen per orang dan gratis untuk mahasiswa Akita University, cukup dengan menunjukkan KTM saja. Selain pameran sampel bebatuan dan mineral yang disusun berdasarkan cerita terbentuknya, pengunjung juga dapat mencoba langsung beberapa alat peraga dan menonton video terkait dengan proses pembentukan alam. Ada alat peraga dari batuan yang bisa mengeluarkan bunyi alunan musik karena bagian tengah batuan yang kosong ataupun maket besar yang menunjukkan sebaran tambang di seluruh Jepang. Saat diri terakhir mengunjungi, di museum baru saja ada alat peraga semacam PS3 untuk belajar memplanning penambangan bawah tanah. Museum juga memiliki satu ruang audiotorium besar yang biasanya digunakan untuk kuliah umum atau presentasi terbuka bagi publik yang ingin belajar tentang geologi. Biasanya museum ini memiliki kegiatan tahunan untuk memberikan semacam kelas bagi masyarakat umum untuk mengenal apa itu geologi dan tur keliling museum untuk belajar apa saja yang disajikan di museum. Banyak masyarakat umum yang ikutan loh dalam program ini, terutama anak - anak dan orang tua.
Alat peraga pertambangan.

Alat peraga lainnya.
Bonus trek jalan ke atas bukit, tempat museum didirikan, pengunjung bisa melihat pemandangan Akita sepanjang mata memandang. Jika kita datang saat cuaca cerah, pengunjung bisa menikmati pemandangan pinggir Laut Jepang dengan instalasi pembangkit listrik tenaga anginnya yang sedang aktif beroperasi. 

Monday, July 04, 2016

Akita University

Ada beberapa postingan tentang kampus diri di Jepang. Yang jelas saat diri tinggalkan, mereka sedang dalam pengembangan yang sangat pesat. Mungkin ada beberapa yang akan berbeda, tetapi setidaknya beberapa foto di bawah bisa memberikan gambaran bagaimana si Akita University itu. Sebagai catatan, diri adalah mahasiswa di geologi, jadi foto - foto yang ada mungkin sedikit terfokus di bagian yang dekat dengan fakultas diri. Sebagian cerita tentang kampus diri ini juga sudah diri tuliskan di bagian Leading Program, beberapa postingan sebelum ini. Diri berharap ini bisa membantu untuk siapa saja yang akan menjadi murid baru di Akita University. Welcome!

Wisuda April atau Spring semester entrance.
Tampak depan kampus Akita di Tegata.
Bagian belakang, area parkir sepeda. 
Acara wisuda lulusan September atau Fall semester. entrance.
Salah satu kelas dan forum kegiatan mahasiswa di Akita University.
Di depan perpustakaan dan gedung utama para profesor saat ini.
Salah satu taman di dalam kampus Akita Tegata.
Fasilitas kampus Akita University di Tegata sendiri ada klinik kesehatan, kantin (tanpa makanan khusus halal), ATM center, perpustakaan, ruang mini konser, area kegiatan mahasiswa atau ekstrakurikuler, kantor rektorat, kantor administrasi kampus, All Room (English Room), laboratories, class rooms dan lainnya. Kampus Tegata Akita University sangat mudah dijangkau dari Akita station atau Akita eki. 

Ambil bus jurusan nomor 370, 371, 372, 373 yang langsung berhenti di stasiun Akitadaigaku-mae atau menggunakan bus nomor 350, 351, 352, 360, 361 dan 362 dan berhenti satu stasiun setelah yamasaki-mae. Taxi juga dapat menjadi pilihan langsung dari Akita eki menuju Akita University dengan biaya berkisar 990 hingga 1090 yen untuk satu kali jalan. Alamat Akita University ada di 1-1 Tegatagakuen machi, lokasinya cukup dekat dengan stasiun. Pilihan jalan kaki juga dapat dilakukan yang membutuhkan waktu sekitar 30 - 45 menit melalui beberapa jalan yang tersedia (kondisi musim panas-musim semi). 

Kontrak HP di Jepang

Sambungan telpon dan internet pasti akan menjadi kebutuhan utama buat siapapun yang sedang berkunjung ke negara orang lain, apalagi untuk tinggal. Saat sudah menentukan dimana tujuan berangkat atau tinggal ke depannya. Sebaiknya bagian ini harus segera dipertimbangkan agar persiapan untuk memiliki akses komunikasinya bisa lebih mudah. Di Jepang, komunikasi sangatlah mudah untuk diperoleh. Akses wi-fi ada di mana - mana seperti yang selalu diumumkan oleh pemerintah Jepang melalui promosi turismenya. Kita bisa menemukan wifi gratis hampir di seluruh tempat publik, seperti stasiun, bandara, mal dan bahkan supermarket (kombini) untuk digunakan para turis. Selain itu , untuk mereka yang datang untuk jangka pendek, dalam artian hitungan hari atau minggu, bisa menggunakan sistem penyewaan mode komunikasinya. 

Bagaimana dengan mereka yang tinggal untuk jangka waktu yang cukup panjang, kayak diri yang mahasiswa dulu?

Itu mudah! Jepang terkenal dengan sistem komunikasi yang cukup ketat dan teratur. Tidak ada yang namanya sistem prabayar atau voucher seperti yang Indonesia miliki. Kepemilikan telpon sangat mudah diperoleh, tetapi kepemilikan nomornya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Nomor handphone di Jepang hampir mirip seperti identitas KTP kita. Dengan aturan yang ketat, umumnya warga Jepang hanya memiliki satu nomor telpon saja. Sistem voucer baru saja diluncur di awal 2016 ini, tetapi pembiayaannya sama seperti dengan model pasca bayar yang sudah ada dan aturan kepemilikan nomornya tetap sama seperti aturan yang ada. Nomor yang dimiliki setiap orang akan menjadi identitas dimana pun pengurusan administrasi lainnya, seperti asuransi kesehatan, pendidikan dan lainnya. Dengan adanya sistem komunikasi yang baik ini jugalah, diri pernah terbantu sekali saat ada pengiriman barang ke alamat diri tanpa nama, tetapi hanya dengan nomor telpon saja. Barang yang dikirim semua sampai dan nama diri dituliskan sendiri oleh pihak provider pengiriman. Komplit!

Di Jepang, ada beberapa provider telekomunikasi yang terkenal, seperti Softbank, AU dan NTT Docomo. Semua provider komunikasi memiliki aturan yang kurang lebih sama untuk kepemilikan nomor teleponnya. Hanya kebijakan kontrak kepemilikan telepon yang sedikit bervariasi di antara operator. Tiap operator juga mempunyai kelebihan dan kekurangan masing - masing, baik dari teknis komunikasinya, pengajuan kontraknya, pelayanan di provider workshopnya dan lainnya. Pertimbangan - pertimbangan ini bisa dicari langsung di internet untuk tiap detail providernya. Diri hanya akan menyampaikan apa yang mungkin bisa membantu untuk memiliki telpon genggam dari operator Softbank yang dulu diri pernah punya selama di Jepang. 

Pilihan diri saat di Jepang jatuh kepada menggunakan Softbank sebagai providernya. Diri mengambil kontrak penggunaan telpon selama 2 tahun yang umumnya paling sebentar di Softbank. Apa saja yang perlu disiapkan?
1) Alien Card yang valid atau visa Japan yang menyatakan sampai kapan kita akan tinggal di Jepang. Ini biasanya digunakan untuk pertimbangan pemberian kontrak teleponnya. 
2) Student Card juga dibutuhkan untuk mereka yang mahasiswa agar memudahkan dalam mengajukan kontrak yang paling murah dan dapat diskon untuk mahasiswa. 
3) Rekening Bank yang akan digunakan untuk pemotongan pembayaran bulanan penggunaan hape kita. Sistem pembayaran yang diri dapatkan di Softbank hanya ada sistem debit rekening koran tiap tanggal yang ditentukan. Ini bisa dibicarakan dengan pihak provider. Ada beberapa provider yang bisa menerima pembayaran di kombini atau supermarket.
Cabang softbank terdekat di Akita University ada di Hiroomote (per Maret 2016 ya!)

Menuju cabang Softbank
Semua persiapan data ini penting untuk mendapatkan kontrak handphone yang dibutuhkan. Semua pengurusan GRATIS dan telpon langsung dapat digunakan setelah itu juga. Jika mengalami kesulitan untuk mengurusnya, ada baiknya memiliki teman yang lancar berbahasa Jepang karena ada beberapa bagian kontrak yang harus dinegosiasi seperti lamanya kontrak dan pemutusan kontraknya. Pembayaran bulan pertama akan dilakukan setelah pemakaian bulan tersebut. Misalnya kita pasang teleponnya tanggal 1 April dan pembayaran akan dilakukan pada bulan Mei, pembayaran untuk pemakaian Mei akan dilakukan pada bulan Juni dan seterusnya. 

Setelah dua tahun, kontrak handphone yang diri miliki selesai dan diri tidak kena penalti jika diri mau menutup nomor handphone tersebut atau mengganti dengan handphone yang baru pada akhir kontrak. Jika diri mau melanjutkan penggunaan handphone, maka diri membuat kontrak baru untuk penggunaannnya dan sistem biaya baru pun diterapkan. Diri menggunakan kontrak baru sampai diri pulang ke Indonesia. Nomor handphone yang dimiliki selama di Jepang harus ditutup ketika akan kembali ke negara asal secara permanen. Jika tidak ditutup akan menimbulkan sistem pembayaran tiap bulannya yang terus berjalan. Diri tidak tahu apa konsekuensi hukumnya, tetapi hampir semua orang yang ada akan taat untuk menutup nomor telepon sebelum mereka kembali ke negara asalnya. 

