Monday, February 18, 2008

Kami (pendidikan)

tiap hari langkahkan kaki dengan pasti
menyongsong cerahnya pagi
menjemput masa depan
untuk jadi generasi terdepan

berkompetisi dengan sistem ini
mengasah tajam pisau pengetahuan
sebagai alat perlindungan kami
agar lebih aman di masa depan

mereka di atas mengolah kata
menjadi sebuah paksa
yang tertuang dalam undang-undang nyata

kami telah berkali-kali sabar
meski tak pernah terbayar

sekali, mereka bilang ini terbaik
agar kami siap berkompetisi
lagi, mereka bilang "coba dulu ini"
agar kami mampu teguh berdiri
hadapai kencangnya angin globalisasi

apa yang kami dapati ?
ternyata sulit sendiri !
benar tak tepat
terus mencoba sesuatu lagi pada kami

kami mempertanyakan hak kami
bukan terus jadi kelinci,
bapak menteri.

rakyat mempertanyakan

katanya Indonesia telah merdeka
lewat kata yang diolah bapak Soekarno dan Hatta
mereka bilang kami sudah bebas
tapi mengapa kami masih terikat keras

katanya demokrasi
namun kami masih dibungkam politisi
di mana hak kami ?

katanya ada keadilan
tetap saja kami harus mengemis di pengadilan
tapi koruptor masih ada yang dilindungi
apa salah kami ?

katanya tak akan ada lagi kemiskinan
tapi kami hanya makan janji
tipa detik menanti penggusuran
kami meringis pedih
bagaimana hidup kami ?

katanya sudah otonomi
biar kami tak letih lagi urbanisasi
tetap mereka tak perduli
apa daya kami ?

kami terlunta di jalanan
tapi tetap mereka tidak mengerti
para politisi berdiskusi sampai pagi
katanya untuk kami

rapuh raga kami
terkikis perih angin kemiri
mereka tetap sibuk sendiri
apalagi yang harus kami yakini ?

ketika kami menangis
mereka tetap mengeruk habis air mata ini

saat mereka kekenyangan lagi
kami harus berbagi sepiring nasi

dimana ibu pertiwa ?
katanya ini semua buat kami!
mengapa kami masih begini
katanya kami seudah lepas!

demi nama

surya tenggelam di ufuk timur
melihat pedih Indonesia kini
tiap politisi menjadi makmur
memutar otak membentuk konspirasi

tiap pesta, politisi berkompetisi
berlari mencoba meninggikan diri
berusaha mencapai puncak gunung kekuasaan
tanpa memandang kasihan

lupa akan janji yang terpatri
ketika telah mendapat singgasana untuk diri
belajar memperkaya diri
dengan jalan tak halal pasti, korupsi

dunia politik bak panggung sandiwara
penuh canda tawa penguasa sebagai aktor utama
tak pernah sudah memaksa
manja akan sesuatu yang wah!

dulunya berkoalisi membentuk kompetisi
berjanji bersama membuat janji
kini tergoda akan kekuasaan yang lebih tinggi
demi kehormatan yang lebih bergengsi

politik bergoyang,
para pramuka ikut berpesta
mengejar para aktor utama
karena sangkaan kasus yang sama, korupsi
bak tikus pemakan segala

amuk bumi pun tak pernah padam
tak pelak, panggung ikut membara
apa lagi yang harus dinanti?
kalau keadaan sudah begini !
siapa yang mau dipercaya lagi !

simfoni lara (Bumi)

Terlalu perih tersakiti
luka terlalu dalam menganga
pedih
perih
semakin hari semakin tersakiti
ku terlalu lelah menanti belas kasih
hari ini wajah terlalu kusam
memerah, terlalu gersang
hatiku sakit
setiap waktu, kalian memeras susu dari putingku,
menguliti tubuhku,
melubangi kepalaku dengan ribuan paku
apa yang kalian mau?
telah sabar aku mengalah!
tiap kali ku deraikan air mata
kalian berteriak meminta kasihan
tolong!
tolong!
kalian menyalahkanku
terkutuk!
terkutuk!
ketika ku bergoncang
kalian semakin memburu ku
menggali lebih dalam
kembali ku merana
ku semakin lemah
meski darah terus mengucur
dan waktu tak lagi tersisa penuh
kalian !
cukup kesempatan itu.

