Friday, November 02, 2007

Matahari Senja

Matahari senja mengangkasa rendah dibalik awan
menjauh perlahan lewati pucuk-pucuk pohon tinggi dengan mesra
berdiskusi dengan bulan untuk bekerja bergantian
menjawab lirih dan perih tiap tanya
Matahari senja mengangkasa rendah dibalik awan
saat resah dan rindu kembali jatuh pelan di peluh
berbincang dengan malam untuk mengganti waktu
mesra
mesra
mesra
mesra
matahari senja mengangkasa rendah dibalik awan
belajar merendah untuk menang
bersikap jantan memimpin dalam kegagahan
usia tua merapuh
dan tak ada lagi waktu
matahari senja mengangkasa rendah dibalik awan
kerinduan dalam hidup
tuk tahu kapan menjadi akhir
mesra bergandeng tangan dengan rindangnya pohon tinggi
melucuti paksa asa

Tak ada yang Abadi

Dalam kesunyian malam.
ku terdiam menatapi anggunnya bulan
meski tak serupawan dalam hati
Ia masih mampu nyentuh ke dalam sukma

Di saat bintang belajar menari
berkelip manja menatap ramah
Aku dibuat dia mengerti
Ia mendengar keluh dan peluh ini

Malam berselimut gelap
tak menjadikan langit kehilangan tahata keauraannya
Tahtanya ajarkan ku tuk tegak berdiri
menantang gelap
berkompromi dengan terang

Semilir angin menjadi selendang malam
lembut terasa menyentuh asa
Kembali kau ingatkan aku akan rasa
Membuatku menerima peluh dan keluh
sebagai kesatuan diri

Saat bumi bergerak
Ku diajari untuk tahu
semua tak akan ada yang abadi

Wednesday, October 03, 2007

Malam

malam berganti sepi panjang bintang tak mampu lagi menemani dalam asa yang pasti setiap langkah ini berganti menjadi suatu yang terhenti tak ada lagi jalan pasti yang jelas mengukir untuk diri supaya semua merasakan apa yang seharusnya tak dinanti apa lagi hidup ini cuma sekali tak ada yang mempunyai asa di lingkup diri yang sempit mencari ketenangan pasti akan suatu yang tak akan pernah jelas di hati bukan tak mau aku memberi hanya saja diri tak sanggup menatap hati semua terlalu lelah untuk berucap pasti masih saja ada yang berani untuk meninggi meski semua tahu tak ada yang pasti setiap langkah akan lepas terhapus lelah akan keberanian hati diri bukan untuk menanti tetapi setia di hati resmi lah sudah kata kata diri membuat aku lelah menjadi lebih dari apa yang sebenarnya di diri selamat tinggal hati dalam diri semua hanya tinggal tak pasti

Bumi

Hari ini ketika ku menatap pagi
Kau tersenyum sepi
menunjukkan kelelahan akan hal yang tak pasti
Hari ini ketika ku tersenyum lagi
Kau masih menanti sepi
Kau tak pernah lelah dengan segala ini
Hari ini ketika ku menangis
Ku tatap wajahmu dalam
Kau masih lebih perih
Namun kau masih setia disini
Jauh di hati ketika ku bernyanyi
Kau senandungkan langkah pasti
Kau cukup terluka di hati
Tetap Kau senantiasa menanti
Hingga akhir yang tak pernah pasti..
BUmiBUmiBUmiBUmiBUmiBUmi

