Video dari N4F yang pertama kali diri tengok di kebaktian sore gereja minggu lalu (17 Februari 2013). Sungguh video ini selalu membuat diri menangis. Mengapa? Bukan karena videonya yang menyentuh, tapi karena diri tahu bahwa diri tidak sendirian. Diri punya Bapa yang hebat yang tidak tinggalkan diri sendirian. Meskipun badai dan penolakan terhadap diri di mana - mana, tetapi diri tidak akan pernah dibiarkan sendiri. Bukan untuk lari darinya, tapi menyelesaikannya. I will not walk alone more. Tuhan selalu ada.
Apa yang dipikirkan, didengarkan, disuarakan, dilihat dan dirasakan. Cerita hari ini dan perjalanan. All memories and stories.
Friday, February 22, 2013
Wednesday, February 20, 2013
Apakah perlu pendidikan etika dalam kurikulum?
Pertanyaan di atas mungkin lebih tepat bukan menjadi sebuah judul
tulisan, tetapi seharusnya menjadi refleksi semua pihak. Mengapa?
Ya, diri merasa dan membuktikan bahwa etika adalah sebuah
pegangan seseorang untuk bersikap, bertindak, dan berekspresi. Ini mungkin
terdengar seperti subjektif karena etika sebuah pelajaran yang sifatnya
personal. Seseorang bisa saja kaya raya, tapi belum tentu dia beretika ataupun
sebaliknya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edis ketiga (2005:309),
etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta tentang hak
dan kewajiban moral. Jika dilihat dari sudut pandang aplikasinya langsung,
etika dapat dikatakan terdiri dari menghargai-menghormati, sopan santun, dan
kelakuannya (attitude).
Aspek pendidikan etika secara tidak langsung akan diterima setiap
anak – anak hingga pemuda – pemudi Indonesia di dalam keluarga, sekolah atau
universitas, dan lingkungan bermainnya. Kesibukan orang tua dan tuntutan
ekonomi, serta gaya hidup yang tinggi mendorong pendidikan etika pun seolah
terlupakan dalam keluarga. Komunikasi antar anggota keluarga yang semakin
menipis mendorong pendidikan informal ini tidak berjalan dengan semestinya seiring
majunya zaman. Akhirnya, seluruh pendidikan ini diserahkan pada lingkungan
sekolah yang menjadi tempat utama anak – anak menghabiskan waktu. Jadi, seperti
apa aplikasi etika sekarang dalam kehidupan generasi bangsa ini ke depannya?
Penghargaan terhadap seseorang di negara ini pada masa sekarang
adalah suatu hal yang sulit. Sikap untuk menghargai dan menghormati orang lain
seolah luntur dalam kehidupan kita sehari – hari. Penghargaan kepada orang lain
bukan sebatas pada piala atau piagam atau uang yang dapat diberikan kepada orang
tertentu karena prestasi, jabatan ataupun kekuasaannya. Penghargaan tidak
sebatas itu! Ini hal yang diri rasakan sangat luntur di antara manusia
Indonesia. Tempat – tempat tadi yang seharusnya lebih terpelihara untuk
penghargaan ini pun belum mampu melakukannya.
Bagaimana aplikasi etika dalam sekolah? Jika boleh jujur, sekolah
pun sekarang penuh dengan ketidakaturan dalam sikap dan perilaku
siswa-mahasiswanya. Aksi tidak beretika yang dilakukan memiliki rupa dan bentuk
yang beragam. Hal paling mudah untuk dilihat adalah penghargaan. Mungkin contoh
di televisi dapat menjadi gambaran paling nyata antara yang menghargai dan
tidak. Pemutaran liputan anak – anak berprestasi dan sekolah yang teratur
seolah menjadi pelega dahaga kita akan harapan bahwa masih ada generasi ini
yang benar di dunia yang bengkok. Akan tetapi, pemutaran liputan tawuran antar
SMA atau SMK beberapa waktu lalu menunjukkan sisi lain bagaimana generasi ini
bersikap. Berdasarkan pengalaman diri sejak SD sampai universitas, ada beberapa
hal kesamaan yang selalu diri temui, yaitu sulitnya seorang anak untuk
menghargai dirinya dan gurunya.
