Matahari senja mengangkasa rendah dibalik awan
menjauh perlahan lewati pucuk-pucuk pohon tinggi dengan mesra
berdiskusi dengan bulan untuk bekerja bergantian
menjawab lirih dan perih tiap tanya
Matahari senja mengangkasa rendah dibalik awan
saat resah dan rindu kembali jatuh pelan di peluh
berbincang dengan malam untuk mengganti waktu
mesra
mesra
mesra
mesra
matahari senja mengangkasa rendah dibalik awan
belajar merendah untuk menang
bersikap jantan memimpin dalam kegagahan
usia tua merapuh
dan tak ada lagi waktu
matahari senja mengangkasa rendah dibalik awan
kerinduan dalam hidup
tuk tahu kapan menjadi akhir
mesra bergandeng tangan dengan rindangnya pohon tinggi
melucuti paksa asa
Apa yang dipikirkan, didengarkan, disuarakan, dilihat dan dirasakan. Cerita hari ini dan perjalanan. All memories and stories.
Friday, November 02, 2007
Tak ada yang Abadi
Dalam kesunyian malam.
ku terdiam menatapi anggunnya bulan
meski tak serupawan dalam hati
Ia masih mampu nyentuh ke dalam sukma
Di saat bintang belajar menari
berkelip manja menatap ramah
Aku dibuat dia mengerti
Ia mendengar keluh dan peluh ini
Malam berselimut gelap
tak menjadikan langit kehilangan tahata keauraannya
Tahtanya ajarkan ku tuk tegak berdiri
menantang gelap
berkompromi dengan terang
Semilir angin menjadi selendang malam
lembut terasa menyentuh asa
Kembali kau ingatkan aku akan rasa
Membuatku menerima peluh dan keluh
sebagai kesatuan diri
Saat bumi bergerak
Ku diajari untuk tahu
semua tak akan ada yang abadi
ku terdiam menatapi anggunnya bulan
meski tak serupawan dalam hati
Ia masih mampu nyentuh ke dalam sukma
Di saat bintang belajar menari
berkelip manja menatap ramah
Aku dibuat dia mengerti
Ia mendengar keluh dan peluh ini
Malam berselimut gelap
tak menjadikan langit kehilangan tahata keauraannya
Tahtanya ajarkan ku tuk tegak berdiri
menantang gelap
berkompromi dengan terang
Semilir angin menjadi selendang malam
lembut terasa menyentuh asa
Kembali kau ingatkan aku akan rasa
Membuatku menerima peluh dan keluh
sebagai kesatuan diri
Saat bumi bergerak
Ku diajari untuk tahu
semua tak akan ada yang abadi
Wednesday, October 03, 2007
Malam
malam berganti sepi panjang bintang tak mampu lagi menemani dalam asa yang pasti setiap langkah ini berganti menjadi suatu yang terhenti tak ada lagi jalan pasti yang jelas mengukir untuk diri supaya semua merasakan apa yang seharusnya tak dinanti apa lagi hidup ini cuma sekali tak ada yang mempunyai asa di lingkup diri yang sempit mencari ketenangan pasti akan suatu yang tak akan pernah jelas di hati bukan tak mau aku memberi hanya saja diri tak sanggup menatap hati semua terlalu lelah untuk berucap pasti masih saja ada yang berani untuk meninggi meski semua tahu tak ada yang pasti setiap langkah akan lepas terhapus lelah akan keberanian hati diri bukan untuk menanti tetapi setia di hati resmi lah sudah kata kata diri membuat aku lelah menjadi lebih dari apa yang sebenarnya di diri selamat tinggal hati dalam diri semua hanya tinggal tak pasti
Bumi
Hari ini ketika ku menatap pagi
Kau tersenyum sepi
menunjukkan kelelahan akan hal yang tak pasti
Hari ini ketika ku tersenyum lagi
Kau masih menanti sepi
Kau tak pernah lelah dengan segala ini
Hari ini ketika ku menangis
Ku tatap wajahmu dalam
Kau masih lebih perih
Namun kau masih setia disini
Jauh di hati ketika ku bernyanyi
Kau senandungkan langkah pasti
Kau cukup terluka di hati
Tetap Kau senantiasa menanti
Hingga akhir yang tak pernah pasti..
