Thursday, July 07, 2016

Kedatangan Rektor ITB di Akita

Setelah tahun sebelumnya mahasiswa mendapat kunjungan dari Bang Andrea Hirata, Kak Meda Wayu dan Kato-sama, kali ini kunjungan dari rektor ITB menjadi salah satu yang istimewa untuk mahasiswa Indonesia. Di akhir September 2015, kunjungan dosen dan rektor ITB untuk WFURS menjadi salah satu kunjungan penting setelah beberapa kunjungan dari para expert di bidangnya sejak awal 2015 seperti Dr. Hedenquist, Dr. Joerg Matschullat dan lainnya. Jelang akhir September 2015, Akita University menjadi tuan rumah untuk WFURS (World Forum Universities on Resources and Sustainability) 2015. Konferenci WFURS diadakan tiap 1 tahun sekali dan diikuti oleh sekitar puluhan petinggi universitas di seluruh dunia. Ntah ini kebetulan atau tidak, pembimbing diri adalah salah satu executive committee board di WFURS sebagai bendahara. Setiap universitas yang berkeinginan bergabung juga dapat melakukan registrasi dan akan disetujui oleh sidang anggota WFURS setiap tahunnya. Setelah Akita di 2015, forum akan dilaksanakan di Rusia pada September 2016. Informasi lengkapnya tentang forum ini ada World Forum Suistainability. Siapa tahu universitasmu ingin registrasi sebagai bagian dari WFURS juga. 

Setelah jadwal yang ditentukan ada, para mahasiswa Indonesia di Akita berbagi jadwal untuk menjadi LO dan staf di WFURS. Di kesempatan ini, diri mendapat bagian keduanya sekaligus. Diri menjadi staf komite di WFURS untuk mengurus jalannya acara. Tugas pertama diri adalah menjemput para utusan di Bandara Akita yang datang sehari sampai 2 hari sebelum acara. Sehari sebelum acara menjadi waktu yang paling sibuk untuk kedatangan para petinggi universitas tamu di bandara Akita, termasuk diri yang menunggu para tamu dari pagi hingga malam. Terima kasih lelakiku yang sangat baik menemani selalu. Rektor ITB, Bapak Prof. Kadarsah Suryadi dan guru besar teknik pertambangan ITB, Bapak Prof. Rudi Sayoga berkesempatan sebagai wakil langsung dari ITB untuk WFURS 2015 datang sehari sebelum acara. Perjumpaan pertama diri dengan para wakil kampus almamater diri setelah hampir 2 tahun bersekolah di Akita University akhirnya terjadi di September 2015. 
Para peserta WFURS 2015 Akita University.
Hari - hari selanjutnya diisi dengan beragam agenda WFURS, mulai dari konferensi hingga field trip. Selain itu juga ada pertemuan antar petinggi kampus yang datang dan Akita University. Sungguh kesempatan yang asik! Beberapa mahasiswa dari jurusan geologi mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam poster presentation sebagai bagian dari konferensi WFURS 2015. Seluruh staf juga ikut serta dalam seluruh rangkaian acara, bahkan field trip. Selama 2 hari penuh, para peserta konferensi mengikuti acara dari pukul 09.00 hingga 17.00 yang diisi dengan presentasi, diskusi dan dialog antar universitas, termasuk sidang terbuka untuk kebijakan tahun selanjutnya. Para petinggi universitas yang ramah juga ikut ambil bagian dalam poster session mahasiswa Akita University untuk memberikan ide dan masukan tentang riset yang dilakukan. Setelah seluruh rangkaian acara konferensi selesai, seluruh mahasiswa Indonesia berkesempatan untuk makan malam bersama dengan para tamu dari ITB. Acara makan malam yang meriah di restoran sushi yang sudah disiapkan oleh salah satu mahasiswa dan sekaligus dosen Teknik Pertambangan ITB yang sedang menempuh pendidikan di Akita University, Pak Fadila. Obrolan ringan dan diskusi santai kami mengalir selama makan malam, ada banyak informasi baru yang diri dapatkan dari para petinggi universitas ini dan diri yakin akan berguna ke depannya. 
Diri bersama dengan para tamu dari Indonesia.
Hari selanjutnya, diri ikut dalam field trip ke beberapa destinasi sekitar Akita. Kesempatan field trip menjadi ajang yang paling menyenangkan karena tujuan field trip ke berbagai tempat processing plant mineral milik Dowa Mineral dan tempat tambang historis Osarizawa Mine. Seluruh petinggi universitas yang terlibat pun terlihat sangat menikmatinya. Kesempatan yang jadi ajang paling menyenangkan adalah melihat dan memegang langsung emas murni dan perak murni yang merupakan hasil dari processing plant milik Dowa di Kosaka. Processing plantnya menggunakan e-waste seperti handphone, laptop dan berbagai elektronik lainnya untuk diambil mineral berharga di dalamnya. Osarizawa Mine yang sudah tutup dan dikelolah sebagai tempat wisata juga menjadi tempat tujuan yang menyenangkan. Para petinggi universitas yang ikut pun terpesona dengan pengelolahan bekas tambang yang berkelanjutan sebagaimana tujuan dari WFURS sendiri. Hari ditutup dengan makan malam di bekas kantor administrasi Kosaka Mine yang kini sudah menjadi museum.
Suasana field trip di Osarizawa Mine.
Diri mencoba mengangkat emas batang murni, 19 kg!
Perjalanan yang menyenangkan selama WFURS ditutup sengan kesempatan dan banyak pelajaran berharga dari berbagai universitas dan instansi yang dikunjungi. Puji Tuhan, diri mendapatkan kesempatan yang menyenangkan seperti ini. Terima kasih juga lelakiku yang begitu baik untuk terus menemani diri selama perjalanan dan pekerjaan diri sebagai staf. Terima kasih sudah datang mengunjungi kami, bapak - bapak. 