Ya, penghargaan terhadap dirinya dan guru atau dosen adalah sesuatu
yang diri rasakan tidak pernah tumbuh atau sama saja sejak SD sampai
universitas. Bentuk – bentuk tidak menghargai ini beragam yang diri lihat,
yaitu menghina guru atau dosen, mencontek, dan menipu. Penghinaan terhadap guru
yang terbesar saya rasa bukan dari pemerintah atau aspek legal negara ini, tapi
justru berasal dari muridnya sendiri. Guru bagi diri bukan sekadar profesi,
tetapi suatu bentuk pengabdian yang tinggi, sama halnya seorang dokter. Mungkin,
sewaktu kecil kita pernah mendengar bahwa guru adalah Bapak/Ibu kita selama di
sekolah. Ucapan itu bukan sekadar sugesti buat diri sewaktu kecil, tetapi benar
apa adanya yang diri rasakan hingga lulus universitas. Bentuk penghinaan ini
beraneka ragam, seperti pengejekan langsung maupun tidak langsung, penanggapan
bahwa tidak bisa mengajar, penggampangan (sepele) terhadap pelajarannya, dan
sebagainya. Diri rasa semua pasti sering mendengar keluhan anak – anak yang
berujung pada penghinaan atau penyalahan pendidik sebagai dalang mereka tidak
mengerti atau bahkan tidak naik kelas. Ya, mungkin ada beberapa kondisi
demikian, tapi oknum. Sekali lagi, itu oknum. Bagaimana penghargaan mereka
terhadap seorang pendidik? Sesulit itukah hingga sekarang bagi sebuah generasi
yang beruntung untuk menghargai gurunya bahkan di saat banyak anak – anak
merindukan sosok guru di hari – hari mereka. Siapa yang salah? Diri tidak suka
melihatnya dalam sisi kesalahan, tapi mari kita lihat dari sisi bagaimana
sekarang kita akan memperbaikinya dan memutus rantai setan ini.
Suatu sikap menghargai akan berkaitan erat dengan sopan santun
dalam berkelakuan. Keseluruhan rantai ini menjadi sesuatu yang saling
komprehensif dalam praktiknya. Dengan demikian, pemecahan permasalahan seperti
apa yang kita harus lihat. Diri melihat tentang suatu struktur kurikulum yang
lebih keras untuk kembali diterapkan. Ya, kembali mengapa ini harus dipikirkan.
Kita selalu menyalahkan kurikulum pendidikan yang tidak mendukung daya kembang
dan kreatif anak – anak. Akan tetapi, pernah kita mengevaluasi kurikulum ini
dari sisi perkembangan emosional dan kedewasaan seorang anak. Sebagai contoh,
pendidikan anti korupsi yang mungkin baru dipikirkan dan segera diaplikasikan
sejak tingkat korupsi Indonesia semakin naik dengan cepat. Mengapa harus selalu
bentuk preventif dipikirkan di bagian akhir?
Bagi diri, pendidikan menjadi manusia Indonesia yang berbudi
pekerti dan berakhlak seharusnya dari dulu dan dulu sudah diterapkan,
dipikirkan pengembangannya, dan dievaluasi pelaksanaannya. Suka atau tidak,
sekolah menjadi lahan terbesar para anak menghabiskan waktunya dan sudah
seharusnya suatu program yang dikerjakan anak – anak di tempat ini adalah yang
paling besar pengaruh dalam hidupnya. Mulai berantas korupsi adalah dari hal
yang kecil, seperti disiplin waktu, kejujuran bekerja dan belajar, serta
ketaatan terhadap aturan yang telah dibuat. Manusia – manusia seperti ini pada
masa sekarang mungkin akan dianggap kuno dan tidak gaul. Akan tetapi, harus
mulai ditanamkan atau bahkan lebih tepat untuk dipertanyakan, apakah tidak
beretika itu gaul?