BUmiBUmiBUmiBUmiBUmiBUmi
Angkasa
saat kita bersama mengangkasa tinggi
lintasi segala asa dan keraguan
tak pernah ada dalam genggaman
sebuah tanya akan kepastian
meski itu tak pernah jelas
tetap saja kita akan meninggi dalam asa
cinta tak akan pernah lahir
dari ketidakmampuan kata
ia hadir ketika asa telah menyerah untuk berkata
berucap mesra akan sebuah rasa
mengangkasa kita bersama
memandang jelas ke atas
menanti sebuah asa baru
yang lebih jelas
akan cerita cinta kita
biar saja keraguan tumbuh selaras
tak akan dia lari jua
selama kepastian belum datang
mengangkasa bersama peluh dan rasa
kita memang berbeda
bukan untuk dilepaskan
namun untuk bersama
di angkasa
jauh melayang
menatap segala asa
yang pernah ada
di diri kita
selamat tinggal kepastian
kita menggantung di antara
kata cinta
tak akan pernah sesal terucap
selama angkasa masih tinggi di sana
bukan jauh kedalaman rasa
pikirkan saja apa yg kau mau dari hati kita
lintasi segala asa dan keraguan
tak pernah ada dalam genggaman
sebuah tanya akan kepastian
meski itu tak pernah jelas
tetap saja kita akan meninggi dalam asa
cinta tak akan pernah lahir
dari ketidakmampuan kata
ia hadir ketika asa telah menyerah untuk berkata
berucap mesra akan sebuah rasa
mengangkasa kita bersama
memandang jelas ke atas
menanti sebuah asa baru
yang lebih jelas
akan cerita cinta kita
biar saja keraguan tumbuh selaras
tak akan dia lari jua
selama kepastian belum datang
mengangkasa bersama peluh dan rasa
kita memang berbeda
bukan untuk dilepaskan
namun untuk bersama
di angkasa
jauh melayang
menatap segala asa
yang pernah ada
di diri kita
selamat tinggal kepastian
kita menggantung di antara
kata cinta
tak akan pernah sesal terucap
selama angkasa masih tinggi di sana
bukan jauh kedalaman rasa
pikirkan saja apa yg kau mau dari hati kita
Tuesday, August 21, 2007
Kebahagiaan
Seindah malam bertabur bintang
Tangan bekerja dalam kerisauan untuk memahami
Kebahagiaan akan selalu ada
Cinta dipupuk dan disiram hingga tumbuh menjadi bunga
Risau akan memahami kebahagiaan
Kebahagiaan sesuatu yang dapat 'dibeli'
bukan dengan uang namun dengan ketulusan hati
Risau untuk mampu bertulus hati
Sulit.
Namun bahagia hanya dapat bertumbuh
Bertumbuh dalam ketulusan hati
Kebahagiaan menunggu depan mata
Kebahagiaan tetap ada dalam asa
Asa meyakinkan setiap insan tentang arti
Kebahagiaan
Tangan bekerja dalam kerisauan untuk memahami
Kebahagiaan akan selalu ada
Cinta dipupuk dan disiram hingga tumbuh menjadi bunga
Risau akan memahami kebahagiaan
Kebahagiaan sesuatu yang dapat 'dibeli'
bukan dengan uang namun dengan ketulusan hati
Risau untuk mampu bertulus hati
Sulit.
Namun bahagia hanya dapat bertumbuh
Bertumbuh dalam ketulusan hati
Kebahagiaan menunggu depan mata
Kebahagiaan tetap ada dalam asa
Asa meyakinkan setiap insan tentang arti
Kebahagiaan
Setia
Ketika matahari mulai menjulang
Ketika embun pagi masih menetes
Ketika dinginnya udara pagi bertiup
Aku masih menunggu di sini
Menunggu satu kepastian dari hati
Ketika sang surya mulai beranjak
Ketika mata sudah tak mampu lagi melihat
Aku tetap akan menunggu
Berjaga...
