Friday, June 27, 2014

Lainnya Tokyo University

Kembali beberapa foto selama berada di Tokyo University. Berdasarkan wikipedia, kampus ini adalah kampus terbaik di Asia dan top 30 kampus terbaik di dunia. Ada 7 penerima nobel yang merupakan alumni kampus ini. Itu juga yang diri lihat dengan kebanggaan mereka terhadap pendahulunya. Ada beberapa pembatas buku yang diri dapatkan dari Science research building dengan foto para penerima nobel dan penemu lainnya dari kampus ini. Selain itu, gaya arsitektur kampus yang cenderung mengingatkan kita pada hasil karya Eropa. Sangat mirip sekali. Kesan vintage yang nyaman dengan beberapa taman luas untuk mahasiswanya menikmati hari - hari. Selain itu, kampus ini tetap mempertahankan bangunan aslinya. Kebutuhan bangunan baru dilakukan dengan membangun gedung tambahan pada gedung yang sudah ada. Bahasa diri seperti ditandem. Bangunan lama tetap dipelihara, tetapi ditambahkan bangunan baru yang menempel pada bangunan lama. Bagaimana caranya? Mari tanyakan kontraktornya. 
Akamon gate, the red gate (established 1877 in Meiji period)
Overall, diri menikmati sekali situasi dalam kampus yang klasik modern. Mungkin tidak hanya diri tetapi juga pengunjung lain yang bisa masuk untuk hanya sekadar lari sore atau berjalan kaki atau bersepeda bersama orang terkasih. 
old building with new building in the same system
Also another historical gate
Nice architecture, right?

Book street Jimbocho

Kesempatan di Tokyo itu selalu memberi gambaran hal baru dimana saja. Kali ini diri berkesempatan tinggal di hotel Sakura Jimbocho selama di Tokyo. Sebelumnya, hotel ini sangat menarik dan nyaman. Silahkan dicek di websitenya untuk mengetahui berapa harga dan pelayanannya. Lokasi yang dekat dengan Imperial Palace Japan dan tempat menarik lainnya membuat hotel ini sangat nyaman untuk pejalan seperti diri ini. 
Jimbocho area ternyata memiliki keunikan sendiri. Di Jimbocho, sangat terkenal dengan book streetnya. Lokasi ini ada di salah satu bagian sepanjang jalan Hakusandori. Toko - toko buku tua terpampang rapih dengan koleksi bukunya yang beragam. Kebanyakan buku adalah buku - buku tua yang cukup langka. Selain itu juga terdapat toko buku yang menjual beberapa koleksi buku berbahasa Inggris dan bacaan dewasa. Dengan konsep toko maupun di pinggir jalan seperti halnya kuitang (Jakarta) atau palasari (Bandung), buku ditata rapih untuk dipasarkan kepada para penikmatnya. Penikmat buku umumnya yang diri dapat amati memang datang dari berbagai kalangan. Ada pekerja, nenek - kakek, hingga anak muda yang mencari bacaan kesukaan mereka. Tentunya kebanyakan buku bekas atau buku tua yang dijual adalah buku berbahasa Jepang. Jadi, bagi mereka yang sedang mencari literatur khusus berbahasa Jepang sangat menarik untuk mengunjungi salah satu pasar buku ini. Tata buku yang rapih dan penjual buku yang ramah akan sangat membantu kita mencari buku apa yang dibutuhkan. Soal harga? Kebanyakan harganya sudah dibanderol fix, tetapi tidak ada salahnya mencoba untuk menawar beberapa buku kesukaan bukan. Namanya juga menikmati buku bukan hanya mendagangkan buku. 
Salah satu bagian jalan buku
Buku berbahasa Inggris yang sangat menarik
Ohya, Jimbocho area sendiri dapat dengan mudah dicapai dengan subway ataupun tokyo metro. Segala fasilitas transportasi di Tokyo sangat mudah, jadi jangan khawatir tersesat. Jika berangkat dari Haneda, tujuan area ini dapat dicapai dengan Keikyu line menuju Inbanihodai yang akan langsung menyambung dengan jalur subway Asakusa Line. Turun di stasiun Mita, lalu ganti subway Mita line. Perpindahan jalur tidak membutuhkan biaya. Kita hanya keluar kereta dan mencari jalur lain yang menyediakan subway ini. Dari stasiun Mita, ambil jalur menuju Takashimadaira dan berhenti di Jimbocho station. Pastikan keluar melalui pintu A2 atau A5 untuk mendapatkan jalur terdekat dengan lokasi street book. Mudah sekali bukan? Selamat menikmati buku. 

