Showing posts with label thankful. Show all posts
Showing posts with label thankful. Show all posts

Wednesday, February 28, 2018

Memulai Tahun 2018

Tahun 2018

Tahun yang seharusnya aku mulai dengan kebahagiaan tapi lebih banyak luka dan curiga yang tertutup. Aku melepaskan banyak perasaan yang tidak seharusnya setelah lama bergumul di sepanjang 2017 dengan banyak hal yang tidak pernah dibayangkan harus dihadapi. Tahun 2018 seharusnya menjadi tahun penuh berkat karena Tuhan akhirnya membawa lelakiku pindah ke Jakarta untuk pekerjaan baru yang semakin layak. Mungkin menurutnya tidak terlalu lapangan tapi berjalannya waktu, Tuhan akan menunjukkan mengapa dan seperti apa jalan harus ditempuh di posisi sekarang. 

Tahun 2018 juga menjadi tahun pertama kami menempati rumah baru yang berada di salah satu kompleks yang cukup baik dan nyaman di BSD, Tangerang, Banten. Daerah yang benar - benar juga aku tidak pernah bayangkan untuk alami atau bahkan dapati. Sepanjang 2017 kami mencari rumah untuk ditinggali karena rasanya sudah waktunya kami mengalami kemajuan dalam hidup. Perjalanan yang begitu tak mudah di tahun 2017 dari sisi keluarga, karir, hingga sosial kami jalani dan hingga di titik tahun ini. 

Perjalanan dibuka dengan menempati rumah baru, pekerjaan baru dan bahkan banyaknya perabotan baru dan cita - cita baru bersama saat itu. Meskipun akhirnya di bulan kedua, semua terungkap dan apa yang tersembunyi jelas akhirnya tersibak. Hancur hatiku tapi semua telah terjadi. Penolakan dalam diri yang selama ini dianggap khayalan ternyata bagian dari luka yang cukup sangat dalam. Tahun ku dimulai dengan senyum dan mungkin akan ditutup dengan duka. Aku dalam kehancuran. Kebahagiaan seolah menjadi taruhan dan rebutan antara gelap dan terang, antara aku dan dia yang datang menghancurkan. 

Seolah - olah perjalanan 2018 adalah suatu beban, tapi pada akhirnya memang perjalanan 2018 seperti perjalanan yang luar biasa. Spiritualitasku menjadi ke bagian paling bawah. Kekecewaaan yang tak direncanakan pun harus ada dan  menjadi pertanyaan untuk kehadirannya. Rasanya ini tidak perlu, terlebih sepanjang 2017 perjalanan sudah dilalui bahkan dengan sakit dan perasaan akan takut kehilangan selamanya. Namun, semua ditutup dengan rasa sakit dan curiga yang pada akhirnya menjadi bukti jelas di awal tahun 2018.

Perjalanan ini semoga mendewasakan kami. Pengalaman ini menjadikan kami untuk melihat sesuatu lebih berharga. Menjadikan aku seorang manusia yang lebih dewasa dalam menata perasaan, menjaga ekspektasi, terlebih untuk melihat arti sebuah pengampunan. 

Saturday, February 25, 2017

Dari steooz.com Ke viosjourney.world

Malam - malam setelah menemani lelakiku yang puji Tuhan sudah jauh membaik dari yang kemarin dan setelah tulis menulis di www.ourexploration.world rasanya lega dan semakin semangat. Ada banyak yang tertinggal selama ini. Membaca terlewat, menulis terbengkalai, bekerja terlalu keras, belajar sampai lupa. Ini sudah jauh menyimpang dari seharusnya. Well, semangat baru di 2017 setelah terpaan berbagai macam badai dan masih meneruskan perjalanan di tengah hujan gerimis ini, tidak ada yang namanya "tanpa hikmah" atau "berakhir sia-sia".

Setidaknya sekarang diri memulai kembali menata dengan menambah jam membaca dan sekarang yang sedang dilakukan adalah menulis. Ada ratusan ide yang tertahan yang pada akhirnya masih berakhir di notes sebagai rancangan tulisan, yang saat ini buat diri adalah sebuah kemajuan (:D pembenaran). 

Hari yang diawali mungkin dengan enak sampai eneg bukanlah jadi penghalang seharusnya bagi siapapun juga, termasuk diri. Hari ini juga akhirnya diri menemukan kembali ritme yang telah lama tertinggal. Diri terlalu fokus larut sana sini yang akhirnya hanya mampu mengenerate ide itu di angka puluhan saja, bukan ratusan :D. Menulis itu benarlah suatu keasikan sendiri dan kesenangan yang berbeda dari banyak hal. Senjata pena dan buku memang tools utama mendorong kemauan diri untuk menuangkan ide - ide itu, sayangnya selalu berujung pada tertinggal di dalam buku, bukan tertuang lagi di dalam blog ini. 

Setelah berganti nama berkali - kali, akhirnya diri meyakini pilihan kepada www.viosjourney.world sebagai bagian dari cerita utama blog ini. Selama lebih dari 3 tahun, wajah viosjourney.world berada sebagai wajah steooz.com yang akhirnya ditutup dengan alasan administrasi. Website sederhana yang ternyata menurut lelakiku berdampak cukup banyak, jendelaexplorasi.net juga harus berganti wajah menjadi ourexploration.world. Pemilihan nama kali ini merupakan bagian paling penting yang bisa diri katakan menyenangkan dan semoga menjadi pelabuhan terakhir (tidak ada lagi masalah administrasi) ke depannya. 

Berdiskusi, bergalauria, tidak percayaan dan lainnya dengan pilihan nama website yang baru mendorong diri dan lelakiku akhirnya memutuskan kedua nama tersebut dengan filosofis dan tujuan masing - masing. Alamat viosjourney.world menggambarkan isi blog ini yang benar - benar bersifat personal diri. Di ruang inilah, seluruh aktualisasi diri sebagai yang namanya Stephanie Octorina Saing yang dipanggil dengan berbagai macam nama, mulai dari Os, Pani, Step dan lainnya yang menuliskan mimpi - mimpinya, cita - citanya, syukur - syukurnya sepanjang perjalanan hidup yang dilalui. Kalau dulu dari tahun 2007 sampai 2010 awal diisi dengan perjalanan diri seorang, 2011 hingga saat ini, cerita adalah diri dan lelakiku, lalu jika Tuhan mengizinkan segera ada cerita tentang "sukacita kami". 

Cerita tentang seluruh pengalaman sekolah, pekerjaan dan profesionalitas tambang dan geologi, diri sampaikan dalam ourexploration.world. Bukanlah lagi sebagai jendela, tetapi sebagai dunia yang sebenarnya diri ingin sekali mengajak siapa saja untuk berkontribusi. Masih banyak hal yang diri tidak pahami. Mungkin di atas kertas diri digelari yang tertinggi dari tingkatan sekolah, tetapi pengalaman dan pembelajaran diri dalam berbagai hal lain masih sangat minim. Oleh karena itu, diri berharap ini menjadi media bersama di tengah dinamisnya lingkungan profesionalitas tambang. 4L, lu lagi lu lagi kalau bisa dibilang. Lalu mengapa tidak saling membantu atau kita berbagi? Itu yang menjadi landasan diri akhirnya membawa cerita profesionalitas tambang dalam satu wadah, satu dunianya sendiri agar dapat dimiliki bersama dunia itu sendiri. 

Rasanya lega bisa menulis kembali. Semoga semangat ini tak padam. Bukan untuk jadi hanya sekadar mimpi karangan cita-cita, tapi benar seperti tekad bersama dengan lelakiku.
Hidup itu bermakna selama bisa jadi garam dan terang, bukan?

Tuesday, February 14, 2017

Welcome 2017

Sepanjang perjalanan 2016, penuh dengan canda tawa, tangis air mata, syukur dan bahagia, ceria dan cinta. Tuhan bukakan pintu satu per satu untuk semua tantangan yang berada di depan mata diri dan lelakiku. 

Memulai tahun 2017 dengan harapan bahwa Tuhan tidak akan pernah tinggal diam karena Dia yang bertindak untuk semuanya. Diri dan lelakiku, kami bercita dan bermimpi bersama, besar dalam Dia yang kuat dan luar biasa, jauh lebih besar dari segala tantangan dan permasalahan di depan mata kami. Dia yang bertindak. Dia yang membuka pintu dan tak akan ada yang bisa menutupnya karena Dia yang mempunyai kuasa. 

Terima kasih Tuhan Yesus!
Hari ini 7 tahun pertemuan kami. Lewat cerita unik antara abang kelas dan adik kelas, antara alumni dan mahasiswa baru di jurusan kami. Pertemuan lewat seorang teman setelah berkali - kali mencari karena sang mahasiswa terus kabur dari yang mencari. Tapi, lihat kini, puji Tuhan kami bersatu hati dalam Tuhan Yesus. Kenangan indah yang membawa langkah kami akhirnya tak akan terhenti bersama Dia yang memiliki lelakiku dan diri ini. 

Happy Valentine, Cinta!
A wonderful on-going 7 years journey.