Dalam pengurusan kontrak teleponnya pun kurang lebih sama yang dibutuhkan. Hanya jumlah uang yang disiapkan untuk penutupan nomor akan berbeda tergantung kontraknya sudah selesai atau belum. Jika kontrak sudah selesai, penalti yang dibutuhkan hanya untuk biaya penutupan nomor telepon sekitar 10,800 yen (sudah pajak 8%) plus biaya bulanan terakhir. Jika kontrak belum selesai, maka pembayaran juga ada biaya penutupan nomor handphone, plus biaya bulanan terakhir dan biaya sisa harga telepon yang dipilih.  

Oleh karena itu, silahkan ditentukan yang mana ingin digunakan ke depannya ya. Minimal ada gambaran bagaimana sistem kontraknya ya. 

Hidupmu Indah, Kawan!

Hari terus berganti, saat semua yang ada sudah diri persiapkan dengan baik. Akhirnya diri mengakhiri perjuangan di Akita, Jepang dan siap melanjutkan mimpi - mimpi baru di negara asal diri, Indonesia. Semua terasa sangat cepat berlalu. Diri mungkin katakanlah memang lebih nyaman berada di Jepang, dimana diri bisa mengembangkan diri dengan apa adanya meskipun berada di antara tekanan yang tidak habisnya dari luar. Hanya kekuatan dari dalam yang diberikan Tuhan lewat lelakikku dan orang - orang yang benar - benar baiklah yang membuat diri mampu berdiri hingga akhirnya ada di sini, di tempat diri menuliskan cerita ini. Diri selalu bahagia menjalani apapun yang terjadi selama lelakiku ada di sini dan dia pun bahagia. Seperti yang sudah - sudah diri ceritakan di postingan sebelumnya, perjalanan sekolah ini ada karena Tuhan memakai lekakiku mengantarkan diri sampai di tahapan ini dengan segala perjuangannya yang tidak terkira. 

Perjalanan segera selesai dan sebenarnya sudah selesai di tahap pendidikan yang diri jalani. Akhirnya diri dinyatakan lulus dan dilantik dan diberikan tanggung jawab baru sebagai doctor of engineering. Terima kasih Tuhan! Seluruh ini adalah karena Tuhan dan lekakiku, tidak ada sedikit pun upaya diri ada di sana. Kalau saja Tuhan tidak bermurah hati dan lekakiku tidak mau menjadi agennya Tuhan, bubar ini semua pendidikan yang sedang dijalani. Tipikal diri yang cukup keras kepala dan kebiasaan diri yang seringkali rendah diri, tidak membuat segala sesuatunya baik. Orang boleh berkata sekolah di luar negeri itu mudah atau gampang, katakan iya dan katakan tidak. Itu semua bergantung dimana kau berdiri dan seperti apa kau menyikapinya. Diri bersyukur mengalami semuanya, maka diri berani mengatakan iya dan tidak. Mudah jika kita punya pegangan yang cukup kuat, baik itu pada Tuhan atau pasangan atau keluarga. Tidak jika kita hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. 

Diri selalu yakin mereka yang mendapat kesempatan seharusnya memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Pepatah Jepang mengatakan ichigo ichi, yang artinya hanya ada satu kali kesempatan untuk hal yang terbaik. Nothing more or less. Diri baru memahami itu selama perjalanan sekolah di Jepang yang diri jalani. Puji Tuhan seluruhnya selesai. Ada banyak perubahan yang diri harus alami dan ditempa oleh Tuhan. Pasangan yang membuat diri kuat, meskipun diri yakin pasti kekuatan lekakiku pun pasti terkuras untuk membuat diri berubah. Ada banyak pengalaman, ada banyak kejadian, ada banyak cerita yang terjadi selama diri sekolah di Jepang. Pendidikan yang diri jalani tidak hanya sebatas pada pendidikan formal, tetapi pendidikan kehidupan yang sampai sekarang diri tengah jalani di Indonesia, saat menuliskan ini dan sepertinya ini akan terus berlanjut seumur hidup. Sekolah kehidupan yang diri jalani di Jepang memberikan jauh lebih banyak dari apa yang diri pernah bayangkan atau mungkin inginkan. Pendidikan formal bisa dipelajari memang dan jawabannya ada di sini, di bagian kepala yang berputar. Akan tetapi, pendidikan kehidupan, jawabannya ada di sini, di bagian hati yang terdalam. Sebagaimana kita berjalan, sejauh apa kita melangkah akan ditentukan apakah kita mau berubah dan diubah untuk menjadi lebih baik. Dunia ini fana, tetapi semua orang harus hidup di dunia ini sampai waktuNya tiba. 

Pendidikan kehidupan yang berjalan membuat diri mengerti bahwa hidup itu sebenarnya sangat indah. Hidup itu sangat berharga, bukan karena gelar yang diri dapatkan, bukan karena kekayaan yang diperoleh, bukan karena banyak teman yang dipunyai. Akan tetapi, tentang dengan siapa kita bergantung dan hidup. Diri bersyukur bahwa diri mengalami mukjizat hari lepas hari, dengan Tuhan dan bersama lekakiku, juga aku untuk lekakiku. Pepatah yang mengatakan bahwa pasangan yang bisa membuatmu terbang tinggi atau jatuh ke bawah, adalah benar adanya. Diri yakin dan membuktikannya. Pasangan adalah siapa yang kita tentukan dan keputusan itu seumur hidup di sepanjang kelas pendidikan kehidupan yang akan kita miliki. Diri bersyukur dan hanya bisa mengatakan terima kasih dengan kehadiran lelakiku sebagai agen Tuhan untuk mengajari diri, meremukkan diri, membentuk diri dan membuat diri mengerti bahwa hidup ini indah, Tuhan itu begitu baik dan akan selalu baik. Diri sangat berterima kasih, entah bagaimana lagi caranya. Semoga Tuhan menitipkan dia segera yang kami nantikan di sini, di dalam kantung rahim ini (amin!). Hari lepas hari, hanya ada bahagia dan kepercayaan hingga akhir nanti yang kita bagikan sepanjang kelas kehidupan ini. 

Diri yakin setiap orang dilahirkan untuk memiliki mimpi, untuk belajar percaya, untuk mengalami apa yang namanya kehidupan dengan cara - caraNya yang indah. Setiap orang berhak bahagia dengan cara yang selalu beragam. Yakinlah hidup ini berharga, hidup ini indah saat kau merasakan sendiri dan terasa sepi. Never said you are alone, because you will never ever alone. Terlalu banyak kesibukan yang dimiliki, membuat kita terkadang kehilangan arah, menjadikan kita terhilang dan melupakan apa yang sangat penting. 

Orang tua, anak, teman adalah anugerah; pasangan adalah pilihan hidup. Ichigo ichi. Mintalah maka kita akan diberikan oleh Tuhan. Puji Tuhan untuk semuanya. Live your love. Love your life.

Taken and given to us as a present. Thank you friends!

Friday, December 11, 2015

Leading Program Akita University (3)

Baiklah, sepertinya ini postingan terakhir tentang LP-AU. Selanjutnya diri ingin berbagi tentang apa itu rotasi lab dan summer camp, serta simposium yang juga jadi bagian dari program LP-AU. Rotasi Lab adalah kewajiban setiap mahasiswa yang berada di bawah LP-AU. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti rotasi lab dari lab mereka bernaung dan setidaknya 3 lab lain yang berbeda dari lab mereka. Sebagai contoh, diri harus mengikuti rotasi lab economic geology, tempat diri bernaung dan diri memilih mengikuti rotasi lab dari lab center-envrionment, lab pertology-volcanology, lab mineral processing dan lab petroleum geology. Tujuan dari rotasi lab ini adalah pengenalan lab berbeda yang ada di bawah keilmuan resource science melalui kegiatan laboratorium langsung yang harus diikuti oleh mahasiswa dalam kurun waktu tertentu. Kurikulum singkat untuk tiap laboratorium diatur oleh masing - masing professor penanggung jawab dan jadwal untuk rotasi labnya. Satu laboratorium dan lainnya memiliki model belajar berbeda karena tujuan spesifik berbeda yang didukung dengan peralatan dan waktu pengerjaan yang berbeda pula. 

Rotasi lab economic geology di osarizawa mine.
Sebagai contoh, saat mengerjakan rotasi lab untuk economic geology, seluruh peserta rotasi lab harus mengikuti kegiatan lapangan selama 6 hari di Akita dengan mengunjungi beberapa titik manifestasi geotermal dan juga bekas deposit kuroko. Tujuan rotasi laboratorium ini untuk mengenalkan geologi aktivitas hidrotermal yang dapat diamati melalui air panas, silica sinter dan lainnya; juga mempelajari geologi deposit kuroko yang banyak terdapat di cekungan Hokuroku, Akita. Kegiatan lapangan juga akan didukung dengan kegiatan laboratorium melalui analisis sulfur isotope yang dilakukan dengan sampel dari lapangan. Setiap mahasiswa harus melakukan prosedur persiapan untuk sulfur isotope yang membutuhkan waktu sekitar 7 hari dan 1 hari untuk pengukurannya. Di akhir rotasi lab, mahasiswa memiliki ujian masing - masing yang ditentukan oleh professor atau asisten professor pendamping, seperti tes esai, laporan tertulis ataupun presentasi hasil kegiatan laboratorium yang dilakukan. Kegiatan presentasi di akhir rotasi lab misalnya yang diri pernah lakukan di kelas petroleum geology. Peserta rotasi laboratorium harus mempresentasikan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap sampel yang diambil sendiri dari kegiatan lapangan di Pantai Anden, Akita, dikaitkan dengan kondisi geologi dan kemungkinan biostratigrafinya. Mahasiswa tidak dapat mengatakan saya bukan dari lab ini atau berbeda lab, maka saya tidak bisa; tidak! Semua peserta harus mencoba yang terbaik dan menjadi catatan tambahan tersendiri untuk para mahasiswa peserta sehingga harus membaca paper ilmiah tambahan di bidang yang berbeda dengan bidang risetnya meskipun pasti ada tantangan.

