Showing posts with label catatan. Show all posts
Showing posts with label catatan. Show all posts

Saturday, February 25, 2017

Dari steooz.com Ke viosjourney.world

Malam - malam setelah menemani lelakiku yang puji Tuhan sudah jauh membaik dari yang kemarin dan setelah tulis menulis di www.ourexploration.world rasanya lega dan semakin semangat. Ada banyak yang tertinggal selama ini. Membaca terlewat, menulis terbengkalai, bekerja terlalu keras, belajar sampai lupa. Ini sudah jauh menyimpang dari seharusnya. Well, semangat baru di 2017 setelah terpaan berbagai macam badai dan masih meneruskan perjalanan di tengah hujan gerimis ini, tidak ada yang namanya "tanpa hikmah" atau "berakhir sia-sia".

Setidaknya sekarang diri memulai kembali menata dengan menambah jam membaca dan sekarang yang sedang dilakukan adalah menulis. Ada ratusan ide yang tertahan yang pada akhirnya masih berakhir di notes sebagai rancangan tulisan, yang saat ini buat diri adalah sebuah kemajuan (:D pembenaran). 

Hari yang diawali mungkin dengan enak sampai eneg bukanlah jadi penghalang seharusnya bagi siapapun juga, termasuk diri. Hari ini juga akhirnya diri menemukan kembali ritme yang telah lama tertinggal. Diri terlalu fokus larut sana sini yang akhirnya hanya mampu mengenerate ide itu di angka puluhan saja, bukan ratusan :D. Menulis itu benarlah suatu keasikan sendiri dan kesenangan yang berbeda dari banyak hal. Senjata pena dan buku memang tools utama mendorong kemauan diri untuk menuangkan ide - ide itu, sayangnya selalu berujung pada tertinggal di dalam buku, bukan tertuang lagi di dalam blog ini. 

Setelah berganti nama berkali - kali, akhirnya diri meyakini pilihan kepada www.viosjourney.world sebagai bagian dari cerita utama blog ini. Selama lebih dari 3 tahun, wajah viosjourney.world berada sebagai wajah steooz.com yang akhirnya ditutup dengan alasan administrasi. Website sederhana yang ternyata menurut lelakiku berdampak cukup banyak, jendelaexplorasi.net juga harus berganti wajah menjadi ourexploration.world. Pemilihan nama kali ini merupakan bagian paling penting yang bisa diri katakan menyenangkan dan semoga menjadi pelabuhan terakhir (tidak ada lagi masalah administrasi) ke depannya. 

Berdiskusi, bergalauria, tidak percayaan dan lainnya dengan pilihan nama website yang baru mendorong diri dan lelakiku akhirnya memutuskan kedua nama tersebut dengan filosofis dan tujuan masing - masing. Alamat viosjourney.world menggambarkan isi blog ini yang benar - benar bersifat personal diri. Di ruang inilah, seluruh aktualisasi diri sebagai yang namanya Stephanie Octorina Saing yang dipanggil dengan berbagai macam nama, mulai dari Os, Pani, Step dan lainnya yang menuliskan mimpi - mimpinya, cita - citanya, syukur - syukurnya sepanjang perjalanan hidup yang dilalui. Kalau dulu dari tahun 2007 sampai 2010 awal diisi dengan perjalanan diri seorang, 2011 hingga saat ini, cerita adalah diri dan lelakiku, lalu jika Tuhan mengizinkan segera ada cerita tentang "sukacita kami". 

Cerita tentang seluruh pengalaman sekolah, pekerjaan dan profesionalitas tambang dan geologi, diri sampaikan dalam ourexploration.world. Bukanlah lagi sebagai jendela, tetapi sebagai dunia yang sebenarnya diri ingin sekali mengajak siapa saja untuk berkontribusi. Masih banyak hal yang diri tidak pahami. Mungkin di atas kertas diri digelari yang tertinggi dari tingkatan sekolah, tetapi pengalaman dan pembelajaran diri dalam berbagai hal lain masih sangat minim. Oleh karena itu, diri berharap ini menjadi media bersama di tengah dinamisnya lingkungan profesionalitas tambang. 4L, lu lagi lu lagi kalau bisa dibilang. Lalu mengapa tidak saling membantu atau kita berbagi? Itu yang menjadi landasan diri akhirnya membawa cerita profesionalitas tambang dalam satu wadah, satu dunianya sendiri agar dapat dimiliki bersama dunia itu sendiri. 

