Wednesday, September 23, 2009

mulai lagi

dah mulai suntuk kepala gw..muka dah semakin hancur..dah pagi lagi aja sekarang, mandi pun belum dari kemarin..mao sampe kapan gw kayak gini. hidup gw jadi ngga jelas. semua terasa jadi ngga jelas..tapi gw pengen memperjelas diri, kalo gw itu lagi belajar begadang.


nah inkosisten gw bertambah. parah dan parah.. mengapa ini terjadi, terasa semua yang lain lebih menyenangkan. apalagi tugas-tugas ini membuatku merasa tidak tertarik. berhentilah mengeluh, sepertinya itu yang harusnya gw lakuin sekarang. wahh, semoga semua clear. ingin dimanjakan keadaan.
dan inilah jadinya yang gw lupakan hingga saat ini.

ini sudah kalo melupakan segala sesuatu..apapunlah, maapn gw buku-buku tersayang..info-info berguna..ntar gw buka lagi diri kalian..aminn

buku-buku tersayang,, kalian akan segera kucintai lagi..sabar-sabarlah sayang..

Tuesday, September 22, 2009

cerita - cerita saja

entah ini penting ngga, tapi yang gw tau postingan ini membuktikan ketidakkonsistenan gw dalam menetapkan sesuatu. sebagai seorang anak muda, mudah sekali gw buat goyah dan terhasut hal - hal yang ngga penting. misalnya nih, ngeliat blog orang. bodohnya gw, gw kok bisa IRI ama blog orang. ya, sebenernya gw ngga peduli. trus yang buat gw jadi ngerasa peduli dan PENTING buat iri karena keinginan gw jadi PENULIS..(seinget gw ada tuh di list keinginan gw yang harus tercapai) ^^

senyum ngga senyum juga sama aja buat gw, ya simplenya gw kadang ngga bisa RESPEK ama diri gw sendiri. gw semaunya ngerjain yang menurut gw lebih penting. padahal hidup gw bukan ini doang. sepertinya gw TEROBSESI jadi blogger yang TERKENAL. keinginan gw buat diikutiin orang-orang membuat INKONSISTEN gw semakin menjadi-jadi. dan lebih bodohnya gw sendiri tahu BEING FAMOUS is NOT REAL HAPPINESS.. ya, berhubung otak ini terus mendefinisikan bahwa happiness itu sama dengan KEPUASAN..alhasil semua keburukan itu terjadi. kekesalan gw yang tak berujung pada keadaan. gw ngga ngerti kenapa harus DIKENAL oleh orang lain. di sisi lain, otak gw bilang, gw itu butuh TEMAN dalam menulis tapi tetap gw akan KESULITAN untuk itu.

berusaha keras membuat gw semakin GILA untuk menjadi BLOGGER. rasa iri gw lebih bodoh lagi. oya, MAAP banget buat bloggnya yang jadi bahan IRI gw..thanks bro, sis punya BLOG kayak gitu. ngarep banget buat bisa EXCHANGE LINK ama banyak orang.

Sunday, September 20, 2009

Lihat sekitar kita!

ntah kenapa jadi keganjringan ngeblog, tekad untuk jadi aktivis sepertinya bener-bener ingin dilaksanakan. akibatnya, tulisan yang ada juga terkadang penting ngga penting. ya, liat kalimat tadi sebuah krisis pede yang sering menghantui ku saat ingin posting.
belajar posting, aku menuliskan bagian ini. ya bagian untuk ingatkan kita kalo kita tinggal di rumah pun bersama banyak makhluk yang indah dan unik. postingan simpel ini hanya sekadar ajang pamer poto-poto yang menurut ku sih bagus (ntah menurut orang lain ^^, peduli amatlah). Blog ini bener-bener cuma buat nyenengin hatiku aja. ahahh, ide postingan ini jadi terbagi dua.
balik ke ide awal, postingan photograp yang ingin ku munculkan. krisis pede belakangan sajalah dibahas, di postingan berikutnya..

