Sunday, May 25, 2008

Puisi

untaian kata bermakna
tapi ia tak akan mampu berdiri sendiri
tanpa hati!
bernapas kehidupan
dinafkahi oleh diri
berikrar setia semati di atas kertas
menjadi lemah saat bertemu otak ini
tidak akan mampu lagi berkata-kata
sepenggal apa pun ucapan sederhana
Hanya berdiri sendiri meski tak mampu lagi
berdikrar demia sebuah kebebasan dalam makna
ia sadari kelemahan 'kecil' ini
ya, sangat kecil
dibandingkan jutaan wangi napas hidup yang
mengalir, mengalir, dan mengalir
ya, sangat kecil
dilihat oleh mata hati yang sulit memahami
hingga masa yang tak pasti
ya, sangat kecil
sebuah kelemahan dibandingkan kebanggaan
makna yang dipahami
Puisi mengerti, sangat, akan mengerti
ia lahir dengan darah kebebasan
denyut jantung kepercayaan
dalam nadi kebimbangan
tetap bernafas kehidupan !
sedalam apa pun ia terjebak dalam lumpur kata
setinggi apapun ia berada dalam pelahirannya
ia berbicara dalam kata-kata
dengan kesatuan makna utama
mengerti
mengerti
dan mengerti Hidup dalam puisi

Saturday, May 17, 2008

Pertemuan

Masa itu telah berlalu
di saat pertama aku tahu
mungkin benar itu dirimu
Itu pertama
dan kau masih terdiam beku dengan senyum sapa

'kok diam, tidak biasa bicar?'
diam, diam, diam, hanya diam
tatap diam matamu
tak akan pernah berlalu
seribu bahasa
matamu tetap di sanubari pertemuan itu

Friday, May 16, 2008

Selamanya

Terik siang tak kau hiraukan
ku tahu kau tersenyum bangga
entah untuk siapa

Pagi cerah, kau menyapa
ku kira doaku terjawab sudah saat kau tak menyapa
aku berusaha hapus bayangmu
terlalu besar dominasimu

saat kau diam, dingin beku
ku tak tahu harus bagaimana bicara padamu
ku hanya terdiam sendu
menyepi seperti katamu

maaf ku tak bisa berteriak menyemangatimu
bukan ku tak mau
maaf ku tak bisa tersenyum manis padamu
bukan ku tak paham sorot mata itu
hanya saja ku tak mampu

mungkin ini adalah akhir kisah sorot mata
mungkin hanya sebntuk gede rasa
tapi semoga berbekas selamanya
Selamanya sebagai suatu cerita

Kapan

sedang apa kau sekarang di saat ini?
adakah kau bermain dengan malaikat kecil di sana?
menanti senja hari ini?
adakiah kau bahagia?

Kasih,
masih ingatkah hari ini?
masa kau temui diri, masa kita memulai hari bersama
adakah kau bahagia di sana?
berkawan malaikat dan bidadari
bukan untuk menganti kehadiran diri
hanya menghibur satu dengan yang lain

adakah kau rindu pada diri?
meski baru sehari kita saling terlepas
ku merasa sepi,
hilang separuh diri

adakah waktu kan pertemukan kita kembali?
sampai kapan kau dan diri harus menanti?
meski malam baru sekali berganti, diri begitu sepi!
kapan tangan ini akan saling menggenggam lagi.


tribute to: them(was hurt by dead)

Bebas

Kebebasan

merasa lepas dan bebas dari pengaruh ini
Akhirnya lepas,
walau hanya lewat kata-kata
pengaruh ini jauh melangkah tanpa harus ada sisa

Bebas,
lupakan semua.

Terima kasih Tuhan karena kata-kata
tak akan lagi terikat dalam rasa terlarang

Terima kasih Tuhan,
malam pun kembali
dan mimpi tak akan menakutkan lagi
Kehilangan bukan akhir segalanya
semoga jadi awal yang lebih baik
di antara dia dan aku

Selamat !

Lepas !

Selamat tinggal !

Aritmatika hidup

bahwa hidup adalah sebuah fungsi
di saat aljabar membentuk tujuan hidup
Dengan rendah hati, dalam sebuah penghitungan
akurat atau tidak hanyalah pemanis jalannya

Hidup adalah sebuah tabel matematika yang hidup
ia bicarakan sebuah batas fungsi hidup
dan ia tuliskan timbal balik hidup dalam logaritma
ia sebutkan arti hidup dalam jalan yang beda dengan perpangkatan waktu

Hidup adalah bentuk trigonometri tujuan hidup
sebuah masa depan di puncak segitiga
atau sebuah hal biasa di sisi segi enam

dan hati adalah sebuh lingkaran
tak berawal dan tak berujung hingga akhir masa

tetap, hidup adalah semesta dalam himpunan hati dan tujuan itu.
dalam kesendirian ada tangis
dibalikanya ada sebuah makna
-kebahagiaan-

kebahagiaan adalah hadiah cuma-cuma dari sebuah usaha dan kerja keras

Kebangkitan

Kebangkitan fisik
Kebangkitan ekonomi
Kebangkitan mental

dalam sebuah aksi, bukan hanya janji
merusuh tak akan ada guna
hanya membuka mulut untuk bicara

Nasionalisme bukan sovinisme
ini masa Reformasi

2008,
100 tahun kebangkitan jiwa bangsa ini
10 tahun coreng mahasiswa belum terungkap
hingga saat ini

jangan pernah ada lagi tangis dalam
kebangkitan

karena

Indonesia bisa

Tuhan

untukMu yang termulia

dalam sesak, tetap Kau ada
meski luka pedih diri ini
dalam keterasingan, Kau tetap hadir
tetap menemani dalam kesendirian

dalam asa, Kau masih berkenan di sini
di hati, sebuah ruang sempit, berdebu, kotor
dalam keputusasaan, kau menemani
melewati perihnya teriris oleh karma

dalam akhir, Kau tetap ada
hingga masa berhenti
dalam sulitnya jiwa, Kau menyelamatkan
meski dosa telah menghitam

Tuhan, Kau mulia
Kau Maha besar
dalam puji
di sini, sebuah hati
hingga masa ini berhenti

Fajar

kau merekah di timur jauh
mengganti sepi malam dengan senyummu
Sebuah kepastian akan hari baru
kau bisikkan waktu
bangunkan seluruh penghuni bumi
sebuah kewajiban yang kau pegang teguh

kau kuning merangkul
sebuah senyum tulus penyambutan
lembut, bangunkan
kau adalah hari
sebuah bait puisi agung di sisi
merdu, rasuki

Fajar,
pagi datang denganmu
membawa matahari, mengganti bintang
hanya temani untuk sementara ini
entah apa yang akan terjadi
tanpa tahu suatu hal yang pasti hari ini

Bintang jatuh

malam penuh bintang yang berputar jelas
dirimu putar perlahan
bintang itu penuh
satu harapan akan jatuh

dirimu kembali
kembali harapan oleh yang lain
di gelap matamu
dirimu tetap kembali
harapan penuh hidup

mata dalam mimpi
biar itu terjadi atau hanya gurauan fiksi
dirimu tetap saja penuh
harapan dalam asa
saat menunggu
dirimu..

sebuah bintang jatuh
sebuah bintang jatuh
sebuah bintang jatuh
sebuah bintang jatuh
sebuah bintang jatuh