Masih rangkaian rotasi lab economic geology.
Dengan rotasi lab, mahasiswa belajar untuk mengenal apa yang menjadi pekerjaan tiap bidang di bawah keilmuan resource science dan tahu bagaimana aplikasinya. Mahasiswa diajak berpikir secara luas dan berkaitan satu sama lain agar dapat terbiasa melihat segala sesuatu sebagai suatu kesatuan yang berdampak. Bidang resource science adalah bagain dari mining chain yang terkait satu sama lain dalam industri internasional. Seorang pemimpin yang baik pun harus mampu melihat berbagai sisi dan menganalisa dari berbagai pendekatan untuk mendapatkan kesimpulan dan menyusunnya dalam bentuk kebijakan yang bermanfaat dan bijaksana secara lokal maupun nasional kemudian hari. 

Rotasi lab mineral processing.
Selain rotasi lab, mahasiswa LP-AU juga diberikan kesempatan untuk mengikuti summer camp yang diatur oleh Leading Program dengan bekerjasama dengan pihak ketiga, baik universitas maupun industri di negara yang dituju. Sejak berdiri dari tahun 2012, LP-AU sudah melakukan tiga kali summer camp di Papua Nugini (2012), Mongolia (2013) dan Jerman (2014). Tahun selanjutnya akan dirancangkan di Afrika Selatan (Februari 2016). Tujuan summer camp sendiri memberikan pengenalan terhadap geologi, mineral processing, teknik daur ulang, tambang dan lainnya di bawah resource science melalui kegiatan kunjungan ke industri dan universitas di negara tersebut.

Kesempatan bertemu dan diskusi dengan walikota Freiberg!
Di kesempatan yang sama, mahasiswa LP-AU juga berlatih komunikasi ilmiah dengan melakukan presentasi riset yang tengah dilakukan di Akita University dalam sebuah konferensi kerjasama dengan universitas penerima di negara tersebut. Selain mahasiswa LP, presentasi juga dilakukan oleh mahasiswa dari pihak universitas yang menerima, sehingga terjadi forum komunikasi ilmiah antara kedua belah pihak. Hal ini sangat baik untuk mendukung kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan mahasiswa lain dan akademisi lain dalam sebuah forum khusus di sela kuliah lapangan. Seluruh pembiayaan summer camp diberikan oleh LP untuk setiap peserta yang berpartisipasi. Jadwal kegiatan yang diberikan biasanya dalam summer camp sangat ketat setiap harinya selama 7 hari kegiatan yang dirancangkan tiap tahunnya. 

Presentasi dalam forum ilmiah di summer camp.
Bekas tambang pegmatite di Gorkhi National Park, Mongolia.
LP-AU juga memiliki agenda tahunan untuk simposium dengan berbagai isu berbeda yang diadakan setiap bulan Februari, Oktober dan November. Simposium diadakan dalam skala nasional dan internasional dengan ditambah adanya kegiatan field trip untuk peserta dan pembicara. Simposium skala internasional biasanya dilakukan pada bulan Oktober dengan mengangkat tema khusus, seperti REE atau PGE; dan mengundang pihak pembicara dari ahlinya di universitas, industri dan pemerintahan. Di ajang inilah, para peserta LP-AU harus mengikutinya dengan mempersiapkan presentasi poster terkait riset yang sedang dilakukan di bawah program ini. Di sisi lain, simposium yang dilakukan pada bulan Februari dan November lebih kepada skala nasional dan biasanya akan diberikan dalam bahasa Jepang. Mahasiswa di bawah LP-AU umumnya tidak diwajibkan untuk berpartisipasi karena keterbatasan pemahaman terhadap penggunaan bahasa. Sebagai catatan, hampir seluruh mahasiswa asing di bawah LP-AU tidak memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang cukup untuk komunikasi ilmiah atau proses belajar mengajar. Hal ini juga ditunjang dengan kelas yang diberikan seluruhnya dalam bahasa inggris. Pemahaman bahasa Jepang mahasiswa asing di LP-AU cenderung hanya terbatas pada komunikasi sehari - hari. Namun, ini tidak menjadi persoalan.



Summer camp, kunjungan ke Solar World.
LP-AU memberikan kesempatan dan tantangan untuk belajar menjadi seorang pemimpin di resource science untuk masa depan. Dalam mengikuti LP-AU, ada beberapa kemungkinan beasiswa yang dapat diberikan, misal dari MEXT ataupun langsung dari Leading Program tersebut dalam bentuk grant. Program kurikulum yang diberikan oleh LP-AU adalah salah satu contoh upaya pendidikan yang terintegrasi untuk menciptakan SDM berkualitas dan memiliki kepimpinan yang bertanggung jawab, jujur, disiplin dan percaya diri. Leading Program menjadi suatu bentuk investasi jangka panjang yang dilakukan oleh masyarakat Jepang (masyarakat dan industri) melalui pemerintahnya untuk kemajuan bangsa dan hubungan internasional Jepang di masa depan. Suatu langkah berani yang diambil pemerintahnya untuk membuat sebuah perubahan demi kemajuan bangsa. 

Testimoni tentang LP-AU:
Menurut pangalaman diri selama di sini, LP-AU merupakan program yang tidak mudah tetapi begitu menyenangkan dan baik hati dalam mendidik diri. Betapa tidak, diri "dididik" keras dalam berpikir, bertindak, mengatur dan mempersiapkan segala sesuatunya (riset, kelas dan lainnya) agar dapat terselesaikan dalam waktu 3 tahun dalam mencapai pemahaman di bidang resource science secara terintegrasi. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan semua karena kemurahan Tuhan Yesus. Diri merasa sangat terberkati untuk dapat pengalaman luar biasa di Leading Program Akita University. 

Leading Program Akita University (2)

Leading Program Akita University (LP-AU) merupakan program yang relatif baru dan memberikan banyak kesempatan bagi setiap mahasiswa di bawahnya. Mengapa?

 Forum di Shinjuku, Tokyo dengan seluruh mahasiswa LP di Jepang.
LP-AU menyediakan model pendidikan aktif yang berbasis pada resource science. Kegiatan belajar terdiri dari riset, rotasi lab, student meeting, special lecture dan juga summer camp. Selain itu, LP-AU juga memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan, konferensi dan field trip (untuk mereka yang sekolah di bidang earth science, terutama). LP-AU juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan tambahan funding untuk riset yang diberikan melalui seleksi kepada setiap mahasiswa yang mengajukan dengan besarannya hingga 500,000 yen per tahun.

Riset adalah keharusan untuk setiap pesertas didik, baik yang mendaftar lewat master (S2) maupun langsung dari doktor (S3). Pengerjaan riset dilakukan secara mandiri dan disusun secara teliti berdasarkan kebaharuan yang ingin dicapai. Peserta didik mencari tahu atau memiliki ide tertentu di bidangnya untuk didiskusikan dengan pembimbing masing - masing dan dieksekusi dalam suatu penelitian. Tahap riset seorang master (S2) dan doktor (S3) sendiri pun berbeda. Menurut pengalaman diri, pada tingkat S2, mahasiswa dituntut untuk mengenal lebih dalam ilmu yang sedang ditempuh dan riset yang dilakukan masih lebih bersifat umum dibandingkan dengan S3. Mahasiswa lebih banyak mendapatkan bimbingan dan arahan yang sifatnya lebih pada mengarahkan untuk melakukan sesuatu dan mendalami apa yang menjadi riset di bidangnya dengan sistem mengaplikasikan.

Pekerjaan riset diri saat olah data.
Di sisi lain, seorang S3 dihadapkan pada kemampuan untuk menganalisa dan membawa kebaharuan dalam hasil riset yang dilakukan. Tentu saja setiap bidang keilmuan akan berbeda dan tidak bisa disamakan. Mereka yang sedang melakukan S3 di bidang ekonomi tidak bisa disamakan dengan mereka yang mengerjakan di bidang geologi misalnya. Bidang keilmuan akan mempengaruhi bagaimana mahasiswa menganalisa kondisi permasalahan yang dihadapkan dan mencari jawaban, serta menjadikannya solusi yang aplikatif di bidangnya masing - masing. Dalam hal ini, bidang keilmuan yang ditempuh diharapkan sudah dipahami secara umum dan mendalam, sehingga dalam pengerjaan risetnya, mahasiswa melakukan pengembangan yang lebih baik untuk masalah yang diangkat. Apabila ditinjau dari sisi mahasiswa dan pembimbing, seorang mahasiswa S3 lebih banyak dihadapkan dalam proses diskusi terhadap apa yang menjadi idenya, menyusun ide itu menjadi suatu prosedur, eksekusi dan aplikasinya langsung. Jadi, menurut diri, pembimbing lebih menjadi kolega dalam berdiskusi untuk ide - ide yang sedang dikerjakan. Hal ini perlu dilakukan pembimbing untuk melatih calon lulusannya karena seorang doktor harus mampu memperhatikan argumentasinya berdasarkan apa yang dikerjakan sesuai data, fakta dan dapat diuji kebenarannya.