Rantai setan ini harus segera diputus! Apakah perlu kita masukkan
mata kuliah atau mata pelajaran etika agar menjadi suatu pelajaran yang wajib
untuk diambil ke depannya, seperti pendidikan anti korupsi? Diri akan katakan
ya. Hal ini perlu untuk dipertimbangkan dan dilebur kembali dalam struktur
kurikulum kita. Pendidikan ini seharusnya dapat menjadi pegangan kita memutus
rantai setan dan kembali menghidupkan manusia – manusia Indonesia. Kehidupan
generasi kita bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tanggung jawab kita untuk
mempersiapkan mereka tumbuh menjadi manusia Indonesia dewasa.
Dalam aplikasinya, etika harus dipraktikan dan dilakukan oleh
semua aspek pendidikan itu dulu, seperti menteri, para pejabat pendidikan,
guru, kepala sekolah, dosen, asisten akademik, rektor dan lainnya. Belajar tertulis
dan mencontoh langsung adalah hal yang paling tepat. Contoh adalah teguran tak
tertulis yang lebih menyakitkan dan bisa mengubahkan.
Friday, February 15, 2013
Only you
One and only (Adele)
You’ve been on my mind
I grow fonder every day,
lose myself in time just thinking of your face
God only knows why it’s taking me so long
to let my doubts go
You’re the only one that I want
I don’t know why I’m scared, I’ve been here before
Every feeling, every word, I’ve imagined it all,
You never know if you never try to forget your past
And simply be mine
I dare you to let me be your, your one and only
Promise I’m worth it to hold in your arms
So come on and give me the chance
To prove that I’m the one who can
Walk that mile
Until the end starts
Have I been on your mind?
You hang on every word I say, lose yourself in time
At the mention of my name, will I ever know
How it feels to hold you close
And have you tell me which ever road I chose you’ll go
I don’t know why I’m scared, I’ve been here before
Every feeling every word, I’ve imagined it all,
You never know if you never tried to forgive your past
And simply be mine
I dare you to let me be your, your one and only
I promise I’m worthy to hold in your arms
So come on and give me the chance
To prove that I’m the one who can
Walk that mile
Until the end starts
I know it ain’t easy
Giving up your heart
I know it ain’t easy
Giving up your heart
(Nobody’s perfect, trust me I’ve earned it)
I know it ain’t easy, giving up your heart
(Nobody’s perfect, trust me I’ve earned it)
I know it ain’t easy, giving up your heart
I know it ain’t easy
Giving up your heart
I dare you to let me be your, your one and only
I promise I’m worth it to hold in your arms
So come on and give me the chance
To prove I’m the one who can
Walk that mile until the end starts
Come and give me the chance
To prove that I’m the one who can
Walk that mile until the end starts.
Sunday, February 10, 2013
Picture in this week
Cerita tentang Gie (oleh diri di tahun 2009)
Gie dan Prototipe Mahasiswa
Tahun 2005, GIE terpilih sebagai film terbaik versi FFI (Festival Film Indonesia) 2005. Film GIE yang bergenre ‘sejarah’ ini menggambarkan sosok Gie sebagai tokoh utama dengan segala pemikirannya dan tindakan semasa hidupnya berdasarkan buku hariannya, yaitu Catatan Seorang Demonstran.
Gie merupakan sosok demonstran yang hidup di zaman peralihan orde lama ke orde baru. Keberadaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan sosial pada tahun 66-an. Gie menjadi sosok yang radikal di mata pemerintahan Soekarno. Ia hidup dengan pemikirannya sebagai seorang pemuda yang peduli terhadap ketimpangan dan kemunafikan yang tumbuh subur di kalangan mahasiswa seangkatannya. Sebagai salah seorang mahasiswa, Gie mendeklarasikan sebuah ‘prototipe’ kebebasan yang ideal mengenai kebijakan pada masa itu. Mengapa dikatakan sebagai prototipe? Pada masa itu, Gie hadir sebagai seorang yang berani menentang ketidakberesan yang digombar-gambirkan oleh pemerintahan Soekarno melalui caranya, yaitu tulisan. Ketidakberesan dan kebusukan pemerintahan ‘diusik’nya melalui tulisan-tulisan kritik yang tajam yang dimuat di harian ibu kota pada saat itu seperti Harian Kompas.
