Showing posts with label amazing2011. Show all posts
Showing posts with label amazing2011. Show all posts

Monday, July 04, 2016

Hidupmu Indah, Kawan!

Hari terus berganti, saat semua yang ada sudah diri persiapkan dengan baik. Akhirnya diri mengakhiri perjuangan di Akita, Jepang dan siap melanjutkan mimpi - mimpi baru di negara asal diri, Indonesia. Semua terasa sangat cepat berlalu. Diri mungkin katakanlah memang lebih nyaman berada di Jepang, dimana diri bisa mengembangkan diri dengan apa adanya meskipun berada di antara tekanan yang tidak habisnya dari luar. Hanya kekuatan dari dalam yang diberikan Tuhan lewat lelakikku dan orang - orang yang benar - benar baiklah yang membuat diri mampu berdiri hingga akhirnya ada di sini, di tempat diri menuliskan cerita ini. Diri selalu bahagia menjalani apapun yang terjadi selama lelakiku ada di sini dan dia pun bahagia. Seperti yang sudah - sudah diri ceritakan di postingan sebelumnya, perjalanan sekolah ini ada karena Tuhan memakai lekakiku mengantarkan diri sampai di tahapan ini dengan segala perjuangannya yang tidak terkira. 

Perjalanan segera selesai dan sebenarnya sudah selesai di tahap pendidikan yang diri jalani. Akhirnya diri dinyatakan lulus dan dilantik dan diberikan tanggung jawab baru sebagai doctor of engineering. Terima kasih Tuhan! Seluruh ini adalah karena Tuhan dan lekakiku, tidak ada sedikit pun upaya diri ada di sana. Kalau saja Tuhan tidak bermurah hati dan lekakiku tidak mau menjadi agennya Tuhan, bubar ini semua pendidikan yang sedang dijalani. Tipikal diri yang cukup keras kepala dan kebiasaan diri yang seringkali rendah diri, tidak membuat segala sesuatunya baik. Orang boleh berkata sekolah di luar negeri itu mudah atau gampang, katakan iya dan katakan tidak. Itu semua bergantung dimana kau berdiri dan seperti apa kau menyikapinya. Diri bersyukur mengalami semuanya, maka diri berani mengatakan iya dan tidak. Mudah jika kita punya pegangan yang cukup kuat, baik itu pada Tuhan atau pasangan atau keluarga. Tidak jika kita hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. 

Diri selalu yakin mereka yang mendapat kesempatan seharusnya memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Pepatah Jepang mengatakan ichigo ichi, yang artinya hanya ada satu kali kesempatan untuk hal yang terbaik. Nothing more or less. Diri baru memahami itu selama perjalanan sekolah di Jepang yang diri jalani. Puji Tuhan seluruhnya selesai. Ada banyak perubahan yang diri harus alami dan ditempa oleh Tuhan. Pasangan yang membuat diri kuat, meskipun diri yakin pasti kekuatan lekakiku pun pasti terkuras untuk membuat diri berubah. Ada banyak pengalaman, ada banyak kejadian, ada banyak cerita yang terjadi selama diri sekolah di Jepang. Pendidikan yang diri jalani tidak hanya sebatas pada pendidikan formal, tetapi pendidikan kehidupan yang sampai sekarang diri tengah jalani di Indonesia, saat menuliskan ini dan sepertinya ini akan terus berlanjut seumur hidup. Sekolah kehidupan yang diri jalani di Jepang memberikan jauh lebih banyak dari apa yang diri pernah bayangkan atau mungkin inginkan. Pendidikan formal bisa dipelajari memang dan jawabannya ada di sini, di bagian kepala yang berputar. Akan tetapi, pendidikan kehidupan, jawabannya ada di sini, di bagian hati yang terdalam. Sebagaimana kita berjalan, sejauh apa kita melangkah akan ditentukan apakah kita mau berubah dan diubah untuk menjadi lebih baik. Dunia ini fana, tetapi semua orang harus hidup di dunia ini sampai waktuNya tiba. 

Pendidikan kehidupan yang berjalan membuat diri mengerti bahwa hidup itu sebenarnya sangat indah. Hidup itu sangat berharga, bukan karena gelar yang diri dapatkan, bukan karena kekayaan yang diperoleh, bukan karena banyak teman yang dipunyai. Akan tetapi, tentang dengan siapa kita bergantung dan hidup. Diri bersyukur bahwa diri mengalami mukjizat hari lepas hari, dengan Tuhan dan bersama lekakiku, juga aku untuk lekakiku. Pepatah yang mengatakan bahwa pasangan yang bisa membuatmu terbang tinggi atau jatuh ke bawah, adalah benar adanya. Diri yakin dan membuktikannya. Pasangan adalah siapa yang kita tentukan dan keputusan itu seumur hidup di sepanjang kelas pendidikan kehidupan yang akan kita miliki. Diri bersyukur dan hanya bisa mengatakan terima kasih dengan kehadiran lelakiku sebagai agen Tuhan untuk mengajari diri, meremukkan diri, membentuk diri dan membuat diri mengerti bahwa hidup ini indah, Tuhan itu begitu baik dan akan selalu baik. Diri sangat berterima kasih, entah bagaimana lagi caranya. Semoga Tuhan menitipkan dia segera yang kami nantikan di sini, di dalam kantung rahim ini (amin!). Hari lepas hari, hanya ada bahagia dan kepercayaan hingga akhir nanti yang kita bagikan sepanjang kelas kehidupan ini. 

Diri yakin setiap orang dilahirkan untuk memiliki mimpi, untuk belajar percaya, untuk mengalami apa yang namanya kehidupan dengan cara - caraNya yang indah. Setiap orang berhak bahagia dengan cara yang selalu beragam. Yakinlah hidup ini berharga, hidup ini indah saat kau merasakan sendiri dan terasa sepi. Never said you are alone, because you will never ever alone. Terlalu banyak kesibukan yang dimiliki, membuat kita terkadang kehilangan arah, menjadikan kita terhilang dan melupakan apa yang sangat penting. 

Orang tua, anak, teman adalah anugerah; pasangan adalah pilihan hidup. Ichigo ichi. Mintalah maka kita akan diberikan oleh Tuhan. Puji Tuhan untuk semuanya. Live your love. Love your life.

Taken and given to us as a present. Thank you friends!

Wednesday, December 02, 2015

Travelling Kuliah: City Walk, Braga 2011

Wisata sejarah sangat mengena bagi orang yang ingin merasakan sensasi kota tua yang sungguh berbeda dibandingkan wilayah lainnya di Bandung. Pergerakan Braga pun semakin pesat pada masa sekarang. Jalanan ini seolah menjadi pusat wisata dengan berbagai peranti pendukungnya, seperti toko kue, tempat makan, ragam bisnis seni, dan hiburan lainnya hingga klub malam. Sebagian arsitektur gedung di kawasan ini telah diubah dan menjadi kawasan modern. Sungguh disayangkan! Hanya sedikit lagi gedung - gedung yang mungkin sedang menunggu nasib dan jalan Braga yang khas. Jalanan ini masih dipelihara dalam bentuk gabungan bebatuan blok biasa, bukan aspal.


Inilah menjadikan daya tarik lainnya dari kawasan Braga. City walk siang pun akan membawa kita untuk ke salah satu restoran tua yang menjajakan kue - kue dengan resep asli masa Belanda dan es krim yang nikmat! Wajib coba. Restoran di sekitar penjual lukisan ini, buka setiap hari senin sampai jumat, kadang juga sabtu. Namun jam bukanya, cukup tidak tentu juga. Mungkin akan aku ceritakan lain kali pada city walk lainnya. Banyak foto yang aku foto lagi adalah lukisan. Sesuatu yang banyak banget dijumpai di sekitar sini. Mereka menghiasi setiap jalanan yang dimiliki Braga menjadi lebih berwarna.

Travelling Kuliah: Boscha di Pagi Hari


Senangnya, berganti lagi hari, bertambah lagi waktu untuk menulis ini dan itu. Mengingat kembali morning walk beberapa waktu lalu bersama lekakiku dan saudara tuanya di Lembang, Bandung Utara.
Morning walk dadakan ini sangat tidak terencana tapi sangat membahagiakan. Melihat Bandung di pagi hari dengan aktivitas masyarakat berbagai lapisan di Sabtu pagi, terutama masa liburan. Perjalanan ditetapkan jam 11 malam, pada malam sebelumnya. Hebat!

Hampir jam setengah 6, kami bertiga meluncur ke lokasi dengan menggunakan mobil ke kawasan Lembang melalui jalan Setiabudi. Perjalanan masih lengang dengan hanya masih awal - awal mobil pribadi, angkot dan kendaraan lainnya yang bermalas-malasan bergerak menikmati sinar matahari yang sejuk. Perjalanan pun serasa tanpa hambatan, tidak seperti pada siang hari yang penuh sesak mobil maupun kendaraan lainnya, termasuk bus yang bersemangat mengambil bagian di jalanan ke arah Lembang.

