Friday, January 19, 2007

Pandangan Sederhana

Menurutku, surga dan neraka diciptakan hanya untuk manusia yang paham bagaimana mereka seharusnya berbuat .

Menurutku, Tuhan itu punya banyak mata dan punya banyak waktu selama manusia mau memberi waktu untukNya .

Menurutku, Tuhan tak pernah bohong apalagi membohongi .

Menurutku, Tuhan itu mahaAdil, itu pasti,soalnya Ia terus ama aku toh, gak pernah ninggalin aku .

Menurutku, aku diberi nafas kehidupan untuk jalani apa yang namanya kehidupan itu .
.
Menurutku, orang mesti berusaha sebelum dia yang diusahain orang .

Menurutku, menerima kadang baik tapi akan memburuk kalo keseringan.

Menurutku, orang baik itu kadang merupakan orang licik .

Menurutku, orang hidup cuma sekali untuk merasakan apa yang namanya kebahagiaan .

Menurutku, kedewasaan bukan menjadi suatu keharusan yang dipaksain ketika beranjak remaja .

Menurutku, orang dewasa tubuh belum tentu dewasa mental .

Menurutku, cinta hanya dapat dirasakan sekali,paling banyak dua kali, dalam satu kehidupan .

Menurutku, cinta pandangan pertama mungkin saja terjadi, tapi jarang terwujud .

Menurutku, orang sakit jiwa lebih bahagia dibandingkan dengan seorang koruptor .

Menurutku,sahabat adalah yang ketiga setelah Tuhan dan keluarga .

Menurutku, manusia tak akan menjadi sombong kalo saja nggak ada yang namanya godaan .

Menurutku, orang meninggal pada usia muda adalah orang dengan dosa yang masih bisa terampuni .

Menurutku, manusia tak ada yang sempurna secara fisik dan mental .

Menurutku, orang bijak tak akan mengatakan hal yang menyangkut soal agama kalo dia sendiri tak paham arti agama itu sendiri .

Menurutku, Indonesia akan maju kalo saja generasi mudanya mampu untuk dewasa secara mental .

Menurutku,menjadi orang dewasa lebih rumit daripada menjadi seorang anak kecil yang masih ngedot .

Menurutku, manusia punya hidupnya masing - masing, jadi tidak ada aturan suara mayoritas boleh mengusik .

Menurutku, jika kau tak mau dipaksa jangan paksakan hal itu pada yang lain.

PMR


PMR

Kami ada untuk sesama

Kami mencoba memberi apa yang kami bisa

Kami ada karena panggilan jiwa

Kami berusaha untuk yang susah

Kami belajar untuk apa kami ada

Segala kerendahan hati kami ingin

Kami ingin memberi terbaik buat yang lain

Kami senang karena yang lain sehat

Kami belajar menapaki masa depan

Kami yakin kami bisa

Karena kami adalah Palang Merah Remaja

Pandangan Sederhana II

Hidup tanpa mimpi teras hambar. Namun itu akan lebih tak berasa ketika manusia tak berusaha mengejar dan mewujudkannya.

Bintang di atas tetap ada untuk mendengar cerita batin setiap manusia, jangan takut untuk menghadapi kehilangan.

Manusia hidup untuk bersama dalam suatu arah yang bersama akan diwujudkan.

Semua manusia sama, tak ada yang berbeda, namun waktu membuatnya berbeda.

Kejujuran akan melukiskan apa yang dirasakan secara langsung tanpa ada beban yang akan terus mengusik.

Paham akan diri lebih baik daripada memahami apa yang seharusnya belum untuk dipahami.

Keluarga adalah awal perjalanan menjadi manusia baik.

Kedewasaan adalah proses bukan suatu mimpi.

Menjadi seorang yang hidup berarti manusia yang mampu menghargai apa yang ada dalam dirinya dan di sekitarnya.

Setiap orang boleh beroleh mimpi seperti dalam dongeng, namun mimpi bukan hanya untuk dimimpikan.

Hidup terbatas oleh waktu, jangan sia - siakan waktu yang ada untuk melakukan apa yang masih mengganjal di hati.

Lebih baik memberi, daripada diberi.

Tak manusia sempurna, semua kesalahan adalah wajar, namun bukan untuk diulangi.