Oleh karena itu, setiap mahasiswa LP-AU juga melakukan hal yang sama sesuai dengan tingkatannya masing - masing. Pembimbing melakukan bagiannya untuk menjadi teman diskusi, komunikasi ilmiah tentang apa yang akan dijadikan materi riset selama 2 tahun (S2) atau 3 tahun (S3) ke depan. Total waktu yang diberikan untuk riset ini berjalan paralel dengan seluruh kegiatan lainnya di LP-AU. Dengan demikian, setiap mahasiswa LP-AU dididik untuk mampu lebih baik lagi dalam disiplin waktu dan kegiatan selama program pendidikan berlangsung.

Riset memang menjadi syarat utama untuk menyelesaikan pendidikan master dan doktor, namun mahasiswa juga harus menyelesaikan program kelas yang telah disediakan dalam kurikulum LP-AU. Total ada sekitar 42 sks kelas yang dibagi ke dalam sekitar 5 kategori kelas yang tersedia di LP-AU. Kelas - kelas yang ditawarkan memiliki kredit 1 - 2 per kelas yang diambil dengan jangka waktu kelas yang berbeda, mulai dari satu semester aktif penuh hingga 12 jam kelas intensif yang dibagi ke dalam beberapa kali pertemuan tergantung pada jenis kelasnya. Kelas reguler (Common Course) memberikan 1 - 2 sks untuk tiap kelasnya, sedangkan kelas khusus (Special Lecture) memberikan 1 sks saja tiap kelasnya yang memiliki beberapa pertemuan.

Sesuai dengan nama dan tujuan dari LP-AU, maka kelas yang diberikan tidak hanya kelas yang menunjang riset mahasiswanya, tetapi kelas yang sifatnya interdisiplin. Mungkin beberapa orang akan berpikir mengapa seorang yang risetnya geologi harus mengambil kelas di mata kuliah metalurgi? atau orang ekonomi harus mengambil kelas pembentukan deposit? Nah, di sinilah letak interdisiplin yang diberikan. Mahasiswa di bawah LP-AU dibekali ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang resources science (ilmu tentang sumberdaya alam; mulai dari explorasi, extraksi/tambang, pengolahan/metalurgi, keekonomian, lingkungan hingga daur ulang/3R design) yang dibangun tidak hanya melalui kelas biasa, tetapi juga dalam praktiknya di rotasi lab, diskusi dengan para ahli di bidangnya di kelas khusus dan simposium yang diadakan oleh LP setiap tahunnya. Pengetahuan dan pemahaman ini akan menjadi bekal untuk para lulusannya di depan dalam bergerak untuk tidak hanya memperhatikan bidang keilmuan yang ditekuni mereka melalui riset, tetapi lebih melihat semuanya dalam satu kesatuan. Sebagai contoh adalah diri yang saat ini memiliki riset di bidang economic geology atau geologi explorasi. Diri harus melihat bagaimana pekerjaan diri ini tidak hanya bermanfaat untuk bidang geologi, tetapi juga bagaimana dapat diaplikasikan kepada bidang pengolahan dan bagaimana secara nilai keekonomiannya. Dengan demikian, diri diharapkan mampu memberikan saran dan masukan yang tidak hanya berhenti di bidang keilmuan diri, tetapi dapat diaplikasikan nyata di tempat di mana industri tempat diri sedang melakukan riset saat ini. Menarik bukan?!

Salah satu suasana kelas khusus yang diberikan.
Kelas Sulfur isotope di Lab Kinsho.
Kelas khusus yang ditawarkan terdiri dari kelas - kelas yang diajar oleh dosen tamu dari professor dari universitas lain, industri dan pemerintah, seperti kementerian atau lembaga lainnya. Kelas khusus memiliki pengajar yang berbeda setiap kelasnya dan tiap tahunnya untuk mata kuliah yang sama. Ada sekitar 8 kelas khusus berbeda yang ditawarkan, mulai dari mining engineering, international issues on mineral resources, Russian coal and industry, REE processing dan lainnya. Selain common course, terdapat kelas khusus MOT (management and technology) yang mencakup kelas untuk international business, international affair analysis, managemen migas dan tambang, hukum dan kontrak, sosial masyarakat di daerah pertambangan dan lainnya. Seluruh kelas yang diberikan di bawah MOT mengajarkan pemahaman berbeda selain bidang kemampuan teknis yang dimiliki mahasiswa LP-AU. Sebagai contoh saat belajar hukum dan kontrak, seluruh mahasiswa, termasuk diri saat itu harus belajar membaca contoh - contoh kontrak, menganalisanya dan belajar untuk melihat bagaimana kontrak tersebut. Diri juga harus belajar bagaimana bahasa sebuah kontrak dan membuatnya sendiri. Banyak cara berpikir yang berbeda dengan kemampuan berpikir teknis diri yang diri peroleh dari kelas ini.

Apakah ini akan berguna? Menurut diri, ini akan sangat berguna, tetapi sejauh mana kegunaannya akan kembali kepada SDM yang menerimanya. Diri percaya setiap yang masuk di bawah LP-AU telah melalui banyak hal dalam bidangnya masing - masing dan mampu untuk terus belajar hal baru. Itulah yang menjadikan pemimpin, salah satunya.

Selain kelas, LP-AU juga memberikan rotasi lab, student meeting dan summer camp kepada mahasiswanya. Bagian ini akan diri jelaskan lebih lanjut di posting berbeda ya :)

Mahasiswa LP-AU juga diberikan banyak kesempatan untuk mengikuti kegiatan di luar risetnya, yang tentunya atas seizin oleh supervisor masing - masing. Kesempatan ini digunakan untuk mendorong komunikasi ilmiah dan industri para pesertanya. Setiap mahasiswa LP-AU juga diharapkan mampu berkomunikasi secara ilmiah untuk masyarakat akademis, namun juga mampu menyampaikan atau berkomunikasi baik untuk aplikasi yang dimiliki untuk masyarakat industri dan pemerintahan. Ini juga yang dapat dilatih dengan berpartisipasi aktif dalam konferensi ilmiah, kegiatan kursus dan field trip. Biasanya mahasiswa pergi secara mandiri mengikuti kegiatan di negara lain dan kondisi ini menjadi tantangan tersendiri untuk mampu berkomunikasi, berpartisipasi aktif di konferensi atau trip dan pastinya menyerap ilmu - ilmu baru langsung dari ahlinya. Hasilnya dapat dilihat dari kegiatan sehari - hari mahasiswa tersebut yang dievaluasi dari pembimbing melalui pekerjaannya dan juga langsung dari laporan perjalanan detail yang diberikan untuk kegiatan tersebut. Mahasiswa LP-AU juga dididik untuk bertanggung jawab dan jujur untuk tiap sen uang masyarakat Jepanag yang digunakan selama perjalanan dilakukan.
Di depan outcrop Chromite, Dwars River.
Perjalanan diri di Bushveld, South Africa untuk belajar tentang Cr-mine dan geologinya.

Wednesday, December 02, 2015

Leading Program Akita University (1)

Leading Program? Pasti bingung dengan ide tentang apa ini sebenarnya. Tidak banyak yang tahu program apa ini dan seperti apa bentuknya, termasuk mengcover bidang apa saja. Pasti! Leading Program adalah program 7 tahun yang dibentuk oleh pemerintah Jepang yang bekerja sama dengan universitas dan industri. Pembiayaan untuk program ini berasal dari pajak warga negara Jepang yang disalurkan lewat departemen pendidikan Jepang dan juga berasal dari industri terkait di Jepang. Seperti namanya, Leading Program memiliki tujuan jangka panjang untuk mendidik dan menghasilkan pemimpin - pemimpin di masa depan yang akan mengembangkan industri dan pemerintahan. Program ini dibagi di masing - masing bidang dan diberikan menurut proposal pengajuan yang tidak mudah. Ada sekitar 50 bidang penelitian seperti earth science, astronomi, biologi dan lainnya yang memiliki banyak sub dan dibagi lagi ke bidang yang lebih spesifik. 

Universitas diberikan kesempatan untuk membuat dan menyusun proposal untuk bidang yang akan diajukan kepada kementerian pendidikan. Melalui seleksi yang tidak mudah, pemerintah akan memutuskan pihak universitas mana yang berhak menerima pendanaan untuk bidang proposal yang diajukan. Sebagai contoh, Akita University yang mendapat kesempatann untuk menerima bidang Earth Resources Science di bawah nama "New Frontier Leaders on Resources". Di tiap sekolah yang menerima pendanaan yang sama namun untuk bidang yang berbeda akan memiliki nama yang berbeda. Akita University hanya menerima satu program untuk dikembangkan di sini, sedangkan beberapa universitas lain menerima 3 hingga 5 kesempatan program di bidang lainnya, seperti biologi atau fisika. Pada dasarnya, Leading Program menyediakan kesempatan program 5 tahun dari master hingga tamat doktor di bidang yang dipilih. Beberapa universitas mensyaratkan untuk mengambil program hingga selesai jika kita menerima beasiswa dari program tersebut, tetapi beberapa tidak mensyaratkan yang sama. Pelaksanaan program ini beragam di setiap universitas. Diri tidak terlalu paham mekanisme di kampus lainnya di Jepang, tetapi diri bisa memberikan gambaran sedikit bagaimana dengan yang tengah diri jalani di Akita University. 

