Saturday, August 17, 2013

Hadiah 68 Tahun Indonesiaku!

Selamat ulang tahun Indonesiaku sekali lagi!
Selamat bertambah tua.
Selamat menempuh usia baru dalam ikatan yang masih lama.

Diri ingin memberikan hadiah kepadamu, Indonesiaku. Surat kecil ini tampak tidak akan berarti bagimu (mungkin), tetapi diri sangat ingin bicara padamu melalui kata - kata yang diri telah rangkai. Seluruhnya berasal dari jeritan hati diri melihat dirimu yang kian renta dimakan usia. Diri tidak tahu apa yang terjadi padamu, Indonesiaku karena rasanya dirimu tumbuh seperti manusia yang berumur semakin senja. Apakah demikian Indonesiaku? Senjakah yang sedang kamu datangi? 

Ini surat diri untukmu, Indonesiaku. Hadiah kecil yang ingin menyenangkan hatimu di usia yang tak lagi muda. 
Indonesia, negeri indah di lintas khatulistiwa, tempat diri ini dilahirkan dan dididik menjadi seorang manusia. Indonesia, negeri sejuta warna dalam segala bentuk keindahan. Indonesia, negeri tempat bersemayam para bintang dan matahari. Indonesia, negeri penuh senyuman yang menghangatkan jiwa. Indonesia, negeri seribu lebih pulau yang tidak pernah lelah menampung manusianya. Indonesia, negeri yang merdeka dari bentuk fisik penjajahan bangsa lain. Indonesia, negeri damai yang sangat dinantikan kehadirannya.
Indonesia, apa kabar hari - harimu saat usiamu berjalan 68 tahun? Adakah Ibu pertiwi sedang kembali menangis di pangkuanmu? Indonesia, diri dengar sekarang rupamu tidak seperti yang dulu. Luka batin dan siksa fisik yang terus kau terima tampaknya telah meninggalkan borok yang dalam. Sudahkah kau mulai sembuh? Diri dengar kau pun sekarang mulai lumpuh, benarkah itu? Kaki - kakimu mulai mematah seperti seorang yang terkena lumpuh layu. Perlahan tapi pasti sendi - sendimu mulai digerogoti penyakit menua seperti para manula tak terurus di usia senjanya. Adakah kau demikian Indonesia? Indonesia, adakah kau tersiksa sepanjang waktumu di sana? Masihkah senyum dan matahari menghangatkan sepanjang harimu? Diri dengar, banyak darah yang keluar dari bibir dan kedua telingamu. Adakah mereka menyiksamu seperti saat darahmu digergoti habis oleh para penyamun? Indonesia, seberapa banyak lukamu sekarang? Diri dengar, otakmu pun mulai diserang oleh berbagai bakteri yang tumbuh dari darahmu yang mulai membusuk? Adakah itu benar Indonesiaku? 
Bagaimana hatimu, Indonesiaku? Apakah masih bisa bertahan atas berbagai macam obat yang bisa kau temukan di sekitarmu? Masihkah ia berfungsi baik untuk merombak bagian lainnya yang rusak? Indonesia, adakah yang melukaimu semakin dalam? Mengapa kau menangis? Adakah ini semua semakin menyakitimu? Luka - luka ini apakah jauh lebih parah di saat muda kau berperang? Indonesia, sampai kapan gerilyamu ini akan dipertahankan? Dengan segala luka disekujur tubuh ini, Indonesiaku! Luka medan perangmu saja tidak separah ini, tidak setragis ini! Apakah mereka menggoresnya lebih dalam dengan cara yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya? Katakan Indonesiaku! Katakan!
Tidakkah kau bersedih Indonesiaku? Ibu pertiwi menangisimu dalam doanya, merawat lukamu dalam usia senjanya. Mengapa terus kau biarkan Indonesiaku? Bagaimana membawa kesembuhan pada seluruh lukamu? Haruskah kau dibiarkan mati mengenaskan karena gerogotan penyakit itu? Atau haruskan kau diri bawa ke dalam penyembuhan? Selamat ulang tahun Indonesiaku! Katakanlah kado terindah apa yang ingin kau dapatkan dari diri di tengah seluruh luka ini. Setidaknya, biarkan ada senyummu saat diri temui. Setidaknya, ada rasa nyaman setelah seluruh luka yang mulai membusuk ini, Indonesiaku. Katakanlah! Katakanlah pada diri. Diri mencintaimu Indonesiaku. Kami masih mencintaimu. Doa kesembuhan untukmu tidak akan pernah putus. Tenang Indonesiaku, tidak ada doa yang lebih tinggi selain untukmu. Sembuhlah Indonesiaku. Tetap berjuang untuk kesembuhanmu. 
Tertanda yang mengagumimu,

Diri! 
Semoga lekas sembuh Indonesiaku.

Indonesia: Bagaimana Bahasa Indonesia kita?

Selamat ulang tahun Indonesia! Selamat untuk kemerdekaan atas penjajahan fisik 68 tahun lalu. Bagaimana kabarmu Indonesia hari ini? 

Dalam esai ini, diri ingin bicara tentang bahasa Indonesia. Esai ini terinspirasi dari perbincangan dengan adik diri yang sedang berkutat resah dengan pelajaran bahasa Indonesia di kelas XII. Adik diri sedikit merasa khawatir dengan pelajaran EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Menurut diri, ketakutan ini sangat wajar. Mengapa? EYD bukanlah hal yang umum dibicarakan dalam pergaulan pelajaran siswa bahkan mahasiswa. Diri yakin ketika menanyakan EYD pasti semua akan menjawab "Mau masuk sastra Indonesia?" atau "Buat apa belajar EYD?" dan sebagainya. Jadi, apakah benar belajar EYD itu tidak ada gunanya? 

Menurut diri, jawaban yang tepat adalah SANGAT BERGUNA! Meskipun dalam esai ini, diri tidak menggunakan EYD dengan baik dan benar. Mohon maaf sebelumnya. 