Perjalanan berlanjut, dinginnya kawasan Lembang yang menyenangkan dan membuat hati perlahan mulai refresh dari segala kerumitan kota Bandung yang sedang penuh sesak. Perjalanan mengitari perbukitan daerah Lembang yang mengarah ke Cekungan Bandung ini menjadi suatu hal yang membahagiakan dan menjadi hal yang juga menjadi ketakutan tersendiri. Ada banyak hal yang berubah jika diingat oleh mereka yang tinggal dan merasakan Bandung dari kecil. Mangkok Cekungan Bandung ini seolah semakin penuh dengan perumahan, ladang, sawah hingga kawasan modern seperti mall yang semakin menyesakan. Terang benderang pada malam hari merupakan representatif cahaya dari semua bangunan yang tampak seperti kepadatan tak berujung di pagi hari. Kabut dan asap menjadi satu di pagi hari. Jujur, aku mulai kesulitan mengenali kabut dan asap yang terlihat di kawasan Lembang jika kita berada di ketinggian. Hampir semuanya putih, tapi ntah itu kabut atau asap putih saja.

Sepanjang perjalanan, memasuki kawasan Lembang, kanan kiri penuh dengan penginapan dari kelas melati sampe berbintang, orang - orang yang menjaja makanan dari yang kelas kaki lima sampai restoran mewah. Semua bisa dipilih, tergantung budget yang dimiliki. Jalanan kecil khas Lembang ini penuh sesak keramaian masyrakat di sana, maupun para pelancong yang ingin menikmati hari - hari libur mereka di sana. Sudah lengkap semua kebutuhan fasilitas penghibur di Lembang.

Kami pun berhenti dan menikmati pagi dengan segelas teh hangat, ketan bakar yang khas di Lembang, hingga colenak yang manis! Sarapan sederhana yang sangat berkesan dan begitu menggoda selera makan. Perjalanan kami hentikan dan arahkan dengan menikmati keramaian yang mulai menggeliat. Mobil - mobil dengan plat nomor luar D, mulai bergerak, memarkir mobil di sepanjang jalanan Lembang yang sempit untuk menikmati sarapan pagi khas kaki lima, seperti yang kami lakukan bertiga. Dengan merasa dingin lebih ekstra, setiap pedagang didatangi dan mendapat pesanan yang cukup lumayan agar asap dapur rumah tetap mengepul.

Jagung berjejar rapih menggoda pembeli.
Ketan bakar lezat di pagi hari.
Hanya setengah jam di sana, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Boscha. Boscha merupakan satu - satunya lokasi pembelajaran astronomi publik yang dimiliki oleh Indonesia. Teropong ini dibangun pada masa Belanda. Boscha berada di salah satu puncak perbukitan di Lembang. Letaknya yang tinggi memberikan ruang untuk para astronom melakukan pengamatan pada pagi maupun siang hari. Kawasan ini sekarang adalah sah kepemilikan ITB. Makanya, teman - teman astronomi ITB, seolah punya paspor gratis untuk memanfaatkan sarana belajar ini.

Boscha terdiri dari beberapa teropong pengamatan. Hanya ada satu yang paling besar dan dibuka ketika bias matahari tidak terjadi karena bisa menganggu pengamatan. Jadilah, teropong ini hanya dibuka pada masa atau waktu tertentu saja oleh para astronom. Selain itu, juga terdapat beberapa teropong lain dan arsip penting lainnya yang tidak boleh dipublikasikan secara massal. Hal ini menjadi wajar mengingat perilaku wisatawan tidak bisa menjamin bahwa kerusakan dan kehilangan tidak akan terjadi!

Lokasi Boscha yang tertutup pada waktu dulu, sekarang sudah dikomersialisasi. Terlalu banyak pemukiman bahkan terdapat hotel sekitar sana yang mengisi ruang kosong khusus untuk Boscha. Para pengamat butuh ruang kosong atau sterilisasi lokasi yang ada di sekitar Boscha. Namun, kepentingan membuat di sekitar pintu gerbang Boscha pun ada rumah penduduk! Hal yang seharusnya tidak boleh dan pada masanya tidak ada yang seperti ini. Sebenarnya bisa dibilang, pemerintah pun cenderung tidak peduli dengan sarana belajar ilmu yang sedikit tidak populer di kalangan masyarakat dan tidak menghasilkan uang buat mereka!


Pasti ingat film Petualangan Sherina untuk generasi 90an.

Untuk mengunjungi Boscha secara resmi, tidak seperti kami ini, dapat dilakukan pada jam kantor pada hari Selasa hingg Sabtu. Kunjungan resmi yang diperbolehkan dan disarankan adalah kunjungan berkelompok. Kecuali, punya kawan anak astronomi yang sedang magang di sana, mungkin bisa meminta tolong. Akan tetapi, bukan jaminan!
Kawasan khusus di tahun 2010.
Sebaiknya, hubungi kantor pengelola terkait sebelum melakukan kunjungan dan memberikan kejelasan tujuan ke sana. Jadi, semua bisa dipersiapkan dan keilmuan pun bertambah. Bahkan siapa tahu bisa mendapat kesempatan menggunakan teropongnya!

Friday, November 27, 2015

Pengalaman sekolah dulu (3): Anak Tambang ITB

Hari - hari baru dimulai di ITB di awal Agustus. Segala kegiatan belajar belum dimulai karena adanya pengenalan umum kepada seluruh mahasiswa a.k.a mos (masa orientasi (maha)siswa) dalam nama OSKM. Selama kurang lebih satu minggu, diri mengikuti seluruh kegiatan yang telah diatur oleh pihak KM-ITB dan ITB. Di sinilah pertama kalinya diri berkenalan dengan mahasiswa - mahasiswa lain dari seluruh Indonesia. Teman - teman baru diri berasal dari banyak sekolah dari hampir seluruh kota di Indonesia yang masuk ke ITB lewat berbagai jalur yang ditawarkan.

Kampus diri selama 4.5 tahun.
Satu tahun pertama, diri mengikuti pendidikan bersama di tingkat fakultas yang dikenal sebagai TPB (Tahap Persiapan Bersama). Selama satu tahun, diri harus berhadapan dengan "ketakutan" awal diri dengan matematika, fisika dan kimia. Sayangnya, pelajaran kesukaan diri sejak SMA, yaitu biologi tidak diberikan untuk fakultas diri. FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan) hanya mewajibkan untuk ketiga mata kuliah tersebut ditambah dengan mata kuliah lain yang melengkapi seperti agama, kewarganegaraan, pengenalan iptek dan lainnya. Pada tahapan ini jugalah, diri harus mengisi pilihan jurusan di bawah fakultas. Persaingan bisa jadi terjadi karena tiap jurusan memiliki slot tersendiri dan jika terlalu banyak peminatnya, maka seleksi IPK pun harus dilakukan.

Diri berdoa dan bertanya dengan Tuhan harus kemana karena di antara pilihan Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Geofisika dan Teknik Metalurgi membuat diri kebingungan. Ada banyak hal menarik yang masing - masing berbeda dan diri ingin memilikinya semua :D..Akhirnya diri memutuskan untuk masuk ke jurusan Teknik Pertambangan. Diri mengisi dua kali kuesioner dari kampus dengan keinginan diri untuk masuk jurusan ini. Satu tahun ini juga menjadi satu tahun percobaan diri untuk melihat apakah jalan diri masih harus di sini atau tidak. Setelah berjalan satu tahun, akhirnya diri memutuskan untuk meneruskan hingga selesai dan mungkin akan melanjutkan pendidikan bidang lain setelah selesai di sini untuk merasakan jurusan yang diri mau, yaitu FK. Pertimbangan umur diri yang masih cukup, diri rasa bisa saat itu. 

Berjalan ke tahun kedua, diri akhirnya masuk sebagai mahasiswa Teknik Pertambangan (TA). Kegiatan dimulai dengan ospek untuk masuk himpunan dan juga ospek untuk masuk pecinta alam harus diri kerjakan selama tahun kedua. Diri juga mulai mengambil batas atas jumlah sks, yaitu 24 sks dengan pertimbangan untuk segera lulus dan mengisi waktu diri. Selama tahun pertama, ada perasaan aneh yang diri rasakan ketika jadwal hidup diri selama kuliah lebih longgar dibandingkan dengan saat SMA. Namun, di tahun pertama, jumlah sks telah ditentukan pihak rektorat sehingga diri tidak bisa mengambil batas atas sks yang ada. Tiba tahun kedua, diri memutuskan untuk memulai "gerilya" 24 sks diri. Kelas yang diri ambil di tahun kedua kebanyakan adalah kelas - kelas untuk sks kuliah pelengkap terlebih dahulu. Pendidikan yang diri rasakan sejak SMP - SMA sangat membantu diri untuk menghadapi jadwal yang cukup padat. Diri belum disarankan untuk mengambil kuliah TA semester atas karena seluruh perkuliahan akan dimulai dari dasar yang diberikan di semester 3 dan 4. Alhasil, diri mengambil kelas - kelas yang diri rasa dapat mendorong hobi diri, seperti jurnalistik dan menulis. 

Diri menikmati setiap perkuliahan yang diberikan meskipun waktu yang diri miliki akhirnya semakin terbatas dengan adanya tugas extra karena jadwal kuliah yang extra, ospek di dua tempat sekaligus dan juga dan adaptasi di lingkungan baru kembali. Di tahun kedua, diri kembali harus beradaptasi dengan lingkungan baru dengan orang - orang yang berbeda kembali karena sebagian besar dari kami berasal dari kelas yang berbeda saat TPB. Begitu juga persiapan untuk fisik yang harus diri tempuh selama pendidikan pecinta alam setiap harinya. Rasanya begitu lengkap meskipun diri akui tidak bisa menyeimbangkan kedua organisasi secara adil. Sekolah diri tetap menjadi yang paling utama, buat diri tidak ada yang bisa mengganggu jadwal sekolah diri. 

