Tuesday, January 21, 2014

Salju Akita

Beberapa hari ini diri memang diberikan libur sejenak dari lab, meskipun tidak sepenuhnya libur karena tetap banyak hal yang bisa diri kerjakan. Selama libur mengisi waktu, diri mengambil beberapa gambar lingkungan sekitar diri yang sekarang ini sudah dipenuhi salju dari kisaran 50 cm hingga 90 cm. Luar biasa musim dingin di Akita! Pengaruh posisi terhadap Laut Jepang membuat kota ini mengalami musim dingin yang relatif panjang. Musim dingin di Akita sudah mulai terasa sejak akhir November dan diprediksi akan berakhir sekitar akhir Maret. Awal April akan tetap menjadi peralihan musim semi yang dingin di Akita. Akan tetapi, semua ini adalah seni untuk tinggal di salah satu kota yang kaya di Jepang ini. 
Setiap malam para petugas dari pemerintah membersihkan jalanan yang tertutp salju dengan menggunakan dozer kecil. Mereka menyingkirkan salju agar lalu lintas tidak terhambat. Kelancaran ini merupakan salah satu parameter kenyamanan yang harus dimiliki masyarakat. Jadi, tidak heran seberapa banyak hujan salju malam sebelumnya, pagi hari para pengguna jalan sudah dapat menggunakan jalanan dengan nyaman. Pembersihan ini tidak hanya berlaku di jalanan, beberapa instansi resmi pemerintah juga termasuk universitas, rutin setiap harinya membersihkan jalanan di lokasi mereka. Pekerjaan ini merupakan hal yang wajib untuk mendukung kelancaran aktivitas para penghuninya. 
Beberapa foto di atas menggambarkan bagaimana ketebalan salju di Akita. Suhu rata - rata Akita saat ini sekitar 1 hingga minus 4 derajat untuk pengukuran yang ada, tetapi aktual temperaturnya pada pagi hari dapat mencapai minus 10. Suhu yang rendah tidak akan menghalangi kegiatan karena ada hal yang dikenal dengan adaptasi dan antisipasi. Jadi, jangan khawatir. Pekerjaan paling menyenangkan setiap harinya adalah berjalan kaki di tengah hamparan salju yang masih menjadi butiran karena suhu yang masih rendah. Semua hal yang kita dapatkan patutnya disyukuri. Tidak ada yang perlu dikeluhkan karena kita ditempatkan di situasi tertentu selalu dengan tujuan. Mari menikmatinya. 

Wednesday, January 15, 2014

Produk Indonesia dimana saja.

Sebelum melanjutkan yang lainnya, diri mau menggambarkan beberapa keajaiban tentang produk Indonesia yang ada di Jepang. Hasil pekerjaan di Indonesia dikirimkan keluar dengan segala kualitasnya yang sangat digemari banyak orang di sini. Salah satunya produk pakaian dan makanan. Beberapa ini adalah hasil temuan diri saat berjalan - jalan di beberapa tempat selama di sini. Produk makanan dimulai dengan udang, mie instan hingga kemeja. 

Pasti kenal selera satu ini.
Nihongo informasinya berarti Indonesia.


Ini adalah sebagian kecil untuk produk buatan Indonesia yang ada di luar negaranya. Bersyukur ebagai bangsa Indonesia!

Momen shichi-go-san: Apa itu?

Kembali diri dengan banyak hal yang ada di otak dan keinginan untuk tahu. Rasanya bersyukur sekali. Baiklah diri akan menuliskan tentang anak - anak Jepang kembali. Hasil wawancara singkat tentang momen shichi-go-san yang selalu dilaksanakan untuk aset berharga ini. Anak - anak merupakan sebuah generasi yang menjadi aset utama Jepang. Di tengah penurunan jumlah populasinya, Jepang sangat mendorong masyarakatnya untuk dapat melahirkan banyak generasi penerus. Beberapa artikel telah membahas bahwa laju penurunan jumlah populasi di Jepang terutama yang berusia muda atau usia aktif dipengaruhi banyak hal, seperti banyaknya popilasi usia produktif yang tidak menikah dan biaya hidup yang tinggi. Oleh karena itu, anak - anak merupakan harta yang sangat berharga di negara ini.