Rasanya lega bisa menulis kembali. Semoga semangat ini tak padam. Bukan untuk jadi hanya sekadar mimpi karangan cita-cita, tapi benar seperti tekad bersama dengan lelakiku.
Hidup itu bermakna selama bisa jadi garam dan terang, bukan?

Tuesday, February 14, 2017

Welcome 2017

Sepanjang perjalanan 2016, penuh dengan canda tawa, tangis air mata, syukur dan bahagia, ceria dan cinta. Tuhan bukakan pintu satu per satu untuk semua tantangan yang berada di depan mata diri dan lelakiku. 

Memulai tahun 2017 dengan harapan bahwa Tuhan tidak akan pernah tinggal diam karena Dia yang bertindak untuk semuanya. Diri dan lelakiku, kami bercita dan bermimpi bersama, besar dalam Dia yang kuat dan luar biasa, jauh lebih besar dari segala tantangan dan permasalahan di depan mata kami. Dia yang bertindak. Dia yang membuka pintu dan tak akan ada yang bisa menutupnya karena Dia yang mempunyai kuasa. 

Terima kasih Tuhan Yesus!
Hari ini 7 tahun pertemuan kami. Lewat cerita unik antara abang kelas dan adik kelas, antara alumni dan mahasiswa baru di jurusan kami. Pertemuan lewat seorang teman setelah berkali - kali mencari karena sang mahasiswa terus kabur dari yang mencari. Tapi, lihat kini, puji Tuhan kami bersatu hati dalam Tuhan Yesus. Kenangan indah yang membawa langkah kami akhirnya tak akan terhenti bersama Dia yang memiliki lelakiku dan diri ini. 

Happy Valentine, Cinta!
A wonderful on-going 7 years journey.


Semangat, Cita dan Cinta, 

Diri dan Lelakiku

Thursday, July 07, 2016

Laskar Pelangi di Akita

Pertengahan November 2014, menjadi kesempatan yang bagus untuk WNI dan juga warga negara Jepang lainnya di Akita untuk bertemu dan berdiskusi dengan salah seorang penulis kenamaan Indonesia, Andrea Hirata. Novel tetralogi Laskar Pelangi yang sudah diterbitkan di Indonesia sejak tahun 2005 memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan dan pengembangan daerah Belitung sebagai objek wisata nasional. Laskar Pelangi sebagai novel pertama kali diterbitkan sudah diterjemahkan ke lebih dari 35 bahasa di lebih dari 134 negara oleh penerbit - penerbit terkemuka. Bang Andre, begitu beliau dipanggil, juga menerima banyak penghargaan sastra bergengsi dunia karena tetralogi Laskar Pelangi. Salah satunya adalah doctor honaris causa dari University of Warwick, Inggris yang sangat bergengsi. 
Foto bersama dengan Meda Wayu dan Bang Andre.
Kesempatan langka ini kami dapatkan saat kunjungan Bang Andre dalam rangka mempromosikan buku Laskar Pelangi yang baru saja diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Dr. Hiroaki Kato dan Dr. Shintaro Fututake dari Sophia University, Tokyo. Kato-sama juga melakukan penerjemahan lagu ost Laskar Pelangi yang dinyanyikan oleh kak Meda Wayu. Melalui perantara salah satu WNI, kak Tina S. dan Prof. Miyake di departemen linguistik, Bang Andrea Hirata, kak Meda Wayu dan Hiroaki Kato dapat datang ke Akita menyampaikan diskusi singkat tentang Laskar Pelangi dan menyajikan pertunjukkan lagu - lagu ost Laskar Pelangi. Dalam kesempatan yang sama, sekaligus menjadi official peluncuran buku Laskar Pelangi versi bahasa Jepang di Akita. Acara dilangsungkan tanggal 13 November 2014 di departemen linguistik Akita University. Hal yang menyenangkan adalah acara diskusi ini terbuka untuk umum dengan bahasa pengantar bahasa Jepang, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Oh iya, Miyake sensei sangatlah fasih berbahasa Indonesia sehingga diskusi kami menjadi lebih seru. 
Postet pengumuman acara diskusi buku.
Acara dimulai pukul 16.30 sore. Kak Tina dan Miyake Sensei sudah stand by menjemput rombongan bang Andre dari Akita station. Kami berkumpul semua di lokasi acara langsung dan bersiap untuk ikut acara diskusi buku Laskar Pelangi. Acara diskusi berjalan lancar dan baik dengan semua bantuan yang bisa kami miliki. Seorang teman asal Filipina bertindak sebagai dokumentasi acara ini dari awal hingga akhir. Selain itu, beberapa mahasiswa dari departemen linguistik juga membantu dalam persiapan acara diskusi ini. Acara diskusi dimoderatori dan langsung diterjemahkan juga oleh Miyake sensei dan juga Kato-sama. Selain membahas isi buku, bang Andre, kak Meda dan Kato juga melakukan pertunjukkan musik singka yang diambil langsung dari ost Laskar Pelangi. Para peserta diskusi yang datang pun semakin terhibur dan semangat untuk mengikuti acara hingga selesai. Hasilnya banyak pertanyaan selama diskusi berlangsung karena para peserta begitu bersemangat untuk mengenal Indonesia dengan segala keunikannya. 
Bang Andre membuka sesi dengan memperkenalkan Indonesia dan Belitung.
Miyake Sensei sebagai moderator.