Gie tumbuh sebagai pribadi yang konsisten dengan apa yang dia pilih dan yakini. Kemunafikan yang dilakukan oleh teman- teman sejawatnya semasa kuliah merupakan suatu pukulan terhadap dirinya yang terus berjuang demi perubahan. Gincu dan bedak merupakan benda yang ia kirimkan kepada teman-teman seperjuangannya itu dengan pesannya yang pedas “SEMOGA BISA BERDANDAN di DEPAN PETINGGI NEGARA’. Gie hidup tanpa terseret arus kemewahan yang ditawarkan oleh pemerintahan Soekarno saat itu sebagai upaya menutup mulut para demonstran. Gie tidak bodoh dalam melihat ketidakberdayaan mahasiswa yang berjauang dan kekuasaan pemerintahan yang absolut. Pers pun ditekan pada masa itu.
Terlepas dari pribadinya yang cinta tanah air, suatu sikap yang mulai langka dan mungkin akan segera musnah dari muka bumi Indonesia, ia adalah postur nyata seorang demonstran sejati yang dibutuhkan pada masa kini, ZAMAN REFORMASI. Andaikan Gie masih hidup hingga masa ini, ia pasti melakukan apa yang disebutnya sebagai perjuangan melalui tulisan dan kritik yang bertebaran. Zaman reformasi yang lahir tanpa landasan hukum telah membuat para mahasiswa dan pemimpin negara terlena dalam menentukan pilihan dan sikap serta kebijakan yang diterapkan pada rakyatnya. Mahasiswa sebagai pejuang demonstran hadir tanpa meneladani sosok seorang Gie. Mahasiswa tidak memahami sepenuhnya arti perjuangan sesungguhnya. Mereka seolah tumbuh dengan model teman seperjuangan Gie tahun 66-an. Gie lahir dalam pergolakan Pasifik yang memungkinkan berpengaruh pada kehidupannya pada masa remaja hingga dewasa.
Ia dididik dalam keluarga sastra dengan hobinya membaca buku telah membuahkan sebuah pemikiran cemerlang bagi kehidupannya yang gemilang. Ia memilih untuk hidup susah dalam arti berusaha untuk mengenal rakyat Indonesia sesungguhnya yang keadaannya tertutupi oleh sikap Soekarno di mata pemimpin dunia.
Apa yang sebenarnya diperjuangkan oleh seorang Gie. Sekali lagi, PERUBAHAN. Perubahan yang lebih baik untuk rakyat Indonesia, untuk rakyat yang harus makan kulit mangga dari tong sampah. Ironis, 2,5 km dari pemulung organik itu, raja Indonesia tertawa riang dengan para istrinya, ya PARA ISTRI. Perubahan terhadap suatu pemerintahan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan bangsa. Hampir seluruh pendemo mahasiswa belum memahami penuh tentang apa itu perjuangan dengan cara demonstrasi.
Gie merupakan sosok demonstran yang dibutuhkan dunia mahasiswa pada masa reformasi. Kehidupan reformasi merupakan cerminan nyata perjuangan Gie pada tahun 66-an. Ekspresi perjuangan Gie terwujud pada awal tahun 2000-an. Namun, perjuangan Gie mulai tersendat pada masa sekarang. Mahasiswa hidup dalam dunianya sendiri yang tampak penuh dengan kekerasan.
Gie lahir sebagai prototipe ideal bagi sebuah kehidupan mahasiswa. Kehidupan mahasiswa pada masa sekarang adalah keberadaan yang perlu diperbaiki demi kelanjutan berbangsa yang lebih bermartabat dan berharga di mata dunia. Permasalahan mahasiswa bagaimana ia memperbaiki citra dan tabiatnya.
Pecinta alam dalam Lagu
Postingan diri ini sudah lama sekali rasanya. Diri juga menemukannya di dalam blog diri yang lain dan tidak terurus. Rasanya isinya pun masih relevan dengan kondisi sekarang atau bahkan sangat relevan sekali. Diri menyadari tulisan ini sangat sederhana dan hanya melihat sisi subjektivitas diri yang masih kekanakan saat itu. Akan tetapi, rasanya demikian yang masih diri rasakan hingga sekarang. Salam Lestari! Selamatkan alam ini dengan seharusnya.
