Showing posts with label unforgottable. Show all posts
Showing posts with label unforgottable. Show all posts

Sunday, October 18, 2020

Perjalanan Hidup Hingga 2020

Blog ini kembali dibuka setelah kurang lebih hampir 3 tahun sama sekali tidak ada suara dan cerita tentang kehidupan. Rasanya jari - jemari pun telah lama tidak menuliskan apapun dalam kehidupan. 
Perjalanan seolah berlalu hanya dengan singgah di dalam ingatan yang terbatas. Sejujurnya dalam 3 tahun ini dari sejak 2017 hingga hari ini di tahun 2020, banyak peristiwa yang membuat hidup menjadi sangat berwarna. Warna cerah hingga menjadi warna kelabu yang menaungi kehidupan ku sendiri baik sebagai seorang anak, seorang istri, seorang teman atau sahabat dan peran lainnya yang akhirnya aku dapatkan dan mulai jalani sepanjang 3 tahun yang begitu penuh cerita. 

Rasa bahagia, sakit, lelah, sukacita dan begitu banyak bagian dari cerita yang diizinkan untuk terjadi dalam hidupku. Aku bukan seorang yang sempurna. Bahkan ketidaksempurnaan itu bisa jelas semua orang baca melalui cerita - cerita yang ada di dalam blog ini. Niat dan kesempatan banyak yang sudah dilewatkan. Cerita dan rencana yang ingin dilakukan pada akhirnya berujung hanya semangat saat itu saja dan hilang tanpa bekas hingga hari ini. Hari ini menjadi hari yang minggu baru yang mungkin sama seperti hari - hari lainnya tapi di hari ini, aku kembali mencari dimana blog yang lama. 

Aku dulu memanggil si diri, tapi semakin lama aku menyadari sebuah sudut pandang. Blog ini isinya sangat personal. Meskipun aku berharap sekali bisa membantu siapapun itu dimanapun mereka yang memang membutuhkan bantuan yang mungkin aku bisa berikan melalui cerita - ceritaku. Itu mengapa aku katakan bagaimana perkembanganku pun sangat terlihat melalui setiap post di dalam blog ini. Perjalanan ku masih panjang meskipun rasanya waktu yang tersedia sangat singkat. 

Selama 3 tahun, perjalananku sangat membuatkan penuh merasakan penuh kejutan. Tertawa. Tangisan. Bahkan dalam perjalanan spiritual, aku pun sempat kehilangan arah yang aku tak bisa lagi jelaskan mengapa kemarahanku menjadi sesuatu yang betul - betul tidak terukur. Aku bersikap tak adil tapi aku menuntut keadilan kepada Dia. 

Melalui pengalaman yang berjalan, aku berada pada satu titik pembelajaran yang membuatku (semoga) mungkin lebih dewasa dan memiliki sikap atas hidupku lebih tegas. Kebahagiaan adalah milikku dan aku yang menentukan itu. Berbagi itu adalah keinginanku dan aku juga yang melakukan itu. 

Semoga dalam perjalanan waktu, kita akan saling mengenal. 
Aku, kamu dan dunia adalah perjalanan hidup yang dihubungkan dengan banyak cara dan melalui ragam ikatan tak terencana. 

Semesta mendengar, manusia merasakan dan Tuhan mencintai kita apa adanya. 

Uis Neno Nokan Kit. 


Tuesday, December 31, 2019

Cerita Tahun 2019

Tahun 2019

Tahun berganti dan aku masih belajar untuk mengampuni. Terlalu banyak luka dan kejadian di tahun - tahun sebelumnya yang membuat aku menarik diri. Spiritualitasku menjadi pertaruhan yang aku buat sendiri antara aku dan Tuhan. Kemarahan demi kemarahan berganti. Membuatku untuk terus berdiri dengan kaki aku sendiri. Kemandirian yang telah aku pelajari dan dibiasakan oleh keadaan yang rasanya menyelamatkanku dalam menjalani tahun 2019. 

Rasa menyerahku sudah di atas rata - rata. Kebanyakan senyum yang kubuat hanyalah topeng kehidupan untuk memastikan rasa sakit ini tidak memakan aku hidup - hidup. Namun, tahun ini jugalah memberikan aku banyak sekali pengalaman dan obat luka yang luar biasa. Pertama kalinya aku kembali masuk rumah sakit karena sesuatu yang seharusnya tidak perlu aku alami tapi terjadi lagi, maag akut. Perjalanan penyakit di dalam riwayat medis bertambah dengan cerita penyakit batu empedu yang tiba - tiba singgah di badan. Syukurlah, mereka hanya berdiam diri dan masih bisa berkompromi sebagai suatu penyakit. 

Sepanjang 2019, ragam kisah dalam perjalanan karir dan cerita sosial pun terjadi. Pertama kalinya aku pun mengalami adrenalin kebahagiaan yang mirip dengan apa yang pernah aku mimpikan selama SMA. Aku tak bisa melihat pelangi karena kabut yang menyelimuti hariku tiap malam tapi aku bisa merasakan hangatnya matahari meskipun sinarnya seperti tak berbekas. Setiap hari, helaan nafasku diisi dengan bahagia tapi juga duka. Penuh curiga tapi ada kebahagiaan. Harapan akan keluarga rasanya tidak akan menjadi kenyataan karena pelangi sudah tak pernah terlihat lagi. Aku akan menyerah tapi aku tahu ada beberapa semangat yang meminta ku bertahan. Memintaku untuk melihat lagi dan memintaku untuk berpegang teguh pada komitmen. Tuhan mungkin bicara lewat banyak anakNya yang lain tapi aku terlalu marah dan mungkin juga malu menghadapinya. Aku melihat semua rasanya hanya cerita kebohongan dan ditutupi dengan seolah cerita tawa. 

Tahun 2019 ini juga memberi kebahagiaan sekaligus memberikan duka yang sangat dalam. Kehilangan demi kehilangan harus ku alami sendiri. Menjalani sendiri dan memang aku tak tahu harus berkata apa atau bersikap bagaimana. Tangisku hanya bisa tertumpah dan menyesali mengapa aku ditinggal sendiri. Aku tidak berkata ini sebuah kesalahan tapi ini pembelajaran. Tapi. Tapi aku tak sekuat yang aku kira. Belum sembuh luka menganga, aku harus hadapi luka kematian. Kepergian selamanya kasih dan persaudaraan yang mungkin singkat tapi terasa sangat dalam telah memukul ku sangat telak. Bahkan di tengah lelahnya, sosok abang menemani aku dalam duka dan luka. Menemani aku dan percaya aku bisa menjalani banyak hal luar biasa dan apa yang ada sekarang di depanku hanya kerikil kecil yang akan mendewasakanku, menguatkanku bahkan menjadikan aku semakin bersinar. 

Aku ditinggal dan menutup tahunku dengan penuh duka. Meskipun pada akhirnya kupikir akan ada suka di tengah duka tersebut. Ternyata hanya waktu sekali lagi yang selama ini aku pikirkan dan rasakan terbuka oleh tabir. Sesuai janji dan perjalanan waktu, aku bertahan sekali lagi. Sekali lagi menuju 30 tahun perjalanan hidupku. 

Wednesday, February 28, 2018

Memulai Tahun 2018

Tahun 2018

Tahun yang seharusnya aku mulai dengan kebahagiaan tapi lebih banyak luka dan curiga yang tertutup. Aku melepaskan banyak perasaan yang tidak seharusnya setelah lama bergumul di sepanjang 2017 dengan banyak hal yang tidak pernah dibayangkan harus dihadapi. Tahun 2018 seharusnya menjadi tahun penuh berkat karena Tuhan akhirnya membawa lelakiku pindah ke Jakarta untuk pekerjaan baru yang semakin layak. Mungkin menurutnya tidak terlalu lapangan tapi berjalannya waktu, Tuhan akan menunjukkan mengapa dan seperti apa jalan harus ditempuh di posisi sekarang. 

Tahun 2018 juga menjadi tahun pertama kami menempati rumah baru yang berada di salah satu kompleks yang cukup baik dan nyaman di BSD, Tangerang, Banten. Daerah yang benar - benar juga aku tidak pernah bayangkan untuk alami atau bahkan dapati. Sepanjang 2017 kami mencari rumah untuk ditinggali karena rasanya sudah waktunya kami mengalami kemajuan dalam hidup. Perjalanan yang begitu tak mudah di tahun 2017 dari sisi keluarga, karir, hingga sosial kami jalani dan hingga di titik tahun ini. 

Perjalanan dibuka dengan menempati rumah baru, pekerjaan baru dan bahkan banyaknya perabotan baru dan cita - cita baru bersama saat itu. Meskipun akhirnya di bulan kedua, semua terungkap dan apa yang tersembunyi jelas akhirnya tersibak. Hancur hatiku tapi semua telah terjadi. Penolakan dalam diri yang selama ini dianggap khayalan ternyata bagian dari luka yang cukup sangat dalam. Tahun ku dimulai dengan senyum dan mungkin akan ditutup dengan duka. Aku dalam kehancuran. Kebahagiaan seolah menjadi taruhan dan rebutan antara gelap dan terang, antara aku dan dia yang datang menghancurkan. 

Seolah - olah perjalanan 2018 adalah suatu beban, tapi pada akhirnya memang perjalanan 2018 seperti perjalanan yang luar biasa. Spiritualitasku menjadi ke bagian paling bawah. Kekecewaaan yang tak direncanakan pun harus ada dan  menjadi pertanyaan untuk kehadirannya. Rasanya ini tidak perlu, terlebih sepanjang 2017 perjalanan sudah dilalui bahkan dengan sakit dan perasaan akan takut kehilangan selamanya. Namun, semua ditutup dengan rasa sakit dan curiga yang pada akhirnya menjadi bukti jelas di awal tahun 2018.