Semangat, Cita dan Cinta, 

Diri dan Lelakiku

Thursday, July 07, 2016

Kedatangan Rektor ITB di Akita

Setelah tahun sebelumnya mahasiswa mendapat kunjungan dari Bang Andrea Hirata, Kak Meda Wayu dan Kato-sama, kali ini kunjungan dari rektor ITB menjadi salah satu yang istimewa untuk mahasiswa Indonesia. Di akhir September 2015, kunjungan dosen dan rektor ITB untuk WFURS menjadi salah satu kunjungan penting setelah beberapa kunjungan dari para expert di bidangnya sejak awal 2015 seperti Dr. Hedenquist, Dr. Joerg Matschullat dan lainnya. Jelang akhir September 2015, Akita University menjadi tuan rumah untuk WFURS (World Forum Universities on Resources and Sustainability) 2015. Konferenci WFURS diadakan tiap 1 tahun sekali dan diikuti oleh sekitar puluhan petinggi universitas di seluruh dunia. Ntah ini kebetulan atau tidak, pembimbing diri adalah salah satu executive committee board di WFURS sebagai bendahara. Setiap universitas yang berkeinginan bergabung juga dapat melakukan registrasi dan akan disetujui oleh sidang anggota WFURS setiap tahunnya. Setelah Akita di 2015, forum akan dilaksanakan di Rusia pada September 2016. Informasi lengkapnya tentang forum ini ada World Forum Suistainability. Siapa tahu universitasmu ingin registrasi sebagai bagian dari WFURS juga. 

Setelah jadwal yang ditentukan ada, para mahasiswa Indonesia di Akita berbagi jadwal untuk menjadi LO dan staf di WFURS. Di kesempatan ini, diri mendapat bagian keduanya sekaligus. Diri menjadi staf komite di WFURS untuk mengurus jalannya acara. Tugas pertama diri adalah menjemput para utusan di Bandara Akita yang datang sehari sampai 2 hari sebelum acara. Sehari sebelum acara menjadi waktu yang paling sibuk untuk kedatangan para petinggi universitas tamu di bandara Akita, termasuk diri yang menunggu para tamu dari pagi hingga malam. Terima kasih lelakiku yang sangat baik menemani selalu. Rektor ITB, Bapak Prof. Kadarsah Suryadi dan guru besar teknik pertambangan ITB, Bapak Prof. Rudi Sayoga berkesempatan sebagai wakil langsung dari ITB untuk WFURS 2015 datang sehari sebelum acara. Perjumpaan pertama diri dengan para wakil kampus almamater diri setelah hampir 2 tahun bersekolah di Akita University akhirnya terjadi di September 2015. 
Para peserta WFURS 2015 Akita University.
Hari - hari selanjutnya diisi dengan beragam agenda WFURS, mulai dari konferensi hingga field trip. Selain itu juga ada pertemuan antar petinggi kampus yang datang dan Akita University. Sungguh kesempatan yang asik! Beberapa mahasiswa dari jurusan geologi mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam poster presentation sebagai bagian dari konferensi WFURS 2015. Seluruh staf juga ikut serta dalam seluruh rangkaian acara, bahkan field trip. Selama 2 hari penuh, para peserta konferensi mengikuti acara dari pukul 09.00 hingga 17.00 yang diisi dengan presentasi, diskusi dan dialog antar universitas, termasuk sidang terbuka untuk kebijakan tahun selanjutnya. Para petinggi universitas yang ramah juga ikut ambil bagian dalam poster session mahasiswa Akita University untuk memberikan ide dan masukan tentang riset yang dilakukan. Setelah seluruh rangkaian acara konferensi selesai, seluruh mahasiswa Indonesia berkesempatan untuk makan malam bersama dengan para tamu dari ITB. Acara makan malam yang meriah di restoran sushi yang sudah disiapkan oleh salah satu mahasiswa dan sekaligus dosen Teknik Pertambangan ITB yang sedang menempuh pendidikan di Akita University, Pak Fadila. Obrolan ringan dan diskusi santai kami mengalir selama makan malam, ada banyak informasi baru yang diri dapatkan dari para petinggi universitas ini dan diri yakin akan berguna ke depannya. 
Diri bersama dengan para tamu dari Indonesia.
Hari selanjutnya, diri ikut dalam field trip ke beberapa destinasi sekitar Akita. Kesempatan field trip menjadi ajang yang paling menyenangkan karena tujuan field trip ke berbagai tempat processing plant mineral milik Dowa Mineral dan tempat tambang historis Osarizawa Mine. Seluruh petinggi universitas yang terlibat pun terlihat sangat menikmatinya. Kesempatan yang jadi ajang paling menyenangkan adalah melihat dan memegang langsung emas murni dan perak murni yang merupakan hasil dari processing plant milik Dowa di Kosaka. Processing plantnya menggunakan e-waste seperti handphone, laptop dan berbagai elektronik lainnya untuk diambil mineral berharga di dalamnya. Osarizawa Mine yang sudah tutup dan dikelolah sebagai tempat wisata juga menjadi tempat tujuan yang menyenangkan. Para petinggi universitas yang ikut pun terpesona dengan pengelolahan bekas tambang yang berkelanjutan sebagaimana tujuan dari WFURS sendiri. Hari ditutup dengan makan malam di bekas kantor administrasi Kosaka Mine yang kini sudah menjadi museum.
Suasana field trip di Osarizawa Mine.
Diri mencoba mengangkat emas batang murni, 19 kg!
Perjalanan yang menyenangkan selama WFURS ditutup sengan kesempatan dan banyak pelajaran berharga dari berbagai universitas dan instansi yang dikunjungi. Puji Tuhan, diri mendapatkan kesempatan yang menyenangkan seperti ini. Terima kasih juga lelakiku yang begitu baik untuk terus menemani diri selama perjalanan dan pekerjaan diri sebagai staf. Terima kasih sudah datang mengunjungi kami, bapak - bapak. 

Tuesday, July 05, 2016

Farewell Party with Kiddy Cat

Sebelumnya diri juga pernah bercerita kalau diri memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengajar bahasa Inggris untuk anak - anak Jepang. Nama kursusnya adalah Kiddy Cat yang berdiri relatif baru di Akita sendiri. Lokasinya yang dekat dengan Menara Serion, diri berkesempatan untuk mengajar kembali sebelum akhirnya diri pulang. Ini juga menjadi semacam farewell party untuk diri dengan anak - anak yang diri pernah ajar sejak 2.5 tahun yang lalu. Meskipun tidak rutin, diri tetap senang dan selalu mendapatkan memori yang berkesan saat bisa mengajar ke Kiddy Cat.
Welcome to the party!
Setelah selesai sidang, diri berkesempatan untuk mengunjungi Kiddy Cat kembali. Waktu yang juga pas dengan kehadiran lelakiku di Akita sehingga diri bisa mengajak dia untuk dikenalkan kepada anak - anak didik diri. Anak - anak Jepang, bahkan ibu - ibunya selalu excited ketika tahu ada orang asing yang datang dan masih muda sudah menikah. Setidaknya itu kesan yang selalu diri dapatkan ketika datang. Mereka senang sekali menanyakan apakah diri sudah berpasangan atau belum, meskipun bertanya dengan malu - malu awalnya. 
Foto dengan calon model dan manga artist.
Farewell party yang diadakan oleh Futada Sensei kali ini masih mengangkat tema musim dingin karena waktu itu masih di sekitar Februari atau puncaknya musim dingin. Futada sensei menunggu sampai saat diri bisa datang di tengah semua persiapan diri untuk sidang sebelumnya yang cukup menyita waktu diri hari lepas hari. Setelah sepakat harinya, diri dan lelakiku datang ke tempat Kiddy Cat dijemput oleh Futada Sensei. Kami juga mengajak teman kami, Thomas dengan harapan dia akan menjadi next teacher di Kiddy Cat ke depannya menggantikan diri. Futada sensei menjemput kami di depan kampus dan langsung dengan kendaraan pribadinya meluncur ke Kiddy Cat. Seperti biasa, kami sampai selalu lebih awal untuk melakukan briefing dan persiapan acara. Saat itu masih pukul 13.00 sedangkan acara dimulai pukul 14.30 karena di hari sabtu, anak - anak ada banyak kegiatan extrakurikuler di sekolah. 