Pecinta Alam - Rita Rubi Hartland
pendaki gunung, sahabat alam sejati
jaketmu penuh lambang,
lambang kegagahan
memproklamirkan dirimu pencinta alam
sementara maknanya belom kau miliki
ketika aku daki dari gunung
kegunung
disana ketemui,
kejanggalan makna
banyak pepohonan merintih kesakitan
dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
batu batu karang merintih kesakitan
ditikam belatimu yang bermata ...
hanya untuk tunjukan pada halayak
bahwa disana ada kibar benderamu
oh alam korban keakuan,oh alam korban keangkuhan
maafkan mereka yang tak mau mengerti arti kehidupan
lagu ini baru ku temukan dari forum jpers-tq- aku tak tahu apa yang kurasakan saat mendengar lagu ini setelah sulit mendonlotnya.
namun itulah faktanya hingga sekarang. seringkali pendaki hanya memperoleh obesesinya saja. sulit untuk memahami apa yang sebenarnya harus dilakukan! pendaki sejati masih langkah sekarang. pengakuan seringkaliu menjadi peng-aku-an dari sikap itu. apa yang harus diperbuat! setuju!
jadilah pendaki yang baik dan mengenal bahwa mendaki bukan sekadar adrenalin ke puncak atau pun obsesi pengibarana bendera kebangsaan. cintailah alam apa adanya dan biarkan ia tetap apa adanya.
Cerita Polisi Cepek
Materi ini sudah lama sekali ingin dituliskan, tapi tidak pernah kesampaian. Terlalu sibuk dengan mengganggap semua harus sempurna dan jadi yang bagus – bagu sekali. Hari ini kembali tergugah dengan topik ini. Masyarakat Indonesia. Harusnya bisa menjadi topik yang seru untuk tahu lebih dalam lagi. Kenapa? Hanya di Indonesia semua hal dapat dijumpai. Pengalaman di luar negeri itu menunjukkan banyak sekali bedanya di negara ini. Diskusi – diskusi tentang banyak hal mengenai negara ini dari aspek tak terduga pun menggugah untuk dituangkan. Tampaknya akan semi subjektif karena memang berasal langsung dari pola pikir daku.
Streght >> Keberadaan polisi cepek dapat dikatakan membantu mengatasi kemacetan dengan menjadi penengah di antara pengguna jalan yang semua ingin duluan. Katakanlah kita berada di pertigaan yang padat, seperti di segitiga sumur bandung -catatan, padatnya hanya jam tertentu- keberadaan polisi cepek di posisi ini adalah membantu mengatur mobil yang menerus dari dayang sumbi ataupun dari sumur bandung. Para mas – mas ini bergantian mengatur mobil-motor yang lewat antara sumur bandung, dayang sumbi, taman sari. Setiap pagi, terutama jam sekolah dan kerja dimulai, sekitar pukul 06.45an, sore saat pulang kampus dan kerja, sekitar pukul 17.00an, adalah jam padat di lokasi ini. Mereka mengatur dengan mengganti giliran stop tiap kendaraan dari masing – masing arah. Seringkali daerah ini kosong tanpa mereka dan saat itu juga di jam sibuk, semua tetap berebut untuk maju duluan. Keadaan sabar harus diinisiasi salah satu mobil dari salah satu arah baru kesemerawutan jadi sedikit berkurang. Efeknya kemacetannya bisa melingkar dari di dayang sumbi, sumur bandung dari arah dago-dipatiukur, dan taman sari dari arah kebun binatang.