Perjalanan ini semoga mendewasakan kami. Pengalaman ini menjadikan kami untuk melihat sesuatu lebih berharga. Menjadikan aku seorang manusia yang lebih dewasa dalam menata perasaan, menjaga ekspektasi, terlebih untuk melihat arti sebuah pengampunan. 

Saturday, February 25, 2017

Dari steooz.com Ke viosjourney.world

Malam - malam setelah menemani lelakiku yang puji Tuhan sudah jauh membaik dari yang kemarin dan setelah tulis menulis di www.ourexploration.world rasanya lega dan semakin semangat. Ada banyak yang tertinggal selama ini. Membaca terlewat, menulis terbengkalai, bekerja terlalu keras, belajar sampai lupa. Ini sudah jauh menyimpang dari seharusnya. Well, semangat baru di 2017 setelah terpaan berbagai macam badai dan masih meneruskan perjalanan di tengah hujan gerimis ini, tidak ada yang namanya "tanpa hikmah" atau "berakhir sia-sia".

Setidaknya sekarang diri memulai kembali menata dengan menambah jam membaca dan sekarang yang sedang dilakukan adalah menulis. Ada ratusan ide yang tertahan yang pada akhirnya masih berakhir di notes sebagai rancangan tulisan, yang saat ini buat diri adalah sebuah kemajuan (:D pembenaran). 

Hari yang diawali mungkin dengan enak sampai eneg bukanlah jadi penghalang seharusnya bagi siapapun juga, termasuk diri. Hari ini juga akhirnya diri menemukan kembali ritme yang telah lama tertinggal. Diri terlalu fokus larut sana sini yang akhirnya hanya mampu mengenerate ide itu di angka puluhan saja, bukan ratusan :D. Menulis itu benarlah suatu keasikan sendiri dan kesenangan yang berbeda dari banyak hal. Senjata pena dan buku memang tools utama mendorong kemauan diri untuk menuangkan ide - ide itu, sayangnya selalu berujung pada tertinggal di dalam buku, bukan tertuang lagi di dalam blog ini. 

Setelah berganti nama berkali - kali, akhirnya diri meyakini pilihan kepada www.viosjourney.world sebagai bagian dari cerita utama blog ini. Selama lebih dari 3 tahun, wajah viosjourney.world berada sebagai wajah steooz.com yang akhirnya ditutup dengan alasan administrasi. Website sederhana yang ternyata menurut lelakiku berdampak cukup banyak, jendelaexplorasi.net juga harus berganti wajah menjadi ourexploration.world. Pemilihan nama kali ini merupakan bagian paling penting yang bisa diri katakan menyenangkan dan semoga menjadi pelabuhan terakhir (tidak ada lagi masalah administrasi) ke depannya. 

Berdiskusi, bergalauria, tidak percayaan dan lainnya dengan pilihan nama website yang baru mendorong diri dan lelakiku akhirnya memutuskan kedua nama tersebut dengan filosofis dan tujuan masing - masing. Alamat viosjourney.world menggambarkan isi blog ini yang benar - benar bersifat personal diri. Di ruang inilah, seluruh aktualisasi diri sebagai yang namanya Stephanie Octorina Saing yang dipanggil dengan berbagai macam nama, mulai dari Os, Pani, Step dan lainnya yang menuliskan mimpi - mimpinya, cita - citanya, syukur - syukurnya sepanjang perjalanan hidup yang dilalui. Kalau dulu dari tahun 2007 sampai 2010 awal diisi dengan perjalanan diri seorang, 2011 hingga saat ini, cerita adalah diri dan lelakiku, lalu jika Tuhan mengizinkan segera ada cerita tentang "sukacita kami". 

Cerita tentang seluruh pengalaman sekolah, pekerjaan dan profesionalitas tambang dan geologi, diri sampaikan dalam ourexploration.world. Bukanlah lagi sebagai jendela, tetapi sebagai dunia yang sebenarnya diri ingin sekali mengajak siapa saja untuk berkontribusi. Masih banyak hal yang diri tidak pahami. Mungkin di atas kertas diri digelari yang tertinggi dari tingkatan sekolah, tetapi pengalaman dan pembelajaran diri dalam berbagai hal lain masih sangat minim. Oleh karena itu, diri berharap ini menjadi media bersama di tengah dinamisnya lingkungan profesionalitas tambang. 4L, lu lagi lu lagi kalau bisa dibilang. Lalu mengapa tidak saling membantu atau kita berbagi? Itu yang menjadi landasan diri akhirnya membawa cerita profesionalitas tambang dalam satu wadah, satu dunianya sendiri agar dapat dimiliki bersama dunia itu sendiri. 

Rasanya lega bisa menulis kembali. Semoga semangat ini tak padam. Bukan untuk jadi hanya sekadar mimpi karangan cita-cita, tapi benar seperti tekad bersama dengan lelakiku.
Hidup itu bermakna selama bisa jadi garam dan terang, bukan?

Tuesday, February 14, 2017

Welcome 2017

Sepanjang perjalanan 2016, penuh dengan canda tawa, tangis air mata, syukur dan bahagia, ceria dan cinta. Tuhan bukakan pintu satu per satu untuk semua tantangan yang berada di depan mata diri dan lelakiku. 

Memulai tahun 2017 dengan harapan bahwa Tuhan tidak akan pernah tinggal diam karena Dia yang bertindak untuk semuanya. Diri dan lelakiku, kami bercita dan bermimpi bersama, besar dalam Dia yang kuat dan luar biasa, jauh lebih besar dari segala tantangan dan permasalahan di depan mata kami. Dia yang bertindak. Dia yang membuka pintu dan tak akan ada yang bisa menutupnya karena Dia yang mempunyai kuasa. 

Terima kasih Tuhan Yesus!
Hari ini 7 tahun pertemuan kami. Lewat cerita unik antara abang kelas dan adik kelas, antara alumni dan mahasiswa baru di jurusan kami. Pertemuan lewat seorang teman setelah berkali - kali mencari karena sang mahasiswa terus kabur dari yang mencari. Tapi, lihat kini, puji Tuhan kami bersatu hati dalam Tuhan Yesus. Kenangan indah yang membawa langkah kami akhirnya tak akan terhenti bersama Dia yang memiliki lelakiku dan diri ini. 

Happy Valentine, Cinta!
A wonderful on-going 7 years journey.


Semangat, Cita dan Cinta, 

Diri dan Lelakiku

Tuesday, July 05, 2016

Farewell Party with Kiddy Cat

Sebelumnya diri juga pernah bercerita kalau diri memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengajar bahasa Inggris untuk anak - anak Jepang. Nama kursusnya adalah Kiddy Cat yang berdiri relatif baru di Akita sendiri. Lokasinya yang dekat dengan Menara Serion, diri berkesempatan untuk mengajar kembali sebelum akhirnya diri pulang. Ini juga menjadi semacam farewell party untuk diri dengan anak - anak yang diri pernah ajar sejak 2.5 tahun yang lalu. Meskipun tidak rutin, diri tetap senang dan selalu mendapatkan memori yang berkesan saat bisa mengajar ke Kiddy Cat.
Welcome to the party!
Setelah selesai sidang, diri berkesempatan untuk mengunjungi Kiddy Cat kembali. Waktu yang juga pas dengan kehadiran lelakiku di Akita sehingga diri bisa mengajak dia untuk dikenalkan kepada anak - anak didik diri. Anak - anak Jepang, bahkan ibu - ibunya selalu excited ketika tahu ada orang asing yang datang dan masih muda sudah menikah. Setidaknya itu kesan yang selalu diri dapatkan ketika datang. Mereka senang sekali menanyakan apakah diri sudah berpasangan atau belum, meskipun bertanya dengan malu - malu awalnya. 
Foto dengan calon model dan manga artist.
Farewell party yang diadakan oleh Futada Sensei kali ini masih mengangkat tema musim dingin karena waktu itu masih di sekitar Februari atau puncaknya musim dingin. Futada sensei menunggu sampai saat diri bisa datang di tengah semua persiapan diri untuk sidang sebelumnya yang cukup menyita waktu diri hari lepas hari. Setelah sepakat harinya, diri dan lelakiku datang ke tempat Kiddy Cat dijemput oleh Futada Sensei. Kami juga mengajak teman kami, Thomas dengan harapan dia akan menjadi next teacher di Kiddy Cat ke depannya menggantikan diri. Futada sensei menjemput kami di depan kampus dan langsung dengan kendaraan pribadinya meluncur ke Kiddy Cat. Seperti biasa, kami sampai selalu lebih awal untuk melakukan briefing dan persiapan acara. Saat itu masih pukul 13.00 sedangkan acara dimulai pukul 14.30 karena di hari sabtu, anak - anak ada banyak kegiatan extrakurikuler di sekolah. 