Mendengar..
Bisingnya malam sembari kau kembali
Aku kan tetap terjaga sampai akhir nanti
Ketika embun pagi masih menetes
Ketika dinginnya udara pagi bertiup
Aku masih menunggu di sini
Menunggu satu kepastian dari hati
Ketika sang surya mulai beranjak
Ketika mata sudah tak mampu lagi melihat
Aku tetap akan menunggu
Berjaga...
Mendengar..
Bisingnya malam sembari kau kembali
Aku kan tetap terjaga sampai akhir nanti
Ini
Berderu ombak di pantai senja
Tiap butir pasir di pantai,
menggantikan tiap detik awan yang bergerak
Keyakinan akan suatu kepastian
Karena matahari akan tenggelam di sisi timur
dunia seras terbalik
Bahwa rasa kasih akan membawa suatu petaka
Bahwa rasa kasih menyakitkan keduanya
Bahwa pasir di pantai membawa berjuta-juta rasa kasih
Kasih itu pun akan terbuang bersama ombak di awan
Tiap butir pasir di pantai,
menggantikan tiap detik awan yang bergerak
Keyakinan akan suatu kepastian
Karena matahari akan tenggelam di sisi timur
dunia seras terbalik
Bahwa rasa kasih akan membawa suatu petaka
Bahwa rasa kasih menyakitkan keduanya
Bahwa pasir di pantai membawa berjuta-juta rasa kasih
Kasih itu pun akan terbuang bersama ombak di awan
Tuhan
Tuhan
bersimpu aku di kakiMu
Lemah diriku di hadapanMu
Tak berdaya aku melawan kuasaMu
Tak berbentuk aku di mataMu
Hina
Tak layak dianggap
Terang
karena dosa
Aku diam seribu bahasa
biar Tuhan tetap ada di sini
di hati kecil
Sunyi
Renta
dan Sepi
bersimpu aku di kakiMu
Lemah diriku di hadapanMu
Tak berdaya aku melawan kuasaMu
Tak berbentuk aku di mataMu
Hina
Tak layak dianggap
Terang
karena dosa
Aku diam seribu bahasa
biar Tuhan tetap ada di sini
di hati kecil
Sunyi
Renta
dan Sepi
Mahameru
Biar ku tak sampai di puncakmu
Bukan berarti perjuanganku isa-sia
terhenti di tengah jalan,
bukan berarti aku gagal
Ada suatu keyakinan, di sebuah laut awan
yang menyelimutimu dengan sabar
Aku akan kembali
Kau ajarkan tuk sabar menanti
Aku kan kembali
dengan jiwa dan raga yang sama atau yang berbeda
Kau ajarkanku tuk lebih baik lagi
Aku kan kembali
Kau ajarkanku untuk tepati janji
Aku kan kembali
Karena kau kan setia menanti.
Bukan berarti perjuanganku isa-sia
terhenti di tengah jalan,
bukan berarti aku gagal
Ada suatu keyakinan, di sebuah laut awan
yang menyelimutimu dengan sabar
Aku akan kembali
Kau ajarkan tuk sabar menanti
Aku kan kembali
dengan jiwa dan raga yang sama atau yang berbeda
Kau ajarkanku tuk lebih baik lagi
Aku kan kembali
Kau ajarkanku untuk tepati janji
Aku kan kembali
Karena kau kan setia menanti.
Selamat Jalan
Kini yang jauh di sana tinggal kenangan
Mungkin saja bermakna
ataupun torehan tinta emas pada sebuah kertas yang disebut memori
Biar ia datang ke sana
di rumah tenang, tempat segala penat akan terlepas
Hanya wanginya doa, keikhlasan dan kasih sayang
kan antar ia jauh terbang,
lintasi awan,
menapaki tangga emas,
wajah yang disebut Surga...