Bila

bila waktu hanya sebentar
hanya ingin kata maaf yang terucap
meskipun terlihat ego itu jelas
manusia hanya menerima namun sulit memberi kembali

bila waktu itu sebentar lagi
hanya ingin kata tunggu yang terucap
tak semua manusia ini kuat menantang hidup
meskipun ia terlihat tegar melawan angin kencang derita
saat ia jatuh
menapak segala kegagalan
bercampur lumpur malu dan gagal

Kembang malam

menggores malam bukan hal baru yang kau lakukan
kau hidup berkutat dengan malam
menjejaki langkah sendu di pinggir-pinggir jalan
menjajahkan hidup
memberi ganti nafsu mereka yang mau membayar dirimu
bukan harga dirimu
kau hidup dalam malam
terkadang nampak tak penuh derita
penuh nikmat sesaat
namun pedih yang harus kau rasa penuh
sulit untuk kau ungkapkan kembali apa yang kau cari
kau melangkahkan kaki pelan di pinggir remang nya lampu jalan
terdiam menunggu mereka yang datang menghampirimu
meski hanya sekadar mengajak mu bercanda
sesaat namun begitu melegakan
kau tak lagi berani memandang langit
mengadah diri meminta apa yang seharusnya kau peroleh
hidup layak bukan membunuh karakter mu sendiri
kau menangis pilu di pinggir jalan
tak ada yang berusaha mendengarmu
hanya mereka yang mau tahu hidupmu
namun sering kau pun menolak mereka
percaya mu segera terkikis jauh
kau lelah dengan semua ini
hidup tak lebih dari penggung sandiwara
kau jadi artisnya
dan yang lain figuran yang menanti kedatangan artis utamanya
kau anggap dirimu pahlawan
namun itulah adanya
kau pahlawan
bagi dirimu setidaknya
bukan sebatas untuk egomu
kau berjalan pelan untuk semua
meski harus sangat pedih
jauh di lubuk hati
mengapa harus ini?

-untukmu yang belum ku kenal-kembang malam

Saturday, February 16, 2008

bukan salahMu Tuhan

satu kata demi bangsa
ketika semua mulai sibuk oleh bencana
di saat kau perlu ada
mengapa hanya kami sendiri di sana
tak kah kau ada
sedang mengadah , memalingkan wajahmu Tuhan
pada lukua-luka kecil ini
satu waktu ketika waktu telah berjalan kembali
saat Kau kembali dengan kuasa itu
bukan hanya untuk memberi hidup
juga kembali mengambil yang hidup
mengadah hidup di bawah kakiMu
tolong jangan lagi bencana itu
cukup lelah hidup dengan semua itu
itu bukan salah Mu
namun tak tahu hidup ini terlalu ego untuk mengakui
itu adalah milik semua kisah lukisan ribu manusia
terlalu hidup ini
belajar untuk membawa bencana
ketika itu datang , Kau yang salah
itulah ribu manusia
demi kepentingan hidup bukanlagi bencana jadi konsumsi
satu kata
kemanusiaan yang akan selalu berujung duka
lirih dan pedih
untuk sebagian ribu manusia dan ribu manusia lain
yang berusaha berdiri di jurang hidup
benar atau salah
aku atau kamu
semua untuk itu
bencana pasti berlalu
namun hidup tak akan mengulang lebih lalu

