Showing posts with label new zealand. Show all posts
Showing posts with label new zealand. Show all posts

Saturday, February 25, 2017

Dari steooz.com Ke viosjourney.world

Malam - malam setelah menemani lelakiku yang puji Tuhan sudah jauh membaik dari yang kemarin dan setelah tulis menulis di www.ourexploration.world rasanya lega dan semakin semangat. Ada banyak yang tertinggal selama ini. Membaca terlewat, menulis terbengkalai, bekerja terlalu keras, belajar sampai lupa. Ini sudah jauh menyimpang dari seharusnya. Well, semangat baru di 2017 setelah terpaan berbagai macam badai dan masih meneruskan perjalanan di tengah hujan gerimis ini, tidak ada yang namanya "tanpa hikmah" atau "berakhir sia-sia".

Setidaknya sekarang diri memulai kembali menata dengan menambah jam membaca dan sekarang yang sedang dilakukan adalah menulis. Ada ratusan ide yang tertahan yang pada akhirnya masih berakhir di notes sebagai rancangan tulisan, yang saat ini buat diri adalah sebuah kemajuan (:D pembenaran). 

Hari yang diawali mungkin dengan enak sampai eneg bukanlah jadi penghalang seharusnya bagi siapapun juga, termasuk diri. Hari ini juga akhirnya diri menemukan kembali ritme yang telah lama tertinggal. Diri terlalu fokus larut sana sini yang akhirnya hanya mampu mengenerate ide itu di angka puluhan saja, bukan ratusan :D. Menulis itu benarlah suatu keasikan sendiri dan kesenangan yang berbeda dari banyak hal. Senjata pena dan buku memang tools utama mendorong kemauan diri untuk menuangkan ide - ide itu, sayangnya selalu berujung pada tertinggal di dalam buku, bukan tertuang lagi di dalam blog ini. 

Setelah berganti nama berkali - kali, akhirnya diri meyakini pilihan kepada www.viosjourney.world sebagai bagian dari cerita utama blog ini. Selama lebih dari 3 tahun, wajah viosjourney.world berada sebagai wajah steooz.com yang akhirnya ditutup dengan alasan administrasi. Website sederhana yang ternyata menurut lelakiku berdampak cukup banyak, jendelaexplorasi.net juga harus berganti wajah menjadi ourexploration.world. Pemilihan nama kali ini merupakan bagian paling penting yang bisa diri katakan menyenangkan dan semoga menjadi pelabuhan terakhir (tidak ada lagi masalah administrasi) ke depannya. 

Berdiskusi, bergalauria, tidak percayaan dan lainnya dengan pilihan nama website yang baru mendorong diri dan lelakiku akhirnya memutuskan kedua nama tersebut dengan filosofis dan tujuan masing - masing. Alamat viosjourney.world menggambarkan isi blog ini yang benar - benar bersifat personal diri. Di ruang inilah, seluruh aktualisasi diri sebagai yang namanya Stephanie Octorina Saing yang dipanggil dengan berbagai macam nama, mulai dari Os, Pani, Step dan lainnya yang menuliskan mimpi - mimpinya, cita - citanya, syukur - syukurnya sepanjang perjalanan hidup yang dilalui. Kalau dulu dari tahun 2007 sampai 2010 awal diisi dengan perjalanan diri seorang, 2011 hingga saat ini, cerita adalah diri dan lelakiku, lalu jika Tuhan mengizinkan segera ada cerita tentang "sukacita kami". 

Cerita tentang seluruh pengalaman sekolah, pekerjaan dan profesionalitas tambang dan geologi, diri sampaikan dalam ourexploration.world. Bukanlah lagi sebagai jendela, tetapi sebagai dunia yang sebenarnya diri ingin sekali mengajak siapa saja untuk berkontribusi. Masih banyak hal yang diri tidak pahami. Mungkin di atas kertas diri digelari yang tertinggi dari tingkatan sekolah, tetapi pengalaman dan pembelajaran diri dalam berbagai hal lain masih sangat minim. Oleh karena itu, diri berharap ini menjadi media bersama di tengah dinamisnya lingkungan profesionalitas tambang. 4L, lu lagi lu lagi kalau bisa dibilang. Lalu mengapa tidak saling membantu atau kita berbagi? Itu yang menjadi landasan diri akhirnya membawa cerita profesionalitas tambang dalam satu wadah, satu dunianya sendiri agar dapat dimiliki bersama dunia itu sendiri. 

Rasanya lega bisa menulis kembali. Semoga semangat ini tak padam. Bukan untuk jadi hanya sekadar mimpi karangan cita-cita, tapi benar seperti tekad bersama dengan lelakiku.
Hidup itu bermakna selama bisa jadi garam dan terang, bukan?