Laskar Pelangi di Akita

Pertengahan November 2014, menjadi kesempatan yang bagus untuk WNI dan juga warga negara Jepang lainnya di Akita untuk bertemu dan berdiskusi dengan salah seorang penulis kenamaan Indonesia, Andrea Hirata. Novel tetralogi Laskar Pelangi yang sudah diterbitkan di Indonesia sejak tahun 2005 memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan dan pengembangan daerah Belitung sebagai objek wisata nasional. Laskar Pelangi sebagai novel pertama kali diterbitkan sudah diterjemahkan ke lebih dari 35 bahasa di lebih dari 134 negara oleh penerbit - penerbit terkemuka. Bang Andre, begitu beliau dipanggil, juga menerima banyak penghargaan sastra bergengsi dunia karena tetralogi Laskar Pelangi. Salah satunya adalah doctor honaris causa dari University of Warwick, Inggris yang sangat bergengsi. 
Foto bersama dengan Meda Wayu dan Bang Andre.
Kesempatan langka ini kami dapatkan saat kunjungan Bang Andre dalam rangka mempromosikan buku Laskar Pelangi yang baru saja diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Dr. Hiroaki Kato dan Dr. Shintaro Fututake dari Sophia University, Tokyo. Kato-sama juga melakukan penerjemahan lagu ost Laskar Pelangi yang dinyanyikan oleh kak Meda Wayu. Melalui perantara salah satu WNI, kak Tina S. dan Prof. Miyake di departemen linguistik, Bang Andrea Hirata, kak Meda Wayu dan Hiroaki Kato dapat datang ke Akita menyampaikan diskusi singkat tentang Laskar Pelangi dan menyajikan pertunjukkan lagu - lagu ost Laskar Pelangi. Dalam kesempatan yang sama, sekaligus menjadi official peluncuran buku Laskar Pelangi versi bahasa Jepang di Akita. Acara dilangsungkan tanggal 13 November 2014 di departemen linguistik Akita University. Hal yang menyenangkan adalah acara diskusi ini terbuka untuk umum dengan bahasa pengantar bahasa Jepang, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Oh iya, Miyake sensei sangatlah fasih berbahasa Indonesia sehingga diskusi kami menjadi lebih seru. 
Postet pengumuman acara diskusi buku.
Acara dimulai pukul 16.30 sore. Kak Tina dan Miyake Sensei sudah stand by menjemput rombongan bang Andre dari Akita station. Kami berkumpul semua di lokasi acara langsung dan bersiap untuk ikut acara diskusi buku Laskar Pelangi. Acara diskusi berjalan lancar dan baik dengan semua bantuan yang bisa kami miliki. Seorang teman asal Filipina bertindak sebagai dokumentasi acara ini dari awal hingga akhir. Selain itu, beberapa mahasiswa dari departemen linguistik juga membantu dalam persiapan acara diskusi ini. Acara diskusi dimoderatori dan langsung diterjemahkan juga oleh Miyake sensei dan juga Kato-sama. Selain membahas isi buku, bang Andre, kak Meda dan Kato juga melakukan pertunjukkan musik singka yang diambil langsung dari ost Laskar Pelangi. Para peserta diskusi yang datang pun semakin terhibur dan semangat untuk mengikuti acara hingga selesai. Hasilnya banyak pertanyaan selama diskusi berlangsung karena para peserta begitu bersemangat untuk mengenal Indonesia dengan segala keunikannya. 
Bang Andre membuka sesi dengan memperkenalkan Indonesia dan Belitung.
Miyake Sensei sebagai moderator.

Acara diskusi berlangsung selama 2 jam. Setelah acara selesai, peserta dapat membeli buku yang sudah diterjemahkan langsung kepada tim seharga 2000 yen per bukunya. Kesempatan yang baik untuk sekaligus mendapatkan tanda tangan dan foto bersama yang menulis dan menerjemahkannya. Bagi mereka yang tidak kebagian, buku Laskar Pelanginya pun dapat dibeli langsung di toko - toko buku atau pun amazon.jp. Praktis! Acara jamuan di rumah Miyake sensei juga dilakukan setelah acara diskusi langsung. Diri dan Kak Tina juga berkesempatan untuk ikut dalam acara jamuan di rumah Miyake sensei, bahkan kami sempat menginap karena keesokan harinya mengantar tim ke stasiun keesokan untuk menuju kota promo berikutnya. Malam hari di rumah Miyake sensei diisi dengan diskusi ringan, bernyanyi bersama dan penyerahan kenang - kenangan kecil untuk tuan rumah. Menurut diri, Bang Andre, kak Meda dan Kato adalah orang - orang yang humble. Dari sini juga, diri mendapatkan kesempatan untuk membuat proyek kecil yang bisa mendukung museum kata milik bang Andrea Hirata di Belitung. Diri berkesempatan untuk ikut ambil bagian di bagian museum mini geologi yang mereka miliki. Puji Tuhan apa yang diri lakukan bisa bermanfaat untuk yang lainnya.
Pertunjukan sederhana dari tim di rumah Miyake Sensei.
Kak Tina, Kak Meda dan diri di tengah badai Akita.
Di tengah dinginnya musim dingin Akita, diri dan Kak Tina mengantarkan tim berangkat ke stasiun. Hanya bang Andre dan kak Meda yang berangkat belakangan setelah Kato berangkat pada malam hari setelah acara jamuan. Sembari menunggu di stasiun, kami menyempatkan diri untuk mencicipi kopi khas Akita, kopi Hiroomote di stasiun dengan obrolan ringan tentang pendidikan, cita - cita dan mimpi. Puji Tuhan semua berjalan baik dan hingga waktunya bang Andre dan kak Meda harus berangkat. Di kesempatan lainnya, kami akan bertemu kembali. Perjumpaan singkat yang berkesan. Terima kasih Tuhan, terima kasih semuanya. 
Bang Andrea, kak Meda dan diri.

Tuesday, July 05, 2016

Farewell Party with Kiddy Cat

Sebelumnya diri juga pernah bercerita kalau diri memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengajar bahasa Inggris untuk anak - anak Jepang. Nama kursusnya adalah Kiddy Cat yang berdiri relatif baru di Akita sendiri. Lokasinya yang dekat dengan Menara Serion, diri berkesempatan untuk mengajar kembali sebelum akhirnya diri pulang. Ini juga menjadi semacam farewell party untuk diri dengan anak - anak yang diri pernah ajar sejak 2.5 tahun yang lalu. Meskipun tidak rutin, diri tetap senang dan selalu mendapatkan memori yang berkesan saat bisa mengajar ke Kiddy Cat.
Welcome to the party!
Setelah selesai sidang, diri berkesempatan untuk mengunjungi Kiddy Cat kembali. Waktu yang juga pas dengan kehadiran lelakiku di Akita sehingga diri bisa mengajak dia untuk dikenalkan kepada anak - anak didik diri. Anak - anak Jepang, bahkan ibu - ibunya selalu excited ketika tahu ada orang asing yang datang dan masih muda sudah menikah. Setidaknya itu kesan yang selalu diri dapatkan ketika datang. Mereka senang sekali menanyakan apakah diri sudah berpasangan atau belum, meskipun bertanya dengan malu - malu awalnya. 
Foto dengan calon model dan manga artist.
Farewell party yang diadakan oleh Futada Sensei kali ini masih mengangkat tema musim dingin karena waktu itu masih di sekitar Februari atau puncaknya musim dingin. Futada sensei menunggu sampai saat diri bisa datang di tengah semua persiapan diri untuk sidang sebelumnya yang cukup menyita waktu diri hari lepas hari. Setelah sepakat harinya, diri dan lelakiku datang ke tempat Kiddy Cat dijemput oleh Futada Sensei. Kami juga mengajak teman kami, Thomas dengan harapan dia akan menjadi next teacher di Kiddy Cat ke depannya menggantikan diri. Futada sensei menjemput kami di depan kampus dan langsung dengan kendaraan pribadinya meluncur ke Kiddy Cat. Seperti biasa, kami sampai selalu lebih awal untuk melakukan briefing dan persiapan acara. Saat itu masih pukul 13.00 sedangkan acara dimulai pukul 14.30 karena di hari sabtu, anak - anak ada banyak kegiatan extrakurikuler di sekolah. 

