Friday, July 30, 2010

1000 stars


nah finally it's done. telah lahir 1000 bintang yang akan menambah warna warni dunia ini.

Monday, July 19, 2010

Makasih ya ndut.

Akhirnya memposting sesuatu lagi setelah tampaknya jiwaku lama ngga mau nulis.hahhaa :))
Ada banyak hal yang terjadi dan ku alami sebagai bagian pengalaman yang tidak pernah ku sangka harus dicari dan dibagikan.
Ada yang tampaknya sederhana tetapi ternyata sulit.
Ada juga yang tampaknya sangat rumit tetapi ternyata sederhana.
Itulah perjalanan kehidupan.
Aku sangat menyadarinya.

Ohya, membuat origami bintang ternyata adalah SOLUSI terbaik yang sangat membantuku mengalihkan semua beban dan resah di kepala, hati dan langkahku.
Di setiap bintang tampak banyak harapan yang bisa tertuliskan. Di satu per satu lipatan, aku bisa menangis ataupun tertawa lepas.
Hingga pada akhirnya aku menemukan ini sebagai sesuatu yang HELPFULL.
Demikian adanya.

Jika mengingat yang terjadi akhir - akhir ini kembali, aku tampaknya memang jauh lebih tenang. Gejolak emosiku bisa terkontrol dengan lebih baik.
AKU MASIH BISA TERTAWA.

Jujur, baru sekali ini aku memiliki kesempatan menyayangi seseorang secara tulus dengan hati. Hahahaha...
Sejauh ini, logikaku tak bermain sama sekali, semua hanya menurut perasaan saja. Pernah memang rasanya saya menyayangi seseorang yang dulu, tetapi jelas sekali logika ku sangat bermain di sana. Sesuatu yang lebih baik untuk dijalani dan dirasakan sebenarnya.
Dibalik semuanya, ada hal yang ku sadari.
Ketika aku menyayangi seseorang dengan hati ini, justru aku lebih bisa tertawa untuk melepaskannya meskipun tetap ada perasaan sakit itu.
Mungkin ini terdengar teoritis, tapi setelah ku rasakan adanya demikian jalan yang terbuka. Aku lebih rela melihat dia tertawa lepas dengan apa yang dia mimpikan dan putuskan untuk kehidupannya. *catatan ya, untuk hal baik saja.
Bagaimana dengan rasa sakit itu? Arghh, itu hanya dibuat manusia sebagai bentuk jawaban sesaat saja kok. Jadi, tidak akan masalah untuk beberapa waktu. Toh, manusia butuh sesekali rasa sakit agar menjadi lebih DEWASA dalam berperilaku dan menentukan.

Inilah yang ku pelajari dalam menjalani rasa sayangku selama ini. hahaha :)). Hanya satu hal yang belum bisa ku lakukan dengan baik, yaitu membuat dia melepaskanku. Ini bukan kegeeran sebenarnya, tapi menurutku begitu karena aku sendiri tidak mau bergerak juga. Jadi aneh juga akhirnya.
Aku hanya coba memahami bagaimana seharusnya ini berjalan saja setelah menyadari apa yang ku lalui dan ku dapatkan. Seharusnya aku berani bertindak untuk berdiri melepaskannya.

Kawan, (aka si odong) bantuin aku buat bersikap. Nanti kita harus bertindak. Aku tidak bisa sendirian berdiri. Maap ya merepotkan dirimu lagi.hahaha.

Thursday, July 15, 2010

Menjadi orang baik

Baru saja membuka email yang bertumpuk - tumpuk dengan obrolan, cerita, tawaran dan kawan - kawannya lah.
Membuka email di folder e-RH ku dan menemukan perkataan baik hari ini. Ya, kalimat sederhana yang sarat makna dari Bunda Teresa.
>>>
"Banyak orang menjengkelkan dan mementingkan diri sendiri. Walau begitu, ampunilah mereka. Jika Anda berbuat baik, orang bisa curiga. Walau begitu, tetaplah berbuat baik. Jika Anda jujur, orang akan mencurangi Anda. Walau begitu, tetaplah jujur. Kebaikan Anda hari ini mungkin sudah terlupakan besok pagi. Walau begitu, teruslah berbuat baik. Sebab segala sesuatu merupakan urusan Anda dengan Allah. Bukan dengan manusia. Maka, berikan selalu yang terbaik."
>>>
Kalimat - kalimat di atas sederhana. Namun, jika dipertanyakan pelaksanaannya dalam kehidupan sehari - hari, pasti tidak semua mampu menjawabnya. Ya, memang demikian adanya.
Manusia mempunyai kebutuhan utama. Rasanya, salah satu kebutuhan itu adalah aktualisasi diri. Eksistensi selalu dicari manusia untuk dikenal dan menjadi popular secara tidak langsung di antara lingkungannya. Tidak perlu mengejudge seseorang yang lain ketika membicarakan hal seperti ini. Karena menurut saya, manusia mempunyai kebiasaan untuk membenarkan apa yang dilakukan meskipun pelakunya pun tahu apa yang dilakukan itu salah.