Friday, November 27, 2015

Pengalaman saat ini: PhD Akita University

Perjalanan berkat dan luar biasa sedari TK telah diri tuliskan di beberapa postingan sebelumnya. Inilah rangkaian kesaksian yang ingin diri sampaikan untuk segala sesuatu yang telah Ia berikan dan percayakan. Satu hal seluruh kesamaannya, diri selalu melihat bagaimana luar biasanya rencana Tuhan Yesus dalam hidup diri, benar akan janjiNya yang tidak pernah terlambat dan selalu mengarahkan pada yang terbaik menurutNya.

Dunia yang sekarang tengah diri tekuni adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas sedikit pun oleh diri sebelumnya. Bahkan diri belum pernah mendengar sekolah tempat diri akhirnya menamatkan pendidikan hingga magister. Tidak pernah diri memimpikan akan mendapatkan jodoh seumur hidup diri pun di tempat yang sama. Diri juga tidak pernah menduga untuk mengalami perjalanan hidup yang sangat bervariasi dan seperti roll coaster rasanya. Sebuah pengalaman yang luar biasa bersama dengan Tuhan Yesus. Melalui semua perjalanan ini, diri menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan dan tidak sedikit pun karena diri yang mampu, melainkan karena kemurahan hatiNya.

Sebelum lepas tiap strata sekolah, Tuhan telah menyiapkan tempat baru yang membuat diri akhirnya tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal. Semua "shelter" kehidupan telah Ia siapkan bagi diri dan sekarang berikut juga dengan keluarga kecil diri.

Pada semester kedua di S2, diri mendapatkan kesempatan untuk mendaftar sekolah S3 di Akita University, sekolah tambang tertua di Jepang. Akita University berdiri tahun 1907 dan berada di kota Akita yang juga bekas bagian dari kota tambang di awal 1900. Saat mendaftar S3, usia diri masih 21 tahun lebih beberapa minggu. Ini juga menjadi semacam hadiah ulang tahun diri pada akhir Oktober sebelumnya. Luar biasa Tuhan Yesus! Segala kendala pendaftaran dibukakan jalan oleh Tuhan. Diri pun mendapatkan pembimbing, Prof. Akira Imai yang juga luar biasa baik dan memang tepat diberikan oleh Tuhan meskipun diri seringkali silang pendapat dengan beliau. Maklum bocah keras kepala..xixixi..Beliau juga yang dijadikan Tuhan untuk membuka jalan bagi diri sekolah S3 di Jepang meskipun ada prasyarat yang tidak bisa dimiliki diri, yaitu usia minimum untuk pendidikan doktor adalah 24 tahun. Berbekal dengan segala kepercayaan pada Tuhan Yesus, seluruh proses pendaftaran akhirnya berjalan lancar dan diri menerima LoA dari kampus baru diri sebagai mahasiswa baru di Akita University.

Setelah wisuda, diri berangkat menuju Akita dengan segala tantangan dan hati yang tidak pasti karena harus kembali LDR dengan lelakiku. Namun, Tuhan Yesus buktikan sekali lagi bagaimana semuanya ada dalam pengaturan di tanganNya. Dengan semangat 45 dan segala dukungan, baik semangat dan finansial dari lelakiku untuk membeli tiket hingga biaya hidup selama diri belum mendapatkan beasiswa, diri tiba di Akita. Seperti biasa, hari pertama diri hanya bisa terdiam dan menangis karena harus memulai lagi sesuatu yang baru dan rasanya masih terlalu cepat. Diri hanya bisa berdoa dan memohon pertolongan untuk menghadapinya. Jurus "berserah" dalam Tuhan itulah yang membuat segala sesuatunya berjalan.

Setiba di sini, diri harus segera beradapatasi segera dengan banyak hal, baik budaya, tata cara sekolah, orang - orang baru yang kali ini berasal dari berbagai bangsa, bukan lagi suku, dan bahasa yang harus digunakan. Diri sebelumnya memang menggunakan bahasa Inggris, tetapi tidak semasif yang harus dilakukan selama di Akita, ditambah dengan diri tidak memahami sedikit pun bahasa Jepang. Kursus kilat yang diri coba lakukan di Bandung sama sekali tidak membantu karena diri sudah "menyerah" duluan dengan keadaan.