Bukan ia yang meminta
tapi takdir yang memaksa
setiap orang pantas mendapat
walau dalam tiap hadirnya, ia sering merasa terasing
Hatinya lembut terasa
dapat kau lihat dari sinar matanya
Ada rasa iba tak ternganga
ia ingin menatap masa depan
walau hari telah senja, mungkin...
akan tetap beda
walau ia akan berada di sana
Sekali lagi,
ia tetap kenangan
dalam asa
yang terindah...
Mungkin saja bermakna
ataupun torehan tinta emas pada sebuah kertas yang disebut memori
Biar ia datang ke sana
di rumah tenang, tempat segala penat akan terlepas
Hanya wanginya doa, keikhlasan dan kasih sayang
kan antar ia jauh terbang,
lintasi awan,
menapaki tangga emas,
wajah yang disebut Surga...
Bukan ia yang meminta
tapi takdir yang memaksa
setiap orang pantas mendapat
walau dalam tiap hadirnya, ia sering merasa terasing
Hatinya lembut terasa
dapat kau lihat dari sinar matanya
Ada rasa iba tak ternganga
ia ingin menatap masa depan
walau hari telah senja, mungkin...
akan tetap beda
walau ia akan berada di sana
Sekali lagi,
ia tetap kenangan
dalam asa
yang terindah...
Kembali
Hari ini kutemukan kembali sisa-sisa hati yang telah tercecer itu. Ada kepingan yang jatuh jauh ke bawah samudra terdalam hati yang lain. ada pula yang jauh terbang ke angkasa. Terbang ke langit yang tinggi mencari kedamaian. Ada yang lain menyelam ke lumpur kotor mencari ketenangan abadi dalam kegelapan. Dan kepingan-kepingan kecil lain yang entah di mana sekarang.
Hari ini kulihat kembali di sisi terdalam diri ini ada pandangan lelah akan sesuatu yang telah hilang itu. Meski kini ia telah kembali tetap saja ia tak akan utuh lagi serupa awal kisah. Kepingan-kepingan itu terbang, mengangkasa sampai langit tertinggi di lubuk hati.
Hari ini kurasakan kembali apa yang telah lam terpendam. Sesuatu yang lama tak terungkap. Ada sisi lain yang selama ini tertutup rapat oleh bongkahan es keegoisan. Aku melihat kini ia masih dingin. Tetap sama. Belum berubah. Dingin.
Hari ini kurenungkan kembali segala yang telah lalu. Meski hati masih tak lagi sedingin yang lalu tetap saja ia sama. Sama. Tak akan berbeda. Apa yang mesti kau tahu? Aku bukan bagian dari suatu rencana. Kurenungkan untuk membuka kembali semuanya bukan mencairkan apa yang telah membeku itu sampai pada tetes terakhir.
Hari ini ku kembali ke diri ini. Siapa aku dan mengapa harus aku ? Tak peduli sudahkah kepingan itu ditemukan atau cairkah tetes-tetes peluh dalam hati ini. Tetap sama. Dingin.
Rasakan saja sebagai sesuatu yang tertunda dan bukan bagian dari ilusi mata. Aku tahu otak yang menafasi tiap huruf yang terukir sekarang. Tak perlu kau tanyakan kembali.
Jauh.
Friday, August 17, 2007
Kangen
Hari ini udah lewat sebulan
namun tetap saja kangen itu tetap ada..
Kangen dengan smeua yg pernah ada
canda tawa
alam bebas
kelelahan
setengah mati tengah hutan
hilang org
nggak tahu arah
pusing jalan pulang
jatuh dari tmp duduk
nangis nggak karuan
mandi yg nggak teratur
nggak ada malu2nya ama kerjaan
gangguin orang di jalan
bergosip bersama
mencari kayu bareng
menangis sendiri
menatap bintang di tengah malam
sakit perut tengah hari
mo pingsan di tempat nggak jelas
ketiduran di track
keduluan org lain
lihat org ngeliatin kita
semuanya deh...
masakan mu mas.. hahahaha
namun tetap saja kangen itu tetap ada..
