Showing posts with label mongolia. Show all posts
Showing posts with label mongolia. Show all posts

Saturday, February 25, 2017

Dari steooz.com Ke viosjourney.world

Malam - malam setelah menemani lelakiku yang puji Tuhan sudah jauh membaik dari yang kemarin dan setelah tulis menulis di www.ourexploration.world rasanya lega dan semakin semangat. Ada banyak yang tertinggal selama ini. Membaca terlewat, menulis terbengkalai, bekerja terlalu keras, belajar sampai lupa. Ini sudah jauh menyimpang dari seharusnya. Well, semangat baru di 2017 setelah terpaan berbagai macam badai dan masih meneruskan perjalanan di tengah hujan gerimis ini, tidak ada yang namanya "tanpa hikmah" atau "berakhir sia-sia".

Setidaknya sekarang diri memulai kembali menata dengan menambah jam membaca dan sekarang yang sedang dilakukan adalah menulis. Ada ratusan ide yang tertahan yang pada akhirnya masih berakhir di notes sebagai rancangan tulisan, yang saat ini buat diri adalah sebuah kemajuan (:D pembenaran). 

Hari yang diawali mungkin dengan enak sampai eneg bukanlah jadi penghalang seharusnya bagi siapapun juga, termasuk diri. Hari ini juga akhirnya diri menemukan kembali ritme yang telah lama tertinggal. Diri terlalu fokus larut sana sini yang akhirnya hanya mampu mengenerate ide itu di angka puluhan saja, bukan ratusan :D. Menulis itu benarlah suatu keasikan sendiri dan kesenangan yang berbeda dari banyak hal. Senjata pena dan buku memang tools utama mendorong kemauan diri untuk menuangkan ide - ide itu, sayangnya selalu berujung pada tertinggal di dalam buku, bukan tertuang lagi di dalam blog ini. 

Setelah berganti nama berkali - kali, akhirnya diri meyakini pilihan kepada www.viosjourney.world sebagai bagian dari cerita utama blog ini. Selama lebih dari 3 tahun, wajah viosjourney.world berada sebagai wajah steooz.com yang akhirnya ditutup dengan alasan administrasi. Website sederhana yang ternyata menurut lelakiku berdampak cukup banyak, jendelaexplorasi.net juga harus berganti wajah menjadi ourexploration.world. Pemilihan nama kali ini merupakan bagian paling penting yang bisa diri katakan menyenangkan dan semoga menjadi pelabuhan terakhir (tidak ada lagi masalah administrasi) ke depannya. 

Berdiskusi, bergalauria, tidak percayaan dan lainnya dengan pilihan nama website yang baru mendorong diri dan lelakiku akhirnya memutuskan kedua nama tersebut dengan filosofis dan tujuan masing - masing. Alamat viosjourney.world menggambarkan isi blog ini yang benar - benar bersifat personal diri. Di ruang inilah, seluruh aktualisasi diri sebagai yang namanya Stephanie Octorina Saing yang dipanggil dengan berbagai macam nama, mulai dari Os, Pani, Step dan lainnya yang menuliskan mimpi - mimpinya, cita - citanya, syukur - syukurnya sepanjang perjalanan hidup yang dilalui. Kalau dulu dari tahun 2007 sampai 2010 awal diisi dengan perjalanan diri seorang, 2011 hingga saat ini, cerita adalah diri dan lelakiku, lalu jika Tuhan mengizinkan segera ada cerita tentang "sukacita kami". 

Cerita tentang seluruh pengalaman sekolah, pekerjaan dan profesionalitas tambang dan geologi, diri sampaikan dalam ourexploration.world. Bukanlah lagi sebagai jendela, tetapi sebagai dunia yang sebenarnya diri ingin sekali mengajak siapa saja untuk berkontribusi. Masih banyak hal yang diri tidak pahami. Mungkin di atas kertas diri digelari yang tertinggi dari tingkatan sekolah, tetapi pengalaman dan pembelajaran diri dalam berbagai hal lain masih sangat minim. Oleh karena itu, diri berharap ini menjadi media bersama di tengah dinamisnya lingkungan profesionalitas tambang. 4L, lu lagi lu lagi kalau bisa dibilang. Lalu mengapa tidak saling membantu atau kita berbagi? Itu yang menjadi landasan diri akhirnya membawa cerita profesionalitas tambang dalam satu wadah, satu dunianya sendiri agar dapat dimiliki bersama dunia itu sendiri. 

Rasanya lega bisa menulis kembali. Semoga semangat ini tak padam. Bukan untuk jadi hanya sekadar mimpi karangan cita-cita, tapi benar seperti tekad bersama dengan lelakiku.
Hidup itu bermakna selama bisa jadi garam dan terang, bukan?

Friday, December 11, 2015

Leading Program Akita University (3)

Baiklah, sepertinya ini postingan terakhir tentang LP-AU. Selanjutnya diri ingin berbagi tentang apa itu rotasi lab dan summer camp, serta simposium yang juga jadi bagian dari program LP-AU. Rotasi Lab adalah kewajiban setiap mahasiswa yang berada di bawah LP-AU. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti rotasi lab dari lab mereka bernaung dan setidaknya 3 lab lain yang berbeda dari lab mereka. Sebagai contoh, diri harus mengikuti rotasi lab economic geology, tempat diri bernaung dan diri memilih mengikuti rotasi lab dari lab center-envrionment, lab pertology-volcanology, lab mineral processing dan lab petroleum geology. Tujuan dari rotasi lab ini adalah pengenalan lab berbeda yang ada di bawah keilmuan resource science melalui kegiatan laboratorium langsung yang harus diikuti oleh mahasiswa dalam kurun waktu tertentu. Kurikulum singkat untuk tiap laboratorium diatur oleh masing - masing professor penanggung jawab dan jadwal untuk rotasi labnya. Satu laboratorium dan lainnya memiliki model belajar berbeda karena tujuan spesifik berbeda yang didukung dengan peralatan dan waktu pengerjaan yang berbeda pula. 