Hari ini, kami memulai tepat waktu acaranya. Satu per satu dari mereka datang diantarkan oleh orang tuanya. Wajah - wajah bahagia itu menyenangkan memang untuk dilihat. Awal mulai, kami melakukan perkenalan kembali untuk lekakiku dan Thomas. Rasanya senang sekali saat melihat anak - anak excited mengenal dua guru baru mereka hari itu. Acara utama dimulai. Kami membacakan buku cerit abergambar dalam bahasa Inggris bergantian dan dilanjutkan dengan permainan, juga membuat kerajinan tangan. Anak - anak dilatih untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris meskipun sederhana saat mereka membuat kerajinan tangan berupa pajangan kepala santa claus! Lelakiku sibuk membantu para anak - anak yang umurnya lebih kecil, sedangkan Thomas harus menjaga satu anak, Kenta, yang sangat aktif dalam mengerjakan bagiannya. Diri juga sibuk membantu anak - anak yang usianya lebih tua. hehehehee...
Foto dengan karateka dan balerina. Hana, akita bijin.
Selesai acara dan semua bersiap foto.
Selesai membuat kerajinan tangan, kami melanjutkan ke permainan BINGO dengan menggunakan peralatan mainan yang sudah disiapkan oleh Futada Sensei. Seperti sebelum - sebelumnya, anak - anak selalu senang belajar sambil bermain. Dengan setiap angka yang keluar, anak - anak diminta menyebutkan angka tersebut dalam bahasa Inggris. Juara permainan ini akan mendapatkan hadiah berupa stiker yang disukai kebanyakan anak - anak Jepang. Buat mereka yang tidak juara, seperti diri juga, tetap dapat stiker tetapi dalam jumlah yang berbeda dan bentuk yang berbeda pula. Selesai permainan, kami menyempatkan diri mengambil beberapa foto dan membagikan bingkisan kecil untuk setiap anak yang sudah disiapkan oleh Futada Sensei. Anak - anak selalu senang saat mendapatkan bingkisan hadiah setelah selesai belajar. Lelakiku pun sangat excited untuk bermain dengan anak - anak, ia dengan telaten menjawab tiap pertanyaan anak - anak yang bertanya kepadanya dalam bahasa Inggris sederhana bercampur dengan bahasa Jepang. Luar biasa! Pengalaman hari itu yang membuat semua orang tertawa senang karena farewell party berjalan lancar. Kenta yang awalnya tidak nyaman pun karena kakak kesayangannya tidak bisa hadir bersama dengan dia pun bisa menikmati acara hingga selesai. Diri senang sekali bisa berbagi dengan anak - anak di Kiddy Cat, apalagi expresi bahagia lekakiku di sana. 
Lelakiku membagikan bingkisan kepada anak - anak.

Pindahan Barang dari Jepang

Nah ini pasti akan berguna buat siapapun yang akan pulang dari Jepang setelah cukup lama menetap. Beruntunglah diri sebagai WNI, ada banyak pilihan untuk mengirimkan barang dari Jepang. Kerjasama antar negara yang sangat membantu ini membuat diri bisa mengirimkan barang dengan lebih mudah dan yang pasti harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan kawan - kawan lain yang tidak ada kerjasamanya. Setelah menetap hampir 3 tahun di Jepang, diri harus kembali ke Indonesia, termasuk perintilan yang diri miliki selama di sini pun mau diri bawa pulang. hehehe..terima kasih lelakiku. Puji Tuhan berkatNya sangat banyak selama diri tinggal dan sekolah di Akita, mulai dari peralatan rumah tangga, sampel, bahan ajar, buku - buku, peralatan lainnya sampai boneka pun Tuhan berikan sangat banyak. Kalau saja Tuhan mengizinkan, mungkin diri bisa membawa seluruh isi rumah tanpa ada yang dijual, tapi tidak semuanya bisa berjalan demikian kan. Total 16 kardus yang bisa diiizinkan oleh Tuhan kirimkan saja sudah membuat diri senang. Itu masih di luar total sekitar 6 koper yang diri bawa dengan menggunakan pesawat. Terima kasih lelakiku..sekali lagi..
Persiapan packing. Satu dari 16 kotak yang dibawa.
Dengan barang sebanyak itu, bagaimana bisa semuanya dikirimkan? Tenang, ada banyak jalan menuju ke Roma dan kali ini menuju rumah di Indonesia. Terlebih Jepang adalah salah satu negara dengan komunikasi barangnya aka sistem pengiriman barangnya sangat bagus dan efisien. Beberapa pilihan tersedia bagi WNI untuk urusan pindahan seperti ini. 
1) Pengiriman via JP Post. Pengiriman dengan metode ini pun masih ada beberapa pilihan yang tersedia. Sebagaimana yang ditawarkan dari pihak JP Post, ada 3 macam paket yang tersedia dengan kecepatan sampai barang dan harga jasa yang harus dikeluarkan pastinya. Paket kilat 5 hari sampai di tempat tujuan atau EMS adalah paket paling mahal yang bisa digunakan. Biaya pengirimannya dihitung per kg dan maksimal satu boxnya adalah 30 kg saja. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya hingga 26500 yen untuk tujuan negara - negara Asia. Harga juga bervariasi dengan negara lokasi tujuan EMS (Air Mail). Cek ratenya di JP Post EMS Rate. Pilihan paket kedua adalah Economy Air (SAL) yang dijamin barang akan sampai dalam waktu kurang lebih 3 minggu. Pengirimannya masih menggunakan pesawat tetapi prioritasnya tidak sama dengan EMS. Harga yang diterapkan juga masih cukup mahal jika berencana mengirimkan banyak barang. Variasi harganya bisa dicek di JP Post SAL Rate. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya sekitar 16000 yen untuk tujuan negara - negara Asia Tenggara. Pilihan paket terakhir yang juga paling murah adalah Surface Mail. Biaya yang dibutuhkan untuk 30 kgnya adalah 11300 yen dengan waktu tunggunya mencapai kurang lebih 3 bulan hingga sampai di tempat tujuan karena pengiriman menggunakan kapal dan moda transportasi termurah di negara tujuannya. Cek kepastian ratenya di JP Post Surface Mail Rate

2) Pengiriman via kargo. Di Jepang, ada beberapa operator kargo yang menyediakan jasa pengiriman barang ke Indonesia. Mereka umumnya berada di port - port besar seperti Yokohama dan Kobe. Salah satu operator kargo yang kemarin sangat membantu diri dan lelakiku adalah Kami Gumi, Ltd. Perusahaan kargo yang berkantor pusat di Kobe ini sudah bekerja sama mengirimkan barang - barang milik WNI yang akan pindahan ke Indonesia kembali sejak 1985 dan menurut diri memang mereka sangat terpercaya. Pengiriman dengan menggunakan kargo ini akan dilakukan secara kolektif dan memiliki jadwal yang cukup ketat. Hal ini semata - mata untuk memperlancar pengurusan administrasi dan penghitungan detail biaya dan tempat yang digunakan. Di Jepang semuanya harus bisa tepat waktu dan efisiensi dalam mengurus segala sesuatunya. Tiap tahunnya, operator Kami Gumi menerima pengiriman barang dua kali pada bulan April dan Oktober. Namun, pendaftaran untuk pengiriman memiliki beberapa persyaratan yang harus dipatuhi dan diikuti, seperti mereka yang permanen pulang ke Indonesia lah yang bisa mengirimkan barangnya via kargo, mengurus surat - surat ke KJRI, kantor pusat di Kobe dan Jakarta, juga mengurus administrasi lanjutannya setelah tiba di Jakarta untuk ke beacukai. Namun, semuanya akan terasa mudah karena pihak dari Kami Guminya pun sangat membantu dalam banyak hal selama kita mengikuti prosedur yang ada. 