EYD merupakan salah satu jiwa dari Bahasa Indonesia. Seluruh tulisan dalam Bahasa Indonesia seharusnya berdasarkan pada tata bahasa yang tertuang di dalam EYD. Kita dapat mengenali kata baku, peletakkan tanda baca, huruf kapital dan sebagainya. Selama ini, terutama di media sosial, kita menggunakan seenaknya tata bahasa yang digunakan. Terkadang bahkan kita tidak tahu dimana seharusnya meletakkan tanda baca hingga singkatan. Akan tetapi, sesuatu yang penting seperti ini menjadi objek lupa atu objek keluhan kita. Diri ingat sekali, ujian pertama mengenai EYD, lebih dari 90% mendapatkan nilai 0, sisanya mendapat nilai minus. Luar biasa! Anak SMA yang sebentar lagi mau lulus, tetapi tidak paham dengan penggunaan EYD. Miris? Seharusnya! Bagaimana dengan mahasiswa? Diri pernah membaca tata bahasa skripsi mahasiswa beberapa pendahulu diri dan banyak juga yang tidak sesuai dengan EYD! Hal yang lebih miris adalah masih ada pendidik yang tidak memahami EYD. Bahasa itu bukan untuk terlihat cantik semata saat dibaca, tetapi harus mengandung keteraturan karena dia mengantarkan pesan kepada pembaca. 

Tulisan ini sebenarnya ingin membawa refleksi tentang Bahasa Indonesia. Seberapa kenal kita dengan bahasa kita? Kita mungkin bicara Bahasa Indonesia, tetapi apakah dengan cara yang baik dan benar? Selain ketidakteraturan kita dalam menggunakan Bahasa Indonesia, keingintahuan tentang bahasa untuk itu juga berada dalam tingkatan minimal. Seberapa banyak dari kita ingin belajar atau katakanlah ikhlas dalam belajar EYD? Keingintahuan terhadap bahasa ini seolah terkubur dengan bergeraknya zaman. Terkadang mungkin pernah mendengar lebih banyak anak bangsa ini lebih fasih berbahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. Terbukti dalam ujian nasional, nilai rata - rata pelajara Bahasa Indonesia cenderung lebih rendah dibandingkan Bahasa Inggris. Bagaimana bisa? Siapakah kita?

Selain keingintahuan terhadap EYD yang jauh terjatuh, semangat menggunakan Bahasa Indonesia pun jatuh ke dasar jurang terdalam. Berapa banyak dari kita yang berbicara dengan bahasa ini? Generasi kita cenderung berbahasa gaul atau bahasa daerah ketika berbicara dengan saudara sebangsanya. Plesetan dari Bahasa Indonesia jauh lebih banyak jumlah penuturnya dibandingkan dengan mereka yang fasih Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bukan tidak mendukung menggunakan bahasa daerah, tetapi apakah setiap waktu menggunakan bahasa daerah menjadi tameng untuk melupakan bahasa sendiri. Kita memang kaya dengan bahasa daerah, hampir 700 jenis bahasa kita miliki, tetapi jangan jadikan itu alasan untuk kita tidak tertarik dengan bahasa pemersatu ini.

Ketidakingintahuan akan Bahasa Indonesia menunjukkan betapa bangsa ini terus menjajah dirinya sendiri. Selama ini seolah berlindung dibalik kita yang dijajah dalam bentuk fisik maupun mental, tetapi sebenarnya penjajah itu juga ada di dalam bangsa ini! Menurut diri, mereka yang mengeluhkan Bahasa Indonesia adalah calon penjajah negaranya! Lebih baik mengumpulkan semangat untuk mempelajarinya bukan mengeluhkannya. Mereka yang mau berjuang untuk bangsanya sudah memberikan kontribusi dalam bentuk yang berbeda. Kita tidak harus menjadi seorang penemu atau bahkan seorang presiden sekalipun untuk berkontribusi kepada bangsa ini. Akan tetapi, dengan mau belajar Bahasa Indonesia tanpa mengeluhkannya, kita sudah berkontribusi bagi bangsa ini. Jangan pernah merasa tidak gaul ketika berbicara Bahasa Indonesia! Ini juga seringkali menjadi kendala. Permasalahan gaul ini tidak terbatas pada lingkungan antar negara, tetapi bahkan di dalam suku sendiri. Seringkali mereka yang tidak fasih berbahasa daerah justru dikatakan sebagai tidak gaul atau tidak perhatian! Atas dasar apa mengatakan mereka yang tidak berkomunikasi dengan bahasa daerah sebagai bentuk ketidakgaulan. Bahasa daerah memang penguat kedaerahan kita, tetapi bukan (sekali lagi) menjadi ajang untuk menghina atau tolok ukur tingkat keIndonesiaan atau kedaerahan kita. Kita ini bangsa Indonesia, bukan bangsa berdasarkan suku. Ini sudah diproklamirkan sejak 28 Oktober 1928, bahkan sebelum Indonesia merasa merdeka secara fisik dari penjajahan.

Segala sesuatu harus ditempatkan pada pada porsinya. Kita tidak punya hak menghakimi, tetapi hanya berhak mengingatkan. Jangan sampai negeri indah ini akhirnya diklaim oleh bangsa lain sebagai bagian dari budayanya. Rasa cinta bukannya akan menimbulkan kebiasaan yang akhirnya tumbuh menjadi budaya yang diresapi dengan hati. Marilah menjadi Indonesia yang santun, seperti para pemuda dan pejuang kemerdekaan bangsa ini. Tuturkan Bahasa Indonesia!

Hanabi in Araya

These all were my first shots in night mode. Never doing before for these. Here I attached some photos about it. I did it! It is annual events.
Some night shot of fireworks from the festival. It was very nice. I got lots of many precious moments in Akita. Please, welcome to Akita!
Araya, edge of river. 