Belajar dari pengalaman, membuat mata seseorang akan lebih terbuka.
Hidup punya aturan. Aturan tersebut tak kan terasa mengikat sejauh orang tersebut paham bagaimana menjalani aturan tersebut.

Manusia bijak adalah mereka yang berani melawan sesuatu yang salah dengan cara yang beraturan.

Seorang dewa bukan Tuhan.

Manusia bisa belajar dari apa yang pernah ia rasakan, namun ia takkan mampu untuk memperbaiki waktu.

Kesempatan baik hanya datang sekali, namun pergunakanlah hati dan pemikiran yang matang dalam menentukan pilihan.

Alam tak kan memberi, setelah manusia terus menyakitinya.

Belajar dari alam akan lebih baik dari pada hanya menunggu guru yang tak jelas arah dan tujuan pekerjaannya.

Guru yang baik adalah guru yang mengerti untuk apa, siapa, dan bagaimana harapannya pada muridnya.

Tak ada kata kegagalan, namun hanya sebuah keberhasilan yang tertunda.

Jangan takut untuk melangkah.Kehidupan yang lebih baik menunggu di depan mata.

Hidup hanya sekali, jangan buat hal tersebut tak berguna

Jiwa

Dia, pernah singgah di hatiku.
Namun, aku pernah menyesalinya,
ketika mimpi melewatkannya di depan mataku,
Aku menolak kehadirannya
Ketika ia singgah kembali dalam nyataku
Aku terlanjur membencinya
Kini, aku menantinya
Menanti dalam sebuah kepastian bahwa
Ia takkan ada untuk lagi
Penyesalan...
Mungkin ....
Ia tetap mimpi bagi hari - hariku.
Sampai jumpa...
di Kehidupan baru
Ku tahu, kau takkan kembaliii..
Mimpi indah...
Jiwa

Aku

Ini hidupku, dengan segala kelebihan dan kekurangan diriku sebagai seorang manusia.

Aku hidup karena Yang di atas memberiku nafas kehidupan. Aku adalah milikNya, bukan orang lain apalagi diriku.

Hari ini aku datang untuk hal itu, hal di mana aku mampu untuk berkata dan berujar.

Hidupku tinggal separuh waktu, dan waktu terus berputar.
Bagaimana aku bisa selamat dari keadaan ini?


Aku adalah milikNya. Benar dan Tepat.

Aku bukan milikku. Sangat Tepat.

Aku diberi sedikit waktu untuk itu.

Namun, aku telah berujar untuk mengikari arah dan pusaran waktu itu.
Aku sendiri tak mampu.


Aku tak berkuasa atas diriku.

Malam pun tak mampu menghalangi hariku.

Aku terus melangkahkan kakiku.

sampai pada pengujung usiaku.

Aku tetap sendiri, tapi ku tahu aku milikNya.

Aku tetapdi arah dan jalanku.

Aku tak paham ataupun mengerti tentang waktu.

Aku dan waktu adalah musuh namun juga sahabat karib.

Waktu menentukan pengujung usiaku
Aku tak kan mampu bertahan.
Hidupku tetap bergolak dengan waktu.


Mampukah aku
Karena aku.
Aku

Diam

Angin malam menembus sukma kalbu mimpi - mimpiku

menyelimuti aku dengan dinginnya malam

Bulan bersinar dekat dengan mimpiku

Bintang bercengkerama satu dengan yang lain di depan mata batinku

Tertawa bahagia dengan sinar yang berkilau

Namun bulan dan bintang tak mampu menerangi mimpiku

Mereka menangis melihat mimpi itu terus menjalari pikiranku

Hanya angin yang mampu menembus

namun tetap ia tak mampu menghalangi mimpi itu

Jalanlah aku dalam sadar di bawah terawang cahaya

dengan mimpi tetap seperti luka yang menganga

sakit atau tidak, tak akan terasa

Cepat atau lambat ...

ia akan datang

mimpi itu tetap saja berjalan

Mimpi saja tak mampu ditembus

lelah

bulan dan bintang saja mengeluh sekarang

mereka marah karena mimpi itu tetap ada

Mereka kecewa aku membiarkan mimpi itu

mimpi yang membuat aku kehilangan sepasang hati