Intro lewat sudah! Kita masuk ke cerita yang sesungguhnya.
| Aktivitas dan kesibukan kendaraan di sekitar lokasi segitiga macet. |
Dalam kamus bahasa Indonesia, (diringkas), polisi itu artinya pelindung publik dalam kehidupan sosial dan sebagai individu. Ada nilai – nilai penegakkan hukum di dalamnya. Tapi, di Indonesia, bapak polisi yang ini berbeda. Dia mungkin terlihat mengatur keadilan hukum, tapi dalam seragam dan pendidikan yang minim. Bedakan, seragam bapak – bapak polisi diperoleh melalui pendidikan khusus bertahun – tahun untuk menjadi pengadil. Polisi ini mantap sekali dalam menjalankan tugasnya. Ya! Polisi cepek. Semua orang paling mudah menemukan bapak – bapak, mas – mas polisi cepek di pertigaan atau putaran yang ramai dan padat lalu lintas. Dengan gaya yang berbeda – beda tiap orang, mereka mengatur jalan dan berusaha untuk mendapatkan rezeki darinya. Rezeki pasti diharapkan karena memang mereka rasanya tidak ada gaji tetap di setiap waktu yang dihabiskan di sana.
Mari kita analisis keberadaannya. SWOT. Metode analisis yang mulai sekarang kita pakai di semua narasi argumentatif tentang masyarakat Indonesia.
Sebenarnya, keberadaan polisi cepek ini seperti apa posisinya di masyarakat? Mari kita lihat.
| Gambar rada kabur karena diri ga enak memotret orang sedang bekerja. Yang ada nanti menimbulkan virus geer dan berbahaya untuk pengendara di segitiga macetnya. |
Weakness >> Keberadaan polisi cepek ini dapat menjadi ancaman untuk kejahatan. Di satu sisi, cepek menunjukkan bahwa mereka mengharapkan imbalan untuk bantuan ‘meloloskan’ mobil dari putarannya. Status ‘imbalan’ ini dapat mendorong tindakan kriminal terjadi, misalnya pemaksaan, pengerusakan mobil sengaja, dan terburuk adalah perampokan terencana. Bagaimana besaran potensinya? Semua akan kembali kepada subjek yang bekerja. Di acara reality show tentang kehidupan masyarakat terpinggir dan miskin, masih menunjukkan adanya polisi cepek yang hidup dengan tulus. Namun, tetap peluang ini menjadi suatu kelemahan. Di sisi lain, keberadaan polisi cepek juga terkadang mengatasi kesemerawutan pada kondisi sementara waktu atau sesuai keinginan subjek karena tidak ada ikatan aturan yang mengatur keberadaan mereka.
Oportunity >> Dengan melihat kebutuhan masyarakat terhadap pelayananan jalan yang baik, keberlangsungan polisi cepek dapat saja dipertahankan dengan status pegawai kontrak negara. Mengapa? Keterbatasan dana yang besar untuk teknologi yang sangat maju dalam waktu yang singkat dan melimpahnya sumberdaya manusia yang membutuhkan kehidupan, dapat menjadi suatu alasan untuk memberdayakan masyarakat sebagai ‘pelayan’ masyarakat itu sendiri. Kontrak mengindikasikan penghargaan terhadap pekerjaan tidak tetap yang di dalamnya dapat hidup, tetapi mungkin dapat membantu untuk sementara waktu hingga pekerjaan layak yang sedang diperjuangkan diperoleh.
Threat >> Keberadaan polisi cepek ‘terancam’ dapat terancam dengan aturan ketertiban umum. Ketidakterimaan masyarakat sekitar lokasi juga bisa menjadi pertimbangan tersendiri dapat menjadi ancaman bagi posisi mereka dalam melakukan kerja tersebut. Masyarakat di sini dapat berupa preman sekitar, orang yang dituakan, dan lainnya.
Mungkin bisa dibilang itu analisis SWOTnya versi argumentatif berdasarkan observasi dan pengumpulan data primer yang terbatas. Jadi, bagaimana keberadaan mereka akan diputuskan? Baikkah mereka ada di antara perjalanan kita atau sebaliknya. Pribadi saja sekali lagi, mereka ada tidak masalah, tapi diakui.
Dalam syarat perjalanan yang lancar seharusnya akan kembali kepada para pengguna jalan. Ketertiban tumbuh sebagai suatu aksi dari kerelaan hati pengguna jalan untuk mengantri, bergantian, dan mempersilahkan setiap orang lewat. Percaya tidak, semua orang di jalan ingin lekas sampai. Tetapi, ada yang namanya urgent dan important !