Hari ini, kami memulai tepat waktu acaranya. Satu per satu dari mereka datang diantarkan oleh orang tuanya. Wajah - wajah bahagia itu menyenangkan memang untuk dilihat. Awal mulai, kami melakukan perkenalan kembali untuk lekakiku dan Thomas. Rasanya senang sekali saat melihat anak - anak excited mengenal dua guru baru mereka hari itu. Acara utama dimulai. Kami membacakan buku cerit abergambar dalam bahasa Inggris bergantian dan dilanjutkan dengan permainan, juga membuat kerajinan tangan. Anak - anak dilatih untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris meskipun sederhana saat mereka membuat kerajinan tangan berupa pajangan kepala santa claus! Lelakiku sibuk membantu para anak - anak yang umurnya lebih kecil, sedangkan Thomas harus menjaga satu anak, Kenta, yang sangat aktif dalam mengerjakan bagiannya. Diri juga sibuk membantu anak - anak yang usianya lebih tua. hehehehee...
Foto dengan karateka dan balerina. Hana, akita bijin.
Selesai acara dan semua bersiap foto.
Selesai membuat kerajinan tangan, kami melanjutkan ke permainan BINGO dengan menggunakan peralatan mainan yang sudah disiapkan oleh Futada Sensei. Seperti sebelum - sebelumnya, anak - anak selalu senang belajar sambil bermain. Dengan setiap angka yang keluar, anak - anak diminta menyebutkan angka tersebut dalam bahasa Inggris. Juara permainan ini akan mendapatkan hadiah berupa stiker yang disukai kebanyakan anak - anak Jepang. Buat mereka yang tidak juara, seperti diri juga, tetap dapat stiker tetapi dalam jumlah yang berbeda dan bentuk yang berbeda pula. Selesai permainan, kami menyempatkan diri mengambil beberapa foto dan membagikan bingkisan kecil untuk setiap anak yang sudah disiapkan oleh Futada Sensei. Anak - anak selalu senang saat mendapatkan bingkisan hadiah setelah selesai belajar. Lelakiku pun sangat excited untuk bermain dengan anak - anak, ia dengan telaten menjawab tiap pertanyaan anak - anak yang bertanya kepadanya dalam bahasa Inggris sederhana bercampur dengan bahasa Jepang. Luar biasa! Pengalaman hari itu yang membuat semua orang tertawa senang karena farewell party berjalan lancar. Kenta yang awalnya tidak nyaman pun karena kakak kesayangannya tidak bisa hadir bersama dengan dia pun bisa menikmati acara hingga selesai. Diri senang sekali bisa berbagi dengan anak - anak di Kiddy Cat, apalagi expresi bahagia lekakiku di sana. 
Lelakiku membagikan bingkisan kepada anak - anak.

Pindahan Barang dari Jepang

Nah ini pasti akan berguna buat siapapun yang akan pulang dari Jepang setelah cukup lama menetap. Beruntunglah diri sebagai WNI, ada banyak pilihan untuk mengirimkan barang dari Jepang. Kerjasama antar negara yang sangat membantu ini membuat diri bisa mengirimkan barang dengan lebih mudah dan yang pasti harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan kawan - kawan lain yang tidak ada kerjasamanya. Setelah menetap hampir 3 tahun di Jepang, diri harus kembali ke Indonesia, termasuk perintilan yang diri miliki selama di sini pun mau diri bawa pulang. hehehe..terima kasih lelakiku. Puji Tuhan berkatNya sangat banyak selama diri tinggal dan sekolah di Akita, mulai dari peralatan rumah tangga, sampel, bahan ajar, buku - buku, peralatan lainnya sampai boneka pun Tuhan berikan sangat banyak. Kalau saja Tuhan mengizinkan, mungkin diri bisa membawa seluruh isi rumah tanpa ada yang dijual, tapi tidak semuanya bisa berjalan demikian kan. Total 16 kardus yang bisa diiizinkan oleh Tuhan kirimkan saja sudah membuat diri senang. Itu masih di luar total sekitar 6 koper yang diri bawa dengan menggunakan pesawat. Terima kasih lelakiku..sekali lagi..
Persiapan packing. Satu dari 16 kotak yang dibawa.
Dengan barang sebanyak itu, bagaimana bisa semuanya dikirimkan? Tenang, ada banyak jalan menuju ke Roma dan kali ini menuju rumah di Indonesia. Terlebih Jepang adalah salah satu negara dengan komunikasi barangnya aka sistem pengiriman barangnya sangat bagus dan efisien. Beberapa pilihan tersedia bagi WNI untuk urusan pindahan seperti ini. 
1) Pengiriman via JP Post. Pengiriman dengan metode ini pun masih ada beberapa pilihan yang tersedia. Sebagaimana yang ditawarkan dari pihak JP Post, ada 3 macam paket yang tersedia dengan kecepatan sampai barang dan harga jasa yang harus dikeluarkan pastinya. Paket kilat 5 hari sampai di tempat tujuan atau EMS adalah paket paling mahal yang bisa digunakan. Biaya pengirimannya dihitung per kg dan maksimal satu boxnya adalah 30 kg saja. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya hingga 26500 yen untuk tujuan negara - negara Asia. Harga juga bervariasi dengan negara lokasi tujuan EMS (Air Mail). Cek ratenya di JP Post EMS Rate. Pilihan paket kedua adalah Economy Air (SAL) yang dijamin barang akan sampai dalam waktu kurang lebih 3 minggu. Pengirimannya masih menggunakan pesawat tetapi prioritasnya tidak sama dengan EMS. Harga yang diterapkan juga masih cukup mahal jika berencana mengirimkan banyak barang. Variasi harganya bisa dicek di JP Post SAL Rate. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya sekitar 16000 yen untuk tujuan negara - negara Asia Tenggara. Pilihan paket terakhir yang juga paling murah adalah Surface Mail. Biaya yang dibutuhkan untuk 30 kgnya adalah 11300 yen dengan waktu tunggunya mencapai kurang lebih 3 bulan hingga sampai di tempat tujuan karena pengiriman menggunakan kapal dan moda transportasi termurah di negara tujuannya. Cek kepastian ratenya di JP Post Surface Mail Rate

2) Pengiriman via kargo. Di Jepang, ada beberapa operator kargo yang menyediakan jasa pengiriman barang ke Indonesia. Mereka umumnya berada di port - port besar seperti Yokohama dan Kobe. Salah satu operator kargo yang kemarin sangat membantu diri dan lelakiku adalah Kami Gumi, Ltd. Perusahaan kargo yang berkantor pusat di Kobe ini sudah bekerja sama mengirimkan barang - barang milik WNI yang akan pindahan ke Indonesia kembali sejak 1985 dan menurut diri memang mereka sangat terpercaya. Pengiriman dengan menggunakan kargo ini akan dilakukan secara kolektif dan memiliki jadwal yang cukup ketat. Hal ini semata - mata untuk memperlancar pengurusan administrasi dan penghitungan detail biaya dan tempat yang digunakan. Di Jepang semuanya harus bisa tepat waktu dan efisiensi dalam mengurus segala sesuatunya. Tiap tahunnya, operator Kami Gumi menerima pengiriman barang dua kali pada bulan April dan Oktober. Namun, pendaftaran untuk pengiriman memiliki beberapa persyaratan yang harus dipatuhi dan diikuti, seperti mereka yang permanen pulang ke Indonesia lah yang bisa mengirimkan barangnya via kargo, mengurus surat - surat ke KJRI, kantor pusat di Kobe dan Jakarta, juga mengurus administrasi lanjutannya setelah tiba di Jakarta untuk ke beacukai. Namun, semuanya akan terasa mudah karena pihak dari Kami Guminya pun sangat membantu dalam banyak hal selama kita mengikuti prosedur yang ada. 

Pendaftaran sebagai pengirim biasanya sudah dibuka sekitar 4-5 bulan sebelum batas akhir pengiriman kargo ke Indonesia. Setelah mendaftar, para peserta akan dibagi ke dalam kelompok - kelompok dan membuat masing - masing dafatr bawaannya yang detail dan sejujur - jujurnya. Jadi, para pengirim sudah harus tahu 2-3 bulan sebelumnya barang - barang apa saja yang akan dibawa secara detail di dalam tiap kotaknya. Itu semua pun tidak boleh diubah kembali jika sudah dilegalisir oleh pihak KJRI. Tiap kesalahan atas ketidakcocokan daftar dan isi kotak saat diperiksa akan menjadi tanggung jawab pihak pengirimnya. Harga yang ditetapkan adalah berdasarkan satuan meter kubik, sehingga pembiayaannya cenderung lebih murah. Batas maksimal sekitar 25-30 kg per kotak yang dikirimkan. Ada beberapa ketentuan detail untuk barang - barang khusus, seperti alat olahraga dan alat musik yang semuanya juga sudah dikirimkan kepada setiap peserta untuk dipelajari sesaat setelah terdaftar. Harga per April 2016, biaya kirim per meter kubiknya dari port Yokohama ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sekitar 25000 yen, belum termasuk dengan biaya pajak, dokumen, premi asuransi dan pengiriman hingga alamat tujuannya. Jadi pembiayaan disesuaikan dengan tujuan akhir barang dan berapa meter kubiknya total kardus yang dibawa. Opsi ini yang sangat diri sarankan untuk yang ingin pindahan permanen aka pulang kampung agar tidak menghabiskan banyak biaya. Pihak Kami Gumi mengizinkan pembawaan hampir semua barang, kecuali kendaraan dengan sparepartnya, makanan, material pornografi dan beberapa lainnya. Jika hanya barang - barang umum keperluan penetap sementara seperti kulkas, mesin cuci, pemanggang, alat olahraga dan lainnya, biasanya tidak akan jadi masalah. 

