Friday, May 31, 2013

After Spring

Later, after spring, let the sun rise more and more. Every flowers bloom. They come later after cherry trees go back home. Wind bring them far. Not as ash, but as memory. 
I shared more about its beauty.


They are beautiful as they are. Why do we act as others? Being ourselves are blessing and answering much in many things around. Yes, we are!

Sometimes, feeling  as the lonely one occurred. Feeling that me myself will be different. We are different. Yes, we are different! Our beauty is ourselves. It is not being time consuming but it is about us. Love your self because you are flowers. You are flowers for your life.

Go and tell it to yourself. Yes we are beautiful!
As spring tell us that physical beauty will change but your inner spirit never change. It shows your beauty. 

Dandelion: Warming End of May

Photography chart: Dandelion. Don't ask me about its name in Japanese. Here is some learning and relax moment in tight time. Please let me learn more. Tell me more about it.

Taken in garden. Evening time before dinner. Enjoy it!

Sunday, May 05, 2013

Shinkansen! Komachi 39!

Pengalaman lagi. 
Shinkansen! Hore! Akhirnya diri bisa merasakan untuk naik Shinkansen. Percobaan pertama gagal karena diri membawa banyak sekali barang bawaan dari Jakarta. Baiklah, percobaan kedua dilakukan saat ini. Berhasil! 

Akita Shinkansen merupakan jalur shinkansen yang baru dibuka sekitar 1997 lalu. Ini website untuk informasi lebih lengkapnya JR East. Beberapa promo pun untuk yang datang dengan visa sementara atau kurang dari 30 hari dapat menggunakan penawaran yang JR berikan. JR itu apa? Japan Railways Company jawabannya. Generasi pertama Akita Shinkansen sendiri dikenal dengan nama Komachi. Generasi terbarunya bernama Super Komachi yang baru keluar pada 16 Maret 2013 lalu. Jadwal Shinkansen dari dan ke Tokyo dimulai dari jam 06.30 (ke Tokyo) dan 09.00 (dari Tokyo) hingga jam 20.10 (ke Tokyo) dan 23.30 (dari Tokyo). Jadwal shinkansen ini umumnya setiap satu jam sekali. Jadwal pastinya ada di JR East Time Table. Silahkan dicek. 

Desain Car Shinkansen
Desain Car Shinkan
Jalur Akita Shinkansen! plus daerah wisatanya.
Pengalaman pertama diri naik Shinkansen sangat berkesan buat diri. Sebelumnya diri kebingungan dengan informasi seperti apa yang diri baca di internet. Praktik langsung justru membuat diri jadi paham. Diri jadi mengerti sistem Shinkansennya secara umum. Gerbong pada Shinkansen sendiri dikenal dengan sistem CAR. Pengetahuan terhadap Car ini sangat penting agar kita tahu bagaimana naiknya dan mencari kursi kita. Tipe Car sendiri ada 3 macam, yaitu Green Car, Gran Car dan Ordinary Car. Saat pembelian tiket Shinkansen, kursi terdiri dari 2 macam, yaitu Reserved Seat dan Non-reserved seat. Pembelian Reserved Seat bisa digunakan pada ketiga jenis Car, sedangkan Non-reserved seat hanya bisa dibeli pada Ordinary Car. Ordinary Car adalah kelas ekonominya Shinkansen dengan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan kedua kelas car lainnya. Beda keduanya bisa sampai 5000 yen. Bagaimana dengan Non-reserved dan Reserved seat? Bedanya hanya Reserved seat sudah punya kepastian nomor kursi dan gerbongnya, sedangkan Non-reserved seat tidak ada-siapa cepat ya dia dapat atau menunggu reserved seat turun. Silahkan dipilih. Diri memilih dan dipilihkan Reserved seat karena perjalanan Tokyo-Akita itu 4 jam dan kecepatan ini kereta sampai 300 km/jam, jadi lebih baik bayar lebih banyak daripada kecapekan berdiri.