Indonesia belajar dari Global Yume

It was fun! I still remember the sentence even it was 2 weeks ago. As my promise to myself, I want to tell world what I learned and got from Global Meeting or Global Yume. It is very nice to share what I learned from many new things even looked strange in the first sight. I will deliver it in Bahasa Indonesia. I feel more and more free to write in Bahasa Indonesia. There is a strength to show up my mind to word. Short introduction is more than enough to welcome all in this story. 

Global Yume dapat diartikan sebagai Global Dream Meeting. Mengapa diberi judul Global Dream? Diri mendapatkan cerita dari panitia penyelenggara, pertemuan ini diharapkan mendorong anak - anak atau setiap peserta untuk tidak takut bermimpi dan menggapainya. Tujuan mulia yang sangat tidak biasa diri ketahui. Luar biasa sekali. Kegiatan dibuka sebagai kegiatan relawan, tidak ada paksaan, yang ada adalah kerelaan hati. Kegiatan terbuka untuk semua mahasiswa internasional yang mau mendaftar. Tiba hari H, diri bertemu dengan semua partisipan lainnya. Kami ada sekitar 13 orang dengan latar belakang kebangsaan berbeda, yaitu Indonesia, Botswana, Kenya, Mongolia, China, USA, Finlandia, Portugal, Chili, Rumania, Afganistan dan Jepang. 

Pihak Desa Higasinaruse (lupa namanya siapa!) menjemput seluruh peserta menggunakan bus. Dalam perjalanan, beliau memperkenalkan Desa Higasinaruse dalam bahasa Inggris. Selain perkenalan, beliau juga mengungkapkan harapan dan mimpinya untuk anak - anak di desa ini. Desa Higasinaruse terletak di selatan Akita atau berjarak 1.5 jam menggunakan mobil. Desa ini diapit oleh kota - kota sekitarnya. Apa yang membuat desa ini terkenal? PENDIDIKAN! Desa ini merupakan salah satu desa dengan pendidikan terbaik di Jepang. Banyak dinas pendidikan dan sekolah - sekolah dari provinsi lain di Jepang datang ke desa ini untuk melihat sendiri bagaimana sistem belajar para siswa dari SD hingga SMU. Para siswa di desa ini memiliki nilai kelulusan dan tingkat keberhasilan lulus tertinggi di Jepang, bahkan kota Akita pun kalah untuk ini. Tidak hanya terkenal di Jepang, beberapa dinas pendidikan dari negara lain seperti Korea Selatan dan China pun pernah menghampiri desa ini. Menurut bapak penjemput kami, desa Higasinaruse sangat mengutamakan pendidikan. Ini bukan berasal dari pihak pemerintahannya, tetapi juga seluruh elemen keluarga di sana. 

Selamat datang di Higashinaruse!
Dengan semangat 45', diri dan rombongan mengitari jalanan bebas hambatan Akita - Higasinaruse yang sangat indah. Tampak banyak sawah di antara pepohonan pinus. Benar - benar seperti cerita dongeng. Diri sangat ingin melihatnya di saat musim dingin nanti. Betapa cantiknya pasti! Masuk ke area Desa Higasinaruse, terpampang lukisan alam di tengah rintik hujan. Luar biasa cantik. Desa ini sebenarnya sederhana, tetapi penduduk yang menjaganya membuat desa ini tampak begitu menawan. Hijaunya sawah, perbukitan yang mengitari lengkap dengan pohonnya yang rimbun, sungai yang jernih, rumah - rumah penduduk yang sederhana, udara yang bersih dan tambahan cantiknya senyum para penduduk menjadikan desa ini lengkap dengan keindahan alam dan sosialnya. 

Sesampainya di desa, kami sudah disambut oleh para siswa SMP dan SD yang telah mendaftar kegiatan musim panas mereka. Senang rasanya melihat keceriaan mereka. Dengan sedikit gugup, diri datang dan mengajak kenalan mereka. Kesan pemalu sangat menonjol dan jelas tertangkap oleh diri. Sebagian dari mereka berusaha berbicara bahasa Inggris dan bercampur Jepang dengan diri. Setelah semua berkumpul, dimulai perkenalan dengan berbahasa Inggris kepada mereka. Dalam Global Yume ini, kami menggunakan Bahasa Inggris sebagai media berbagi dan mengenalkan diri kami masing - masing. Perkenalan menjadi ajang yang unik untuk diri. Diri seringkali malas berkenalan dengan orang lain, tetapi di sini diri belajar kembali untuk berbagi dengan orang baru. Hanya kekuatan doa, diri akhirnya bisa belajar untuk berusaha mengenali mereka satu per satu. Tidak ada kesempatan diri dalam hal ini untuk menjadi pemalu seperti biasanya. Pelajaran pertama, tersenyumlah untuk berkenalan dengan semua orang. Senyum menjadi vitamin luar biasa untuk diri yang pemalu dan mereka yang juga pemalu. Diri percaya karena Tuhan memberikan senyum untuk menghilangkan perbedaan dan rasa malas lainnya.

Setelah perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan bersama. Permainan ini dibagi untuk SD dan SMP diikuti oleh peserta mahasiswa asingnya. Dalam permainan, baik siswa dan mahasiswa diajak untuk melebur jadi satu dan saling berkenalan kembali. Permainan tepuk tangan, mencari nama, tangkap jari dan mengantarkan pesan adalah kegiatan yang dilakukan bersama. Lewat kegiatan bersama seperti ini, mahasiswa menjadi lebih dekat dengan siswa. Rasa malu siswa pun tergerus. Hampir semua sama dimanapun, tak kenal maka tak sayang. Dengan permainan ini, diri akhirnya tertawa, bukan sekadar tersenyum saat bermain. Pelajaran kedua, bukalah diri untuk bekerja sama dengan banyak orang. Tertawalah dalam permainan tersebut.