Angkasa

saat kita bersama mengangkasa tinggi

lintasi segala asa dan keraguan

tak pernah ada dalam genggaman

sebuah tanya akan kepastian

meski itu tak pernah jelas

tetap saja kita akan meninggi dalam asa

cinta tak akan pernah lahir

dari ketidakmampuan kata

ia hadir ketika asa telah menyerah untuk berkata

berucap mesra akan sebuah rasa

mengangkasa kita bersama

memandang jelas ke atas

menanti sebuah asa baru

yang lebih jelas

akan cerita cinta kita

biar saja keraguan tumbuh selaras

tak akan dia lari jua

selama kepastian belum datang

mengangkasa bersama peluh dan rasa

kita memang berbeda

bukan untuk dilepaskan

namun untuk bersama

di angkasa

jauh melayang

menatap segala asa

yang pernah ada

di diri kita

selamat tinggal kepastian

kita menggantung di antara

kata cinta

tak akan pernah sesal terucap

selama angkasa masih tinggi di sana

bukan jauh kedalaman rasa

pikirkan saja apa yg kau mau dari hati kita

Tuesday, August 21, 2007

Kebahagiaan

Seindah malam bertabur bintang
Tangan bekerja dalam kerisauan untuk memahami
Kebahagiaan akan selalu ada
Cinta dipupuk dan disiram hingga tumbuh menjadi bunga
Risau akan memahami kebahagiaan
Kebahagiaan sesuatu yang dapat 'dibeli'
bukan dengan uang namun dengan ketulusan hati
Risau untuk mampu bertulus hati
Sulit.
Namun bahagia hanya dapat bertumbuh
Bertumbuh dalam ketulusan hati
Kebahagiaan menunggu depan mata
Kebahagiaan tetap ada dalam asa
Asa meyakinkan setiap insan tentang arti
Kebahagiaan

Setia

Ketika matahari mulai menjulang
Ketika embun pagi masih menetes
Ketika dinginnya udara pagi bertiup
Aku masih menunggu di sini
Menunggu satu kepastian dari hati
Ketika sang surya mulai beranjak
Ketika mata sudah tak mampu lagi melihat
Aku tetap akan menunggu
Berjaga...
Mendengar..
Bisingnya malam sembari kau kembali
Aku kan tetap terjaga sampai akhir nanti

Ini

Berderu ombak di pantai senja
Tiap butir pasir di pantai,
menggantikan tiap detik awan yang bergerak
Keyakinan akan suatu kepastian
Karena matahari akan tenggelam di sisi timur
dunia seras terbalik
Bahwa rasa kasih akan membawa suatu petaka
Bahwa rasa kasih menyakitkan keduanya
Bahwa pasir di pantai membawa berjuta-juta rasa kasih
Kasih itu pun akan terbuang bersama ombak di awan

Tuhan

Tuhan
bersimpu aku di kakiMu
Lemah diriku di hadapanMu
Tak berdaya aku melawan kuasaMu
Tak berbentuk aku di mataMu
Hina
Tak layak dianggap
Terang
karena dosa
Aku diam seribu bahasa
biar Tuhan tetap ada di sini
di hati kecil
Sunyi
Renta
dan Sepi

Mahameru

Biar ku tak sampai di puncakmu

Bukan berarti perjuanganku isa-sia

terhenti di tengah jalan,

bukan berarti aku gagal

Ada suatu keyakinan, di sebuah laut awan

yang menyelimutimu dengan sabar

Aku akan kembali

Kau ajarkan tuk sabar menanti

Aku kan kembali

dengan jiwa dan raga yang sama atau yang berbeda

Kau ajarkanku tuk lebih baik lagi

Aku kan kembali

Kau ajarkanku untuk tepati janji

Aku kan kembali

Karena kau kan setia menanti.

Selamat Jalan

Kini yang jauh di sana tinggal kenangan

Mungkin saja bermakna

ataupun torehan tinta emas pada sebuah kertas yang disebut memori

Biar ia datang ke sana

di rumah tenang, tempat segala penat akan terlepas

Hanya wanginya doa, keikhlasan dan kasih sayang

kan antar ia jauh terbang,
lintasi awan,
menapaki tangga emas,
wajah yang disebut Surga...

Bukan ia yang meminta

tapi takdir yang memaksa

setiap orang pantas mendapat

walau dalam tiap hadirnya, ia sering merasa terasing

Hatinya lembut terasa

dapat kau lihat dari sinar matanya

Ada rasa iba tak ternganga

ia ingin menatap masa depan

walau hari telah senja, mungkin...

akan tetap beda

walau ia akan berada di sana

Sekali lagi,

ia tetap kenangan

dalam asa

yang terindah...