Pendaftaran sebagai pengirim biasanya sudah dibuka sekitar 4-5 bulan sebelum batas akhir pengiriman kargo ke Indonesia. Setelah mendaftar, para peserta akan dibagi ke dalam kelompok - kelompok dan membuat masing - masing dafatr bawaannya yang detail dan sejujur - jujurnya. Jadi, para pengirim sudah harus tahu 2-3 bulan sebelumnya barang - barang apa saja yang akan dibawa secara detail di dalam tiap kotaknya. Itu semua pun tidak boleh diubah kembali jika sudah dilegalisir oleh pihak KJRI. Tiap kesalahan atas ketidakcocokan daftar dan isi kotak saat diperiksa akan menjadi tanggung jawab pihak pengirimnya. Harga yang ditetapkan adalah berdasarkan satuan meter kubik, sehingga pembiayaannya cenderung lebih murah. Batas maksimal sekitar 25-30 kg per kotak yang dikirimkan. Ada beberapa ketentuan detail untuk barang - barang khusus, seperti alat olahraga dan alat musik yang semuanya juga sudah dikirimkan kepada setiap peserta untuk dipelajari sesaat setelah terdaftar. Harga per April 2016, biaya kirim per meter kubiknya dari port Yokohama ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sekitar 25000 yen, belum termasuk dengan biaya pajak, dokumen, premi asuransi dan pengiriman hingga alamat tujuannya. Jadi pembiayaan disesuaikan dengan tujuan akhir barang dan berapa meter kubiknya total kardus yang dibawa. Opsi ini yang sangat diri sarankan untuk yang ingin pindahan permanen aka pulang kampung agar tidak menghabiskan banyak biaya. Pihak Kami Gumi mengizinkan pembawaan hampir semua barang, kecuali kendaraan dengan sparepartnya, makanan, material pornografi dan beberapa lainnya. Jika hanya barang - barang umum keperluan penetap sementara seperti kulkas, mesin cuci, pemanggang, alat olahraga dan lainnya, biasanya tidak akan jadi masalah. 

3) Barang bisa dibawa dengan menggunakan paket extra baggage airline. Ini adalah opsi yang biayanya cukup mirip dengan opsi pengiriman metode surface mail. Namun, kelebihan yang didapatkan adalah waktu pengiriman yang singkat karena barang akan sampai bersamaan dengan yang membawa di airport tujuan akhir. Opsi ini bisa digunakan dengan catatan hanya untuk operator airline yang menghitung extra bagasinya sebagai per piece koper (23 kg), bukan dihitung per kg additionalnya. Contoh airline yang bisa menerima sistem ini adalah Korean Air dan ANA. Kedua, opsi ini bisa digunakan dengan lebih murah jika tiket yang digunakan adalah tiket terusan dari domestik lalu internasional misalnya dari Akita, langsung Haneda dan Jakarta sebagai tujuan akhir. Pindah pesawat dilakukan dengan operator yang sama sehingga tidak ada collecting bagasi kembali dan biaya kelebihan bagasi hanya dibayarkan sekali sampai bandara tujuan akhir. Biaya yang dibayarkan per bagasinya untuk ANA sekitar 10000 yen (23 kg tiap 1 kopernya) dan 100US$ untuk Korean Air. Jika terpaksa harus collecting bagasi, pengiriman dengan Takyubin atau Kuroneko 1-2 hari sebelum keberangkatan ke bandara internasional juga dapat dilakukan sehingga dapat lebih menghemat biaya kelebihan bagasi untuk penerbangan domestik yang umumya 5000 yen per piecenya. Biaya pengiriman koper ke Haneda/Narita umumnya akan lebih murah, tergantung dari mana titik pengirimannya, serta barang juga dapat langsung diambil di airport tujuannya pada jam yang disepakati. Barang - barang yang akan dikirimkan ke airport juga dapat diambil langsung ke rumah oleh pihak Kuroneko sehingga sangat menghemat waktu dan biaya taxi untuk membawa berapapun barang yang akan dikirimkan. 

Itu tadi beberapa pilihan buat siapapun yang akan segera pulang ke Indonesia. Berhubung Jepang sangat variatif, diri yakin masih banyak opsi lainnya yang mungkin akan terus tumbuh ke depannya. Selamat memilih. 

Akita University Museum

Sekolah di Jepang, kebanyakan pasti memiliki fasilitas museum. Terlebih buat sekolah - sekolah yang punya jurusan geologi atau tambang. Beberapa kampus yang diri tahu ada fasilitas museum adalah Akita University, Hokkaido University dan Kyushu University. Hampir semuanya adalah museum tentang geologi dan tambang karena memang sekolah - sekolah ini memiliki program unggulan di bidang tersebut. Museum geologi atau tambang di Akita University berada tepat di bukit belakang Akita University. Museum yang bertingkat 3 ini memiliki beberapa eksibisi yang menggambarkan fenomena alam, dari sampel batuan dan mineralogi, maket pertambangan dan minyak bumi, juga beberapa fosil berharga. Seluruh sampel berasal dari berbagai negara, juga dari pastinya dari Akita. Akita merupakan salah satu laboratorium alam yang masih sangat terjaga. Selain eksibisi, museum juga mempunyai fasilitas tambahan untuk analisa sampel bagi mahasiswa yang sedang melakukan riset. Gedung yang digunakan, langsung terletak di sebelah gedung pameran utama museum. 
Salah satu sampel batuan dari koleksi yang ada.
Singing rocks.
Tiket masuk museum untuk umum hanya 100 yen per orang dan gratis untuk mahasiswa Akita University, cukup dengan menunjukkan KTM saja. Selain pameran sampel bebatuan dan mineral yang disusun berdasarkan cerita terbentuknya, pengunjung juga dapat mencoba langsung beberapa alat peraga dan menonton video terkait dengan proses pembentukan alam. Ada alat peraga dari batuan yang bisa mengeluarkan bunyi alunan musik karena bagian tengah batuan yang kosong ataupun maket besar yang menunjukkan sebaran tambang di seluruh Jepang. Saat diri terakhir mengunjungi, di museum baru saja ada alat peraga semacam PS3 untuk belajar memplanning penambangan bawah tanah. Museum juga memiliki satu ruang audiotorium besar yang biasanya digunakan untuk kuliah umum atau presentasi terbuka bagi publik yang ingin belajar tentang geologi. Biasanya museum ini memiliki kegiatan tahunan untuk memberikan semacam kelas bagi masyarakat umum untuk mengenal apa itu geologi dan tur keliling museum untuk belajar apa saja yang disajikan di museum. Banyak masyarakat umum yang ikutan loh dalam program ini, terutama anak - anak dan orang tua.
Alat peraga pertambangan.