3) Barang bisa dibawa dengan menggunakan paket extra baggage airline. Ini adalah opsi yang biayanya cukup mirip dengan opsi pengiriman metode surface mail. Namun, kelebihan yang didapatkan adalah waktu pengiriman yang singkat karena barang akan sampai bersamaan dengan yang membawa di airport tujuan akhir. Opsi ini bisa digunakan dengan catatan hanya untuk operator airline yang menghitung extra bagasinya sebagai per piece koper (23 kg), bukan dihitung per kg additionalnya. Contoh airline yang bisa menerima sistem ini adalah Korean Air dan ANA. Kedua, opsi ini bisa digunakan dengan lebih murah jika tiket yang digunakan adalah tiket terusan dari domestik lalu internasional misalnya dari Akita, langsung Haneda dan Jakarta sebagai tujuan akhir. Pindah pesawat dilakukan dengan operator yang sama sehingga tidak ada collecting bagasi kembali dan biaya kelebihan bagasi hanya dibayarkan sekali sampai bandara tujuan akhir. Biaya yang dibayarkan per bagasinya untuk ANA sekitar 10000 yen (23 kg tiap 1 kopernya) dan 100US$ untuk Korean Air. Jika terpaksa harus collecting bagasi, pengiriman dengan Takyubin atau Kuroneko 1-2 hari sebelum keberangkatan ke bandara internasional juga dapat dilakukan sehingga dapat lebih menghemat biaya kelebihan bagasi untuk penerbangan domestik yang umumya 5000 yen per piecenya. Biaya pengiriman koper ke Haneda/Narita umumnya akan lebih murah, tergantung dari mana titik pengirimannya, serta barang juga dapat langsung diambil di airport tujuannya pada jam yang disepakati. Barang - barang yang akan dikirimkan ke airport juga dapat diambil langsung ke rumah oleh pihak Kuroneko sehingga sangat menghemat waktu dan biaya taxi untuk membawa berapapun barang yang akan dikirimkan. 

Itu tadi beberapa pilihan buat siapapun yang akan segera pulang ke Indonesia. Berhubung Jepang sangat variatif, diri yakin masih banyak opsi lainnya yang mungkin akan terus tumbuh ke depannya. Selamat memilih. 

Akita University Museum

Sekolah di Jepang, kebanyakan pasti memiliki fasilitas museum. Terlebih buat sekolah - sekolah yang punya jurusan geologi atau tambang. Beberapa kampus yang diri tahu ada fasilitas museum adalah Akita University, Hokkaido University dan Kyushu University. Hampir semuanya adalah museum tentang geologi dan tambang karena memang sekolah - sekolah ini memiliki program unggulan di bidang tersebut. Museum geologi atau tambang di Akita University berada tepat di bukit belakang Akita University. Museum yang bertingkat 3 ini memiliki beberapa eksibisi yang menggambarkan fenomena alam, dari sampel batuan dan mineralogi, maket pertambangan dan minyak bumi, juga beberapa fosil berharga. Seluruh sampel berasal dari berbagai negara, juga dari pastinya dari Akita. Akita merupakan salah satu laboratorium alam yang masih sangat terjaga. Selain eksibisi, museum juga mempunyai fasilitas tambahan untuk analisa sampel bagi mahasiswa yang sedang melakukan riset. Gedung yang digunakan, langsung terletak di sebelah gedung pameran utama museum. 
Salah satu sampel batuan dari koleksi yang ada.
Singing rocks.
Tiket masuk museum untuk umum hanya 100 yen per orang dan gratis untuk mahasiswa Akita University, cukup dengan menunjukkan KTM saja. Selain pameran sampel bebatuan dan mineral yang disusun berdasarkan cerita terbentuknya, pengunjung juga dapat mencoba langsung beberapa alat peraga dan menonton video terkait dengan proses pembentukan alam. Ada alat peraga dari batuan yang bisa mengeluarkan bunyi alunan musik karena bagian tengah batuan yang kosong ataupun maket besar yang menunjukkan sebaran tambang di seluruh Jepang. Saat diri terakhir mengunjungi, di museum baru saja ada alat peraga semacam PS3 untuk belajar memplanning penambangan bawah tanah. Museum juga memiliki satu ruang audiotorium besar yang biasanya digunakan untuk kuliah umum atau presentasi terbuka bagi publik yang ingin belajar tentang geologi. Biasanya museum ini memiliki kegiatan tahunan untuk memberikan semacam kelas bagi masyarakat umum untuk mengenal apa itu geologi dan tur keliling museum untuk belajar apa saja yang disajikan di museum. Banyak masyarakat umum yang ikutan loh dalam program ini, terutama anak - anak dan orang tua.
Alat peraga pertambangan.

Alat peraga lainnya.
Bonus trek jalan ke atas bukit, tempat museum didirikan, pengunjung bisa melihat pemandangan Akita sepanjang mata memandang. Jika kita datang saat cuaca cerah, pengunjung bisa menikmati pemandangan pinggir Laut Jepang dengan instalasi pembangkit listrik tenaga anginnya yang sedang aktif beroperasi. 

Monday, July 04, 2016

Serion Tower, Spot Kunjungan di Akita

Jalan - jalan di pelabuhan mungkin tidak jadi pilihan bagi kebanyakan orang. Diri juga tidak pernah kepikiran jalan - jalan ke pelabuhan untuk sightseeing. Akan tetapi, di Akita, ada spot pengamatan yang cukup keren untuk dikunjungi jika ada waktu. Namanya Serion Tower. Menara Serion adalah menara pengamatan dengan tinggi kurang lebih 120 m dan digunakan sebagai salah satu objek wisata di Akita. Letaknya di Pelabuhan Akita, menyajikan pemandangan indah ke arah Oga dan sekitar Akita secara 360 derajat. Selain menjadi tower pengamatan, di sini juga tersedia fasilitas belanja oleh - oleh di lantai dasar menara, tempat rekreasi permainan anak - anak dan juga restoran di lantai 23 atau 2 lantai di bawah titik pengamatan tertinggi. 
Akita Port
Pengunjung dapat menikmati fasilitas pengamatan di Serion Tower dengan gratis. Pengunjung dapat menggunakan dua buah lift yang tersedia untuk menuju puncak tower di lantai 25. Di bagian paling atas tower, pengunjung punya kesempatan untuk melakukan observasi ke sekeliling kota Akita. Jika cuaca sedang sangat bagus, pengunjung bisa melihat Oga Pennisula. Dengan membayar 100 yen per 10 menit, pengunjung juga dapat menggunakan teropong berbayar untuk mempermudah pengamatan ke sekililing. Di sekitar area Akita port, pengunjung disajikan pemandangan lepas Laut Jepang dan berbagai macam pabrik yang meletakkan operasional mereka di sekitar port untuk mempermudah jalur perdagangan. Di pos pengamatan tertinggi, seluruh bagian dibuat dari kaca yang dapat membuat mereka yang sedikit fobia ketinggian bisa bermasalah, seperti diri. Dari lantai 25, pengunjung juga dapat menggunakan tangga untuk menuju lantai 23 atau restoran, selain dari lift yang tersedia. Akan tetapi, tidak tersedia tangga untuk berjalan sampai ke lantai terakhir. Tangga darurat hanya dibuka untuk kondisi darurat seperti fungsinya. 
Serion Tower dengan lekakiku
Oleh-oleh di lantai dasar.
Pemandangan di sekitar pelabuhan.
Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi, sepeda atau kendaraan umum. Pilihan terbaik ada bus dan taxi. Bus nomor 232  dan 100 (kalau tidak salah..hehehee..) yang langsung menuju menara Serion dari dan ke stasiun setiap harinya, kurang lebih 6-8 kali sehari. Biayanya hanya sekitar 320 yen untuk sekali jalan. Beda halnya dengan taxi yang jelas akan sedikit mahal, tergantung dari mana start perjalanannya, misal dari Tegata akan kena biaya sekitar 3500 - 4000 yen untuk sekali jalan. 
Pemandangan kota Akita.
Kesempatan yang baik bersama dengan teman baik pun diri tak lewatkan untuk berkunjung ke Serion Tower bersama lelakiku saat dia dapat kesempatan berkunjung menengok diri. Bahagianya bisa lelakiku dapat mengunjungi Serion Tower dan menunjukkan kota Akita. Thank you juga friend sudah membawa kami.
Titik pengamatan di lantai paling atas bersama lelakiku.

Akita University

Ada beberapa postingan tentang kampus diri di Jepang. Yang jelas saat diri tinggalkan, mereka sedang dalam pengembangan yang sangat pesat. Mungkin ada beberapa yang akan berbeda, tetapi setidaknya beberapa foto di bawah bisa memberikan gambaran bagaimana si Akita University itu. Sebagai catatan, diri adalah mahasiswa di geologi, jadi foto - foto yang ada mungkin sedikit terfokus di bagian yang dekat dengan fakultas diri. Sebagian cerita tentang kampus diri ini juga sudah diri tuliskan di bagian Leading Program, beberapa postingan sebelum ini. Diri berharap ini bisa membantu untuk siapa saja yang akan menjadi murid baru di Akita University. Welcome!

Wisuda April atau Spring semester entrance.
Tampak depan kampus Akita di Tegata.
Bagian belakang, area parkir sepeda. 
Acara wisuda lulusan September atau Fall semester. entrance.
Salah satu kelas dan forum kegiatan mahasiswa di Akita University.
Di depan perpustakaan dan gedung utama para profesor saat ini.
Salah satu taman di dalam kampus Akita Tegata.
Fasilitas kampus Akita University di Tegata sendiri ada klinik kesehatan, kantin (tanpa makanan khusus halal), ATM center, perpustakaan, ruang mini konser, area kegiatan mahasiswa atau ekstrakurikuler, kantor rektorat, kantor administrasi kampus, All Room (English Room), laboratories, class rooms dan lainnya. Kampus Tegata Akita University sangat mudah dijangkau dari Akita station atau Akita eki. 