Lihat nih sekitar kita, foto-foto ini diambil di sekitar rumah saat mengisi libur tak berkunjung padam (ya, menunggu hasil pengumuman spmb tahun lalu 2008
emo..

keindahan dibalik embun

kuning..kuning..kuning...dibalik putih


dia sering terlupakan dalam kehidupan sehari-hari kita

kupu pun bisa diam dengan sayapnya

warna merah indah dalam nada

adalah lagi merah yang bersama

berbayang ia dalam kuning

jamur, pertumbuhannya cepat dan tak terduga

hmm, postingan yang tidak terlalu penting tetapi menurutku berusahan mengenalkan sesuatu. semua itu menyenangkan, seperti halnya menulis dan menulis dalam gambar. sepertinya, aku harus segera menemukan aliran hidupku. sesimpel apapun itu meski ya kadang tanpa tanggapan. ^^, nikmati sekitar kita, mereka punya juga apa yang disebut keindahan..

Saat Hujan di Petang

sekali ini postingannya mungkin rada ngga penting. demi sebuah klarifikasi kecintaan ku pada hujan. oleh karena itulah, blog ini akhirnya ku ubah dengan hujan di petang. kenapa petang, itu pun karena pergantian waktu yang sering kali ku kagumi. itu membuat aku teringat pda banyak hal, sesuatu yang menyenangkan maupun menyakitkan.
nah, membaui hujan itu yang lebih menyenangkan, meskipun jujur aku ngga suka kalo berkegiatan outdoor pas hujan. ntah kenapa, kesan basahnya jadi lebih negatif di otak. akan tetapi beda ceritanya kalau dah merasakan hujan dibalik jendela kamar, di depan rumah rumput itu pasti baunya beda. kesan wangi alamnya menggoda banget. ahhh, jadi pengen lagi sensasi itu. kayaknya juga postingan ini dadakan. ntah apa pula tujuannya.
kangen rumah, kangen hutan, kangen berdiri di tempat tertinggi, kangen manjat sana sini, kangen jatuh, kangen berdiri...ahhh, hidup manusia emang ngga lama. iah, dan terbukti aku jadi manusia yang paling banyak maunya..

senja di depan rumah, saat - saat menunggu malam


dan ternyata aku melihat petang ini sebagai jawabannya


hujan di depan mataku, saat termenung di depan rumah

pelangi, salah satu yang ku tunggu setelah hujan reda

Tips Travel Alone

perjalana sendirian itu menakjubkan meskipun rasa kantuk itu akan selalu mengiringnya di mana pun. nah, berdasarkan pengalaman w, ada beberapa tips yang bisa diikutin dan semoga ngga sesat buat diikutin.
nah, pas perjalanan ini dia yang butuh buat diketahui
  • yang dibutuhkan adalah keyakinan dalam melakukan apa yang dipilih. sendiri punya konsekuensi dan kenikmatan tersendiri yang perlu diketahui dari awal.
  • pilih perjalanan yang dapat kontinu saat akn melakukan backpacker. hal ini mencegah untuk menginap di tempat transit dan mengeluarkan biaya yang berlebihan.
  • untuk wanita yang berpergian sendirian, tunjukkan sikap berani untuk menghadapi hari. terkadang over pede bisa jadi pilihan atau normal waspada. sebaiknya gunakan tas yang dapat dibawa sendiri dan tinggal menimbulkan kesan pertolongan.
  • letakkan uang di banyak tempat, mencegah kehilangan yang sangat mungkin terjadi.
  • gunakan satu tas kecil sebagai tempat untuk pembayaran dan menyimpan segala nota pembayaran atau transaksi
  • pastikan segala tujuan yang ada dan target perjalanan yang diinginkan di tempat tujuan (intinya, punya teklap yang jelas)
  • selama perjalanan harapkan untuk waspada, sebaiknya duduk di dekat keluarga
* ketika tidur, semua barang berharga dipeluk dan digulung jaket
* keluarkan uang pas saja, jangan tunjukkan dompet
* bicaralah hanya pada mereka yang memang tanggap dan dapat dipercaya
* jangan langsung katakan tujuan perjalanan panjang yang baru dikenal
* ramahlah dan jaga tiket dengan baik
  • ikuti aturan main daerah, jangan samakan wilayah main kita dengan daerah yang dikunjungi
  • dibawa santai saja untuk berkegiatan saat perjalanan
  • making friend itu penting!
  • carilah penginapan yang safe buat cewek dan dekat dengan objek wisata yang diinginkan
  • cari makan yang santai dan ga ribet
  • jalan-jalan pun pake aja gay santai, kasual, dan tidak ribet untuk mobilitas
  • bertegur sapalah dengan penduduk setempat, tidak hanya sebatas pas mau nawar saja
  • perhatikan tempat makan, halal atau ngga
  • sesuaikan dengan kemampuan budget, termasuk rasa dan tingkat pedasnya
  • cari makan yang sifatnya netral saja
  • cobai makanan khas
itu dia yang pernah w alami, hope so it'll usefull for the readers..jalan sendiri itu asik, asal ngerti trik dan tips. coba browsing trip dan tips orang lain juga sebelum berangkat, banyak referensi bagus dan tarik aja benang merahnya. jangan ngga ajalah, supaya dapat ilmu yang pas.