Hari ini, kami memulai tepat waktu acaranya. Satu per satu dari mereka datang diantarkan oleh orang tuanya. Wajah - wajah bahagia itu menyenangkan memang untuk dilihat. Awal mulai, kami melakukan perkenalan kembali untuk lekakiku dan Thomas. Rasanya senang sekali saat melihat anak - anak excited mengenal dua guru baru mereka hari itu. Acara utama dimulai. Kami membacakan buku cerit abergambar dalam bahasa Inggris bergantian dan dilanjutkan dengan permainan, juga membuat kerajinan tangan. Anak - anak dilatih untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris meskipun sederhana saat mereka membuat kerajinan tangan berupa pajangan kepala santa claus! Lelakiku sibuk membantu para anak - anak yang umurnya lebih kecil, sedangkan Thomas harus menjaga satu anak, Kenta, yang sangat aktif dalam mengerjakan bagiannya. Diri juga sibuk membantu anak - anak yang usianya lebih tua. hehehehee...
Foto dengan karateka dan balerina. Hana, akita bijin.
Selesai acara dan semua bersiap foto.
Selesai membuat kerajinan tangan, kami melanjutkan ke permainan BINGO dengan menggunakan peralatan mainan yang sudah disiapkan oleh Futada Sensei. Seperti sebelum - sebelumnya, anak - anak selalu senang belajar sambil bermain. Dengan setiap angka yang keluar, anak - anak diminta menyebutkan angka tersebut dalam bahasa Inggris. Juara permainan ini akan mendapatkan hadiah berupa stiker yang disukai kebanyakan anak - anak Jepang. Buat mereka yang tidak juara, seperti diri juga, tetap dapat stiker tetapi dalam jumlah yang berbeda dan bentuk yang berbeda pula. Selesai permainan, kami menyempatkan diri mengambil beberapa foto dan membagikan bingkisan kecil untuk setiap anak yang sudah disiapkan oleh Futada Sensei. Anak - anak selalu senang saat mendapatkan bingkisan hadiah setelah selesai belajar. Lelakiku pun sangat excited untuk bermain dengan anak - anak, ia dengan telaten menjawab tiap pertanyaan anak - anak yang bertanya kepadanya dalam bahasa Inggris sederhana bercampur dengan bahasa Jepang. Luar biasa! Pengalaman hari itu yang membuat semua orang tertawa senang karena farewell party berjalan lancar. Kenta yang awalnya tidak nyaman pun karena kakak kesayangannya tidak bisa hadir bersama dengan dia pun bisa menikmati acara hingga selesai. Diri senang sekali bisa berbagi dengan anak - anak di Kiddy Cat, apalagi expresi bahagia lekakiku di sana. 
Lelakiku membagikan bingkisan kepada anak - anak.

Pindahan Barang dari Jepang

Nah ini pasti akan berguna buat siapapun yang akan pulang dari Jepang setelah cukup lama menetap. Beruntunglah diri sebagai WNI, ada banyak pilihan untuk mengirimkan barang dari Jepang. Kerjasama antar negara yang sangat membantu ini membuat diri bisa mengirimkan barang dengan lebih mudah dan yang pasti harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan kawan - kawan lain yang tidak ada kerjasamanya. Setelah menetap hampir 3 tahun di Jepang, diri harus kembali ke Indonesia, termasuk perintilan yang diri miliki selama di sini pun mau diri bawa pulang. hehehe..terima kasih lelakiku. Puji Tuhan berkatNya sangat banyak selama diri tinggal dan sekolah di Akita, mulai dari peralatan rumah tangga, sampel, bahan ajar, buku - buku, peralatan lainnya sampai boneka pun Tuhan berikan sangat banyak. Kalau saja Tuhan mengizinkan, mungkin diri bisa membawa seluruh isi rumah tanpa ada yang dijual, tapi tidak semuanya bisa berjalan demikian kan. Total 16 kardus yang bisa diiizinkan oleh Tuhan kirimkan saja sudah membuat diri senang. Itu masih di luar total sekitar 6 koper yang diri bawa dengan menggunakan pesawat. Terima kasih lelakiku..sekali lagi..
Persiapan packing. Satu dari 16 kotak yang dibawa.
Dengan barang sebanyak itu, bagaimana bisa semuanya dikirimkan? Tenang, ada banyak jalan menuju ke Roma dan kali ini menuju rumah di Indonesia. Terlebih Jepang adalah salah satu negara dengan komunikasi barangnya aka sistem pengiriman barangnya sangat bagus dan efisien. Beberapa pilihan tersedia bagi WNI untuk urusan pindahan seperti ini. 
1) Pengiriman via JP Post. Pengiriman dengan metode ini pun masih ada beberapa pilihan yang tersedia. Sebagaimana yang ditawarkan dari pihak JP Post, ada 3 macam paket yang tersedia dengan kecepatan sampai barang dan harga jasa yang harus dikeluarkan pastinya. Paket kilat 5 hari sampai di tempat tujuan atau EMS adalah paket paling mahal yang bisa digunakan. Biaya pengirimannya dihitung per kg dan maksimal satu boxnya adalah 30 kg saja. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya hingga 26500 yen untuk tujuan negara - negara Asia. Harga juga bervariasi dengan negara lokasi tujuan EMS (Air Mail). Cek ratenya di JP Post EMS Rate. Pilihan paket kedua adalah Economy Air (SAL) yang dijamin barang akan sampai dalam waktu kurang lebih 3 minggu. Pengirimannya masih menggunakan pesawat tetapi prioritasnya tidak sama dengan EMS. Harga yang diterapkan juga masih cukup mahal jika berencana mengirimkan banyak barang. Variasi harganya bisa dicek di JP Post SAL Rate. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya sekitar 16000 yen untuk tujuan negara - negara Asia Tenggara. Pilihan paket terakhir yang juga paling murah adalah Surface Mail. Biaya yang dibutuhkan untuk 30 kgnya adalah 11300 yen dengan waktu tunggunya mencapai kurang lebih 3 bulan hingga sampai di tempat tujuan karena pengiriman menggunakan kapal dan moda transportasi termurah di negara tujuannya. Cek kepastian ratenya di JP Post Surface Mail Rate

2) Pengiriman via kargo. Di Jepang, ada beberapa operator kargo yang menyediakan jasa pengiriman barang ke Indonesia. Mereka umumnya berada di port - port besar seperti Yokohama dan Kobe. Salah satu operator kargo yang kemarin sangat membantu diri dan lelakiku adalah Kami Gumi, Ltd. Perusahaan kargo yang berkantor pusat di Kobe ini sudah bekerja sama mengirimkan barang - barang milik WNI yang akan pindahan ke Indonesia kembali sejak 1985 dan menurut diri memang mereka sangat terpercaya. Pengiriman dengan menggunakan kargo ini akan dilakukan secara kolektif dan memiliki jadwal yang cukup ketat. Hal ini semata - mata untuk memperlancar pengurusan administrasi dan penghitungan detail biaya dan tempat yang digunakan. Di Jepang semuanya harus bisa tepat waktu dan efisiensi dalam mengurus segala sesuatunya. Tiap tahunnya, operator Kami Gumi menerima pengiriman barang dua kali pada bulan April dan Oktober. Namun, pendaftaran untuk pengiriman memiliki beberapa persyaratan yang harus dipatuhi dan diikuti, seperti mereka yang permanen pulang ke Indonesia lah yang bisa mengirimkan barangnya via kargo, mengurus surat - surat ke KJRI, kantor pusat di Kobe dan Jakarta, juga mengurus administrasi lanjutannya setelah tiba di Jakarta untuk ke beacukai. Namun, semuanya akan terasa mudah karena pihak dari Kami Guminya pun sangat membantu dalam banyak hal selama kita mengikuti prosedur yang ada. 

Pendaftaran sebagai pengirim biasanya sudah dibuka sekitar 4-5 bulan sebelum batas akhir pengiriman kargo ke Indonesia. Setelah mendaftar, para peserta akan dibagi ke dalam kelompok - kelompok dan membuat masing - masing dafatr bawaannya yang detail dan sejujur - jujurnya. Jadi, para pengirim sudah harus tahu 2-3 bulan sebelumnya barang - barang apa saja yang akan dibawa secara detail di dalam tiap kotaknya. Itu semua pun tidak boleh diubah kembali jika sudah dilegalisir oleh pihak KJRI. Tiap kesalahan atas ketidakcocokan daftar dan isi kotak saat diperiksa akan menjadi tanggung jawab pihak pengirimnya. Harga yang ditetapkan adalah berdasarkan satuan meter kubik, sehingga pembiayaannya cenderung lebih murah. Batas maksimal sekitar 25-30 kg per kotak yang dikirimkan. Ada beberapa ketentuan detail untuk barang - barang khusus, seperti alat olahraga dan alat musik yang semuanya juga sudah dikirimkan kepada setiap peserta untuk dipelajari sesaat setelah terdaftar. Harga per April 2016, biaya kirim per meter kubiknya dari port Yokohama ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sekitar 25000 yen, belum termasuk dengan biaya pajak, dokumen, premi asuransi dan pengiriman hingga alamat tujuannya. Jadi pembiayaan disesuaikan dengan tujuan akhir barang dan berapa meter kubiknya total kardus yang dibawa. Opsi ini yang sangat diri sarankan untuk yang ingin pindahan permanen aka pulang kampung agar tidak menghabiskan banyak biaya. Pihak Kami Gumi mengizinkan pembawaan hampir semua barang, kecuali kendaraan dengan sparepartnya, makanan, material pornografi dan beberapa lainnya. Jika hanya barang - barang umum keperluan penetap sementara seperti kulkas, mesin cuci, pemanggang, alat olahraga dan lainnya, biasanya tidak akan jadi masalah. 