Real Shinkansen. Mereka bisa digandeng.
Komachi 39 - Gerbong 12 - Reserved Seat.
Setelah memutuskan tiket apa yang dibeli, mari diri ajak ke Tiket officenya. Bagaimana menemukananya? Jangan takut! Konter penjualan tiket untuk Shinkansen selalu ada di setiap stasiun. Perhatikan lambang JR yang berwarna hijau dan juga petunjuk arah penjualan tiket. Pada stasiun utama, seperti Tokyo, kantor JR ada beberapa dan logo JR sangat jelas. Berbeda dengan stasiun lebih kecil, seperti Merguro Station, kantor tiket JR menjadi satu dengan tiket kereta lainnya. Ada dua opsi saat membeli tiket JR, yaitu langsung mengisi pengajuan belinya sendiri atau langsung menghubungi pihak penjualan. Bagi yang bahasa Jepangnya lancar atau mengenal orang berbahasa Jepang fasih, bisa minta tolong mereka mengisikan untuk informasinya. Opsi kedua yang diri ambil. hehehe. Ibu Hitikana dari KBRI mengisikan form permohonan pembelian tiketnya. Dalam form tersebut dituliskan nama diri dalam Katakana, tanggal - jam keberangkatan, tujuan keberangkatan, tipe car dan tipe kursi. Setelah pengisian form, berikan form pada konter penjualan. Ohiah, sebagian petugas tidak bisa berbahasa Inggris untuk stasiun lebih kecil. Di Stasiun Tokyo, ada konter penjualan tiket Shinkansen yang melayani penjualan dalam Bahasa Inggris. Jangan khawatir! Sekali lagi, jangan khawatir karena petugas yang tidak bisa berbahasa Inggris, tetap akan mengusahakan membantu kita dalam membeli seperti yang diri alami. Si petugas menggunakan kalkulator untuk menunjukkan berapa biaya yang diri butuhkan untuk 1 tiket reserved seat Akita Shinkansen. Hal yang sama ketika akan memberikan kembalian pada diri. Setelah proses yang cepat, efisien dan tepat, diri akhirnya mendapatkan tiketnya! Tiket Akita-Shinkansen jam 14.46 tujuan Akita. Bagaimana membaca tiketnya dalam bahasa Jepang? Tenang saja. Itu mudah. Setiap petunjuknya jelas dalam tiket.

Cara baca tiketnya. 
Tiket Shinkansen diri! 
Setelah mendapatkan tiket, pastikan pergerakan ke jalur yang sesuai. Diri mulai perjalanan dari stasiun Merguro, maka diri langsung mencari jalur kereta JR. Pastikan bahwa jalur JR adalah berbeda dengan jalur Tokyo Metro di setiap stasiun. Bahkan di stasiun Tokyo, jalur ini sangat berbeda jauh posisi pintu masuknya. Kebetulan jalur JR berada persis di depan konter penjualan tiket. Langsung gunakan tiket untuk masuk ke dalam jalur JR. Tahap pertama, diri akan mencapai Stasiun Tokyo. Perjalanan dari Stasiun Merguro akan menggunakan kereta subway biasa dengan jalur yang berbeda dengan Tokyo Metro. Seluruh pergerakan shinkansen dimulai dari Stasiun Tokyo. Setelah melalui sekitar 5 stasiun, diri sampai di Stasiun Tokyo. Sesampainya di Stasiun Tokyo, langsung cari petunjuk jalan untuk mencari lokasi masuknya Akita Shinkansen. Seluruh petunjuk ditulis dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Perhatikan saja petunjuk yang ditulis dalam nama Shinkansennya, seperti Akita Shinkansesn yang berbarengan dengan Tohoku Shinkansen. Tidak perlu lama setelah tiba di Stasiun Tokyo, diri menemukan jalur khusus Akita Shinkansen. Gunakan tiket yang sama untuk masuk ke dalam lokasi tunggu Shinkansennya. Di dalam ada sekitar 4 pintu, nomor 21-24. Di pintu masing - masing akan ada jalur untuk Shinkansenya. Informasi Shinkansen apa dan di pintu apa tersedia jelas di layarnya, baik dalam bahasa Jepang maupun bahasa Inggris. Di dalam penuh dengan banyak calon penumpang dan mereka yang baru saja tiba di stasiun Tokyo. Di dalam ada lokasi untuk ruang tunggu dan fasilitas penjualan makanan yang bisa dinikmati sembari menunggu jadwalnya.