Poster today

Hey! Ini poster diri kembali. Sepertinya untuk diri poster selalu memiliki kesan tersendiri. Kesan ini melalui proses hingga acaranya pun selesai. Betapa tidak baik poster maupun oral presentation pasti punya kelebihan dan kekurangan. Jadi rasanya diri sudah sering mengalami bagaimana presentasi poster. Rasanya menyenangkan sekali selama melakukan presentasi selama kita ikhlas dan mau terbuka. Poster Resources Geology pada 25 - 27 Juni 2014 sudah selesai dipresentasikan dan menang dalam Tuhan Yesus. Hadiahnya sudah sangat banyak berupa saran, kenalan baru, saran dan semangat untuk membangun Indonesia. Diri bersyukur sekali dapat memperkenalkan hasil pekerjaan riset diri. Jika Tuhan mengizinkan, maka hasil ini akan menjadi jalan untuk diri menyelesaikan studi diri di sini. Menjadi bagian dari pekerjaan ini sangat luar biasa. Kepercayaan yang diberikan untuk mengerjakan studi ini adalah ladang pekerjaan Tuhan yang hebat. Meskipun terkadang terasa berat dan tidak percaya diri, tetapi sekali lagi diri diajarkan untuk tahu dan terus menyakini bahwa setiap diri kita itu adalah istimewa dan dipercayakan hal yang unik karena Dia yang hebat. 
P-22 (by quyen)
Resources Geology adalah kegiatan tahunan organisasi geologi khusus di bidang economic geology dan terkait. Banyak sekali professor maupun mahasiswa yang datang untuk berpartisipasi. Meskipun bahasa utamanya adalah bahasa Jepang, tetapi tidak mengurangi pembelajaran yang sudah diberikan lewat presentasi beragam disiplin ilmu. Banyak penelitian hebat yang dilakukan mahasiswa lainnya dan keren sekali dedikasi terhadap setiap pekerjaan itu. Kegiatan RG diadakan setiap tahun dan memiliki acara khusus untuk peneliti muda. Di kesempatan ini juga, terdapat kesempatan awards untuk mahasiswa yang ikut serta dalam poster dan presentasi oralnya. Terlepas dari semuanya, setiap mahasiswa di sini adalah pemenang karena sudah berani untuk mengerjakan dan menyajikan hasil pekerjaan terbaik mereka. 

Thursday, June 26, 2014

Namanya Belajar

Namanya juga belajar. Meskipun sekolah sudah setinggi apapun, tetap saja si pelaku akan disebut mahasiswa. Mengapa? Sederhana saja, karena kita semua memang belajar. Apa yang membedakan? Hanya proses yang dilalui. Setial orang punya proses pembelajaran yang berbeda. Sangat berbeda dan unik. Setiap pembelajaran kita pun tidak bisa disamakan satu dengan yang lain. Itu adalah salah satu hal yang diri pelajari. Apa implikasinya? Penghargaan terhadap diri sendiri! Setiap orang memiliki tahapan dan proses yang berbeda, maka tidak perlu kita membuat atau mencari - cari persamaan antara diri kita dengan yang lain. Kita itu indah dengan apa adanya kita dimana pun sekarang proses belajar kita sedang berjalan. Jangan pernah melihat bahwa yang kita kerjakan tidak lebih baik dari orang lain. Siapa yang tahu bahwa pekerjaan orang itu juga lebih baik dari kita? Kata lekakiku, yang tahu penelitian atau pembelajaranmu hanyalah dirimu dan mereka yang tulus menyayangi kita. Jadi tidaklah perlu kita memikirkan hal yang bukan bagian kita untuk pikirkan. Manusia punya bagian untuk bekerja sebaik mungkin demi kemuliaan nama Tuhannya, yang sudah memberi segalanya pada dia untuk mengalami dan belajar. Di situ sudah seluruhnya.

thin section wanna be
proses menuju ke sana
what we call color in icp-ms
xrd wanna be
Seluruhnya hanyalah bagian terkecil dari sebuah pembelajaran. Bagian terbesar adalah percaya (iman), doa (pengharapan padaNya) dan kasih.

Tokyo University

Kesempatan berkeliling di tengah pekerjaan itu memang selalu menyenangkan. Setidaknya inilah sisi lain yang diri bisa dapatkan dengan bersyukur dan menikmati setiap hari yang ada. Ini adalah foto beberapa titik hari ini saat pagi menjelang dan mencari lokasi dimana acara konferensi yang sedang berlangsung.

Tokyo University sepertinya adalah salah satu universitas tertua di Jepang. Selain tertua, kampus satu ini memang dikenal sebagai kampus top seantero Jepang. Tidak heran banyak calon mahasiswa seantero Jepang bahkan dari negara lain berebut untuk menjadi mahasiswanya. Kampusnya sendiri memiliki beberapa kampus dalam 1 area besar yang terletak di Hongo area, Tokyo. 