3) Barang bisa dibawa dengan menggunakan paket extra baggage airline. Ini adalah opsi yang biayanya cukup mirip dengan opsi pengiriman metode surface mail. Namun, kelebihan yang didapatkan adalah waktu pengiriman yang singkat karena barang akan sampai bersamaan dengan yang membawa di airport tujuan akhir. Opsi ini bisa digunakan dengan catatan hanya untuk operator airline yang menghitung extra bagasinya sebagai per piece koper (23 kg), bukan dihitung per kg additionalnya. Contoh airline yang bisa menerima sistem ini adalah Korean Air dan ANA. Kedua, opsi ini bisa digunakan dengan lebih murah jika tiket yang digunakan adalah tiket terusan dari domestik lalu internasional misalnya dari Akita, langsung Haneda dan Jakarta sebagai tujuan akhir. Pindah pesawat dilakukan dengan operator yang sama sehingga tidak ada collecting bagasi kembali dan biaya kelebihan bagasi hanya dibayarkan sekali sampai bandara tujuan akhir. Biaya yang dibayarkan per bagasinya untuk ANA sekitar 10000 yen (23 kg tiap 1 kopernya) dan 100US$ untuk Korean Air. Jika terpaksa harus collecting bagasi, pengiriman dengan Takyubin atau Kuroneko 1-2 hari sebelum keberangkatan ke bandara internasional juga dapat dilakukan sehingga dapat lebih menghemat biaya kelebihan bagasi untuk penerbangan domestik yang umumya 5000 yen per piecenya. Biaya pengiriman koper ke Haneda/Narita umumnya akan lebih murah, tergantung dari mana titik pengirimannya, serta barang juga dapat langsung diambil di airport tujuannya pada jam yang disepakati. Barang - barang yang akan dikirimkan ke airport juga dapat diambil langsung ke rumah oleh pihak Kuroneko sehingga sangat menghemat waktu dan biaya taxi untuk membawa berapapun barang yang akan dikirimkan. 

Itu tadi beberapa pilihan buat siapapun yang akan segera pulang ke Indonesia. Berhubung Jepang sangat variatif, diri yakin masih banyak opsi lainnya yang mungkin akan terus tumbuh ke depannya. Selamat memilih. 

Akita University Museum

Sekolah di Jepang, kebanyakan pasti memiliki fasilitas museum. Terlebih buat sekolah - sekolah yang punya jurusan geologi atau tambang. Beberapa kampus yang diri tahu ada fasilitas museum adalah Akita University, Hokkaido University dan Kyushu University. Hampir semuanya adalah museum tentang geologi dan tambang karena memang sekolah - sekolah ini memiliki program unggulan di bidang tersebut. Museum geologi atau tambang di Akita University berada tepat di bukit belakang Akita University. Museum yang bertingkat 3 ini memiliki beberapa eksibisi yang menggambarkan fenomena alam, dari sampel batuan dan mineralogi, maket pertambangan dan minyak bumi, juga beberapa fosil berharga. Seluruh sampel berasal dari berbagai negara, juga dari pastinya dari Akita. Akita merupakan salah satu laboratorium alam yang masih sangat terjaga. Selain eksibisi, museum juga mempunyai fasilitas tambahan untuk analisa sampel bagi mahasiswa yang sedang melakukan riset. Gedung yang digunakan, langsung terletak di sebelah gedung pameran utama museum. 
Salah satu sampel batuan dari koleksi yang ada.
Singing rocks.
Tiket masuk museum untuk umum hanya 100 yen per orang dan gratis untuk mahasiswa Akita University, cukup dengan menunjukkan KTM saja. Selain pameran sampel bebatuan dan mineral yang disusun berdasarkan cerita terbentuknya, pengunjung juga dapat mencoba langsung beberapa alat peraga dan menonton video terkait dengan proses pembentukan alam. Ada alat peraga dari batuan yang bisa mengeluarkan bunyi alunan musik karena bagian tengah batuan yang kosong ataupun maket besar yang menunjukkan sebaran tambang di seluruh Jepang. Saat diri terakhir mengunjungi, di museum baru saja ada alat peraga semacam PS3 untuk belajar memplanning penambangan bawah tanah. Museum juga memiliki satu ruang audiotorium besar yang biasanya digunakan untuk kuliah umum atau presentasi terbuka bagi publik yang ingin belajar tentang geologi. Biasanya museum ini memiliki kegiatan tahunan untuk memberikan semacam kelas bagi masyarakat umum untuk mengenal apa itu geologi dan tur keliling museum untuk belajar apa saja yang disajikan di museum. Banyak masyarakat umum yang ikutan loh dalam program ini, terutama anak - anak dan orang tua.
Alat peraga pertambangan.

Alat peraga lainnya.
Bonus trek jalan ke atas bukit, tempat museum didirikan, pengunjung bisa melihat pemandangan Akita sepanjang mata memandang. Jika kita datang saat cuaca cerah, pengunjung bisa menikmati pemandangan pinggir Laut Jepang dengan instalasi pembangkit listrik tenaga anginnya yang sedang aktif beroperasi. 

Monday, July 04, 2016

Serion Tower, Spot Kunjungan di Akita

Jalan - jalan di pelabuhan mungkin tidak jadi pilihan bagi kebanyakan orang. Diri juga tidak pernah kepikiran jalan - jalan ke pelabuhan untuk sightseeing. Akan tetapi, di Akita, ada spot pengamatan yang cukup keren untuk dikunjungi jika ada waktu. Namanya Serion Tower. Menara Serion adalah menara pengamatan dengan tinggi kurang lebih 120 m dan digunakan sebagai salah satu objek wisata di Akita. Letaknya di Pelabuhan Akita, menyajikan pemandangan indah ke arah Oga dan sekitar Akita secara 360 derajat. Selain menjadi tower pengamatan, di sini juga tersedia fasilitas belanja oleh - oleh di lantai dasar menara, tempat rekreasi permainan anak - anak dan juga restoran di lantai 23 atau 2 lantai di bawah titik pengamatan tertinggi. 
Akita Port
Pengunjung dapat menikmati fasilitas pengamatan di Serion Tower dengan gratis. Pengunjung dapat menggunakan dua buah lift yang tersedia untuk menuju puncak tower di lantai 25. Di bagian paling atas tower, pengunjung punya kesempatan untuk melakukan observasi ke sekeliling kota Akita. Jika cuaca sedang sangat bagus, pengunjung bisa melihat Oga Pennisula. Dengan membayar 100 yen per 10 menit, pengunjung juga dapat menggunakan teropong berbayar untuk mempermudah pengamatan ke sekililing. Di sekitar area Akita port, pengunjung disajikan pemandangan lepas Laut Jepang dan berbagai macam pabrik yang meletakkan operasional mereka di sekitar port untuk mempermudah jalur perdagangan. Di pos pengamatan tertinggi, seluruh bagian dibuat dari kaca yang dapat membuat mereka yang sedikit fobia ketinggian bisa bermasalah, seperti diri. Dari lantai 25, pengunjung juga dapat menggunakan tangga untuk menuju lantai 23 atau restoran, selain dari lift yang tersedia. Akan tetapi, tidak tersedia tangga untuk berjalan sampai ke lantai terakhir. Tangga darurat hanya dibuka untuk kondisi darurat seperti fungsinya. 
Serion Tower dengan lekakiku
Oleh-oleh di lantai dasar.
Pemandangan di sekitar pelabuhan.
Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi, sepeda atau kendaraan umum. Pilihan terbaik ada bus dan taxi. Bus nomor 232  dan 100 (kalau tidak salah..hehehee..) yang langsung menuju menara Serion dari dan ke stasiun setiap harinya, kurang lebih 6-8 kali sehari. Biayanya hanya sekitar 320 yen untuk sekali jalan. Beda halnya dengan taxi yang jelas akan sedikit mahal, tergantung dari mana start perjalanannya, misal dari Tegata akan kena biaya sekitar 3500 - 4000 yen untuk sekali jalan. 
Pemandangan kota Akita.
Kesempatan yang baik bersama dengan teman baik pun diri tak lewatkan untuk berkunjung ke Serion Tower bersama lelakiku saat dia dapat kesempatan berkunjung menengok diri. Bahagianya bisa lelakiku dapat mengunjungi Serion Tower dan menunjukkan kota Akita. Thank you juga friend sudah membawa kami.
Titik pengamatan di lantai paling atas bersama lelakiku.

Akita University

Ada beberapa postingan tentang kampus diri di Jepang. Yang jelas saat diri tinggalkan, mereka sedang dalam pengembangan yang sangat pesat. Mungkin ada beberapa yang akan berbeda, tetapi setidaknya beberapa foto di bawah bisa memberikan gambaran bagaimana si Akita University itu. Sebagai catatan, diri adalah mahasiswa di geologi, jadi foto - foto yang ada mungkin sedikit terfokus di bagian yang dekat dengan fakultas diri. Sebagian cerita tentang kampus diri ini juga sudah diri tuliskan di bagian Leading Program, beberapa postingan sebelum ini. Diri berharap ini bisa membantu untuk siapa saja yang akan menjadi murid baru di Akita University. Welcome!

Wisuda April atau Spring semester entrance.
Tampak depan kampus Akita di Tegata.
Bagian belakang, area parkir sepeda. 
Acara wisuda lulusan September atau Fall semester. entrance.
Salah satu kelas dan forum kegiatan mahasiswa di Akita University.
Di depan perpustakaan dan gedung utama para profesor saat ini.
Salah satu taman di dalam kampus Akita Tegata.
Fasilitas kampus Akita University di Tegata sendiri ada klinik kesehatan, kantin (tanpa makanan khusus halal), ATM center, perpustakaan, ruang mini konser, area kegiatan mahasiswa atau ekstrakurikuler, kantor rektorat, kantor administrasi kampus, All Room (English Room), laboratories, class rooms dan lainnya. Kampus Tegata Akita University sangat mudah dijangkau dari Akita station atau Akita eki. 