Tahun ketiga, posisi diri sudah lebih baik dengan ospek yang sudah selesai. Dengan segala perjuangan yang tidak mudah menghadapi sekolah dan organisasi, diri akhirnya menyelesaikan seluruh sks yang diambil selama 1 tahun, yaitu 48 sks dengan 3 sks harus diri ulang dari kelas Matematik Vector karena diri yang tidak bisa memahaminya dengan baik. xixixii....Tahun ketiga, diri bisa lebih baik mengatur jadwal kegiatan diri sehari - hari di organisasi dan sekolah. Diri juga memutuskan untuk mengambil spesialisasi di Teknik Explorasi Tambang sebagai pilihan utama diri di jurusan. Diri mulai mengambil seluruh sks tersisa, yaitu sks dari TA dan geologi. Diri juga diizinkan untuk mengambil sks atas di TA. Yeay! Di tahun ini, diri kembali mengambil 24 sks tiap semesternya, termasuk 3 sks kuliah yang harus diri ulang. Dengan perhitungan di semester ke-7, diri sudah mengambil total 144 sks termasuk skrispsi. 

Namun, memasuki tahun ketiga, diri mendapatkan musibah penyakit yang terjadi akibat kelalaian diri sendiri selama bulan - bulan sebelumnya. Gangguan tulang belakang dan maag kronik akibat diri tidak memperhatikan jadwal makan dan sifat "careless" diri membuat diri harus menginap di rumah sakit sampai 6x dalam setahun, bahkan dokter sempat menyarankan untuk mengambil cuti kuliah. Bahkan diri sempat mengalami kecelakaan di lapangan dan harus diopname selama 2 minggu lebih akibat kelalaian diri dalam menjaga dan tahu batas kemampuan fisik diri yang mulai terganggu. Tahun ketiga merupakan puncak segala peringatan yang diberikan Tuhan kepada diri atas segala kekerasan hati dan kepala diri. xixixi...Namun, percayalah selalu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anakNya sekalipun Dia ingin memberikan "pelajaran". Sejak awal tahun ketiga, diri sudah memiliki pasangan diri (lelakiku) yang juga abang kelas diri di TA. Lewat dialah, diri dikenalkan banyak hal yang diri lupakan dan tidak pernah perhatikan, termasuk menemani diri melewati seluruh proses penyembuhan yang tidak mudah. Lelakiku membantu dan percaya bahwa diri bisa sembuh dan tetap menyelesaikan mimpi diri untuk lulus 3.5 tahun. 

Tahun ketiga lewat dengan luar biasa karena berkat pertolongan Tuhan Yesus lewat banyak orang, terutama pasangan diri (makasih ya lelakiku..). Dengan keterbatasan fisik akibat gangguan yang ada, diri tidak disarankan untuk bekerja di lapangan. Hal yang sempat membuat diri sangat syok! Bagaimana seorang lulusan TA bukan bekerja di lapangan. Rasanya tidak mudah buat diri. Akhirnya, keinginan S2 setelah selesai sekolah. Semester 7 datang dan Tuhan masih mengizinkan seluruhnya berjalan sesuai rencana diri, yaitu sisa 12 sks diri selesaikan di semester ini. Diri mendapatkan bantuan skripsi dari bantuan pembimbing diri di salah satu perusahaan tambang dan tambang rakyat. Dengan kondisi yang belum memungkinkan untuk ke lapangan, akhirnya diri mengerjakan skripsi laboratorium di bawah satu proyek besar. 

Keinginan S2 begitu besar, dan di saat itulah juga Tuhan membuka jalan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Program fasttrack akhirnya dibuka di prodi TA dan diri menjadi mahasiswa pertama di program ini untuk prodi ini. Terima kasih sekali untuk kaprodi S2 TA yang memperjuangkannya waktu itu! Diri pernah bertanya tapi jawabannya nihil karena dari angkatan - angkatan sebelumnya tidak ada peminat untuk melakukan program percepatan di prodi TA. Program fast-track atau percepatan sebelumnya sudah dibuka di prodi Teknik Metalurgi beberapa tahun lebih awal dibandingkan TA. Dengan dibukanya program tersebut, diri dapat mengambil mata kuliah S2 lebih awal dibandingkan jadwal.

Gedung TA dan GL yang menjadi satu.
Puji Tuhan, di semester 7, diri dapat mengambil 12 sks untuk menyelesaikan S1, termasuk 4 sks untuk skripsi, dan 12 sks lainnya untuk mata kuliah kuliah S2 dari 36 sks yang diwajibkan. Diri masih harus mengambil 24 sks di tahun akhir S1 diri, tapi semua akan terbayar indah pada akhirnya. Dengan segala perjuangan dan doa, diri akhirnya menyelesaikan pendidikan S1 pada tanggal 6 Februari 2012 sebagai seorang Sarjana Teknik dengan hasil sangat memuaskan. Diri akhirnya diwisuda pada tanggal 14 April 2012 sebagai seorang Sarjana Teknik Pertambangan. Puji Tuhan Yesus!

Semua karena Tuhan yang membuat segala sesuatunya begitu indah. Di akhir pendidikan S1 diri, Tuhan izinkan diri mendapatkan kesehatan kembali plus pasangan yang super! (terima kasih sekali lagi lelakiku) dan kesempatan untuk S2. 

Pengalaman Sekolah dulu (2): SPMB

Rencana Tuhan memang tidak akan ada seorang pun yang tahu. Itulah yang diri rasakan lewat perencanaan Tuhan Yesus untuk hidup diri. Dengan banyak pendidikan yang diri dapatkan selama sekolah dasar, akhirnya diri dibawa untuk melalu tahapan berikutnya untuk universitas.
Indahnya rencana Tuhan.
Penolakan diri dapatkan saat akan mendaftar sekolah lewat jalur tanpa tes di salah satu universitas negeri di Palembang. Memang bukan jalan Tuhan karena sudah diingatkan Tuhan dari awal untuk ambil SPMB saja, tapi namanya diri masih ngotot daftar. Selanjutnya jalur yang sudah disuruh Tuhan, diri ambil SPMB di Palembang. Dengan tekad untuk mengabdi di Papua sebagai dokter, diri memutuskan untuk masuk FK di salah satu universitas top di Indonesia agar juga bisa diri mendapat pendidikan dasar untuk kegiatan alam di kampus tersebut. Diri mengambil jalur IPC untuk formulir SPMB karena diri harus mengambil cadangan sekolah, jaga - jaga tidak diterima di kampus tersebut. 

Di sinilah mulai petualangan diri. Saat akan mengisi pilihan kedua dan ketiga, orang tua diri lewat dan berkata untuk tidak hanya mengambil FK, tetapi juga mengambil Teknik Pertambangan, FTTM, di ITB Bandung. Hanya dengan alasan sederhana sebenarnya, waktu itu orang tua diri hanya bilang "daripada kamu masuk keluar hutan buat jalan doang tapi tidak ada gunanya, mending masuk tambang ada yang dicari". Akhirnya pilihan kedua diri isi dengan pilihan orang tua tanpa berdebat apapun karena diri yakin akan masuk FK. Pokoknya harus FK dalam otak diri supaya bisa ke Papua dan mengabdi di sana dengan ada keahlian yang berguna. Diri tidak mau hanya datang tanpa bisa apa - apa. Diri bertekad bisa memberikan pengobatan dan mengajar di sana. Pilihan ketiga akhirnya dijatuhkan di Fakultas Hukum setelah diri berkonsultasi dengan paman diri yang juga seorang pengacara. 

Hari tes tiba, meskipun passing grade diri sempat dinyatakan tidak mencukupi untuk jurusan tersebut oleh bimbel tempat diri ikut uji coba, diri tetap berserah dan mau mendengarkan Tuhan. Diri mengerjakan setiap soal yang diri bisa di bawah bimbingan Tuhan. Benar - benar diri merasakan bagaimana Tuhan menolong. Ada banyak soal yang sempat diri tidak pahami, tapi tiba - tiba Tuhan beritahukan jawabannya. Setelah 2 hari tes, seluruh soal yang ada diri isi dengan keyakinan bahwa itu memang harus diisi. Diri hanya bisa menyerahkannya pada Tuhan Yesus dan menunggulah diri selama satu bulan sebelum pengumuman.

Selama menunggu pengumuman, diri lebih banyak menghabiskan waktu membaca buku sastra Indonesia dan berdiam diri di rumah, belum boleh berangkat naik gunung saat itu karena orang tua diri khawatir diri tidak lulus SPMB akibat pilihan studi yang diri lakukan. Ada semacam kepercayaan yang dianut orang tua diri kalau di SPMB tidak boleh memilih dua universitas top sekaligus dalam pendaftaran yang mana jika dilakukan pasti sudah tidak akan lulus. Diri yang tidak mengerti dan tidak menerima logika tersebut hanya bisa diam dan berkata percaya sajalah sama Tuhan Yesus meskipun tetap harus mengikuti apa yang dikatakan mereka untuk mencari sekolah - sekolah cadangan yang masih membuka pendaftaran. 

Diri ingat pendeta diri berkata untuk tetap percaya dan Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan anakNya malu. Dengan semua inilah diri hanya tetap percaya dan berdoa. Tuhan membuktikan semuanya dalam 1 bulan menunggu.