Pagi hari ini diri baru pertama kali datang ke kampus ini. Hal yang cukup mengesankan diri adalah konsep bangunannya yang berarsitektur Eropa dan diberikan sentuhan modern minimalis untuk beberapa bangunan baru. Menurut diri, bangunan bergaya eropa merupakan cikal awal bangunan kampus ini dan disusul bangunan modern lainnya yang dibangun di lahan-lahan kosong antar bangunannya.

Diri merasa kebahagiaan tersendiri karena teringat dengan tempat penelitian diri di Jerman dulu. Nyaman sekali rasanya meskipun waktunya singkat.




Wednesday, June 25, 2014

Tersendat di Tokyo

Pelajaran sangat berharga hari ini. Jangan pernah meremehkan apa yang namanya doa. Apapun yang akan dilakukan, letakkanlah semuanya dalam doa terlebih dahulu. Bagaimana tidak, kalau bukan karena doa, semua tidak akan terjadi. Doa adalah komunikasi yang sangat dipermudah Tuhan untuk kita bicara denganNya tanpa ada penghalang atau syarat apapun yang sulit. Apa yang diminta hanyalah hati yang tulus dan berserah percaya! Bagaimana tidak, dengan hal sesederhana itu saja, Tuhan sudah sangat baik mau berbicara dengan kita. Akan tetapi manusia lebih memilih untuk merasa lebih tahu dengan segala motivasi yang dimilikinya. 

Itulah yang terjadi pada diri di hari ini. Hari ini adalah petualangan hari pertama diri di Tokyo sebelum berangkat ke Freiberg. Berharap dapat mengunjungi istana kekaisaran Jepang, diri mendaftarkan diri untuk ikut tur yang diadakan oleh pengurus kerajaan. Tur dimulai pukul 13.30. Sejak pukul 12.00, diri berangkat dari hotel dan bergegas mencari tujuan meeting pointnya. Sekali lagi motivasi yang salah hanya akan berakhir dengan kegagalan. Diri akhirnya tersesat berputar di daerah Jimbocho. Masuk ke kompleks jinja, taman, museum sampai masuk ke east garden imperial palacenya. Akan tetapi, semua terlambat. Masih ada bagian pintu masuk yang lebih jauh lagi dan waktu tidak mencukupi untuk sampai ke tempat tersebut. Akhirnya batallah diri untuk dapat masuk apalagi ikut tur. Selain itu, tambahan yang menarik adalah hujan yang datang luar biasa deras sekali saat diri berada dalam ketersesatan. Diri belajar bahwa ngedumel itu tidak akan menghasilkan apapun. Apalagi ketika kita berpikir apa yang dilakukan lebih benar dan sesuai dengan kemauanNya. Diri lupa menaruh keinginan ini dalam doa dan mendoakannya. Akhirnya pelajaran yang sangat berharga didapatkan. Meskipun jarak imperial palace dan hotel hanyalah sejengkal atau 10 menit jalan kaki, akhirnya diri gagal mencapainya dan sampai di gerbang terdekat di waktu kritis. Apa yang bisa dipahami? Doalah dan jangan menundanya. Tuhan itu tahu kedalaman hati manusia, siapapun itu. Tidak perlu dipikirkan atau dipertanyakan karena semua sudah sangat jelas. Bahkan hal terdekat pun bisa menjadi sangat jauh dan sulit ketika kita tidak meletakkan Tuhan sebagai prioritas dalam setiap bagian hidup kita. 

Perhatikanlah bahwa tiap langkah hidup kita ini selalu diperhatikan. Jangan pernah mengira kita lebih penting dan hebat dari Dia. Berharaplah tiba di gerbangNya dengan tidak terlambat. 

Next projects

Project ini sudah sangat lama. Setelah terus didukung oleh lelakiku akhirnya beberapa foto ini tercetak kembali. Banyak sekali hasil foto diri saat belajar tetapi mengendap di folder saja. Rasanya memberkati orang lain lewat apa yang kita bisa meskipun baru belajar adalah hal yang sangat menarik. Tuhan itu baik sekali pada dasarnya, tetapi seringkali kita sangat melupakannya seperti yang diri lakukan. Hargailah setiap pembelajaran yang didapatkan. Seluruh hal itu sangatlah berharga karena karunia Dia yang hebat.

Made for you

Lovely statement. Seperti lagunya Toby Mac yang judulnya made for me. 
Rasanya inilah yang dituliskan Tuhan untuk diri. Keberadaannya luar biasa. Terima kasih untuk semuanya. I am precious. Tell the beloved one that made for you as well made for me. 