Sekali lagi, Tuhan menguatkan diri lewat banyak cara, terutama lelakiku (terima kasih banyak, sayang!) yang selalu mengingatkan untuk berpikiran positif dan menyusun strategi dengan menerapkan ilmu perang Shunju. Dalam keadaan adaptasi awal, diri juga harus berjuang untuk lolos beasiswa Leading Program yang diberikan pemerintah. Ini adalah satu - satunya harapan diri untuk mendapatkan beasiswa di tahun 2013, di tengah beasiswa Jepang lainnya sudah menutup pendaftaran. Akhirnya, diri mengikuti tes wawancara dan tertulis di kampus langsung untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Setelah hampir 3 minggu, hasil pun keluar dan diri dinyatakan diterima di program beasiswa Leading Program! Puji Tuhan, puji Tuhan! Meskipun demikian, beasiswa baru bisa keluar tepat di bulan ketiga diri berada di Akita, yang artinya di bulan Juni. Rencana Tuhan memang luar biasa, diri telah dipersiapkan dengan dana oleh lelakiku untuk menghadapi biaya hidup di Akita yang tidak sedikit selama kurang lebih 3 bulan! Tepat sesuai dengan jalanNya!

Member lab Economic Geology October 2013.
Setelah resmi diterima, diri mulai mengikuti program pendidikan diri di bawah Leading Program dengan laboratorium khusus Economic Geology. Program khusus yang dibangun oleh Pemerintah Jepang selama 7 tahun sejak 2012 untuk percobaan pertama di seluruh bidang sains dan sosial untuk sekolah - sekolah tertentu. Diri memiliki tanggung jawab disertasi, 49 kredit kelas dan disertasi dan publikasi. Puji Tuhan! Perencanaan yang diajarkan oleh lelakiku membuat diri terbantu selama di kuliah S3 di bawah Leading Program. Pendidikan yang diri dapatkan dari SMP hingga S2 pun sangat membantu diri untuk membiasakan diri lebih berdisiplin lagi dengan waktu agar dapat menyelesaikan semua program yang disediakan tepat pada waktunya.

Tantangan pertama setelahnya adalah tempat riset diri yang belum ada. Diri harus menunggu sekitar 1 semester sebelum bisa mendapatkan tempat penelitian yang artinya waktu untuk riset diri pun berkurang. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan anakNya! Sekali lagi diri menekankan itu karena diri mengalaminya lagi dan lagi.

Setelah mendapatkan tempat penelitian, diri bisa langsung mengerjakan disertasi diri. Dengan mengikuti apa yang telah diri susun di proposal menggunakan sekitar 10 metode, diri memulai semua penelitian. Kegiatan disertasi dimulai di semester kedua dengan ke lapangan untuk melakukan mapping dan mengambil sampel, selanjutkan kegiatan laboratorium yang semuanya harus dikerjakan oleh diri sendiri dari mulai preparasi hingga jadi sebuah data; dan berangkat konferensi, field trip dan kursus. Disiplin waktu menjadikan kegiatan diri memang tampaknya sangat sibuk karena banyaknya kelas dan kegiatan riset yang berpacu dengan waktu. Diri memulai pekerjaan di kampus dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 09.00 malam setiap harinya dengan istirahat makan siang dan malam yang dilakukan juga sembari mengerjakan preparasi, kecuali hari Minggu di semua musim. Adaptasi terhadap musim dingin sempat membuat diri hampir mengalami kerusakan syaraf di tangan karena "kecerobohan" diri untuk mengerjakan preparasi yang menggunakan air dingin terus menerus selama 2 hari berturut-turut selama 18 jam sehari. Namun, semuanya dibayarkan Tuhan selalu luar biasa. Telapak tangan diri disembuhkan Tuhan dalam beberapa hari dan diri dapat kembali melanjutkan perjuangan. Sungguh semuanya dibukakan jalan untuk setiap preparasi dan penggunaan alat yang dibutuhkan. Terima kasih juga untuk associate professor Ryohei Takahashi yang selalu membantu untuk mengarahkan dan menjawab pertanyaan diri untuk tiap metode yang dikerjakan. Maklum diri sedikit cerewet dan "pelupa" untuk beberapa hal. hhihihiii....

Setelah kembali dari lapangan, bersama sahabat terkasih.
Tuhan begitu luar biasa. Ia meletakkan diri di sekolah dan di bawah program yang juga luar biasa. Hampir 90% kelas diri selesaikan di tahun pertama di kampus. Memasuki pertengahan semester kedua, diri mulai fokus dengan riset diri setelah diri dapat beradaptasi dengan materi kelas yang beragam. Di tengah perjuangan diri untuk menyelesaikan riset dan kelas yang ada, diri masih diberikan kesempatan untuk mengikuti konferensi dan trip; membangun student chapter dan tentunya yang terpenting adalah menikah! Semua adalah anugerahNya saat diri melakukan bagian diri yaitu bekerja keras untuk pekerjaan yang telah dipercayakan oleh Tuhan. Seutuhnya adalah "berserah" saja pada Dia yang memiliki semuanya.