Layar informasi keberangakatan Shinkansen
Informasi kereta dan tipe kursi apa yang di dalamnya.
Setelah jadwal Shinkansen diri tiba dan pintu sudah diketahui, diri bergerak ke atas dan bersiap menunggu Shinkansen. hehehe. Saat naik ke atas, di dinding terpasang beberapa foto petugas Shinkansenya. Mereka disebut pilot dan pramugari setahu diri. Semuanya sangat rapi dan fasilitasnya memang seperti pilot. Diri menemui pilot Shinkansen yang baru akan berangkat dengan setelan jas, lambang JR dan tas yang khusus yang ada sangat spesial. Perhatikan jalur Shinkansennya setelah berada di atas. Ada dua jalur Shinkansen yang memiliki jalur perjalanan berbeda. Jalur Shinkansen diri, si Komachi 39 berada ada di sebelah kanan. Diri mencari tempat diri harus beridir untuk masuk ke dalam gerbong. Di sepanjang pinggiran kereta dipasang nomor khusus untuk masuk ke dalam kereta. Karena kursi diri berada pada car 12, maka diri berdiri di bagian pintu masuk 12 sembari menunggu Shinkansen datang. Jangan khawatir, ada petugas yang juga akan membantu ketika kebingungan dengan tiket kita.

Foto beberapa pilot Shinkansen.
Langsung naik dan bersiap berangkat.
Perhatikan line Shinkansennya.
Line gerbong 12. Tunggu Shinkansennya datang.
Diri melihat jika warga Jepang sendiri pun sangat antusias dengan keberadaan Shinkansen. Banyak dari mereka juga berfoto dengan Shinkansen yang sedang menunggu. Shinkansennya menarik sekali buat diri. Diri jadi membayangkan bagaimana di dalamnya ya? Setelah menunggu kedatangan yang tepat waktu di 14.56, diri akhirnya bisa menaiki Shinkansen. hahaha. Kursi diri di nomor 5A berada di samping jendela, sangat menyenangkan. Tempat duduk luas, Penyimpanan bagasi pun lebih besar. Kursi shinkansen pun bisa dibalikkan arahnya ketika kereta bergerak berlawanan arah. Ada layar informasi dalam bahasa Inggris dan Jepang. Pemberitahuan pemberhentian dalam dual bahasa juga. Pelayanan dan penjualan di dalam Shinkansen juga tersedia meskipun harganya relatif mahal dibandingkan dibeli di stasiun. Ada pramugari yang sangat membantu ketika kesulitan. Bersih! Perjalanan yang cepat tapi tidak terasa bergoyang hebat di dalam kereta. Ini Stabil! Pengalaman Ordinary Car saja menyenangkan begini. Bagaimana Green Car dan Gran Car? Sepengelihatan diri, benar - benar eksklusif dan bahkan ada tempat tidurnya. Perjalanan yang menyenangkan buat diri. Pantas banyak warga Jepang juga menikmatinya. 

Akita Shinkansen segera datang (warna putih). 
Tempat duduk yang luas! Puas.
Interior Ordinary Car
Kursi yang bisa dibalik saat jalur Shinkansen berbalik arah.
Shinkansen sendiri dapat menjangkau banyak daerah di Jepang dan sistem yang JR yang berbeda. Diri berharap bisa ke Hokkaido! Haaaa...Apa rasanya ya di bawah laut? Semoga ada rezekinya. 