Nah, bagaimana dengan New Frontier Leaders on Resources?
Leading Program di Akita University berasosiasi dengan Graduate School of Engineering and Resource Science, Faculty of Engineering and Resource Science. Ada beberapa program di bawah graduate school yang mengakomodir mahasiswa Leading Program, yaitu Earth Resource Science and Technology Course dan Resource development and Processing Course. Mahasiswa dapat memilih masuk di bawah course yang diinginkan dengan variasi laboratori yang berbeda. Seperti contoh adalah diri yang saat ini berada di bawah Earth Resource Science and Technology dengan pembimbing Prof Akira Imai untuk economic geology laboratory. Program ini dimulai sejak 2012 di Akita University dan rencananya akan berakhir di tahun 2019 untuk fase I. Murid yang tergabung di program ini pada semester pertama ada 3 orang yang sebelumnya sudah memulai program master regularnya di laboratory masing - masing. Mereka juga berasal dari laboratorium yang berbeda, seperti Pertology and Volcanology Lab dan Mineral Processing Lab. Mahasiswa baru akan masuk melalui pendaftaran graduate school saat aplikasi dan setelah diterima, mereka bisa mendapatkan opsi untuk menempuh pendidikan reguler di master/phdnya atau mengikuti Leading Program dengan pastinya mengikuti terlebih dahulu tes ujian masuk program tersebut. Maka, ada tes kedua sebelum resmi untuk menjadi mahasiswa Leading Program. 

Bagaimana konsep Leading Programnya (LP-AU)?
Ini diri kutip dari apa yang dituliskan oleh pengelola Leading Program di Akita University. Anyone can check this website to get further information on it >> New Frontier Leaders on Resources
This program aims to train global leaders who acquire advanced knowledge, practical skills and adaptability of resource science, in order to challenge any resource problems of the twenty-first century. Students who study to be "New frontier leaders" are required to have the abilities needed to lead the research of resources, projects of development and producing technology, communication skills in various languages, an understanding of foreign cultures, overviews, problem solving skills, resource literacy and policy-making skills.
Secara umum, bisa dilihat bahwa dasar program ini adalah mendidik, melatih dan membangun seorang pemimpin di masa depan. Sebuah investasi yang dilakukan oleh pemerintah Jepang untuk jangka panjang dengan biaya yang tidak sedikit pastinya. LP-AU memberikan kesempatan mahasiswanya untuk mengembangkan diri di bawah kurikulum pendidikan yang telah disusun. Ada banyak hal menarik di LP-AU. Salah satunya adalah konsep interdisplin di bidang Earth Resources yang diberikan dalam kurikulum. Program 5 tahun hingga doktor yang diberikan disusun dalam 49 sks total untuk kelas, rotasi lab, overseas internship, PBL (project based learning) dan pastinya riset. Konsep interdisiplin dalam LP-AU tampak dalam kelas - kelas yang ditawarkan yang mengakomodir tidak hanya satu bidang saja seperti ore deposit untuk explorasi, tetapi hingga bagaimana kita mengolahnya dan perhitungan nilai ekonomi, politik, sosial dan budaya yang ada dalam industri sumberdaya. Dengan pengajar yang tidak hanya berasal dari professor - professor yang tergabung di bawah program LP-AU, tetapi juga banyak professor ataupun akademisi, praktisi dan orang pemerintahan yang diundang untuk memberikan kelas terkait bidangnya. Transfer ilmu yang dilakukan tidak hanya berasal dari satu sumber, namun berbagai sumber yang sangat qualified dan ternama di bidangnya. 

Dasar LP-AU dan target masa depan pada mahasiswanya (sumber: official website LP-AU).
Dengan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah Jepang, LP-AU menyediakan banyak kesempatan dan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, serta menyenangkan di tengah tingginya harapan yang diletakkan kepada setiap pesertanya. Setiap tahunnya program ini hanya menerima kurnag lebih 6 hingga 10 mahasiswa, bahkan kurang dari itu. Seleksi yang cukup ketat dan target padat yang diberikan menjadikannya salah satu program yang menantang dan tidak mudah. 

Apalagi tentang program ini? Seperti apa detailnya? Apa saja kegiatan rutinnya?

Refleksi: Mental Pancasila

Saya bangga menjadi bangsa Indonesia. Seharusnya setiap warga negara Indonesia berani katakan pada dunia, “Aku Bangsa Indonesia” sama seperti yang selalu saya lakukan. Berbicara keunikan Indonesia tidak terlepas dari banyak hal yang ada di kepala setiap penduduknya. Sebagai pribadi bangsa, setiap warga negara pasti merasakan banyak keunikan sebagai bangsa Indonesia yang besar. Bangsa ini kaya akan keanekaragaman. Definisi keragaman ini pun tidak terbatas hanya pada sosial budaya, tetapi juga geografis dan geologis. Pola berpikir masyarakat Indonesia juga dapat dikatakan heterogen. Semakin luasnya akses ke dunia luar, membuat setiap warga negara Indonesia memiliki keanekaragaman dalam bersikap, berpikir dan bertindak. Inilah kebanggaan yang tidak akan terlepas dari bangsa ini. 

Gempuran globalisasi yang paling terasa dampaknya dalam denyut bangsa Indonesia adalah pola pikir dan kemampuan bertindak. Dua hal ini memiliki resiko terbesar untuk dipengaruhi ataupun mempengaruhi. Potensi dipengaruhi semakin besar ketika ada ketidakmampuan untuk berdiri di kaki sendiri atau punya pegangan. Akan tetapi, menjadi pengaruh dapat terjadi karena ketika kita memilki identitas dan integritas yang kuat. Lalu, dimana posisi kita sebagai bangsa Indonesia?
Pertanyaan ini cukup menggelitik karena jawabannya harus sesuai dengan kondisi sekarang. Fakta lapangan dan data penjawab pertanyaan ini harus kuat dan jelas. Sebagai pribadi, dapat dikatakan bahwa globalisasi memberikan pengaruh besar pada perkembangan mental bangsa Indonesia. 

Globalisasi seolah membuka pintu fase baru di negara Indonesia. Fase ini mencakup pada perubahan sosial budaya dalam kemasyarakatan yang secara perlahan dapat diamati. Hasil dari pergerakan perubahan ini tampak jelas dalam pengamatan pola pikir dan kemampuan bertindak pribadi bangsa Indonesia. Posisi “dipengaruhi” ini menunjukkan identitas bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi yang semakin kencang. Apa buktinya? Kondisi terpengaruhi ini ditunjukkan dengan jelas oleh sifat konsumtif dan gaya pergaulan hidup bangsa Indonesia. Fase baru yang dibuka ini seolah mewakili dnegan jelas bagaimana globalisasi memberikan dampak tidak menguntungkan bagi perkembangan mental bangsa. 

Globalisasi tidak dapat dikatakan merugikan secara utuh. Akan tetapi, perubahan besar yang dibawa olehnya dapat menjadi bumerang terhadap pertumbuhan mentalitas bangsa. Perubahan besar, baik dari sisi ekonomi, sosial bahkan budaya akan sangat terasa bagi mereka dalam kondisi “terpengaruhi”. Efek yang ditimbulkan pada jangka panjang dapat menggerus dengan kuat nilai – nilai kearifan lokal yang ada. Salah satu bentuk penggerusan nilai – nilai kearifan lokal tersebut adalah tumbuhnya sifat konsumerisme dan hedonisme. Kedua nilai ini sangat bertolak belakang dengan budaya hemat, rendah hati dan tolong – menolong yang sejak dulu telah ditanamkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Sikap konsumtif ini dapat diamati dengan jelas bentuknya. Bentuk konsumtif bangsa ini dapat dengan mudah dijumpai di berbagai pelosok kota bahkan mulai masuk ke kehidupan desa. Ini yang mungkin bisa menunjukkan penyebab rasa iri berujung kriminalitas atau bahkan jurang pemisah kaya – miskin yang semakin lebar di Indonesia. Indonesia menjadi pasar terbesar untuk berbagai produk komunikasi semacam telepon genggam misalnya. Telepon genggam atau produk sejenisnya merupakan contoh bentuk produk konsumtif terbesar di Indonesia. Lintas suku dan masyarakat seolah terhipnotis dalam gempurannya. Tawaran yang terlihat menggoda dengan memanfaatkan banyak kebutuhan pergaulan menjadikan gempuran terhadap mental tidak semudah yang dibayangkan. 

Era globalisasi yang semakin membuka ruang komunikasi antar pribadi di seluruh dunia semakin mendorong pribadi – pribadi Indonesia untuk mengambil bagian di dalamnya. Akan tetapi, mental dan idealisme yang tidak kuat di seluruh lapisan masyarakat menjadikan sikap konsumtif seolah dianggap “maklum” dan “biasa”. Akibatnya sudah dapat ditebak dan dibuktikan dalam praktik masyarakat Indonesia. Setiap orang seolah – olah berlomba memiliki telepon genggam dan memiliki akun jejaring sosial. Pembicaraan tatap muka pun berganti dengan pembicaraan dunia maya. Komunikasi langsung berganti dengan komunikasi teks meskipun sedang bertatap muka. Pada akhirnya, efek negatif ketertarikan ini lebih mengena pada kelangsungan mental bangsa. Tingkat kriminalitas yang semakin tinggi, kekerasan pada anak serta perempuan yang meningkat dan daya juang yang berkurang menjadi ringkasan pilihan kekurangan perkembangan globalisasi pada masa sekarang. 