Ambil bus jurusan nomor 370, 371, 372, 373 yang langsung berhenti di stasiun Akitadaigaku-mae atau menggunakan bus nomor 350, 351, 352, 360, 361 dan 362 dan berhenti satu stasiun setelah yamasaki-mae. Taxi juga dapat menjadi pilihan langsung dari Akita eki menuju Akita University dengan biaya berkisar 990 hingga 1090 yen untuk satu kali jalan. Alamat Akita University ada di 1-1 Tegatagakuen machi, lokasinya cukup dekat dengan stasiun. Pilihan jalan kaki juga dapat dilakukan yang membutuhkan waktu sekitar 30 - 45 menit melalui beberapa jalan yang tersedia (kondisi musim panas-musim semi). 

Hidupmu Indah, Kawan!

Hari terus berganti, saat semua yang ada sudah diri persiapkan dengan baik. Akhirnya diri mengakhiri perjuangan di Akita, Jepang dan siap melanjutkan mimpi - mimpi baru di negara asal diri, Indonesia. Semua terasa sangat cepat berlalu. Diri mungkin katakanlah memang lebih nyaman berada di Jepang, dimana diri bisa mengembangkan diri dengan apa adanya meskipun berada di antara tekanan yang tidak habisnya dari luar. Hanya kekuatan dari dalam yang diberikan Tuhan lewat lelakikku dan orang - orang yang benar - benar baiklah yang membuat diri mampu berdiri hingga akhirnya ada di sini, di tempat diri menuliskan cerita ini. Diri selalu bahagia menjalani apapun yang terjadi selama lelakiku ada di sini dan dia pun bahagia. Seperti yang sudah - sudah diri ceritakan di postingan sebelumnya, perjalanan sekolah ini ada karena Tuhan memakai lekakiku mengantarkan diri sampai di tahapan ini dengan segala perjuangannya yang tidak terkira. 

Perjalanan segera selesai dan sebenarnya sudah selesai di tahap pendidikan yang diri jalani. Akhirnya diri dinyatakan lulus dan dilantik dan diberikan tanggung jawab baru sebagai doctor of engineering. Terima kasih Tuhan! Seluruh ini adalah karena Tuhan dan lekakiku, tidak ada sedikit pun upaya diri ada di sana. Kalau saja Tuhan tidak bermurah hati dan lekakiku tidak mau menjadi agennya Tuhan, bubar ini semua pendidikan yang sedang dijalani. Tipikal diri yang cukup keras kepala dan kebiasaan diri yang seringkali rendah diri, tidak membuat segala sesuatunya baik. Orang boleh berkata sekolah di luar negeri itu mudah atau gampang, katakan iya dan katakan tidak. Itu semua bergantung dimana kau berdiri dan seperti apa kau menyikapinya. Diri bersyukur mengalami semuanya, maka diri berani mengatakan iya dan tidak. Mudah jika kita punya pegangan yang cukup kuat, baik itu pada Tuhan atau pasangan atau keluarga. Tidak jika kita hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. 

Diri selalu yakin mereka yang mendapat kesempatan seharusnya memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Pepatah Jepang mengatakan ichigo ichi, yang artinya hanya ada satu kali kesempatan untuk hal yang terbaik. Nothing more or less. Diri baru memahami itu selama perjalanan sekolah di Jepang yang diri jalani. Puji Tuhan seluruhnya selesai. Ada banyak perubahan yang diri harus alami dan ditempa oleh Tuhan. Pasangan yang membuat diri kuat, meskipun diri yakin pasti kekuatan lekakiku pun pasti terkuras untuk membuat diri berubah. Ada banyak pengalaman, ada banyak kejadian, ada banyak cerita yang terjadi selama diri sekolah di Jepang. Pendidikan yang diri jalani tidak hanya sebatas pada pendidikan formal, tetapi pendidikan kehidupan yang sampai sekarang diri tengah jalani di Indonesia, saat menuliskan ini dan sepertinya ini akan terus berlanjut seumur hidup. Sekolah kehidupan yang diri jalani di Jepang memberikan jauh lebih banyak dari apa yang diri pernah bayangkan atau mungkin inginkan. Pendidikan formal bisa dipelajari memang dan jawabannya ada di sini, di bagian kepala yang berputar. Akan tetapi, pendidikan kehidupan, jawabannya ada di sini, di bagian hati yang terdalam. Sebagaimana kita berjalan, sejauh apa kita melangkah akan ditentukan apakah kita mau berubah dan diubah untuk menjadi lebih baik. Dunia ini fana, tetapi semua orang harus hidup di dunia ini sampai waktuNya tiba. 

Pendidikan kehidupan yang berjalan membuat diri mengerti bahwa hidup itu sebenarnya sangat indah. Hidup itu sangat berharga, bukan karena gelar yang diri dapatkan, bukan karena kekayaan yang diperoleh, bukan karena banyak teman yang dipunyai. Akan tetapi, tentang dengan siapa kita bergantung dan hidup. Diri bersyukur bahwa diri mengalami mukjizat hari lepas hari, dengan Tuhan dan bersama lekakiku, juga aku untuk lekakiku. Pepatah yang mengatakan bahwa pasangan yang bisa membuatmu terbang tinggi atau jatuh ke bawah, adalah benar adanya. Diri yakin dan membuktikannya. Pasangan adalah siapa yang kita tentukan dan keputusan itu seumur hidup di sepanjang kelas pendidikan kehidupan yang akan kita miliki. Diri bersyukur dan hanya bisa mengatakan terima kasih dengan kehadiran lelakiku sebagai agen Tuhan untuk mengajari diri, meremukkan diri, membentuk diri dan membuat diri mengerti bahwa hidup ini indah, Tuhan itu begitu baik dan akan selalu baik. Diri sangat berterima kasih, entah bagaimana lagi caranya. Semoga Tuhan menitipkan dia segera yang kami nantikan di sini, di dalam kantung rahim ini (amin!). Hari lepas hari, hanya ada bahagia dan kepercayaan hingga akhir nanti yang kita bagikan sepanjang kelas kehidupan ini. 

Diri yakin setiap orang dilahirkan untuk memiliki mimpi, untuk belajar percaya, untuk mengalami apa yang namanya kehidupan dengan cara - caraNya yang indah. Setiap orang berhak bahagia dengan cara yang selalu beragam. Yakinlah hidup ini berharga, hidup ini indah saat kau merasakan sendiri dan terasa sepi. Never said you are alone, because you will never ever alone. Terlalu banyak kesibukan yang dimiliki, membuat kita terkadang kehilangan arah, menjadikan kita terhilang dan melupakan apa yang sangat penting. 

Orang tua, anak, teman adalah anugerah; pasangan adalah pilihan hidup. Ichigo ichi. Mintalah maka kita akan diberikan oleh Tuhan. Puji Tuhan untuk semuanya. Live your love. Love your life.

Taken and given to us as a present. Thank you friends!

Sidang dan Done!

Lama tidak bersua di banyak kegiatan, katakanlah berbulan - bulan. Diri bahagia sekali akhirnya bisa menyelesaikan seluruh kegiatan yang ada di Jepang. Sisa pekerjaan ada di Indonesia dengan semua barang yang akan datang dengan kargo kapal. Terima kasih Tuhan akhirnya semua perjuangan selesai dengan semua air mata, senyum dan bahagia. Dukungan dari lelakiku yang luar biasa, membuat ini semua akhirnya berada di ujung hasil. Dari awal diri sekolah hingga akhirnya diri dapat menyelesaikan sekolah ini dan semuanya dengan semua dukungan yang kuat dari lelakiku. Terima kasih sayang. 

Jadwal sidang sudah dibuat oleh pihak kampus. Diri harus mengikuti 4x sidang hasil dengan jadwal dan penguji yang berbeda. Sidang 1, di bulan akhir Oktober 2015 dengan penguji dari luar Akita University dan ahli di bidang riset diri. Sidang 1 juga bisa dibilang seperti Pra-Sidang. Sidang 2, masih di akhir Oktober 2015, selisih hanya beberapa hari. Dalam kasus diri, penguji punya jadwal yang berbeda karena para penguji tidak bisa hadir di jadwal yang sama sehingga diri harus sidang 2 kali untuk pra-sidangnya. Semua pra-sidang berjalan baik. Puji Tuhan! Semua dukungan dari lekakiku dan Tuhan membuat semuanya berjalan dengan baik. 