Saturday, May 04, 2013

Aprikosen

aprikosen-hahnchenflog-pfirsich

First and second day in Potsdam, I was looking for grocery closed to my house. Staying in centre of Potsdam old city gave many new experiences. I'm not alone here as the foreigner. So many people from other countries in Europe also spent their time here. Potsdam are famous with its Germany Kingdom. It was East Germany when Berlin wall still divided. Going back to main topic, I don't need to talk about Potsdam right now. I am looking to introduce some new fruits. It also meant new experience for me. Why? I've never deal with these fruits before. My new daily days in Potsdam are spent more in grocery to find out some new foods and drinks. These new fruits are first steps only. 

The red big one is peach - named Pfirsich (got from google translate, can't find the receipt from grocery yet). The orange shy is apricot - named Aprikosen. The smallest ones are Hahnchenflog. I've tried to know what the Indonesia and English translation, but can't find it at all. Hahnchenflog comes from Africa. It tastes little bit sour- nice for mother wanna be. For me, peach tastes sweet. It is like 'kesemek' in Indonesia, but it has softer texture than. Peach is like apple but softer too. It tastes sourer than apple. I don't really like it I guess. For the price, it is quite cheaper than in Indonesia -even the currency is euro. It costs 2.49, 4.99, 3.99 euros per kg. I am just feeling so excited until now. Fruits is quite widely imported here. That's why there are so much kinds of imported fruits dominated the grocery. 

Some new reports about fruit here. It is quite subjective. Because of sunday, the grocery are closed here. The journey to eat more new ones skips! One of other food journey that can't be waited are Cheese Journey..but? how will the body looks :))

Makan - Makan di Apartemen


Paling kurang kerjaan di sini adalah memposting makanan yang dikonsumsi selama di Potsdam. Pengalaman yang sudah lalu, tetapi tetap memiliki kesan yang mendalam. Setiap hari, diri memasak di sini. Iya, semua demi pengematan yang akan berujung pada berbelanja :D.


Memasak adalah salah satu solusi yang ditawarkan di sini untuk mahasiswa sarjana kere seperti diri saat itu. Kenapa begitu? Karena sebenarnya masih ada solusi lain untuk kondisi ini, yaitu makan hemat atau makan nebeng. Nah, untuk kedua solusi ini sangat tidak pas untuk diri yang berpenyakit maag kronik dan/atau temannya bukan teman dekat di sini - daku bukan oportunis yaa. Makan di sini bisa sangat murah tergantung pada kondisi kosan atau apartemen yang punya dapur atau tidak, kemampuan belanja, dan mampu paham bahasa yang ada. Pertama, perhitungan yang menarik akan terjadi sebagai kombinasi dengan kondisi kedua. Ketika apartemen atau kosan kita punya dapur, artinya suatu penghematan sedang di depan mata. Mungkin, untuk ukuran bayarnya pasti mahal, sangat tidak dipungkiri untuk ini. Asumsi digunakan untuk ini adalah mahasiswa sarjana kere yang artinya semua pembayaran ditanggung plus diberikan uang saku lagi. Cara di postingan ini adalah bagaimana  berusaha menghemat uang saku tersebut. 

Perhitungan yang diri lakukan selama di sini adalah berdasarkan survei di toko makanan terdekat dengan apartemen dan ditambah kondisi lokasi yang berupa daerah pariwisata tota - tengah kota. Asumsi setiap hari makanan yang sangat diperlukan adalah nasi dan lauk-sedikit buah. Sedikit say goodbye dengan sayur di sini karena harganya selangit. Kondisi survive versi aku ini adalah makan 3x sehari. Hingga saat ini, makanan termurah yang dapat diri temukan dalam pembeliannya adalah beras, daging, keju, susu, yogurt, buahan lokal, dan beberapa bebumbuan lokal tentunya. Kondisi ini membuat aku sedikit terpaksa untuk menjadi seorang pemakan daging sejati. Akibatnya, tema kesehatan selama di sini adalah sehat dengan hewani. Kondisi ini sangat lokal dan tidak bisa diterapkan pada semua orang.