Lanjut cerita dengan salah seorang WNI yang menikah dan memiliki 3 anak dengan WN Jepang adalah diskusi tentang momen shici-go-san atau artinya saat usia 7-5-3 tahun. Pada usia ini, anak - anak di Jepang diupacarakan dan didoakan di jinja (berhubungan dengan agama sinto). Akan tetapi, untuk mereka yang dilahirkan dari pasangan setengah Jepang saja maka pada usia itu hanya akan difoto di studio dengan menggunakan kimono. Setiap jenis kelamin memiliki peringatan untuk usia tertentu, misalnya anak laki -laki pada usia 5 tahun dan anak perempuan pada usia 3 dan 7 tahun. Pada usia tersebut, diri belum tahu pasti mengapa dipilih menjadi hari utama untuk anak - anak di Jepang.

Hari anak perempuan sendiri di Jepang jatuh pada tanggal 3 Maret atau hinamatsuri atau hina no sekku. Semua warga Jepang yang punya anak perempuan pasti akan memasang boneka hina-ningyo yaitu boneka perempuan menggunakan kimono yang biasanya sekeluarga seperti kerajaan atau hanya sepasang suami-istri. Tiap keluarga pasti memiliki boneka ini dengan tipe yang berbeda - beda, dari model kerajaan dengan dayang - dayangnya yang dapat ditata 7 atau 11 tingkat dengan harga selangit atau hanya miniatur. Boneka - boneka ini biasanya dipasang sejak awal Februari. Masyarakat memasangnya di genkan atau ruang keluarga sampai tanggal 3 Maret. Kepercayaan sebagian masyarakat di sni, apabila lewat dari tanggal 3 Maret semua boneka tidak dibereskan atau disimpan kembali, maka si anak perempuan isa telat jodoh. Pada tanggal 3 Maret sendiri, masyarakat memasak nasi inari-zushi atau chirashi-zushi, yaitu nasi yang dimasak dengan beberapa macam sayur dengan bumbu shoyu, mirin, sake dan vinegar, lalu di atasnya ditabur irisan dadar telur, abon ikan warna pink dan udang.

hina-ningyo
Berbedanya dengan hari anak laki - laki, jatuh pada tanggal 5 Mei atau kodomo no hi. Pada tanggal ini, masyarakat juga memajang boneka Kabuto atau seperti boneka kaisar yang siap berperang. Pada hari ini, tidak ada masakan spesial dan tidak batas waktu untuk membereskan atau merapihkan kembali seluruh boneka yang dipajang. Selain kabuto, keluarga juga memasang koinobori  atau bendera yang berbentuk seperti ikan mas sedang memanjat.

Beberapa link ini juga bisa jadi referensi untuk bacaan lanjut tentang perayaan bagi anak - anak di Jepang.
Hinamtsuri
Hina-nigyo atau Hina-nigyo 

Monday, January 06, 2014

Berbahasa Inggris dengan siswa SD Jepang

Belajar bahasa Inggris kembali! Thanks God!
Diri dapat kesempatan untuk menjadi guest teacher di salah satu tempat kursus bahasa Inggris bernama Kiddy Cat. Informasi tentang kegiatan ini diri dapat di pengumuman yang dipasang di International section universitas. Dengan semangat diri berpikir ini adalah kesempatan baik di waktu libur diri. Rasanya libur sejenak dan berinteraksi dengan murid sekolah dasar akan memberikan warna tersendiri di waktu akhir tahun 2013. 

Setelah mendaftarkan ke kantor kemahasiswaannya, diri mendapatkan kontak penanggung jawab kegiatan. Beliau adalah Futada sensei. Futada sensei memulai kegiatan mengajar bahasa Inggris ini sendiri setelah anak - anaknya cukup umur dan bersekolah. Ia membuka tempat les bahasa Inggris untuk kembali berinteraksi dengan bahasa yang pernah dipelajari sewaktu dia belajar di bangku akademi atau semacam D3 di Indonesia. Dengan menyewa sebuah rumah yang cukup strategis dan mengambil lesensi kursus dari Kiddy Cat, Sensei memulai tempat kursus ini. Hingga saat ini belum terlalu banyak murid yang ikut. Jangan bayangkan kursus bahasa Inggris di Jepang memiliki murid yang bisa sangat banyak seperti di Indonesia. Ruang kelas yang dimiliki di tempat ini hanya 1 kelas sehingga cara belajarnya pun cenderung lebih ke tipe belajar kelompok. Murid - murid yang mendaftar memilih kelas sesuai dengan jam yang dimiliki dan mengikuti kelas kecil yang dibentuk seperti belajar kelompok. Setiap murid bisa dikatakan seperti belajar di rumah sendiri. Tata ruang yang dibentuk seperti ruang bermain, membuat murid juga akan merasa nyaman di ruang kelasnya. 
Kelas 1
Ide untuk membawa tamu native speaker muncul di benak Sensei untuk mendorong para siswa berinteraksi dengan bahasa Inggris yang dimiliki mereka. Mungkin diri pernah cerita tentang bagaimana siswa di Jepang yang cenderung malu untuk mempraktikan bahasa Inggris mereka. Namun, ini juga cukup wajar karena bahasa Inggris hanya kelas 1x dalam seminggu atau kelas extrakulikuler sehingga tidak heran bahwa penggunaan bahasa ini sangat minim. Sangat berbeda dengan di Indonesia. Kondisi seperti ini dapat menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, era globalisasi menuntun kemampuan berbahasa universal yaitu bahasa Inggris ketika berkomunikasi. Di sisi lain, sistem seperti ini terus mempertahankan kemampuan berbahasa ibu sebagai yang utama sebagai kekuatan budaya nasional. Selain itu, di Jepang kebutuhan menggunakan bahasa Inggris juga tidak terlalu besar. Hampir seluruh bidang atau peralatan atau informasi disampaikan ke dalam bahasa Jepang. Bahkan text book perkuliahan pun tersedia dalam bahasa Jepang. Diri sangat kaget ketika GPS pun memiliki sistem dalam bahasa Jepang. Seluruh hal ini juga didukung dengan harga yang lebih murah dalam keterjangkauannya. Harga operating system komputer dalam bahasa Jepang akan jauh lebih murah dibandingkan dengan yang berbahasa Inggris. Kondisi ini berlaku di hampir banyak hal yang diri temui selama di sini. 