Bermain park golf.
Selama kegiatan ini, diri juga diajak bermain park golf! Diri belum pernah bermain golf sama sekali. Rasanya luar biasa sekali berkat Tuhan. Kami dibawa ke arena bermain park golf setelah menyatap makan siang. Lokasi tempat bermain golf bermain di atas perbukitan. Perbukitan ini tidak dapat diakses ketika musim salju, hanya pada musim semi hingga musim gugur permainan dapat dilakukan. Dengan didampingi 1 orang penggiat park golf, diri dan kelompok 5 bermain park golf. Lapangan park golf ada 6 macam dengan 10 lintasan. Masing - masing lintasan memiliki panjang dan kesulitan tersendiri. Tanpa ditanya, seluruh siswa di kelompok 5 melakukan permainan ini dengan luar biasa. Usut punya usut, mereka bermain park golf sejak SD dan memang menjadi mata pelajaran wajib! Diri menjadi nomor terakhir dalam permainan ini. hehe. Tak apa, yang penting bahagia dan bisa tertawa. Diri makin melihat bagaimana kemampuan dan keterampilan mereka meskipun masih ditutupi rasa malu. Akan tetapi, setidaknya diri mulai berinteraksi lebih banyak lagi. Penggiat park golfnya pun demikian, sangat baik sekali si kakek ini. Belajar dari park golf, diri menjadi tahu mengapa banyak orang suka memainkannya. Di sini dibutuhkan suatu kesabaran dan perhitungan yang jeli. Kesombongan hanya akan menjatuhkan dalam permainan ini. Pelajaran ketiga, belajarlah hal baru dengan rendah hati dan semangat!

Publikasi Global Yume!
Ada diri saat mengenalkan Indonesia. 
Setelah permainan ini, kegiatan kami diisi dengan culture exchange. Dengan konsep per meja untuk siswa SMP, diri membawa beberapa foto yang diambil dari program kementerian pariwisata. Diri berusaha mengenalkan beberapa hal tentang Indonesia. Tahukah semua, mereka sangat exited dengan Hombo Batu (Lompat Batu) Nias, Pisang Ijo (Makasar), Bubur Manado (Manado), Komodo (Flores) dan Kampung Baduy (Banten). Bagian ini buat diri menjadi sangat luar biasa. Kesempatan yang luar biasa. Diri merasakan bagaimana menjadi duta Indonesia, mengenalkan bangsa yang beragam ini hingga ke pelosok Jepang! Pertukaran budaya menjadi ajang yang luar biasa untuk berbagi. Diri mengajak mereka datang dan mengenal Indonesia dalam kesempatan yang ke depan mungkin dimiliki. Saat mengenalkan Indonesia ini, diri melihat anak - anak mulai tidak malu untuk berkata - kata dan bertanya. Ada rasa penasaran dan semangat yang mereka tunjukkan dengan natural sekali kepada diri. Puji syukur diri mendapatkan kesempatan ini.

Presentasi kelompok 5!
Semalaman memberikan pertukaran budaya, diri bersiap untuk membantu kelompok 5. Mereka memperkenalkan HMS Music Event dalam pertukaran budaya di hari esok. Seluruh siswa mempresentasikan apa saja yang terkait dengan sekolah mereka dan desa Higasinaruse. Diri merasa terkejut terhadap hasil yang mereka tunjukkan! Dibalik malu mereka, ternyata bahasa Inggris mereka bagus dan sangat menerima saran. Diri berlatih presentasi dengan mereka dan memberikan beberapa saran untuk penampilan mereka. Puji Tuhan! Kegiatan berlangsung dengan lancar dan luar biasa penampilan mereka. Pelajaran berharga dari sini, terbuka dan mau belajar untuk hal baru. Luar biasa mereka. Diri diajari banyak hal dari sini. Desa ini memberikan pelajaran berharga. 

Dari 'Global Yume", diri melihat bagaimana untuk belajar lebih banyak dari anak - anak baru. Jangan pernah malu dan menutup untuk hal baik. Akan tetapi, lihatlah dunia ini! Bangunlah impian dan berani bermimpi. Global Yume benar adalah Pertemuan untuk mimpi!

Jadilah duta Indonesia dimanapun. Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Aplikasi visa Mongolia di Tokyo

Baiklah, kembali diri menulis dalam Bahasa Indonesia. 

Sedikit berbagi informasi tentang bagaimana mengajukan visa Mongolia. Ini pengalaman diri ketika mengajukan visa Mongolia untuk mengikuti summer camp di sana. Pengajuan visa ini dilakukan lewat kedutaan besar Mongolia di Tokyo, Jepang. Semua informasi terkait pengajuan aplikasi di Indonesia juga dapat diperhatikan di Mongolian Consulate - Visa. Di website ini dijelaskan bagaimana tata cara aplikasi visa juga. Saat memiliki kegiatan di Mongolia, mungkin dapat dimulai dengan mencari tahu dimana dan kapan kegiatan dilakukan. Setelah semua informasi diperoleh, siapkan informasi penginapan dan penanggung jawab atau mereka yang bisa dihubungi di sana. Dalam hal ini, diri akan mengikuti kegiatan formal, sehingga penanggung jawab diri adalah universitas yang menjadi lokasi diri berkegiatan bersama. Langkah selanjutnya, hubungi pihak pengundang tersebut untuk mengajukan surat undangan resmi dari imigrasi Mongolia untuk mempermudah aplikasi visa. Pada kasus tertentu, seperti perjalanan seorang diri atau backpacker, aplikasi ini dapat diganti dengan travel request dari pihak kantor atau universitas. 