Saatnya tiba pengumuman SPMB via online. Meskipun di tengah kedukaan karena kakek diri berpulang seminggu sebelumnya, diri mencoba mengakses hasil ujian di tengah keluarga yang berkumpul di rumah kakek. Saat yang ditunggu pun tiba, adik diri menelpon bahwa dia berhasil mengakses website dari rumah keluarga diri. Hasilnya puji Tuhan, diri tidak diterima di FK dan diterima di FTTM ITB. Seluruh keluarga sangat bergembira di tengah duka yang masih meliputi, termasuk orang tua diri. Namun reaksi berbeda yang diri berikan, yaitu kekecewaan! Ya, inilah bentuk orang tidak mengucap syukur. Awalnya diri syok karena diri harus belajar teknik dan semua hal yang terkait matematika dan fisika seperti yang diri pikirkan. 

Sekali lagi, Tuhan tahu rencanaNya yang terbaik untuk setiap anakNya bahkan untuk mendapatkan hasil pengumuman di tengah keluarga yang berkumpul. Paman bibi diri yang melihat kekecewaan diri yang tidak diterima FK dan menolak untuk melanjutkan di teknik, akhirnya memberikan pengertian dan memberi tahu bagaimana jurusan teknik itu, siapa kampus baru diri, bagaimana sekolahnya kira - kira dan bagaimana potensi masa depannya. 

Setelah semalaman berpikir, diri akhirnya minta ampun sama Tuhan Yesus buat segala kebodohan pikiran diri. Diri akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi di Teknik Pertambangan, FTTM ITB dengan segala ketidaktahuan diri tentang sekolah ini. Bahkan diri membuat persetujuan dengan orang tua diri untuk mencoba di tahun pertama dan melihat bagaimana perkembangan nilai diri. Namun, ada satu kepercayaan bahwa Tuhan akan memberikan jalan terbaikNya dan Ia tidak akan membuat diri malu. Itulah yang diri rasakan! Diri ke ITB untuk pertama kalinya 3 hari setelah pengumuman dan melihat bahwa inilah calon kampus diri dan kota Bandung yang menjadi tempat tinggal diri selama 4 tahun ke depannya. Tuhan membuka jalan untuk semuanya dalam persiapan sekolah, daftar ulang hingga mendapatkan tempat kos yang sangat cozy, tempat tinggal diri hingga lulus. 

Sekolah di ITB, bagaimana? Satu kata, yaitu menyenangkan! Lewat jalur ini juga, diri dibawa Tuhan Yesus untuk menyelesaikan pendidikan hingga PhD di usia yang sangat muda, 24 tahun. 

Pengalaman Sekolah dulu (1): TK, SD, SMP, SMA

Mungkin beberapa dari kalian pernah membaca bagaimana fase diri dalam menghadapi kehidupan. Setelah sekian banyak isi postingan blog ini yang ditulis, dihapus dan ditulis kembali, diri ingin berbagi apa yang menjadi pengalaman diri selama ini. 

Perkenalkan nama diri adalah Os, 24 tahun 1 bulan, hihihi karena memang diri baru berulang tahun bulan lalu. Diri bersyukur sekali kepada Tuhan Yesus untuk segala apa yang diri alami hingga sejauh ini. Segala pengalaman yang diberikan dari diri kecil hingga saat ini diri sedang menyelesaikan tahapan terakhir dalam pendidikan S3 yang tengah diri tempuh. 

Diri diberikan kesempatan oleh Tuhan Yesus untuk menempuh pendidikan di tempat - tempat yang luar biasa sedari pendidikan dasar. Diri lahir dan dibesarkan dalam keluarga sederhana yang seringkali harus berpindah tempat mengikuti ayah bekerja. Diri pertama kali bersekolah saat usia 4 tahun kurang di TK Harapan Indah, Palembang. Jangan tanya diri apakah TK nya masih ada sampai saat ini atau tidak. Guru - guru di TK mengizinkan diri untuk mengikuti kelas di TK nol besar meskipun usia diri masih tidak mencukupi saat itu. Diri sangat suka belajar, menulis dan bermain dengan teman - teman sebaya. 

Satu tahun di TK, diri mulai merasa bosan, minimal itu yang diri tahu dari orang tua diri. Akhirnya diri memaksakan untuk belajar di sekolah dasar (SD). Pada zaman diri, sistem sekolah masih cawu atau caturwulan dan sekolah selalu buka pada awal Juni - Juli untuk penerimaan siswa baru. Sekitar tahun 1996 saat itu, diri masih berusia 5 tahun kurang, sesuatu yang sulit sebenarnya karena usia yang tidak mencukupi. Namun, puji Tuhan, SD yang membuka pendaftaran di dekat rumah diri menerima sistem semacam "rekomendasi" dari pihak TK, dimana calon siswa dulu bersekolah. Setelah hampir kesulitan mendaftar, akhirnya diri diterima di SD 636, Palembang sebagai siswa kelas 1. Yeay! Diri kembali mendapatkan tempaan pendidikan yang baru dan diri menyukainya, meskipun tidak mudah, tapi Tuhan selalu paling tahu bagaimana caranya membantu dalam perkembangan diri. 

Sampai akhirnya di sekitar tahun 1999 setelah cawu 1, diri sekeluarga harus berpindah ke SDN 01 Merauke, Irian Jaya saat itu. Diri bersekolah di SD ini selama kurang lebih 2 cawu atau sampai kenaikan kelas dari kelas 4 ke kelas 5. Di sini, diri belajar banyak tentang dunia baru. Diri sempat mengalami kultur syok karena seluruh teman - teman diri berasal dari suku - suku di Indonesia yang berbeda, mulai dari warga lokal Papua, Batak, Toraja, Jawa, sampai Padang. Sesuatu yang sebelumnya diri tidak temui di SD diri sebelumnya yang mayoritas adalah warga lokal Palembang. Akhirnya, di sekitar Juni 1999, diri pulang kembali ke Palembang karena terjadinya kerusuhan saat itu di Merauke. 

Sampai di Palembang, diri diletakkan oleh Tuhan di sekolah baru di SD Xaverius 7. Mengapa di sini? Diri juga tidak mengerti, tapi satu hal yang diri sukai dari sekolah ini adalah kondisi sekolah yang nyaman dan menyenangkan. Sekolah dan guru - guru yang menyenangkan meskipun saat itu fasilitasnya masih belum terlalu mumpuni, tapi diri senang sekali. Di sini diri akhirnya juga mendapatkan teman bermacam - macam latar belakang namun tetap asli kelahiran Palembang. Diri memulai sekolah di sini sebagai siswa kelas 5 sampai diri menamatkan SD di tahun 2001. Rasanya setelah sistem ini adalah semester di sekolah - sekolah di Indonesia. Puji Tuhan, Tuhan masih berikan prestasi sangat baik selama sekolah dasar. Diri masih dapat peringkat 1 sampai lulus selama di Palembang, kecuali 2 cawu selama di Merauke, diri diberikan peringkat 5 dan 3 oleh Tuhan plus pembelajaran di sekolah yang multikultural sekali. 

Lalu diri ditempatkan di SMP Xaverius 1 Palembang oleh Tuhan melalui jalur tanpa tes. Luar biasa! Sekolah ini adalah sekolah terbaik pada zaman diri di Palembang. Masa - masa SMP adalah saatnya diri belajar banyak hal baru lagi. Mungkin secara kultural tidak terlalu banyak karena mayoritas teman - teman diri yang warga lokal Palembang. Awal tantangan adalah penyesuaian dengan lingkungan belajar yang cukup berbeda dengan SD. Diri harus beradaptasi dengan berbagai macam tambahan pelajaran yang berbeda dengan SD dan beberapa di SD yang sebelumnya diri belum pernah terima. Menyenangkan sekali sebenarnya, namun tetap butuh kerja keras dan usaha yang lebih dari sebelumnya. Diri selalu melihat bagaimana Tuhan berkuasa untuk segala sesuatunya. Ora et Labora adalah pegangan diri selama sekolah. Bagaimana tidak, diri harus bersaing dengan banyak anak - anak pintar dari sekolah - sekolah sebelumnya dan ditambah dengan diri banyak harus beradaptasi lebih dahulu dengan banyak pelajaran. Diri juga tidak mengambil pelajaran tambahan di luar sekolah selain bahasa Inggris. Jadilah sejak SMP, jadwal sekolah diri mulai dari bangun jam 5.30, sekolah mulai jam 7 sampai jam 1, sampai di rumah jam 2; lalu tidur siang sampai jam 4. Jam 4.30 sampai 6.30 les bahasa Inggris. Setelah itu perjuangan dimulai, diri harus mengerjakan peer dari sekolah yang diberikan dan mempersiapkan bahan sekolah untuk esok harinya dari jam 7 sampai jam 1 malam. Diri mengambil libur di hari Minggu untuk gereja karena Sabtu, diri masih sekolah dan tetap harus mengerjakan semua tugas dan ekstrakurikuler. Capek?! Iya, tapi itulah pendidikan Tuhan yang luar biasa yang diri rasakan. Diri juga sempat diizinkan oleh Tuhan untuk mendapatkan kesempatan berada di kelas akselerasi dan kelas unggulan di SMP, hanya saja diri merasa itu bukan jalur diri. Tuhan mengingatkan diri untuk pindah ke kelas reguler yang telah dipersiapkan Tuhan. Bekal yang diri diajarkan sejak SMP ini sangat membantu saat SMA hingga diri sedang mengerjakan PhD diri di Akita University. Puji Tuhan, tidak ada yang sia - sia usaha dalam Tuhan, diri dipercayakan untuk mendapatkan peringkat pertama di kelas dari kelas 1 sampai diri lulus SMP. Tuhan itu begitu luar biasa, meskipun pendidikanNya awalnya diri keluhkan, tapi Ia memberitahu "mengapa" seiring waktu berjalan. 