Dengan uang saku terbatas, diri memutuskan untuk memasak - setelah melakukan perhitungan tentunya. Berikut rincian kasar diri yang telah dilakukan dan sedang dijalankan proses penghabisan bahan pangannya:
= Pembelian beras ukuran 500gr untuk 8x makan >> 0.49 euro
= Daging ayam bagian sayap 8 biji untuk 8 x makan >> 3.36 euro (tergantung berat yg diambil)
= Keju mozarella isi 20 bijih >> 2.99 euro
= Bebuahan lokal >> 2.99 - 4.99 euro 
= dedagingan isi 8 biji untuk 8 x makan >> 2.99 euro (bisa yg lebih murah)

Kalau semuanya ditotalkan, harga untuk semua pembelanjaan, sekitar 14 euro, tapi semua untuk 8x makan. Catatan tambahan, setiap makan punya daging 1 dan ayam 1, plus keju dan buahannya. Mari kita bagi 14 euro dengan 8x makan, artinya tiap kali makan sekitar 1,63 euro. Mahal? Buat diri ini sudah paling murah karena jika makan di luar, minimal adalah 2.5 euro untuk satu menu makanan. Jadi, untuk 3x makan bisa habis 7.5 euro - 12 euro sehari. Dengan prinsip hemat tadi, diri membuat 12 euro tersebut harus bisa buat 3-4 hari makan :D. Ini penghematan yang sehat, bukan pelit yaa. Ada yang 1 euro, yaitu kopi atau teh :D, tapi sayangnya diri bukan peminum saja, tapi butuh makan :D. Harga ini dapat semakin berkurang jika diri hanya makan 2x sehari dan lauk pauknya hanya satu. Perhitungan diri, setiap makan hanya butuh sekitar 1 euro untuk 8x makan - 4 hari. Akan jadi lebih hemat lagi, tetapi tidak ingin dilakukan hal tersebut karena masih suka kelaparan. Sebenarnya ide ini, kurang baik karena makanan di sini banyak ragamnya dan sangat menyenangkan jika bisa dicicipi semua. Akan tetapi, menjadilah bijak jika kondisi keuangan pas-pasan dan punya keinginan banyak seperti aku :D.

Ketiga, perhatikan kondisi bahasa di sini. Tidak semua bisa berbahasa Inggris, tetapi semua bisa bahasa tubuh. Lakukan pembahasan itu saja lebih dari cukup untuk membantu berkomunikasi di kondisi darurat. Akan tetapi, ingat, tidak semua orang baik, jadi perlu perhatikan apakah mereka benar - benar baik dan waspada dengan apa yang dimiliki. 

Menjadi sehat dengan hewani tetap harus memperhatikan pergerakan tubuh. Dengan suhu yang dingin di sini, menjadikan tubuh senang sekali untuk makan dan minum berlebih. Perhatikan asupan kalorinya supaya tidak terjadi hal yang paling tidak ingin terjadi, yaitu penggemukan badan. Sehari - hari sekarang, saya makan keju, daging-ayam, dan yogurt. Susu juga ada, tapi lagi malas karena harus langsung dihabiskan itu susu. Oleh karena itu, bergerak bebas dan tidak stress akan menjadikan bumbu komplit untuk sehat dengan hewani. 

Rumah kedua : Alexander Strasse

Staying for while in Germany wasn't easy. Quick adaption should be run fast. I were not the one at the time, but I enjoyed it much. Let the story wrote in Bahasa Indonesia. 