Rotasi lab economic geology di osarizawa mine.
Sebagai contoh, saat mengerjakan rotasi lab untuk economic geology, seluruh peserta rotasi lab harus mengikuti kegiatan lapangan selama 6 hari di Akita dengan mengunjungi beberapa titik manifestasi geotermal dan juga bekas deposit kuroko. Tujuan rotasi laboratorium ini untuk mengenalkan geologi aktivitas hidrotermal yang dapat diamati melalui air panas, silica sinter dan lainnya; juga mempelajari geologi deposit kuroko yang banyak terdapat di cekungan Hokuroku, Akita. Kegiatan lapangan juga akan didukung dengan kegiatan laboratorium melalui analisis sulfur isotope yang dilakukan dengan sampel dari lapangan. Setiap mahasiswa harus melakukan prosedur persiapan untuk sulfur isotope yang membutuhkan waktu sekitar 7 hari dan 1 hari untuk pengukurannya. Di akhir rotasi lab, mahasiswa memiliki ujian masing - masing yang ditentukan oleh professor atau asisten professor pendamping, seperti tes esai, laporan tertulis ataupun presentasi hasil kegiatan laboratorium yang dilakukan. Kegiatan presentasi di akhir rotasi lab misalnya yang diri pernah lakukan di kelas petroleum geology. Peserta rotasi laboratorium harus mempresentasikan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap sampel yang diambil sendiri dari kegiatan lapangan di Pantai Anden, Akita, dikaitkan dengan kondisi geologi dan kemungkinan biostratigrafinya. Mahasiswa tidak dapat mengatakan saya bukan dari lab ini atau berbeda lab, maka saya tidak bisa; tidak! Semua peserta harus mencoba yang terbaik dan menjadi catatan tambahan tersendiri untuk para mahasiswa peserta sehingga harus membaca paper ilmiah tambahan di bidang yang berbeda dengan bidang risetnya meskipun pasti ada tantangan.

Masih rangkaian rotasi lab economic geology.
Dengan rotasi lab, mahasiswa belajar untuk mengenal apa yang menjadi pekerjaan tiap bidang di bawah keilmuan resource science dan tahu bagaimana aplikasinya. Mahasiswa diajak berpikir secara luas dan berkaitan satu sama lain agar dapat terbiasa melihat segala sesuatu sebagai suatu kesatuan yang berdampak. Bidang resource science adalah bagain dari mining chain yang terkait satu sama lain dalam industri internasional. Seorang pemimpin yang baik pun harus mampu melihat berbagai sisi dan menganalisa dari berbagai pendekatan untuk mendapatkan kesimpulan dan menyusunnya dalam bentuk kebijakan yang bermanfaat dan bijaksana secara lokal maupun nasional kemudian hari. 

Rotasi lab mineral processing.
Selain rotasi lab, mahasiswa LP-AU juga diberikan kesempatan untuk mengikuti summer camp yang diatur oleh Leading Program dengan bekerjasama dengan pihak ketiga, baik universitas maupun industri di negara yang dituju. Sejak berdiri dari tahun 2012, LP-AU sudah melakukan tiga kali summer camp di Papua Nugini (2012), Mongolia (2013) dan Jerman (2014). Tahun selanjutnya akan dirancangkan di Afrika Selatan (Februari 2016). Tujuan summer camp sendiri memberikan pengenalan terhadap geologi, mineral processing, teknik daur ulang, tambang dan lainnya di bawah resource science melalui kegiatan kunjungan ke industri dan universitas di negara tersebut.

Kesempatan bertemu dan diskusi dengan walikota Freiberg!
Di kesempatan yang sama, mahasiswa LP-AU juga berlatih komunikasi ilmiah dengan melakukan presentasi riset yang tengah dilakukan di Akita University dalam sebuah konferensi kerjasama dengan universitas penerima di negara tersebut. Selain mahasiswa LP, presentasi juga dilakukan oleh mahasiswa dari pihak universitas yang menerima, sehingga terjadi forum komunikasi ilmiah antara kedua belah pihak. Hal ini sangat baik untuk mendukung kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan mahasiswa lain dan akademisi lain dalam sebuah forum khusus di sela kuliah lapangan. Seluruh pembiayaan summer camp diberikan oleh LP untuk setiap peserta yang berpartisipasi. Jadwal kegiatan yang diberikan biasanya dalam summer camp sangat ketat setiap harinya selama 7 hari kegiatan yang dirancangkan tiap tahunnya. 

Presentasi dalam forum ilmiah di summer camp.
Bekas tambang pegmatite di Gorkhi National Park, Mongolia.
LP-AU juga memiliki agenda tahunan untuk simposium dengan berbagai isu berbeda yang diadakan setiap bulan Februari, Oktober dan November. Simposium diadakan dalam skala nasional dan internasional dengan ditambah adanya kegiatan field trip untuk peserta dan pembicara. Simposium skala internasional biasanya dilakukan pada bulan Oktober dengan mengangkat tema khusus, seperti REE atau PGE; dan mengundang pihak pembicara dari ahlinya di universitas, industri dan pemerintahan. Di ajang inilah, para peserta LP-AU harus mengikutinya dengan mempersiapkan presentasi poster terkait riset yang sedang dilakukan di bawah program ini. Di sisi lain, simposium yang dilakukan pada bulan Februari dan November lebih kepada skala nasional dan biasanya akan diberikan dalam bahasa Jepang. Mahasiswa di bawah LP-AU umumnya tidak diwajibkan untuk berpartisipasi karena keterbatasan pemahaman terhadap penggunaan bahasa. Sebagai catatan, hampir seluruh mahasiswa asing di bawah LP-AU tidak memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang cukup untuk komunikasi ilmiah atau proses belajar mengajar. Hal ini juga ditunjang dengan kelas yang diberikan seluruhnya dalam bahasa inggris. Pemahaman bahasa Jepang mahasiswa asing di LP-AU cenderung hanya terbatas pada komunikasi sehari - hari. Namun, ini tidak menjadi persoalan.