Dengan semangat 45, diri datang dan mencoba untuk mengikuti kelas kembali. Setidaknya pengalaman di Higashinaruse telah mengajarkan kepada diri bahwa belajar dengan murid - murid Jepang pasti butuh adaptasi yang cukup waktu. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi diri agar mampu menyampaikan pelajaran bahasa Inggris dengan keberterimaan yang tinggi di para murid. Diri juga punya kesempatan yang bagus sekali lagi untuk mengenalkan Indonesia, negara asal diri kepada para murid sekolah dasar di Jepang. Tidak semua murid - murid di sini tahu di mana Indonesia. Masih kurang populer rasanya. Jangan pernah tanyakan sejarah Jepang menjajah Indonesia. Tidak ada pelajaran bahwa Jepang menjajah. Di sekolah dasar, para murid diberi pemahaman bahwa Jepang memiliki kerja sama dan membantu Indonesia pada masa itu, bukan menjajah. Suatu cara yang mengajarkan siswanya untuk bangga dan percaya kepada bangsanya. 
Kelas kedua
Hari H tiba dan diri mempersiapkan hati. Futada sensei merupakan orang yang baik dan ramah. Rasanya beliau tidak seperti orang Jepang kebanyakan yang cenderung untuk malu atau benar - benar menjaga sikap. Beliau bercerita tentang latar belakangnya dan jauh lebih terbuka untuk ukuran masyarakat asli sini. Kami memiliki tiga kelas pada hari itu. Kelas pertama dan kedua merupakan siswa kelas 6 SD sedangkan kelas terakhir adalah kelas 4 SD. Konsep pelajaran hari ini sudah didiskusikan. Semua akan dimulai dengan perkenalan (self introduction), bertanya, membaca dan permainan. Di sesi perkenalan, diri memperkenalkan nama dan asal diri. Dalam hal ini, diri berkesempatan mengajak interaksi para siswa. Luar biasa, mereka pun mulai nyaman dengan diri. Siswa Jepang sangat antusias sekali dengan metode belajar menggunakan media dan memperkenalkan pengalamannya. Mereka akan cenderung terbuka karena merasa nyaman dan dihargai keberadaannya. Tanya jugalah mimpinya. Mereka juga biasanya suka ditanya apa yang menjadi mimpi di masa depan, misal negara yang ingin dikunjungi atau menjadi apa di masa depannya. 

