Friday, January 30, 2015

Japan Eco-product photos

Yuk lihat selanjutnya bagaimana kegiatan di Eco-Product. Banyak hal yang jangan dilewatkan sebisa mungkin. Postingan ini hasil foto - foto selama pameran ini berlangsung. Kesempatan melihat semangat dan partisipasi orang - orang itu hal yang menyenangkan. Teknologi yang berkembang juga memberikan semangat untuk tahu lebih banyak lagi. Bahkan di acara ini, kita bisa menyiapkan kartu ucapan dan lainnya untuk dikirimkan 5 tahun ke depan. Semua akan disampaikan tepat pada waktunya. Enjoy the photos!
Baju organik dengan katun organik.
Merancang bangunan bersama.
Kartu pos personal dikirim dengan perangko khusus Eco-product
Kartu pos masa depan, tunggu 5 tahun lagi untuk dikirimkan.
NEC project di Borneo
Satelit untuk ICC program

Monday, January 19, 2015

Japan Eco product!

Eco product exhibition adalah acara tahunan yang awalnya digagas pemerintah Jepang sejak tahun 1997. Tujuannya sederhana saja, yaitu mendorong "kecintaan" terhadap lingkungan yang harus ditumbuhkan dalam masyarakatnya. Masyarakat Jepang sendiri sudah mulai terpaku, terpanalah bisa dikatakan terhadap apa yang mereka miliki agar sesuai dengan prinsip lingkungan. Makanya, tidak sulit menemukan segala sesuatu yang memiliki label, environment friendly group di seantero Jepang. Label seperti ini tidak terbatas pada label 3R saja atau barang ini digunakan dari bahan yang ditanam di perkebunan yang suistain. Lebih dari itu juga rasanya, di Jepang kita bisa menemukan makanan dengan label atau sertifikasi badan dunia tertentu yang menyatakan ini bukan hasil "haram" terhadap lingkungan, seperti illegal fishing atau pembabatan hutan. 
Balik lagi ke eco-product, konsep inilah yang berusaha ditanamkan oleh pemerintah Jepang melalui pengusaha - pengusahanya. Dengan masyarakat yang semakin sadar, maka kebutuhan market diharapkan meningkat. Kebutuhan yang meningkat, akan mendorong pengusaha untuk mendapatkan inovasi yang environment friendly lebih banyak lagi. Jadi, sederhana saja semuanya memiliki efek domino. Efek seperti ini bisa dikatakan juga sebagai win - win solution, yang mungkin cukup berisiko di awal karena siapa tahu program ini gagal kan? 

Akan tetapi, sepertinya program ini cukup berhasil karena hingga saat ini, pameran ini masih berlangsung di Tokyo. Sejak awal 2000an, pameran dilakukan di Tokyo Big Sight yang terletak di dekat Tokyo Bay (semoga tidak salah). Awalnya, pameran ini hanya diikuti beberapa perusahaan yang diundang pemerintah dan tidak ada sama sekali konsep yang attractive. Namun sepertinya, tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah peserta dan inovasi yang diberikan untuk menarik minat masyarakat. 
Siapa saja pesertanya? Seluruh orang, lembaga atau siapapun yang ingin datang. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Diri kebetulan kurang tahu sejak kapan anak - anak sekolah, dari TK, SD hingga SMP diundang untuk datang. Pihak panitia menyediakan bus yang menjemput para siswa untuk datang ke tempat acara. Selain itu, mereka juga disediakan pemandu untuk mengenali beberapa stand tertentu. Kehadiran anak - anak ini menjadikan tempat acara sangat penuh, sekitar 5000 anak sekolah datang ke tempat acara selama 3 hari pameran. Mereka berasal dari seluruh penjuru Tokyo pastinya. Selain itu, inisiatif dan keingintahuan anak - anak dijadikan salah satu cara untuk menanamkan pikiran berwawasan lingkungan dan teknologi sedari dini. Kebanyakan anak - anak menikmati acara yang ada, termasuk dalam mengumpulkan suvenir yang sebenarnya pun diri terkadang tidak yakin akan mereka gunakan di rumah. Para businessman juga hadir, namun tidak sebanyak pada pameran business lainnya. Kehadiran mereka umumnya banyak kepada kunjungan terhadap industri otomotif atau manufaktur lainnya, seperti teknologi. Diskusi yang dilakukan memang tidak selalu berujung pada kesepakatan bisnis, tetapi mengarahkan mereka pada kesempatan dan tawaran produk yang dapat digunakan untuk perusahaan mereka. 
Seperti tahun ini, Toyota dan Honda memamerkan mobil hidrogen yang hemat energi dan minium karbon dioksida. Bisa dikatakan semua mata pebisnis banyak sekali tertambat pada kehadiran exhibitor seperti ini. Kesempatan yang sama digunakan para exhibitor untuk mengumumkan dan mengenalkan lebih dekat produk mereka sebelum masuk ke pasaran. Menarik bukan? Selain itu, kelas exhibitor yang lebih kecil modalnya, seperti pakaian atau kerajinan khusus dari bahan organik juga berjajar rapih. Kita bisa menemukan pakaian dari katun organik, sehingga baju pun dapat didaur ulang oleh bumi kita di kemudian hari. 