Summer camp, kunjungan ke Solar World.
LP-AU memberikan kesempatan dan tantangan untuk belajar menjadi seorang pemimpin di resource science untuk masa depan. Dalam mengikuti LP-AU, ada beberapa kemungkinan beasiswa yang dapat diberikan, misal dari MEXT ataupun langsung dari Leading Program tersebut dalam bentuk grant. Program kurikulum yang diberikan oleh LP-AU adalah salah satu contoh upaya pendidikan yang terintegrasi untuk menciptakan SDM berkualitas dan memiliki kepimpinan yang bertanggung jawab, jujur, disiplin dan percaya diri. Leading Program menjadi suatu bentuk investasi jangka panjang yang dilakukan oleh masyarakat Jepang (masyarakat dan industri) melalui pemerintahnya untuk kemajuan bangsa dan hubungan internasional Jepang di masa depan. Suatu langkah berani yang diambil pemerintahnya untuk membuat sebuah perubahan demi kemajuan bangsa. 

Testimoni tentang LP-AU:
Menurut pangalaman diri selama di sini, LP-AU merupakan program yang tidak mudah tetapi begitu menyenangkan dan baik hati dalam mendidik diri. Betapa tidak, diri "dididik" keras dalam berpikir, bertindak, mengatur dan mempersiapkan segala sesuatunya (riset, kelas dan lainnya) agar dapat terselesaikan dalam waktu 3 tahun dalam mencapai pemahaman di bidang resource science secara terintegrasi. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan semua karena kemurahan Tuhan Yesus. Diri merasa sangat terberkati untuk dapat pengalaman luar biasa di Leading Program Akita University. 

Friday, November 27, 2015

Pengalaman saat ini: PhD Akita University

Perjalanan berkat dan luar biasa sedari TK telah diri tuliskan di beberapa postingan sebelumnya. Inilah rangkaian kesaksian yang ingin diri sampaikan untuk segala sesuatu yang telah Ia berikan dan percayakan. Satu hal seluruh kesamaannya, diri selalu melihat bagaimana luar biasanya rencana Tuhan Yesus dalam hidup diri, benar akan janjiNya yang tidak pernah terlambat dan selalu mengarahkan pada yang terbaik menurutNya.

Dunia yang sekarang tengah diri tekuni adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas sedikit pun oleh diri sebelumnya. Bahkan diri belum pernah mendengar sekolah tempat diri akhirnya menamatkan pendidikan hingga magister. Tidak pernah diri memimpikan akan mendapatkan jodoh seumur hidup diri pun di tempat yang sama. Diri juga tidak pernah menduga untuk mengalami perjalanan hidup yang sangat bervariasi dan seperti roll coaster rasanya. Sebuah pengalaman yang luar biasa bersama dengan Tuhan Yesus. Melalui semua perjalanan ini, diri menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan dan tidak sedikit pun karena diri yang mampu, melainkan karena kemurahan hatiNya.

Sebelum lepas tiap strata sekolah, Tuhan telah menyiapkan tempat baru yang membuat diri akhirnya tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal. Semua "shelter" kehidupan telah Ia siapkan bagi diri dan sekarang berikut juga dengan keluarga kecil diri.

Pada semester kedua di S2, diri mendapatkan kesempatan untuk mendaftar sekolah S3 di Akita University, sekolah tambang tertua di Jepang. Akita University berdiri tahun 1907 dan berada di kota Akita yang juga bekas bagian dari kota tambang di awal 1900. Saat mendaftar S3, usia diri masih 21 tahun lebih beberapa minggu. Ini juga menjadi semacam hadiah ulang tahun diri pada akhir Oktober sebelumnya. Luar biasa Tuhan Yesus! Segala kendala pendaftaran dibukakan jalan oleh Tuhan. Diri pun mendapatkan pembimbing, Prof. Akira Imai yang juga luar biasa baik dan memang tepat diberikan oleh Tuhan meskipun diri seringkali silang pendapat dengan beliau. Maklum bocah keras kepala..xixixi..Beliau juga yang dijadikan Tuhan untuk membuka jalan bagi diri sekolah S3 di Jepang meskipun ada prasyarat yang tidak bisa dimiliki diri, yaitu usia minimum untuk pendidikan doktor adalah 24 tahun. Berbekal dengan segala kepercayaan pada Tuhan Yesus, seluruh proses pendaftaran akhirnya berjalan lancar dan diri menerima LoA dari kampus baru diri sebagai mahasiswa baru di Akita University.

Setelah wisuda, diri berangkat menuju Akita dengan segala tantangan dan hati yang tidak pasti karena harus kembali LDR dengan lelakiku. Namun, Tuhan Yesus buktikan sekali lagi bagaimana semuanya ada dalam pengaturan di tanganNya. Dengan semangat 45 dan segala dukungan, baik semangat dan finansial dari lelakiku untuk membeli tiket hingga biaya hidup selama diri belum mendapatkan beasiswa, diri tiba di Akita. Seperti biasa, hari pertama diri hanya bisa terdiam dan menangis karena harus memulai lagi sesuatu yang baru dan rasanya masih terlalu cepat. Diri hanya bisa berdoa dan memohon pertolongan untuk menghadapinya. Jurus "berserah" dalam Tuhan itulah yang membuat segala sesuatunya berjalan.

Setiba di sini, diri harus segera beradapatasi segera dengan banyak hal, baik budaya, tata cara sekolah, orang - orang baru yang kali ini berasal dari berbagai bangsa, bukan lagi suku, dan bahasa yang harus digunakan. Diri sebelumnya memang menggunakan bahasa Inggris, tetapi tidak semasif yang harus dilakukan selama di Akita, ditambah dengan diri tidak memahami sedikit pun bahasa Jepang. Kursus kilat yang diri coba lakukan di Bandung sama sekali tidak membantu karena diri sudah "menyerah" duluan dengan keadaan.