Selesai 2x sidang di tahun 2015. Perjalanan berjalan kembali dengan lebih matang dengan segala persiapan yang lebih mendalam. Buku disertasi lebih detail dan lengkap, paper yang sudah, puji Tuhan, sudah diterima oleh pihak jurnal internasional dan presentasi yang lebih mendalam sesuai dengan tujuan riset diri sudah disiapkan semuanya. Sidang 3 sebagai sidang utama dan tertutup sudah dipersiapkan jadwalnya di awal Februari 2016, disusul dengan jadwal sidang 4 untuk sidang terbuka di hari selanjutnya. Terima kasih untuk pertolongan Tuhan yang kuat dan lelakiku yang mendukung untuk menyelesaikan ini semua. Segala keluhan dan tangisan diri ditampung oleh lelakiku untuk terus mendongkrak diri agar menyelesaikan titik akhir dari sekolah diri ini. Hari yang ditunggu tiba dan diri menyelesaikan semuanya dengan sangat baik. Puji Tuhan, diskusi dan pertanyaan selama sidang tertutup hanya membutuhkan waktu 30 menit di luar 45 menit presentasi hasil yang diri lakukan. Puji Tuhan, sidang terbuka di hari selanjutnya berjalan lebih baik lagi. Semua pertanyaan dan diskusi dapat diri lalui dengan baik bersama dengan Tuhan. Pertanyaan tentang hasil pekerjaan diri yang dipresentasikan memberikan banyak kesempatan diri untuk menjelaskan bagaimana implikasi jangka panjang dari riset ini. 
Kelas dengan Dr. Arribas, salah satu tim penguji.
Setelah proses panjang yang ada, diri akhirnya dinyatakan lulus oleh tim penguji dari Akita University. Puji Tuhan! Doa dari lekakiku dan semangat yang diberikan agar ini selesai akhirnya benar - benar membuat diri bisa menyelesaikannya. Perjuangan 3 tahun yang tidak mudah, dengan semua tekanan yang datang dari luar dan senyum yang tetap diberikan dari dalam, akhirnya selesai di sidang terakhir di awal Februari 2016. Puji Tuhan! Terima kasih juga untuk pembimbing diri yang super sabar dalam menghadapi keras kepala diri yang tidak ketolongan sebagai murid tiap harinya. 

Akhirnya diri menyelesaikan program doktor di bidang economic geology dan semua persiapan menuju wisuda pun masih berjalan, seperti revisi dan lainnya. Puji Tuhan, selesai semua perjuangan yang hampir 3 tahun ini akhirnya menjadi berkat dan semoga bisa berguna untuk kemuliaan Tuhan. Terima kasih lelakiku! 

Wednesday, January 13, 2016

Menulis disertasi dan paper

Puji Tuhan, akhirnya pekerjaan diri sebagai mahasiswa S3 di Akita University, Jepang sudah mendekati garis finish. Ibarat maraton, perjalanan sekolah ini benar - benar bukan hal yang mudah dan isinya semua adalah berkat dan mukjizat dari awal terjadi hingga tahap penyelesaian ini. 

Pengerjaan paper dan buku disertasi adalah sesuatu yang tidak mudah rasanya. Baru dikatakan saja sudah menjadi sesuatu yang "ahh..", mau kemana ini. Sesuatu yang sangat berbeda dengan menulis kata per kata di blog sendiri. Jika menulis blog rasanya jari - jari lebih ringan, waktu terasa lebih kurang dan ada banyak hal yang ingin diceritakan. Kesan subjektif pasti akan menghiasi hasilnya. Hal berbeda dengan menulis tulisan ilmiah. Kreativitas, orisinialitas dan ketepatan pemilihan kata menjadi pertimbangan yang harus sejalan. Plus, diri belum pernah menulis buku disertasi dalam bahasa Inggris! Menulis report atau tugas lain dalam bahasa Inggris mungkin tidak menjadi masalah, tetapi harus menuliskan semua hasil riset, interpretasi, diskusi hingga kesimpulan dalam bahasa Inggris ini baru berbeda.

Petualangan menulis dimulai bulan Januari setelah diri kembali dari oversea travel. Rasanya stuck sekali! Data sebanyak ini tapi bagaimana menjadikannya jelas buat semua orang dari berbagai latar belakang akademis, minimal profesor pembimbing paham maksud tulisan kita sehingga dapat memberi masukan tentang perbaikannya. Lalu, apa yang terjadi, tahap pertama diri menulis paper membutuhkan waktu yang tidak sedikit! Target 1 lembar sehari tidak bisa diri penuhi, ada banyak pembendaharaan kata dan maksud dalam bahasa Inggris yang diri tidak bisa ungkapkan dengan tepat. Alhasil, diri baru dapat memberikan draft manuscript paper setelah 1 bulan berjuang kepada sang supervisor. Komentar dan kritik pedas diri dapatkan dari apa yang diri tulis. Awalnya diri menangis! Disinilah mental diri diuji, iman dipakai, doa semakin ditingkatkan dan usaha semakin dipergiat yang berakhir pada revisi berkali - kali hingga total 8 kali revisi karena bahasa Inggris akademis diri yang belum banyak memadai. Mungkin menganggapnya mudah, seperti awalnya diri, tetapi ternyata ada banyak hal berbeda saat kita menggunakan bahasa ingrris untuk komunikasi sehari - hari dan jurnal atau paper akademis. Pemilihan kata atau diksi menjadi hal yang sensitif. 

Setelah hampir 6 bulan berjuang, pada pertengahan Juni 2015, diri bisa mengirimkan manuscript ke jurnal yang dituju. Tuhan Yesus itu baik sekali. Manuscript dengan perjuangan terbaik yang bisa diri berikan akhirnya selesai. Di hari terakhir revisi dan pengiriman, diri sampai berkesempatan menginap di kampus yang ternyata cukup menyenangkan. 

Fiyuh....
Puji Tuhan!
Selanjutnya adalah buku disertasi yang menunggu untuk ditulis. Namun, waktu yang ada belum bisa berkompromi karena ada dua presentasi di dua konferensi di luar Akita yang sudah menunggu ditambah dengan pengambilan data mineralogi yang tidak bisa ditunda. Puji Tuhan, akhirnya buku disertasi bahkan belum bisa ditulis hingga akhir bulan Agustus. Ada banyak kegiatan yang harus diri lakukan setelah kembali dari Filipina untuk presentasi. Tuhan menguji kesabaran dan ketenangan diri di sini. FYI, diri adalah tipikal orang yang cenderung tidak bisa tenang jika harus mengerjakan sesuatu mendadak, terlebih menulis manuscript dalam jumlah lembaran yang tidak sedikit sebelumnya. Tapi diri akhirnya menyadari bahwa ini adalah titik dimana Tuhan mau mengajarkan pada diri untuk berserah seperti saat diri belajar untuk menuliskan manuscript atau paper pertama kali. 

Diri akhirnya baru mengerjakan penulisan buku disertasi diri pada minggu akhir Agustus hingga 28 September 2015 sebagai target selesai diri. Hampir tiap hari, diri menuliskan seluruh data yang ada ke dalam 6 bab di buku disertasi. Pengerjaan dimulai dengan bagian yang diri lebih pahami dalam pembendaharaan katanya dan dilanjutkan dengan bab lain yang seluruh datanya telah diri siapkan. Kata per kata, satu per satu bab, lembar demi lembar, semua dapat diselesaikan dengan baik. Bab mineralogi menjadi tantangan yang cukup luar biasa, ada banyak hal yang tidak terduga dan baru diri pelajari untuk diri. Di tengah pengerjaan pun, diri dibantu banyak hal secara langsung maupun tidak langsung oleh lelakiku, Melani, Kak Yaser, Mami Chisye dan lainnya. Sungguh! Bantuan semangat, penjagaan dan diskusi dari lelakiku membuat semuanya dapat berjalan baik. Juga ditambah dengan peta, pencitraan, plotting dan lainnya oleh Melani dan Kak Yaser, membuat bagian dari section - peta bisa terisi dengan baik. Mami Chisye, keluarga dan lainnya dalam doa untuk menyelesaikan ini, sungguh tak bisa dikatakan lagi. 

Kuasa Tuhan Yesus itu luar biasa sekali, meskipun selama mengerjakan harus ada jeda untuk kegiatan yang lain karena ada konferensi dan tamu dari Indonesia selama beberapa hari, diri akhirnya dapat menyelesaikan tugas tersebut. Buku disertasi diri setebal kurang lebih 250 halaman selesai dan siap per 28 September 2015, bahkan beberapa hari sebelum submission ke pihak kampus pada tanggal 7 Oktober 2015 saat itu. Selalulah percaya dan berusaha bersama Tuhan!


Dengan 4 kopi dan formulir yang telah diisi, diri akhirnya menyelesaikan semuanya dan bisa mengirimkan ke kampus. Selanjutnya tanggal sidang sudah menunggu di 21 Oktober dan 26 Oktober 2015. Is it special? Yes! tanggal itu dekat sekali dengan tanggal ulang tahun diri ke 24! *^_^* Bagaimana nanti sidang?

Wednesday, December 02, 2015

Travelling Kuliah: City Walk, Braga 2011

Wisata sejarah sangat mengena bagi orang yang ingin merasakan sensasi kota tua yang sungguh berbeda dibandingkan wilayah lainnya di Bandung. Pergerakan Braga pun semakin pesat pada masa sekarang. Jalanan ini seolah menjadi pusat wisata dengan berbagai peranti pendukungnya, seperti toko kue, tempat makan, ragam bisnis seni, dan hiburan lainnya hingga klub malam. Sebagian arsitektur gedung di kawasan ini telah diubah dan menjadi kawasan modern. Sungguh disayangkan! Hanya sedikit lagi gedung - gedung yang mungkin sedang menunggu nasib dan jalan Braga yang khas. Jalanan ini masih dipelihara dalam bentuk gabungan bebatuan blok biasa, bukan aspal.


Inilah menjadikan daya tarik lainnya dari kawasan Braga. City walk siang pun akan membawa kita untuk ke salah satu restoran tua yang menjajakan kue - kue dengan resep asli masa Belanda dan es krim yang nikmat! Wajib coba. Restoran di sekitar penjual lukisan ini, buka setiap hari senin sampai jumat, kadang juga sabtu. Namun jam bukanya, cukup tidak tentu juga. Mungkin akan aku ceritakan lain kali pada city walk lainnya. Banyak foto yang aku foto lagi adalah lukisan. Sesuatu yang banyak banget dijumpai di sekitar sini. Mereka menghiasi setiap jalanan yang dimiliki Braga menjadi lebih berwarna.

