Selamat datang musim gugur.
Seacara resmi, di google tertulis musim gugur mulai datang tanggal 23 September 2014 lalu. Sepertinya google benar, karena pada tanggal itu di Jepang sendiri sedang merayakan libur nasional untuk equinox, kurang lebih untuk memperingati peralihan siang dan malam yang akhirnya seimbang, 12 jam siang dan 12 jam malam. Pada musim panas, jelas matahari datang lebih cepat dan pulang lebih lama, sedangkan pada musim gugur, matahari datang mulai lebih lambat. Sebagai contoh di Akita, pada musim panas, matahari sudah menyapa sejak pukul 04.30 di pagi hari, sedangkan sekarang di musim gugur, matahari baru datang pada pukul 05.45 pagi. Sama halnya dengan pagi, pada malam hari pun jadi lebih lambat saat musim panas dan lebih cepat pada musim gugur. Terlebih pada musim dingin, matahari sepertinya enggan keluar rumah. Biasanya secara teori ramalan cuaca harian, matahari pada musim dingin akan datang sekitar pukul 06.00 sampai 06.30 di pagi hari. Jika cuaca cerah, kita bisa merasakan lembutnya matahari, tetapi jika tidak, hanya awan yang tampak mendung terlihat karena tertutup awan pembawa salju atau hujan yang mengintip. Begitu juga pada sore hari, matahari akan pulang lebih awal pada musim dingin, yaitu sekitar pukul 04.30 sampai 05.00 sore. Selanjutnya, malam berganti. Pada malam hari, selama musim dingin setidaknya jauh lebih cerah dibandingkan dengan siangnya, masih ada bulan dan bintang meskipun hanya sesekali. Namun jangan berharap melihat aurora karena Akita bukan bagian dari lingkar Arktik atau Antartika.
Dengan suhu yang beragam, Akita dengan keempat musimnya memiliki ciri khas masing - masing di tiap waktunya. Kebetulan, di Akita musim panas sangatlah pendek waktunya. Bisa dikatakan untuk menikmati suhu sekitar 27 sampai 33 derajat di Akita, hanya akan terjadi pada bulan Juni sampai Agustus. Puncak rasa panas yang terjadi dan akan selalu dirindukan adalah akhir Juli hingga pertengahan Agustus.
Musim dingin menjadi musim paling panjang durasinya di Akita. Akan tetapi, setiap tahunnya durasi tersebut berubah meskipun tidak banyak. Pada tahun 2012, salju pertama sudah turun pada pertengahan November dan berhenti pada April awal di tahun berikutnya. Pada tahun 2013, salju pertama turun pada awal Desember 2013 dan berhenti di akhir Maret 2014. Ketebalan saljunya pun bervariasi setiap tahunnya. Di tahun 2012, salju di Akita, bisa mencapai 2 m pada puncaknya di Desember akhir hingga Februari pertengahan. Pada 2013, salju di Akita paling tebal hanya sekitar 1.5 m selama Desember akhir hingga Februari akhir. Tebalnya salju bervariasi di seluruh daerah Akita Prefecture sendiri. Menurut salah seorang teman, analis ekonomi Jepang pernah mengatakan bahwa salju menjadi salah satu kendala mengapa bagian utara Jepang tampak "kurang" berkembang dibandingkan dengan daerah tengah Honshu hingga ke selatan. Salju yang lebih tebal dengan durasi waktu yang lebih lama pastinya ditemukan di Pulau Hokkaido, utara Jepang. Bagi sebagian orang, musim dingin menjadi waktu yang menyenangkan dan lebih produktif dibandingkan dengan musim panas.
Pengamatan subjektif diri, banyak teman - teman yang memang berasal dari utara Jepang, akan lebih tangguh dan kuat dalam bekerja dibandingkan dengan saat musim panas. Ada rasa "lemas" saat harus bekerja saat musim panas datang. Meskipun musim dinginnya panjang, teman - teman diri tidak malas dan tetap kuat untuk berjalan di tengah salju. Ini luar biasa sekali buat diri. Di saat lebih enak tidur di dalam selimut, tetapi teman - teman diri tetap mau bekerja keras; dan diri sangat belajar banyak untuk itu. Beberapa foto diri saat musim dingin tahun lalu dapat dilihat di sini postingan Salju Akita.
Terus, bagaimana di Akita sekarang? Seperti tag line di atas, musim gugur saat ini di Akita. Suhunya sudah mulai naik turun dan rasa dingin sudah mulai datang. Selalu harus mengatakan dengan segera selamat jalan musim panas.