Alat peraga lainnya.
Bonus trek jalan ke atas bukit, tempat museum didirikan, pengunjung bisa melihat pemandangan Akita sepanjang mata memandang. Jika kita datang saat cuaca cerah, pengunjung bisa menikmati pemandangan pinggir Laut Jepang dengan instalasi pembangkit listrik tenaga anginnya yang sedang aktif beroperasi. 

Monday, July 04, 2016

Serion Tower, Spot Kunjungan di Akita

Jalan - jalan di pelabuhan mungkin tidak jadi pilihan bagi kebanyakan orang. Diri juga tidak pernah kepikiran jalan - jalan ke pelabuhan untuk sightseeing. Akan tetapi, di Akita, ada spot pengamatan yang cukup keren untuk dikunjungi jika ada waktu. Namanya Serion Tower. Menara Serion adalah menara pengamatan dengan tinggi kurang lebih 120 m dan digunakan sebagai salah satu objek wisata di Akita. Letaknya di Pelabuhan Akita, menyajikan pemandangan indah ke arah Oga dan sekitar Akita secara 360 derajat. Selain menjadi tower pengamatan, di sini juga tersedia fasilitas belanja oleh - oleh di lantai dasar menara, tempat rekreasi permainan anak - anak dan juga restoran di lantai 23 atau 2 lantai di bawah titik pengamatan tertinggi. 
Akita Port
Pengunjung dapat menikmati fasilitas pengamatan di Serion Tower dengan gratis. Pengunjung dapat menggunakan dua buah lift yang tersedia untuk menuju puncak tower di lantai 25. Di bagian paling atas tower, pengunjung punya kesempatan untuk melakukan observasi ke sekeliling kota Akita. Jika cuaca sedang sangat bagus, pengunjung bisa melihat Oga Pennisula. Dengan membayar 100 yen per 10 menit, pengunjung juga dapat menggunakan teropong berbayar untuk mempermudah pengamatan ke sekililing. Di sekitar area Akita port, pengunjung disajikan pemandangan lepas Laut Jepang dan berbagai macam pabrik yang meletakkan operasional mereka di sekitar port untuk mempermudah jalur perdagangan. Di pos pengamatan tertinggi, seluruh bagian dibuat dari kaca yang dapat membuat mereka yang sedikit fobia ketinggian bisa bermasalah, seperti diri. Dari lantai 25, pengunjung juga dapat menggunakan tangga untuk menuju lantai 23 atau restoran, selain dari lift yang tersedia. Akan tetapi, tidak tersedia tangga untuk berjalan sampai ke lantai terakhir. Tangga darurat hanya dibuka untuk kondisi darurat seperti fungsinya. 
Serion Tower dengan lekakiku
Oleh-oleh di lantai dasar.
Pemandangan di sekitar pelabuhan.
Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi, sepeda atau kendaraan umum. Pilihan terbaik ada bus dan taxi. Bus nomor 232  dan 100 (kalau tidak salah..hehehee..) yang langsung menuju menara Serion dari dan ke stasiun setiap harinya, kurang lebih 6-8 kali sehari. Biayanya hanya sekitar 320 yen untuk sekali jalan. Beda halnya dengan taxi yang jelas akan sedikit mahal, tergantung dari mana start perjalanannya, misal dari Tegata akan kena biaya sekitar 3500 - 4000 yen untuk sekali jalan. 
Pemandangan kota Akita.
Kesempatan yang baik bersama dengan teman baik pun diri tak lewatkan untuk berkunjung ke Serion Tower bersama lelakiku saat dia dapat kesempatan berkunjung menengok diri. Bahagianya bisa lelakiku dapat mengunjungi Serion Tower dan menunjukkan kota Akita. Thank you juga friend sudah membawa kami.
Titik pengamatan di lantai paling atas bersama lelakiku.

Akita University

Ada beberapa postingan tentang kampus diri di Jepang. Yang jelas saat diri tinggalkan, mereka sedang dalam pengembangan yang sangat pesat. Mungkin ada beberapa yang akan berbeda, tetapi setidaknya beberapa foto di bawah bisa memberikan gambaran bagaimana si Akita University itu. Sebagai catatan, diri adalah mahasiswa di geologi, jadi foto - foto yang ada mungkin sedikit terfokus di bagian yang dekat dengan fakultas diri. Sebagian cerita tentang kampus diri ini juga sudah diri tuliskan di bagian Leading Program, beberapa postingan sebelum ini. Diri berharap ini bisa membantu untuk siapa saja yang akan menjadi murid baru di Akita University. Welcome!

Wisuda April atau Spring semester entrance.
Tampak depan kampus Akita di Tegata.
Bagian belakang, area parkir sepeda. 
Acara wisuda lulusan September atau Fall semester. entrance.
Salah satu kelas dan forum kegiatan mahasiswa di Akita University.
Di depan perpustakaan dan gedung utama para profesor saat ini.
Salah satu taman di dalam kampus Akita Tegata.
Fasilitas kampus Akita University di Tegata sendiri ada klinik kesehatan, kantin (tanpa makanan khusus halal), ATM center, perpustakaan, ruang mini konser, area kegiatan mahasiswa atau ekstrakurikuler, kantor rektorat, kantor administrasi kampus, All Room (English Room), laboratories, class rooms dan lainnya. Kampus Tegata Akita University sangat mudah dijangkau dari Akita station atau Akita eki. 

Ambil bus jurusan nomor 370, 371, 372, 373 yang langsung berhenti di stasiun Akitadaigaku-mae atau menggunakan bus nomor 350, 351, 352, 360, 361 dan 362 dan berhenti satu stasiun setelah yamasaki-mae. Taxi juga dapat menjadi pilihan langsung dari Akita eki menuju Akita University dengan biaya berkisar 990 hingga 1090 yen untuk satu kali jalan. Alamat Akita University ada di 1-1 Tegatagakuen machi, lokasinya cukup dekat dengan stasiun. Pilihan jalan kaki juga dapat dilakukan yang membutuhkan waktu sekitar 30 - 45 menit melalui beberapa jalan yang tersedia (kondisi musim panas-musim semi). 