Sejalan kehidupan saya, bukti dari ketidakpedulian manusia terhadap yang lain sudah sering saya lihat, rasakan langsung. Saya akui secara terbuka, memang saya bukan orang yang cukup peduli. Saya masih kurang peduli terhadap lingkungan kehidupan ini secara utuh.
Dari keluarga inti saja, saya sangat bersyukur memiliki ayah yang menunjukkan sebuah pembuktian apa yang dikatakan Bunda Teresa tadi. Terima kasih Papa. Papa saya selalu mengatakan untuk melakukan apa yang ada kepada orang lain secara tulus tanpa mengharapkan imbalan dan tidak memanfaatkan kelemahan orang untuk memperoleh keuntungan. Profesi papa sebagai seorang dokter, sebenarnya bisa menjadi peluang untuk mengumpulkan pundi - pundi uang jika dia berpikiran picik.
Akan tetapi, apa yang ditunjukkan Tuhan pada saya jauh melebihi dari yang saya lihat saja. Masih tersisa orang seperti papa. Saya di sini bukan untuk melebihkan apa yang yang terjadi. Hanya saja, saya menuliskan apa yang saya lihat dan rasakan secara langsung.
Papa pernah berujar, jangan pernah mengambil dari apa yang bukan milikmu, apalagi dari orang yang sedang sakit dan menderita. berikanlah apa yang kamu bisa. Toh, nanti Tuhan membalas dengan lebih luar biasa.
Ini memang terjadi pada keluarga saya. For your information, keluarga saya dulu benar - benar tidak memiliki apa - apa. SEMUA DIMULAI DARI NOL. Orang tua saya membangun semua yang saya dan adik - adik dengan semangat dan ikhlas itu. Tidak ada yang menyangka saya bisa merasakan semua kemewahan dan kenyamanan dalam beberapa tahun ke depan, perbaikan kehidupan keluarga saya sangat membaik hingga sekarang. Saya tidak pernah membayangkan bisa tinggal di rumah ini, punya mobil lebih, punya gadget ini itu, punya pakaian dan aksesoris dan lain - lain yang semuanya lebih dari cukup. Bisa membayari sekolah orang dan membantu mereka yang kurang. Semua diberikan dan dilakukan orang tua saya untuk anak - anaknya. Semua begitu indah dibayarkan Tuhan bagi keluargaku. Dengan kondisi ini, saya tahu tidak ada yang abadi dan roda bisa berputar kembali ke bawah. Inilah yang selalu diingatkan papa dan mama. BERSYUKURLAH, nak.

Sejalan kehidupan saya memasuki kuliah, pernyataan itu semakin sulit untuk dilakukan oleh banyak orang termasuk saya. Saya bukan orang yang sabar. Banyak orang juga demikian. Terlalu mencari kenikmatan dalam waktu sesaat dan 'menginjak' orang lain untuk kesenangan pribadi saja.
Kepentingan itu memang abadi tampaknya. Persahabatan dan persaudaraan pun bisa disikatnya bahkan rasa sayang pun bisa jadi korban.
Dunia ini tidak seindah itu jika dilihat dari sisi kejahatan manusia. Terlalu banyak manusia yang mengkanibalkan manusia lainnya demi kepentingannya. Mungkin yang saya lihat baru sebatas dunia kuliah dan organisasi tingkat universitas serta persahabatan yang tidak kekal ini, tapi saya sudah merasakan kebalikan dari perkataan ibu Teresa tadi.
Saya tidak berhak menyalahkan orang lain dan menyudutkan diri sendiri. Akan tetapi, pada dasarnya saya hanya mengungkapkan apa yang saya lihat dan rasakan. Saya hanya golongan minoritas di bagian abu-abunya dunia. Saya tidak hitam. Saya tidak putih. Banyak orang seperti saya. Ketika mereka berontak, mereka akan 'disikut' untuk keluar dari arena permainan. Jika mereka diam, mereka sama saja dengan pelakunya.

Menurut saya, semua yang melakukan apa yang seperti disebutkan Bunda Teresa pasti akan mengalami namanya penganiayaan dunia. Ya, saya sebut sebagai penganiayaan dunia. Dunia ini sekarang semakin tidak kompromi dengan namanya kebenaran, kejujuran dan keadilan. Hanya kepentingan yang diutamakan dan diperhatikan. Ya tadi, semua dikanibalkan saja. Kebanyakan mereka yang beridealis seperti itu akan ditendang dan ditekan hingga kepentingan orang - orang lain itu terpenuhi. Mereka yang tidak kuat mental, ya akan bertindak seperti yang lain. Akan tetapi, mereka yang kuat, akan menerima tuaian yang setimpal dari Bapa.

Memang adanya ini kan dunia. Tampaknya biasa saja dengan ketidakbenaran. Semua dimaklumi dan pada akhirnya selalu menjadi hukum rimba.
Sampai kapan ini terjadi?
Kiamat kecil sepertinya sedang berlangsung dan tidak ada yang mau peduli juga. Toh, selama dia tidak terusik. Tidak akan ada suara dari dirinya. Terkadang menutup mata, telinga, mulut dan hati menjadi pilihan yang utama di tengah ketidakpastian dan keinginan untuk selalu nyaman.
Ya, sejauh apa kita peduli sebenarnya?
Sejauh apa kita bisa bertahan terhadap apa yang kita yakini?
Manusia macam apa yang seharusnya menjadikan diri kita itu sendiri tanpa selalu mengingat bahwa kepentingan kita duluan yang harus terpenuhi?

