Thursday, March 27, 2008

pipih

dalam hasratnya seorang manusia bukan bagian yang terdalam
apa yang seringakli terpikirkan hanya sebatas laut dangkal mimpi manusia
mengerti dan memahami, seolah bagian yang tak akan terpisahakan hingga akhir massa
saat yang terpenting dalam pembangunan tembok perlindungan diri

manusia belajar memahami
dan sekali lagi belajar untuk memahami
berharap untuk dimengerti tapi sulit untuk mau mengerti
hanya paham tanpa aplikasi nyata
sebagai sebuah tembok perlindungan dari salah tindakan yang mungkin terjadi

apa yang yang menjadi permalasahan
terlalu praktis dalam bertindak
hanya itu menjadi pemikiran utama
ada isu lain yang sering terjadi dalam pemikiran
mungkin saja toleransi
manusia hidup karena pemikirannya
dan ia ada karena tindakannya

praktis, ia akan memahami diri dan manusia lain sebagai sebuah kebutuhan
timbal balik alam semesta yang tak akan tergantikan
pusat gravitasi adalah manusia
bumi adalah lingkaran pembatas
dan langit adalah kotaknya
alam semesta adalah sebuah dus pengertian dalam segala hl

praktis hingga rumit dalam tindakan yang sering diterjemahkan pada kesalahan tak berujung
adakah di anatara manusi belajar memahami
sekalipun diri tersiksa sepi seperti hal lain yang lebih sakit

setiap pengertian bahwa bumi adalah satu
di tengah ketidakseriusan manusia sendiri
yang terkadang membuat bumi dan semesta itu sepi dari kata toleransi.

apa

apa yang dilihat oleh mata
seringkali menjadi penghalang bagi hati bekerja


apa yang dipikirkan otak
menjadi penghalang tangan


apa yang didengar telinga
juga kadang meragukan tindakan


apa yang dibaui hidung
membuat mata tak lagi mau melihat


apa yang mulut katakan
mengganggu keseimbangan diri


apa yang lidah rasakan
memang tak akan seenak punya orang


apa yang kaki injak
adalah jalan yang dimiliki diri
dan tetap selalu diragukan hati


apa yang dikerjakan tangan
bukan semata-mata merusak karir
hanya belajar membangun diri


apa yang diinginkan oleh tubuh
jangan membawa kepada kehancuran diri


apa yang diinginkan hati
pikirkan dulu dengan koordinasi yang pasti


apa yang diinginkan pikiran
sekali lagi
jangan hanya sebuah obsesi

Monday, March 17, 2008

Salam jumpa Teman

teman
ada tawa dan cerita yang kau torehkan
ada duka yang kau berikan
ada kisah yang kau ukir
dan ada cinta yang kau tanam

teman
dengarkanlah senandung sederhan ini
bukan untuk dipamerkan
hanya sebagai wujud sayang pada kalian
sebagai bagian dari sbeuah bangsa yang besar Indonesia

teman
semua telah dilalui
dengan canda dan tawa
dengan suka dan duka
dengan benci dan cinta
semua dalam satu kesinginan yang sama
melalui masa-masa sma

teman
sampai jumpa lagi di sana
saat kita akan berbagi kisah kembali
dalam lingkungan yang lebih dewasa
dan dalam rasa yang lebih memahami
semua akan kita bagi
semua pengalamaan pada masa ini
akan menjadi sebuah kenangan yang teramat berarti

teman
bersama kita membungun diri
dan bersama kita mendewasakan hati dan pikiran
semua demi kita
kita untuk semua
ayao kita berbagi
semua demi bangsa

Saturday, March 15, 2008

hari baru

cukup sudah semua waktu berlalu
menguras keringat dan air mata
melelahkan jiwa dan raga
namun memberi kesegaran bagi dahaga selama ini
ada rasa sukacita
namun berlumur duka
semua demi mama

cukup semua berlalu
namun akan segera menyosong kembali
menunggu tiba di akhir maret ini
semua demi bangsa
dituntut untuk bisa
sebenarnya aku hanya manusia biasa
hanya mencoba luar biasa dalam hal yang tak akan sia-sia

semua ada masa
dan semua telah berjalan pelan tapi akan segera pasti
mari rayakan sukacita
menyosong hari baru
libur panjang

Saturday, March 08, 2008

rindu pada Tuhan

teduhkan hati ku
lewat bisik kataMu
di tiap hariku
redam amarahku
tak akan buatMu kecewakan ku
sayang hidup ini
jangan lekas lupakan aku
ku sayang Engkau Tuhan
dengarlah doa ini
ada ras yang berbeda
kasihMu
ku rindu
biar ku kecewa sekarang
ku ingin Kau tahu
aku merindukanMu
jauh Kau lebih tahu aku

kembali

tunjukkan pada diri
apa semuanya berarti dan tak akan berakhir
butuh dirimu di sisi

jangan lepas di makan hari
perpisahan bukan akhir sebuah kisah
semoga tak menjadi awal air mata

biar daun pintu tetap terbuka
menyosong kau kembali
zaman tak lagi si siti

Sebelum waktu

hanya mencoba diam
tak pahit dipendam
setiap lihat langkah kaki semu dalam bayang itu
bukan tak tahu

ras tak mau terpaksa
semua
hanya kesempatan
sebelum waktu habis melangkah di sebuah perpisahan

tinggalkan hari ini
menyosong masa depan jauh
lintas waktu ditempuh
ini hanya emosi

semoga tak akan pernah sesaat

dan tak akan melelahkan semakin berat

Rasa (II)

Tak berani untuk mendua hati
bukan tak sanggup
hanya saja tak ada niat yang berarti

bukan saatnya untuk memilih antara diri dan yang lain
mencoba buat senyum itu
sesulit itukah ?

diam membuatmu semakin bisu
membingungkanku yang tak tentu
apa arti diri ini pada kau yang sejati
mata hati

biar mengalah
hanya butuh sebuah senyum
ku terima semua salah
jangan buat ku terus meragu

demi sebuah awal
agar ku tak terpisah jarak dan waktu pada akhir kisah

cinta (I)

Tak akan pernah kembali
semua ada masanya
dan ada waktu untuk menunjukkannya

tak akan pernah tersakiti
saat kembali di depan diri
cinta tak akan memilih
namun coba membuatnya semakin berarti

cinta tak akan melukai
bahkan mengajari
bahwa ini adalah sebuah kasih
dan itu juga tak akan abadi

kekal

abadi

jangan pernah untuk tahu
sesaat dan sekadar hiasi detik hari ini

Segera

Segera akan selesai
kebahagian tak akan pernah jauh
matamu pun mampu menjangkaunya
tak sejauh apa yang dipikirkan
kana semua ini akan segera berakhir
dan pasti memberi arti tersendiri