Setelah 3 tahun berada di SMP, diri diizinkan Tuhan untuk masuk ke sekolah terbaik di Palembang tanpa jalur tes di SMA Xaverius 1 Palembang yang pada zaman diri juga sangat terkenal dengan banyak juara olimpiade tingkat dunianya. Puji Tuhan, diri ditempatkan di tempat yang terbaik oleh Tuhan. Di luar dugaan, Tuhan Yesus meletakkan diri di kelas khusus percobaan nasional dengan hanya 25 siswa di dalamnya. Luar biasa sekali! Tuhan Yesus berikan kesempatan ini. Di kelas 1 ini, diri mendapatkan tambahan kelas dan pendidikan dari guru kami di luar jam sekolah biasanya. Naik ke kelas 2, diri mengambil jurusan IPA dengan harapan diri ingin menjadi dokter nantinya. Pengalaman sekolah di Papua, memberikan diri semangat tersendiri untuk kembali ke sana memberikan pengabdian diri kepada mereka. Apa yang telah Tuhan ajarkan selama SMP, diri terapkan kembali di SMA. 

Diri masih mengambil pendidikan bahasa Inggris hingga selesai di kelas 2 SMA. Diri juga sempat mengikuti beberapa pelajaran tambahan di luar seperti A-Level dan persiapan SPMB, tetapi lebih banyak diri membolos kelas. Rasanya hampir 80% dari hari yang ditawarkan oleh pihak bimbel terbuang oleh diri. Diri lebih nyaman belajar di rumah sendiri dan ketika diri tidak bisa mengerjakannya, diri akan membawa soal tersebut ke guru diri di sekolah atau diri akan bertanya kepada teman - teman yang lebih mengerti di bidangnya, seperti fisika dan matematika. Puji Tuhan, pola belajar selama SMP yang diajarkan Tuhan membantu diri. Jadwal mulai bertambah di semester kedua kelas 2 karena diri mulai mempersiapkan diri untuk UAN. Diri diingatkan Tuhan untuk memperhitungkan bagaimana mengatur jadwal persiapan UAN dan SPMB. Akhirnya, diri menambah jam pelajaran diri di rumah pada hari Sabtu dan Minggu malam plus jadwal libur untuk belajar soal - soal UAN tahun - tahun sebelumnya. Mulai naik kelas 3, diri mempersiapkan diri untuk SPMB, dengan pola belajar yang sama, diri belajar soal - soal yang ada dan berlatih. Diri melihat bagaimana Tuhan bekerja luar biasa sekali dalam mendidik diri. 

Selama SMA, diri mempersiapkan kesempatan untuk UAN, UAS dan SPMB lewat belajar mandiri; diri masih mengikuti kegiatan pecinta alam yang sangat diri sukai; dan diri juga sempat masuk dalam tim olimpiade sekolah untuk biologi dan sastra. Puji Tuhan, selama di SMA pun Tuhan izinkan diri tetap mendapatkan hasil belajar yang baik dengan nilai pelajaran yang merata baik untuk semua mata pelajaran. Tuhan Yesus percayakan diri untuk mendapatkan peringkat 1 dari kelas 1 sampai lulus. Setelah 3 tahun, diri menamatkan SMA di usia 16 tahun dengan hasil yang memuaskan. Puji Tuhan!

Petualangan yang sesungguhnya Tuhan persiapkan setelah SMA. Selama di pendidikan dasar, pertolongan Tuhan begitu luar biasa. Diri belajar bahwa semuanya harus digabung dengan kerja keras dan disiplin terhadap waktu, termasuk keinginan bertanya dan semangat! Berserah dan berdoa adalah kunci utama untuk membuat kita mau bekerja keras dan mengerjakan bagian diri.
Seperti bunga, pendidikanNya memang berwarna - warni.

Monday, October 20, 2014

Time pass fast

We are together in meanwhile then separating for a long time.
Loving and caring each other, with our ways in all pure humanity
It comes and goes
When we leave and bring this fraternity to our new life,
Remember that we are always together

We never think too small because having each other
No one will understand our ways in free spirit
How our time pass, is it too fast?
It is funny but lovely
We are always bonded in our time, you and me,
It is us.

Time pass fast,
Bringing us to new life, future of each
Drawing smiles in our lips, we live once
For love and time
We grow fast, indeed.
All miss in all of you.

These all are only small pieces that we bonded together
Our lovely time
Short but so precious, unforgettable.

Tribute to GM XVIII

Tuesday, June 14, 2011

14 June 2011

Selamat atas kelahiran Noah.

Begitu berbahagia di Juni.
Saya harus lebih bisa rajin buat menulis. Kesempatan banyak terbuka.

Miss u so much lelakiku,

Saturday, May 28, 2011

Mengenal, Tidak Penting!

Terus, apa lagi yang bisa dilakukan sekarang. Manusia - manusia mati kah?

Saat mengenal seseorang sering kali akan menimbulkan kesan. Tidak semua kesan yang tersisa pun adalah sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Akan tetapi, hal ini adalah mutlak dan tidak bisa dipungkiri.

Ada yang mungkin berpikir bahwa kesan pertama akan sangat menggoda atau kesan pertama yang sangat berarti dan selanjutnya anda yang menentukan. Apakah ini benar? hhahahaha

Tidak semua hal bisa dinilai dari pertamanya mungkin! Semua hal memiliki suatu kesatuan dan sebagian tidak akan mewakili kesatuan itu. Ibaratnya sampel pada uji triaksial. Kalau sampel yang diambil, tidak banyak memiliki struktur pada tubuhnya, pasti hasil uji akan bagus. Rasanya juga begitu pada manusia. Ketika melihat bagian yang baik saja, pasti di mata akan melihatnya totally you're good guy. Apakah ini bisa mewakili keseluruhan tanpa ada niat untuk mengenalnya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. Kegagalan penilaian selama inilah yang seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa di akhir. Mungkin juga akan diikuti penyesalan ataupun tindakan masa bodoh.

Kenyataannya, manusia merasa tidak memiliki cukup waktu dan ketertarikan yang sama terhadap seseorang untuk melakukan penilaian yang sesungguhnya. Inilah yang pada akhirnya selalu menimbulkan salah persepsi di akhir dan kekecewaan. Salah satu sifat manusia yang mendukung terjadinya hal ini adalah sifat berharap!

Pengharapan adalah sesuatu yang baik pada dasarnya asalkan penempatannya pun tepat pada sasaran. Kondisi yang terjadi adalah pengharapan adalah sesuatu yang kebanyakan berakhir menyakitkan karena letaknya tidak pada tempatnya. Tidak semua orang memiliki kemampuan dalam menempatkan pengharapan terhadap sesuatu dengan baik dan benar. Adanya kecenderungan untuk menaruh harapan kepada mereka atau sesuatu yang menurut pandangan mata secara objektif adalah benar. Praktiknya, hal tersebut justru menghasilkan kegagalan dan berakhir pada tangisan sesaat.
Kondisi ideal yang seharusnya adalah manusia tidak seharusnya berharap pada manusia dalam apapun bentuknya. Manusia ke manusia hanya terbatas pada kepercayaan, bukan pengharapan. Manusia adalah makhluk mengecewakan, terlebih manusia lain yang menilai pun memiliki kesalahan persepsi terhadap apa yang dijalani selama ini.

Manusia tidak memiliki waktu dan keinginan yang sama saat mengenali sekitarnya, mungkin ada yang ingin. Akan tetapi, banyak yang tidak berkeinginan. Semua hanya sebatas kondisi kepentingan apa mereka terlibat saja. Dunia ini keras loh!
Itu yang terjadi. Dunia juga bukan surga! Dunia bukan tempat keseluruhan orang yang bisa jujur terhadap diri mereka dan orang lain. Dunia lebih identik dengan derita dan perang kepentingan.

Oleh karena itulah, mengenal sepertinya bukan menjadi kebutuhan utama. Kehadiran mereka hanyalah pelengkap untuk mencapai tujuan yang sedang ingin digapai. Hal ini merupakan sesuatu yang biasa, tetapi tidak disadari secara nyata karena semua orang merasakannya dalam dosis yang berbeda.

Sunday, May 08, 2011

Welcome Next May

Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan (Mazmur 66:19)

Tuesday, March 22, 2011

Didikan Keras?

NKayaknya diri memilih menghabiskan ketidakbisaan tidur ini dengan ngeblog saja. Tugas gimana kabarnya? heemmm..mari sejenak menjadi anak nakal yang bertanggung jawab. Saya ingin hasilkan sesuatu. Saya ingin orang - orang mau melihat seperti apa dari cara saya sendiri.

Selesai baca sesuatu yang menarik, sangat menarik. Renungan yang mungkin terkadang tidak disadari atau lebih menonjol negatifnya saja.