Semua orang pasti punya pembelaan tersendiri.
Menjadi orang baik seperti Ibu Teresa itu tidak gampang. Menjadi seperti papa sendiri saja, saya belum mampu. Saya hanya mengusahakan apa yang saya yakini dan cita-citakan tanpa harus melukai orang yang tidak seharusnya menderita. Itu saja.
Saya juga bukan manusia sempurna.

Tuesday, July 13, 2010

Surat Terbuka

Hei blog, saya kembali dengan hal yang campur aduk.
Sebenarnya judul di atas adalah hasil pertanyaan saya dengan diri sendiri. Saya mulai merasa malas dengan semua yang dijalani sekarang. Hanya hal sepele yang mengganggu. Akan tetapi, entah mengapa ini sangat menyesakkan. Saya merasa berpenyakit seperti sebuah kesalahan besar yang menghujami diri.

Baiklah kawan, anggaplah ini sebagai sebuah SURAT TERBUKA yang isinya PERNYATAAN SIKAP terhadap apa yang sedang terjadi pada diri saya.
Tolonglah kawan - kawan terkasih, berhenti dan berhati untuk bertanya "kapan saya sembuh", terlebih pernyataan "belum sembuh?"
Ini saya tuliskan hanya dengan SATU PERMINTAAN untuk mengerti dengan kondisi PENYAKIT yang berhubungan dengan SARAF saat ini. Bukan apa - apa karena saya merasa seperti dianggap sedang bermain - main saja dengan nyawa saja.
Padahal, keadaan yang sebenarnya : Penyakit ini membuat saya harus istirahat total demi kesembuhan yang mendekati sempurna. Jika saya tetap tidak patuh atau suka - suka setiap kegiatan pasca tervonis ini, saya terancam LUMPUH.
Bukan untuk meminta dikasihani, melainkan hanya STOP bertanya hal yang sama berulang kali. Rasa STRESS yang saya alami malah justru MENGHAMBAT kesembuhan saya.

Kawan, TERIMA KASIH SANGAT atas perhatian dan keterkejutannya terhadap apa yang kembali saya alami sekarang. Saya sadar ada beberapa pihak yang selalu terkaget - kaget dengan KONDISI KESEHATAN saya yang sangatlah FLUKTUATIF untuk kebanyakan orang. Tidak ada yang menyangka juga kok jika saya bisa mengalami hal demikian.
Ini hanya bentuk ungkapan hati saja.
Silahkan dianggap sebuah hal yang berlebihan atau hal yang mengingatkan. Karena untuk saya, kesehatan saya juga MAHAL harganya. Banyak sekali yang harus saya BAYARKAN untuk menanggung kondisi ini.

Demikian, keadaan ini akan selalu saya tanggung dengan suka dan duka. Oleh karena, keadaan ini adalah sebuah SUKACITA untuk saya di luar pikiran yang membuat saya terganggu.
Terima kasih kawan, selamat menjadi MANUSIA BERBAHAGIA.

Monday, July 12, 2010

Virginitas : Pola pikirkah?

Kembali menemukan artikel yang tampaknya memang terkadang perlu dibahas. Masalah virginitas ini berkaitan banyak hal. Dua di antaranya adalah hubungan dengan pasangan dan pandangan masyarakat.

Tidak tahu mengapa ingin sekali mengomentari hal seperti ini. Karena ku pikir, ketabuan yang diagungkan selama ini malah menjerumuskan kebanyakan remaja seumuranku. Kasihan mereka. Terkadang pendidikan seks itu juga yang menjadi penting diberikan kepada remaja dan mereka yang menjelang dewasa. Penting dan ini menjadi penting untuk ke depannya. Pendidikan seks sama pentingnya dengan pendidikan anti korupsi yang mulai masuk pada kurikulum sekolah.
Ketika rasa penasaran yang tidak terjawab, usia - usia labil cenderung untuk mencari jawabannya sendiri. Pencarian jawaban ini rata - rata dilakukan dengan cara yang salah sehingga berujung pada masa depan mereka nantinya. Akhirnya berujung pada pandangan masyarakat.

Baiklah, jika ditilik dari segi pasangan. Ini lebih menitikberatkan pada mereka yang sudah berkerluarga. Hal ini didukung pada artikel di bawah ini. Coba perhatikan dengan baik. Virginitas bukan jadi ukuran mutlak buat sebuah keperawanan. Oleh karena, banyak hal yang menjadi faktor pendukung.
Diceritakan oleh Prof Dr Junizaf, SpOG(K), pernah ada pria memaksakan istri yang baru beberapa hari dinikahi karena di malam pertama mereka tidak setetes darah pun keluar dari vagina. la merasa tertipu dan mengira keperawanan sang istri sudah hilang sebelum ia menikahinya.

Melalui pemeriksaan, uroginekolog dari FKUI RSCM ini justru mendapati yang sebaliknya. "Selaput dara wanita sangat liat sehingga belum berhasil ditembus di malam pertama mereka," tuturnya. Dan setelah mendapat penjelasan yang benar, pria itu pun memahami kekeliruannya dan mengurungkan niat menceraikan istri barunya itu.