Setelah semuanya, diri persiapkan satu per satu kelengkapan dokumennya. Berikut kelengkapan dokumen yang harus ada:
  • Passport valid, minimal 3 bulan sebelum masa berlaku habis
  • Foto 3x4 dan/atau 3.5x4.5 sebanyak 2 buah
  • Surat undangan (invitation letter) atau travel request
  • Form Visa Mongolianya. Jangan lupa bagian yang ini.
  • Travel information yang jelas (iternary)*
Seluruh kelengkapan data dikirimkan ke kedutaan besar Mongolia di Jepang dengan pos tercatat. Di Akita, diri menggunakan registered post sehingga dijamin keamanannya, mengingat diri mengirimkan paspor. Setidaknya diri tidak harus pergi ke Tokyo dan kembali lagi meraba - meraba kota metropolitan tersebut seperti pengajuan visa Amerika sebelumnya. Jika di Indonesia, pilihannya dapat dikirimkan atau diantar langsung jika merasa kurang percaya dengan pengiriman yang ada. Waktu tunggu pengajuan visa adalah 4 hari kerja dan ditambah 2 hari untuk pengiriman dari/kembali dari Tokyo. Biaya single entry visa itu adalah 25$ atau 55$ untuk kondisi urgent kebutuhan visa hingga 3 bulan.  Dengan demikian, untuk semua kelengkapan data yang sudah ada, visa dapat diperoleh. 

Visa Mongolia diri untuk summer camp! 
Selanjutnya akan diri posting bagaimana kabarnya Mongolia. Yuk, yuk, ikut diri mengintip negara Jenghis Kan. Diri penasaran dengan apa yang selama ini diceritakan oleh teman lab diri. Yuk! 

Wednesday, August 14, 2013

Indonesia: Refleksi Lagu "Indonesia Raya"

Dalam menyambut hari Kemerdekaan RI yang ke-68, diri ingin mengutip dan menambahkan beberapa informasi ke dalam blog ini sebagai bentuk partisipasi merayakan hari jadi "merdeka"nya negara Indonesia. Setelah 14 Agustus 1945, Jepang menyerah pada sekutu dan Indonesia mengambil kesempatan mempersiapkan kemerdekaannya, bangsa ini akhirnya merasakan keindahan hidup sebagai bangsa yang bebas dari semua tekanan dan bentuk penjajahan dari bangsa lain. Oleh karena itu, beberapa postingan ke depannya dalam bulan ini, diri akan mengisinya dalam berbahasa Indonesia dan materi keindahan negara ini. Diri ingin memuaskan ego ini untuk berbahagia sejenak sebagai bangsa Indonesia. 

Lagu "Indonesia Raya" menjadi lagu kebangsaan yang diperdengarkan dengan jelas pada saat 17 Agustus 1945 mengiringi suara Proklamator kita dalam mewakili Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Lantunan bait dari lagu ini pun menjadi bagian sejarah yang terus dilestarikan oleh generasi bangsa ini, setidaknya dalam upacara pagi di hari senin. Sebagian dari generasi ini pun berlomba untuk membuat lagu kebangsaan ini diperdengarkan di tanah lainnya sebagai bentuk kebanggaan atas prestasi anak bangsa! Mereka yang jiwanya tulus mengalun mengikuti lagu ini pasti akan merinding, hingga menangis seolah ada kekuatan magis di dalamnya. Akan tetapi bukan itu! Lagu ini benar membawa kedalaman batin bangsa Indonesia jika saja dapat dihayati dengan benar dan menggunakan hati, bukan sekadar mendengar untuk bertahan di bawah teriknya panas matahari. Tanyakanlah kepada mereka yang berada di ujung perbatasan negeri ini tentang bagaimana caranya menghargai lantunan 'Indonesia Raya'. Tanyakanlah kepada mereka yang berada di dalam pelosok negeri tanpa akses memadai tentang bagaimana caranya bangga untuk melantunkannya. Tanyakanlah kepada mereka yang berjuang atas nama bangsa di bidang apapun bagaimana rindunya untuk mendengar lagu ini dilantunkan bebas. Seringkali kita menjadi lupa dan memang cenderung melupakannya. 

Kemajuan zaman yang katanya membuat segalanya mudah, seringkali menjadikan semuanya harus dimudahkan. Diri tidak tahu apakah lagu ini masih bercokol jelas di kepala setidaknya dalam generasi sekarang. Adakah di antara kita masih memperdengarkan lagu ini melalui segala teknologi yang kita miliki, mulai segala kumpulan I hingga seterunya? Seorang teman diri pernah mengatakan bahwa saat lelahnya dia mengerjakan skripsi, lagu ini memberikan semangat tersendiri baginya. Sejujurnya, di sinilah pertama kali diri memiliki lagu Indonesia Raya dalam bentuk digital di alat elektronik diri. Di sisi lain, diri juga melihat sisi lain bahwa nasionalis seorang muda di lingkungan kampus setidaknya, tidak terbatas oleh jiwa aktivisnya saja atau seberapa banyak seorang terlibat dalam organisasi. Jadi, apakah generasi ini masih menyimpan sedikit saja rasa rindunya pada lantunan lagu ini?

Berikut lirik lagu Indonesia Raya dalam bahasa yang disempurnakan.
Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku, Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
II
Indonesia, tanah yang mulia,  Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri, Untuk s'lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka, P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia.
Indonesia, tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri, Untuk s'lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka. P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia.
III
Indonesia, tanah yang suci, Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri, N'jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri, Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji, Indonesia abadi.
S'lamatlah rakyatnya, S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya, Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.
Refrain
Indonesia Raya, Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya, Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.
Lagu Indonesia Raya terdiri dari 3 bagian. Akan tetapi, seringkali (atau mungkin hanya) bagian pertama saja yang dinyanyikan dan diperdengarkan selalu dalam setiap kegiatan apapun. Jangan tanyakan apa alasannya. Diri tidak tahu. Diri pun tidak ingin berspekulasi tentang itu. Mari yuk, lebih baik kita perhatikan indahnya lirik lagu negara ini! Jangan sia-siakan lirik hanya dengan menjadi bahan lagu untuk mengiring bendera pusaka. Kenampakan itu sangat jelas diri lihat dan rasakan sendiri ketika masih mengikuti upacara bendera. Sejak diri SD sampai universitas, diri tidak pernah sekalipun merasakan hikdmat dan syadunya penghayatan peserta upacara saat lagu kebangsaan ini diputar. Belum pernah! Setiap menjadi bagian dari barisa upacara, selalu ada bagian generasi yang akan mengiring lagu ini dengan keluhan ataupun sikap seadanya dalam menghargai sesuatu. Inikah yang layak masih diperbincangkan sebagai generasi penerus? Selama diri tinggal di negara seberang dan berkawan dengan banyak orang - orang dari belahan bumi lain, diri melihat sendiri cara mereka menghargai lagu kebangsaan negaranya. Bahkan sedari kecil, anak - anak SD di sini diajarkan bagaimana menghargai lagu yang menyatakan kemerdekaan dan identitas negaranya. Adakah generasi kita belajar cara menghargainya? Diri tidak tahu. Diri hanya mengatakan apa yang diri alami hingga tingkat universitas, saat terakhir diri mengikuti upacara bendera.