Aturan yang sama

Hasil berkeluyuran melihat sisi lain Tokyo selepas hujan rasanya menyenangkan sekali. Meskipun hari ini belajar banyak sekali karena sikap teledor dan "ketinggian hati" yang memang akan langsung menjatuhkan kita. Belajarlah dari hal tersebut.
Akan tetapi, tetap selalu ada hikmah dan kesempatan tak terputus. Nah begitu juga hari ini. Diri pun menemui sendiri bagaimana sebenarnya aturan itu juga dilanggar. Pada dasarnya manusia memang lebih suka dirinya dipermudah. Kejadian ini tidak hanya ada di jalanan tetapi juga di kampus. Maklum terkadang mahasiswa butuh posisi terdekat untuk parkir sementara dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Diri belajar sekali bahwa aturan itu semua harus tumbuh kesadarannya dari diri manusianya. 

Golden kiwi

Akhirnya diri bisa memakan golden kiwi! Setelah berbulan - bulan direkomendasikan teman di New Zealand, diri belum juga mencobanya hingga hari minggu lalu. Kesempatan untuk mencoba itu selalu datang di saat yang diperlukan. Harga golden kiwi selalu lebih mahal yang membuat diri membatalkan kesempatan mencoba dan menentukan secara umum bahwa rasanya sama dengan kiwi hijau atau yang biasa. Namun ternyata kenyataan tidak begitu juga. Mengingat apa yang teman diri katakan untuk mencoba varian unggul dari kiwi itu sendiri. Hasilnya cukup berhasil membuat diri bahagia karena rasanya yang sedikit berbeda apalagi ketika dicampur susu. 

Sekilas fotonya sama dengan kiwi hijau, padahal ini adalah kiwi golden. Potongannya berwarna kuning kehijauan. Namanya juga mencoba. 


Mini kanto!

Mini kanto! Judul yang diri buat untuk pertunjukkan kanto yang dilakukan di stasiun. Festival kanto sendiri adalah tradisi setiap musim panas di Akita, biasanya tanggal 3-5 Agustus setiap tahunnya. Pertunjukkan kanto menjadi agenda wajib tahunan di Akita dan memang menjadi ciri khas untuk kota Akita. Setiap wisatawan yang berkunjung ke Akita akan melihat berbagai pajangan atau miniatur kanto, lukisan festival kanto, makanan yang gambarnya kanto dan lainnya. Kanto memang jadi ciri khas dari Akita. Pada agustus, jalan kanto ditutup untuk mengadakan festival ini. Sepanjang Kanto-noburi, pawai kanto akan dimulai dari ujung ke ujung jalan yang kurang lebih 1 km panjangnya. Para peserta merupakan grup dari kelompok tertentu seperti perusahaan atau kelompok tani bahkan. Lambang dari grup tersebut dipasang di pada lampion- lampion kertas yang digunakan. Percaya atau tidak, isi dari lampion kertas adalah lilin yang menyala. Maka daripada itulah kanto selalu dilakukan pada malam hari. Festjval musim panas ini selalu menjadi pusat perhatian. Hampir dipastikan seluruh wisatawan dari berbagai tempat di Jepang akan datang untuk menyaksikan acara ini. Kekuatan, keahlian dan kerja sama menjadi daya tarik sendiri untuk melakukan kegiatan kanto. Peserta akan mengangkat penuh batangan penuh lampion dan menjaganya stabil mengikuti irama musik yang sedang bermain. Setiap peserta dalam grup memiliki peran untuk mengangkat kanto atau pun memainkan musik. Seringkali anak-anak juga ikut serta dalam kegiatan ini dengan kanto yang lebih kecil ukurannya pasti. Setahu diri juga, kegiatan ini tidak menggunakan sesuatu yang mistis. Semua kekuatan yang ditunjukkan diperoleh dari latihan para peserta selama berbulan-bulan sebelum pertunjukkan. Selain itu para pengunjung juga menjadikan ajang ini untuk lebih akrab dengan teman lainnya dan sering kali para muda-mudinya datang dengan menggunakan yukata seperti pada perayaan hanabi.


Nah berhubung kanto itu jarang, saat bertemu di stasiun seperti ini menjadi hiburan tersendiri. 

Belajar mandiri

Selalu ada hal baru dalam memulai hari, sepertinya itu juga yang diri alami. Beberapa teman kecil diri mengajari banyak hal. Mereka dididik untuk mandiri dan berhati-hati sedari kecil. Usia tidak jadi penghalang untuk belajar dan meletakkan keberanian mencoba hal yang baru. Ini juga yang dilakukan teman kecil diri saat dia menolong ibunya untuk memotong sayuran saat memasak. Dengan hati-hati setiap sayuran dipotong dan diselesaikan. 

Tuesday, June 24, 2014

June wishes

Welcome to end of June.
Lets start another journey in Germany. Hopefully after summer camp it will be completely written all my journey as PhD student in Japan. It is all from God grace. Nothing on me at all, but He who is doing His plan in my life until today.

I hope you have same thing like me because we all are precious God's creatures.