Kangen dengan smeua yg pernah ada
canda tawa
alam bebas
kelelahan
setengah mati tengah hutan
hilang org
nggak tahu arah
pusing jalan pulang
jatuh dari tmp duduk
nangis nggak karuan
mandi yg nggak teratur
nggak ada malu2nya ama kerjaan
gangguin orang di jalan
bergosip bersama
mencari kayu bareng
menangis sendiri
menatap bintang di tengah malam
sakit perut tengah hari
mo pingsan di tempat nggak jelas
ketiduran di track
keduluan org lain
lihat org ngeliatin kita
semuanya deh...
masakan mu mas.. hahahaha
Kemerdekaan
Hari ini kulihat sebuah hari cerah di wajah setiap umat Indonesia
Ku tatap di tiap relung jiwa mereka
bahwa ada suatu kenikmatan tersendiri dalam arti merdeka
Ku lihat semua orang bersorak
menyerukan apa yang telah lama terpendam
Ada harapan baru yang ingin dibuat
Ada harapan baru yang ingin diwujudkan
Tak lama berselang
waktu menjadi layu
Merdeka
Itu harapan bangsa
dalam segala bidang..
tak hanya dari peluh keringat dan darah
Hanya ingin MERdeka
tak lagi merasakan peluh dan asa yang berat
segalanya ingin diakhiri
di hari Kemerdekaan ini
Ku tatap di tiap relung jiwa mereka
bahwa ada suatu kenikmatan tersendiri dalam arti merdeka
Ku lihat semua orang bersorak
menyerukan apa yang telah lama terpendam
Ada harapan baru yang ingin dibuat
Ada harapan baru yang ingin diwujudkan
Tak lama berselang
waktu menjadi layu
Merdeka
Itu harapan bangsa
dalam segala bidang..
tak hanya dari peluh keringat dan darah
Hanya ingin MERdeka
tak lagi merasakan peluh dan asa yang berat
segalanya ingin diakhiri
di hari Kemerdekaan ini
Friday, January 19, 2007
Pandangan Sederhana
Menurutku, surga dan neraka diciptakan hanya untuk manusia yang paham bagaimana mereka seharusnya berbuat .
Menurutku, Tuhan itu punya banyak mata dan punya banyak waktu selama manusia mau memberi waktu untukNya .
Menurutku, Tuhan tak pernah bohong apalagi membohongi .
Menurutku, Tuhan itu mahaAdil, itu pasti,soalnya Ia terus ama aku toh, gak pernah ninggalin aku .
Menurutku, aku diberi nafas kehidupan untuk jalani apa yang namanya kehidupan itu .
.
Menurutku, orang mesti berusaha sebelum dia yang diusahain orang .
Menurutku, orang mesti berusaha sebelum dia yang diusahain orang .
Menurutku, menerima kadang baik tapi akan memburuk kalo keseringan.
Menurutku, orang baik itu kadang merupakan orang licik .
Menurutku, orang hidup cuma sekali untuk merasakan apa yang namanya kebahagiaan .
Menurutku, kedewasaan bukan menjadi suatu keharusan yang dipaksain ketika beranjak remaja .
Menurutku, orang dewasa tubuh belum tentu dewasa mental .
Menurutku, cinta hanya dapat dirasakan sekali,paling banyak dua kali, dalam satu kehidupan .
Menurutku, cinta pandangan pertama mungkin saja terjadi, tapi jarang terwujud .
Menurutku, orang sakit jiwa lebih bahagia dibandingkan dengan seorang koruptor .
Menurutku,sahabat adalah yang ketiga setelah Tuhan dan keluarga .
Menurutku, manusia tak akan menjadi sombong kalo saja nggak ada yang namanya godaan .
Menurutku, orang meninggal pada usia muda adalah orang dengan dosa yang masih bisa terampuni .