Kembali

Hari ini kutemukan kembali sisa-sisa hati yang telah tercecer itu. Ada kepingan yang jatuh jauh ke bawah samudra terdalam hati yang lain. ada pula yang jauh terbang ke angkasa. Terbang ke langit yang tinggi mencari kedamaian. Ada yang lain menyelam ke lumpur kotor mencari ketenangan abadi dalam kegelapan. Dan kepingan-kepingan kecil lain yang entah di mana sekarang.
Hari ini kulihat kembali di sisi terdalam diri ini ada pandangan lelah akan sesuatu yang telah hilang itu. Meski kini ia telah kembali tetap saja ia tak akan utuh lagi serupa awal kisah. Kepingan-kepingan itu terbang, mengangkasa sampai langit tertinggi di lubuk hati.
Hari ini kurasakan kembali apa yang telah lam terpendam. Sesuatu yang lama tak terungkap. Ada sisi lain yang selama ini tertutup rapat oleh bongkahan es keegoisan. Aku melihat kini ia masih dingin. Tetap sama. Belum berubah. Dingin.
Hari ini kurenungkan kembali segala yang telah lalu. Meski hati masih tak lagi sedingin yang lalu tetap saja ia sama. Sama. Tak akan berbeda. Apa yang mesti kau tahu? Aku bukan bagian dari suatu rencana. Kurenungkan untuk membuka kembali semuanya bukan mencairkan apa yang telah membeku itu sampai pada tetes terakhir.
Hari ini ku kembali ke diri ini. Siapa aku dan mengapa harus aku ? Tak peduli sudahkah kepingan itu ditemukan atau cairkah tetes-tetes peluh dalam hati ini. Tetap sama. Dingin.
Rasakan saja sebagai sesuatu yang tertunda dan bukan bagian dari ilusi mata. Aku tahu otak yang menafasi tiap huruf yang terukir sekarang. Tak perlu kau tanyakan kembali.
Jauh.

Friday, August 17, 2007

Kangen

Hari ini udah lewat sebulan

namun tetap saja kangen itu tetap ada..

Kangen dengan smeua yg pernah ada

canda tawa

alam bebas

kelelahan

setengah mati tengah hutan

hilang org

nggak tahu arah

pusing jalan pulang

jatuh dari tmp duduk

nangis nggak karuan

mandi yg nggak teratur

nggak ada malu2nya ama kerjaan

gangguin orang di jalan

bergosip bersama

mencari kayu bareng

menangis sendiri

menatap bintang di tengah malam

sakit perut tengah hari

mo pingsan di tempat nggak jelas

ketiduran di track

keduluan org lain

lihat org ngeliatin kita

semuanya deh...

masakan mu mas.. hahahaha

Kemerdekaan

Hari ini kulihat sebuah hari cerah di wajah setiap umat Indonesia

Ku tatap di tiap relung jiwa mereka

bahwa ada suatu kenikmatan tersendiri dalam arti merdeka

Ku lihat semua orang bersorak

menyerukan apa yang telah lama terpendam

Ada harapan baru yang ingin dibuat

Ada harapan baru yang ingin diwujudkan

Tak lama berselang

waktu menjadi layu

Merdeka

Itu harapan bangsa
dalam segala bidang..

tak hanya dari peluh keringat dan darah
Hanya ingin MERdeka

tak lagi merasakan peluh dan asa yang berat

segalanya ingin diakhiri

di hari Kemerdekaan ini

Friday, January 19, 2007

Pandangan Sederhana

Menurutku, surga dan neraka diciptakan hanya untuk manusia yang paham bagaimana mereka seharusnya berbuat .

Menurutku, Tuhan itu punya banyak mata dan punya banyak waktu selama manusia mau memberi waktu untukNya .

Menurutku, Tuhan tak pernah bohong apalagi membohongi .

Menurutku, Tuhan itu mahaAdil, itu pasti,soalnya Ia terus ama aku toh, gak pernah ninggalin aku .