Travelling Kuliah: Boscha di Pagi Hari


Senangnya, berganti lagi hari, bertambah lagi waktu untuk menulis ini dan itu. Mengingat kembali morning walk beberapa waktu lalu bersama lekakiku dan saudara tuanya di Lembang, Bandung Utara.
Morning walk dadakan ini sangat tidak terencana tapi sangat membahagiakan. Melihat Bandung di pagi hari dengan aktivitas masyarakat berbagai lapisan di Sabtu pagi, terutama masa liburan. Perjalanan ditetapkan jam 11 malam, pada malam sebelumnya. Hebat!

Hampir jam setengah 6, kami bertiga meluncur ke lokasi dengan menggunakan mobil ke kawasan Lembang melalui jalan Setiabudi. Perjalanan masih lengang dengan hanya masih awal - awal mobil pribadi, angkot dan kendaraan lainnya yang bermalas-malasan bergerak menikmati sinar matahari yang sejuk. Perjalanan pun serasa tanpa hambatan, tidak seperti pada siang hari yang penuh sesak mobil maupun kendaraan lainnya, termasuk bus yang bersemangat mengambil bagian di jalanan ke arah Lembang.

Perjalanan berlanjut, dinginnya kawasan Lembang yang menyenangkan dan membuat hati perlahan mulai refresh dari segala kerumitan kota Bandung yang sedang penuh sesak. Perjalanan mengitari perbukitan daerah Lembang yang mengarah ke Cekungan Bandung ini menjadi suatu hal yang membahagiakan dan menjadi hal yang juga menjadi ketakutan tersendiri. Ada banyak hal yang berubah jika diingat oleh mereka yang tinggal dan merasakan Bandung dari kecil. Mangkok Cekungan Bandung ini seolah semakin penuh dengan perumahan, ladang, sawah hingga kawasan modern seperti mall yang semakin menyesakan. Terang benderang pada malam hari merupakan representatif cahaya dari semua bangunan yang tampak seperti kepadatan tak berujung di pagi hari. Kabut dan asap menjadi satu di pagi hari. Jujur, aku mulai kesulitan mengenali kabut dan asap yang terlihat di kawasan Lembang jika kita berada di ketinggian. Hampir semuanya putih, tapi ntah itu kabut atau asap putih saja.

Sepanjang perjalanan, memasuki kawasan Lembang, kanan kiri penuh dengan penginapan dari kelas melati sampe berbintang, orang - orang yang menjaja makanan dari yang kelas kaki lima sampai restoran mewah. Semua bisa dipilih, tergantung budget yang dimiliki. Jalanan kecil khas Lembang ini penuh sesak keramaian masyrakat di sana, maupun para pelancong yang ingin menikmati hari - hari libur mereka di sana. Sudah lengkap semua kebutuhan fasilitas penghibur di Lembang.

Kami pun berhenti dan menikmati pagi dengan segelas teh hangat, ketan bakar yang khas di Lembang, hingga colenak yang manis! Sarapan sederhana yang sangat berkesan dan begitu menggoda selera makan. Perjalanan kami hentikan dan arahkan dengan menikmati keramaian yang mulai menggeliat. Mobil - mobil dengan plat nomor luar D, mulai bergerak, memarkir mobil di sepanjang jalanan Lembang yang sempit untuk menikmati sarapan pagi khas kaki lima, seperti yang kami lakukan bertiga. Dengan merasa dingin lebih ekstra, setiap pedagang didatangi dan mendapat pesanan yang cukup lumayan agar asap dapur rumah tetap mengepul.

Jagung berjejar rapih menggoda pembeli.
Ketan bakar lezat di pagi hari.
Hanya setengah jam di sana, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Boscha. Boscha merupakan satu - satunya lokasi pembelajaran astronomi publik yang dimiliki oleh Indonesia. Teropong ini dibangun pada masa Belanda. Boscha berada di salah satu puncak perbukitan di Lembang. Letaknya yang tinggi memberikan ruang untuk para astronom melakukan pengamatan pada pagi maupun siang hari. Kawasan ini sekarang adalah sah kepemilikan ITB. Makanya, teman - teman astronomi ITB, seolah punya paspor gratis untuk memanfaatkan sarana belajar ini.

Boscha terdiri dari beberapa teropong pengamatan. Hanya ada satu yang paling besar dan dibuka ketika bias matahari tidak terjadi karena bisa menganggu pengamatan. Jadilah, teropong ini hanya dibuka pada masa atau waktu tertentu saja oleh para astronom. Selain itu, juga terdapat beberapa teropong lain dan arsip penting lainnya yang tidak boleh dipublikasikan secara massal. Hal ini menjadi wajar mengingat perilaku wisatawan tidak bisa menjamin bahwa kerusakan dan kehilangan tidak akan terjadi!

Lokasi Boscha yang tertutup pada waktu dulu, sekarang sudah dikomersialisasi. Terlalu banyak pemukiman bahkan terdapat hotel sekitar sana yang mengisi ruang kosong khusus untuk Boscha. Para pengamat butuh ruang kosong atau sterilisasi lokasi yang ada di sekitar Boscha. Namun, kepentingan membuat di sekitar pintu gerbang Boscha pun ada rumah penduduk! Hal yang seharusnya tidak boleh dan pada masanya tidak ada yang seperti ini. Sebenarnya bisa dibilang, pemerintah pun cenderung tidak peduli dengan sarana belajar ilmu yang sedikit tidak populer di kalangan masyarakat dan tidak menghasilkan uang buat mereka!


Pasti ingat film Petualangan Sherina untuk generasi 90an.

Untuk mengunjungi Boscha secara resmi, tidak seperti kami ini, dapat dilakukan pada jam kantor pada hari Selasa hingg Sabtu. Kunjungan resmi yang diperbolehkan dan disarankan adalah kunjungan berkelompok. Kecuali, punya kawan anak astronomi yang sedang magang di sana, mungkin bisa meminta tolong. Akan tetapi, bukan jaminan!
Kawasan khusus di tahun 2010.
Sebaiknya, hubungi kantor pengelola terkait sebelum melakukan kunjungan dan memberikan kejelasan tujuan ke sana. Jadi, semua bisa dipersiapkan dan keilmuan pun bertambah. Bahkan siapa tahu bisa mendapat kesempatan menggunakan teropongnya!

Friday, November 27, 2015

Pengalaman saat ini: PhD Akita University

Perjalanan berkat dan luar biasa sedari TK telah diri tuliskan di beberapa postingan sebelumnya. Inilah rangkaian kesaksian yang ingin diri sampaikan untuk segala sesuatu yang telah Ia berikan dan percayakan. Satu hal seluruh kesamaannya, diri selalu melihat bagaimana luar biasanya rencana Tuhan Yesus dalam hidup diri, benar akan janjiNya yang tidak pernah terlambat dan selalu mengarahkan pada yang terbaik menurutNya.

Dunia yang sekarang tengah diri tekuni adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas sedikit pun oleh diri sebelumnya. Bahkan diri belum pernah mendengar sekolah tempat diri akhirnya menamatkan pendidikan hingga magister. Tidak pernah diri memimpikan akan mendapatkan jodoh seumur hidup diri pun di tempat yang sama. Diri juga tidak pernah menduga untuk mengalami perjalanan hidup yang sangat bervariasi dan seperti roll coaster rasanya. Sebuah pengalaman yang luar biasa bersama dengan Tuhan Yesus. Melalui semua perjalanan ini, diri menyadari bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan dan tidak sedikit pun karena diri yang mampu, melainkan karena kemurahan hatiNya.

Sebelum lepas tiap strata sekolah, Tuhan telah menyiapkan tempat baru yang membuat diri akhirnya tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal. Semua "shelter" kehidupan telah Ia siapkan bagi diri dan sekarang berikut juga dengan keluarga kecil diri.

Pada semester kedua di S2, diri mendapatkan kesempatan untuk mendaftar sekolah S3 di Akita University, sekolah tambang tertua di Jepang. Akita University berdiri tahun 1907 dan berada di kota Akita yang juga bekas bagian dari kota tambang di awal 1900. Saat mendaftar S3, usia diri masih 21 tahun lebih beberapa minggu. Ini juga menjadi semacam hadiah ulang tahun diri pada akhir Oktober sebelumnya. Luar biasa Tuhan Yesus! Segala kendala pendaftaran dibukakan jalan oleh Tuhan. Diri pun mendapatkan pembimbing, Prof. Akira Imai yang juga luar biasa baik dan memang tepat diberikan oleh Tuhan meskipun diri seringkali silang pendapat dengan beliau. Maklum bocah keras kepala..xixixi..Beliau juga yang dijadikan Tuhan untuk membuka jalan bagi diri sekolah S3 di Jepang meskipun ada prasyarat yang tidak bisa dimiliki diri, yaitu usia minimum untuk pendidikan doktor adalah 24 tahun. Berbekal dengan segala kepercayaan pada Tuhan Yesus, seluruh proses pendaftaran akhirnya berjalan lancar dan diri menerima LoA dari kampus baru diri sebagai mahasiswa baru di Akita University.

Setelah wisuda, diri berangkat menuju Akita dengan segala tantangan dan hati yang tidak pasti karena harus kembali LDR dengan lelakiku. Namun, Tuhan Yesus buktikan sekali lagi bagaimana semuanya ada dalam pengaturan di tanganNya. Dengan semangat 45 dan segala dukungan, baik semangat dan finansial dari lelakiku untuk membeli tiket hingga biaya hidup selama diri belum mendapatkan beasiswa, diri tiba di Akita. Seperti biasa, hari pertama diri hanya bisa terdiam dan menangis karena harus memulai lagi sesuatu yang baru dan rasanya masih terlalu cepat. Diri hanya bisa berdoa dan memohon pertolongan untuk menghadapinya. Jurus "berserah" dalam Tuhan itulah yang membuat segala sesuatunya berjalan.