Dengan sepanjang intro tadi, diri tetap ingin menyajikan bagian ini, sejarah lagu "Indonesia Raya". Banyak sumber yang sekarang dengan mudah dapat diakses di internet tentangnya. Di sini, diri hanya akan membagikan rangkuman beberapa sumber tersebut dari artikel Yahoo.co.id.
Dilansir dari berbagai sumber, lagu Indonesia Raya ini pertama kali diciptakan dan diaransemen oleh Wage Rudolf Supratman. Kemudian, lagu tersebut pun pertama kali diperdengarkan di hadapan publik saat Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta.
Naskah dari lagu Indonesia Raya tersebut pun disebarluaskan melalui koran Sin Po pada November 1928. Di naskah tersebut, Wage Rudolf Supratman menggunakan tangga nada C dengan catatan tambahan 'Djangan Terlaloe Tjepat'.
Setelah itu, lagu Indonesia Raya pun selalu dinyanyikan di setiap pembukaan rapat-rapat dan pertemuan partai politik dan lembaga kenegaraan lainnya. Sampai pada akhirnya, lagu tersebut dinyanyikan pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Berikutnya, Indonesia Raya pun menjadi lagu yang wajib dinyanyikan pada setiap upacara bendera.
Pada tahun 1950, lagu Indonesia Raya akhirnya direkam untuk pertama kalinya oleh seorang musisi asal Belanda bernama Jos Cleber. Dengan sedikit revisi dan restu dari Presiden Soekarno, lagu Indonesia Raya direkam dengan iringan dari Philharmonic Orchestra di sebuah studio di Bandar Lampung.
Setelah berbicara sejarahnya yang cukup ringkas, setidaknya gerakkanlah hati untuk lebih memandang kepadanya. Yuk sekali lagi mendengarkannya dalam merenungkan diri seperti apa menjadi seorang INDONESIA.

Monday, August 12, 2013

Miracles: New twitter

Here is short grateful messages about new twitter. I have new twitter now. My previous one, @ossaing was passed away. The new one, @stephaniesaing, is new time for me. I want to open new papers for my communication. I don't want make it as ego, but I present it as communication for all. I am on my ways. Let's do some positives with it!

First, getting some new friends and never expected before! It is a miracle. I love to make new friends. It is very uncommon before. Why??? I never want to open my life. Now, I share what I got as my promises to Him! I am getting His grace, then I don't want to be a lake, but I want to be a river. Second, keeping in touch with old friends who never met for long time! It is a miracle. Seeing elementary school classmates and some friends from universities are very interesting. Somehow, we are growing up apart. Then, it will be memories for us. I love to have conversations with them.
Third, having some fun with new friends and other things. This is a miracle. I have very comfort to take communication with others. I was surprise when I have one of my professors' twitter too. It is not only that, but also other accounts surprised me. It is very nice! Then we all are connected to share. Not limit your views. We are world. Let's bring our media to share positiveness.

I want to talk about His grace by this new twitter. Be a miracle to bless. 

Very warm welcome to communicate! Yes, positive sharing enrich our life. 

In The Boon

Okay, one another day is provided to post some photos about activities. I did together with Aufa-Defa as my little friends here. I have not only them, but also Yuma, Sakura, Megumi and the youngest, Haruna. They all are my little friends here. I take short holiday for them before they go home and never come back to Akita. 

After getting careless accident yesterday, I went to the Boon this morning. Our purpose was only to have fresh air. Yes, Akita is very hot now. It is 31 degree Celsius around then it is unfriendly for skins. After getting so cold for months, suddenly having extremely hot! You can see in some newspapers about it. The highest temperature is 41 degree Celsius in some prefectures (47 of 50 prefectures). This reason brought us to Boon where the most comfortable swimming pool here. 

The Boon is located around Kamasiren. We take bus to there from AufaDefa's apartment. It takes around 20-30 minutes by public bus. Don't ask where it is. Please come to Akita then I will bring you there. It is located on the hills. There is also ski resort for winter if you want to play ski later. I am very curious about it later. In the Boon, there are some pools located indoor and outdoor. Outdoor pools are very nice! We can see directly to the hills around the Boon. Indoor pools consist to several pools in all warm water. They have wave pool and little water boom inside. People enjoy much as well us. Here, some photos about it. Children were very happy. 

Welcome to The BOON.
Here is Yuma!
Outdoor pools! 
Look! How happy they were.
Tante Rika and Hanura. She is cute, is it?
In the Boon, they also served for meals and public bathroom which is commonly in Japan. It is not only swimming pools, Boon also have onsen (Japanese-romaji) or hot spring pools for relaxing. In public bath in Japan, there must be hot spring pools inside. After playing in swimming pools, you can take relax before changing clothes. That's why you will not regret to come here. 

Sunday, August 11, 2013

Miracles: Keracunan pun teratasi!

Yes, I will deliver this post in Bahasa Indonesia. Some words are quite difficult to be used in English. I don't want to make it now. I only want to share what I experienced today. It is a miracle. Thanks Lord Jesus. You're the best. 