Menurutku, aku diberi nafas kehidupan untuk jalani apa yang namanya kehidupan itu .
.
Menurutku, orang mesti berusaha sebelum dia yang diusahain orang .

Menurutku, menerima kadang baik tapi akan memburuk kalo keseringan.

Menurutku, orang baik itu kadang merupakan orang licik .

Menurutku, orang hidup cuma sekali untuk merasakan apa yang namanya kebahagiaan .

Menurutku, kedewasaan bukan menjadi suatu keharusan yang dipaksain ketika beranjak remaja .

Menurutku, orang dewasa tubuh belum tentu dewasa mental .

Menurutku, cinta hanya dapat dirasakan sekali,paling banyak dua kali, dalam satu kehidupan .

Menurutku, cinta pandangan pertama mungkin saja terjadi, tapi jarang terwujud .

Menurutku, orang sakit jiwa lebih bahagia dibandingkan dengan seorang koruptor .

Menurutku,sahabat adalah yang ketiga setelah Tuhan dan keluarga .

Menurutku, manusia tak akan menjadi sombong kalo saja nggak ada yang namanya godaan .

Menurutku, orang meninggal pada usia muda adalah orang dengan dosa yang masih bisa terampuni .

Menurutku, manusia tak ada yang sempurna secara fisik dan mental .

Menurutku, orang bijak tak akan mengatakan hal yang menyangkut soal agama kalo dia sendiri tak paham arti agama itu sendiri .

Menurutku, Indonesia akan maju kalo saja generasi mudanya mampu untuk dewasa secara mental .

Menurutku,menjadi orang dewasa lebih rumit daripada menjadi seorang anak kecil yang masih ngedot .

Menurutku, manusia punya hidupnya masing - masing, jadi tidak ada aturan suara mayoritas boleh mengusik .

Menurutku, jika kau tak mau dipaksa jangan paksakan hal itu pada yang lain.

PMR


PMR

Kami ada untuk sesama

Kami mencoba memberi apa yang kami bisa

Kami ada karena panggilan jiwa

Kami berusaha untuk yang susah

Kami belajar untuk apa kami ada

Segala kerendahan hati kami ingin

Kami ingin memberi terbaik buat yang lain

Kami senang karena yang lain sehat

Kami belajar menapaki masa depan

Kami yakin kami bisa

Karena kami adalah Palang Merah Remaja

Pandangan Sederhana II

Hidup tanpa mimpi teras hambar. Namun itu akan lebih tak berasa ketika manusia tak berusaha mengejar dan mewujudkannya.

Bintang di atas tetap ada untuk mendengar cerita batin setiap manusia, jangan takut untuk menghadapi kehilangan.

Manusia hidup untuk bersama dalam suatu arah yang bersama akan diwujudkan.

Semua manusia sama, tak ada yang berbeda, namun waktu membuatnya berbeda.

Kejujuran akan melukiskan apa yang dirasakan secara langsung tanpa ada beban yang akan terus mengusik.

Paham akan diri lebih baik daripada memahami apa yang seharusnya belum untuk dipahami.

Keluarga adalah awal perjalanan menjadi manusia baik.

Kedewasaan adalah proses bukan suatu mimpi.

Menjadi seorang yang hidup berarti manusia yang mampu menghargai apa yang ada dalam dirinya dan di sekitarnya.

Setiap orang boleh beroleh mimpi seperti dalam dongeng, namun mimpi bukan hanya untuk dimimpikan.

Hidup terbatas oleh waktu, jangan sia - siakan waktu yang ada untuk melakukan apa yang masih mengganjal di hati.

Lebih baik memberi, daripada diberi.

Tak manusia sempurna, semua kesalahan adalah wajar, namun bukan untuk diulangi.

Belajar dari pengalaman, membuat mata seseorang akan lebih terbuka.
Hidup punya aturan. Aturan tersebut tak kan terasa mengikat sejauh orang tersebut paham bagaimana menjalani aturan tersebut.