Ketidaktahuan soal keperawanan dan organ reproduksi tak hanya terjadi pada pria. Banyak wanita juga masih memiliki pengetahuan yang sangat minim. Tak heran, redaksi kerap menerima pertanyaan, "Apa berhubungan seks sekali saja, keperawanan bisa hilang?", "Bisakah hamil kalau hubungan intim hanya satu kali?", "Apakah memasukkan jari ke vagina bisa merusak selaput dara?", "Mengapa tidak keluar darah waktu pertama kali berhubungan?" Dan ada banyak pertanyaan serupa.

Bisa robek tanpa seks
Memang tidak mudah menilai keperawanan karena banyak hal yang bisa ikut memengaruhi. Ditegaskan oleh Dr Budi ML, SpOG, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Jatisampurna, virginitas tak bisa diukur dari robeknya selaput dara. Tak bisa juga dilihat secara kasat mata melalui ciri-ciri fisik seperti payudara turun atau pinggul yang mengendur.
"Keperawanan harus dilihat dan diperiksa melalui tes medis yang dilakukan oleh dokter ahli. Tidak bisa dilihat dari fisik saja," ucapnya kepada GHS.
Memang masih terus beredar mitos di kalangan remaja maupun orang dewasa bahwa wanita yang sudah tidak perawan dapat diketahui dari tanda-tanda fisiknya, seperti pantat turun, payudara mengendur, atau cara berjalan yang tidak lagi lurus.

Menurut Dr Budi, mitos tersebut sebenarnya keliru, tetapi karena telanjur diyakini oleh sebagian masyarakat, seolah-olah benar. Begitu juga dengan mitos keperawanan yang diukur dari perdarahan yang timbul akibat pecahnya selaput dara.
"Selama ini masyarakat berpendapat bahwa keperawanan seseorang akan hilang ketika berhubungan seksual, yang menyebabkan pecahnya selaput dara. Padahal, selaput dara kondisinya berbeda antara satu wanita dengan lainnya," ujarnya.
Ada selaput dara yang tipis sehingga lebih mudah robek atau pecah. Ada pula selaput dara yang sangat kuat atau liat sehingga tidak mudah pecah. Yang perlu dipahami juga, pecahnya selaput dara tidak harus melalui hubungan seksual saja.
"Aktivitas olahraga seperti senam, benturan karena jatuh, dan lainnya juga bisa menyebabkan selaput dara sobek," tuturnya. Penggunaan tampon saat menstruasi juga dapat menyebabkan selaput dara robek.

Elastisitasnya berbeda
Jenis selaput dara juga beragam. Jika selaput dara kaya akan pembuluh darah, otomatis ketika pecah akan terjadi perdarahan cukup banyak. "Sebaliknya, jika selaput dara tersebut tidak memiliki pembuluh darah, otomatis ketika pecah juga tidak berdarah," ucap Dr Budi.
Jadi, perdarahan pada saat hubungan seksual tidak bisa dijadikan tolok ukur menilai keperawanan seorang wanita. Justru perdarahan bisa saja terjadi karena pengencangan atau ketegangan pada vagina, yang sering disebut kelainan vaginismus, pada saat hubungan seksual. Kondisi ini menandakan si wanita tidak bisa menikmati hubungan intim, malah bisa saja ia merasa sakit dan tersiksa.

Bila kedua pasangan dapat menikmati hubungan seksual dengan baik sehingga tidak menimbulkan ketegangan pada vagina, kemungkinan terjadi perdarahan sangat kecil, malah mungkin sama sekali tidak terjadi. Itu artinya, tambah Dr Budi, tak hanya suami yang menikmati hubungan seksual tersebut, tetapi istri juga bisa menikmatinya.

Selaput dara, lanjutnya, berupa lipatan mukosa tipis yang mengelilingi jalan masuk vagina. Terdapat beberapa bentuk dan berbeda pada tiap wanita, serta memiliki elastisitas yang berlainan pula.
Itu sebabnya tidak semua wanita mengeluarkan darah pada saat hubungan seksual pertama. Ada yang baru keluar setelah beberapa kali berhubungan, bahkan ada yang tidak keluar darah sama sekali.
"Jangan heran jika ada wanita yang telah berulang kali melakukan hubungan seksual, namun sama sekali tidak pernah keluar darah," tutur dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini. (GHS/put/rin)

Sumber: Kompas.com
Nah, yang tidak aman adalah untuk mereka yang belum status pernikahan. Adalah tidak tepat untuk dilakukan. Sangat tidak tepat.
Jadikan pengetahuan yang ada sebagai batasan yang paling mudah dijalani. Di sinilah kekuatan agama dan keyakinan ikut berperan besar. Jagalah kesucian itu dengan baik para wanita.