Hari ini, keajaiban sangat terjadi.
Cerita ini bermula saat diri berusaha mencari gereja di Akita. Dengan menggunakan informasi di google maps, diri menemukan beberapa gereja dan memutuskan untuk mendatangi salah satunya. Sebelum pergi, diri menikmati makan siang ikan panggang saus takoyaki kemarin yang diri masak. Makan siang inilah yang sepertinya menjadi petaka ke depannya bagi diri. 
Selepas makan siang, diri pergi mencari jalan ke gereja. Badan saat itu belum bereaksi apapun. Dengan bekal air putih, diri menelusuri jalanan Akita mencari gereja yang dituju. Puji Tuhan, diri menemukan gerejanya, meskipun diri belum masuk ke dalam karena diri tidak tahu ada tidaknya di dalam orang yang bisa berbahasa Inggris. Diri belum bisa sama sekali bahasa Jepang, kecuali untuk berbelanja. Diri bisa berbahasa Jepang dengan baik. Setelah menemukan lokasi gereja, diri memutuskan menelusuri jalanan kembali untuk mencari gereja lainnya. 

Perjalanan kembali dimulai. Tidak ada tanda - tanda lagi dari badan diri. Baiklah, dengan angin kencang, diri menelusuri jalanan. Saar melewati toko second street, diri melihat diskon 50%. Yeahhh, rezeki, kebetulan diri membutuhkan pakaian untuk summer camp di Mongolia. Puji Tuhan, diri mendapatkan pakaian baru yang bahkan masih ada label harganya dengan harga murah dan diskon pula! Keajaiban pertama. 

Semua berawal dari sini, sembari memilih pakaian dan mendengarkan radio Rhema selama perjalanan hingga di toko, diri merasakan hal yang aneh. Diri mulai keringat dingin, mual dan sakit perut. Segera, diri membayar belanjaan dan pulang bergegas dengan sepeda. Sepanjang jalan, diri hanya berusaha menguatkan hati. Dalam hati, diri berkata "Tuhan Yesus tolong" berulang kali hingga akhirnya diri muntah di pinggir jalan karena diri tidak tahan lagi. Setelahnya, diri langsung mengayuh sepeda lagi dengan berucap "Tolong ya Tuhan Yesus." Akhirnya, diri sampai di dormitory. Diri masih bisa tersenyum dan berkata "Tolong ya Tuhan". Di kamar, perut seolah dibersihkan oleh tubuh, semua isi perut yang keracunan dikeluarkan tubuh. Racun keluar dalam bentuk busa yang sangat banyak. Teman yang sedang berkomunikasi dengan diri, menelpon dan diri mengatakan kondisi saat ini. Mereka datang dan membawakan obat CTM dan beberapa pain killer untuk diri. Diri minum obat dan tetap terus muntah. Hal ini mungkin karena racun belum keluar semua. Sampai akhirnya diri lemas dan semua racun keluar semua. 

Keajaiban terjadi! Diri hanya berkata "Terima kasih Tuhan sakitnya. Ini sementara kan? Diri bisa menyelesaikannya kan, Tuhan? Terima kasih Tuhan." dan "Tuhan, sakit. Jangan tinggalin diri." Luar biasa karya Tuhan! Diri terkenal sekali orang yang rewel sebenarnya ketika sakit, tetapi selama hampir 3 jam melawan keracunan. Diri akhirnya bisa merasakan mukjizatNya kembali, seperti yang disaksikan oleh Ibu dalam siaran radio yang diri dengarkan sebelumnya. Setelah semuanya keluar, diri merasakan lega dan tertidur. 

Setelah bangun, diri merasakan luar biasanya pemulihan dari Tuhan. Diri sembuh! Yes, Tuhanku memang hebat. Merasakan mukjizat itu luar biasa. Diri belajar, dalam sakit pun mengucapkan terima kasih adalah hal luar biasa. Sebelumnya, diri punya sakit yang berulang, diri cenderung menangis dan menyesalinya. Akan tetapi, hari ini, Tuhan mengubahkannya sekali lagi dan sangat luar biasa caraNya.

Ohya, bagi para mahasiswa perantau tanpa keluarga seperti diri, berikut tips yang bisa dilakukan saat keracunan juga. Apa yang membuat diri keracunan? Diri makan ikan yang diri masak sendiri. hehe. Saat summer, tidak bisa makan masakan yang dibiarkan beberapa jam di ruangan saja, harus masuk di kulkas jika saat berada di Akita. Rentan basi dan prubahan lainnya pada makanan. Jadi, ketika melakukan hal seperti diri ada baiknya untuk melakukan hal ini:
  • Tetap tenang! Meskipun terus memuntahkan isi perut, berusahalah tenang dan mengucapkan hal positif untuk diri sendiri. Jadikan diri tetap merasakan hal positif. Jangan sampai kalah dengan keadaan. Ini tidak mudah, tapi bukan berarti sulit.
  • Muntahkan semua yang bisa dikeluarkan dengan benar. Jangan paksakan jika sudah tidak bisa muntah lagi meskipun ada perasaan ingin muntah.
  • Minum air putih yang banyak perlahan. Jika setelah minum muntah, kembali perlahan minum lagi. Jangan biarkan diri dehidrasi.
  • Hubungi teman jika masih bisa untuk mendapatkan pertolongan, setidaknya untuk melihat kondisi kita atau mencegah kemungkinan terburuk. Terkadang keracunan bisa sangat parah sehingga butuh pertolongan medis. 
  • Minum obat CTM atau jika tidak ada, minumlah obat maag setelah muntah selesai agar lambung tidak terlalu luka. 
  • Jika ada susu, minumlah! Susu juga dapat membantu detoksifikasi dan memberikan isi pada perut agar tidak kosong. 
  • Tidur atau istirahatlah. Jika tidur terlentang masih merasakan ingin muntah, miringkan badan dan usahakan tidur dengan tenang. Jangan stress atau panik.
  • Setelah bangun, usahakan makan makanan padat yang ringan ,seperti nasi putih atau kentang goreng yang tidak banyak minyak. Makan perlahan. Minum kembali susu atau air putih perlahan. 
  • Jangan lupa kembali istirahat.
Semoga tidak ada yang mengulangi kembali kebodohan diri. Tapi ini pembelajaran buat semua. Jangan panik ya. Tuhan tidak tutup mata loh. 