Lalu, dimana letak peran kebangsaan atau nasionalisme atau ideologi bangsa ini yang sejak SD telah diajarkan sampai pada level pendidikan tinggi? Pendidikan Pancasila sebagai ideologi bangsa diatur sejak SD sampai pada pendidikan tinggi tidak hanya beralasan pada kebutuhan kurikulum, tetapi berusaha menjaga mental-cermin ideologi generasi muda yang terus tumbuh dan berganti seiring waktu. Namun, pintu baru yang terbuka ini menunjukkan belum mampunya kita mengamalkan pegangan hidup kita bernegara, yaitu Pancasila. Kelima nilai yang telah disusun sedemikian rupa oleh para founding father berdasarkan karakter bangsa ini. Pancasila seharusnya menjadi cerminan langsung seperti apa wajah bangsa ini. Faktanya saat ini, karakter bangsa ini seolah bergeser dari apa yang disebutkan dalam sila – sila. Posisi bangsa ini lebih kuat sebagai yang “terpengaruh” pada perubahan besar dari era globalisasi. Demikianlah, posisi kita sebagai bangsa saat ini di tengah gempuran perkembangan pintu – pintu globalisasi. 

Jika Pancasila seolah mengalami pergeseran makna, bagaimana posisinya sekarang untuk kembali menguatkan identitas bangsa? Pancasila tetap akan menjadi pegangan bagi perubahan bangsa ini, kembali pada jati dirinya. Pembelajaran di sekolah dasar hingga perguruan tinggi tidak akan kehilangan maknanya jika seluruh elemen dalam masyarakat pun mau berpartisipasi aktif dalam pergerakan perubahan ini. Gaya hidup, pola pikir dan pergerakan dimulai dari jiwa muda yang menyusun masyarakat ini. Siapa yang dimaksud dengan generasi muda? Saya, Kamu dan Kita! Mengapa melalui generasi muda? Konsep dan pemahaman padanya terus dipelajari dan dipahami sampai mereka lepas ke masyarakat luas. Hasil belajar yang kuat dari dalam pendidikan formal, dapat diimplementasikan dengan gaya muda yang mempengaruhi. Nilai – nilai dalam Pancasila seharusnya diturunkan kembali dengan lebih jelas dan mendasar agar lebih meresap pada generasi muda. 

Perubahan yang dimulai dari sedikit ini dapat menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia. Pancasila tetap menjadi panutan, ideologi dan semangat berbangsa. Dengan pemahaman tentang Pancasila dalam hal yang paling mendasar atau kecil sekalipun, diharapkan dapat mengubah semua elemen bangsa. Belajar keanekaragaman, toleransi antar suku dan umat beragama, bersikap jujur dan adil pada siapapun, dan sebagainya merupakan bentuk hal – hal mendasar yang dapat diajarkan. Bentuk lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan “kampanye Pancasila”. Program “kampanye Pancasila” adalah program kampanye dengan menggunakan media sosial langsung maupun tidak yang digemari masyarakat untuk mendidik dan menyediakan informasi tentang segi kehidupan luhur berbangsa. Keanekaragaman bangsa ini dapat didorong dan dibagikan dalam “kampanye Pancasila”. Ide kampanye ini berlandaskan pada psikologi manusia tentang kebiasaan dan keingintahuan. Dengan memanfaatkan media – media yang digunakan pribadi bangsa, pemerintah dan kita dapat menyusupkan, mengkampanyekan dan mengingatkan kembali tentang Pancasila sebagai bagian dari diri kita. Kampanye semacam ini bisa melalui televisi, film, iklan, sms, facebook, twitter dan sebagainya yang menjadi pintu – pintu globalisasi bergerak. Kegiatan ini juga mengikat suatu komitmen dari semua yang terlibat untuk menjadi “agen perubahan”. Bagaimana dengan kamu? 

Implementasi nilai – nilai Pancasila kembali pada segi – segi kehidupan bangsa dapat mengembalikan identitas bangsa yang “terpangaruh”, bahkan menjadi “pengaruh”. Tidak ada yang salah dengan Pancasila, tetapi kurangnya pemahaman akan Pancasila yang pada akhirnya mengubah identitas dan karakter bangsa yang masuk ke pintu negatif globalisasi. Seringkali sifat melupakan menjadi kendala besar untuk menumbuhkan kecintaan yang murni tersebut dalam diri pribadi bangsa. Dengan semakin banyak kegiatan dan semangat yang disebarkan, perubahan bisa dimulai dari yang terkecil hingga yang tak tergapai sekalipun. Perubahan dengan Pancasila, masih ada yang tersisa. 

Pancasila merupakan ideologi berbangsa yang mungkin mulai sedikit terlupakan. Akan tetapi, hanya Pancasila jugalah yang dapat kembali mengubah karakter bangsa ini kepada jiwanya Indonesia. Generasi muda dapat menjadi tonggak perubahan kembali bersama dengan Pancasila. Kita bangsa yang berpengaruh. 

Bergerak untuk maju!

Friday, November 27, 2015

Pengalaman saat ini: PhD Akita University

Perjalanan berkat dan luar biasa sedari TK telah diri tuliskan di beberapa postingan sebelumnya. Inilah rangkaian kesaksian yang ingin diri sampaikan untuk segala sesuatu yang telah Ia berikan dan percayakan. Satu hal seluruh kesamaannya, diri selalu melihat bagaimana luar biasanya rencana Tuhan Yesus dalam hidup diri, benar akan janjiNya yang tidak pernah terlambat dan selalu mengarahkan pada yang terbaik menurutNya.

Dunia yang sekarang tengah diri tekuni adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas sedikit pun oleh diri sebelumnya. Bahkan diri belum pernah mendengar sekolah tempat diri akhirnya menamatkan pendidikan hingga magister. Tidak pernah diri memimpikan akan mendapatkan jodoh seumur hidup diri pun di tempat yang sama. Diri juga tidak pernah menduga untuk mengalami perjalanan hidup yang sangat bervariasi dan seperti roll coaster rasanya. Sebuah pengalaman yang luar biasa bersama dengan Tuhan Yesus. Melalui semua perjalanan ini, diri menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan dan tidak sedikit pun karena diri yang mampu, melainkan karena kemurahan hatiNya.

Sebelum lepas tiap strata sekolah, Tuhan telah menyiapkan tempat baru yang membuat diri akhirnya tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal. Semua "shelter" kehidupan telah Ia siapkan bagi diri dan sekarang berikut juga dengan keluarga kecil diri.

Pada semester kedua di S2, diri mendapatkan kesempatan untuk mendaftar sekolah S3 di Akita University, sekolah tambang tertua di Jepang. Akita University berdiri tahun 1907 dan berada di kota Akita yang juga bekas bagian dari kota tambang di awal 1900. Saat mendaftar S3, usia diri masih 21 tahun lebih beberapa minggu. Ini juga menjadi semacam hadiah ulang tahun diri pada akhir Oktober sebelumnya. Luar biasa Tuhan Yesus! Segala kendala pendaftaran dibukakan jalan oleh Tuhan. Diri pun mendapatkan pembimbing, Prof. Akira Imai yang juga luar biasa baik dan memang tepat diberikan oleh Tuhan meskipun diri seringkali silang pendapat dengan beliau. Maklum bocah keras kepala..xixixi..Beliau juga yang dijadikan Tuhan untuk membuka jalan bagi diri sekolah S3 di Jepang meskipun ada prasyarat yang tidak bisa dimiliki diri, yaitu usia minimum untuk pendidikan doktor adalah 24 tahun. Berbekal dengan segala kepercayaan pada Tuhan Yesus, seluruh proses pendaftaran akhirnya berjalan lancar dan diri menerima LoA dari kampus baru diri sebagai mahasiswa baru di Akita University.

Setelah wisuda, diri berangkat menuju Akita dengan segala tantangan dan hati yang tidak pasti karena harus kembali LDR dengan lelakiku. Namun, Tuhan Yesus buktikan sekali lagi bagaimana semuanya ada dalam pengaturan di tanganNya. Dengan semangat 45 dan segala dukungan, baik semangat dan finansial dari lelakiku untuk membeli tiket hingga biaya hidup selama diri belum mendapatkan beasiswa, diri tiba di Akita. Seperti biasa, hari pertama diri hanya bisa terdiam dan menangis karena harus memulai lagi sesuatu yang baru dan rasanya masih terlalu cepat. Diri hanya bisa berdoa dan memohon pertolongan untuk menghadapinya. Jurus "berserah" dalam Tuhan itulah yang membuat segala sesuatunya berjalan.

Setiba di sini, diri harus segera beradapatasi segera dengan banyak hal, baik budaya, tata cara sekolah, orang - orang baru yang kali ini berasal dari berbagai bangsa, bukan lagi suku, dan bahasa yang harus digunakan. Diri sebelumnya memang menggunakan bahasa Inggris, tetapi tidak semasif yang harus dilakukan selama di Akita, ditambah dengan diri tidak memahami sedikit pun bahasa Jepang. Kursus kilat yang diri coba lakukan di Bandung sama sekali tidak membantu karena diri sudah "menyerah" duluan dengan keadaan.

Sekali lagi, Tuhan menguatkan diri lewat banyak cara, terutama lelakiku (terima kasih banyak, sayang!) yang selalu mengingatkan untuk berpikiran positif dan menyusun strategi dengan menerapkan ilmu perang Shunju. Dalam keadaan adaptasi awal, diri juga harus berjuang untuk lolos beasiswa Leading Program yang diberikan pemerintah. Ini adalah satu - satunya harapan diri untuk mendapatkan beasiswa di tahun 2013, di tengah beasiswa Jepang lainnya sudah menutup pendaftaran. Akhirnya, diri mengikuti tes wawancara dan tertulis di kampus langsung untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Setelah hampir 3 minggu, hasil pun keluar dan diri dinyatakan diterima di program beasiswa Leading Program! Puji Tuhan, puji Tuhan! Meskipun demikian, beasiswa baru bisa keluar tepat di bulan ketiga diri berada di Akita, yang artinya di bulan Juni. Rencana Tuhan memang luar biasa, diri telah dipersiapkan dengan dana oleh lelakiku untuk menghadapi biaya hidup di Akita yang tidak sedikit selama kurang lebih 3 bulan! Tepat sesuai dengan jalanNya!