Kontrak HP di Jepang

Sambungan telpon dan internet pasti akan menjadi kebutuhan utama buat siapapun yang sedang berkunjung ke negara orang lain, apalagi untuk tinggal. Saat sudah menentukan dimana tujuan berangkat atau tinggal ke depannya. Sebaiknya bagian ini harus segera dipertimbangkan agar persiapan untuk memiliki akses komunikasinya bisa lebih mudah. Di Jepang, komunikasi sangatlah mudah untuk diperoleh. Akses wi-fi ada di mana - mana seperti yang selalu diumumkan oleh pemerintah Jepang melalui promosi turismenya. Kita bisa menemukan wifi gratis hampir di seluruh tempat publik, seperti stasiun, bandara, mal dan bahkan supermarket (kombini) untuk digunakan para turis. Selain itu , untuk mereka yang datang untuk jangka pendek, dalam artian hitungan hari atau minggu, bisa menggunakan sistem penyewaan mode komunikasinya. 

Bagaimana dengan mereka yang tinggal untuk jangka waktu yang cukup panjang, kayak diri yang mahasiswa dulu?

Itu mudah! Jepang terkenal dengan sistem komunikasi yang cukup ketat dan teratur. Tidak ada yang namanya sistem prabayar atau voucher seperti yang Indonesia miliki. Kepemilikan telpon sangat mudah diperoleh, tetapi kepemilikan nomornya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Nomor handphone di Jepang hampir mirip seperti identitas KTP kita. Dengan aturan yang ketat, umumnya warga Jepang hanya memiliki satu nomor telpon saja. Sistem voucer baru saja diluncur di awal 2016 ini, tetapi pembiayaannya sama seperti dengan model pasca bayar yang sudah ada dan aturan kepemilikan nomornya tetap sama seperti aturan yang ada. Nomor yang dimiliki setiap orang akan menjadi identitas dimana pun pengurusan administrasi lainnya, seperti asuransi kesehatan, pendidikan dan lainnya. Dengan adanya sistem komunikasi yang baik ini jugalah, diri pernah terbantu sekali saat ada pengiriman barang ke alamat diri tanpa nama, tetapi hanya dengan nomor telpon saja. Barang yang dikirim semua sampai dan nama diri dituliskan sendiri oleh pihak provider pengiriman. Komplit!

Di Jepang, ada beberapa provider telekomunikasi yang terkenal, seperti Softbank, AU dan NTT Docomo. Semua provider komunikasi memiliki aturan yang kurang lebih sama untuk kepemilikan nomor teleponnya. Hanya kebijakan kontrak kepemilikan telepon yang sedikit bervariasi di antara operator. Tiap operator juga mempunyai kelebihan dan kekurangan masing - masing, baik dari teknis komunikasinya, pengajuan kontraknya, pelayanan di provider workshopnya dan lainnya. Pertimbangan - pertimbangan ini bisa dicari langsung di internet untuk tiap detail providernya. Diri hanya akan menyampaikan apa yang mungkin bisa membantu untuk memiliki telpon genggam dari operator Softbank yang dulu diri pernah punya selama di Jepang. 

Pilihan diri saat di Jepang jatuh kepada menggunakan Softbank sebagai providernya. Diri mengambil kontrak penggunaan telpon selama 2 tahun yang umumnya paling sebentar di Softbank. Apa saja yang perlu disiapkan?
1) Alien Card yang valid atau visa Japan yang menyatakan sampai kapan kita akan tinggal di Jepang. Ini biasanya digunakan untuk pertimbangan pemberian kontrak teleponnya. 
2) Student Card juga dibutuhkan untuk mereka yang mahasiswa agar memudahkan dalam mengajukan kontrak yang paling murah dan dapat diskon untuk mahasiswa. 
3) Rekening Bank yang akan digunakan untuk pemotongan pembayaran bulanan penggunaan hape kita. Sistem pembayaran yang diri dapatkan di Softbank hanya ada sistem debit rekening koran tiap tanggal yang ditentukan. Ini bisa dibicarakan dengan pihak provider. Ada beberapa provider yang bisa menerima pembayaran di kombini atau supermarket.
Cabang softbank terdekat di Akita University ada di Hiroomote (per Maret 2016 ya!)

Menuju cabang Softbank
Semua persiapan data ini penting untuk mendapatkan kontrak handphone yang dibutuhkan. Semua pengurusan GRATIS dan telpon langsung dapat digunakan setelah itu juga. Jika mengalami kesulitan untuk mengurusnya, ada baiknya memiliki teman yang lancar berbahasa Jepang karena ada beberapa bagian kontrak yang harus dinegosiasi seperti lamanya kontrak dan pemutusan kontraknya. Pembayaran bulan pertama akan dilakukan setelah pemakaian bulan tersebut. Misalnya kita pasang teleponnya tanggal 1 April dan pembayaran akan dilakukan pada bulan Mei, pembayaran untuk pemakaian Mei akan dilakukan pada bulan Juni dan seterusnya. 

Setelah dua tahun, kontrak handphone yang diri miliki selesai dan diri tidak kena penalti jika diri mau menutup nomor handphone tersebut atau mengganti dengan handphone yang baru pada akhir kontrak. Jika diri mau melanjutkan penggunaan handphone, maka diri membuat kontrak baru untuk penggunaannnya dan sistem biaya baru pun diterapkan. Diri menggunakan kontrak baru sampai diri pulang ke Indonesia. Nomor handphone yang dimiliki selama di Jepang harus ditutup ketika akan kembali ke negara asal secara permanen. Jika tidak ditutup akan menimbulkan sistem pembayaran tiap bulannya yang terus berjalan. Diri tidak tahu apa konsekuensi hukumnya, tetapi hampir semua orang yang ada akan taat untuk menutup nomor telepon sebelum mereka kembali ke negara asalnya. 

Dalam pengurusan kontrak teleponnya pun kurang lebih sama yang dibutuhkan. Hanya jumlah uang yang disiapkan untuk penutupan nomor akan berbeda tergantung kontraknya sudah selesai atau belum. Jika kontrak sudah selesai, penalti yang dibutuhkan hanya untuk biaya penutupan nomor telepon sekitar 10,800 yen (sudah pajak 8%) plus biaya bulanan terakhir. Jika kontrak belum selesai, maka pembayaran juga ada biaya penutupan nomor handphone, plus biaya bulanan terakhir dan biaya sisa harga telepon yang dipilih.  

Oleh karena itu, silahkan ditentukan yang mana ingin digunakan ke depannya ya. Minimal ada gambaran bagaimana sistem kontraknya ya. 

Ikut Hari Anak Perempuan Jepang

Kesempatan langka buat diri setelah menyelesaikan sidang yang banyak dan segala laporan profesional lainnya. Diri berkesempatan untuk ikut merayakan Hanamatsuri atau yang dikenal sebagai hari anak perempuannya Jepang. Biasanya perayaan ini jatuh pada tanggal 3 Maret tiap tahunnya dengan pemasangan boneka khasnya si Hina-ningyo dilakukan sebulan sebelum hari perayaannya. Pemasangan boneka Hinaningyo dilakukan oleh si empunya rumah yang memiliki anak - anak perempuan. Dulunya pemasangan boneka ini dilakukan untuk doa bagi anak - anak perempuan dalam keluarga untuk mendapatkan jodoh ke depannya. 