Rumah kedua, ini sepertinya kata yang tepat untuk menggambarkan apartemen diri selama di Jerman. Apartemen sederhana, bergaya Belanda dan berkayu semua. Suatu sentuhan yang sangat menyenangkan. Ini beberapa pengambilan foto yang sangat menyenangkan. Di sini, diri sempat membangun hati diri dan semangat yang tak akan pernah padam. Di sini juga, diri pernah merasakan yang disebut dengan 'rindu berat'. Di semua tempat mengundang cerita tersendiri. 

Kamar terletak di lantai 4 bangunan. Tangga - tangga yang digunakan untuk mencapai ke kamar pun masih terdiri dari kayu -kayu tebal dan berbunyi 'krik - krik' saat diinjak terlalu kencang. Kamarnya berukuran 3x3 m menyeluruh untuk kamar tidur, dapur, sudut kecil dan kamar mandi. Berlantai kayu cokelat yang berusia tua dan terletak di bagian belakang bangunan tua ini. Kamar yang terletak di belakang sebenarnya memberikan kesan tersendiri karena diri hanya melihat ke tetangga apartemen, kepala salib gereja di belakang dan beberapa tempat santai di atap milik orang - orang di apartemen tersebut. Sungguh pemandangan yang berbeda untuk diri yang biasa tinggal di lantai 2, kanan kiri adalah kamar dan depan adalah kamar orang - orang meskipun tidak mengenali mereka sama sekali satupun. 

Kamar punya dua jendelan utama, yaitu di dekat tempat tidur dan tempat makan. Model jendela di sini agak sedikit menyulitkan diri awalnya. Cara membuka jendela dengan ukuran 1 m x 0.7 m ini bisa dengan cara ditarik ke depan, sehingga seolah jendela membentuk huruf V atau dengan menyamping seperti kebanyakan jendela di Indonesia. Diri baru tahu kedua cara membuka ini pun setelah hampir satu minggu tinggal di sini. Dengan berusaha mengutak-atik si pengunci, maka diri menemukan cara konvensional pembukaan jendela yang sangat aman buat diri. Akan tetapi, tidak aman buat keselamatan diri secara umum karena jendela di apartemen tidak sama dilengkapi teralis besi sehingga kemungkinan untuk terjun bebas sangat mudah dan lancar jaya. Dengan dua jendela besar seperti ini memberikan kenikmatan tersendiri bagi diri untuk merasakan angin malam dan udara pagi Potsdam yang tetap dingin meskipun sedang dalam musim panas. 

Mungkin jendela seolah modern, tetapi pintu tidak ada modern - modernnya buat diri. Mungkin identiknya apartemen dilengkapi dengan kunci yang tinggal dilaser dan terbuka sudah kamar. Namun, di sini tidak sama sekali. Kuncinya pun masih kunci zaman Belanda dengan ukuran kunci relatif lebih memiliki lekuk 'tubuh' dibandingkan dengan kunci masa kini seperti yang diri pakai di kosan. Pintu masuk utama terdiri dari 2 pintu yang sangat aneh buat diri karena umumnya pintu masuk zaman sekarang pasti terdiri dari pintu kayu dan pintu teralis besi. Tetapi, tidak untuk di sini. Kedua pintu adalah pintu kayu. Pintu kedua adalah pintu asli bawaan si apartemen, sedang pintu baru yang dipasang digunakan agar memberikan rasa aman untuk si pengguna apartemen. Namun tenang, pintu kamar mandi tidak menggunakan model sistem dua pintu ini. Pintu yang menutup kamar mandi relatif lebih tipis kayunya dan tidak menghabiskan ruang serta kalau dikunci cukup sulit untuk dibuka. 