Melihat pandangan masyarakat, demikian halnya yang ada di Indonesia. Di negara ini, banyak hal masih diukur dengan kebiasaan dan adat yang berlaku dari masa ke masa. Penurunan nilai yang tidak disesuaikan dengan perkembangan zaman memberikan dampak baik dan buruk. Tidak semua nilai - nilai yang ada dalam masyarakat bisa diturunkan dengan cara yang sam a sesuai kondisi waktu itu.
Akan sangat berbeda ketika penerapan suatu kondisi tidak berbarengan dengan penyesuaian lingkungan. Di sisi berbeda, seharusnya nilai, kebiasaan dan adat yang ada juga dapat menjadi kontrol baik pada masyarakatnya dengan menerapkannnya dengan tepat.
Pelaksanaannya melihat konteks ipteks yang dibutuhkan pada kondisi yang seharusnya. Dengan pemikiran dan proses yang tepat serta keterbukaan yang bertanggungjawab bisa membawa pembaharuan yang tepat.
Ada kebiasaan yang seharusnya berubah karena memang tidak bisa selalu sama. Sebenarnya arah komentar ini hanya ingin menegaskan pada kebanyakan orang terutama pria tentang persepsi di paragraf awal artikel tersebut.
Aku hanya merasakan kasihan jika harus diposisi seorang istri seperti itu. Apalagi ancamannya adalah perceraian langsung. Terlalu banyak manusia yang berpikir pendek dan sesaat dalam mengejudge sesuatu ataupun keadaan. Sampai pada akhirnya berujung pada penyesalan ataupun tuduhan tidak beralasan.

Untuk itulah, sebaiknya gunakan kebiasaan yang ada secara logis keilmuan jika dibutuhkan. Meskipun hidup bermasyarakat, tetapi pendidikan yang diterima pun tidak sepatutnya langsung dilupakan.
Ya, engineer.

Bronchopneumonia

A. PENGERTIAN
Bronchopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak Infiltrat (Whalley and Wong, 1996).
Bronchopneumina adalah frekwensi komplikasi pulmonary, batuk produktif yang lama, tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat (Suzanne G. Bare, 1993).
Bronchopneumonia disebut juga pneumoni lobularis, yaitu radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda-benda asing (Sylvia Anderson, 1994).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri,virus, jamur dan benda asing.

B. ETIOLOGI
1. Bakteri : Diplococus Pneumonia, Pneumococcus, Stretococcus Hemoliticus Aureus, Haemophilus Influenza, Basilus Friendlander (Klebsial Pneumoni), Mycobacterium Tuberculosis.
2. Virus : Respiratory syntical virus, virus influenza, virus sitomegalik.
3. Jamur : Citoplasma Capsulatum, Criptococcus Nepromas, Blastomices Dermatides, Cocedirides Immitis, Aspergillus Sp, Candinda Albicans, Mycoplasma Pneumonia. Aspirasi benda asing.
4. Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya Bronchopnemonia adalah daya tahan tubuh yang menurun misalnya akibat malnutrisi energi protein (MEP), penyakit menahun, pengobatan antibiotik yang tidak sempurna.



C. PATOFISIOLOGI
Bronkopneumonia merupakan infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus penyebab Bronchopneumonia yang masuk ke saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan broncus dan alveolus. Inflamasi bronkus ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual. Bila penyebaran kuman sudah mencapai alveolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps alveoli, fibrosis, emfisema dan atelektasis.
Kolaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi. Fibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura. Emfisema ( tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru ) adalah tindak lanjut dari pembedahan. Atelektasis mengakibatkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas. Secara singkat patofisiologi dapat digambarkan pada skema proses.

D. MANIFESTASI KLINIS
Biasanya didahului infeksi traktus respiratorius bagian atas. Penyakit ini umumnya timbul mendadak, suhu meningkat 39-40 OC disertai menggigil, napas sesak dan cepat, batuk-batuk yang non produktif “napas bunyi” pemeriksaan paru saat perkusi redup, saat auskultasi suara napas ronchi basah yang halus dan nyaring.
Batuk pilek yang mungkin berat sampai terjadi insufisiensi pernapasan dimulai dengan infeksi saluran bagian atas, penderita batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, anoreksia dan kesulitan menelan.

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pengambilan sekret secara broncoscopy dan fungsi paru untuk preparasi langsung, biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar.



2. Secara laboratorik ditemukan leukositosis biasa 15.000 – 40.000 / m dengan pergeseran LED meninggi.
3. Foto thorax bronkopeumoni terdapat bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus, jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus.

F. PENATALAKSANAAN
Kemotherapi untuk mycoplasma pneumonia, dapat diberikan Eritromicin 4 X 500 mg sehari atau Tetrasiklin 3 – 4 mg sehari.
Obat-obatan ini meringankan dan mempercepat penyembuhan terutama pada kasus yang berat. Obat-obat penghambat sintesis SNA (Sintosin Antapinosin dan Indoksi Urudin) dan interperon inducer seperti polinosimle, poliudikocid pengobatan simtomatik seperti :
1. Istirahat, umumnya penderita tidak perlu dirawat, cukup istirahat dirumah.
2. Simptomatik terhadap batuk.
3. Batuk yang produktif jangan ditekan dengan antitusif
4. Bila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir serta ada febris, diberikan broncodilator.
5. Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali untuk kasus berat. Antibiotik yang paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan penyebab yang mempunyai spektrum sempit.

G. KOMPLIKASI
Komplikasi dari bronchopneumonia adalah :
1. Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang.
2. Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.


3. Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.
4. Infeksi sitemik
5. Endokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial.
6. Meningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak.


ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS

A. PENGKAJIAN
1. Riwayat kesehatan
a) Adanya riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya : batuk, pilek, demam,
b) Anorexia, sukar menelan, mual dan muntah.
c) Riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas seperti malnutrisi.
d) Anggota keluarga lain yang mengalami sakit saluran pernapasan
e) Batuk produktif, pernafasan cuping hidung, pernapasan cepat dan dangkal,
gelisah, sianosis

2. Pemeriksaan fisik
a) Demam, takipnea, sianosis, pernapasan cuping hidung
b) Auskultasi paru ronchi basah
c) Laboratorium leukositosis, LED meningkat atau normal
d) Rontgent dada abnormal (bercak, konsolidasi yang tersebar pada kedua paru)

3. Factor fsikologis / perkembangan memahami tindakan
a) Usia tingkat perkembangan
b) Toleransi / kemampuan memahami tindakan
c) Koping
d) Pengalaman terpisah dari keluarga / orang tua
e) Pengalaman infeksi saluran pernafasan sebelumnya

4. Pengetahuan keluarga / orang tua
a) Tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit saluran pernapasan
b) Pengalaman keluarga tentang penyakit saluran pernafasan
c) Kesiapan / kemauan keluarga untuk belajar merawat anaknya

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Tidak efektifnya bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret.
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan kapiler alveoli.
3. Defisit volume cairan berhubungan dengan output yang berlebihan.
4. Resiko tinggi pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
intake nutrisi yang tidak adekuat.
5. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi
6. Kurang pengetahuan orang tua tentang perawatan klien berhubungan dengan
kurangnya informasi.
7. Cemas anak berhubungan dengan dampak hospitalisasi

C. INTERVENSI
1. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan penumpukan
sekret.
Tujuan : Bersihan jalan nafas kembali efektif.
Kriteria Hasil : sekret dapat keluar.
Rencana tindakan :
1. Monitor status respirasi setiap 2 jam, kaji adanya peningkatan pernapasan dan bunyi napas abnormal.
2. Lakukan suction sesuai indikasi.
3. Beri terapi oksigen setiap 6 jam
4. Ciptakan lingkungan nyaman sehingga pasien dapat tidur dengan tenang
5. Beri posisi yang nyaman bagi pasien
6. Monitor analisa gas darah untuk mengkaji status pernapasan
7. Lakukan perkusi dada
8. Sediakan sputum untuk kultur / test sensitifitas

2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan kapiler alveoli
Tujuan : pertujaran gas kembali normal.
Kriteria Hasil : Klien memperlihatkan perbaikan ventilasi, pertukaran gas
secara optimal dan oksigenisasi jaringan secara adekuat
Rencana tindakan :
1. Observasi tingkat kesadaran, status pernafasan, tanda-tanda cianosis
2. Beri posisi fowler sesuai program / semi fowler
3. Beri oksigen sesuai program
4. Monitor AGD
5. Ciprtakan lingkungan yang nyaman
6. Cegah terjadinya kelelahan

3. Defisit volume cairan berhubungan dengan output yang berlebihan
Tujuan : Klien akan mempertahankan cairan tubuh yang normal
Kriteria Hasil : Tanda dehidrasi tidak ada.
Rencana tindakan :
1. Catat intake dan output cairan (balanc cairan)
2. Anjurkan ibu untuk tetap memberikan cairan peroral
3. Monitor keseimbangan cairan , membran mukosa, turgor kulit, nadi cepat, kesadaran menurun, tanda-tanda vital.
4. Pertahankan keakuratan tetesan infus
5. Observasi tanda-tanda vital (nadi, suhu, respirasi)

4. Resiko tinggi pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Berhubungan dengan intake nutrisi yang tidak adekuat
Tujuan : Kebuituhan nutrisi terpenuhi.
Kriteria Hasil : Klien dapat mempertahankan/meningkatkan pemasukan
nutrisi.

Rencana tindakan :
1. Kaji status nutrisi klien
2. Lakukan pemeriksaan fisik abdomen klien (auskultasi, perkusi, palpasi, dan inspeksi)
3. Timbang BB klien setiap hari.
4. Kaji adanya mual dan muntah
5. Berikan diet sedikit tapi sering
6. Berikan makanan dalam keadaan hangat
7. kolaborasi dengan tim gizi

5. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi
Tujuan : Tidak terjadi peningkatan suhu tubuh.
Kriteria Hasil : Hipertermi/peningkatan suhu dapat teratasi dengan proses
infeksi hilang
Rencana tindakan :
1. Observasi tanda-tanda vital
2. Berikandan anjurkan keluarga untuk memberikan kompres dengan air pada daerah dahi dan ketiak
3. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan
4. Berikan minum per oral
5. Ganti pakaian yang basah oleh keringat
6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat penurun panas.

6. Kurang pengetahuan orang tua tentang perawatan klien berhubungan
dengan kurangnya informasi
Tujuan : Pengetahuan orang tua klien tentang proses penyakit
anaknya meningkat setelah dilakukan tindakan
keperawatan
Kriteria Hasil : Orang tua klien mengerti tentang penyakit anaknya.