Manusia bijak adalah mereka yang berani melawan sesuatu yang salah dengan cara yang beraturan.

Seorang dewa bukan Tuhan.

Manusia bisa belajar dari apa yang pernah ia rasakan, namun ia takkan mampu untuk memperbaiki waktu.

Kesempatan baik hanya datang sekali, namun pergunakanlah hati dan pemikiran yang matang dalam menentukan pilihan.

Alam tak kan memberi, setelah manusia terus menyakitinya.

Belajar dari alam akan lebih baik dari pada hanya menunggu guru yang tak jelas arah dan tujuan pekerjaannya.

Guru yang baik adalah guru yang mengerti untuk apa, siapa, dan bagaimana harapannya pada muridnya.

Tak ada kata kegagalan, namun hanya sebuah keberhasilan yang tertunda.

Jangan takut untuk melangkah.Kehidupan yang lebih baik menunggu di depan mata.

Hidup hanya sekali, jangan buat hal tersebut tak berguna

Jiwa

Dia, pernah singgah di hatiku.
Namun, aku pernah menyesalinya,
ketika mimpi melewatkannya di depan mataku,
Aku menolak kehadirannya
Ketika ia singgah kembali dalam nyataku
Aku terlanjur membencinya
Kini, aku menantinya
Menanti dalam sebuah kepastian bahwa
Ia takkan ada untuk lagi
Penyesalan...
Mungkin ....
Ia tetap mimpi bagi hari - hariku.
Sampai jumpa...
di Kehidupan baru
Ku tahu, kau takkan kembaliii..
Mimpi indah...
Jiwa

Aku

Ini hidupku, dengan segala kelebihan dan kekurangan diriku sebagai seorang manusia.

Aku hidup karena Yang di atas memberiku nafas kehidupan. Aku adalah milikNya, bukan orang lain apalagi diriku.

Hari ini aku datang untuk hal itu, hal di mana aku mampu untuk berkata dan berujar.

Hidupku tinggal separuh waktu, dan waktu terus berputar.
Bagaimana aku bisa selamat dari keadaan ini?


Aku adalah milikNya. Benar dan Tepat.

Aku bukan milikku. Sangat Tepat.

Aku diberi sedikit waktu untuk itu.

Namun, aku telah berujar untuk mengikari arah dan pusaran waktu itu.
Aku sendiri tak mampu.


Aku tak berkuasa atas diriku.

Malam pun tak mampu menghalangi hariku.

Aku terus melangkahkan kakiku.

sampai pada pengujung usiaku.

Aku tetap sendiri, tapi ku tahu aku milikNya.

Aku tetapdi arah dan jalanku.

Aku tak paham ataupun mengerti tentang waktu.

Aku dan waktu adalah musuh namun juga sahabat karib.

Waktu menentukan pengujung usiaku
Aku tak kan mampu bertahan.
Hidupku tetap bergolak dengan waktu.


Mampukah aku
Karena aku.
Aku

Diam

Angin malam menembus sukma kalbu mimpi - mimpiku

menyelimuti aku dengan dinginnya malam

Bulan bersinar dekat dengan mimpiku

Bintang bercengkerama satu dengan yang lain di depan mata batinku

Tertawa bahagia dengan sinar yang berkilau

Namun bulan dan bintang tak mampu menerangi mimpiku

Mereka menangis melihat mimpi itu terus menjalari pikiranku

Hanya angin yang mampu menembus

namun tetap ia tak mampu menghalangi mimpi itu

Jalanlah aku dalam sadar di bawah terawang cahaya

dengan mimpi tetap seperti luka yang menganga

sakit atau tidak, tak akan terasa

Cepat atau lambat ...

ia akan datang

mimpi itu tetap saja berjalan

Mimpi saja tak mampu ditembus

lelah

bulan dan bintang saja mengeluh sekarang

mereka marah karena mimpi itu tetap ada

Mereka kecewa aku membiarkan mimpi itu

mimpi yang membuat aku kehilangan sepasang hati