ALONE, Lombok (part IV)

kembali lagi part keempat cerita perjalanan w ke lombok. okay, di sesi ini, w nyeritain kisah exited yang pertama kali w alami, yaitu snorkling! kegiatan ini memang tampak seperti wacana dalam hidup w karena w ga bisa berenang, panikan dan emang dilarang orang tua untuk mencobanya karena dua faktor sebelum tadi.

akhirnya, dengan segenap hati dan pencapaian yang tak pernah habisnya, w nekat snorkling. untuk itu w ngga nyesal, betapa indahnya bawah laut gili trawangan. ya, gili trawangan adalah salah satu dari tiga gili yang ada di sekitar pulau lombok.
Pemandangan bawah laut gili trawangan sudah termasyur di banyak tempat. ahh, jika bisa diving coba lakukan di sini karena ada spot blue koral yang langka. konon, karang tipe ini hanya ada di karibia dan di trawangan ini. tidak banyak kata yang terucap, lebih baik baca lewat poto.

oiya, dalam perjalanan ini, bersama empat teman, w bermain hampir setengah hari. semua dimulai dari ijin, lupa pin atm, nyebrang yang tenang, pasir putih, air jernih, ikan biru, hingga pulang. jangan sungka untuk mambawa kamera anti air di sini, karena di batas pantai pun ikan yang terlihat sangat menakjubkan. thanks to bang haqul buat snorkelnya (barangnya masih di kosan), tanpa itu sulit untuk menikmati bawah laut trawangan. jangan takut, di sepanjang pantai banyak cottege, sewa alat-alat snorkling hingga diving, cafetaria, hingga bule-bule yang berjemur.
nikmatnya pulau ini, ngga ada polusi udara karena tidak diperkenankan kendaraan bermotor. rasakan sensasi seperti di negri asing karena isinya mayoritas adalah wisatawan mancanegara dari berbagai negara. berkeliling dengan menggunakan sepeda adalah pilihan sangat tepat untuk menikmati hari dan kesehatan tubuh. harus cobain pas kedatangan kedua w!!!amin

nah ini dia kegiatan snorkling yang menyenangkan meskipun hanya di sepanjang garis pantai.

Pantai yang indah menarik turis mancanegara untuk berada di sini. Snorkling bukan menarik untuk wisatawan dosmetik seperti w, tetapi juga para pelancong bule kita. Akan tetapi, dengan keterbatasan w, tetap w lebih memilih safety. ya, dengan menyewa pelampung dan sepatu katak, dapat dikatakan aman ketika dipakai dengan benar. Bermain snorkling sangat mengangumkan dengan biota laut yang luar biasa, sayang tanpa kamera anti air apa yang bisa diperbuat. Semoga Tuhan mendengarkan ini.

nah, suasana cafe seperti ini terasa di sepanjang pantai karena memang jadi ajang silaturami para bule dengan anggota tur atau keluarga mereka sendiri. dengan memesan makanan atau minuman yang tergolong mahal untuk backpacker, kita bisa menikmati semuanya secara eksklusif dengan pantai yang indah dan semangat hati ketika melihat awan biru dan pulau Lombok di kejauhan.








bayangan boleh hilang, tetapi kenangan tetap akan jadi satu dalam ingatan. it's memorble guys!