Sekali lagi, Tuhan menguatkan diri lewat banyak cara, terutama lelakiku (terima kasih banyak, sayang!) yang selalu mengingatkan untuk berpikiran positif dan menyusun strategi dengan menerapkan ilmu perang Shunju. Dalam keadaan adaptasi awal, diri juga harus berjuang untuk lolos beasiswa Leading Program yang diberikan pemerintah. Ini adalah satu - satunya harapan diri untuk mendapatkan beasiswa di tahun 2013, di tengah beasiswa Jepang lainnya sudah menutup pendaftaran. Akhirnya, diri mengikuti tes wawancara dan tertulis di kampus langsung untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Setelah hampir 3 minggu, hasil pun keluar dan diri dinyatakan diterima di program beasiswa Leading Program! Puji Tuhan, puji Tuhan! Meskipun demikian, beasiswa baru bisa keluar tepat di bulan ketiga diri berada di Akita, yang artinya di bulan Juni. Rencana Tuhan memang luar biasa, diri telah dipersiapkan dengan dana oleh lelakiku untuk menghadapi biaya hidup di Akita yang tidak sedikit selama kurang lebih 3 bulan! Tepat sesuai dengan jalanNya!

Member lab Economic Geology October 2013.
Setelah resmi diterima, diri mulai mengikuti program pendidikan diri di bawah Leading Program dengan laboratorium khusus Economic Geology. Program khusus yang dibangun oleh Pemerintah Jepang selama 7 tahun sejak 2012 untuk percobaan pertama di seluruh bidang sains dan sosial untuk sekolah - sekolah tertentu. Diri memiliki tanggung jawab disertasi, 49 kredit kelas dan disertasi dan publikasi. Puji Tuhan! Perencanaan yang diajarkan oleh lelakiku membuat diri terbantu selama di kuliah S3 di bawah Leading Program. Pendidikan yang diri dapatkan dari SMP hingga S2 pun sangat membantu diri untuk membiasakan diri lebih berdisiplin lagi dengan waktu agar dapat menyelesaikan semua program yang disediakan tepat pada waktunya.

Tantangan pertama setelahnya adalah tempat riset diri yang belum ada. Diri harus menunggu sekitar 1 semester sebelum bisa mendapatkan tempat penelitian yang artinya waktu untuk riset diri pun berkurang. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan anakNya! Sekali lagi diri menekankan itu karena diri mengalaminya lagi dan lagi.

Setelah mendapatkan tempat penelitian, diri bisa langsung mengerjakan disertasi diri. Dengan mengikuti apa yang telah diri susun di proposal menggunakan sekitar 10 metode, diri memulai semua penelitian. Kegiatan disertasi dimulai di semester kedua dengan ke lapangan untuk melakukan mapping dan mengambil sampel, selanjutkan kegiatan laboratorium yang semuanya harus dikerjakan oleh diri sendiri dari mulai preparasi hingga jadi sebuah data; dan berangkat konferensi, field trip dan kursus. Disiplin waktu menjadikan kegiatan diri memang tampaknya sangat sibuk karena banyaknya kelas dan kegiatan riset yang berpacu dengan waktu. Diri memulai pekerjaan di kampus dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 09.00 malam setiap harinya dengan istirahat makan siang dan malam yang dilakukan juga sembari mengerjakan preparasi, kecuali hari Minggu di semua musim. Adaptasi terhadap musim dingin sempat membuat diri hampir mengalami kerusakan syaraf di tangan karena "kecerobohan" diri untuk mengerjakan preparasi yang menggunakan air dingin terus menerus selama 2 hari berturut-turut selama 18 jam sehari. Namun, semuanya dibayarkan Tuhan selalu luar biasa. Telapak tangan diri disembuhkan Tuhan dalam beberapa hari dan diri dapat kembali melanjutkan perjuangan. Sungguh semuanya dibukakan jalan untuk setiap preparasi dan penggunaan alat yang dibutuhkan. Terima kasih juga untuk associate professor Ryohei Takahashi yang selalu membantu untuk mengarahkan dan menjawab pertanyaan diri untuk tiap metode yang dikerjakan. Maklum diri sedikit cerewet dan "pelupa" untuk beberapa hal. hhihihiii....

Setelah kembali dari lapangan, bersama sahabat terkasih.
Tuhan begitu luar biasa. Ia meletakkan diri di sekolah dan di bawah program yang juga luar biasa. Hampir 90% kelas diri selesaikan di tahun pertama di kampus. Memasuki pertengahan semester kedua, diri mulai fokus dengan riset diri setelah diri dapat beradaptasi dengan materi kelas yang beragam. Di tengah perjuangan diri untuk menyelesaikan riset dan kelas yang ada, diri masih diberikan kesempatan untuk mengikuti konferensi dan trip; membangun student chapter dan tentunya yang terpenting adalah menikah! Semua adalah anugerahNya saat diri melakukan bagian diri yaitu bekerja keras untuk pekerjaan yang telah dipercayakan oleh Tuhan. Seutuhnya adalah "berserah" saja pada Dia yang memiliki semuanya.