Apa saja yang ditampilkan? Kunci pameran ini adalah inovasi berwawasan lingkungan ataupun kegiatan terkait lingkungan. Acara ini bisa menjadi brand image yang baik untuk para exhibitor dalam menarik minat pihak konsumennya. Dengan tidak terbatas pesertanya, pihak peserta bisa menampilkan apapun inovasi yang mereka miliki atau sedang dikembangkan atau akan dikembangkan. Ide pun bisa memiliki daya jual loh! Kegiatan CSR mereka terkait masyarakat dan lingkungan menjadi salah satu yang sangat mudah ditemui di stand exhibitor. 
Kapan? Tiap akhir tahun selalu diadakan acara ini, terutama Desember 10-12. Jadi, cek saja tanggalnya setiap tahun ya. Biaya masuknya gratis buat siapa saja. Pengunjung dapat mendaftar di tempat atau pun registrasi online terlebih dahulu untuk menghindari antrian. Pastikan saat ke sini memakai baju dan sepatu yang nyaman untuk berkeliling ke seluruh stand. 

Peringatan dini! Jangan lupa bisa berbahasa Jepang atau setidaknya ada teman yang bisa berbahasa Jepang untuk mengikuti kuesioner atau lomba dengan pertanyaan. Pastinya untuk hadiah menarik dari pihak penyelenggara. Menyenangkan loh!

Friday, January 16, 2015

Eco-product 2014 loh!

Jadi 2014 ditutup dengan kegiatan yang menyenangkan dari kampus! Yes, diri mengikuti Eco-product exhibition kembali bersama dengan anak - anak Leading Program dari tanggal 10-11 Desember 2014 lalu. Diri ikut di gelombang pertama kegiatan ini karena anak - anak lainnya masih ada kelas, jadilah diri berangkat bersama Shinogu, staf Leading Program, berdua ke Tokyo untuk mengikuti pameran terbesar ini dari hari pertama pembukaannya. Perjalanan ini sangat menyenangkan. Tahun lalu diri mendapatkan banyak pengalaman dan pastinya oleh - oleh dari perusahaan yang datang dan hadir. Bagaimana dengan tahun ini? 