Di sekolah, para siswa SD memang dididik untuk bisa berekspresi, beretika dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Sistem nilai belum berlaku sepenuhnya karena tujuannya yang berbeda. Mereka diberikan ruang untuk mengembangkan dirinya, belajar percaya diri dan belajar mau tahu dengan semua metode atau alat peraga yang disediakan. Meskipun tampaknya berat tapi sebenarnya metode belajar ini menyenangkan untuk anak - anak. Mereka merasa nyaman ketika mencari tahu dimana Indonesia dalam peta ataupun bola dunia. Setelah merasa nyaman, kemauan mereka untuk mencoba akan semakin terasah. Terbukti, setelahnya ada keberanian dari mereka untuk mencoba kemampuan bahasa Inggrisnya dengan pertanyaan. Jika dibandingkan dengan bahasa Inggris anak SD di Indonesia, mungkin mereka bisa dibilang masih di bawah. Akan tetapi, letak kemauannya itu yang tetap harus dihargai. Dengan saling melempar pertanyaan dan mengkoreksi kesalahannya dengan canda dapat membuat para siswa yang datang menjadi lebih nyaman belajar. Anak - anak di sini cenderung menangkap semuanya lewat tata gerak tubuh. Ini juga terkait dengan kebudayaan yang ada di Jepang. Masyarakatnya tidak terbiasa banyak bicara. Mereka akan belajar melihat jawaban dengan gaya bahasa tubuh dari sang guru. Oleh karena itu, menjadi guru SD tidaklah mudah di sini. Tantangannya menjadi bertambah! Bagaimana bisa menjaga semangat anak belajar dan kenyamanannya di dalam kelas.
Diri ketika memperkenalkan Indonesia.
Permainan pop!
Setelah itu pelajaran kami lanjutkan dengan kelas membaca. Membaca buku dengan tipe kalimat - kalimat singkat sangat membantu mereka untuk berlatih pronunciation dan kemauan untuk lebih tahu lagi. Bacaan singkat seperti ini juga membantu siswa untuk lebih banyak mendapatkan kosa kata baru yang bisa mereka gunakan sehari - hari. Pelajaran kami tutup dengan permainan fukuwarai dan pop. Permainan membuat boneka salju dengan mata tertutup dan dipandu oleh salah satu teman dalam grup adalah pilihan pertama yang kami lakukan. Dalam permainan ini, diharapkan para siswa dapat membantu temannya dan memahami informasi tentang arah seperti up, down, left and right. Permainan yang cukup seru meskipun seringkali siswa masih kesulitan tetapi ada pemahaman yang tampak dari hasil permainan kami. Sebelum kelas berakhir kami bermain pop semacam rollet angka. Peserta yang mendapatkan jumlah 10 koin pertama akan menjadi pemenang. Ketika mendapatkan kartu bertuliskan pop, peserta harus kehilangan seluruh kartunya. Di setiap koin tertulis angka 1 - 10. Setiap siswa harus menyebutkan angkanya ketika membuka koin yang diambil. Ini juga menjadi latihan bagi para siswa untuk mengingat angka dalam bahasa Inggris. Dari ketiga kelas yang diri ikuti, seluruh siswa sangat menyukai permainan ini. 
Reading time
Games membuat snowman.
Kelas diakhiri dengan pembagian hadiah natal dan tahun baru kepada seluruh siswa. Bahagia sekali ketika melihat mereka semua tertawa dan berkata see you again and thank you! Diri mau datang lagi