Seperti yang diri katakan, sekolah di Akita University banyak mendorong pengembangan mental dan psikologi diri menjadi lebih dewasa lewat berbagai cara. Diri terutama diajari untuk mengembangkan sisi komunikasi dan networking dengan multikultural environment (bukan hanya budaya, tetapi juga latar belakang pekerjaan, pendidikan dan lainnya). Diri diizinkan untuk mengikuti banyak konferensi dan trip di berbagai negara untuk meningkatkan kualitas belajar di bidang riset diri dan juga bagian dari pengembangan diri secara sosial dan komunikasi akademis-industri-pemerintah. Selama menjadi mahasiswa di Akita University, diri diberikan Tuhan kesempatan untuk menjelajah ke negara - negara berikut:
  1. Mongolia untuk Summer Camp di tahun 2013
  2. Amerika Serikat untuk konferensi dan field trip di tahun 2013
  3. Selandia Baru untuk konferensi, field trip dan kursus di tahun 2013
  4. Jerman untuk Summer Camp di tahun 2014
  5. Afrika Selatan untuk konferensi dan field trip di tahun 2014
  6. Filipina untuk konferensi dan field trip di tahun 2015
  7. China untuk kursus di tahun 2015
  8. tentunya Jepang, dari Hokkaido sampai Kyushu untuk konferensi, forum, kursus dan field trip. 
 
Hai Samudra Pasifik!
Pengalaman pertama di heli dengan para ahli.

Selamat datang di White Island!
Trip di White Island, Selandia Baru
Di tengah mengerjakan riset pun, Tuhan memberikan banyak kesempatan luar biasa. Diri diberi kesempatan untuk mendapatkan bantuan riset dari Jepang melalui Youth Challenge Fund sebanyak 2x, yaitu tahun FY2013 dan FY2014. Sungguh Tuhan begitu luar biasa. Meskipun diri harus banyak mendapatkan pelajaran dari Tuhan tentang berbagai hal, tapi Tuhan tidak pernah menutup mata. Berdoa, berserah dan berusahalah yang terbaik. Godaan banyak sekali ini jika mau dituruti ditambah dengan suara sumbang di sana - sini bisa menjadi pilihan. Akan tetapi, diri selalu diingatkan Tuhan melalui lelakiku bahwa tujuan awal kesini adalah sekolah dan memuliakan nama Tuhan. Usaha dan pekerjaan kitalah yang akan dinilai pada akhirnya bukan karena "kemanisan" kita yang akan menyelamatkan studi kita. Itu sangat diri pelajari juga selama di Akita. Diri sangat bersyukur karena Tuhan Yesus tidak luputkan mata, wajahNya dari diri.

Pulau lainnya di lepas pantai North Island.
Perjalanan dari base Frontier ke White Island di atas Samudra Pasifik.
Saat ini, diri sudah menyelesaikan 2x sidang dari 3x sidang yang dijadwalkan. Dua sidang pertama memberikan hasil yang luar biasa untuk diri. Diri juga masih menunggu kepastian publikasi jurnal yang masih dalam proses akhir untuk semuanya. Jika Tuhan Yesus mengkhendaki, diri akan lulus pada awal Februari 2016 di usia 24 tahun 3 bulan. Puji Tuhan! Semua apa yang diri alami hingga saat ini, sekecil apapun itu adalah mukjizat Tuhan untuk hidup diri dan untuk kemuliaan namaNya saja, ditambah dengan dukungan luar biasa dari lelakiku (I am so proud of you!).

I can tell you much about my study life in Akita. Afterwards, I am going to tell more about His design in my life. When I wrote all posts here, I just could smile and say "thank you, Jesus!"

Saturday, January 04, 2014

Keliling Ulanbator

Dengan waktu yang dimiliki tidak salahnya untuk berkunjung di sisi lain Ulanbator. Diri mendapat kesempatan untuk mengunjungi beberapa area di Ulanbator. Kuil Buddha terbesar di Ulanbator, monumen perang Rusia-Mongolia, acara di lapangan Suukhbaatar dan museum nasional Mongolia, serta tempat perbelanjaan suvenir. Keempat tempat wisata ini menjadi objek menarik untuk dikunjungi di Ulanbator. Pusat oleh -oleh menjadi sangat penting pastinya unutk mendapatkan sesuatu yang dibawa pulang ke negara asal. 
Kompleks kuil Buddha di Mongolia.
Perjalanan dimulai dengan mengunjungi kuil Buddha terbesar. Kuil ini sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Tidak ada informasi resmi tentangnya, tetapi semua penganut Buddha di Mongolia akan datang ke sini dan berdoa di kuil yang terletak di antara kepadatan rumah penduduk. Kuil ini memiliki luas yang cukup lumayan dengan sekolah untuk para biksu dan bikuni, tempat sembayang dan ratusan burung merpati yang dipelihara oleh para penghuni di kompleks ini. Setiap pengunjung dari berbagai latar belakang dapat datang di kuil ini. Hanya saja saat melihat peribadatan, sangat dilarang keras untuk memotret. Oleh karena itu, diri lebih menikmati untuk memberi makan ratusan merpati yang sangat ramah dengan para pengunjung. Selain itu, kita tidak perlu membawa makanan dari luar, dengan 500 Mongolian Turikh per bungkusnya untuk mendapatkan makanan merpati. 
Kegiatan memberi makan burung itu bahagia.
Yuk menikmati jinaknya merpati.
Sejenak di kuil dan menunggu para peserta lainnya, diri melanjutkan perjalanan ke monumen perang Rusia dan Mongolia. Monumen ini menjadi lambang perdamaian yang dibangun di selatan Mongolia. Dengan ketinggian kurang lebih 300 mdpl, dari atas sini dapat melihat pemandangan kota Ulanbator yang dikelilingi oleh perbukitan dan padang rumput luas. Beberapa penjajah suvernir sudah menjajahkan berbagai macam tawaran yang ada, mulai dari kartu pos, coat, gantungan kunci dan lainnya. Di monumen ini, terdapat beberapa lukisan tentang perjuangan pada masa perang dan dari atas ini pemandangan Ulanbator menjadi daya tarik utama. Area ini tetap menjadi daya tarik wisata untuk warga Mongolia sendiri, terutama para muda mudi. 
Monumen Rusia-Mongolia.
Pemandangan dari atas monumen.
Museum nasional dan lapangan Suukhbaatar berada di satu kompleks area. Beranjak dari monumen nasionalnya, diri bergerak ke museum nasional. Biaya masuk museum ini sekitar 5000 Mongolian Turikh. Penggunaan kamera tidak diizinkan atau harus membayar sekitar 10000 Mongolian Turikh di luar biaya masuk. Harga yang cukup mahal tetapi biaya ini cukup pantas untuk melihat keunikan beberapa hal yang dimiliki oleh Mongolia, mulai dari pakain tradisionalnya yang dikenal dengan nama dell  hingga sejarah Chinggis Khan di satu ruang besar sendiri. Luar biasa penghormatan mereka terhadap Chinggis Khan meskipun sudah beratus tahun lalu masa kejayaannya. Dengan dipandu oleh pemandu wisata di museum, diri berkunjung dan membaca beberapa hal menarik tentangnya. Beberapa informasi tetap diberikan dalam bahasa inggris. 
Hormat pada Chinggis Khan.
Museum nasional Mongolia.
Setelah satu jam, diri melanjutkan wisata singkat di lapangan Suukhbaatar yang kebetulan ada festival tahunan. Di festival ini, beberapa organisasi kemanusiaan dari PBB seperti UNICEF dan UNDP mengadakan pameran dan penyuluhan. Dengan konsep yang sederhana dan lucu, beberapa stand menyampaikan beberapa informasi untuk pengunjung yang ada. Sore hari yang ceria untuk para warga kota Ulanbator. 
Semacam kaligrafi di Mongolia.
Acara tarian yang ada di pameran.
Beberapa organisasi nirlaba di festival.