Happy engangement Intan!

Today is a celebration. I am glad for you, Intan and Wafi. Finally, Intan is Wafi's fiancee. Congratulation! 

We are happy for you! Please send the invitation to Japan. No more words can describe my happiness to you all. May God open His ways to your wedding preparations and all things needed! 

Just now the engagement. 

Tuesday, August 06, 2013

Miracles: Bless to bless

Hore!!!
Last Sunday, I had chances to share with Aufa and Defa. Both of them are sons of Pak Asri and Bu Yeni, Indonesia family from Makasar. Pak Asri just finished the doctoral program, then they will leave Akita in the end of next September. I actually am sad because I have no children friends later. Sometimes you need children as your friends to feel and to learn happiness in simple ways. I learn many new things and grateful ones from them. 

My dinner in first step.
They were very happy.
Enjoy time! Of course after breaking vasting
We went to Papageno, Italian buffet restaurant in Aeon Mall. They love to go there because you can eat all. No limit! All you can eat restaurant is never boring one. We went there by free charged bus from Akita station and took 30 minutes to arrive. After queuing up around 30 minutes, we got tables for six people. Now, time to enjoy food! I love their spaghetti and french-fries. Never mind. The most important one is that I love to see Aufa-Defa smiles. It make me remember my youngest brother. I always enjoy to play with children even though I don't always fulfill their wants to play some games. hahaha. I am not patience enough to play PS3 or some related to electronic games. 
Look my faces.
Overall, I fulfilled my promises to them. It is miracle to me because as student, it is looked very impossible to give a happiness to children in Japan where everything are expensive. But the miracle worked! Never underestimate your faith. Keep praying!

Global Yume

While waiting for going home, I am trying to post another one about my last weekend. Yes! I did have my first experience in joining global meeting. Global meeting is activity that brings all international students or some to interact and to introduce our cultures. Last time, I joined global meeting or global Yume in volunteering activities. We taught elementary and junior high school students in Higashinaruse-mura village. It was my first time. The concept is that we come and teach the students to communicate in English. I have lots of impressions about it, but I don't think so that one post can cover all stories. I even needed more than 3 hours to talk about it to my man. It is very nice experiences and unforgettable to me. Personally, this activities taught me many new things. I never expected before that I will have such kind activities during my classes here. 

What did I do there? I and friends taught junior high school student in English conversation and presentation. I was belong to group 5. First impression from them, they were very shy. I only got one or two words from them. It is normal for Japanese people, but don't give up. I was trying to make friend with them and communicating to them openly. I tried to bring them in English conversation by asking some short questions to each of them in group while lunch or dinner. In other time, I tried to speak with others groups. They are very nice girls and boys. Oh ya, they are now in 3rd grade students of junior high school. Most of them are fourteen to fifteen years old! I was remembering at that age, I was senior high school. It looked that I was growing too fast, may be. 

Building their confidence to speak English is not as easy as seen. They have very good English, but not quite confidence to talk with it. This is common problem in every world. At least, they don't insult their friend while trying to speak English. They respected each others and supported. We had some activities in this global meeting. We didn't have only discussing in groups, but also culture exchanging, playing park golf and celebrating Hanabi. I am very happy until now. I don't talk too much about it now. I will post more after having much time. 

Here I attached some photos in representing me and my groups, Group 5. Group 5 is me, Rane, Kana, Ayane, Kai and Kenzuke. They are very nice and strong one. I will not forget their dreams. 

Group 5 members in our first lunch.
Instructions in park golf. It was first time to have park golf. We had each mentor in groups, at least it was for us, the international students. All students have classes in park golf. 
Here, the winner of our group! Kenzuke!
Girls in actions. Junior high school students in Higashinaruse-mura.
Playing fireworks together. They enjoyed much. Hanabi.
Here is our resort for staying. It is a beautiful winter resort too. 
My group presentation about HMS chorus event in Higashinaruse-mura village.
Before farewell lunch. Thank you being wonderful friends. 
I will meet you all soon. Thank you let me post about you all. Keep work hard for your dream in the future! Keep this faith. 

Welcome to August

Hello my blog, I come back now. I am ready to write everything new and blesses given from Him. I love to have you as my life part. You did really good job so far. Now I am in my lab. Summer really works to me. I am lazy now. Feeling tired means I am too hard? I don't think so. I just let my self flow in holiday river. 

Then, don't such worries about it. I just want to welcome you to August as I did to another months. Yes, it is another bless given because I could have another new month. Incredible! This month schedules are full of preparation to welcome new challenges. New country visa is provided now then be ready to it now. Some new festivals in this short 'closed' days campus are waiting for. Now, getting ready to do real researches activities too! 

The most important one is this his day! Yes, I am very happy for your new age, my man. Best wishes for you in this August!

Let's be miracles to bless others. Yes we are His. 

Kanto Festival

I am glad to have short holiday in this weekend. It was exciting to be a part of volunteering activities and directly having annual festival in Akita City. In this post, I will present some photos about it. Let's enjoy summer festival in Akita. The name is Kanto Festival or shortly we can say as Lanterns Festival. This festival is held on 3-6 August every year. Every institution and local people participate in this event. So, don't surprise when you see Fujitsu or Sharp or Army institution lanterns in Kanto Festival. There are more groups participating in 4-days festival to show their corporations and culture. Here I attached some about it. The history or stories behind will be posted soon. 

Enjoy Kanto Festival! 
Welcome to AKITA, Japan. 












Note: I was wearing Yukata yesterday. It is an used Yukata that I bought from second hand shop, but it is very nice one and looked new, isn't it?