Kelas ketiga

Saturday, January 04, 2014

Keliling Ulanbator

Dengan waktu yang dimiliki tidak salahnya untuk berkunjung di sisi lain Ulanbator. Diri mendapat kesempatan untuk mengunjungi beberapa area di Ulanbator. Kuil Buddha terbesar di Ulanbator, monumen perang Rusia-Mongolia, acara di lapangan Suukhbaatar dan museum nasional Mongolia, serta tempat perbelanjaan suvenir. Keempat tempat wisata ini menjadi objek menarik untuk dikunjungi di Ulanbator. Pusat oleh -oleh menjadi sangat penting pastinya unutk mendapatkan sesuatu yang dibawa pulang ke negara asal. 
Kompleks kuil Buddha di Mongolia.
Perjalanan dimulai dengan mengunjungi kuil Buddha terbesar. Kuil ini sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Tidak ada informasi resmi tentangnya, tetapi semua penganut Buddha di Mongolia akan datang ke sini dan berdoa di kuil yang terletak di antara kepadatan rumah penduduk. Kuil ini memiliki luas yang cukup lumayan dengan sekolah untuk para biksu dan bikuni, tempat sembayang dan ratusan burung merpati yang dipelihara oleh para penghuni di kompleks ini. Setiap pengunjung dari berbagai latar belakang dapat datang di kuil ini. Hanya saja saat melihat peribadatan, sangat dilarang keras untuk memotret. Oleh karena itu, diri lebih menikmati untuk memberi makan ratusan merpati yang sangat ramah dengan para pengunjung. Selain itu, kita tidak perlu membawa makanan dari luar, dengan 500 Mongolian Turikh per bungkusnya untuk mendapatkan makanan merpati. 
Kegiatan memberi makan burung itu bahagia.
Yuk menikmati jinaknya merpati.
Sejenak di kuil dan menunggu para peserta lainnya, diri melanjutkan perjalanan ke monumen perang Rusia dan Mongolia. Monumen ini menjadi lambang perdamaian yang dibangun di selatan Mongolia. Dengan ketinggian kurang lebih 300 mdpl, dari atas sini dapat melihat pemandangan kota Ulanbator yang dikelilingi oleh perbukitan dan padang rumput luas. Beberapa penjajah suvernir sudah menjajahkan berbagai macam tawaran yang ada, mulai dari kartu pos, coat, gantungan kunci dan lainnya. Di monumen ini, terdapat beberapa lukisan tentang perjuangan pada masa perang dan dari atas ini pemandangan Ulanbator menjadi daya tarik utama. Area ini tetap menjadi daya tarik wisata untuk warga Mongolia sendiri, terutama para muda mudi. 
Monumen Rusia-Mongolia.
Pemandangan dari atas monumen.
Museum nasional dan lapangan Suukhbaatar berada di satu kompleks area. Beranjak dari monumen nasionalnya, diri bergerak ke museum nasional. Biaya masuk museum ini sekitar 5000 Mongolian Turikh. Penggunaan kamera tidak diizinkan atau harus membayar sekitar 10000 Mongolian Turikh di luar biaya masuk. Harga yang cukup mahal tetapi biaya ini cukup pantas untuk melihat keunikan beberapa hal yang dimiliki oleh Mongolia, mulai dari pakain tradisionalnya yang dikenal dengan nama dell  hingga sejarah Chinggis Khan di satu ruang besar sendiri. Luar biasa penghormatan mereka terhadap Chinggis Khan meskipun sudah beratus tahun lalu masa kejayaannya. Dengan dipandu oleh pemandu wisata di museum, diri berkunjung dan membaca beberapa hal menarik tentangnya. Beberapa informasi tetap diberikan dalam bahasa inggris. 
Hormat pada Chinggis Khan.
Museum nasional Mongolia.
Setelah satu jam, diri melanjutkan wisata singkat di lapangan Suukhbaatar yang kebetulan ada festival tahunan. Di festival ini, beberapa organisasi kemanusiaan dari PBB seperti UNICEF dan UNDP mengadakan pameran dan penyuluhan. Dengan konsep yang sederhana dan lucu, beberapa stand menyampaikan beberapa informasi untuk pengunjung yang ada. Sore hari yang ceria untuk para warga kota Ulanbator. 
Semacam kaligrafi di Mongolia.
Acara tarian yang ada di pameran.
Beberapa organisasi nirlaba di festival.

Dinding cerita Ulanbator

Berkeliling di sekitar hotel menjadi cukup menyenangkan. Beberapa grafiti art di dinding kota menjadi suatu hal yang menarik untuk dibagikan. Kesenian ini apakah menandakan bahwa negara ini sedang membangun? Grafiti ini digambar langsung oleh para pemuda di Ulanbator. Tanpa tahu nama komunitas, diri mengambil beberapa foto yang menarik untuk dibagikan langsung. Dinding - dinding ini bisa dikatakan juga seolah bercerita tentang negara ini sendiri seperti halnya grafiti yang ada di mana saja. 