Dinding cerita Ulanbator

Berkeliling di sekitar hotel menjadi cukup menyenangkan. Beberapa grafiti art di dinding kota menjadi suatu hal yang menarik untuk dibagikan. Kesenian ini apakah menandakan bahwa negara ini sedang membangun? Grafiti ini digambar langsung oleh para pemuda di Ulanbator. Tanpa tahu nama komunitas, diri mengambil beberapa foto yang menarik untuk dibagikan langsung. Dinding - dinding ini bisa dikatakan juga seolah bercerita tentang negara ini sendiri seperti halnya grafiti yang ada di mana saja. 

Kunjungan ke Erdenet

Selama ke Mongolia, agenda diri dimulai dengan mengunjungi MUST (Mongolian University of Science and Technology). Diri datang untuk mengikuti workshop dan memberikan presentasi pendek tentang penelitian yang sedang dikerjakan. Universitas ini memiliki dua kampus utama, yaitu di Ulanbatar dan Erdenet. Kesempatan kali ini, diri dapat mengunjungi kedua kampusnya. Luas kampus di Ulanbatar mungkin bisa dikatakan tidak begitu luas tetapi cukup memadai. Tulisan Mongolia dan Rusia menjadi sesuatu hal yang biasa di kampus ini. Kedekatan keduanya mungkin membuat negara yang berbatasan langsung dengan Rusia di bagian utara ini memiliki kerjasama di banyak bidang, termasuk pengembangan sumber daya alam. 
Tur museum geologi di kampus Ulanbator, MUST.
Hampir semua peralatan di laboratorium untuk bidang resources sciencenya berasal dari Rusia. Salah satu contoh nyata adalah pembangunan sekolah tambang di Erdenet yang merupakan kerja sama tambang Erdenet (51% Mongolia dan 49% Rusia) dan MUST. Beberapa proyek penelitian di MUST khususnya sekolah Erdnet dibiayai oleh Erdenet dan pemerintah Rusia. Bacaan yang dimiliki pun berasal dari Rusia. Selama di MUST, diri juga mengunjungi museum geologi kecil yang terletak di kampus Ulanbator. Museum geologi ini merupakan in university museum yang ditujukan untuk membantu para mahasiswa di jurusan geologi dan tambang belajar mineralogi dan petrologi. Seluruh koleksi merupakan hasil kegiatan lapangan yang dilakukan di seluruh wilayah Mongolia oleh para mahasiswa dan dosen sebelumnya. Koleksi - koleksi yang beragam meskipun pada jumlah terbatas menjadi daya tarik tersendiri karena menggambarkan kondisi geologi Mongolia itu sendiri. 
Tur laboratorium di kampus Erdenet.
Kenampakan kota dan tambang Erdenet dari hotel.
Tidak hanya berkunjung ke kampus Erdenet, tetapi diri juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi tambang tembaga-molybdenum (Cu-Mo) Erdenet. Setelah bersiap dengan safety induction dan menunggu jemputan dari pihak tambang, diri bergerak langsung ke tambang. Kota Erdenet sendiri merupakan kota tambang yang dibangun karena adanya pertambangan porfiri sejak akhir tahun 1978an dengan 3 pit utama tambang. Erdenet dapat ditempuh dengan 3-4 jam perjalanan menggunakan bus dari Ulanbatar. Produksi total tambang ini mencapai 35 juta ton sejak awal beroperasi. Total pegawainya sendiri adalah 60000 pegawai dengan kurang lebih 300 teknisi dari Rusia. Selama pengamatan di lokasi tambang, diri mendapat penjelasan tentang geologi dan processing yang dilakukan dengan flotasi. Flotasi tembaga dapat dilihat bebas tetapi molybdenum tidak diizinkan untuk dilihat sama sekali. Dengan ukuran pit sekitar 1150 m x 2500 m, operasi tambang dapat dikatakan cukup konstan sejak awal beroperasi. Saat kunjungan, kedalaman pit sudah mencapai 1300 m.Total ketinggian awal area Erdenet berada di 1606 mdpl dan saat ini berada di ketinggian 300 mdpl. 
Pembangkit geotermal di kota Erdenet.
Tambang Erdenet
Kegiatan tambang ini menjadi sumber utama pendapatan di kota Erdenet. Dapat dikatakan bahwa tambang menggerakan seluruh industri di kota ini, termasuk adanya hotel, restoran, pasar dan transportasi umum terbatas. Diri tinggal di gold hotel yang merupakan hotel bintang 1 - 2 dengan pemandangan tambang Erdenet langsung dari hotel di lantai 3 - 4. Selain itu, beberapa restauran yang berfungsi sebagai pub pada malam hari merupakan hal biasa yang dapat dijumpai di Erdenet. Kampus Erdenet menjadi salah satu sarana untuk para pekerja tambang Erdenet untuk memperoleh pendidikan formal baik sarjana maupun graduate stage. Lulusan sekolah Erdenet juga umumnya akan diterima bekerja langsung di tambang ini. Salah satu fasilitas penunjang lainnya adalah pembangkit listrik geotermal yang digunakan untuk mendukung listrik kota dan kegiatan pengolahan di tambang. Pengolahan bijih dilakukan hampir seluruhnya hingga hasilkan konsentrat tembaga dan molybdenum di Erdenet. Apabila berminat mengunjungi tambang ini, kontak langsung ke sekolah tambang Erdenet merupakan pilihan terbaik untuk dapat memperoleh aksesnya. 
Mineral processing di Erdenet.
Produk tambang di Erdenet.
Selamat datang ke Erdenet! Tambang menjadi penggerak perekonomian di negara ini. Salah satu tambang lainnya yang akan segera dibuka adalah Oyu Tolgoi yang lebih besar lagi produksinya dibandingkan Erdenet. 