Friday, February 15, 2008

ini masalah waktu, bukan hanya egomu

bukan kau tak bisa
hanya membutuhkan waktu
dan waktu tak bisa kau beli dengan kekayaanmu, teman
bukan kau tak mampu
hanya saja kau harus bersabar terlebih dahulu
dan itu pasti membutuhkan waktu
kau tak bisa memkasa waktu
semua ada masanya
memang lelah menunggu
dan ku paham itu
bukan kau tak berbakat, teman
namun kau harus belajar terlebih dahulu
belajar menurunkan ego mu
belajar untuk memahami situasi mu
belajar untuk menerima segala yang terjadi padamu
bukan memaksakan semua itu
bukan kau tak mengerti, teman
hanya saja kau harus lebih memahami
dan itu tak sekadar kau mengerti
lebih jauh dari apa yang kau pikirkan tentang sesuatu yang kau tahu
dan tetap saja itu butuh waktu
bukan kau tak tahu, teman
kau hanya butuh suatu pemahaman baru
bahwa hidup itu sederhana
tak serumit pemikiranmu
kau terlalu ego terhadap dirimu
pelajari dahulu itu !
bukan kau tak mau, teman
kau hanya menolak untuk mencoba
mencoba untuk bangkit ketika kau terjatuh
tegak kembali ketika kau terperosok jauh ke dalam perasaan egomu
kau belum mencoba mengerti dirimu
sering hanya kau turuti perasaan mu
insting lewat jauh
bukan kau tak mau teman,
hanya saja kau terlalu merindukan hal itu
pikirkan lah dahulu
bukan egomu yang bekerja
biarkan waktu mengajarimu
bagaimana menerima sesuatu
hanya saja ku coba tuk menyadarkanmu
bukan mengguruimu

dunia itu

sekarang..
tinggi tak membuat tahu
rendah apalagi
akan menurunkanmu
semakin meninggalkanmu
sekarang..
hati saja tak cukup
uang juga perlu
meski itu akan menentang hati
hidup itu keterlaluan
sekarang
bukan lagi hanya kau yang meminta
namun semakin bertambah yang rendah
menunggu tinggi
yang katanya hati saja tak cukup
dunia itu
memang keterlaluan
terkadang tak tahu aturan
dan membuat sebuah terobosan baru
membuat rendah semakin rendah
dan tinggi berubah arah
yang katanya hati saja tak cukup
ujungnya rusak juga dunia itu

pilihan itu ada

dihadapkan di depan pilihan
bukan waktunya tuk kau bekerja dengan arah
kau tahu bagaimana harus memilih
namun kau terlalu angkuh untuk memilih
kau terlalu mengerti hidup itu
pilihan itu semu
menurut mu hidup sudah terpilih
hanya sebuah kemampuan untuk menebak
Kau tahu harus tahu
bukan belajar kembali untuk tahu

kau di depan pilihan
namun tak pernah membawamu ke arah itu
kau berjalan di keduanya
atau ketiganya
kau lebih suka menyebutnya lorong hidup
yang terang karena sinar redup lampu di tengah malam
dan gelap saat kabut senja datang
kau tersenyum di lorong itu
tak pernah berharap ada apa

kau tegak manantang di tengah pilihan
tak mau disebut pecundang
kau menentang semuanya
bukan hanya pilihan
tapi massa yang dipilih untuk memilih
kau anggap hidup tetap telah terpilih
sampai waktu tak lagi mau menunggu
kau takut satu hari
namun berani menentang seribu jam kehidupan

kau terpaku dalam waktu
pilihan tak membuat mu resah
apalagi kecewa
"itu hanya kemampuan menebak", katamu
kau terlalu berani untuk tahu
karena menurutmu tahu untuk hidup
bukan hanya sebatas rindu

kau duduk dengan pilihan bersanding di dekatmu
kau tak mau mengusiknya
apalagi bercinta dengan pilihan itu
kau tahu untuk tidak memilih
"memilih bukan solusi", katamu
dan kau tahu pilihan itu ada