Memasang boneka Hina-ningyo.
Sekali ini, diri mendapatkan kesempatan untuk ikut memasang boneka Hina-ningyo bersama dengan keluarga dekat diri di Jepang. Kebetulan keluarga diri di Jepang hanya memiliki anak - anak perempuan. Keluarga Koseki memiliki tiga anak perempuan yang masih kecil, sedangkan keluarga Nishi memiliki dua anak perempuan yang sudah menikah dan juga memiliki 3 cucu perempuan dan 2 cucu lelaki. Kali ini diri ikut memasang boneka Hina-ningyo bersama dengan keluarga Koseki dan Nishi di rumah keluarga Nishi. Okasama Nishi memasang boneka ini untuk cucu - cucu perempuan mereka yang tinggal di Tokyo dan Australia. Wonderful! Okasama memiliki boneka Hina-ningyo yang ia juga dapatkan dari keluarganya. Boneka yang akan kami pasang saat memiliki 7 tingkatan dengan boneka raja - ratu dan putri beserta dayang - dayangnya yang sangat unik. Pemasangan kami mulai dengan menyiapkan seluruh boneka dari kotak - kotak yang ada, memasang besi holder boneka dan memasang karpet merah untuk pelapisnya. 
Okasama sedang memasang bagian yang terakhir.
Ada banyak bagian yang akan dipasang dalam satu set boneka hina-ningyo. Para keluarga kerajaan yang dipasang berikut dengan perabotannya, seperti buah persik, lemari pakaian, alat makan, alat musik dan lannya. Seluruh perabotan yang dipasangkan mewakili seluruh kebutuhan seorang anggota kerajaan. Boneka-boneka tersebut mengenakan kostum indah istana kuno dari periode Heian (794-1185). Kostum untuk Kaisar disebut “juuni-hitoe” (jubah upacara 12 lapis). Konon katanya, pakaian yang dipakai untuk kostum ini sama dengan kostum pernikahan yang masih dipakai putri kerajaan Jepang juga pada tahun 1993. Cantik bukan?! 

Boneka Hinanigyo
Harga satu set boneka hina-ningyo sangat mahal, harga paling murah 100 yen yang dibuat dari plastik hingga bisa di atas 2 juta yen, bergantung model, bahan dan tingakatannya. Boneka hina-ningyo yang paling mahal yang diri pernah lihat berharga hingga 3 juta yen untuk 5 tingkat dengan pakaian kerajaan yang sangat indah dipasangkan pada bonekanya. Namun akhir - akhir ini, tidak banyak warga Jepang yang memiliki boneka ini karena rumah yang sempit dan harganya yang mahal. Kebanyakan masyarakat Jepang mensiasatinya dengan memasang boneka hina-ningyo raja dan ratu saja yang tidak banyak menghabiskan tempat dan harganya lebih murah. 

Mochi.
Selain memasang boneka ini, masih ada banyak makanan khas yang dijual selama festival anak perempuan. Hampir semua supermarket ikut serta merayakan festival ini. Ada berbagai makanan khas, terutama mochi seperti hishimochi dan sakura-mochi yang dibuat untuk hari anak perempuan. Pada hari H-nya, keluarga akan berkumpul dan menikmati makan bersama yang sudah disiapkan para ibu di rumah. Selepas makan bersama, seluruh keluarga akan langsung melepas boneka tersebut di hari yang sama karena ada kepercayaan bahwa melepasnya setelah tanggal 3 Maret, anak - anak perempuan mereka bisa terlambat menikah atau tidak mendapatkan jodoh. 

Hidupmu Indah, Kawan!

Hari terus berganti, saat semua yang ada sudah diri persiapkan dengan baik. Akhirnya diri mengakhiri perjuangan di Akita, Jepang dan siap melanjutkan mimpi - mimpi baru di negara asal diri, Indonesia. Semua terasa sangat cepat berlalu. Diri mungkin katakanlah memang lebih nyaman berada di Jepang, dimana diri bisa mengembangkan diri dengan apa adanya meskipun berada di antara tekanan yang tidak habisnya dari luar. Hanya kekuatan dari dalam yang diberikan Tuhan lewat lelakikku dan orang - orang yang benar - benar baiklah yang membuat diri mampu berdiri hingga akhirnya ada di sini, di tempat diri menuliskan cerita ini. Diri selalu bahagia menjalani apapun yang terjadi selama lelakiku ada di sini dan dia pun bahagia. Seperti yang sudah - sudah diri ceritakan di postingan sebelumnya, perjalanan sekolah ini ada karena Tuhan memakai lekakiku mengantarkan diri sampai di tahapan ini dengan segala perjuangannya yang tidak terkira. 

Perjalanan segera selesai dan sebenarnya sudah selesai di tahap pendidikan yang diri jalani. Akhirnya diri dinyatakan lulus dan dilantik dan diberikan tanggung jawab baru sebagai doctor of engineering. Terima kasih Tuhan! Seluruh ini adalah karena Tuhan dan lekakiku, tidak ada sedikit pun upaya diri ada di sana. Kalau saja Tuhan tidak bermurah hati dan lekakiku tidak mau menjadi agennya Tuhan, bubar ini semua pendidikan yang sedang dijalani. Tipikal diri yang cukup keras kepala dan kebiasaan diri yang seringkali rendah diri, tidak membuat segala sesuatunya baik. Orang boleh berkata sekolah di luar negeri itu mudah atau gampang, katakan iya dan katakan tidak. Itu semua bergantung dimana kau berdiri dan seperti apa kau menyikapinya. Diri bersyukur mengalami semuanya, maka diri berani mengatakan iya dan tidak. Mudah jika kita punya pegangan yang cukup kuat, baik itu pada Tuhan atau pasangan atau keluarga. Tidak jika kita hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. 

Diri selalu yakin mereka yang mendapat kesempatan seharusnya memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Pepatah Jepang mengatakan ichigo ichi, yang artinya hanya ada satu kali kesempatan untuk hal yang terbaik. Nothing more or less. Diri baru memahami itu selama perjalanan sekolah di Jepang yang diri jalani. Puji Tuhan seluruhnya selesai. Ada banyak perubahan yang diri harus alami dan ditempa oleh Tuhan. Pasangan yang membuat diri kuat, meskipun diri yakin pasti kekuatan lekakiku pun pasti terkuras untuk membuat diri berubah. Ada banyak pengalaman, ada banyak kejadian, ada banyak cerita yang terjadi selama diri sekolah di Jepang. Pendidikan yang diri jalani tidak hanya sebatas pada pendidikan formal, tetapi pendidikan kehidupan yang sampai sekarang diri tengah jalani di Indonesia, saat menuliskan ini dan sepertinya ini akan terus berlanjut seumur hidup. Sekolah kehidupan yang diri jalani di Jepang memberikan jauh lebih banyak dari apa yang diri pernah bayangkan atau mungkin inginkan. Pendidikan formal bisa dipelajari memang dan jawabannya ada di sini, di bagian kepala yang berputar. Akan tetapi, pendidikan kehidupan, jawabannya ada di sini, di bagian hati yang terdalam. Sebagaimana kita berjalan, sejauh apa kita melangkah akan ditentukan apakah kita mau berubah dan diubah untuk menjadi lebih baik. Dunia ini fana, tetapi semua orang harus hidup di dunia ini sampai waktuNya tiba. 