Rencana tindakan :
1. Kaji tingkat pengetahuan orang tua klien tentang proses penyakit anaknya
2. Kaji tingkat pendidikan orang tua klien
3. Bantu orang tua klien untuk mengembangkan rencana asuhan keperawatan dirumah sakit seperti : diet, istirahat dan aktivitas yang sesuai
4. Tekankan perlunya melindungi anak.
5. Jelaskan pada keluarga klien tentang Pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengobatan, pencegahan dan komplikasi dengan memberikan penkes.
6. Beri kesempatan pada orang tua klien untuk bertanya tentang hal yang belum dimengertinya

7. Cemas anak berhubungan dengan dampak hospitalisasi
Tujuan : Cemas anak hilang
Kriteria Hasil : Klien dapat tenang, cemas hilang, rasa nyaman terpenuhi
setelah dilakukan tindakan keperawatan
Rencana tindakan :
1. Kaji tingkat kecemasan klien
2. Dorong ibu / keluarga klien mensufort anaknya dengan cara ibu selalu didekat klien.
3. Fasilitasi rasa nyaman dengan cara ibu berperan serta merawat anaknya
4. Lakukan kunjungan, kontak dengan klien
5. Anjurkan keluarga yang lain mengunjungi klien
6. Berikan mainan sesuai kesukaan klien dirumah

D. EVALUASI
Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan Brochopneumonia adalah :
1. Pertukaran gas normal.
2. Bersihan jalan napas kembali efektif
3. Intake dan output seimbang
4. Intake nutrisi adekuat
5. Suhu tubuh dalam batas normal
6. Pengetahuan keluarga meningkat
7. Cemas teratasi

DAFTAR PUSTAKA

DR. Nursalam, M.Nurs, dkk. 2005. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak.
Jakarta : Salemba Medika
A. Aziz Alimul Hidayat. 2006. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak Edisi 2.
Jakarta : Salemba Medika

>>http://khaidirmuhaj.blogspot.com/2009/03/askep-bronchopneumonia.html<<

Nah, ini adalah salah satu penyakit yang sempat tergejala padaku tahun lalu. Ya, saat maag masih berjaya saja di lambung ini. Sekarang sedang klimaks di saraf. Begitulah adanya.
Semoga membantu.. thanks for the info.

Rokok

Judul di atas adalah wajar saat ini. Teringat saja ketika menonton televisi tadi tentang larangan rokok kretek di AS.
Suatu hal yang cukup merugikan petani tembakau Indonesia karena 99% rokok kretek di sana adalah produk impor kita.

Secara eksplisit, saya tidak mendukung dan tidak melarang peredaran rokok di mana pun. Sebagai bekas perokok, saya merasakan bagaimana tidak seenaknya ketergantungan itu. Di sisi lain, sebagai seorang yang hidupnya mulai sehat sekarang, saya juga merasakan bagaimana tidak enaknya berdeal setiap hari dengan "asap kematian" itu.

Berdasarkan pengalaman ku pribadi yang teramati dan terlihat selama ini, ada 2 macam manusia yang dapat dibagi dilihat dari sudut pandang rokok.
>> manusia perokok, dan
>> manusia non perokok.

Pada dasarnya, manusia perokok hanya ada 1 tipe, yaitu ya memang mereka perokok saja. Perilaku merokoknya yang mengganggu atau tidak itu diatur oleh pikiran mereka sendiri dan cara mereka melihat orang sekitarnya.
Ada perokok yang cukup menghargai non perokok di sekitarnya saat di merokok. Penghargaan ini ditunjukkan dengan berupaya membuang asap rokok tidak langsung ke orang sekitarnya, merokok sendirian atau di smoking area saja.
Namun, seringkali perokok yang ditemukan adalah mereka yang seenaknya mengganggap semua lahan adalah sah untuk ditabur asap. Perilaku inilah yang memancing timbulnya dua kubu di kalangan manusia non perokok.

Di kalangan manusia non perokok, ada yang disebut dengan "terganggu" dan "nyantai". Nah, inilah pembagian mendasar pada pihak - pihak non pelaku penghisap rokok.
Mengapa demikian?
Hal ini kembali dengan sifat dasar manusia untuk tidak mau diganggu. Pada dasarnya, bagi yang tidak terbiasa dengan asap rokok, rasa tidak nyaman itu sangatlah kentara. Bahkan ada yang sampai terkena gangguan pernafasan. Akan tetapi, pergaulan akan membawa sebagian besar non perokok terbiasa dengan kebiasaaan lingkungannya. Mereka akan dengan santai menanggapi asap rokok yang bertaburan di sekitarnya. Pola pikir seperti ini pun tidak gampang ditumbuhkan pada mereka yang "terganggu". Semuanya membutuhkan kerjasama kedua belah pihak dan pengertian.

Pola non perokok yang santai ini pun perlu diberi peringatan untuk tetap waspada pada kesehatan mereka. Non perokok "terganggu" cenderung lebih konsen terhadap kesehatan mereka dibandingkan non perokok "nyantai" ini. Secara tidak langsung, pihak terganggu seringkali menyebut pihak santai sebagai perokok juga karena cara mereka menanggapi perokok di sekitar mereka.
Ini bukan upaya untuk mengejudge seseorang dan tipikal orang manapun karena setiap orang punya PERSEPSI tersendiri terhadap banyak hal termasuk rokok.