Kunjungan ke Erdenet

Selama ke Mongolia, agenda diri dimulai dengan mengunjungi MUST (Mongolian University of Science and Technology). Diri datang untuk mengikuti workshop dan memberikan presentasi pendek tentang penelitian yang sedang dikerjakan. Universitas ini memiliki dua kampus utama, yaitu di Ulanbatar dan Erdenet. Kesempatan kali ini, diri dapat mengunjungi kedua kampusnya. Luas kampus di Ulanbatar mungkin bisa dikatakan tidak begitu luas tetapi cukup memadai. Tulisan Mongolia dan Rusia menjadi sesuatu hal yang biasa di kampus ini. Kedekatan keduanya mungkin membuat negara yang berbatasan langsung dengan Rusia di bagian utara ini memiliki kerjasama di banyak bidang, termasuk pengembangan sumber daya alam. 
Tur museum geologi di kampus Ulanbator, MUST.
Hampir semua peralatan di laboratorium untuk bidang resources sciencenya berasal dari Rusia. Salah satu contoh nyata adalah pembangunan sekolah tambang di Erdenet yang merupakan kerja sama tambang Erdenet (51% Mongolia dan 49% Rusia) dan MUST. Beberapa proyek penelitian di MUST khususnya sekolah Erdnet dibiayai oleh Erdenet dan pemerintah Rusia. Bacaan yang dimiliki pun berasal dari Rusia. Selama di MUST, diri juga mengunjungi museum geologi kecil yang terletak di kampus Ulanbator. Museum geologi ini merupakan in university museum yang ditujukan untuk membantu para mahasiswa di jurusan geologi dan tambang belajar mineralogi dan petrologi. Seluruh koleksi merupakan hasil kegiatan lapangan yang dilakukan di seluruh wilayah Mongolia oleh para mahasiswa dan dosen sebelumnya. Koleksi - koleksi yang beragam meskipun pada jumlah terbatas menjadi daya tarik tersendiri karena menggambarkan kondisi geologi Mongolia itu sendiri. 
Tur laboratorium di kampus Erdenet.
Kenampakan kota dan tambang Erdenet dari hotel.
Tidak hanya berkunjung ke kampus Erdenet, tetapi diri juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi tambang tembaga-molybdenum (Cu-Mo) Erdenet. Setelah bersiap dengan safety induction dan menunggu jemputan dari pihak tambang, diri bergerak langsung ke tambang. Kota Erdenet sendiri merupakan kota tambang yang dibangun karena adanya pertambangan porfiri sejak akhir tahun 1978an dengan 3 pit utama tambang. Erdenet dapat ditempuh dengan 3-4 jam perjalanan menggunakan bus dari Ulanbatar. Produksi total tambang ini mencapai 35 juta ton sejak awal beroperasi. Total pegawainya sendiri adalah 60000 pegawai dengan kurang lebih 300 teknisi dari Rusia. Selama pengamatan di lokasi tambang, diri mendapat penjelasan tentang geologi dan processing yang dilakukan dengan flotasi. Flotasi tembaga dapat dilihat bebas tetapi molybdenum tidak diizinkan untuk dilihat sama sekali. Dengan ukuran pit sekitar 1150 m x 2500 m, operasi tambang dapat dikatakan cukup konstan sejak awal beroperasi. Saat kunjungan, kedalaman pit sudah mencapai 1300 m.Total ketinggian awal area Erdenet berada di 1606 mdpl dan saat ini berada di ketinggian 300 mdpl. 
Pembangkit geotermal di kota Erdenet.
Tambang Erdenet
Kegiatan tambang ini menjadi sumber utama pendapatan di kota Erdenet. Dapat dikatakan bahwa tambang menggerakan seluruh industri di kota ini, termasuk adanya hotel, restoran, pasar dan transportasi umum terbatas. Diri tinggal di gold hotel yang merupakan hotel bintang 1 - 2 dengan pemandangan tambang Erdenet langsung dari hotel di lantai 3 - 4. Selain itu, beberapa restauran yang berfungsi sebagai pub pada malam hari merupakan hal biasa yang dapat dijumpai di Erdenet. Kampus Erdenet menjadi salah satu sarana untuk para pekerja tambang Erdenet untuk memperoleh pendidikan formal baik sarjana maupun graduate stage. Lulusan sekolah Erdenet juga umumnya akan diterima bekerja langsung di tambang ini. Salah satu fasilitas penunjang lainnya adalah pembangkit listrik geotermal yang digunakan untuk mendukung listrik kota dan kegiatan pengolahan di tambang. Pengolahan bijih dilakukan hampir seluruhnya hingga hasilkan konsentrat tembaga dan molybdenum di Erdenet. Apabila berminat mengunjungi tambang ini, kontak langsung ke sekolah tambang Erdenet merupakan pilihan terbaik untuk dapat memperoleh aksesnya. 
Mineral processing di Erdenet.
Produk tambang di Erdenet.
Selamat datang ke Erdenet! Tambang menjadi penggerak perekonomian di negara ini. Salah satu tambang lainnya yang akan segera dibuka adalah Oyu Tolgoi yang lebih besar lagi produksinya dibandingkan Erdenet. 

Kesan pertama di Mongolia

Mongolia menjadi tujuan pertama summer camp tahun 2013 untuk mahasiswa Leading Program. Setelah melakukan aplikasi visa grup bersama dengan peserta lainnya karena beberapa dari kami harus tetap mengajukan visa kunjungan ke Mongolial. Bagaimana cara aplikasinya? Silahkan klik di postingan tentang aplikasi visa Mongolia

Penerbangan yang telah disiapkan sebelumnya dengan menggunakan maskapai Mongolian Airline (MIAT) satu - satunya penerbangan yang masuk ke Ulanbator. Penerbangan yang bekerja sama dengan star airlines pasti akan mengalihkan penerbangan ke Mongolia dengan maskapai nasional negara tersebut. Penerbangan dengan MIAT ada 1x tiap hari sekitar pukul 14.00 dari Narita International Airport. Dengan menggunakan pesawat B737-800 penerbangan menuju Ulanbator membutuhkan waktu tempuh 6 - 6.5 jam. Tiba di bandara di Chinggis Khan International Airport, diri cukup kaget. Bandaranya tidak terlalu besar dan cukup luas. Dari atas, sebelum mendarat diri dapat mengamati kenampakan bentang alam negara Chinggis Khan yang cukup hijau berbukit dan tidak banyak populasi orang.