Kesan pertama di Mongolia

Mongolia menjadi tujuan pertama summer camp tahun 2013 untuk mahasiswa Leading Program. Setelah melakukan aplikasi visa grup bersama dengan peserta lainnya karena beberapa dari kami harus tetap mengajukan visa kunjungan ke Mongolial. Bagaimana cara aplikasinya? Silahkan klik di postingan tentang aplikasi visa Mongolia

Penerbangan yang telah disiapkan sebelumnya dengan menggunakan maskapai Mongolian Airline (MIAT) satu - satunya penerbangan yang masuk ke Ulanbator. Penerbangan yang bekerja sama dengan star airlines pasti akan mengalihkan penerbangan ke Mongolia dengan maskapai nasional negara tersebut. Penerbangan dengan MIAT ada 1x tiap hari sekitar pukul 14.00 dari Narita International Airport. Dengan menggunakan pesawat B737-800 penerbangan menuju Ulanbator membutuhkan waktu tempuh 6 - 6.5 jam. Tiba di bandara di Chinggis Khan International Airport, diri cukup kaget. Bandaranya tidak terlalu besar dan cukup luas. Dari atas, sebelum mendarat diri dapat mengamati kenampakan bentang alam negara Chinggis Khan yang cukup hijau berbukit dan tidak banyak populasi orang.

Selamat datang di Chinggis Khan Land
Jangan mengharapkan sesuatu yang luar biasa ketika tiba di bandara. Semuanya tampak sederhana dengan keterbatasan negara landlocked ini. Setelah mengambil semua bagasi dan lainnya, diri keluar dan bersiap untuk menuju ke hotel. Diri tinggal di Flower hotel - hotel yang dimiliki warga negara Jepang dan dikelola bersama dengan pihak Mongolia. Kesan pertama saat di Ulanbator adalah negara yang masih sangat membangun. Mungkin mirip dengan negara asal diri ketika awal kemerdekaan. Sistem prasarana masih banyak yang baru dibangun sejak industri tambang juga mulai bergerak lebih besar di negara ini. Transportasi umum yang ada juga belum terlalu memadai. 
Keramaian warga di lapangan Sukhbaatar.
 Chinggis Khan, simbol kebesaran negara ini.
Pada beberapa bagian tertentu, diri dapat melihat bagaimana berbedanya antara kekayaan dan kemiskinan. Di tengah kota, bangunan dengan gaya modern dan mahal, seperti mall, lapangan Sukhbaatar dan beberapa hotel bintang 5 tampak berjejer dengan dikelilingi oleh apartemen tua dan rumah - rumah lusuh para penduduknya. Beberapa bagian di arah luar Ulanbator pun juga rumah - rumah berdiri dengan keterbatasannya. Rata - rata penduduk di area urban masih menggunakan gir atau rumah tradisional dengan dipagari kayu di sekitarnya. Dengan kepadatan populasi yang berdasarkan data sekunder adalah sekitar 1 per km area, penduduk Mongolia lebih banyak terkonsentrasi di ibu kota negaranya. 
Bus kota di Ulanbator.
Area tengah kota.
Kunjungan ke Mongolia sedang dimulai, membawa diri untuk melihat berapa hal menakjubkan lain. Salah satunya adalah rasa hormat terhadap Chinggis Khan. Chinggis Khan merupakan sosok yang sangat terkenal pada tahun 1160 an akibat invasi dan kekuasaan kerajaannya yang hampir meliputi hampir seluruh Asia. Hampir semua bagian negara ini memiliki sesuatu yang dinamai dengan Chinggis Khan, seperti airport, hotel bintang 5 hingga arak atau minuman keras bermerk Chinggis Khan. Minuman ini dijual bebas di seluruh toko atau supermarket. Jadi sangat mudah untuk ditemukan.  Di museum nasional pun, sejarah Chinggis Khan sangat rinci dijelaskan. Kebanggaan juga sangat tampak pada pemandu tur di museum yang membawa diri saat kunjungan ke museum. Berikut ini dapat dilihat peta kekuasaan Chinggis Khan yang diambil dari wikepedia.com.
Wilayah kekuasan Chinggis Khan. 
Negara ini masih membangun, mungkin pada beberapa bagian tampak tidak seimbang dan rasanya masih perlu waktu. Jadi, berkunjung ke Mongolia juga dapat membawa kita melihat bagaimana pekerjaan membangun pasti membutuhkan waktu. 