Mengapa perlu diingatkan?
Karena tidak semua non perokok bersifat konsen terhadap kesehatan mereka, seperti halnya kebanyakan perokok.
Bahkan beberapa teman mengatakan bahwa dengan merokok mereka merasa lebih sehat dibandingkan harus menghentikan total. Kemungkinan zat aditif telah meracuni sebagian besar jaringan saraf sakit mereka.
Inilah yang harus dicegah, atau jika perlu diobati agar tidak terlalu lama. Memang ujung dari semuanya adalah kematian. Akan tetapi, umur manusia juga bisa diperpendek dengan kelakuan manusia itu sendiri. Manusia tidak dapat memperpanjang usianya. Itu sudah pasti.
Ini tidak bermaksud bahwa mendeskritkan perokok. Tapi, pada kenyataannya jika dilihat dari sudut pandang kesehatan, Perokok SALAH. Itu tidak dapat dipungkiri.
Bagi yang telah kecanduan lama, perlu ada terapi penyeimbang terhadap kebiasaan buruk ini. Semua dilakukan agar terdapat penyeimbangan dalam tubuh sehingga racun tidak semakin menggerogoti secara tidak langsung dalam jangka waktu yang lama.
Hal yang sama perlu juga dilakukan oleh non perokok santai.

Bagaimana non perokok "terganggu" ? Aku rasa mereka lebih tahu dalam menjaga kesehatan, dan seharusnya demikian. Cara mereka memperlakukan diri untuk sehat adalah salah satu pendukung yang nyata bahwa mereka tidak suka dengan rokok.

Jika dilanjutkan lagi, tipikal ini muncul hanya berdasarkan pengalaman aku. Ini akan menjadi berbeda untuk beberapa orang yang berada di sekitar.
Berdasarkan apa yang terjadi pada diri saya, saya mengakui bahwa merokok bukan gaya hidup yang cocok untuk saya. Saya lebih memilih untuk menjadi non perokok yang nyantai tapi waspada. Hal ini karena adanya gejala bronchypneumonia yang saya alami sejak saya semakin rutin menjadi non perokok nyantai - perokok - non perokok nyantai kembali yang lebih waspada.
Sebaiknya, bawalah teman, sahabat, saudara anda yang perokok untuk menjadi non perokok demi kesehatan mereka dalam jangka waktu ke depan. Larang dengan cara yang bijak.

Wednesday, July 07, 2010

Ischialgia Bilateral

Ischialgia yaitu suatu kondisi dimana Saraf Ischiadikus yang mempersarafi daerah bokong sampai kaki terjepit, dalam kasus itu yang terjepit adalah Saraf Ischiadikus sebelah kanan. Penyebab terjepitnya saraf ini ada beberapa faktor, yaitu antara lain: kontraksi/ radang otot-otot daerah bokong, adanya perkapuran tulang belakang atau adanya keadaan yang disebut dengan Herniasi Nukleus Pulposus (HNP), dan lain sebagainya. Ketiga sebab yang kami sebutkan diatas adalah kasus yang banyak terjadi sehingga menyebabkan Ischialgia. Untuk mengetahui penyebab pasti perlu dilakukan pemeriksaan fisik secara seksama oleh dokter, jika perlu dilakukan pemeriksaan tambahan radiologi/ Rontgen pada tulang belakang.

Gejala yang sering ditimbulkan akibat Ischialgia adalah: – Nyeri punggung bawah. – Nyeri daerah bokong. – Rasa kaku/ terik pada punggung bawah. – Nyeri yang menjalar atau seperti rasa kestrum, yang dirasakan dari bokong menjalar ke daerah paha, betis bahkan sampai kaki, tergantung bagian saraf mana yang terjepit. – Rasa nyeri sering ditimbulkan setelah melakukan aktifitas yang berlebihan, terutama banyak membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan. – Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat. – Jika dibiarkan maka lama kelamaan akan mengakibatkan kelemahan anggota badan bawah/ tungkai bawah yang disertai dengan mengecilnya otot-otot tungkai bawah tersebut.

Penatalaksanaan 1. Obat-obatan: analgetik, NSAID, muscle relaxan, dsb. 2. Program Rehabilitasi Medik. 3. Operasi: dilakukan pada kasus yang berat/ sangat mengganggu aktifitas dimana dengan obat-obatan dan program Rehabilitasi Medik tidak dapat membantu. Program Rehabilitasi Medik bagi penderita Ischialgia adalah: 1. Terapi Fisik: Diatermi, Elektroterapi, Traksi lumbal, Terapi manipulasi, Exercise, dsb. 2. Terapi Okupasi: Mengajarkan proper body mechanic, dsb. 3. Ortotik Prostetik: Pemberian korset lumbal, alat bantu jalan, dsb. 4. Advis: o Hindari banyak membungkukkan badan. o Hindari sering mengangkat barang-barang berat. o Segera istirahat jika telah merasakan nyeri saat berdiri atau berjalan. o Saat duduk lama diusahakan kaki disila bergantian kanan dan kiri atau menggunakan kursi kecil untuk menumpu kedua kaki. o Saat menyapu atau mengepel lantai pergunakan gagang sapu atau pel yang panjang, sehingga saat menyapu atau mengepel punggung tidak membungkuk. o Jika hendak mengambil barang dilantai, usahakan punggung tetap lurus, tapi tekuk kedua lutut untuk menggapai barang tersebut. o Lakukan Back Exercise secara rutin, untuk memperkuat otot-otot punggung sehingga mampu menyanggah tulang belakang secara baik dan maksimal. o Dll.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang Nyeri bokong yang menjalar ke tungkai bawah akibat Ischialgia, serta penatalaksanaannya dan Program Rehabilitasi Medik yang dapat diberikan. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami. Dr. Jonaidi Teramihardja, SpRM Sumber : Pontianak Post Online