Ambil bus jurusan nomor 370, 371, 372, 373 yang langsung berhenti di stasiun Akitadaigaku-mae atau menggunakan bus nomor 350, 351, 352, 360, 361 dan 362 dan berhenti satu stasiun setelah yamasaki-mae. Taxi juga dapat menjadi pilihan langsung dari Akita eki menuju Akita University dengan biaya berkisar 990 hingga 1090 yen untuk satu kali jalan. Alamat Akita University ada di 1-1 Tegatagakuen machi, lokasinya cukup dekat dengan stasiun. Pilihan jalan kaki juga dapat dilakukan yang membutuhkan waktu sekitar 30 - 45 menit melalui beberapa jalan yang tersedia (kondisi musim panas-musim semi). 

Hidupmu Indah, Kawan!

Hari terus berganti, saat semua yang ada sudah diri persiapkan dengan baik. Akhirnya diri mengakhiri perjuangan di Akita, Jepang dan siap melanjutkan mimpi - mimpi baru di negara asal diri, Indonesia. Semua terasa sangat cepat berlalu. Diri mungkin katakanlah memang lebih nyaman berada di Jepang, dimana diri bisa mengembangkan diri dengan apa adanya meskipun berada di antara tekanan yang tidak habisnya dari luar. Hanya kekuatan dari dalam yang diberikan Tuhan lewat lelakikku dan orang - orang yang benar - benar baiklah yang membuat diri mampu berdiri hingga akhirnya ada di sini, di tempat diri menuliskan cerita ini. Diri selalu bahagia menjalani apapun yang terjadi selama lelakiku ada di sini dan dia pun bahagia. Seperti yang sudah - sudah diri ceritakan di postingan sebelumnya, perjalanan sekolah ini ada karena Tuhan memakai lekakiku mengantarkan diri sampai di tahapan ini dengan segala perjuangannya yang tidak terkira. 

Perjalanan segera selesai dan sebenarnya sudah selesai di tahap pendidikan yang diri jalani. Akhirnya diri dinyatakan lulus dan dilantik dan diberikan tanggung jawab baru sebagai doctor of engineering. Terima kasih Tuhan! Seluruh ini adalah karena Tuhan dan lekakiku, tidak ada sedikit pun upaya diri ada di sana. Kalau saja Tuhan tidak bermurah hati dan lekakiku tidak mau menjadi agennya Tuhan, bubar ini semua pendidikan yang sedang dijalani. Tipikal diri yang cukup keras kepala dan kebiasaan diri yang seringkali rendah diri, tidak membuat segala sesuatunya baik. Orang boleh berkata sekolah di luar negeri itu mudah atau gampang, katakan iya dan katakan tidak. Itu semua bergantung dimana kau berdiri dan seperti apa kau menyikapinya. Diri bersyukur mengalami semuanya, maka diri berani mengatakan iya dan tidak. Mudah jika kita punya pegangan yang cukup kuat, baik itu pada Tuhan atau pasangan atau keluarga. Tidak jika kita hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. 

Diri selalu yakin mereka yang mendapat kesempatan seharusnya memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Pepatah Jepang mengatakan ichigo ichi, yang artinya hanya ada satu kali kesempatan untuk hal yang terbaik. Nothing more or less. Diri baru memahami itu selama perjalanan sekolah di Jepang yang diri jalani. Puji Tuhan seluruhnya selesai. Ada banyak perubahan yang diri harus alami dan ditempa oleh Tuhan. Pasangan yang membuat diri kuat, meskipun diri yakin pasti kekuatan lekakiku pun pasti terkuras untuk membuat diri berubah. Ada banyak pengalaman, ada banyak kejadian, ada banyak cerita yang terjadi selama diri sekolah di Jepang. Pendidikan yang diri jalani tidak hanya sebatas pada pendidikan formal, tetapi pendidikan kehidupan yang sampai sekarang diri tengah jalani di Indonesia, saat menuliskan ini dan sepertinya ini akan terus berlanjut seumur hidup. Sekolah kehidupan yang diri jalani di Jepang memberikan jauh lebih banyak dari apa yang diri pernah bayangkan atau mungkin inginkan. Pendidikan formal bisa dipelajari memang dan jawabannya ada di sini, di bagian kepala yang berputar. Akan tetapi, pendidikan kehidupan, jawabannya ada di sini, di bagian hati yang terdalam. Sebagaimana kita berjalan, sejauh apa kita melangkah akan ditentukan apakah kita mau berubah dan diubah untuk menjadi lebih baik. Dunia ini fana, tetapi semua orang harus hidup di dunia ini sampai waktuNya tiba. 

Pendidikan kehidupan yang berjalan membuat diri mengerti bahwa hidup itu sebenarnya sangat indah. Hidup itu sangat berharga, bukan karena gelar yang diri dapatkan, bukan karena kekayaan yang diperoleh, bukan karena banyak teman yang dipunyai. Akan tetapi, tentang dengan siapa kita bergantung dan hidup. Diri bersyukur bahwa diri mengalami mukjizat hari lepas hari, dengan Tuhan dan bersama lekakiku, juga aku untuk lekakiku. Pepatah yang mengatakan bahwa pasangan yang bisa membuatmu terbang tinggi atau jatuh ke bawah, adalah benar adanya. Diri yakin dan membuktikannya. Pasangan adalah siapa yang kita tentukan dan keputusan itu seumur hidup di sepanjang kelas pendidikan kehidupan yang akan kita miliki. Diri bersyukur dan hanya bisa mengatakan terima kasih dengan kehadiran lelakiku sebagai agen Tuhan untuk mengajari diri, meremukkan diri, membentuk diri dan membuat diri mengerti bahwa hidup ini indah, Tuhan itu begitu baik dan akan selalu baik. Diri sangat berterima kasih, entah bagaimana lagi caranya. Semoga Tuhan menitipkan dia segera yang kami nantikan di sini, di dalam kantung rahim ini (amin!). Hari lepas hari, hanya ada bahagia dan kepercayaan hingga akhir nanti yang kita bagikan sepanjang kelas kehidupan ini. 

Diri yakin setiap orang dilahirkan untuk memiliki mimpi, untuk belajar percaya, untuk mengalami apa yang namanya kehidupan dengan cara - caraNya yang indah. Setiap orang berhak bahagia dengan cara yang selalu beragam. Yakinlah hidup ini berharga, hidup ini indah saat kau merasakan sendiri dan terasa sepi. Never said you are alone, because you will never ever alone. Terlalu banyak kesibukan yang dimiliki, membuat kita terkadang kehilangan arah, menjadikan kita terhilang dan melupakan apa yang sangat penting. 

Orang tua, anak, teman adalah anugerah; pasangan adalah pilihan hidup. Ichigo ichi. Mintalah maka kita akan diberikan oleh Tuhan. Puji Tuhan untuk semuanya. Live your love. Love your life.

Taken and given to us as a present. Thank you friends!

Sidang dan Done!

Lama tidak bersua di banyak kegiatan, katakanlah berbulan - bulan. Diri bahagia sekali akhirnya bisa menyelesaikan seluruh kegiatan yang ada di Jepang. Sisa pekerjaan ada di Indonesia dengan semua barang yang akan datang dengan kargo kapal. Terima kasih Tuhan akhirnya semua perjuangan selesai dengan semua air mata, senyum dan bahagia. Dukungan dari lelakiku yang luar biasa, membuat ini semua akhirnya berada di ujung hasil. Dari awal diri sekolah hingga akhirnya diri dapat menyelesaikan sekolah ini dan semuanya dengan semua dukungan yang kuat dari lelakiku. Terima kasih sayang. 

Jadwal sidang sudah dibuat oleh pihak kampus. Diri harus mengikuti 4x sidang hasil dengan jadwal dan penguji yang berbeda. Sidang 1, di bulan akhir Oktober 2015 dengan penguji dari luar Akita University dan ahli di bidang riset diri. Sidang 1 juga bisa dibilang seperti Pra-Sidang. Sidang 2, masih di akhir Oktober 2015, selisih hanya beberapa hari. Dalam kasus diri, penguji punya jadwal yang berbeda karena para penguji tidak bisa hadir di jadwal yang sama sehingga diri harus sidang 2 kali untuk pra-sidangnya. Semua pra-sidang berjalan baik. Puji Tuhan! Semua dukungan dari lekakiku dan Tuhan membuat semuanya berjalan dengan baik. 