Menurutku, manusia tak ada yang sempurna secara fisik dan mental .
Menurutku, orang bijak tak akan mengatakan hal yang menyangkut soal agama kalo dia sendiri tak paham arti agama itu sendiri .
Menurutku, Indonesia akan maju kalo saja generasi mudanya mampu untuk dewasa secara mental .
Menurutku,menjadi orang dewasa lebih rumit daripada menjadi seorang anak kecil yang masih ngedot .
Menurutku, manusia punya hidupnya masing - masing, jadi tidak ada aturan suara mayoritas boleh mengusik .
Menurutku, jika kau tak mau dipaksa jangan paksakan hal itu pada yang lain.
PMR
PMR
Kami ada untuk sesama
Kami mencoba memberi apa yang kami bisa
Kami ada karena panggilan jiwa
Kami berusaha untuk yang susah
Kami belajar untuk apa kami ada
Segala kerendahan hati kami ingin
Kami ingin memberi terbaik buat yang lain
Kami senang karena yang lain sehat
Kami belajar menapaki masa depan
Kami yakin kami bisa
Karena kami adalah Palang Merah Remaja
Pandangan Sederhana II
Hidup tanpa mimpi teras hambar. Namun itu akan lebih tak berasa ketika manusia tak berusaha mengejar dan mewujudkannya.
Bintang di atas tetap ada untuk mendengar cerita batin setiap manusia, jangan takut untuk menghadapi kehilangan.
Manusia hidup untuk bersama dalam suatu arah yang bersama akan diwujudkan.
Semua manusia sama, tak ada yang berbeda, namun waktu membuatnya berbeda.
Kejujuran akan melukiskan apa yang dirasakan secara langsung tanpa ada beban yang akan terus mengusik.
Paham akan diri lebih baik daripada memahami apa yang seharusnya belum untuk dipahami.
Keluarga adalah awal perjalanan menjadi manusia baik.
Kedewasaan adalah proses bukan suatu mimpi.
Menjadi seorang yang hidup berarti manusia yang mampu menghargai apa yang ada dalam dirinya dan di sekitarnya.
Setiap orang boleh beroleh mimpi seperti dalam dongeng, namun mimpi bukan hanya untuk dimimpikan.
Hidup terbatas oleh waktu, jangan sia - siakan waktu yang ada untuk melakukan apa yang masih mengganjal di hati.
Lebih baik memberi, daripada diberi.
Tak manusia sempurna, semua kesalahan adalah wajar, namun bukan untuk diulangi.
Belajar dari pengalaman, membuat mata seseorang akan lebih terbuka.
Hidup punya aturan. Aturan tersebut tak kan terasa mengikat sejauh orang tersebut paham bagaimana menjalani aturan tersebut.
Manusia bijak adalah mereka yang berani melawan sesuatu yang salah dengan cara yang beraturan.
Seorang dewa bukan Tuhan.
Manusia bisa belajar dari apa yang pernah ia rasakan, namun ia takkan mampu untuk memperbaiki waktu.
Kesempatan baik hanya datang sekali, namun pergunakanlah hati dan pemikiran yang matang dalam menentukan pilihan.
Alam tak kan memberi, setelah manusia terus menyakitinya.
Belajar dari alam akan lebih baik dari pada hanya menunggu guru yang tak jelas arah dan tujuan pekerjaannya.
Guru yang baik adalah guru yang mengerti untuk apa, siapa, dan bagaimana harapannya pada muridnya.
Tak ada kata kegagalan, namun hanya sebuah keberhasilan yang tertunda.
Jangan takut untuk melangkah.Kehidupan yang lebih baik menunggu di depan mata.
Hidup hanya sekali, jangan buat hal tersebut tak berguna
Bintang di atas tetap ada untuk mendengar cerita batin setiap manusia, jangan takut untuk menghadapi kehilangan.
Manusia hidup untuk bersama dalam suatu arah yang bersama akan diwujudkan.