Seperti yang diri katakan, sekolah di Akita University banyak mendorong pengembangan mental dan psikologi diri menjadi lebih dewasa lewat berbagai cara. Diri terutama diajari untuk mengembangkan sisi komunikasi dan networking dengan multikultural environment (bukan hanya budaya, tetapi juga latar belakang pekerjaan, pendidikan dan lainnya). Diri diizinkan untuk mengikuti banyak konferensi dan trip di berbagai negara untuk meningkatkan kualitas belajar di bidang riset diri dan juga bagian dari pengembangan diri secara sosial dan komunikasi akademis-industri-pemerintah. Selama menjadi mahasiswa di Akita University, diri diberikan Tuhan kesempatan untuk menjelajah ke negara - negara berikut:
  1. Mongolia untuk Summer Camp di tahun 2013
  2. Amerika Serikat untuk konferensi dan field trip di tahun 2013
  3. Selandia Baru untuk konferensi, field trip dan kursus di tahun 2013
  4. Jerman untuk Summer Camp di tahun 2014
  5. Afrika Selatan untuk konferensi dan field trip di tahun 2014
  6. Filipina untuk konferensi dan field trip di tahun 2015
  7. China untuk kursus di tahun 2015
  8. tentunya Jepang, dari Hokkaido sampai Kyushu untuk konferensi, forum, kursus dan field trip. 
 
Hai Samudra Pasifik!
Pengalaman pertama di heli dengan para ahli.

Selamat datang di White Island!
Trip di White Island, Selandia Baru
Di tengah mengerjakan riset pun, Tuhan memberikan banyak kesempatan luar biasa. Diri diberi kesempatan untuk mendapatkan bantuan riset dari Jepang melalui Youth Challenge Fund sebanyak 2x, yaitu tahun FY2013 dan FY2014. Sungguh Tuhan begitu luar biasa. Meskipun diri harus banyak mendapatkan pelajaran dari Tuhan tentang berbagai hal, tapi Tuhan tidak pernah menutup mata. Berdoa, berserah dan berusahalah yang terbaik. Godaan banyak sekali ini jika mau dituruti ditambah dengan suara sumbang di sana - sini bisa menjadi pilihan. Akan tetapi, diri selalu diingatkan Tuhan melalui lelakiku bahwa tujuan awal kesini adalah sekolah dan memuliakan nama Tuhan. Usaha dan pekerjaan kitalah yang akan dinilai pada akhirnya bukan karena "kemanisan" kita yang akan menyelamatkan studi kita. Itu sangat diri pelajari juga selama di Akita. Diri sangat bersyukur karena Tuhan Yesus tidak luputkan mata, wajahNya dari diri.

Pulau lainnya di lepas pantai North Island.
Perjalanan dari base Frontier ke White Island di atas Samudra Pasifik.
Saat ini, diri sudah menyelesaikan 2x sidang dari 3x sidang yang dijadwalkan. Dua sidang pertama memberikan hasil yang luar biasa untuk diri. Diri juga masih menunggu kepastian publikasi jurnal yang masih dalam proses akhir untuk semuanya. Jika Tuhan Yesus mengkhendaki, diri akan lulus pada awal Februari 2016 di usia 24 tahun 3 bulan. Puji Tuhan! Semua apa yang diri alami hingga saat ini, sekecil apapun itu adalah mukjizat Tuhan untuk hidup diri dan untuk kemuliaan namaNya saja, ditambah dengan dukungan luar biasa dari lelakiku (I am so proud of you!).

I can tell you much about my study life in Akita. Afterwards, I am going to tell more about His design in my life. When I wrote all posts here, I just could smile and say "thank you, Jesus!"

Wednesday, June 25, 2014

Golden kiwi

Akhirnya diri bisa memakan golden kiwi! Setelah berbulan - bulan direkomendasikan teman di New Zealand, diri belum juga mencobanya hingga hari minggu lalu. Kesempatan untuk mencoba itu selalu datang di saat yang diperlukan. Harga golden kiwi selalu lebih mahal yang membuat diri membatalkan kesempatan mencoba dan menentukan secara umum bahwa rasanya sama dengan kiwi hijau atau yang biasa. Namun ternyata kenyataan tidak begitu juga. Mengingat apa yang teman diri katakan untuk mencoba varian unggul dari kiwi itu sendiri. Hasilnya cukup berhasil membuat diri bahagia karena rasanya yang sedikit berbeda apalagi ketika dicampur susu. 

Sekilas fotonya sama dengan kiwi hijau, padahal ini adalah kiwi golden. Potongannya berwarna kuning kehijauan. Namanya juga mencoba.