Member lab Economic Geology October 2013.
Setelah resmi diterima, diri mulai mengikuti program pendidikan diri di bawah Leading Program dengan laboratorium khusus Economic Geology. Program khusus yang dibangun oleh Pemerintah Jepang selama 7 tahun sejak 2012 untuk percobaan pertama di seluruh bidang sains dan sosial untuk sekolah - sekolah tertentu. Diri memiliki tanggung jawab disertasi, 49 kredit kelas dan disertasi dan publikasi. Puji Tuhan! Perencanaan yang diajarkan oleh lelakiku membuat diri terbantu selama di kuliah S3 di bawah Leading Program. Pendidikan yang diri dapatkan dari SMP hingga S2 pun sangat membantu diri untuk membiasakan diri lebih berdisiplin lagi dengan waktu agar dapat menyelesaikan semua program yang disediakan tepat pada waktunya.

Tantangan pertama setelahnya adalah tempat riset diri yang belum ada. Diri harus menunggu sekitar 1 semester sebelum bisa mendapatkan tempat penelitian yang artinya waktu untuk riset diri pun berkurang. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan anakNya! Sekali lagi diri menekankan itu karena diri mengalaminya lagi dan lagi.

Setelah mendapatkan tempat penelitian, diri bisa langsung mengerjakan disertasi diri. Dengan mengikuti apa yang telah diri susun di proposal menggunakan sekitar 10 metode, diri memulai semua penelitian. Kegiatan disertasi dimulai di semester kedua dengan ke lapangan untuk melakukan mapping dan mengambil sampel, selanjutkan kegiatan laboratorium yang semuanya harus dikerjakan oleh diri sendiri dari mulai preparasi hingga jadi sebuah data; dan berangkat konferensi, field trip dan kursus. Disiplin waktu menjadikan kegiatan diri memang tampaknya sangat sibuk karena banyaknya kelas dan kegiatan riset yang berpacu dengan waktu. Diri memulai pekerjaan di kampus dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 09.00 malam setiap harinya dengan istirahat makan siang dan malam yang dilakukan juga sembari mengerjakan preparasi, kecuali hari Minggu di semua musim. Adaptasi terhadap musim dingin sempat membuat diri hampir mengalami kerusakan syaraf di tangan karena "kecerobohan" diri untuk mengerjakan preparasi yang menggunakan air dingin terus menerus selama 2 hari berturut-turut selama 18 jam sehari. Namun, semuanya dibayarkan Tuhan selalu luar biasa. Telapak tangan diri disembuhkan Tuhan dalam beberapa hari dan diri dapat kembali melanjutkan perjuangan. Sungguh semuanya dibukakan jalan untuk setiap preparasi dan penggunaan alat yang dibutuhkan. Terima kasih juga untuk associate professor Ryohei Takahashi yang selalu membantu untuk mengarahkan dan menjawab pertanyaan diri untuk tiap metode yang dikerjakan. Maklum diri sedikit cerewet dan "pelupa" untuk beberapa hal. hhihihiii....

Setelah kembali dari lapangan, bersama sahabat terkasih.
Tuhan begitu luar biasa. Ia meletakkan diri di sekolah dan di bawah program yang juga luar biasa. Hampir 90% kelas diri selesaikan di tahun pertama di kampus. Memasuki pertengahan semester kedua, diri mulai fokus dengan riset diri setelah diri dapat beradaptasi dengan materi kelas yang beragam. Di tengah perjuangan diri untuk menyelesaikan riset dan kelas yang ada, diri masih diberikan kesempatan untuk mengikuti konferensi dan trip; membangun student chapter dan tentunya yang terpenting adalah menikah! Semua adalah anugerahNya saat diri melakukan bagian diri yaitu bekerja keras untuk pekerjaan yang telah dipercayakan oleh Tuhan. Seutuhnya adalah "berserah" saja pada Dia yang memiliki semuanya.

Seperti yang diri katakan, sekolah di Akita University banyak mendorong pengembangan mental dan psikologi diri menjadi lebih dewasa lewat berbagai cara. Diri terutama diajari untuk mengembangkan sisi komunikasi dan networking dengan multikultural environment (bukan hanya budaya, tetapi juga latar belakang pekerjaan, pendidikan dan lainnya). Diri diizinkan untuk mengikuti banyak konferensi dan trip di berbagai negara untuk meningkatkan kualitas belajar di bidang riset diri dan juga bagian dari pengembangan diri secara sosial dan komunikasi akademis-industri-pemerintah. Selama menjadi mahasiswa di Akita University, diri diberikan Tuhan kesempatan untuk menjelajah ke negara - negara berikut:
  1. Mongolia untuk Summer Camp di tahun 2013
  2. Amerika Serikat untuk konferensi dan field trip di tahun 2013
  3. Selandia Baru untuk konferensi, field trip dan kursus di tahun 2013
  4. Jerman untuk Summer Camp di tahun 2014
  5. Afrika Selatan untuk konferensi dan field trip di tahun 2014
  6. Filipina untuk konferensi dan field trip di tahun 2015
  7. China untuk kursus di tahun 2015
  8. tentunya Jepang, dari Hokkaido sampai Kyushu untuk konferensi, forum, kursus dan field trip. 
 
Hai Samudra Pasifik!
Pengalaman pertama di heli dengan para ahli.

Selamat datang di White Island!
Trip di White Island, Selandia Baru
Di tengah mengerjakan riset pun, Tuhan memberikan banyak kesempatan luar biasa. Diri diberi kesempatan untuk mendapatkan bantuan riset dari Jepang melalui Youth Challenge Fund sebanyak 2x, yaitu tahun FY2013 dan FY2014. Sungguh Tuhan begitu luar biasa. Meskipun diri harus banyak mendapatkan pelajaran dari Tuhan tentang berbagai hal, tapi Tuhan tidak pernah menutup mata. Berdoa, berserah dan berusahalah yang terbaik. Godaan banyak sekali ini jika mau dituruti ditambah dengan suara sumbang di sana - sini bisa menjadi pilihan. Akan tetapi, diri selalu diingatkan Tuhan melalui lelakiku bahwa tujuan awal kesini adalah sekolah dan memuliakan nama Tuhan. Usaha dan pekerjaan kitalah yang akan dinilai pada akhirnya bukan karena "kemanisan" kita yang akan menyelamatkan studi kita. Itu sangat diri pelajari juga selama di Akita. Diri sangat bersyukur karena Tuhan Yesus tidak luputkan mata, wajahNya dari diri.

Pulau lainnya di lepas pantai North Island.
Perjalanan dari base Frontier ke White Island di atas Samudra Pasifik.
Saat ini, diri sudah menyelesaikan 2x sidang dari 3x sidang yang dijadwalkan. Dua sidang pertama memberikan hasil yang luar biasa untuk diri. Diri juga masih menunggu kepastian publikasi jurnal yang masih dalam proses akhir untuk semuanya. Jika Tuhan Yesus mengkhendaki, diri akan lulus pada awal Februari 2016 di usia 24 tahun 3 bulan. Puji Tuhan! Semua apa yang diri alami hingga saat ini, sekecil apapun itu adalah mukjizat Tuhan untuk hidup diri dan untuk kemuliaan namaNya saja, ditambah dengan dukungan luar biasa dari lelakiku (I am so proud of you!).

I can tell you much about my study life in Akita. Afterwards, I am going to tell more about His design in my life. When I wrote all posts here, I just could smile and say "thank you, Jesus!"

Pengalaman sekolah dulu (4): Fasttrack S2

Selesai sidang, hiruk pikuk bebas tidak diri jadikan pilihan. Masih ada kelas yang menunggu diri tingkat sekolah selanjutnya. Setelah selesai sidang, diri langsung didaftarkan ke sekolah magister oleh pihak sarjana selang seminggu. Diri akhirnya resmi menjadi mahasiswa magister pada February 14, 2012. Diri memilih jurusan Teknik Pertambangan kembali dengan spesialisasi di Teknik Ekplorasi kembali. Ada banyak yang masih diri kurang pahami dan penasaran sekali tentangnya. 

Kuliah 12 sks yang diri ambil membuat diri sangat terbantu untuk menyelesaikan sisa 24 sks tersisa di semester selanjutnya. Sisa 16 sks kuliah dan 8 sks untuk tesis sudah diri persiapkan dengan baik. Kesehatan diri pun berangsur pulih. Diri menyiapkan untuk penelitian tesis diri dan mencari semuanya. Puji Tuhan di saat yang bersamaan juga, diri menerima bantuan beasiswa fasttrack dari DIKTI untuk 2 semester dengan bantuan pihak magister ITB yang memberikan informasi pendaftarannya. Tuhan kembali melakukan mukjizat dengan diri mendapatkan tempat tesis di daerah lapangan tambang rakyat di Sukabumi. Diri pun bersiap untuk menghadapinya. Dengan ditemani oleh dua orang teman seangkatan diri di TA, diri berada di lapangan selama 7 hari. 