ini dia, suasana di sekitar pelabuhan di gili trawangan. tampak para bule baru saja tiba dari diving di sekitar blue coral. dengan biaya sekitar Rp. 500.000/ penyelaman, kelangkahan itu bisa dinikmati. akan tetapi, tanpa sertifikasi sebaiknya jangan dilakukan terlebih dahulu karena demi safety prosedur.

di saat inilah, menunggu menjadi hal yang tidak terlalu menjemukan.


untuk ke gili trawangan sangat mudah, apa yang dicari tinggal kendaraan ke pelabuhan bangsal. dengan biaya Rp 10.000 per orang, kita sudah bisa menyebrang dengan perahu yang disiapkan. Kebetulan, saat itu w menyebrang dan pulang dengan kapan Laut biru, nama yang unik dan memang asik. di kapal kecil ini, kita juga akan bertemu para pedagang dan bule bahkan. rasakan sensasi goyang di kapal yang akan cukup memabukkan bagi yang tidak biasa. thanks to rahman, raji, indra, satu lagi teman..(punten aku tidak ingat namamu, tapi aku ingat nasib ga bisa berenang yang sama denganku, hihihii).
Tuhan dengarkan doa orang yang percaya, kan??trust Him.

ALONE, Lombok (part III)


meski ngga seperti di bali, pura -pura di lombok juga ngga kalah indah kok, coba aja datang langsung. wisata pura ternyata memang menarik buat w. wisata taman juga w kerjain, tapi tetap di dalamnya ada pura sebagai simbol kepercayaan yang dianut pada masa itu hingga sekarang.
nah, wisata pura w meliputi daerah-daerah yang dah lumayan terkenal dan cukup representatif ketika w ngambil suatu generalisasi terhadap keseluruhan yang ada.

1. Pura Mayura
pura nih letaknya di sekitar kota dengan kolam air yang besar di dalamnya. makanya juga sering disebut water palace. pura ini luas, tapi sedikit tidak terawat.
di sore hari, pura ini digunakan anak - anak untuk bermain layang-layang hingga memancing oleh bapak-bapak di kolam besar yang ada di kompleks pura.







pintu gerbang pura yang agung







2. Pura Batu Bolong
nah, ini unik jika mendengar sekilas saja. Batu bolong itu karena di barisan bebatuan dekat pura ada yang bolong sehingga membentuk suatu lorong. di batuan inilah, pura didirikan, lengkap dengan posisinya di pinggir laut. pantai di sekitar pura tidak terlalu buruk dengan pasir putihnya.
ramai memang, tetapi menyenangkan ke pura ini apalagi berdiri di lorong bolong ke arah pura, terkesan tenang dengan ombak selalu menyapa kaki. auranya berbeda aja jika berada di pantai yang ada puranya.
akses ke pura ini sangat mudah karena searah dengan perjalanan ke senggigi.


pura batu bolong di sisi pantai







3. Pura Suranadi
nah, pura ini berada di taman Suranadi. di dekat pura ini juga terdapat sumber mata air yang dijadikan sumber kehidupan penduduk sekitarnya. selain itu, juga digunakan sebagai sarana wisata oleh pemerintah setempat.
di sini, puranya tampak indah dan terawat. berada di sebelah sungai dan hutan wisata menjadikannya tampak asri meskipun berada di pinggir jalan persis. untuk mencapai
taman suranadi diperlukan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota dengan kondisi jalan yang variatif.



ini dia pura suranadi yang asri









4. Taman Narmada
taman ini dibangun untuk tama kunjungan raja-raja di lombok jaman kapan, seperti taman sari di jogja.
di dalam taman ini juga terdapat pura dan sumber mata air awet muda. mata air ini cukup dikeramatkan karena khasiatnya itu. juga terdapat ban
yak bale-bale sebagai tempat peristirahatan para anggota kerajaan. dengan kolam air yang besar, pengunjung juga bisa mandi di sini.
mata air kolam pun dari air keramat
hmm, tertarik untuk tetap tampil menarik? ngga salahnya dicoba. akses ke taman narmada butuh 30 menit dari mataram.