RAY CHARLES

Seorang anak kecil buta terjatuh. Ia menangis meraung-raung,
memanggil sang ibu. Biasanya seorang ibu tentu akan bergegas
menghampiri anaknya, tetapi ibu si anak justru berdiam diri. Dari
sudut ruangan, ia menyaksikan anaknya menangis dalam frustrasi.
Namun anak itu perlahan bangkit, mengibaskan debu dari bajunya, lalu
meraba jalannya sendiri menuju sang ibu. Dengan penuh air mata, sang
ibu memeluk erat anaknya. Itulah sepenggal cerita masa kecil Ray
Charles, legenda musik soul Amerika. Apa komentar Anda mengenai si
ibu? Kejam? Tidak punya hati? Di adegan berikutnya, sang ibu
menjelaskan tindakannya kepada Ray kecil: "Aku ingin kamu tahu …
kamu itu buta, tetapi tidak bodoh."
Di Alkitab, banyak contoh buruk orangtua yang gagal mendidik
anaknya, termasuk para tokoh besar seperti Imam Eli. Tuhan bahkan
menegaskan sikap Eli yang tidak memarahi anaknya sebagai dosa
menghujat Allah (1 Samuel 3:13). Serupa dengan seniornya, di hari
tuan-ya pun Samuel harus mengelus dada karena anak-anaknya tidak
layak menjadi hakim Israel (8:3). Sikap buruk mereka mengakhiri masa
hakim-hakim di Israel dan awal berkuasanya para raja.

Bersikap "keras" kepada anak-anak atau generasi muda yang
dipercayakan kepada kita, bukanlah hal yang tabu; sebab sikap
demikian perlu untuk mendidik, asal melakukannya dengan tujuan dan
cara yang benar. Sikap memanjakan generasi muda atau membiarkan
mereka berbuat apa saja tanpa nasihat, justru menjadi pertanda tidak
adanya tanggung jawab. Sebagai masa depan dunia, generasi muda
membutuhkan didikan karakter dari otoritas di sekelilingnya --OLV
e-RH
Coba perhatikan dengan seksama kesimpulan pada paragraf terakhirnya. Jelas sekali ini yang mungkin diri alami juga hingga sekarang. Keras selalu diidentikan dengan kekerasan fisik, padahal ada sesuatu positif dibalik semuanya. Keras ada caranya. Keras juga punya tujuannya, seperti ada tertulis bahwa bukan berlari tanpa tujuan. Demikian juga ini!

Masa depan dunia ada sekarang dan terus berlangsung sekarang. Ingin sekali membahas sesuatu mengenai ini. Tapi rasanya lebih baik dilakukan research dulu dan mungkin bisa jadi lebih baik nantinya tulisan ini. Hanya saja, renungan ini yang sangat penting untuk dibagikan terutama bagi mereka yang sekarang dalam posisi kaderisasi. Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama seperti saya. :D

Saya akan berdiskusi dulu seperti apa keras pada masa sekarang yang patut diperjuangkan. Hal ini penting daripada menyesatkan nantinya.
Diri juga perlu memilah dan tahu menempatkan situasi.

Virus Pikiran

Ini tampaknya harus diri realisasikan dalam sebuah tulisan. Baiklah, diri hanya menulis dalam bahasa yang diri ingini saja, tanpa EYD yang baik.

Semua berawal dari kebiasaan penulis yang cukup gampang down. *Jangan ditiru* Diri cenderung untuk gampang dipengaruhi oleh keadaan sekitar, baik melalui ucapan, perbuatan dan pikiran orang - orang di lingkungan diri. Ini juga adalah kurangnya efek 'filter' yang dimiliki diri. Diri yakin bahwa semua orang punya bakat untuk alami hal seperti ini. Mungkin tidak kepada orang yang mereka tidak kenal, tapi mungkin saja bisa potensi ini muncul ketika bersinggungan dengan orang yang dikenal.
Hal ini wajar kok, toh setiap orang punya kebiasaan simpel, yaitu memikirkan apa yang orang lain ucapkan tentang diri mereka. Bener loh yang ini, coba pikirkan baik - baik. Hal ini mungkin buat semua orang punya efek yang berbeda. Maksudnya, ada yang biasa berpikirannya sebentar saja (angin lalu) atau ada yang sampai dibawa ke hati dan berakhir jadi pundung. :(

Penebaran virus pikiran ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk mengelola diri mereka.
Bisa dibilang, orang dengan pikiran positif bisa lebih mengontrol faktor x berupa virus ini dalam diri mereka, dibandingkan mereka yang cenderung untuk berpikiran negatif. Jujur saja, diri masih termasuk dalam golongan abu - abu menuju putih yang sedang meninggalkan hitam. Hal ini karena diri sering kali masih gampang untuk down dengan pikiran yang hobi untuk jalan - jalan keliling ke tempat - tempat yang ga penting pokoknya.
Hal yang paling cukup sering diri alami sebagai virus pikiran itu adalah ujian dan ip. Heemm, hal bodoh sebenarnya.:D

Ini yang diri tangkap bahwa tidak semua orang pintar punya mental membangun yang berbanding lurus. Diingatkan untuk tidak tersinggung kepada siapa saja. Diri hanya menuliskan pengalaman yang diri alami dan berharap tidak terulangi kepada siapa saja lagi. Ingin sekali seperti itu.
Balik lagi..
Yang sering diri alami adalah seperti ini. Bahwa kebanyakan perkataan dan tindakan yang disadari atau tidak oleh pelaku lingkungan diri yang tidak cukup membangun, apalagi dalam kondisi genting semacam ujianlah. Ini bukan menyudutkan siapapun. Namun, diri mengalami demikian saja. Terkadang diri merasakan bahwa tindakan yang mungkin bagi orang - orang adalah stress release, namun bisa menjadi stress stimulus bagi orang - orang tertentu.

Contoh ketika besok ada ujian yang lebih dari 1. Diri sering kali menemukan pada malam hari yang paling banyak adalah keluhan ini itu tentang ketakutan hari esok, ketakutan ujian, merasa tidak mampu, mengeluh ini terlalu banyak, blablabla..banyak hal lainnya.
Efeknya, mereka yang mungkin masih bisa tidak melepaskan stressnya dengan cara itu malah ikut - ikutan. Ini tidak menutup kemungkinan ya bahwa memang ada orang - orang yang suka dengan public stress release. Atau mengungkapkan curhat ketakutan dan keluhnya melalui tulisan di jejaring sosial. Termasuk mungkin diri juga melalui blog dan twitter dalam bahasa yang langsung dan perumpaan.

Virus pikiran ini adalah hal yang sangat simpel dan bisa menyerang banyak orang. Kalau menilik kembali diri, mungkin ini adalah semacam balasan bahwa diri suka ceplas - ceplos dengan bahasa yang membuat orang down. Sekarang, diri ditaruh di tempat semacam ini juga, tapi dengan konsep yang berbeda.

Membangun orang bukan berarti hanya ketika dia curhat dengan kita. Tidak seharusnya sebatas itu. Serius, itu pendek sekali dunia kita.
Seperti kemarin seorang teman diri yang stress karena satu soal salah dalam ujian PBG. Sampai bawa - bawa IP dan bilang berakhir dunia. Astaga!!! Ini masihUTS kan kawan.
Diri cukup miris saja untuk perkataan seperti itu. Diri tidak munafik bahwa pikiran diri juga terkadang masih seperti itu, berjalan - jalan ke tempat - tempat ga penting. Beruntung sangat, diri punya lelakiku.:D

Kembali lagi, membangun ini adalah bukan sebatas dari curhat!
Melalui cara bersikap dalam menanggapi suatu keadaan adalah hal sederhana yang dapat jadi contoh bagi semua orang sekitar kita. Coba dong, ketika menghadapi ujian, keluhan kita ubah dengan kata - kata semangat. Itu mungkin jauh lebih baik kan? Tapi, caranya?
Nah, itu memang harus belajar. Diri akui bahwa itu sangat tidak gampang seperti membalikkan telapak tangan. Diri saja masih di abu - abu. Sekalinya ngga bisa tahan diri, masih sempat nangis dulu buat tenangin diri.
Cara paling dasar yang bisa dilakukan adalah mengucapkan syukur!!!
Ini adalah cara paling sempurna untuk melakukannya. Katakan syukur ketika mendapatkan tantangan baru. Atau seperi all is well versinya 3 Idiots kan.

ya, manusia tidak ada yang sempurna. Tapi, apakah harus terus stress atau down karena hal sehari - hari yang dijalani, seperti kuliah yang bahkan ritmenya ga jauh beda dari setiap semesternya. Hayooo, jangan biarkan virus pikiran menyerang!
Sakitnya jangka panjang, ngobatinya ngga gampang. Lebih baik sebelum dia menjadi sesuatu yang lebih menjangkiti. Mari jalani semuanya dengan sukacita dan syukur.:D

Virus pikiran bisa mulai dari hal - hal kecil dan menular tanpa terkadang kita sadari. Mari..mari mulai untuk berpikiran dari sisi lain, mungkin dengan jadi orang ketiga, bukan sebagai orang pertama terus. Pasti bisa hasilkan kebahagiaan dengan olah diri yang tepat.:D

Saturday, March 19, 2011

Penutup

saya pernah berada di sana.
saya pernah jadi bagian dari mereka.
saya pernah menangis dengan mereka.
saya pernah tertawa lebar bersama mereka.
saya pernah jalan - jalan dengan mereka.
saya pernah bersama mereka dengan hari - hari yang ada.
saya pernah mencintai mereka seutuhnya.
saya pernah berharap semuanya kekal.
saya pernah berdoa bahwa mereka adalah selamanya.
saya pernah merasakan kasih sayang mereka.
saya pernah selalu ada untuk mereka.
saya pernah merasakan kehadiran mereka.
saya pernah membawa mereka selalu dalam belaan.
saya pernah menyayangi selalu mereka.
saya pernah marah dengan mereka.
saya pernah merasa tidak diharapkan.
saya pernah bukan bagian dari mereka.
saya pernah merasakan bahwa saya tidak ada pun bukan masalah.