Perjalanan dimulai di tengah salju Akita yang mulai menderas. Tidak biasanya memang salju Akita tahun ini datang lebih awal dari biasanya. Pertengahan November, salju sudah mengucapkan salam perkenalan kepada seluruh penduduknya. Lalu, tahun ini diri bersiap menuju Tokyo dengan pakaian hangat yang juga tidak membuat diri harus mengalami kepanasan nantinya. Tokyo tidak sedingin Akita sama sekali. Itu yang diri rasakan saat tiba di Tokyo. Tapi sebelumnya, diri berangkat dari Akita dengan cuaca yang menyenangkan untuk pesawat. Persiapan sederhana sudah lakukan dan kedatangan Shinogu mengartikan perjalanan diri pun dimulai! Shinogu mengajak diri untuk menunggu penerbangan di lounge bandara Akita. Maklum masih beberapa menit lamanya penerbangan berangkat, lagi pula barang bawaan kami tidak banyak. Senangnya, diri dan Shinogu menikmati minuman gratis dan santai di tempat yang lebih nyaman pastinya. Terima kasih Shinogu. 

Tokyo.somewhere.
Seperti yang diri katakan di awal, bahwa Tokyo tidaklah sedingin Akita. Sesampainya di Tokyo, bukannya hanya diri, tetapi teman diri lainnya yang datang setelah diri pun mengakui bahwa Tokyo itu panas! Alhasil, coat akhirnya hanya berada di tangan karena buat kami sweater sudah cukup menghangatkan. Posisi Tokyo di pesisir Samudra Hindia rasanya menjadi alasan kuat mengapa Tokyo tidak mengalami dingin yang sangat dibandingkan dengan Akita. Tapi, itu tidak menjadi alasan sama sekali untuk kami. 

Setelah sampai, diri dan Shinogu langsung menuju Tokyo Big Sight tempat acara berlangsung. Berhubung diri sendirian, jadilah diri lebih bebas menentukan daerah kunjungan diri. Shinogu pun mengerti. Perburuan pun dimulai!!! Tidak semua exhibitor menyediakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, tetapi setidaknya mereka masih menyediakan gambar dan simulasi dalam bentuk video untuk membantu orang - orang seperti diri yang tidak bisa berbahasa Jepang sampai sekarang padahal sudah tinggal di sini hampir 2 tahun (memalukan :D). 

Diri menghampiri hampir semua booth yang ada selama 2 hari kesempatan untuk mengunjungi pameran ini. Pameran tahun ini memang memiliki booth lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, tetapi angka peserta atau pengunjungnya lebih meningkat. Meskipun pihak exhibitor menampilkan kemajuan teknologi apa yang sedang mereka tampilkan, tetapi tidak memungkinkan untuk mereka sama sekali untuk melakukan business dealing. Diri akan ceritakan tentang Eco product di bagian lainnya ya!

Dengan semangat 45 mengerti dan keinginan mendapatkan beberapa suvenir menarik, diri mengunjungi terutama daerah pameran teknologi. Diri terkagum - kagum dengan teknologi purifikasi air yang dimiliki salah satu perusahaan. Pengembangannya memang masih mahal untuk skala komersial, tetapi setidaknya teknologi ini sudah dikembangkan di masyarakat India dengan bantuan oleh WHO. Teknologi ini memanfaatkan UV dan mineral tertentu untuk memecah ikatan elemen beracun dalam air supaya bisa dipurifikasi menjadi air yang siap minum. Kapasitas satu sistem ini bisa 5 ton air per hari. Luar biasa ya!

Teknologi lainnya yang menyenangkan adalah keberadaan alat kasir yang menarik. Tanpa label atau barcode, kita bisa langsung mengidentifikasi harganya. Menurut diri, ini praktis sekali, mengingat diri selalu kesulitan membersihkan bekas barcode di product makanan atau plastik. Kita tidak hanya membutuhkan sensor dan menggabungkan database yang ada untuk mengeluarkan harga dari barang tersebut. Teknologi ini dikenal juga sebagai implementasi ICE (semoga tidak salah), dimana sensor, database dan lainnya terintegrasi dalam sistem komputerisasi. Jadi, segala sesuatu lebih mudah. 