Flowers have been here!
Beberapa bunga ini pernah ada dalam kehidupan diri. Diri sangat menyukai bunga. Meskipun agak tidak jelas kadang kelakuan diri, tapi diri sangat menyukai bunga. Selama beberapa tahun bergelanyutan di Bandung. Beberapa tangkai bunga ini hadir mengisi hari - hari diri. Hal ini menyenangkan dan tidak pernah akan terlupakan. Seandainya bisa bunga - bunga ini tetap bertahan, diri akan selalu menyimpannya.
![]() |
| Bunga pertama dalam cerita cinta kami. Sumbernya kembali pada keinginan diri untuk memegang mawar putih. Alhasil, pacar dengan semangat dan pertama kali kembali mencarikannya untuk diri. |
![]() |
| Terima kasih HMT 08. Terima kasih sudah mengarak diri yang tidak pernah mengarak ini. Setidaknya diri masih sempat memberikan tiap tangkai bunga kepada para perempuan tangguh yang besar di tambang. |
![]() |
| Mawar indah di salah satu hari indah kami. Bunga ini adalah saat wisuda kemarin diberikan. Sungguh indah dan tak akan terlupakan. Terima kasih lelakiku yang hebat. |
![]() |
| Beberapa jam setelah wisuda. Bunga yang begitu indah untuk semuanya. |
Terima kasih atas semua bunga dan rasa sayang yang telah diberikan kepada diri. Terima kasih untuk tiap tangkai kebahagiaan yang telah diri terima. Semoga segala amal ibadah untuk membelikan dan memberikan tiap tangkai ini digantikan dengan cinta, kebahagiaan dan berkat berlimpah untuk semuanya, bukannya hanya pacar tetapi semua orang terkasih yang menyayangi maupun membenci diri. Selamanya kita adalah manusia - manusianya Tuhan dan diri tidak akan pernah berhak membenci meskipun kesal sudah berada di ubun - ubun. Kebahagiaan adalah berbagi bahagia di tengah situasi apapun meskipun sulit dan bahkan senyum pun terasa sangat menyiksa.
Sendu
Ku merindukanmu karena dirimu
Malamku sepi tanpamu
Aku berdoa dalam senja
Menunggumu untuk datang bawa
cinta
Kamu dimana kasih?
Saat ku menantimu
Berharap ada sisa waktu kita
memadu
Melihat hati kita yang dulu
Tak sendu
Tak ragu
Dan yang ku tahu pun kita tetap
ingin dalam satu
Kamu indah dalam hidupku
Kamu anugerah yang pernah
singgah di hatiku
Kamu menutup mataku dengan
kasihmu
Mengajarku melangkah tegak
dengan gandenganmu
Membawaku berlari mengejar
mimpiku
Membuatku tersenyum untuk tiap
sedihku
Bersabar dalam egomu
Berharap atas apa yang kita
sedang rajut
Berdoa untuk setiap cinta yang
kita bangun
Kamu, dalam hatiku
Kamu yang membangunkan aku
Kesenduan ini kubagi hanya
dengan hatiku
Yang kembali tertutup dengan
kepergianmu
Ku menunggumu di sini
Hatiku,
Malam
Malam, sebelumku terdiam dalam
lelap.
Hanya bersamamu ingin ku berbagi
hari ini
Dengan cinta yang ku taburkan di
tiap langkahku
Tak ada ragu ku melangkah
Waktu yang terus berjalan, seolah
mengisi relung hatiku
Lebih erat!
Kamu tahu, malam tak jadi batasku
Kau melindungiku!
Mengertikah kamu dengan hadirmu.
Hanya laluimu ku temui matahari
esokku
Pernah tahu kah kamu, bukan jadi
sahabat terbaik dirimu
Ketika kamu paksaku untuk
menemanimu
Ku bagi semuanya
Tapi tak ingin kamu paksa dengan
caramu
Ku ingin lelap denganmu!
