Tuesday, August 21, 2007

Kebahagiaan

Seindah malam bertabur bintang
Tangan bekerja dalam kerisauan untuk memahami
Kebahagiaan akan selalu ada
Cinta dipupuk dan disiram hingga tumbuh menjadi bunga
Risau akan memahami kebahagiaan
Kebahagiaan sesuatu yang dapat 'dibeli'
bukan dengan uang namun dengan ketulusan hati
Risau untuk mampu bertulus hati
Sulit.
Namun bahagia hanya dapat bertumbuh
Bertumbuh dalam ketulusan hati
Kebahagiaan menunggu depan mata
Kebahagiaan tetap ada dalam asa
Asa meyakinkan setiap insan tentang arti
Kebahagiaan

Setia

Ketika matahari mulai menjulang
Ketika embun pagi masih menetes
Ketika dinginnya udara pagi bertiup
Aku masih menunggu di sini
Menunggu satu kepastian dari hati
Ketika sang surya mulai beranjak
Ketika mata sudah tak mampu lagi melihat
Aku tetap akan menunggu
Berjaga...
Mendengar..
Bisingnya malam sembari kau kembali
Aku kan tetap terjaga sampai akhir nanti

Ini

Berderu ombak di pantai senja
Tiap butir pasir di pantai,
menggantikan tiap detik awan yang bergerak
Keyakinan akan suatu kepastian
Karena matahari akan tenggelam di sisi timur
dunia seras terbalik
Bahwa rasa kasih akan membawa suatu petaka
Bahwa rasa kasih menyakitkan keduanya
Bahwa pasir di pantai membawa berjuta-juta rasa kasih
Kasih itu pun akan terbuang bersama ombak di awan

Tuhan

Tuhan
bersimpu aku di kakiMu
Lemah diriku di hadapanMu
Tak berdaya aku melawan kuasaMu
Tak berbentuk aku di mataMu
Hina
Tak layak dianggap
Terang
karena dosa
Aku diam seribu bahasa
biar Tuhan tetap ada di sini
di hati kecil
Sunyi
Renta
dan Sepi

Mahameru

Biar ku tak sampai di puncakmu

Bukan berarti perjuanganku isa-sia

terhenti di tengah jalan,

bukan berarti aku gagal

Ada suatu keyakinan, di sebuah laut awan

yang menyelimutimu dengan sabar

Aku akan kembali

Kau ajarkan tuk sabar menanti

Aku kan kembali

dengan jiwa dan raga yang sama atau yang berbeda

Kau ajarkanku tuk lebih baik lagi

Aku kan kembali

Kau ajarkanku untuk tepati janji

Aku kan kembali

Karena kau kan setia menanti.

Selamat Jalan

Kini yang jauh di sana tinggal kenangan

Mungkin saja bermakna

ataupun torehan tinta emas pada sebuah kertas yang disebut memori

Biar ia datang ke sana

di rumah tenang, tempat segala penat akan terlepas

Hanya wanginya doa, keikhlasan dan kasih sayang

kan antar ia jauh terbang,
lintasi awan,
menapaki tangga emas,
wajah yang disebut Surga...

Bukan ia yang meminta

tapi takdir yang memaksa

setiap orang pantas mendapat

walau dalam tiap hadirnya, ia sering merasa terasing

Hatinya lembut terasa

dapat kau lihat dari sinar matanya

Ada rasa iba tak ternganga

ia ingin menatap masa depan

walau hari telah senja, mungkin...

akan tetap beda

walau ia akan berada di sana

Sekali lagi,

ia tetap kenangan

dalam asa

yang terindah...

Kembali

Hari ini kutemukan kembali sisa-sisa hati yang telah tercecer itu. Ada kepingan yang jatuh jauh ke bawah samudra terdalam hati yang lain. ada pula yang jauh terbang ke angkasa. Terbang ke langit yang tinggi mencari kedamaian. Ada yang lain menyelam ke lumpur kotor mencari ketenangan abadi dalam kegelapan. Dan kepingan-kepingan kecil lain yang entah di mana sekarang.
Hari ini kulihat kembali di sisi terdalam diri ini ada pandangan lelah akan sesuatu yang telah hilang itu. Meski kini ia telah kembali tetap saja ia tak akan utuh lagi serupa awal kisah. Kepingan-kepingan itu terbang, mengangkasa sampai langit tertinggi di lubuk hati.
Hari ini kurasakan kembali apa yang telah lam terpendam. Sesuatu yang lama tak terungkap. Ada sisi lain yang selama ini tertutup rapat oleh bongkahan es keegoisan. Aku melihat kini ia masih dingin. Tetap sama. Belum berubah. Dingin.
Hari ini kurenungkan kembali segala yang telah lalu. Meski hati masih tak lagi sedingin yang lalu tetap saja ia sama. Sama. Tak akan berbeda. Apa yang mesti kau tahu? Aku bukan bagian dari suatu rencana. Kurenungkan untuk membuka kembali semuanya bukan mencairkan apa yang telah membeku itu sampai pada tetes terakhir.
Hari ini ku kembali ke diri ini. Siapa aku dan mengapa harus aku ? Tak peduli sudahkah kepingan itu ditemukan atau cairkah tetes-tetes peluh dalam hati ini. Tetap sama. Dingin.
Rasakan saja sebagai sesuatu yang tertunda dan bukan bagian dari ilusi mata. Aku tahu otak yang menafasi tiap huruf yang terukir sekarang. Tak perlu kau tanyakan kembali.
Jauh.

Friday, August 17, 2007

Kangen

Hari ini udah lewat sebulan

namun tetap saja kangen itu tetap ada..

Kangen dengan smeua yg pernah ada

canda tawa

alam bebas

kelelahan

setengah mati tengah hutan

hilang org

nggak tahu arah

pusing jalan pulang

jatuh dari tmp duduk

nangis nggak karuan

mandi yg nggak teratur

nggak ada malu2nya ama kerjaan

gangguin orang di jalan

bergosip bersama

mencari kayu bareng

menangis sendiri

menatap bintang di tengah malam

sakit perut tengah hari

mo pingsan di tempat nggak jelas

ketiduran di track

keduluan org lain

lihat org ngeliatin kita

semuanya deh...

masakan mu mas.. hahahaha

Kemerdekaan

Hari ini kulihat sebuah hari cerah di wajah setiap umat Indonesia

Ku tatap di tiap relung jiwa mereka

bahwa ada suatu kenikmatan tersendiri dalam arti merdeka

Ku lihat semua orang bersorak

menyerukan apa yang telah lama terpendam

Ada harapan baru yang ingin dibuat

Ada harapan baru yang ingin diwujudkan

Tak lama berselang

waktu menjadi layu

Merdeka

Itu harapan bangsa
dalam segala bidang..

tak hanya dari peluh keringat dan darah
Hanya ingin MERdeka

tak lagi merasakan peluh dan asa yang berat

segalanya ingin diakhiri

di hari Kemerdekaan ini