Sensor dan bentuk barangnya menentukan.
Selain itu, salah satu perusahaan teknologi, NEC, juga melakukan kerjasama dengan pemerintah Indonesia dan NGO tertentu untuk melakukan monitoring hutan di Kalimantan. Implementasi ICE yang sama juga digunakan, sehingga keberadaan individu pohon dan kerapatan hutan dapat diawasi per tahunnya hanya dengan menggunakan sistem komputerisasi di titik tertentu. Dalam memfungsikan sistem ini, tenaga manusia sangat dibutuhkan untuk melakukan database manual terhadap tiap pohon tertentu di hutan, tetapi setelahnya kita bisa mengurangi peran manusia dengan memanfaatkan sensor dan database yang terupdate oleh adanya satelit yang terhubung dengan pohon tersebut. 

Barcode memberikan kenampakan informasi sistem yang ada.
Menarik sekali teknologi yang ada selama pameran. Banyak lainnya loh, tetapi berhubung bahasa Jepang diri sangat buruk, semua jadi terbatas. Setidaknya sekaligus dapat ilmu, diri juga mendapatkna banyak sekali oleh - olehnya dari acara. Di bandara, seluruh oleh - olehnya sampai 6 kg untuk seluruhnya. Diri juga bawa bunga hidup yang diberikan sebagai hadiah. Tanaman yang super sekali ternyata. Tak disangka. Tenang saja, diri bukan pengepul, kebetulan suka saja. hehehe..
Tertarik dengan event ini, tahunan kok! Rencanakan liburanmu di tanggal penyelenggaraannya ya, desember 10-12 tiap tahunnya. 

UNESCO New Year Festa 2015

Kembali menulis di sela waktu menulis juga, rasanya bercampur aduk karena diri harus bersiap dengan laporan sekitar 20-30 halaman yang menentukan nasib di sini. hehehe..

Kesempatan lainnya selama di sini memang seringkali datang tidak terduga. Berawal dari mengikuti perkenalan antar bangsa di acara Akita International, diri mendapat kesempatan bergabung di acara UNESCO New Year Festa 2015. UNESCO ini bukan bagian langsung dari UNESCO milik PBB. Kebetulan organisasi ini memang melakukan hal yang sama dengan UNESCO kepunyaan PBB, yaitu mempromosikan, memperkenalkan dan mempelajari berbagai budaya di belahan dunia yang ada. Keanggotaannya UNESCO ini umumnya adalah para warga lanjut usia yang terus semangat di masa senjanya. Organisasi ini sudah berumur 17 tahun dan tetap penuh aktivitas. Terbukti, di acara kemarin semua dari mereka dengan semangat mempersiapkan venue acara, memasak kue sendiri untuk jamuan, mengatur seluruh jalannya acara bahkan sampai mengantarkan para undangan yang datang pulang ke luar lokasi acara. Luar biasa sekali untuk ukuran lansia. 

Sebelum pertunjukan ;)
Diri sempat tercengang melihatnya, mengapa para lansia ini begitu aktif di kegiatan sosial semacam ini. Sangat berkebalikan dengan mereka yang berusia muda yang justru cenderung agak pasif dan tidak aktif dalam keorganisasian. Salah satu yang selalu jadi kendala diri saat ingin membuat acara dengan anak - anak mudanya. Ternyata kegiatan semacam ini menjadi pilihan para lansia di sini untuk mengisi waktu mereka yang sudah tidak lagi memiliki pekerjaan rutin di kantor atau tempat lainnya. Kegiatan sosial dan kebersamaan seperti ini seperti membunuh kesepian di usia tua yang sangat banyak menghinggapi para lansia di Jepang. Kebanyakan dari mereka yang tidak menikah lebih merasakan sepi seperti ini. Bagi mereka yang mempunyai anak, kebanyakan anak - anak sudah hidup mandiri dan terpisah dari kotanya. Jarang sekali kita temui lansia yang hidup beruntung. Beruntung dalam arti yang sebenarnya, yaitu bisa memiliki anak, menantu dan cucu di tempat tinggal mereka. Kebayang kan bagaimana sepinya sendiri jika tidak ada kegiatan. Nah, dengan kegiatan di luar seperti ini, berkumpul bersama dan terus aktif membuat mereka terus sehat dan berpikiran positif. 