Teman, Lihatlah

Teman

coba buka matamu

lihat bahwa ada yang tak seberuntung dirimu

yang lelah menanti kereta sore datang

yang resah karena belum membayar iuran sekolah

yang takut dinas tata kota datang dengan traktornya

yang lapar menunggu bapak pulang dengan nasi

yang menangis karena tak ada tempat tinggal

yang berlari menyelamatkan nyawa dari bencana

yang berdiri diam karena tak lagi mampu berkata

yang duduk lesu melihat rumahnya rata dengan tanah

yang tertawa gila karena tak tahan menahan derita

Sahabat

coba rasakan hidup ini

dengarlah bahwa masih ada yang tak semewah hidupmu

meski menurutmu itu terlalu sederhana

coba kau pandang ke bawah

dengarlah tangis mereka yang membutuhkan uluran tanganmu

meskipun kau anggap dirimu belum kaya

sahabat

coba kau buka mata hati mu

sedikit saja

tak lebih lama saat kau menunggu kekasih idaman mu menghampiri

rasakan waktu itu

kau akan tahu sesuatu

hidup itu tak selamanya di atas

meskipun kau anggap semua ada di tanganmu

rasakan gelapnya hidup

bukan memkasa mu untuk merendah

hanya meminta mu berbagi derita

Sahabat

coba beri ruang bagi yang lain

buat mereka yang lelah jiwanya

buat mereka yang tak lagi mampu tertawa lepas seperti kau saat belanja di mal

atau buat mereka yang sedih kehilangan yang tercinta

buat mereka yang tak mempu lagi berkata-kata karena terlalu menderita

buat mereka yang tak lagi mempu bersekolah karena kendala biaya

bukan hanya mereka

untuk mereka yang tak seberuntung dirimu

hanya sedikit

genggamlah mereka sahabat

bukan cuma mereka yang mengatas namakan solidaritas yang bisa

bukan cuma mereka yang bekerja demi bangsa

atau mereka yang tinggal berbaur langsung dengan mereka

kau juga sahabat

Sahabat

dengarlah sekali ini

Semua butuh bahagia bukan hanya derita

mengapa tak mau berbagi dengan mereka?

Saturday, February 09, 2008

lembutnya waktu

Saat ku buka mata tadi pagi
ku rasakan lembutnya udara pagi menyapa
tangan Nya tak pernah lari dari waktu yang ada
Saat ku terpana dengan hari baru yang diam
ku memilih belajar menyapaNya
bukan sekadar untuk menangis rendah
aku ingin menghargaiNya
tak hanya sebatas kata
namun juga perbuatan
Saat ku bangun pagi ini.
ku rasakan rindu teramat dalam
pada waktu yang telah berlalu
saat ku pandang kuasaNya di puncak tertinggi
saat ku belajar menapak kaki di puncak tinggi
aku belajar untuk menghirup udara bebas
dengan hati yang berbalut peluh lepas
hari ini ku tersadar saat kurasakan
aku membutuhkanNya
bukan sekadar kata lagi
aku sangat merindukan masa itu
tapi mampukah aku
dengan keadaan sekarang yang membuatku terhalang waktu
sungkem orang tua
terutama bobot ini
cukup..
kangen gunung Tuhan
mohon
Amin

Sunday, February 03, 2008

Yesus ku memerlukanMu

doaku dalam sebuah malam..