kolam penampungan air awet muda

Saturday, September 19, 2009

ALONE, Lombok (part II)

Baiklah, di part I sudah diceritain gimana rasanya perjalanan sendirian itu, yang ada tidur dan tidur buat w. Oya, saya ganti sudut pandang bicara sehari-hari ketika di Bandung saja. baiklah, semua kembali dimulai.
di part II jurnal ini ngomongin kegiatan w selama di Lombok. dengan segala kebohongan pada orang tua (jangan ditiru), w berusaha menikmati perjalanan sendiri ini. ada rasa sebal sebenarnya karena belum merasa puas dengan keadaan yang ada. kegiatan yang tergesa-gesa juga ternyata tidak membuahkan hasil yang baik.
setelah dijemput seorang teman dan berisitirahat di rumahnya, w menghentikan perjalanan hari ini (29Juli09). Istirahat dan berbincang dengan keluarga teman w, membuat w teringat dengan orang tua yang tahu hal yang berbeda. rasa malu pun jadi tak tertahankan. ya, seengganya perjalanan ini dapat membuat w bisa berkenalan dengan orang lebih banyak lagi dan mengenal karakter orang. akan tetapi, kemudahan yang sering w alami, membuat w jadi sering tidak menikmati hal tersebut lagi. ini yang beneran w rinduin seperti jaman sma dulu.

nah, ini dia tempat-tempat yang berhasil w kunjungi selama di Lombok. beneran dah, butuh waktu lagi buat main - main di sini. sesimpel mungkin dengan segala deskripsi yang w lihat dan rasakan itu bener ya. jadi ga boleh ada protes dari pihak mana pun..

1. Desa Pusuk
nah, desa ini keren karena berada di atas gunung. sama halnya dengan desa-desa yang ada, desa ini ngga terlalu jelas dari jalan. tetapi hutan dan jalan yang kecil adalah pemandangan lazim yang dimiliki desa ini. yang membuat daerah ini semakin khas adalah monyet - monyet penghuni hutannya. ya, semacam teman buat wilayah yang terletak di atas bukit tinggi ini. monyet-monyetnya unik, jinak dan ngga ribetlah, seengganya tidak terlalu atraktif sekali sehingga dapat melukai orang. w rasa ga gitu mereka, yang ada malah pinter pose. akses ke tempat ini pun gampang, lebih baik dengan kendaraan pribadi dan sebaiknya berhati-hati saat berkendara karena tikungan khas daerah berbukit sangat menanti.

nah itu dia salah satu pose si mon
yet pas ngeliat kamera on..

sedang w adalah
penyayang segala makhluk yang baik..
2. Air Terjun Gangga
perjalanan ke air terjun ini rada jauh dari desa pusuk, tetapi menyenangkan kok. perjalanan gersang di awal akan ditutup dengan aliran air yang jernih dan sawah yang menguning.
air terjun ini berada di atas bukit. dari depan air terjun dapat dilihat sawah menguning, di kanan adalah hutan yang masih lebat di bukit,
di kejauhan tampak laut, dan riuh air yang mengalir deras. tinggi air terjun sekita 15 m, cukuplah untuk sebuah kompleks keindahan. akses ke atas ke tempat air terjun tidak begitu sulit, cukup menyenangkan bahkan. dengan sedikit mendaki, semua tujuan dapat diperoleh. itulah gunanya badan sehat dan jiwa semangat.

air terjun kedua yang ada di kompleks air terjun gangga.


nah, ini air terjun pertama di kompleks gangga, di hadapannya membentang keindahan.


akses yang tidak terlalu sulit menjadikan tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi. memang jalannya kecil, tetpi keindahannya sangat nikmat. dengan membayar retribusi Rp. 5000,- per orang (ntah itu untuk apa), panorama yang masih alami pun didapatkan.

