Wednesday, March 11, 2015

International Festival di Akita

Banyak banget cerita yang belum dituliskan di blog yang lama menganggur ini,  no defense at all because of my laziness
Satu cerita berikut adalah kegiatan festival internasional di Akita yang diselenggarakan pada 10 November 2014 lalu. Namanya juga festival internasional, yang pasti Indonesia termasuk sebagai salah satu pesertanya. Warga Indonesia di Akita sangat bersemangat untuk menyiapkan acara yang rutin digelar oleh AIA (Akita International Association) untuk mengenalkan budaya - budaya asing yang ada di Akita kepada warga Akita. Akita memang bukan kota yang populer untuk warga asing tinggal seperti di Tokyo karena memang kotanya bukanlah kota bisnis, tetapi lebih ke kota peristirahatan. Tidak heran di Akita, akan sangat sulit menemukan yang disebut dengan real business district

Berhubung warga Indonesia di Akita bisa dihitung dengan jari tangan dua manusia, maka semua berusaha mengumpulkan semua barang - barang yang dibawa dari Indonesia dan khas banget Indonesianya. Dalam sekejap, terkumpullah yang namanya batik, kebaya, makanan seperti tango, kerupuk, dan lainnya, wayang, blankon dan barang lainnya. Beberapa mahasiswa yang jadi pengurus juga berinisiatif untuk mencetak foto - foto terkait dengan Indonesia dan menjadikannya sebuah permainan agar dapat menarik minat pengunjung nantinya. 

Indonesia diberikan satu stand pameran ukuran 1 m x 1.5 m untuk meletakkan dan memamerkan seluruh kebudayaannya yang beragam. Di sini letak tantangannya, Indonesia yang beragam tidak akan bisa hanya diwakili oleh satu suku tertentu atau kepulauan tertentu dan tidak semua warga Indonesia mengenal budaya daerah lain dengan baik. Tantangan yang tidak mudah tapi pasti ada jalannya. Mengapa ini menjadi tantangan? Karena tidak semua warga Akita pernah ke Indonesia dan tidak semua warga Jepang mengenal Indonesia. Ada baiknya dan sangat luar biasa kalau kita bisa mengenalkan Indonesia itu bukan hanya Bali atau Jawa atau Sumatra saja, tetapi Indonesia itu ada Sabang sampai ke Merauke. Diri sangat senang terlibat dalam pengenalan budaya Indonesia ini. Jepang memiliki kebudayaan yang sangat homogen, dibandingkan Indonesia, sehingga membuat mereka seringkali bertanya - tanya apakah benar Indonesia itu beragam. Impresifnya itu loh yang harus dibangun kepada masyarakat asing. 


Salah satu upaya pengenalan budaya yang dilakukan juga kemarin, adalah penampilan tari oleh Mbak Ani, sepuh Indonesia yang sudah menetap di Akita hampir 20 tahun. Luar biasa bukan? Beliau adalah lulusan sekolah tari dan sangat aktif mengajar tari tradisional Indonesia di sekolah - sekolah di sekitar Akita dan utara Honshu ini. Penampilan ini sangat memukau para penonton loh. Bayangkan kalau mereka jadi penasaran dan ingin ke Indonesia. Betapa bangganya budaya kita makin banyak pecintanya selain diri kita sendiri. Selain itu, lihat juga penampilan tari dari grup wanita Indonesia di Akita yang dilatih langsung oleh Mbak Ani. Seru loh!