Selesai 2x sidang di tahun 2015. Perjalanan berjalan kembali dengan lebih matang dengan segala persiapan yang lebih mendalam. Buku disertasi lebih detail dan lengkap, paper yang sudah, puji Tuhan, sudah diterima oleh pihak jurnal internasional dan presentasi yang lebih mendalam sesuai dengan tujuan riset diri sudah disiapkan semuanya. Sidang 3 sebagai sidang utama dan tertutup sudah dipersiapkan jadwalnya di awal Februari 2016, disusul dengan jadwal sidang 4 untuk sidang terbuka di hari selanjutnya. Terima kasih untuk pertolongan Tuhan yang kuat dan lelakiku yang mendukung untuk menyelesaikan ini semua. Segala keluhan dan tangisan diri ditampung oleh lelakiku untuk terus mendongkrak diri agar menyelesaikan titik akhir dari sekolah diri ini. Hari yang ditunggu tiba dan diri menyelesaikan semuanya dengan sangat baik. Puji Tuhan, diskusi dan pertanyaan selama sidang tertutup hanya membutuhkan waktu 30 menit di luar 45 menit presentasi hasil yang diri lakukan. Puji Tuhan, sidang terbuka di hari selanjutnya berjalan lebih baik lagi. Semua pertanyaan dan diskusi dapat diri lalui dengan baik bersama dengan Tuhan. Pertanyaan tentang hasil pekerjaan diri yang dipresentasikan memberikan banyak kesempatan diri untuk menjelaskan bagaimana implikasi jangka panjang dari riset ini. 
Kelas dengan Dr. Arribas, salah satu tim penguji.
Setelah proses panjang yang ada, diri akhirnya dinyatakan lulus oleh tim penguji dari Akita University. Puji Tuhan! Doa dari lekakiku dan semangat yang diberikan agar ini selesai akhirnya benar - benar membuat diri bisa menyelesaikannya. Perjuangan 3 tahun yang tidak mudah, dengan semua tekanan yang datang dari luar dan senyum yang tetap diberikan dari dalam, akhirnya selesai di sidang terakhir di awal Februari 2016. Puji Tuhan! Terima kasih juga untuk pembimbing diri yang super sabar dalam menghadapi keras kepala diri yang tidak ketolongan sebagai murid tiap harinya. 

Akhirnya diri menyelesaikan program doktor di bidang economic geology dan semua persiapan menuju wisuda pun masih berjalan, seperti revisi dan lainnya. Puji Tuhan, selesai semua perjuangan yang hampir 3 tahun ini akhirnya menjadi berkat dan semoga bisa berguna untuk kemuliaan Tuhan. Terima kasih lelakiku! 

Wednesday, January 13, 2016

Menulis disertasi dan paper

Puji Tuhan, akhirnya pekerjaan diri sebagai mahasiswa S3 di Akita University, Jepang sudah mendekati garis finish. Ibarat maraton, perjalanan sekolah ini benar - benar bukan hal yang mudah dan isinya semua adalah berkat dan mukjizat dari awal terjadi hingga tahap penyelesaian ini. 

Pengerjaan paper dan buku disertasi adalah sesuatu yang tidak mudah rasanya. Baru dikatakan saja sudah menjadi sesuatu yang "ahh..", mau kemana ini. Sesuatu yang sangat berbeda dengan menulis kata per kata di blog sendiri. Jika menulis blog rasanya jari - jari lebih ringan, waktu terasa lebih kurang dan ada banyak hal yang ingin diceritakan. Kesan subjektif pasti akan menghiasi hasilnya. Hal berbeda dengan menulis tulisan ilmiah. Kreativitas, orisinialitas dan ketepatan pemilihan kata menjadi pertimbangan yang harus sejalan. Plus, diri belum pernah menulis buku disertasi dalam bahasa Inggris! Menulis report atau tugas lain dalam bahasa Inggris mungkin tidak menjadi masalah, tetapi harus menuliskan semua hasil riset, interpretasi, diskusi hingga kesimpulan dalam bahasa Inggris ini baru berbeda.

Petualangan menulis dimulai bulan Januari setelah diri kembali dari oversea travel. Rasanya stuck sekali! Data sebanyak ini tapi bagaimana menjadikannya jelas buat semua orang dari berbagai latar belakang akademis, minimal profesor pembimbing paham maksud tulisan kita sehingga dapat memberi masukan tentang perbaikannya. Lalu, apa yang terjadi, tahap pertama diri menulis paper membutuhkan waktu yang tidak sedikit! Target 1 lembar sehari tidak bisa diri penuhi, ada banyak pembendaharaan kata dan maksud dalam bahasa Inggris yang diri tidak bisa ungkapkan dengan tepat. Alhasil, diri baru dapat memberikan draft manuscript paper setelah 1 bulan berjuang kepada sang supervisor. Komentar dan kritik pedas diri dapatkan dari apa yang diri tulis. Awalnya diri menangis! Disinilah mental diri diuji, iman dipakai, doa semakin ditingkatkan dan usaha semakin dipergiat yang berakhir pada revisi berkali - kali hingga total 8 kali revisi karena bahasa Inggris akademis diri yang belum banyak memadai. Mungkin menganggapnya mudah, seperti awalnya diri, tetapi ternyata ada banyak hal berbeda saat kita menggunakan bahasa ingrris untuk komunikasi sehari - hari dan jurnal atau paper akademis. Pemilihan kata atau diksi menjadi hal yang sensitif. 

Setelah hampir 6 bulan berjuang, pada pertengahan Juni 2015, diri bisa mengirimkan manuscript ke jurnal yang dituju. Tuhan Yesus itu baik sekali. Manuscript dengan perjuangan terbaik yang bisa diri berikan akhirnya selesai. Di hari terakhir revisi dan pengiriman, diri sampai berkesempatan menginap di kampus yang ternyata cukup menyenangkan. 

Fiyuh....
Puji Tuhan!
Selanjutnya adalah buku disertasi yang menunggu untuk ditulis. Namun, waktu yang ada belum bisa berkompromi karena ada dua presentasi di dua konferensi di luar Akita yang sudah menunggu ditambah dengan pengambilan data mineralogi yang tidak bisa ditunda. Puji Tuhan, akhirnya buku disertasi bahkan belum bisa ditulis hingga akhir bulan Agustus. Ada banyak kegiatan yang harus diri lakukan setelah kembali dari Filipina untuk presentasi. Tuhan menguji kesabaran dan ketenangan diri di sini. FYI, diri adalah tipikal orang yang cenderung tidak bisa tenang jika harus mengerjakan sesuatu mendadak, terlebih menulis manuscript dalam jumlah lembaran yang tidak sedikit sebelumnya. Tapi diri akhirnya menyadari bahwa ini adalah titik dimana Tuhan mau mengajarkan pada diri untuk berserah seperti saat diri belajar untuk menuliskan manuscript atau paper pertama kali. 

Diri akhirnya baru mengerjakan penulisan buku disertasi diri pada minggu akhir Agustus hingga 28 September 2015 sebagai target selesai diri. Hampir tiap hari, diri menuliskan seluruh data yang ada ke dalam 6 bab di buku disertasi. Pengerjaan dimulai dengan bagian yang diri lebih pahami dalam pembendaharaan katanya dan dilanjutkan dengan bab lain yang seluruh datanya telah diri siapkan. Kata per kata, satu per satu bab, lembar demi lembar, semua dapat diselesaikan dengan baik. Bab mineralogi menjadi tantangan yang cukup luar biasa, ada banyak hal yang tidak terduga dan baru diri pelajari untuk diri. Di tengah pengerjaan pun, diri dibantu banyak hal secara langsung maupun tidak langsung oleh lelakiku, Melani, Kak Yaser, Mami Chisye dan lainnya. Sungguh! Bantuan semangat, penjagaan dan diskusi dari lelakiku membuat semuanya dapat berjalan baik. Juga ditambah dengan peta, pencitraan, plotting dan lainnya oleh Melani dan Kak Yaser, membuat bagian dari section - peta bisa terisi dengan baik. Mami Chisye, keluarga dan lainnya dalam doa untuk menyelesaikan ini, sungguh tak bisa dikatakan lagi. 

Kuasa Tuhan Yesus itu luar biasa sekali, meskipun selama mengerjakan harus ada jeda untuk kegiatan yang lain karena ada konferensi dan tamu dari Indonesia selama beberapa hari, diri akhirnya dapat menyelesaikan tugas tersebut. Buku disertasi diri setebal kurang lebih 250 halaman selesai dan siap per 28 September 2015, bahkan beberapa hari sebelum submission ke pihak kampus pada tanggal 7 Oktober 2015 saat itu. Selalulah percaya dan berusaha bersama Tuhan!


Dengan 4 kopi dan formulir yang telah diisi, diri akhirnya menyelesaikan semuanya dan bisa mengirimkan ke kampus. Selanjutnya tanggal sidang sudah menunggu di 21 Oktober dan 26 Oktober 2015. Is it special? Yes! tanggal itu dekat sekali dengan tanggal ulang tahun diri ke 24! *^_^* Bagaimana nanti sidang?

Friday, December 11, 2015

Leading Program Akita University (3)

Baiklah, sepertinya ini postingan terakhir tentang LP-AU. Selanjutnya diri ingin berbagi tentang apa itu rotasi lab dan summer camp, serta simposium yang juga jadi bagian dari program LP-AU. Rotasi Lab adalah kewajiban setiap mahasiswa yang berada di bawah LP-AU. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti rotasi lab dari lab mereka bernaung dan setidaknya 3 lab lain yang berbeda dari lab mereka. Sebagai contoh, diri harus mengikuti rotasi lab economic geology, tempat diri bernaung dan diri memilih mengikuti rotasi lab dari lab center-envrionment, lab pertology-volcanology, lab mineral processing dan lab petroleum geology. Tujuan dari rotasi lab ini adalah pengenalan lab berbeda yang ada di bawah keilmuan resource science melalui kegiatan laboratorium langsung yang harus diikuti oleh mahasiswa dalam kurun waktu tertentu. Kurikulum singkat untuk tiap laboratorium diatur oleh masing - masing professor penanggung jawab dan jadwal untuk rotasi labnya. Satu laboratorium dan lainnya memiliki model belajar berbeda karena tujuan spesifik berbeda yang didukung dengan peralatan dan waktu pengerjaan yang berbeda pula. 