Tuesday, June 17, 2014

Hanabi di Araya

Hanabi atau pesta kembang api adalah salah satu festival yang sangat dinantikan saat musim panas di Jepang. Hampir semua area dari utara hingga ke selatan akan memiliki perayaan hanabi sendiri. Sepertinya musim panas akan ditandai salah satunya oleh kembang api, selalu. Betapa tidak, kita akan sangat mudah menemukan kembang api di toko 100 yen bahkan untuk membeli kembang api. Sangat indah! 
Hanabi juga dapat berarti kebersamaan dengan keluarga. Selama festival hanabi, biasanya para warga Jepang datang bersama dengan keluarga mereka atau dengan pasangan atau pun orang terdekat lainnya. Kali ini, diri bersama keluarga Indonesia lain datang menyaksikan hanabi di Araya, sekitar 30 menit dengan kereta dari Akita. Daerah ini terdekat dan cukup memberikan pemandangan indah untuk sebuah festival hanabi. Di Akita Prefecture sendiri ada tempat festival hanabi terbesar yang letaknya di Oga, sekitar 1 jam dengan kereta atau kendaraan pribadi. Dengan pertimbangan pulang yang harus mengejar transportasi umum, maka Araya diputuskan menjadi tempat yang lebih memungkinkan untuk menyaksikan hanabi. 
Araya menjelang festival dimulai
Sejak sore hari, warga mulai memadati lokasi festival. Letak festival yang berada di pinggir sungai membuat semua orang mulai mengambil posisi pemandangan terbaiknya untuk menyaksikan kembang api yang dimulai sekitar pukul 19.00. Ada yang sibuk memasang kamera dan videonya. Ada yang sudah mulai hanabi dengan bermain bersama anak - anaknya. Ada yang sudah bercengkerama dan menikmati makan malam sedari sore. Ada banyak pasangan atau muda - mudi yang datang dengan yukata cantiknya. Setiap orang mengambil bagian untuk ikut serta dalam festival ini. 
Keluarga yang sudah mulai bersantai menuggu
Sejak sore hari pun, banyak jajanan ringan Jepang sudah diperdagangkan seperti takoyaki, mi soba dan okonomiyaki dengan harga terjangkau, sekitar 300 - 500 yen per set makanan. Ketika perut lapar mendera, langsung bisa jajan juga. Hanabi seolah lekat sekali dengan festival jajanan. Jika datang ke Jepang pada musim panas, jangan lewatkan untuk datang ke festival ini di kota terdekat yang sedang dikunjungi
Jajan - jajan
Beberapa foto lain sudah ada di postingan sebelumnya

Festival kampus musim gugur

Open Campus atau acara buka kampus untuk masyarakat adalah hal wajib yang selalu dilakukan pada bulan Juli atau Agustus dan Oktober-November. Acara setiap 1-2x setahun ini dilakukan untuk mendorong masyarakat terutama pelajar untuk datang dan mendapatkan gambaran tentang dunia kampus yang akan mereka hadapi ke depannya. Oleh karena di sini semuanya sistem lab, maka pertunjukkan atau stand untuk setiap acara berasal dari departemen atau lab tertentu. 
Team lab
Mahasiswa memberikan gambaran umum tentang apa yang sedang mereka kerjakan, apa yang ada di lab mereka, inovasi apa yang sedang ingin dicapai dan sebagainya. Selain itu, ada kegiatan interaktif yang juga diberikan kepada masyarakat pengunjung, mulai dari demo alat tertentu atau inovasi tertentu dari lab hingga dibagi hadiah atau suvenir yang mewakili lab tersebut seperti mineral misalnya dari lab diri. Namanya hadiah adalah hal yang akan sangat menarik dimanapun, termasuk Jepang. Diri sangat punya pengalaman untuk ini. 
Balon gratis
Stand yang hadir tidak hanya berasal dari lab, tetapi juga ada banyak makanan, beberapa toko hingga kecantikan yang dikelola oleh umum dan perkumpulan mahasiswa asing tertentu. Di momen seperti ini juga, mahasiswa bisa saling mengenal satu sama lain baik satu negaranya maupun negara yang berbeda di tengah kesibukan setiap lab yang terkadang sangat jauh berbeda. Makanan - makanan khas negara asal mahasiswa internasional pun banyak tersaji, kecuali Indonesia. Maklum saja mahasiswa Indonesia di sini adalah produk langka. hehehe. Mayoritas selain masakan Jepang pastinya, diri dapat menikmati makanan khas Mongolia, Vietnam dan China. 
Miss vietnam jualan makanan
Target pengunjung yang menyasar pada pelajar, tidak terbatas pada pelajar SMA saja, tetapi banyak sekali anak - anak SD juga yang ikut ambil bagian dalam momen seperti ini. Diri tidak mengerti seperti apa, tetapi banyak sekali orang tua yang senang mengajak anak - anak mereka mengikuti acara open campus semacam ini. Anak - anak sanga tertarik dengan hal - hal baru dan penuh warna. Banyak juga lab yang menyediakan demo khusus untuk anak - anak ikut ambil bagian, misalnya belajar mineral atau menggali fosil. Semua disediakan dan dapa dibawa pulang gratis oleh mereka setelah mengerjakannya. Diri juga mau :D
Demo mengerjakan fosil
Antusias sekali belajar mineralnya
Acara tahunan seperti ini rutin sekali diadakan. Ini adalah kegiatan festival pada musim gugur tahun lalu. Tunggu berikutnya yang akan datang di musim panas ini. 
Stand jualan mineral murah