Tuhan Yesus yang baik hati.terima kasih buat hari ini. atas karyaMu atas diriku.tanpaMu aku bukan apa-apa dan siapa-siapa.Kau yang mengangkatku dan meninggikanku.Tuhan Yesus yang murah hati. terima kasih buat waktu yang Kau sediakan buat doaku.terima kasih buat hidup yang berharga yang Kau berikan pada diriku.terima kasih karena tak pernah terlambat pertolonganMu bagiku. terima kasih karena kemurahanMu bagi tiap langkah hidupku. Tuhan Yesus yang berkuas di Surga dan bumi. terima kasih atas kasihMu padaku dan keluargaku.Engkau Tuhan terbaik dalam hidupku dan manusia lain yang percaya padaMu.tak ada yang lain selaian Engkau Tuhan.ingin ku memuji dan memuliakan namaMu agar semakin Engkau dimuliakan dan disembah seluruh bangsa. Tuhan hanya Engkau yang mengenal pribadiku. sedalama apa hidupku di hadapanMu.
Tuhan Yesus yang sabar.maafkan kesalahan-kesalahanku.ampuni segala dosa-dosaku.aku mengakui kesalahan dan dosa yang kuperbuat selama ini padaMu.aku seringkali sombong dan merasa kuat tanpa hadirMu.seringkali ku acuhkan suaraMu dan meninggalkanMu. selalu aku berusaha melepaskan tangan dari genggamanMu.namun Kau masih menyelamatkan aku meskipun aku sering melukaiMu. darahMu begitu dahsyat dalam kehidupanku. karyaMu Tuhan amatlah mulia.kasihMu yang terbaik di atas yang terbaik Tuhan.Tuhan hanya Engkau Juruselamatku.
Bapa di Surga. terima kasih ya buat semuanya. boleh kumint lagi Tuhan meski ku tahu Engkau sudah lebih tahu apa yang kubutuhkan. Bapa, berilah aku kekuatan, kesehatan dan keselamatan di dalam Engkau. biarlah aku bisa berkarya bagi kemuliaanMu Tuhan.biarlah tanganMu merangkul hidupku agar aku dapat berjalan lurus di dalam Engkau Tuhan, jangan lepaskan aku ke dalam si jahat Bapa. aku tak cukup kuat.hanya Engkau penolongku. kepadaMulah aku berharap.
Tuhan, dengarkanlah kerinduan hatiku untuk membanggakan kedua orang tuanku. karena ku yakin tak ada yang sia-sia di dalam Tuhan.segalanya mungkin bagi Allah. buka jalan bagi ku bila Engkau izin aku menerima anugerahMu untuk kuliah di UI, Tuhan. perbuatanMu yang ajaib Tuhan. tak ada yang salah apabila Engkau yang menentukan.
Tuhan Yesus yang pengertian. Kau mengenal hidupku lebih dari yang ku tahu. aku mohon padaMu bahwa pilihan ku tuk menjadi pecinta alam bukan suatu kesalahan. biar aku bisa berjalan di jalan tersbeut untuk memuliakan kerajaan Allah.agar aku bisa memberikan yang terbaik bagi Allah. Tuhan, Kau tahu kerinduana ku. bukalah jalan bagiku untuk melaju melaksanakan mimpi ku nomor satu untuk mendaki seluruh gunung. maaf Tuhan, aku terlalu menodongMu dengan ijman yang tak seberapa ini. biarlah rencanaMu yang bekerja bagiku.biarkan aku mengerti apa yang Kau inginkan dariku Tuhan. semua adalah jalanMu Tuah.
Tuhan Yesus yang maha tahu. buat bangsaku. jangan lagi seperti ini. terlalu kami memang padaMu. Tuhan , aku mohon agar kami Engkau kuatkan untuk hadapi semua ini.Engkau maha tahu Tuhan. tiap langkah hidup ini. biaralah pemimpin bangsa ini tahu apa yang harus dilakukan sesuai khendakMu. dan tak alagi meragukanMu. apalagi melupakanMu Tuhan.tolonglah Tuhan dengan segala kerendahan diri dan hati yang ku miliki.terima kasih Bapa.
Roh Kudus, urapilah aku dan berkaryalah dalam hidupku.terima kasih buat penyertaanMu yang tak kenal lelah.kasihMu Tuhan amatlah mulia.tanpa batas dan tak pernah jauh dariku.Kau hanya sejauh doa. terima kasih Tuhan.Tuhan Yesus.Haleluya.
Amin.
Terpujilah Engkau Tuhan, dulu, sekarang dan sampai selam-lamanya.

Video Cartenz

saya mendapat ini dari sebuah link.maaf linknya saya lupa mengcopy.maaf.sekali lagi maaf.yang jelas ini dari youtube.com.saya ingin sekali ke cartenz.bagaimana caranya?Tuhan tolonglah.terima kasih.

Friday, February 01, 2008

PUISI CAHAYA BULAN - soundtrack Gie-

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa

Pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu
dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, Lembah Mandalawangi

Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan -hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yg menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu

ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat

Apakah kau masih akan berkata

Kudengar dekap jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semuaKecuali dalam CINTA...