Semua manusia sama, tak ada yang berbeda, namun waktu membuatnya berbeda.
Kejujuran akan melukiskan apa yang dirasakan secara langsung tanpa ada beban yang akan terus mengusik.
Paham akan diri lebih baik daripada memahami apa yang seharusnya belum untuk dipahami.
Keluarga adalah awal perjalanan menjadi manusia baik.
Kedewasaan adalah proses bukan suatu mimpi.
Menjadi seorang yang hidup berarti manusia yang mampu menghargai apa yang ada dalam dirinya dan di sekitarnya.
Setiap orang boleh beroleh mimpi seperti dalam dongeng, namun mimpi bukan hanya untuk dimimpikan.
Hidup terbatas oleh waktu, jangan sia - siakan waktu yang ada untuk melakukan apa yang masih mengganjal di hati.
Lebih baik memberi, daripada diberi.
Tak manusia sempurna, semua kesalahan adalah wajar, namun bukan untuk diulangi.
Belajar dari pengalaman, membuat mata seseorang akan lebih terbuka.
Hidup punya aturan. Aturan tersebut tak kan terasa mengikat sejauh orang tersebut paham bagaimana menjalani aturan tersebut.
Manusia bijak adalah mereka yang berani melawan sesuatu yang salah dengan cara yang beraturan.
Seorang dewa bukan Tuhan.
Manusia bisa belajar dari apa yang pernah ia rasakan, namun ia takkan mampu untuk memperbaiki waktu.
Kesempatan baik hanya datang sekali, namun pergunakanlah hati dan pemikiran yang matang dalam menentukan pilihan.
Alam tak kan memberi, setelah manusia terus menyakitinya.
Belajar dari alam akan lebih baik dari pada hanya menunggu guru yang tak jelas arah dan tujuan pekerjaannya.
Guru yang baik adalah guru yang mengerti untuk apa, siapa, dan bagaimana harapannya pada muridnya.
Tak ada kata kegagalan, namun hanya sebuah keberhasilan yang tertunda.
Jangan takut untuk melangkah.Kehidupan yang lebih baik menunggu di depan mata.
Hidup hanya sekali, jangan buat hal tersebut tak berguna
Jiwa
Dia, pernah singgah di hatiku.
Namun, aku pernah menyesalinya,
ketika mimpi melewatkannya di depan mataku,
Aku menolak kehadirannya
Ketika ia singgah kembali dalam nyataku
Aku terlanjur membencinya
Kini, aku menantinya
Menanti dalam sebuah kepastian bahwa
Ia takkan ada untuk lagi
Penyesalan...
Mungkin ....
Ia tetap mimpi bagi hari - hariku.
Sampai jumpa...
di Kehidupan baru
Ku tahu, kau takkan kembaliii..
Mimpi indah...
Jiwa
Namun, aku pernah menyesalinya,
ketika mimpi melewatkannya di depan mataku,
Aku menolak kehadirannya
Ketika ia singgah kembali dalam nyataku
Aku terlanjur membencinya
Kini, aku menantinya
Menanti dalam sebuah kepastian bahwa
Ia takkan ada untuk lagi
Penyesalan...
Mungkin ....
Ia tetap mimpi bagi hari - hariku.
Sampai jumpa...
di Kehidupan baru
Ku tahu, kau takkan kembaliii..
Mimpi indah...
Jiwa
Aku
Ini hidupku, dengan segala kelebihan dan kekurangan diriku sebagai seorang manusia.
Aku hidup karena Yang di atas memberiku nafas kehidupan. Aku adalah milikNya, bukan orang lain apalagi diriku.
Hari ini aku datang untuk hal itu, hal di mana aku mampu untuk berkata dan berujar.
Hidupku tinggal separuh waktu, dan waktu terus berputar.
Bagaimana aku bisa selamat dari keadaan ini?
Aku adalah milikNya. Benar dan Tepat.
Aku bukan milikku. Sangat Tepat.
Aku diberi sedikit waktu untuk itu.