Bukan dengan marah untuk
menyanjungmu
Hanya ku ingin dipeluk dengan
waktumu
Malam,
Dengan cinta tetap akan ku
tinggalkan beban hariku
Kamu yang tahu seperti apa aku
Dan dengan waktu, esok kau antar
aku
Menemui matahariku
Tetaplah kamu di sini, di sisiku
tiap hari
Bukan memaksa menemuimu, sekali
lagi!
Tapi jadi tertidur tenang
denganmu.
Saturday, February 09, 2013
Catatan ulang tahun 2012
28 Oktober 2012,
Resmi, diri berumur 21 tahun. Terima kasih atas kesempatanNya yang telah diberikan untuk mencapai usia ini. Tidak mudah rasanya berumur 'setua' ini bagi diri. Terbiasa dengan cita rasa 'muda', rasanya hasilnya menjadikan sesuatu yang aneh bagi diri. Bukan berarti sombong, hanya saja diri terkadang merasa belum cukup saatnya. Tetap bermain adalah menyenangkan. Akan tetapi, muncul pertanyaan, 'bermain' seperti apa yang diinginkan? Ya, dalam otak diri masih saja seperti anak - anak berumur 16 tahun dan baru saja merasakan kemerdekaan dari kolotnya zaman pendidikan orang tua. Merasakan demikian, membuat ulang tahun ini hampir menjadi hambar. Keberadaan orang - orang terdekat menjadikannya indah dan sungguh bermakna meskipun ternyata menyimpan luka untuk yang lain. Diri tidak bisa mengerti itu dan sebenarnya tidak menerimanya. Terlepas dari itu semua, diri mengucapkan terima kasih untuk pacar atau lelakiku yang begitu indah dan telah menghadiahkan banyak sekali 'kemewahan' hati dan perlakuan yang tidaklah bisa dibeli siapapun. Diri yakin semua berasal dari ketulusan dan rasa kasih yang luar biasa.
Semoga 21 tahun bukan sekadar angka. Bukan sekadar rutinitas. Bukan sekadar perayaan. Bukan sekadar waktu. Biarlah 21 tahun adalah langkah. Langkah yang maju dan tak terhalang lagi kata putus asa. Langkah yang lebih kencang untuk menjadi seorang hamba. Langkah yang tak terhenti untuk menjadi cinta buat lelakiku. Langkah yang tetap yakin untuk membangun Indonesia secara sehat dan jujur.
Terima kasih untuk foto - foto yang diambil lelakiku. Diri yakin kamu berbakat untuk ini, bukan karena diri modelnya, tapi karena kejeniusanmu yang telah banyak membuktikannya selama ini di berbagai bidang, kecuali mengurus birokrasi. Itu bukan bidangmu sekali.
Lokasi pengambilan foto : Hutan Pinus Lembang.
Cerialah selalu seperti mimpi indahmu untuk bangsa. Tak akan ada yang dapat menghentikanmu. Bukan beban, tetapi harapan dan keyakinan yang dibangun di pundakmu. Tidak ada yang mustahil di tanganNya yang berkuasa.
Beberapa Cerita
Kumpulan album foto yang mungkin akan tampak usang di kemudian hari. Akan tetapi, ikatan hati di antara kami semoga tidak akan lekang oleh waktu, kepentingan, uang, cinta ataupun hal lainnya yang dapat memisahkan kami.
Cinta di antara kami adalah tulus. Kesetiaan di antara kami adalah buah dari kesabaran kami. Rasa sayang di antara kami adalah semangat untuk tetap menjaga. Sungguh, kisah kami adalah kenyataan dan semoga selalu berujung bahagia tanpa cela.
![]() |
| Bermain di lift. |
![]() |
| Rencana kumpul tak terduga. |
![]() |
| Selalu bersama kita ke depannya. |
Gogo dan Dodo
| Kenalkan, Dodo! |
| Saya Gogo! |
Demikian perkenalan dari Gogo dan Dodo. Salam terhangat dari keduanya. Begitu semangat dan salam keluarga buat semua pecinta boneka.
Subscribe to:
Posts (Atom)