Selamat datang di Chinggis Khan Land
Jangan mengharapkan sesuatu yang luar biasa ketika tiba di bandara. Semuanya tampak sederhana dengan keterbatasan negara landlocked ini. Setelah mengambil semua bagasi dan lainnya, diri keluar dan bersiap untuk menuju ke hotel. Diri tinggal di Flower hotel - hotel yang dimiliki warga negara Jepang dan dikelola bersama dengan pihak Mongolia. Kesan pertama saat di Ulanbator adalah negara yang masih sangat membangun. Mungkin mirip dengan negara asal diri ketika awal kemerdekaan. Sistem prasarana masih banyak yang baru dibangun sejak industri tambang juga mulai bergerak lebih besar di negara ini. Transportasi umum yang ada juga belum terlalu memadai. 
Keramaian warga di lapangan Sukhbaatar.
 Chinggis Khan, simbol kebesaran negara ini.
Pada beberapa bagian tertentu, diri dapat melihat bagaimana berbedanya antara kekayaan dan kemiskinan. Di tengah kota, bangunan dengan gaya modern dan mahal, seperti mall, lapangan Sukhbaatar dan beberapa hotel bintang 5 tampak berjejer dengan dikelilingi oleh apartemen tua dan rumah - rumah lusuh para penduduknya. Beberapa bagian di arah luar Ulanbator pun juga rumah - rumah berdiri dengan keterbatasannya. Rata - rata penduduk di area urban masih menggunakan gir atau rumah tradisional dengan dipagari kayu di sekitarnya. Dengan kepadatan populasi yang berdasarkan data sekunder adalah sekitar 1 per km area, penduduk Mongolia lebih banyak terkonsentrasi di ibu kota negaranya. 
Bus kota di Ulanbator.
Area tengah kota.
Kunjungan ke Mongolia sedang dimulai, membawa diri untuk melihat berapa hal menakjubkan lain. Salah satunya adalah rasa hormat terhadap Chinggis Khan. Chinggis Khan merupakan sosok yang sangat terkenal pada tahun 1160 an akibat invasi dan kekuasaan kerajaannya yang hampir meliputi hampir seluruh Asia. Hampir semua bagian negara ini memiliki sesuatu yang dinamai dengan Chinggis Khan, seperti airport, hotel bintang 5 hingga arak atau minuman keras bermerk Chinggis Khan. Minuman ini dijual bebas di seluruh toko atau supermarket. Jadi sangat mudah untuk ditemukan.  Di museum nasional pun, sejarah Chinggis Khan sangat rinci dijelaskan. Kebanggaan juga sangat tampak pada pemandu tur di museum yang membawa diri saat kunjungan ke museum. Berikut ini dapat dilihat peta kekuasaan Chinggis Khan yang diambil dari wikepedia.com.
Wilayah kekuasan Chinggis Khan. 
Negara ini masih membangun, mungkin pada beberapa bagian tampak tidak seimbang dan rasanya masih perlu waktu. Jadi, berkunjung ke Mongolia juga dapat membawa kita melihat bagaimana pekerjaan membangun pasti membutuhkan waktu. 

Gorkhi National Park

Setelah bicara kuliner, Mongolia juga sangat eksotik untuk bentang alamnya. Secara geologis area ini merupakan bagian dari lempeng benua. Banyak sekal tujaman granit yang umurnya sangat tua dan sekarang menyisakan kenampakan alam yang menarik. Salah satunya adalah Taman Nasional Gorkhi-Terelj. 