Selain properties ini, rumah ketiga diri di Potsdam punya banyak ornamen dan cerita tersendiri yang menarik buat ukuran diri. Kenapa? Karena diri sebelumnya tidak pernah merasakan kamar dengan kelengkapan dan sentuhan eksotis seni melalui lukisan. Lukisan di kamar sepertinya adalah sesuatu yang sangat langka untuk digunakan oleh mahasiswa - mahasiswa kere seperti diri. Di kamar ini, diri merasakan seperti pekerja menengah yang dapat merasakan sederhananya hidup dengan elegan. Di kamar terdapat 2 lukisan yang sebenarnya diri juga tidak mengena pada maksudnya. Lukisan pertama tergantung di dekat tempat tidur diri. Lukisan menunjukkan kemesraan dua manusia tanpa kelamin yang tidak bisa diidentifikasi jelas oleh diri. Mungkin si pelukis ingin menunjukkan cinta itu ada dan bahkan sampai ke tempat tersembunyi atau paling privat sekalipun seperti di kamar. Namun, apadaya, tanpa kelamin yang teridentifikasi jelas, semua bisa menjadi blur atau bahkan aneh. Inilah yang tidak dimiliki diri, yaitu cara menikmati seni. Mungkin harus ada yang mengajari diri atau diri harus kembali banyak bersemedi?  Lukisan kedua lebih realitis buat diri dengan gambar kondisi kota meksipun tidak tahu itu dimana dan apa. Dengan sentuhan seperti ini, kamar menjadi lebih eksositik dan tenang rasa diri. 

Di pojok kanan kamar dekat jendela, kursi dan meja kecil dipasang. Pertama kali diri datang ke sana, meja kursi ini seperti ruang makan sederhana dengan piring dan gelas kristal yang disusun rapih. Namun sayang, diri bukan datang untuk bulan madu, tetapi untuk mengadu otak ini. Mau tidak mau, semua peralatan di luar kebutuhan harus disingkirkan. Maka, jadillah meja makan romantis menjadi meja belajar dan chatting diri selama di sana. Ide - ide dan data semua keluar dan diperas maksimal sambil menikmati malam yang tetap terang selama diri di Potsdam. Pojokan ini juga bisa menjadi saksi kerinduan diri pada banyak hal, tetapi berusaha mengikari dan ingin sekali tinggal di kota seperti itu lebih lama lagi. 

Seberang pojokan atau sebelah kiri kamar, dekat dengan pintu kamar mandi adalah dapur kecil diri. Dapur ini istimewa sekali karena dia menyelamatkan diri untuk bisa menyimpan uang saku lebih banyak lagi agar dapat membeli banyak oleh - oleh. Dapur diri di sini punya alat makan yang asik, peralatan masak yang relatif lengkap dan kompor listrik yang menyenangkan. Pertama kali di sini diri baru menggunakan kompor listrik dan sempat katrok karena tidak dapat menggunakannya sama sekali.  Peralatan yang cukup lengkap ini sangat membantu sehari - hari diri selama 14 hari di Potsdam. Di bawah kompor, terdapat dua lemari yang bagian kirinya adalah kulkas dan kanan adalah tempat sampah. Sungguh hal efisien yang baru sekali ini juga diri rasakan. Selama ini, diri barangnya banyak sekali dan tidak pernah rapih untuk itu di kamar.

Kompleks Allexanderstrasse ini sangat istimewa. Ini nama jalan, tempat di mana apartemen tersayang ini. Dengan lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan halte tram, bus, dekat pusat kota, supermarket, tempat jualan dkk menjadikan liburan belajar diri sangat menyenangkan. Diri masih menginginkan waktu untuk mengeksplor lagi!

Papua next day

Beberapa tambahan di dalamnya. Ntah kenapa, diri minta dibawa ke pasar tradisionalnya. Sebagain ini adalah warna tradisional Papua. Hasil laut itu memang melimpah sekali. Papua begitu menggoda buat diri! Suatu waktu nanti diri harus ke sana lagi. Bawa diri menjelajah Papua. Mari mencari lomba yang bisa bawa diri ke sana ahh. 

Papua More

Bercerita sedikit tentang perjalanan ke Papua kembali pada Desember 2012 lalu. Masih ada beberapa bagian yang menurut diri perlu dibagi untuk menunjukkan keindahannya.