3. Pantai Malimbu

nah, suasana nan biru dari atas bukit pun dapat dinikmati ketika melihat pantai ini. pantai ini terlihat jelas dari tepi bukit yang menjadi salah satu jalan utama ke pelabuhan bangsal. Indahnya pantai dengan karang yang banyak ini pun terlihat jelas dari ketinggian. pasir putih, gradasi biru hingga sunset yang indah dibalik awan menambah kenikmatan menikmati pantai ini. dari atas bukit, menikmati pantai ini dapat ditemani dengan warung-warung penjual degan dan jagung bakar setiap sorenya.


sunset di pantai Malimbu dari atas bukit









pantai malimbu yang indah dari atas bukit

4. Pantai Karandangan

pantai ini juga masih satu garis pantai dengan pantai malimbu.

pantai ini berpasir hitam dengan ombak yang tenang. pasir yang cenderung hitam dan karang-karang kecil yang terdampar di pantai meramaikan suasana para pelancong. oy, di pantai ini ada tempat bersantai untuk menikmati degan dan tentunya suasana pantai di bawah phon kelapan yang berjejer rapih. di sini cukup membayar parkir dan pilihan minuman atau makanan yang diinginkan. ya, itung-itung liburan hemat sebenarnya, tapi ngga kalah indah kok.


5. Pantai Senggigi

pantai ini cukup bernama di Lombok. setiap wisatawan akan ke pantai ini untuk melepas lelah dengan menikmati indahnya pantai. pantai ini terletak di belakang cottege mewah.

alhasil, dibutuhkan sedikit tenaga kaki untuk sampai ke tempat umum pantai ini. di sepanjang pantai terdapat aneka







pasar seni ini tempat menjual aneka souvenir, tapi cukup mahal

jualan dan makanan. duduk di sekitar pantai pun sering ditawari barang-barang yang menurut penjualnya khas. menjelajahi pantai ini juga ga ada salahnya. dengan keindahan bawah laut di sekitar pantainya yang asoy. nikmati snorkling bisa jadi pilihan. dari pantai ini juga, dapat dilakukan perjalanan ke trawangan dengan kapal mewah. oya, makan sate khas di pantai ini dengan harga Rp 15000,- per porsinya bisa diakui bahwa senggigi itu menyenangkan.


ini dia sate balayaknya

Friday, September 18, 2009

ALONE, Lombok (part I)

Ok teman, akhirnya saya niatkan untuk mengetik jurnal perjalanan yang tersimpan di tas berhari-hari ke blog dan semoga dapat digunakan sebaiknya oleh sapa pun termasuk saya. Dengan teriring lagu Jason Myraz entitled I'm Yours, kisah ini kembali saya tuangkan dengan cara saya yang cukup tidak teratur, tetapi tetap berharap pasti bisa jadi penulis.

Travel Journey, diz part which called as ALONE.


Perjalanan ini direncanakan sekitar 3 bulan lalu. Awalnya sebatas omongan belaka, tetapi saya tidak ingin semua menjadi hanya sebatas angin surga di mulut saja atau bahas halusnya ya angan-angan. Semua saya sudah persiapkan, ntah fisik, mental hingga duit dan chanel-chanel yang mungkin dapat membantu saya di sana ntar. Mendekati hari H, perjalanan ini tampak seperti akan berkahir sebagai wacana belaka karena hampir semua peserta punya kepentingan masing-masing dan merasa berkeberatan dengan perkiraan yang dibuat. akhirnya pun dapat ditebak, perjalanan ini saya lakukan seorang diri dan tanpa pengawasan orang yang jauh lebih tua dari saya. Orang tua tahunya saya berangkat bersama mereka-mereka yang telah membatalkan janji tersebut. dari hal ini juga saya sadar, menggantungkan diri pada manusia itu percuma.

akhirnya, dengan doa dan kekuatan dan kenekatan di luar nalar seorang ibu pun saya berangkat ke tempat yang saya tuju. Ya, karena ini tanpa restu resmi orang tua (karena telah berubah haluan), saya berangkat dan hasilnya tidak terlalu maksimal. Itu tak apa, yang penting ada sesuatu yang masih bisa saya dapatkan dan saya terpancing untuk ke sana lagi tahun depan untuk menyelesaikan petualangan di sana (semua gili dan Rinjani).