Gorkhi ini terletak kurang lebih 66 km ke arah utara Ulanbator, ibu kota Mongolia. Perjalanan ke daerah ini dapat ditempuh dengan mengendarai mobil sewaan atau jemputan tur atau penginapan yang ada. Selama perjalanan menuju Gorkhi, diri hanya menemui jalanan panjang beraspal dengan kanan kiri gir yang sangat jarang jumlahnya. Pada umumnya hanya padang rumput luas atau perkampungan kecil dengan beberapa belas kepala keluarga saja. Itu pun jarang antara area atau antar gir bisa mencapai 1 - 10 km. Menurut teman diri, kepadatan penduduk di Mongolia hanya mencapai 1 keluarga per 10 km area dengan pusat kepadatan berada di Ulanbator. Jadi bisa dibayangkan bahwa area lain Mongolia masih ada yang tidak memiliki populasi yang mendiaminya sama sekali. Hampir sama dengan negara asal diri. 
Kenampakan alam Gorkhi
Wisata dengan penginapan berbentuk gir sangat menarik untuk dicoba.
Sesampainya di gerbang masuk taman nasional, diri membayar 3000 Mongolian Tourik untuk biaya tiket masuk atau sekitar Rp 22000. Biaya yang relatif murah untuk petualangan yang mungkin akan diri temui selama berada di dalam sana. Taman nasional ini memiliki nilai keindahan geologi dan daya tarik wisata lainnya. Area dengan luas kurang lebih 1.2 jt ha ini sangat menarik untuk wisata petualangan, observasi binatang liar seperti burung, moose, dan beristirahat menikmati hari. Wisata petualangan yang ditawarkan di Gorkhi adalah panjat tebing, rafting, cycling dan trekking. Hanya saja tidak tersedia jalur atau track yang jelas hingga saat ini (2013) untuk kegiatan tersebut. Masyarakat Mongolia sendiri lebih banyak memanfaatkan waktu luang di sini untuk melihat keindahan alam atau berkuda. Di area ini memang terkenal untuk area berkudanya. Sebagai salah satu olahraga nasional, berkuda menjadi suatu keharusan bagi setiap warganya terutama laki - laki untuk bisa olahraga ini. Namun, untuk para wisatawan sendiri di area tertentu dapat melakukan penyewaan kuda untuk berlatih berkuda atau sekadar berwisata. Biaya untuk berkuda biasanya 5000 - 7000 Mongolian Tourik atau sekitar Rp 35000 - 49000. Ini bisa ditawarkan jika bersama dengan orang Mongolia. Tidak semua penjual atau penyedia jasa dapat berbicara bahasa Inggris. 
Tiket masuk Gorkhi
Turtle Rock 
Susunan formasi batuan di Gorkhi sendiri memiliki beberapa keunikan tersendiri, seperti adanya susunan batuan warna - warni yang secara geologi umurnya sangat tua (Devonian), susunan batuan yang berbentuk kura - kura (Turtle rock), hingga area yang memiliki smoky quartz. Saat melakukan trekking di beberapa area batuan, tidak heran jika ditemukan sisa lubang galian tambang untuk kuarsa tipe ini. Penambangan illegal ini dilakukan pada tahun 1978 - 1995, beberapa masih ada hingga sekarang. Namun jumlahnya sangatlah kecil. Pemerintah Mongolia berusaha mengusir para ninja -sebutan untuk para penambang liar di Gorkhi. Smoky quartz memiliki nilai jual yang lebih mahal di industri karena ketahanan dan kelenturannya ketika dijadikan bahan baku berbagai barang untuk kaca. Kedalaman tambang illegal di area ini rata - rata mencapai 5 - 10 m bentuk bukaan vertikal. Oleh karena itu, harus sangat berhati - hati ketika melakukan trekking agar tidak jatuh. 
Patung Chinggis Khan menjadi salah satu cenderamata wajib di sini.
Beberapa penginapan yang ditawarkan di Gorkhi.
Berkuda dipandu dengan anak Mongolia juga boleh dicoba.
Dengan bentang alam yang menakjubkan seperti ini, kondisi fasilitas untuk pariwisata bagi wisatawan umum masih belum memadai. Ini juga mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu kelemahan dari pengembangan di Gorkhi. Selain tidak adanya transportasi umum, fasilitas seperti toilet atau pun kendaraan di dalam taman nasional pun tidak tersedia. Penjual makanan atau minuman sangat jarang atau bisa dikatakan tidak ada, petunjuk jalan yang terbatas, hingga kondisi tanggap darurat yang tidak tersedia. Diri beruntung bisa pergi bersama dengan warga Mongolia asli sehingga tidak tersesat dan tahu tiap detail areanya. Pusat souvenir di dalam taman nasional juga tidak tersedia. Hanya ada 1 -2 penjual dari warga lokal yang menawarkan barang - barang khas Mongolia terutama untuk senjata khas negaranya. Selama di sini, diri mengalami pengalaman seru dengan petualangan singkat sehari mulai dari trekking, masuk ke lubang bukaan tambang (yang ini tidak disarankan untuk yang tidak pengalaman), berkuda dan melihat suvenir keren yang menggoda kantong. Tempat ini wajib dikunjungi jika berkunjung di Mongolia. Jangan segan untuk mencari travel agent dari negara masing - maisng atau langsung di Mongolia untuk mempermudah semua aktivitas selama di sana. 
Area bekas penambangan kuarsa.
Salah satu jalur trekking di Gorkhi
Selamat datang di Gorkhi!