Dengan sks tersisa, diri berdoa kepada Tuhan untuk menyelesaikannya dalam 1 semester, tetapi tidak dapat dilakukan karena ada sks yang tidak bisa diambil bersamaan di semester genap dan ganjil. Namun, tetap Tuhan memberikan yang terbaik selalu. Diri diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tesis dan kelas tersisa dalam waktu 2 semester. 

Pengalaman di Potsdam yang tak terduga.
Dalam perjalanan mengerjakan tesis pun banyak keajaiban yang Tuhan berikan. Dengan segala keterbatasan yang diri hadapi dengan pendanaan, Tuhan membukakan jalan yang tidak terduga. setelah banyak kegagalan yang diri alami karena diri masih saja mengandalkan kekuatan sendiri sebagai manusia. Percobaan untuk dukungan dana melalui proposal semua berakhir gagal. Namun, keajaiban Tuhan itu tidak pernah berhenti selama berserah. 

Pertama, pasangan diri mendapatkan berkat untuk mendukung penelitian tesis diri dengan pembiayaan ke lapangan dan beberapa analisis. Kedua, saat akan melakukan analisis di tempat lain, selalu dibukakan Tuhan jalan yang luar biasa. Diskon dan gratis analisis diberikan oleh Tuhan melalui banyak tangan di lembaga yang berbeda. Ketiga, diri menang undian dari suatu acara konferensi yang juga sangat tidak terduga! Diri mendapatkan kesempatan untuk pertukaran ke lembaga penelitian ternama di Jerman, GFZ Helmholtz. Diri dapat melakukan beberapa analisis di sini dan kesempatan belajar di sana selama 2 minggu. Ini pun masih ditambah dengan bonus lainnya yaitu diri dilibatkan dalam kegiatan lapangan eksplorasi panas bumi di Jawa Timur sebanyak dua kali pada Juni 2012 dan Juli 2013. Tuhan begitu luar biasa! Diri juga mendapatkan seorang sahabat, mentor dan guru bernama Dr. Fiorenza Deon yang mendukung diri untuk banyak belajar. 

Perjalanan Tiris untuk kegiatan lapangan.
Perjuangan tidak berakhir. Kuliah diri memang tidak sebanyak kuliah saat S1, tetapi tensi penelitian jauh lebih tinggi dan waktu untuk membaca pun jauh lebih banyak untuk memberikan yang terbaik. Persyaratan untuk paper atau proceeding ditambah dengan aktivitas diri yang kembali banyak di organisasi serta lembaga lainnya dan "keisengan" diri yang mencoba - coba untuk mengirimkan abstrak untuk menghadiri konferensi - konferensi di luar negri.  

Dengan dukungan penuh dari lelakiku dan banyak pihak, akhirnya diri menyelesaikan S2 tepat pada waktunya Tuhan, 27 Februari 2013 dengan hasil yang juga sangat memuaskan. Pergolakan luar biasa terjadi sebelum menyelesaikan studi ini, di tengah diri pun masih belum ingin bekerja. Tapi, Tuhan Yesus membawa kesempatan untuk sekolah S3 saat mendekati akhir sekolah S2 diri sebagai jawaban yang tak terduga untuk masa depan. Tuhan Yesus luar biasa! 

Pengalaman Sekolah dulu (2): SPMB

Rencana Tuhan memang tidak akan ada seorang pun yang tahu. Itulah yang diri rasakan lewat perencanaan Tuhan Yesus untuk hidup diri. Dengan banyak pendidikan yang diri dapatkan selama sekolah dasar, akhirnya diri dibawa untuk melalu tahapan berikutnya untuk universitas.
Indahnya rencana Tuhan.
Penolakan diri dapatkan saat akan mendaftar sekolah lewat jalur tanpa tes di salah satu universitas negeri di Palembang. Memang bukan jalan Tuhan karena sudah diingatkan Tuhan dari awal untuk ambil SPMB saja, tapi namanya diri masih ngotot daftar. Selanjutnya jalur yang sudah disuruh Tuhan, diri ambil SPMB di Palembang. Dengan tekad untuk mengabdi di Papua sebagai dokter, diri memutuskan untuk masuk FK di salah satu universitas top di Indonesia agar juga bisa diri mendapat pendidikan dasar untuk kegiatan alam di kampus tersebut. Diri mengambil jalur IPC untuk formulir SPMB karena diri harus mengambil cadangan sekolah, jaga - jaga tidak diterima di kampus tersebut. 

Di sinilah mulai petualangan diri. Saat akan mengisi pilihan kedua dan ketiga, orang tua diri lewat dan berkata untuk tidak hanya mengambil FK, tetapi juga mengambil Teknik Pertambangan, FTTM, di ITB Bandung. Hanya dengan alasan sederhana sebenarnya, waktu itu orang tua diri hanya bilang "daripada kamu masuk keluar hutan buat jalan doang tapi tidak ada gunanya, mending masuk tambang ada yang dicari". Akhirnya pilihan kedua diri isi dengan pilihan orang tua tanpa berdebat apapun karena diri yakin akan masuk FK. Pokoknya harus FK dalam otak diri supaya bisa ke Papua dan mengabdi di sana dengan ada keahlian yang berguna. Diri tidak mau hanya datang tanpa bisa apa - apa. Diri bertekad bisa memberikan pengobatan dan mengajar di sana. Pilihan ketiga akhirnya dijatuhkan di Fakultas Hukum setelah diri berkonsultasi dengan paman diri yang juga seorang pengacara. 

Hari tes tiba, meskipun passing grade diri sempat dinyatakan tidak mencukupi untuk jurusan tersebut oleh bimbel tempat diri ikut uji coba, diri tetap berserah dan mau mendengarkan Tuhan. Diri mengerjakan setiap soal yang diri bisa di bawah bimbingan Tuhan. Benar - benar diri merasakan bagaimana Tuhan menolong. Ada banyak soal yang sempat diri tidak pahami, tapi tiba - tiba Tuhan beritahukan jawabannya. Setelah 2 hari tes, seluruh soal yang ada diri isi dengan keyakinan bahwa itu memang harus diisi. Diri hanya bisa menyerahkannya pada Tuhan Yesus dan menunggulah diri selama satu bulan sebelum pengumuman.

Selama menunggu pengumuman, diri lebih banyak menghabiskan waktu membaca buku sastra Indonesia dan berdiam diri di rumah, belum boleh berangkat naik gunung saat itu karena orang tua diri khawatir diri tidak lulus SPMB akibat pilihan studi yang diri lakukan. Ada semacam kepercayaan yang dianut orang tua diri kalau di SPMB tidak boleh memilih dua universitas top sekaligus dalam pendaftaran yang mana jika dilakukan pasti sudah tidak akan lulus. Diri yang tidak mengerti dan tidak menerima logika tersebut hanya bisa diam dan berkata percaya sajalah sama Tuhan Yesus meskipun tetap harus mengikuti apa yang dikatakan mereka untuk mencari sekolah - sekolah cadangan yang masih membuka pendaftaran. 

Diri ingat pendeta diri berkata untuk tetap percaya dan Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan anakNya malu. Dengan semua inilah diri hanya tetap percaya dan berdoa. Tuhan membuktikan semuanya dalam 1 bulan menunggu.

Saatnya tiba pengumuman SPMB via online. Meskipun di tengah kedukaan karena kakek diri berpulang seminggu sebelumnya, diri mencoba mengakses hasil ujian di tengah keluarga yang berkumpul di rumah kakek. Saat yang ditunggu pun tiba, adik diri menelpon bahwa dia berhasil mengakses website dari rumah keluarga diri. Hasilnya puji Tuhan, diri tidak diterima di FK dan diterima di FTTM ITB. Seluruh keluarga sangat bergembira di tengah duka yang masih meliputi, termasuk orang tua diri. Namun reaksi berbeda yang diri berikan, yaitu kekecewaan! Ya, inilah bentuk orang tidak mengucap syukur. Awalnya diri syok karena diri harus belajar teknik dan semua hal yang terkait matematika dan fisika seperti yang diri pikirkan. 

Sekali lagi, Tuhan tahu rencanaNya yang terbaik untuk setiap anakNya bahkan untuk mendapatkan hasil pengumuman di tengah keluarga yang berkumpul. Paman bibi diri yang melihat kekecewaan diri yang tidak diterima FK dan menolak untuk melanjutkan di teknik, akhirnya memberikan pengertian dan memberi tahu bagaimana jurusan teknik itu, siapa kampus baru diri, bagaimana sekolahnya kira - kira dan bagaimana potensi masa depannya. 

Setelah semalaman berpikir, diri akhirnya minta ampun sama Tuhan Yesus buat segala kebodohan pikiran diri. Diri akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi di Teknik Pertambangan, FTTM ITB dengan segala ketidaktahuan diri tentang sekolah ini. Bahkan diri membuat persetujuan dengan orang tua diri untuk mencoba di tahun pertama dan melihat bagaimana perkembangan nilai diri. Namun, ada satu kepercayaan bahwa Tuhan akan memberikan jalan terbaikNya dan Ia tidak akan membuat diri malu. Itulah yang diri rasakan! Diri ke ITB untuk pertama kalinya 3 hari setelah pengumuman dan melihat bahwa inilah calon kampus diri dan kota Bandung yang menjadi tempat tinggal diri selama 4 tahun ke depannya. Tuhan membuka jalan untuk semuanya dalam persiapan sekolah, daftar ulang hingga mendapatkan tempat kos yang sangat cozy, tempat tinggal diri hingga lulus. 

Sekolah di ITB, bagaimana? Satu kata, yaitu menyenangkan! Lewat jalur ini juga, diri dibawa Tuhan Yesus untuk menyelesaikan pendidikan hingga PhD di usia yang sangat muda, 24 tahun.