27 Juli 2009

Setelah doa dan menunggu ktp disiapkan bapak kos, akhirnya saya berangkat ke Lombok. Destinasi yang saya ambil adalah via Jogja. dengan persiapan yang telah saya lakukan, akhirnya saya berangkat ke Jogja dengan kereta Kahuripan pukul 20.25. Apa yang saya rasakan, standar! sama seperti mereka yang berangkat sendirian. dengan kerir 60L di belakang dan daypack di depan dan setelan lapangan, saya berangkat dengan harap-harap cemas. Beruntung, muka saya membantu dalam perjalanan. Perjalanan malam hari adalah waktunya tidur dan saya berharap penuh untuk tiba tepat waktu agar bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi tanpa harus menginap lagi di Jogja. Keriuhan kereta ekonomi akhirnya tidak menghalangi aku tertidur hingga esok pagi ku lanjutkan perjalanan.

28 Juli 2009

Akhirnya kereta sampai di stasiun Lempuyangan dengan waktu yang tepat untuk keberangkatan lanjutan yang akan saya lakukan. Meskipun ngaret sekitar 1jam, seengganya saya sampai lebih awal dari pembukaan loket tiket untuk perjalanan ke Banyuwangi. Sekitar pukul setengah 7, loket tiket kereta Sri Tanjung dibuka, dengan mebayar Rp. 35.000,- tiket ke Banyuwangi telah di tangan. Bersama saya pun ada sepasang bule ,ntah kewarganegaraan mana, yang melakukan perjalanan yang sama dengan saya. Segerombolan warga ponpes dengan style mereka yang khas pun melakukan perjalanan ke arah yang sama dengan saya. dalam pikiran saya, betapa menyenagkannya bisa bersama teman-teman melakukan perjalanan ini, tetapi rasa sebal dan kecewa saya lebih besar sehingga saya tetap untuk melanjutkan perjalanan dengan segala rasa lelah dan bosan yang menimpa hidup saya. Tiket sudah di tangan, dan perjalanan 15 jam ke depan pun harus dihadapi. Sekitar setengah 8, kereta siap dan saya pun berangkat. setelah memilihi kursi yang pw dan aman untuk barang-barang, saya pun mengambil posisi tidur. Ya, kebiasaan yang saya pelihara selama perjalanan. Demi keamanana pun akhirnya saya tidur dengan menyimpan seluruh barang dalam jaket dan tas di bawah kaki saya agar saya merasakan bila ada yang tidak beres.

Perjalanan 15 jam ekonomi itu memang melelahkan dan jujur cukup membahayakan apalagi untuk perjalanan sendirian untuk wanita. Tuhan itu emang baik, selama perjalanan yang duduk di sebelah saya itu selaliu mereka yang bener-bener ngejagain saya. Ya, seengganya, itu yang syaa rasakan. Pertama kali ada bapak-bapak yang terlihat menyeramkan, tetapi memang dia mengamankan sekali, tiap saya tinggal tidur, orang akan segan duduk di sebelah saya akhirnya.
Ntah di stasiun mana, sekeluarga naik dan duduk di sebelah saya. Keluarga ini mau turun di Pasuruan aja pokoknya, mereka pun menjaga saya. Ketika saya tidur, sdemua aman saja pokoknya. Anaknya pun lucu dan cukup menghibur kebosanan saya. Satu hal yang saya sayangkan, saya ngga bisa bahasa jawa. alhasil jadi sulit untuk berkomunikasi dan ngobrol-ngobrol ama mereka. isi kereta semakin padat dan panas semakin menyengat. perjalanan terus berlanjut hingga kereta pun mulai sepi ditinggal para penumpangnya karena sudah banyak yang turun di stasiun-stasiun yang familiar. Tujuan Banyuwangi pun adalah tujuan akhir kereta.