Gorkhi National Park

Setelah bicara kuliner, Mongolia juga sangat eksotik untuk bentang alamnya. Secara geologis area ini merupakan bagian dari lempeng benua. Banyak sekal tujaman granit yang umurnya sangat tua dan sekarang menyisakan kenampakan alam yang menarik. Salah satunya adalah Taman Nasional Gorkhi-Terelj. 

Gorkhi ini terletak kurang lebih 66 km ke arah utara Ulanbator, ibu kota Mongolia. Perjalanan ke daerah ini dapat ditempuh dengan mengendarai mobil sewaan atau jemputan tur atau penginapan yang ada. Selama perjalanan menuju Gorkhi, diri hanya menemui jalanan panjang beraspal dengan kanan kiri gir yang sangat jarang jumlahnya. Pada umumnya hanya padang rumput luas atau perkampungan kecil dengan beberapa belas kepala keluarga saja. Itu pun jarang antara area atau antar gir bisa mencapai 1 - 10 km. Menurut teman diri, kepadatan penduduk di Mongolia hanya mencapai 1 keluarga per 10 km area dengan pusat kepadatan berada di Ulanbator. Jadi bisa dibayangkan bahwa area lain Mongolia masih ada yang tidak memiliki populasi yang mendiaminya sama sekali. Hampir sama dengan negara asal diri. 
Kenampakan alam Gorkhi
Wisata dengan penginapan berbentuk gir sangat menarik untuk dicoba.
Sesampainya di gerbang masuk taman nasional, diri membayar 3000 Mongolian Tourik untuk biaya tiket masuk atau sekitar Rp 22000. Biaya yang relatif murah untuk petualangan yang mungkin akan diri temui selama berada di dalam sana. Taman nasional ini memiliki nilai keindahan geologi dan daya tarik wisata lainnya. Area dengan luas kurang lebih 1.2 jt ha ini sangat menarik untuk wisata petualangan, observasi binatang liar seperti burung, moose, dan beristirahat menikmati hari. Wisata petualangan yang ditawarkan di Gorkhi adalah panjat tebing, rafting, cycling dan trekking. Hanya saja tidak tersedia jalur atau track yang jelas hingga saat ini (2013) untuk kegiatan tersebut. Masyarakat Mongolia sendiri lebih banyak memanfaatkan waktu luang di sini untuk melihat keindahan alam atau berkuda. Di area ini memang terkenal untuk area berkudanya. Sebagai salah satu olahraga nasional, berkuda menjadi suatu keharusan bagi setiap warganya terutama laki - laki untuk bisa olahraga ini. Namun, untuk para wisatawan sendiri di area tertentu dapat melakukan penyewaan kuda untuk berlatih berkuda atau sekadar berwisata. Biaya untuk berkuda biasanya 5000 - 7000 Mongolian Tourik atau sekitar Rp 35000 - 49000. Ini bisa ditawarkan jika bersama dengan orang Mongolia. Tidak semua penjual atau penyedia jasa dapat berbicara bahasa Inggris. 
Tiket masuk Gorkhi
Turtle Rock 
Susunan formasi batuan di Gorkhi sendiri memiliki beberapa keunikan tersendiri, seperti adanya susunan batuan warna - warni yang secara geologi umurnya sangat tua (Devonian), susunan batuan yang berbentuk kura - kura (Turtle rock), hingga area yang memiliki smoky quartz. Saat melakukan trekking di beberapa area batuan, tidak heran jika ditemukan sisa lubang galian tambang untuk kuarsa tipe ini. Penambangan illegal ini dilakukan pada tahun 1978 - 1995, beberapa masih ada hingga sekarang. Namun jumlahnya sangatlah kecil. Pemerintah Mongolia berusaha mengusir para ninja -sebutan untuk para penambang liar di Gorkhi. Smoky quartz memiliki nilai jual yang lebih mahal di industri karena ketahanan dan kelenturannya ketika dijadikan bahan baku berbagai barang untuk kaca. Kedalaman tambang illegal di area ini rata - rata mencapai 5 - 10 m bentuk bukaan vertikal. Oleh karena itu, harus sangat berhati - hati ketika melakukan trekking agar tidak jatuh. 
Patung Chinggis Khan menjadi salah satu cenderamata wajib di sini.
Beberapa penginapan yang ditawarkan di Gorkhi.
Berkuda dipandu dengan anak Mongolia juga boleh dicoba.
Dengan bentang alam yang menakjubkan seperti ini, kondisi fasilitas untuk pariwisata bagi wisatawan umum masih belum memadai. Ini juga mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu kelemahan dari pengembangan di Gorkhi. Selain tidak adanya transportasi umum, fasilitas seperti toilet atau pun kendaraan di dalam taman nasional pun tidak tersedia. Penjual makanan atau minuman sangat jarang atau bisa dikatakan tidak ada, petunjuk jalan yang terbatas, hingga kondisi tanggap darurat yang tidak tersedia. Diri beruntung bisa pergi bersama dengan warga Mongolia asli sehingga tidak tersesat dan tahu tiap detail areanya. Pusat souvenir di dalam taman nasional juga tidak tersedia. Hanya ada 1 -2 penjual dari warga lokal yang menawarkan barang - barang khas Mongolia terutama untuk senjata khas negaranya. Selama di sini, diri mengalami pengalaman seru dengan petualangan singkat sehari mulai dari trekking, masuk ke lubang bukaan tambang (yang ini tidak disarankan untuk yang tidak pengalaman), berkuda dan melihat suvenir keren yang menggoda kantong. Tempat ini wajib dikunjungi jika berkunjung di Mongolia. Jangan segan untuk mencari travel agent dari negara masing - maisng atau langsung di Mongolia untuk mempermudah semua aktivitas selama di sana. 
Area bekas penambangan kuarsa.
Salah satu jalur trekking di Gorkhi
Selamat datang di Gorkhi!