Rotasi lab economic geology di osarizawa mine.
Sebagai contoh, saat mengerjakan rotasi lab untuk economic geology, seluruh peserta rotasi lab harus mengikuti kegiatan lapangan selama 6 hari di Akita dengan mengunjungi beberapa titik manifestasi geotermal dan juga bekas deposit kuroko. Tujuan rotasi laboratorium ini untuk mengenalkan geologi aktivitas hidrotermal yang dapat diamati melalui air panas, silica sinter dan lainnya; juga mempelajari geologi deposit kuroko yang banyak terdapat di cekungan Hokuroku, Akita. Kegiatan lapangan juga akan didukung dengan kegiatan laboratorium melalui analisis sulfur isotope yang dilakukan dengan sampel dari lapangan. Setiap mahasiswa harus melakukan prosedur persiapan untuk sulfur isotope yang membutuhkan waktu sekitar 7 hari dan 1 hari untuk pengukurannya. Di akhir rotasi lab, mahasiswa memiliki ujian masing - masing yang ditentukan oleh professor atau asisten professor pendamping, seperti tes esai, laporan tertulis ataupun presentasi hasil kegiatan laboratorium yang dilakukan. Kegiatan presentasi di akhir rotasi lab misalnya yang diri pernah lakukan di kelas petroleum geology. Peserta rotasi laboratorium harus mempresentasikan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap sampel yang diambil sendiri dari kegiatan lapangan di Pantai Anden, Akita, dikaitkan dengan kondisi geologi dan kemungkinan biostratigrafinya. Mahasiswa tidak dapat mengatakan saya bukan dari lab ini atau berbeda lab, maka saya tidak bisa; tidak! Semua peserta harus mencoba yang terbaik dan menjadi catatan tambahan tersendiri untuk para mahasiswa peserta sehingga harus membaca paper ilmiah tambahan di bidang yang berbeda dengan bidang risetnya meskipun pasti ada tantangan.

Masih rangkaian rotasi lab economic geology.
Dengan rotasi lab, mahasiswa belajar untuk mengenal apa yang menjadi pekerjaan tiap bidang di bawah keilmuan resource science dan tahu bagaimana aplikasinya. Mahasiswa diajak berpikir secara luas dan berkaitan satu sama lain agar dapat terbiasa melihat segala sesuatu sebagai suatu kesatuan yang berdampak. Bidang resource science adalah bagain dari mining chain yang terkait satu sama lain dalam industri internasional. Seorang pemimpin yang baik pun harus mampu melihat berbagai sisi dan menganalisa dari berbagai pendekatan untuk mendapatkan kesimpulan dan menyusunnya dalam bentuk kebijakan yang bermanfaat dan bijaksana secara lokal maupun nasional kemudian hari. 

Rotasi lab mineral processing.
Selain rotasi lab, mahasiswa LP-AU juga diberikan kesempatan untuk mengikuti summer camp yang diatur oleh Leading Program dengan bekerjasama dengan pihak ketiga, baik universitas maupun industri di negara yang dituju. Sejak berdiri dari tahun 2012, LP-AU sudah melakukan tiga kali summer camp di Papua Nugini (2012), Mongolia (2013) dan Jerman (2014). Tahun selanjutnya akan dirancangkan di Afrika Selatan (Februari 2016). Tujuan summer camp sendiri memberikan pengenalan terhadap geologi, mineral processing, teknik daur ulang, tambang dan lainnya di bawah resource science melalui kegiatan kunjungan ke industri dan universitas di negara tersebut.

Kesempatan bertemu dan diskusi dengan walikota Freiberg!
Di kesempatan yang sama, mahasiswa LP-AU juga berlatih komunikasi ilmiah dengan melakukan presentasi riset yang tengah dilakukan di Akita University dalam sebuah konferensi kerjasama dengan universitas penerima di negara tersebut. Selain mahasiswa LP, presentasi juga dilakukan oleh mahasiswa dari pihak universitas yang menerima, sehingga terjadi forum komunikasi ilmiah antara kedua belah pihak. Hal ini sangat baik untuk mendukung kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan mahasiswa lain dan akademisi lain dalam sebuah forum khusus di sela kuliah lapangan. Seluruh pembiayaan summer camp diberikan oleh LP untuk setiap peserta yang berpartisipasi. Jadwal kegiatan yang diberikan biasanya dalam summer camp sangat ketat setiap harinya selama 7 hari kegiatan yang dirancangkan tiap tahunnya. 

Presentasi dalam forum ilmiah di summer camp.
Bekas tambang pegmatite di Gorkhi National Park, Mongolia.
LP-AU juga memiliki agenda tahunan untuk simposium dengan berbagai isu berbeda yang diadakan setiap bulan Februari, Oktober dan November. Simposium diadakan dalam skala nasional dan internasional dengan ditambah adanya kegiatan field trip untuk peserta dan pembicara. Simposium skala internasional biasanya dilakukan pada bulan Oktober dengan mengangkat tema khusus, seperti REE atau PGE; dan mengundang pihak pembicara dari ahlinya di universitas, industri dan pemerintahan. Di ajang inilah, para peserta LP-AU harus mengikutinya dengan mempersiapkan presentasi poster terkait riset yang sedang dilakukan di bawah program ini. Di sisi lain, simposium yang dilakukan pada bulan Februari dan November lebih kepada skala nasional dan biasanya akan diberikan dalam bahasa Jepang. Mahasiswa di bawah LP-AU umumnya tidak diwajibkan untuk berpartisipasi karena keterbatasan pemahaman terhadap penggunaan bahasa. Sebagai catatan, hampir seluruh mahasiswa asing di bawah LP-AU tidak memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang cukup untuk komunikasi ilmiah atau proses belajar mengajar. Hal ini juga ditunjang dengan kelas yang diberikan seluruhnya dalam bahasa inggris. Pemahaman bahasa Jepang mahasiswa asing di LP-AU cenderung hanya terbatas pada komunikasi sehari - hari. Namun, ini tidak menjadi persoalan.



Summer camp, kunjungan ke Solar World.
LP-AU memberikan kesempatan dan tantangan untuk belajar menjadi seorang pemimpin di resource science untuk masa depan. Dalam mengikuti LP-AU, ada beberapa kemungkinan beasiswa yang dapat diberikan, misal dari MEXT ataupun langsung dari Leading Program tersebut dalam bentuk grant. Program kurikulum yang diberikan oleh LP-AU adalah salah satu contoh upaya pendidikan yang terintegrasi untuk menciptakan SDM berkualitas dan memiliki kepimpinan yang bertanggung jawab, jujur, disiplin dan percaya diri. Leading Program menjadi suatu bentuk investasi jangka panjang yang dilakukan oleh masyarakat Jepang (masyarakat dan industri) melalui pemerintahnya untuk kemajuan bangsa dan hubungan internasional Jepang di masa depan. Suatu langkah berani yang diambil pemerintahnya untuk membuat sebuah perubahan demi kemajuan bangsa. 

Testimoni tentang LP-AU:
Menurut pangalaman diri selama di sini, LP-AU merupakan program yang tidak mudah tetapi begitu menyenangkan dan baik hati dalam mendidik diri. Betapa tidak, diri "dididik" keras dalam berpikir, bertindak, mengatur dan mempersiapkan segala sesuatunya (riset, kelas dan lainnya) agar dapat terselesaikan dalam waktu 3 tahun dalam mencapai pemahaman di bidang resource science secara terintegrasi. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan semua karena kemurahan Tuhan Yesus. Diri merasa sangat terberkati untuk dapat pengalaman luar biasa di Leading Program Akita University. 

Leading Program Akita University (2)

Leading Program Akita University (LP-AU) merupakan program yang relatif baru dan memberikan banyak kesempatan bagi setiap mahasiswa di bawahnya. Mengapa?

 Forum di Shinjuku, Tokyo dengan seluruh mahasiswa LP di Jepang.
LP-AU menyediakan model pendidikan aktif yang berbasis pada resource science. Kegiatan belajar terdiri dari riset, rotasi lab, student meeting, special lecture dan juga summer camp. Selain itu, LP-AU juga memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan, konferensi dan field trip (untuk mereka yang sekolah di bidang earth science, terutama). LP-AU juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan tambahan funding untuk riset yang diberikan melalui seleksi kepada setiap mahasiswa yang mengajukan dengan besarannya hingga 500,000 yen per tahun.