Setiba di sini, diri harus segera beradapatasi segera dengan banyak hal, baik budaya, tata cara sekolah, orang - orang baru yang kali ini berasal dari berbagai bangsa, bukan lagi suku, dan bahasa yang harus digunakan. Diri sebelumnya memang menggunakan bahasa Inggris, tetapi tidak semasif yang harus dilakukan selama di Akita, ditambah dengan diri tidak memahami sedikit pun bahasa Jepang. Kursus kilat yang diri coba lakukan di Bandung sama sekali tidak membantu karena diri sudah "menyerah" duluan dengan keadaan.

Sekali lagi, Tuhan menguatkan diri lewat banyak cara, terutama lelakiku (terima kasih banyak, sayang!) yang selalu mengingatkan untuk berpikiran positif dan menyusun strategi dengan menerapkan ilmu perang Shunju. Dalam keadaan adaptasi awal, diri juga harus berjuang untuk lolos beasiswa Leading Program yang diberikan pemerintah. Ini adalah satu - satunya harapan diri untuk mendapatkan beasiswa di tahun 2013, di tengah beasiswa Jepang lainnya sudah menutup pendaftaran. Akhirnya, diri mengikuti tes wawancara dan tertulis di kampus langsung untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Setelah hampir 3 minggu, hasil pun keluar dan diri dinyatakan diterima di program beasiswa Leading Program! Puji Tuhan, puji Tuhan! Meskipun demikian, beasiswa baru bisa keluar tepat di bulan ketiga diri berada di Akita, yang artinya di bulan Juni. Rencana Tuhan memang luar biasa, diri telah dipersiapkan dengan dana oleh lelakiku untuk menghadapi biaya hidup di Akita yang tidak sedikit selama kurang lebih 3 bulan! Tepat sesuai dengan jalanNya!

Member lab Economic Geology October 2013.
Setelah resmi diterima, diri mulai mengikuti program pendidikan diri di bawah Leading Program dengan laboratorium khusus Economic Geology. Program khusus yang dibangun oleh Pemerintah Jepang selama 7 tahun sejak 2012 untuk percobaan pertama di seluruh bidang sains dan sosial untuk sekolah - sekolah tertentu. Diri memiliki tanggung jawab disertasi, 49 kredit kelas dan disertasi dan publikasi. Puji Tuhan! Perencanaan yang diajarkan oleh lelakiku membuat diri terbantu selama di kuliah S3 di bawah Leading Program. Pendidikan yang diri dapatkan dari SMP hingga S2 pun sangat membantu diri untuk membiasakan diri lebih berdisiplin lagi dengan waktu agar dapat menyelesaikan semua program yang disediakan tepat pada waktunya.

Tantangan pertama setelahnya adalah tempat riset diri yang belum ada. Diri harus menunggu sekitar 1 semester sebelum bisa mendapatkan tempat penelitian yang artinya waktu untuk riset diri pun berkurang. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan anakNya! Sekali lagi diri menekankan itu karena diri mengalaminya lagi dan lagi.

Setelah mendapatkan tempat penelitian, diri bisa langsung mengerjakan disertasi diri. Dengan mengikuti apa yang telah diri susun di proposal menggunakan sekitar 10 metode, diri memulai semua penelitian. Kegiatan disertasi dimulai di semester kedua dengan ke lapangan untuk melakukan mapping dan mengambil sampel, selanjutkan kegiatan laboratorium yang semuanya harus dikerjakan oleh diri sendiri dari mulai preparasi hingga jadi sebuah data; dan berangkat konferensi, field trip dan kursus. Disiplin waktu menjadikan kegiatan diri memang tampaknya sangat sibuk karena banyaknya kelas dan kegiatan riset yang berpacu dengan waktu. Diri memulai pekerjaan di kampus dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 09.00 malam setiap harinya dengan istirahat makan siang dan malam yang dilakukan juga sembari mengerjakan preparasi, kecuali hari Minggu di semua musim. Adaptasi terhadap musim dingin sempat membuat diri hampir mengalami kerusakan syaraf di tangan karena "kecerobohan" diri untuk mengerjakan preparasi yang menggunakan air dingin terus menerus selama 2 hari berturut-turut selama 18 jam sehari. Namun, semuanya dibayarkan Tuhan selalu luar biasa. Telapak tangan diri disembuhkan Tuhan dalam beberapa hari dan diri dapat kembali melanjutkan perjuangan. Sungguh semuanya dibukakan jalan untuk setiap preparasi dan penggunaan alat yang dibutuhkan. Terima kasih juga untuk associate professor Ryohei Takahashi yang selalu membantu untuk mengarahkan dan menjawab pertanyaan diri untuk tiap metode yang dikerjakan. Maklum diri sedikit cerewet dan "pelupa" untuk beberapa hal. hhihihiii....

Setelah kembali dari lapangan, bersama sahabat terkasih.
Tuhan begitu luar biasa. Ia meletakkan diri di sekolah dan di bawah program yang juga luar biasa. Hampir 90% kelas diri selesaikan di tahun pertama di kampus. Memasuki pertengahan semester kedua, diri mulai fokus dengan riset diri setelah diri dapat beradaptasi dengan materi kelas yang beragam. Di tengah perjuangan diri untuk menyelesaikan riset dan kelas yang ada, diri masih diberikan kesempatan untuk mengikuti konferensi dan trip; membangun student chapter dan tentunya yang terpenting adalah menikah! Semua adalah anugerahNya saat diri melakukan bagian diri yaitu bekerja keras untuk pekerjaan yang telah dipercayakan oleh Tuhan. Seutuhnya adalah "berserah" saja pada Dia yang memiliki semuanya.

Seperti yang diri katakan, sekolah di Akita University banyak mendorong pengembangan mental dan psikologi diri menjadi lebih dewasa lewat berbagai cara. Diri terutama diajari untuk mengembangkan sisi komunikasi dan networking dengan multikultural environment (bukan hanya budaya, tetapi juga latar belakang pekerjaan, pendidikan dan lainnya). Diri diizinkan untuk mengikuti banyak konferensi dan trip di berbagai negara untuk meningkatkan kualitas belajar di bidang riset diri dan juga bagian dari pengembangan diri secara sosial dan komunikasi akademis-industri-pemerintah. Selama menjadi mahasiswa di Akita University, diri diberikan Tuhan kesempatan untuk menjelajah ke negara - negara berikut:
  1. Mongolia untuk Summer Camp di tahun 2013
  2. Amerika Serikat untuk konferensi dan field trip di tahun 2013
  3. Selandia Baru untuk konferensi, field trip dan kursus di tahun 2013
  4. Jerman untuk Summer Camp di tahun 2014
  5. Afrika Selatan untuk konferensi dan field trip di tahun 2014
  6. Filipina untuk konferensi dan field trip di tahun 2015
  7. China untuk kursus di tahun 2015
  8. tentunya Jepang, dari Hokkaido sampai Kyushu untuk konferensi, forum, kursus dan field trip. 
 
Hai Samudra Pasifik!
Pengalaman pertama di heli dengan para ahli.

Selamat datang di White Island!
Trip di White Island, Selandia Baru
Di tengah mengerjakan riset pun, Tuhan memberikan banyak kesempatan luar biasa. Diri diberi kesempatan untuk mendapatkan bantuan riset dari Jepang melalui Youth Challenge Fund sebanyak 2x, yaitu tahun FY2013 dan FY2014. Sungguh Tuhan begitu luar biasa. Meskipun diri harus banyak mendapatkan pelajaran dari Tuhan tentang berbagai hal, tapi Tuhan tidak pernah menutup mata. Berdoa, berserah dan berusahalah yang terbaik. Godaan banyak sekali ini jika mau dituruti ditambah dengan suara sumbang di sana - sini bisa menjadi pilihan. Akan tetapi, diri selalu diingatkan Tuhan melalui lelakiku bahwa tujuan awal kesini adalah sekolah dan memuliakan nama Tuhan. Usaha dan pekerjaan kitalah yang akan dinilai pada akhirnya bukan karena "kemanisan" kita yang akan menyelamatkan studi kita. Itu sangat diri pelajari juga selama di Akita. Diri sangat bersyukur karena Tuhan Yesus tidak luputkan mata, wajahNya dari diri.

Pulau lainnya di lepas pantai North Island.
Perjalanan dari base Frontier ke White Island di atas Samudra Pasifik.
Saat ini, diri sudah menyelesaikan 2x sidang dari 3x sidang yang dijadwalkan. Dua sidang pertama memberikan hasil yang luar biasa untuk diri. Diri juga masih menunggu kepastian publikasi jurnal yang masih dalam proses akhir untuk semuanya. Jika Tuhan Yesus mengkhendaki, diri akan lulus pada awal Februari 2016 di usia 24 tahun 3 bulan. Puji Tuhan! Semua apa yang diri alami hingga saat ini, sekecil apapun itu adalah mukjizat Tuhan untuk hidup diri dan untuk kemuliaan namaNya saja, ditambah dengan dukungan luar biasa dari lelakiku (I am so proud of you!).

I can tell you much about my study life in Akita. Afterwards, I am going to tell more about His design in my life. When I wrote all posts here, I just could smile and say "thank you, Jesus!"