saya tetap pernah bahagia bersama mereka. Itu saja !!!

dan saya tahu bahwa kehadiran saya tidak lebih dan kurang saja.:)
Terima kasih semuanya.
Tribute to GM XVIII

Kolong Langit

Apa itu kolong langit?
Secara harafiah versi diri, kolong langit adalah tempat tinggal kita sekarang. Iya, kolong langit menggambarkan bumi yang kita selalu kita injak - injak ini, yang kita isi dan tata dengan segala macam barang kebutuhan manusia untuk bertahan hidup.
Kenapa disebut kolong? Bukankah langit dan bumi adalah satu kesatuan yang bersama kan? Mari dipikirkan dan dirasakan sejenak.
Bagi diri, kolong langit lebih menekankan posisi hati manusia dalam kehidupan yang masih dipercayakan olehNya hingga saat ini. Setiap manusia punya waktu dan diisi dengan cerita yang berbeda pula. Sungguh indah dan beragam. Kesedihan dan kedukaan juga bukan sesuatu yang terus harus diratapi kan? Bahkan mampu jadi sesuatu untuk sangat disyukuri setiap waktunya. Hal ini sama dengan kondisi bahwa kehidupan kita adalah bagian dari suatu kesatuan terhadap sekitar kita.
Diri rasa demikian.

Setiap kolong langit orang akan berbeda. Mereka punya porsi yang berbeda dan sungguh memainkan perannya dalam kesempatan ini.
Tidak ada orang yang sungguh mencintai waktunya yang sekarang terlihat. Kolong - kolong langit menjadi tampak kosong dan lengah tanpa cerita yang ingin dibagikan. Di kolong langit banyak harapan seharusnya. Di kolong langit juga seharusnya banyak keluh kesah. Sekali lagi, di kolong langit seharusnya banyak terdapat pengharapan!

Semua orang punya kisah berbeda di bawah kolong langit ini. Saudara - saudara kita di Jepang, punya kolong langit yang mungkin sempat gelap. Akan tetapi, diri yakin, mereka akan mengisi kolong langit mereka dengan pengharapan untuk kembali pulih. Ya, kembali dengan pengharapan bahwa kehidupan masih memberi mereka kesempatan kedua dan saatnya berbagi meskipun di tengah kelam bencana.

Apakah kita mampu melakukannya?
Diri sangat yakin tidak semua mampu menghias kolong langit mereka dengan pengharapan dan keyakinan. Termasuk diri yang terkadang masih meragukan kolong langit diri sendiri.
Diri begitu mencari - cari sesuatu yang seyogyanya tidak perlu dipertanyakan dan dicari lagi karena semuanya telah disediakan sekarang, nanti atau cepat atau lambat. Sungguh indah sebenarnya setiap kolong langit yang ada.
Kolong langit yang kosong adalah suatu kesia-siaan. Mengapa kita tidak kita coba isi dan hias lagi? Pengharapan dan keluh kesah tidak apa jadi hiasan kita di awal ini. Namun tetap, cobalah belajar untuk menghias kolong langit ini dengan Syukur. Ya, rasa bersyukur kepada yang pemilik semua kolong langit di bumi ini. Sungguh, ini akan membuat semua kolong langit akan berseri dengan indah. Pengharapan akan bertambah manis. Keluh kesah akan memudar ketika syukur yang mendominasi kolong langit kita.



Friday, February 04, 2011

Anugerah Diri

Salah satu anugerah yang diri terima adalah sukacita di pagi ini.

Diri diperkenankan berkomunikasi dengan yang berkepentingan dimanapun.

Diri diizinkan untuk mengatakan tidak dengan cara diri.

Diri bisa merasakan rasa bersalah.

Diri mampu mengungkapkan ketidaknyamanan dalam tulisan.

Terutama, diri masih diberi kesempatan berdoa.

Doa Pagi ini

Hari ini adalah hari terakhir lagi dalam minggu ini, Bapa.
Aku berdoa padamu lewat carik kertas yang telah berbentuk elektornik ini.
Aku bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah ku alami hingga sekarang.
Buat segala apa yang begitu sempurna Bapa gariskan.
Ampuni aku, Bapa atas segala ketidaktegasanku, keraguanku, dan ketidakpercayaan yang terus ku dengungkan kepadaMu.
Manusia hina. Aku adalah bukan apa - apa tanpaMu, tanpa belas kasihanMu.
Bapa, aku tidak ingin menganggap semuanya beban terus menerus.
Aku ingin pergi kepadaMu. Melalui semua tembok ini, dan menjadi bagian dariMu. Aku tidak ada apa - apa tanpaMu. Cukup ku lakukan luka lagi bagiMu, Tuhan. Sungguh egois aku Bapa. Sekarang ketika terlibat dalam kesalahan, aku meraung, menangis ketakutan padaMu. Sebelumnya, aku melangkah dengan asumsi Bapa mengizinkan. Namun, aku sendiri belum mampu mendengarkanMu. Bapa, tinggallah dalam hatiku ini. Tinggallah. Aku mohon Bapa, lepaskan aku dari keraguan dan ketidakjelasanku akan ketakutan yang lebih tidak jelas lagi.
Kuatkan aku Bapa menanggung semuanya. Ku mohon, jangan biarkan aku sendiri.
Jadilah khendakMu pada ku.
Amin.

Sukacita Jumat

Kembali lagi blog. Maap ya, ditingalkan dalam jangka yang lama lagi.
Banyak hal yang terjadi di minggu - minggu akhir menjelang awal di Februari ini. Semua adalah sukacita. Pada awalnya demikian, dan seharusnya berakhir sebagai sukacita juga. Diri berdoa demikian.

Ketakutan itu muncul kembali. Dia seperti sindrom virus kronik yang tidak pernah mau lepas kecuali antivirusnya datang lebih kuat menantang dia berkelahi sampai mati. Ini bukan berlebihan, tetapi rasanya memang demikian. Sungguh, luar biasa sekali tembok hitam yang membatasi antara diri dan Nya. Jelas, bahwa tembok itu adalah dosa. Dosa dalam segala bentuk yang terus saja diri jalani tanpa henti. Keraguan, Ketidaktaatan, Kebohongan adalah bagian darinya dan tidak pernah henti rasanya menghantui. Dalam gelap, diri tidak menemui apapun di dalamnya lagi. Mencari kesunyian mungkin mulai terasa sesak dalam diri.

Hari ini, diri melukai orang kembali. Semua tetap diawali niat baik untuk belajar dan menolong kepentingan orang - orang yang sudah diri anggap orang tua selama di sini. Akan tetapi, apa yang diri perbuat? Diri memang salah. Di sini diri belajar, tidak semuanya bisa diri lakukan seperti untuk yang lain. Diri punya kapasitas, tanggung jawab, mimpi dan cita - cita. Semuanya harus diri sinergikan dengan seharusnya dan baik di mataNya. Langkah bahagia yang diri ambil pada akhirnya malah di awal ini menyebabkan luka bagi kepercayaan orang - orang yang diri hormati. Ketidaktegasan akan kenyamanan dan kebaikan untuk orang lain menjadi pisau yang melukai diri juga.

Semua ada yin dan yang -nya, seperti sesuatu yang pasti memiliki kondisi bermata dua. Dia bisa jadi berkat atau musibah. Mungkin, ini merupakan pertanda musibah. Atau, hanya diri yang berpikir terus bahwa ini salah dan tidak tepat. Diri sangat ingin menjadi bagian dari komunitas kekeluargaan ini.
Sekarang diri hanya bisa menyalahkan segala sesuatu yang ada dalam diri. Berdiri sebagai pesakitan dan mulai merasa memang kegagalan yang kemungkinan besar akan diraih. Ketidaktepatan ini akankah mengubur cita - cita diri, terutama cita - cita papa. Tidak, Bapa. Tidak, Bapa. Diri mohon tidak.

Diri berjalan dan berusaha dengan keadaan ke depannya. Jelas, sukacita tetap akan ada. Dia tidak akan tinggal diam dan meninggalkan diri.
Tembok pasti runtuh !!!

Tuesday, February 01, 2011

One way - Kita Satu

Kaulah satu tulang dari tulangku
Yang kuimpikan selama hidupku
Tuk bersanding denganmu
Penuh asa lewati suatu masa
Berdua kita t'lah jalan bersama
Satu ikatan cinta, indah terasa
Lewat kasih mulia Dia yang kuasa

Reff:
Kini kita satu dalam menempuh hidup baru
Hatiku hatimu penuh kasih memadu
Kini kita satu dalam meraih indah cinta itu
Dan selamanya kita satu

Bridge:
Yang t'lah Dia satukan takkan terpisahkan
Kau dan aku akan berdua selamanya

Kita satu. Sebenarnya, lebih ingin ke judulnya. Kita satu adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Hal yang tidak mudah ditempuh dan dijalani.
Banyak yang mencoba, tetapi banyak juga yang terjatuh. Semua bergantung pada prinsip dan kemauan untuk meneruskan janji yang telah terucapkan semua. Semua juga tidak semudah mengatakannya dengan lidah dan menulis dengan indah. Bagaimana dalam cerita kehidupan setiap orang? Bagaimana dengan pasangan yang telah menjalaninya? Diri belum memahami ini seutuhnya. Diri masih menjalani segalanya. Diri masih melihat. Diri ingin mengerjakannya. Ingin menjadi satu dengan yang seutuhnya dalam tanganNya.