Pendidikan kehidupan yang berjalan membuat diri mengerti bahwa hidup itu sebenarnya sangat indah. Hidup itu sangat berharga, bukan karena gelar yang diri dapatkan, bukan karena kekayaan yang diperoleh, bukan karena banyak teman yang dipunyai. Akan tetapi, tentang dengan siapa kita bergantung dan hidup. Diri bersyukur bahwa diri mengalami mukjizat hari lepas hari, dengan Tuhan dan bersama lekakiku, juga aku untuk lekakiku. Pepatah yang mengatakan bahwa pasangan yang bisa membuatmu terbang tinggi atau jatuh ke bawah, adalah benar adanya. Diri yakin dan membuktikannya. Pasangan adalah siapa yang kita tentukan dan keputusan itu seumur hidup di sepanjang kelas pendidikan kehidupan yang akan kita miliki. Diri bersyukur dan hanya bisa mengatakan terima kasih dengan kehadiran lelakiku sebagai agen Tuhan untuk mengajari diri, meremukkan diri, membentuk diri dan membuat diri mengerti bahwa hidup ini indah, Tuhan itu begitu baik dan akan selalu baik. Diri sangat berterima kasih, entah bagaimana lagi caranya. Semoga Tuhan menitipkan dia segera yang kami nantikan di sini, di dalam kantung rahim ini (amin!). Hari lepas hari, hanya ada bahagia dan kepercayaan hingga akhir nanti yang kita bagikan sepanjang kelas kehidupan ini. 

Diri yakin setiap orang dilahirkan untuk memiliki mimpi, untuk belajar percaya, untuk mengalami apa yang namanya kehidupan dengan cara - caraNya yang indah. Setiap orang berhak bahagia dengan cara yang selalu beragam. Yakinlah hidup ini berharga, hidup ini indah saat kau merasakan sendiri dan terasa sepi. Never said you are alone, because you will never ever alone. Terlalu banyak kesibukan yang dimiliki, membuat kita terkadang kehilangan arah, menjadikan kita terhilang dan melupakan apa yang sangat penting. 

Orang tua, anak, teman adalah anugerah; pasangan adalah pilihan hidup. Ichigo ichi. Mintalah maka kita akan diberikan oleh Tuhan. Puji Tuhan untuk semuanya. Live your love. Love your life.

Taken and given to us as a present. Thank you friends!

Sidang dan Done!

Lama tidak bersua di banyak kegiatan, katakanlah berbulan - bulan. Diri bahagia sekali akhirnya bisa menyelesaikan seluruh kegiatan yang ada di Jepang. Sisa pekerjaan ada di Indonesia dengan semua barang yang akan datang dengan kargo kapal. Terima kasih Tuhan akhirnya semua perjuangan selesai dengan semua air mata, senyum dan bahagia. Dukungan dari lelakiku yang luar biasa, membuat ini semua akhirnya berada di ujung hasil. Dari awal diri sekolah hingga akhirnya diri dapat menyelesaikan sekolah ini dan semuanya dengan semua dukungan yang kuat dari lelakiku. Terima kasih sayang. 

Jadwal sidang sudah dibuat oleh pihak kampus. Diri harus mengikuti 4x sidang hasil dengan jadwal dan penguji yang berbeda. Sidang 1, di bulan akhir Oktober 2015 dengan penguji dari luar Akita University dan ahli di bidang riset diri. Sidang 1 juga bisa dibilang seperti Pra-Sidang. Sidang 2, masih di akhir Oktober 2015, selisih hanya beberapa hari. Dalam kasus diri, penguji punya jadwal yang berbeda karena para penguji tidak bisa hadir di jadwal yang sama sehingga diri harus sidang 2 kali untuk pra-sidangnya. Semua pra-sidang berjalan baik. Puji Tuhan! Semua dukungan dari lekakiku dan Tuhan membuat semuanya berjalan dengan baik. 

Selesai 2x sidang di tahun 2015. Perjalanan berjalan kembali dengan lebih matang dengan segala persiapan yang lebih mendalam. Buku disertasi lebih detail dan lengkap, paper yang sudah, puji Tuhan, sudah diterima oleh pihak jurnal internasional dan presentasi yang lebih mendalam sesuai dengan tujuan riset diri sudah disiapkan semuanya. Sidang 3 sebagai sidang utama dan tertutup sudah dipersiapkan jadwalnya di awal Februari 2016, disusul dengan jadwal sidang 4 untuk sidang terbuka di hari selanjutnya. Terima kasih untuk pertolongan Tuhan yang kuat dan lelakiku yang mendukung untuk menyelesaikan ini semua. Segala keluhan dan tangisan diri ditampung oleh lelakiku untuk terus mendongkrak diri agar menyelesaikan titik akhir dari sekolah diri ini. Hari yang ditunggu tiba dan diri menyelesaikan semuanya dengan sangat baik. Puji Tuhan, diskusi dan pertanyaan selama sidang tertutup hanya membutuhkan waktu 30 menit di luar 45 menit presentasi hasil yang diri lakukan. Puji Tuhan, sidang terbuka di hari selanjutnya berjalan lebih baik lagi. Semua pertanyaan dan diskusi dapat diri lalui dengan baik bersama dengan Tuhan. Pertanyaan tentang hasil pekerjaan diri yang dipresentasikan memberikan banyak kesempatan diri untuk menjelaskan bagaimana implikasi jangka panjang dari riset ini. 
Kelas dengan Dr. Arribas, salah satu tim penguji.
Setelah proses panjang yang ada, diri akhirnya dinyatakan lulus oleh tim penguji dari Akita University. Puji Tuhan! Doa dari lekakiku dan semangat yang diberikan agar ini selesai akhirnya benar - benar membuat diri bisa menyelesaikannya. Perjuangan 3 tahun yang tidak mudah, dengan semua tekanan yang datang dari luar dan senyum yang tetap diberikan dari dalam, akhirnya selesai di sidang terakhir di awal Februari 2016. Puji Tuhan! Terima kasih juga untuk pembimbing diri yang super sabar dalam menghadapi keras kepala diri yang tidak ketolongan sebagai murid tiap harinya. 

Akhirnya diri menyelesaikan program doktor di bidang economic geology dan semua persiapan menuju wisuda pun masih berjalan, seperti revisi dan lainnya. Puji Tuhan, selesai semua perjuangan yang hampir 3 tahun ini akhirnya menjadi berkat dan semoga bisa berguna untuk kemuliaan Tuhan. Terima kasih lelakiku!