Namun, aku telah berujar untuk mengikari arah dan pusaran waktu itu.
Aku sendiri tak mampu.
Aku tak berkuasa atas diriku.
Malam pun tak mampu menghalangi hariku.
Aku terus melangkahkan kakiku.
sampai pada pengujung usiaku.
Aku tetap sendiri, tapi ku tahu aku milikNya.
Aku tetapdi arah dan jalanku.
Aku tak paham ataupun mengerti tentang waktu.
Aku dan waktu adalah musuh namun juga sahabat karib.
Waktu menentukan pengujung usiaku
Aku tak kan mampu bertahan.
Hidupku tetap bergolak dengan waktu.
Mampukah aku
Karena aku.
Aku
Aku hidup karena Yang di atas memberiku nafas kehidupan. Aku adalah milikNya, bukan orang lain apalagi diriku.
Hari ini aku datang untuk hal itu, hal di mana aku mampu untuk berkata dan berujar.
Hidupku tinggal separuh waktu, dan waktu terus berputar.
Bagaimana aku bisa selamat dari keadaan ini?
Aku adalah milikNya. Benar dan Tepat.
Aku bukan milikku. Sangat Tepat.
Aku diberi sedikit waktu untuk itu.
Namun, aku telah berujar untuk mengikari arah dan pusaran waktu itu.
Aku sendiri tak mampu.
Aku tak berkuasa atas diriku.
Malam pun tak mampu menghalangi hariku.
Aku terus melangkahkan kakiku.
sampai pada pengujung usiaku.
Aku tetap sendiri, tapi ku tahu aku milikNya.
Aku tetapdi arah dan jalanku.
Aku tak paham ataupun mengerti tentang waktu.
Aku dan waktu adalah musuh namun juga sahabat karib.
Waktu menentukan pengujung usiaku
Aku tak kan mampu bertahan.
Hidupku tetap bergolak dengan waktu.
Mampukah aku
Karena aku.
Aku
Diam
Angin malam menembus sukma kalbu mimpi - mimpiku
menyelimuti aku dengan dinginnya malam
Bulan bersinar dekat dengan mimpiku
Bintang bercengkerama satu dengan yang lain di depan mata batinku
Tertawa bahagia dengan sinar yang berkilau
Namun bulan dan bintang tak mampu menerangi mimpiku
Mereka menangis melihat mimpi itu terus menjalari pikiranku
Hanya angin yang mampu menembus
namun tetap ia tak mampu menghalangi mimpi itu
Jalanlah aku dalam sadar di bawah terawang cahaya
dengan mimpi tetap seperti luka yang menganga
sakit atau tidak, tak akan terasa
Cepat atau lambat ...
ia akan datang
mimpi itu tetap saja berjalan
Mimpi saja tak mampu ditembus
lelah
bulan dan bintang saja mengeluh sekarang
mereka marah karena mimpi itu tetap ada
Mereka kecewa aku membiarkan mimpi itu
mimpi yang membuat aku kehilangan sepasang hati
menyelimuti aku dengan dinginnya malam
Bulan bersinar dekat dengan mimpiku
Bintang bercengkerama satu dengan yang lain di depan mata batinku
Tertawa bahagia dengan sinar yang berkilau
Namun bulan dan bintang tak mampu menerangi mimpiku
Mereka menangis melihat mimpi itu terus menjalari pikiranku
Hanya angin yang mampu menembus
namun tetap ia tak mampu menghalangi mimpi itu
Jalanlah aku dalam sadar di bawah terawang cahaya
dengan mimpi tetap seperti luka yang menganga
sakit atau tidak, tak akan terasa
Cepat atau lambat ...
ia akan datang
mimpi itu tetap saja berjalan
Mimpi saja tak mampu ditembus
lelah
bulan dan bintang saja mengeluh sekarang
mereka marah karena mimpi itu tetap ada
Mereka kecewa aku membiarkan mimpi itu
mimpi yang membuat aku kehilangan sepasang hati
Subscribe to:
Posts (Atom)