Oga Penisula, Field trip Geologi bersama Anak SD

Tinggal dan sekolah di Jepang tidak ada akan ada habis ceritanya. Akan selalu ada cerita yang baru setiap harinya. Diri memiliki segudang cerita yang akan dibagi karena rasanya sayang sekali ternyata disimpan sendiri, teronggok di dalam folder. 
Lapangan minyak aktif di Akita
Field trip atau kunjungan ke situs geologi tertentu merupakan hal yang wajib sekali untuk diikuti setiap mahasiswa di sini. Bahkan bisa dikatakan salah satu bentuk refreshingnya. Selama field trip, kunjungan tidak hanya akan terpaku pada si batu, tetapi si alam tempat mereka terbentuk yang umumnya sangat cantik dan menawan. Jadi, pekerjaan menjadi suatu kesenangan tersendiri.
Calon reservoir minyak
Tahun lalu pada musim gugur, diri ikut serta dalam field trip ke Selatan Oga Penisula sebagai bagian dari kegiatan LP rotasi lab untuk kelas nanofosil. Oga Penisula merupakan salah satu tempat outcrop terbaik untuk mempelajari calon batuan resevoir minyak yang ada di Jepang. Oga sendiri terkenal dengan karakter Hanamage atau roh gunung yang akan membawa setiap anak malas pada saat tahun baru. Lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih 1 jam atau dengan kereta atau bus ke arah utara Akita Prefecture. 
Si anak serius melihat batu pumicenya
Kegiatan field trip kali ini, para mahasiswa tidak sendirian karena kami ternyata pergi bersama dengan anak - anak SD kelas 1! Para anak ini didampingi oleh ayahnya yang juga ambil bagian dalam kegiatan ini. Si anak diperkenalkan dengan lapangan minyak yang ada di Akita, bagaimana minyak terbentuk, batu itu apa dan yang paling menyenangkan ada diajak mencari fosil! Kegiatan field trip atau ekskursi bersama anak - anak SD ini merupakan hal yang biasa dilakukan di kampus oleh lab tertentu untuk mengenalkan geologi sedari sangat dini.Lalu bagaimana antusiasnya? Well, anak - anak jauh lebih antusias dari mahasiswanya. Mahasiswa cenderung hilang fokus dibandingkan para bocah yang menikmati melihat batuan, memukulnya dengan palu geologi dan mendengarkan penjelasannya dengan bahasa Jepang yang sederhana. 
Semua berlomba mencari fosil
Tidak hanya mengamati batu, mencari fosil menjadi kegiatan yang sepertinya lebih dinanti. Betapa tidak, semua peserta langsung terjun dan berlomba mendapatkan fosil ikan dan lainnya di pinggir pantai. Begitu juga diri! Diri akhirnya mendapatkan fosil tulang ikan. Yeah! 
Namanya sensei pasti lebih ahli mencari fosilnya :D
Pastinya fosil yang diri temukan.
Perjalanan geologi ini ditutup dengan memandang ke arah kota Oga dan laut Jepang melalui bukit tertinggi yang ada di sekitarnya. Bukit yang tersusun dari formasi batupasir yang berbeda fasies ini menjadi titik tertinggi untuk mengamati keindahan Oga dan menikmati kencangnya angin laut tanpa halangan! 
Foto lebih baik berbicara.
Sampingan di saat bermain melawan angin

Monday, June 09, 2014

June 8, 2014

Hari ini adalah pertama kali diri menuliskan apa yang Tuhan sudah pinta dari minggu lalu. Katakanlah tulisan ke depan akan menjadi semacam diari berkat ataupun diari mukjizat. Pagi ini diri disambut dengan bangun pagi yang luar biasa. Nafasku bisa mengalir lancer, tubuh yang bugar, matahari yang tetap bersinar terang, pikiran akan Tuhan yang langsung memanggil dan keinginan untuk mandi!

Puji Tuhan, hari ini dibuka dengan keinginanku yang dapat terlaksana untuk mandi dan tahan dengan dinginnya air yang ada, mengingat pemanas air yang masih belum berjalan dengan baik. Setelah itu, diri masih bisa melakukan kegiatan lain, yaitu memasak untuk makan siang-malam, serta mencoba resep baru lagi! Hari ini melakukan 2 resep baru, yaitu daging tumis sawi dan pisang goreng menggunakan resep sendiri. Pisang goreng dimasak dengan pisang yang terlalu matang dan terigu, lalu digoreng sehingga dapat dinikmati dengan sangat enak! Mukjizat pagi luar biasa.