Amin.

Pemanjaan Diri vs Kemalasan

Masih ada hasrat untuk menulis lagi. Diri rasa tidak ada salahnya menjadi produktif dengan cara yang penulis punya, bukan mengikuti tuntutan untuk dikenal atau kesombongan hati yang ingin dikenal. Rasanya tidak perlu demikian. Diri hanya ingin blog menjadi sumber berkat bagi yang membacanya dan bisa mengambil yang baik tentang apa yang diri bagikan. Diri sadar isinya tidak meningkat dari dulu. Semua isi blog masih berisi kehidupan diri. Akan tetapi, satu hal yang membuat diri bangga bahwa blog ini adalah gambaran dari diri yang pernah mengalami ini itu, segala pengalaman pahit, buruk, baik, dan manis dalam menjalani hari - hari. Sekarang, blog punya nama Hidup saya yang sempurna. Nama ini diri gambarkan sebagai syukur diri kepadaNya yang sempurna. Diri baru mulai mau melihat sisi lain kehidupan diri sendiri, semua begitu sempurna ditataNya. Melihat dari luar kotak memang sangat dibutuhkan bagi setiap pribadi yang merasa bahwa kehidupannya adalah monoton dan tidak ada peningkatan atau selalu membawa sial atau tidak pernah diberkati.

Seperti biasa, diri akhirnya melantur ke topik yang berbeda dari pemikiran diri sebelum menulis. Diri hanya ingin membagi apa yang pernah diri alami. Harapannya hanya satu, yaitu semoga yang baik bisa terulang bagi yang membaca dan yang buruk tidak terulang.
Diri pun lupa dan tidak paham, semangat menulis kembali turun ketika mengetik ini. Diri terlalu terbiasa dengan hal - hal yang bisa dikatakan sebagai pemanjaan diri yang jauh lebih buruk dari kemalasan. Mengapa jauh lebih buruk dari kemalasan? Jawabannya sederhana. Ketika diri dalam kondisi yang terlena dalam kemanjaan, akan jauh lebih sulit menerima kondisi paksaan apapun yang dirangsangkan agar keluar dari tempat tersebut. Hal ini akan berbeda dengan kemalasan. Rasa malas masih memiliki toleransi dengan apa yang disebut dengan paksaan atau kewajiban dan kebutuhan. Sebagai contoh, ketika orang malas keluar kosan untuk mencari makan. Pada akhirnya, rasa malas akan kalah dengan rasa lapar atau lebih parahnya dengan rasa sakit pada lambung yang ditimbulkan.

Hal berbeda ketika pemanjaan diri diidap. Sebagai contoh adalah diri. Di awal minggu kuliah, diri sangat membiarkan kondisi mental makin menjatuh dengan sikap ini. Semua apa yang tidak ingin diri lakukan, diri biarkan saja. Semua kebutuhan ataupun kepentingan seakan hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Konteks ini juga termasuk pada kondisi lapar yang sering diri alami di masa - masa tersebut. Kebodohan dan kemalasan hanya sebagian dari kondisi ini. Kombinasi ini memiliki akibat efek jangka panjang jika terus dibiarkan. Salah satunya adalah sikap anti sosial yang diri rasakan. Ya, kemalasan dalam segala aspek membuat diri mengisolasi diri sendiri secara fisik dan psikis secara langsung dan telaten.

Efek terburuk dari kemalasan kronis ini adalah halusinasi dan bayangan akan diri sendiri yang cenderung bersifat negatif. Manusia seperti ini dibiarkan seolah hidup dalam dunia yang dia setting dengan aturannya tanpa ada yang bisa mengganggu dan mengharuskan dia berada dalam kondisi nyaman. Tidak ada kepedulian yang terlintas. Akibatnya, ketika terjadi sedikit saja tentang pikiran negatif, dia akan terganggu secara keseluruhan. Diri mengalami apa yang disebut dengan segala ketakutan dari semua aspek kehidupan nyata yang ditinggalkan. Diri menjadi dihantui oleh perkara - perkara yang sebenarnya tidak ada, tetapi bisa saja menjadi ada karena hasil ketakutan diri tadi.

Apakah mau seperti ini?
Pengalaman diri menunjukkan bahwa ini adalah siksaan dalam arti yang paling gampang dilakukan, dibuat sendiri dan diciptakan dalam segala waktu yang dimiliki.

Bagaimana menyembuhkannya?
Semua kembali pada diri kembali. Kemampuan menentang seluruh pikiran negatif yang menjadi syarat utama. Maju ke arena perperangan dengan segala pikiran negatif yang menjadi penyakit. Bayangkan bahwa ini adalah harga diri dan kehidupan ke depannya. Senjata utama adalah keinginan akan SUKACITA dan SENYUM serta BERKAT bagi orang lain.
Belajar berulang memang juga jadi kunci keberhasilannya dalam jangka panjang maupun dekat. Wajar jatuh di awal, tapi jangan makin terseret dalam pemanjaan ini. Hal ini akan menjadikanmu pribadi yang gelap dan merasakan beban yang sangat.
Gunakan perisai iman dan doa.

Minggu Terakhir Januari

Hai blog, one day one post nya blum bisa berjalan tampaknya. Maapkan diri yang terlalu sibuk dengan kemalasan yang selalu dimanjakan keberadaannya.Diri sangat menikmati kemalasan dan ketidakjelasan selama beberapa hari yang berjalan ini. Namun blog, diri jauh lebih menikmati peran diri mendampingi lelakiku.
Lelakiku pulang sekitar 1 minggu lalu. Tujuan awalnya adalah wawancara kerja, tetapi berujung pada pemenuhan yang sesungguhnya dari alasan dia cuti urgensi, yaitu urusan keluarga. Blog, diri bersyukur punya lelaki yang hebat. Iya, Tuhan, terima kasih karena telah mengizinkan diri untuk mengenal, menyayangi dan mendampingi lelakiku hingga saat ini.

Banyak hal yang kami lakukan selama cuti singkatnya ini. Salah satunya, dia membantu diri untuk mengurangi rasa malas di kosan. Setidaknya, dengan kepulangan dia, mendorong diri buat tidak bermalas - malasan. Waktu yang ada dimanfaatkan sebisa mungkin untuk mendiskusikan banyak hal. Hal - hal simpel yang sering kami ributkan, hingga mimpi - mimpi yang ingin diri dan lelakiku inginkan juga.
Ada banyak hal yang berkesan di akhir Januari hingga memasuki Februari ini, selama lelakiku cuti. Salah satunya adalah mawar putih! Diri sangat suka. Diri belajar banyak hal juga dalam hubungan ini.

Diri akui masih sangat sering lalai dalam memahami dan mengerti dia. Di sini, diri melihat dan memahami bahwa diam tidak akan menjadikan pasangan kita tahu tentang apa yang kita maksud dan atau inginkan. Selama ini, kebanyakan wanita mengira bahwa prialah harus mengerti keinginan mereka tanpa sebelumnya mereka beritahukan. Hal ini terpatri karena merasa itu adalah suatu kebanggaan bahwa kekasih kita paham dan tahu apa yang kita mau. Akan tetapi, coba perhatikan sekali lagi. Apalagi untuk hubungan jarak jauh yang dilakukan oleh diri dan lelakiku.

Secara logika, ketika saling berjauhan, waktu yang kita punya sebisa mungkin seharusnya dipergunakan untuk membangun dan menjaga kepercayaan itu. Semua dilakukan untuk ke depannya juga. Di sisi lain, jadwal kerja atau kuliah yang padat biasanya pasti akan membuat pria juga untuk beristirahat. Mungkin terdengar egois juga, tapi memang keduanya perlu menekan ego atau pribadi. Jadi, mereka butuh waktu ekstra untuk tahu apa yang wanita mau dengan cara yang terkadang tidak dibukakan pula oleh sang wanita. Ini pasti memperparah. Hal yang baik, coba katakan. Ya, coba komunikasikan apa yang diinginkan dengan cara yang fun. Di satu sisi, egois masing - masing bisa terakomodir dalam kondisi yang positif. Di sisi yang lain, keduanya juga merasa dimengerti dan saling menghargai kondisi di tempat tinggal yang ada. Ini bukan suatu doktrin tapi berdasarkan pengalaman masing - masing pribadi. Setiap pasangan adalah unik. Mereka pasti akan punya masalah dan cara pandang yang berbeda terhadapnya. Jadi, jangan berkecil hati jika diri kita tidak sama dengan orang lain. Keunikan inilah yang menjadi aset untuk berkembang bagi masing - masing pribadi dalam hubungan yang dijalani.


Salah satu pembelajaran yang sangat berharga yang diri dapatkan. Bayangkan, rasa lelah harus ditambah dengan menjadi cenanyang juga. Hal yang menjadi hasil biasanya malah suatu kesalahan. Begitu juga yang pernah diri dan lelakiku alami. Semoga komunikasi yang kami lakukan berkenan padaNya dan bisa lebih baik lagi ke depannya.

Balik lagi ke awal, mawar putih yang diberikan oleh lelakiku sungguh indah. Sekali lagi kuucapkan, diri menyayangimu lelakiku. :))
Mungkin, ada hal lain yang bisa disampaikan. Ya, di postingan berikutnya saja.

mawar putih bagi diri, tanda waktu yang selalu lelakiku rasa. Amin.