Riset adalah keharusan untuk setiap pesertas didik, baik yang mendaftar lewat master (S2) maupun langsung dari doktor (S3). Pengerjaan riset dilakukan secara mandiri dan disusun secara teliti berdasarkan kebaharuan yang ingin dicapai. Peserta didik mencari tahu atau memiliki ide tertentu di bidangnya untuk didiskusikan dengan pembimbing masing - masing dan dieksekusi dalam suatu penelitian. Tahap riset seorang master (S2) dan doktor (S3) sendiri pun berbeda. Menurut pengalaman diri, pada tingkat S2, mahasiswa dituntut untuk mengenal lebih dalam ilmu yang sedang ditempuh dan riset yang dilakukan masih lebih bersifat umum dibandingkan dengan S3. Mahasiswa lebih banyak mendapatkan bimbingan dan arahan yang sifatnya lebih pada mengarahkan untuk melakukan sesuatu dan mendalami apa yang menjadi riset di bidangnya dengan sistem mengaplikasikan.

Pekerjaan riset diri saat olah data.
Di sisi lain, seorang S3 dihadapkan pada kemampuan untuk menganalisa dan membawa kebaharuan dalam hasil riset yang dilakukan. Tentu saja setiap bidang keilmuan akan berbeda dan tidak bisa disamakan. Mereka yang sedang melakukan S3 di bidang ekonomi tidak bisa disamakan dengan mereka yang mengerjakan di bidang geologi misalnya. Bidang keilmuan akan mempengaruhi bagaimana mahasiswa menganalisa kondisi permasalahan yang dihadapkan dan mencari jawaban, serta menjadikannya solusi yang aplikatif di bidangnya masing - masing. Dalam hal ini, bidang keilmuan yang ditempuh diharapkan sudah dipahami secara umum dan mendalam, sehingga dalam pengerjaan risetnya, mahasiswa melakukan pengembangan yang lebih baik untuk masalah yang diangkat. Apabila ditinjau dari sisi mahasiswa dan pembimbing, seorang mahasiswa S3 lebih banyak dihadapkan dalam proses diskusi terhadap apa yang menjadi idenya, menyusun ide itu menjadi suatu prosedur, eksekusi dan aplikasinya langsung. Jadi, menurut diri, pembimbing lebih menjadi kolega dalam berdiskusi untuk ide - ide yang sedang dikerjakan. Hal ini perlu dilakukan pembimbing untuk melatih calon lulusannya karena seorang doktor harus mampu memperhatikan argumentasinya berdasarkan apa yang dikerjakan sesuai data, fakta dan dapat diuji kebenarannya.

Oleh karena itu, setiap mahasiswa LP-AU juga melakukan hal yang sama sesuai dengan tingkatannya masing - masing. Pembimbing melakukan bagiannya untuk menjadi teman diskusi, komunikasi ilmiah tentang apa yang akan dijadikan materi riset selama 2 tahun (S2) atau 3 tahun (S3) ke depan. Total waktu yang diberikan untuk riset ini berjalan paralel dengan seluruh kegiatan lainnya di LP-AU. Dengan demikian, setiap mahasiswa LP-AU dididik untuk mampu lebih baik lagi dalam disiplin waktu dan kegiatan selama program pendidikan berlangsung.

Riset memang menjadi syarat utama untuk menyelesaikan pendidikan master dan doktor, namun mahasiswa juga harus menyelesaikan program kelas yang telah disediakan dalam kurikulum LP-AU. Total ada sekitar 42 sks kelas yang dibagi ke dalam sekitar 5 kategori kelas yang tersedia di LP-AU. Kelas - kelas yang ditawarkan memiliki kredit 1 - 2 per kelas yang diambil dengan jangka waktu kelas yang berbeda, mulai dari satu semester aktif penuh hingga 12 jam kelas intensif yang dibagi ke dalam beberapa kali pertemuan tergantung pada jenis kelasnya. Kelas reguler (Common Course) memberikan 1 - 2 sks untuk tiap kelasnya, sedangkan kelas khusus (Special Lecture) memberikan 1 sks saja tiap kelasnya yang memiliki beberapa pertemuan.

Sesuai dengan nama dan tujuan dari LP-AU, maka kelas yang diberikan tidak hanya kelas yang menunjang riset mahasiswanya, tetapi kelas yang sifatnya interdisiplin. Mungkin beberapa orang akan berpikir mengapa seorang yang risetnya geologi harus mengambil kelas di mata kuliah metalurgi? atau orang ekonomi harus mengambil kelas pembentukan deposit? Nah, di sinilah letak interdisiplin yang diberikan. Mahasiswa di bawah LP-AU dibekali ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang resources science (ilmu tentang sumberdaya alam; mulai dari explorasi, extraksi/tambang, pengolahan/metalurgi, keekonomian, lingkungan hingga daur ulang/3R design) yang dibangun tidak hanya melalui kelas biasa, tetapi juga dalam praktiknya di rotasi lab, diskusi dengan para ahli di bidangnya di kelas khusus dan simposium yang diadakan oleh LP setiap tahunnya. Pengetahuan dan pemahaman ini akan menjadi bekal untuk para lulusannya di depan dalam bergerak untuk tidak hanya memperhatikan bidang keilmuan yang ditekuni mereka melalui riset, tetapi lebih melihat semuanya dalam satu kesatuan. Sebagai contoh adalah diri yang saat ini memiliki riset di bidang economic geology atau geologi explorasi. Diri harus melihat bagaimana pekerjaan diri ini tidak hanya bermanfaat untuk bidang geologi, tetapi juga bagaimana dapat diaplikasikan kepada bidang pengolahan dan bagaimana secara nilai keekonomiannya. Dengan demikian, diri diharapkan mampu memberikan saran dan masukan yang tidak hanya berhenti di bidang keilmuan diri, tetapi dapat diaplikasikan nyata di tempat di mana industri tempat diri sedang melakukan riset saat ini. Menarik bukan?!

Salah satu suasana kelas khusus yang diberikan.
Kelas Sulfur isotope di Lab Kinsho.
Kelas khusus yang ditawarkan terdiri dari kelas - kelas yang diajar oleh dosen tamu dari professor dari universitas lain, industri dan pemerintah, seperti kementerian atau lembaga lainnya. Kelas khusus memiliki pengajar yang berbeda setiap kelasnya dan tiap tahunnya untuk mata kuliah yang sama. Ada sekitar 8 kelas khusus berbeda yang ditawarkan, mulai dari mining engineering, international issues on mineral resources, Russian coal and industry, REE processing dan lainnya. Selain common course, terdapat kelas khusus MOT (management and technology) yang mencakup kelas untuk international business, international affair analysis, managemen migas dan tambang, hukum dan kontrak, sosial masyarakat di daerah pertambangan dan lainnya. Seluruh kelas yang diberikan di bawah MOT mengajarkan pemahaman berbeda selain bidang kemampuan teknis yang dimiliki mahasiswa LP-AU. Sebagai contoh saat belajar hukum dan kontrak, seluruh mahasiswa, termasuk diri saat itu harus belajar membaca contoh - contoh kontrak, menganalisanya dan belajar untuk melihat bagaimana kontrak tersebut. Diri juga harus belajar bagaimana bahasa sebuah kontrak dan membuatnya sendiri. Banyak cara berpikir yang berbeda dengan kemampuan berpikir teknis diri yang diri peroleh dari kelas ini.

Apakah ini akan berguna? Menurut diri, ini akan sangat berguna, tetapi sejauh mana kegunaannya akan kembali kepada SDM yang menerimanya. Diri percaya setiap yang masuk di bawah LP-AU telah melalui banyak hal dalam bidangnya masing - masing dan mampu untuk terus belajar hal baru. Itulah yang menjadikan pemimpin, salah satunya.

Selain kelas, LP-AU juga memberikan rotasi lab, student meeting dan summer camp kepada mahasiswanya. Bagian ini akan diri jelaskan lebih lanjut di posting berbeda ya :)

Mahasiswa LP-AU juga diberikan banyak kesempatan untuk mengikuti kegiatan di luar risetnya, yang tentunya atas seizin oleh supervisor masing - masing. Kesempatan ini digunakan untuk mendorong komunikasi ilmiah dan industri para pesertanya. Setiap mahasiswa LP-AU juga diharapkan mampu berkomunikasi secara ilmiah untuk masyarakat akademis, namun juga mampu menyampaikan atau berkomunikasi baik untuk aplikasi yang dimiliki untuk masyarakat industri dan pemerintahan. Ini juga yang dapat dilatih dengan berpartisipasi aktif dalam konferensi ilmiah, kegiatan kursus dan field trip. Biasanya mahasiswa pergi secara mandiri mengikuti kegiatan di negara lain dan kondisi ini menjadi tantangan tersendiri untuk mampu berkomunikasi, berpartisipasi aktif di konferensi atau trip dan pastinya menyerap ilmu - ilmu baru langsung dari ahlinya. Hasilnya dapat dilihat dari kegiatan sehari - hari mahasiswa tersebut yang dievaluasi dari pembimbing melalui pekerjaannya dan juga langsung dari laporan perjalanan detail yang diberikan untuk kegiatan tersebut. Mahasiswa LP-AU juga dididik untuk bertanggung jawab dan jujur untuk tiap sen uang masyarakat Jepanag yang digunakan selama perjalanan dilakukan.
Di depan outcrop Chromite, Dwars River.
Perjalanan diri di Bushveld, South Africa untuk belajar tentang Cr-mine dan geologinya.