Setelah persiapan, doa dimulai dan siap pergi ke gereja. Dalam perjalanan semuanya aman dan terkendali. Sesampainya di gereja, ibadah dapat berjalan lancar dan bahkan mendapat makan siang, serta bekal dari ibu pendeta yang baik sekali. Sepulang dari gereja, diri menyempatkan waktu untuk membeli beberapa perlengakapan untuk dapur dan sepeda di daiso. Dengan uangnya pas – pasan, diri hanya bisa berdoa agar semuanya tidak berlebihan dan cukup karena diri masih harus membeli minyak goreng dan susu. Setelah daiso, sisa uang hanya 1300 yen. Diri harus mencukupkan untuk membeli kebutuhan susu dan minyak goreng di Doujaz, supermarket termurah yang sangat menolong mahasiswa seperti diri. Meskipun letaknya cukup jauh, tetapi demi makanan yang sehat dan murah, diri tetap mengayuh mimi (sepeda). Ini adalah hal luar biasa berikutnya yang menjadi karunia hari ini. Jikalau tidak sehat, mana mungkin tubuh ini dapat mengayuh sepeda pada jarak yang jauh. Luar biasa bukan berkatNya? Ya! Setelah itu, diri membeli susu, pisang, minyak goreng, beberapa bumbu kebutuhan dan minyak goreng. Diri berusaha menghitungnya dan perasaan takut tidak cukup itu memang lumayan menghantui. Dalam nama Tuhan Yesus, diri maju membayar ke kasir dan lihatlah Dia bekerja sangat ajaib, jumlah uang yang digunakan untuk membayar adalah 1290 yen. Betapa luar biasanya Tuhan selalu mencukupkan apa yang anak – anakNya butuhkan. Setibanya di rumah, diri masih mendapatkan berkat lain yang luar biasa. Betapa bahagianya masih bisa makan cemilan hasil masakan kita, makan siang kembali, beristirahat dan menuliskan berkat ini kepada dunia.

Namun sore ini, diri mendapatkan kabar kurang baik karena orang tua salah seorang teman harus berpulang. Akan tetapi, ada hal yang diri pelajari bahwa kehidupan itu sekali lagi di tangan Tuhan. Dan ini diri rasa juga menjadi jawaban atas apa yang pernah diri pertanyakan yaitu bagaimana orang – orang dapat menghadapi sesuatu yang disebut dengan kehilangan yang tidak diinginkan. Rasanya jawaban ini pun adalah berkat yang ingin diajarkan Tuhan.


Kesimpulan atau apa yang bisa diri ambil hari ini adalah tangan Tuhan itu bekerja luar biasa setiap hari dengan cara yang ajaib. Mana pernah kita bisa menduga apa yang akan kita hadapi dan lewati, tetapi Dia sungguh tahu. Peran kita hanya untuk mengikuti apa yang Dia mau dengan kekuatan yang sudah diberikan olehNya juga. Jadi, kehidupan ini adalah keajaiban dan harapan bahkan hingga waktu yang diberikanNya tiba. Bersaksilah dan berbagilah!

Yesus memberi Makan 5000 Orang

Perikop ini diambil dari Yohanes 6:5-14. Tuhan Yesus meletakkan banyak sekali FirmanNya agar kita tumbuh menjadi bagian dari diriNya dan kerajaan Allah. Berikut ini apa yang diri dapatkan pengertian yang Tuhan izinkan untuk diri bagikan. 

Dalam Tuhan Yesus tidak ada kekurangan selama kita memiliki iman bahwa Dia yang memilikiNya. Tuhan mengetahui apa yang akan dilakukannya (6). Hanya terkadang diizinkan Tuhan untuk kita alami ini apa kita yakin atau tidak. 

Tuhan akan memberi segala sesuatunya dengan cukup dan berkelimpahan, bahkan teramat lebih. Perhatikanlah! Tuhan Yesus mengucapkan syukur (11) dan membagi – bagikannya (11), lalu lebihnya dikumpulkan (13).  Tuhan Yesus sangat tahu apa yang anakNya butuhkan dan kapan itu harus diberikanNya. Perhatikan apa yang dilakukan Tuhan Yesus:

Pertama, percaya bahwa Dia tahu apa yang akan dilakukanNya. Manusia suka krisis dalam hal ini karena melihat segala sesuatunya tampak tidak mungkin. Kita merasa tidak punya apapun untuk memberkati orang lain, bahkan diri kita sendiri kurang. Kita tidak yakin apa yang kita miliki ini akan mencukupi untuk ke depannya atau tidak. Seringkali berpikir apa yang kita miliki itu tidak akan mencukupkan kita, jadi harus dihemat selalu atau dicari – cari lagi (7). Bisakah kita percaya pada apa yang telah diberikan Tuhan Yesus itu teramat cukup untuk melengkapi atau memberkati orang lain (9) seperti anak pemilik ikan dan roti. Anak pemilik roti dan ikan pasti memiliki iman, percaya; ia meletakkan apa yang dia punya kepada Tuhan Yesus untuk diserahkan. Bayangkan kalau anak ini berkata, “Jangan, tidak akan cukup untukku”, semacam prinsip dalam kegiatan di hutan, yaitu satu selamat atau semua akan mati. Tetapi tidak! Ia meletakkan apa yang dimilikinya kepada Tuhan Yesus lewat perantara Andreas (8) yang sedikit ragu. Tuhan itu tahu bagaimana kedalaman hati setiap anakNya. Hanya apa kita punya kerelaan untuk meletakkan apa yang kita miliki di tengah seluruh kekurangan kita. Itu apakah semacam tes dari Tuhan Yesus (6)? Hal yang lebih tepat adalah peneguhan! Ya, Tuhan Yesus inginkan kita memiliki kepercayaan yang teguh pada Dia, segala sesuatu bisa terjadi di tanganNya. Percayakah kamu bahwa Tuhan itu sanggup? Apalagi setelah banyak apa yang Ia lakukan, mukjizat (2) yang sangat luar biasa di depan mata kita atau apa yang kita alami. Atau kita akan menjawab keyakinan kita seperti Filipus (7) dan Andreas (9) meskipun ada perbedaan antara keduanya. Filipus yang mencari – cari, tidak melihat langsung dan berkata tidak akan bisa. Andreas melihat ada kemungkinan tapi tidak yakin terhadap apa yang dimiliki akan digunakan Tuhan. Seperti halnya sumur pompa manual, sebanyak apapun air di bawah, tetap harus dipancing dengan air agar pompa dapat bekerja. Air di bawah adalah apa yang dapat dilakukan Tuhan bagi kita dan air yang dituangkan adalah iman/percaya kita. Pompa manual adalah usaha kita untuk mempercayai pekerjaan Tuhan, yaitu bagian untuk mengerjakan berkat. Air itu adalah karunia dan pompa itu adalah bagian kita yang Tuhan Yesis inginkan dan izinkan untuk dikerjakan. 

Kedua dan ketiga adalah percaya dan membagi – bagikan. Keduanya adalah hal yang terkait dan sejalan, seperti halnya iman percaya. Tuhan Yesus mempraktekkan langsung kepada kita tentang mengucapkan syukur. Apa yang ada dan sangat ingin dipakai Tuhan, itu kunci keduanya adalah mengucapkan syukur karena telah memilikinya dan siap untuk menyerahkannya kepada Tuhan Yesus, Sang Pemberi Hidup. Ketika kita bersyukur dan diikuti dengan membagi – bagikannya, Tuhan sangat tahu bahwa ini akan jadi berlipat – lipat dan mencukupi semua hal Ia inginkan. Tuhan akan memberkati berkat itu kembali dan menjadikan itu berkat kembali untuk yang lain. 

Apa yang kita miliki dilipatgandakan Tuhan Yesus, dan Ia meminta kita membagikan kembali, mencukupkan lainnya (12). Hal ini juga terkait dengan membagi – bagikan dalam kehdiupan kita. Seringkali kita menahan apa yang menjadi saluran berkat Tuhan. Setelah dilipatgandakan, hati manusia kita berkata “wah, ini banyak! Nanti sajalah?” Akan tetapi apakah itu tujuan Tuhan melipatgandakan untuk kepuasan hati kita? Atau ada keinginan Tuhan yang harus kita genapi lewat pelipatgandaan yang dilakukanNya. Coba tanya Tuhan, ini banyak sekali Tuhan, untuk apa atau siapa, Tuhan? Jangan sampai kita mengira bahwa apa yang kita miliki adalah hal mutlak yang kita punyai. Hal yang sederhana ini telah dipraktekkan langsung oleh sang anak tentang apa yang kita miliki adalah titipan untuk memberkati yang lain bahkan 5000 orang lainnya (11). Seringkali manusia berpikir harus punya banyak dulu atau janganlah sekarang karena kita akan kekurangan nanti. Akan tetapi, tahukah kita bahwa imanmu bisa menjadikan apa yang dipikirkan karena kita yang menghalangi Tuhan untuk berbuat. Oleh karena itulah, apa yang diizinkan Tuhan, dengar, lakukan denagn percaya, ucapkan syukur dan bagikanlah. 

Tuhan Yesus itu tahu apa yang harus dilakukan bahkan helaian rambut kira saja Dia tahu. Selamat percaya. 
Stay believe, trust Him in all His words.