Rasa lelah dan ketakutan terhadap penyakit kayaknya tidak menjadi ketakutan buat mereka sama sekali. Terbukti loh! Para nenek memasak kue yang super enak dan dibungkus per potongan kecil untuk dibagikan kepada peserta acara saat jamuan bersama. Setiap kue dibungkus cantik dan disusun cantik di setiap piring yang dapat dinikmati semua peserta selama jamuan. Diri beruntung sekali rasanya mengikuti acara ini.

Diri mendapat kesempatan untuk membagikan pengalaman tentang lagu "Bengawan Solo" dan "Rasa Sayange". Keren kan?! hehehee.. Ternyata masih banyak yang belum tahu bahwa negara kita itu luasnya minta ampun dan tidak sebatas Pulau Jawa, Bali atau Borneo saja. 
Perkenalan diri dan lagu
Buat diri ini adalah kesempatan langkah dan luar biasa. Diri diberi kesempatan untuk bernyanyi di depan para hadirin. Dengan kemampuan vokal pas - pasan, diri akhirnya menyampaikan lagu dan pesan dari lagu ini di depan hadirin internasional. Namun, diri tidak sendirian. Hasil membujuk diri yang pas - pasan juga akhirnya membuahkan hasil, teman diri, Kak Rika, mau bernyanyi bersama diri, sekaligus menyampaikan pesan lagunya dalam bahasa Jepang. 
Bengawan Solo in action
Acara ini dimulai pukul 13.30 siang. Seluruh hadirin yang datang mayoritas adalah lansia dan beberapa warga asing yang juga ternyata akan bernyanyi bersama. Ketika datang, kami diberikan fotokopi naskah lagu yang akan dinyanyikan dan sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. Diri pun penasaran dengan terjemahan lagu Rasa Sayange dalam bahasa Jepang, dan ternyata beda sekali! Memang lagu daerah memang tidak akan bisa diubah menjadi bahasa lain karena ibarat masakan, cita rasanya jadi berbeda. Tujuan buku lagu ini ternyata menarik sekali, yaitu mengajak para hadirin menyanyikan setiap lagu setiap selesai lagu dalam bahasa aslinya dinyanyikan. Ada 5 negara yang datang, yaitu Indonesia, Rusia, Inggris, Australia dan Amerika. Kebetulan sekali perwakilan Australia tidak bisa hadir karena flu berat. Setiap perwakilan menyanyikan satu sampai dua lagu dari negara mereka. Setiap satu lagu dinyanyikan dalam bahasa aslinya, lalu setelah itu pembawa acara akan mengajak para hadirin menyanyikan lagu dalam bahasa Jepang. Dengan diiringi keyboard, rasanya semua hadirin menikmati sekali. Selain lagu, ada penampilan tari dari anak - anak dan permainan flute khas Peru dari anggota UNESCO. Event tahun baru yang amazing sekali!
Pertunjukan lainnya di New Year Festa 2015 (Peru, Akita, Rusia dan USA)
Tanggal 11 Januari 2015, diri memulai petualangan baru lagi di bidang lainnya. Diri bahagia sekali bisa mengambil bagian dalam memberikan pengenalan tentang Indonesia. Balutan kebaya bali orange diri pun menjadi hits bagi para ibu. Mereka suka sekali kebaya Indonesia! Senang sekali rasanya pakaian tradisional kita selain batik disukai. Pengalaman luar biasa buat diri. 

Notes: Terima kasih banyak dan super kepada Mbak Patria untuk semua fotonya. Artisnya tidak sempat foto. hihihihi

Sekarang, diri sedang menunggu aktivitas lanjutannya memperkenalkan Indonesia lagi minggu depan. Bangga terhadap Indonesia. 

Proud being Indonesian!

A Great 2015

Hallo 2015!
Welcome to another great year.


Always wish a great time for everyone. 
Lets start with pray and smile. Believe that you will do it because He control everything for our life.