29 Juli 2009

Ok, saya pun telah tiba dengan selamat di Banyuwangi. dalam perjalanan ini, saya bertemu dengan Pak Gunawan yang menjadi kawan saya hingga perjalanan ke Padang Bai. Bapak ini tinggal di Bali dan sangat menolong saya saat melanjutkan perjalanan ke Lombok. Dengan membeli tiket kapal feri Rp.6000,-, kami menyeberang selama kurang lebih 45 menit. Sesampainya di Gilimanuk, KTP yang telah saya siapkan pun diperiksa. Kondisi pelabuhan yang sepi dan rasa was-was yang masih menghantui saya, tidak mengerutkan semangat untuk tetap melanjutkan perjalanan ini. Mini bus pun beberapa berjejer di terminal Gilimanuk. Jurusan ke Padang Bai pun akhirnya ditawar. karena dirasa terlalu mahal, saya memutuskan untuk menunggu hingga pagi sebgai saran si bapak tadi. Menunggu di terminal juga hal yang bodoh dan menakutkan bagi saya. Tak lama menunggu di terminal, dua orang tentara yang sedang berpartroli menghampiri saya. Salah seorangnya malah membuat panik teman saya di Lombok. Maksud baiknya ternyata membuat hal yang lucu dan panik orang lain. Selain itu juga muncul seorang muda Batak yang abis saja kecopetan dan menghampiri. Jujur, dia jauh lebih tidak dapat dipercaya dibandingkan Pak Gunawan. Tapi saya tahu maksudnya baik agar saya tidak terbuai oleh kebaikan orang lain. Terima kasih lai.

Jam4 pagi menyongsong, tentara satu lagi pun mengingatkan saya untuk bergegas karena bus ke Padang Bai sudah hampir tidak ada. Dengan penawaran yang ia lakukan, akhirnya saya berangkat dengan ongkos Rp.30000,- ke Padang Bai. Dengan baik hati, pak Gunawan pun ikud mengiringi saya meskipun ia harus menunggu lama di dekat terminal lanjutan sebelum ke rumahnya. Terima kasih Pak gunawan, "God bless" katanya saat mengucap perpisahan dengan saya. Alhasil, jalanan gelap bali dan rasa capai yang sangat membuat saya kembali tertidur sepanjang perjalanan. inilah salah satu kelemahan berjalan sendiri tanpa teman. jangan lakukan hal yang sama jika tidak karena kecewa.
Pagi menyingsing, jalanan bali pun mulai ramai dan kota ini memang memiliki daya tarik luar biasa dan saya ingin mendatanginya secara spesial. semua nampak berbeda ketika mobil semakin penuh dengan penumpang-penumpang yang memiliki tujuan sama maupun pertengahan jalan ke Padang Bai.Sekitar 6jam, akhirnya saya sampai di pelabuhan paling ujung di Bali. Dengan pesan dari si kondektur mobil, saya langsung bersiap dan pasang muka garang seakan-akan tahu daerah tersebut. Dengan Rp.31.000,- saya bersiap menunggu kapal penyebrangan bersama dengan para bule yang sedang berlibur. Dengan gaya mereka yang khas dan mengagumkan buat saya, mereka menunggu bersama saya dengan barang-barang bawaan mereka. Ingin rasanya bergaya santai seperti mereka, tetap terkadang ngga bisa. ya, saya emang dasarnya ngga ngerti fashion jadi sensenya sering ga dapat. sedang dalam perubahan. doakan teman-teman. heheheh (curcol mode on).

Sekitar jam 10, saya menyeberang dengan menggnakan feri. saat menunggu untuk menyeberang inilah saya bertemu dengan Komang yang jadi kakak sekaligus teman baru saya. senang sekali rasanya, di Lombok ada teman baru dan baik banget pula. Saya dengan tanpa malu mendekati dia dan bertanya tentang penyebrangan ini. itulah yang mendekatkan kami akhirnya. dengan segera mendekat pada bagian pintu masuk, kkami bergegas agar dapat menikmati kapal yag baru bersandar ini. terlambat akan membuat saya harus menunggu kapal berikutnya da itu artinya waktu lagi. selama 4 jam penyebrangan, semua terasa lama. ombak yang tinggi dan kapal yang goyang benar-benar menunjukkan ketidakbersahabatan laut dengan saya. huuu..di perjalanan juga ada rombongan pns yang studi banding, tapi saya rasa lebih tepat wisata. ahhh, negara ini.

Setelah hampir stress di dalam kapal, akhirnya sampai dan bersiap untuk petualangan baru. apapun itu di depan mata.
Turun dari kapal, menunggu di Lembar, ahh akhirnya berada di Lombok. Petualangan baru Tuhan atas egosime. Lihat di depan mata jika semua sudah begini.