Acara diskusi berlangsung selama 2 jam. Setelah acara selesai, peserta dapat membeli buku yang sudah diterjemahkan langsung kepada tim seharga 2000 yen per bukunya. Kesempatan yang baik untuk sekaligus mendapatkan tanda tangan dan foto bersama yang menulis dan menerjemahkannya. Bagi mereka yang tidak kebagian, buku Laskar Pelanginya pun dapat dibeli langsung di toko - toko buku atau pun amazon.jp. Praktis! Acara jamuan di rumah Miyake sensei juga dilakukan setelah acara diskusi langsung. Diri dan Kak Tina juga berkesempatan untuk ikut dalam acara jamuan di rumah Miyake sensei, bahkan kami sempat menginap karena keesokan harinya mengantar tim ke stasiun keesokan untuk menuju kota promo berikutnya. Malam hari di rumah Miyake sensei diisi dengan diskusi ringan, bernyanyi bersama dan penyerahan kenang - kenangan kecil untuk tuan rumah. Menurut diri, Bang Andre, kak Meda dan Kato adalah orang - orang yang humble. Dari sini juga, diri mendapatkan kesempatan untuk membuat proyek kecil yang bisa mendukung museum kata milik bang Andrea Hirata di Belitung. Diri berkesempatan untuk ikut ambil bagian di bagian museum mini geologi yang mereka miliki. Puji Tuhan apa yang diri lakukan bisa bermanfaat untuk yang lainnya.
Pertunjukan sederhana dari tim di rumah Miyake Sensei.
Kak Tina, Kak Meda dan diri di tengah badai Akita.
Di tengah dinginnya musim dingin Akita, diri dan Kak Tina mengantarkan tim berangkat ke stasiun. Hanya bang Andre dan kak Meda yang berangkat belakangan setelah Kato berangkat pada malam hari setelah acara jamuan. Sembari menunggu di stasiun, kami menyempatkan diri untuk mencicipi kopi khas Akita, kopi Hiroomote di stasiun dengan obrolan ringan tentang pendidikan, cita - cita dan mimpi. Puji Tuhan semua berjalan baik dan hingga waktunya bang Andre dan kak Meda harus berangkat. Di kesempatan lainnya, kami akan bertemu kembali. Perjumpaan singkat yang berkesan. Terima kasih Tuhan, terima kasih semuanya. 
Bang Andrea, kak Meda dan diri.

Tuesday, July 05, 2016

Pindahan Barang dari Jepang

Nah ini pasti akan berguna buat siapapun yang akan pulang dari Jepang setelah cukup lama menetap. Beruntunglah diri sebagai WNI, ada banyak pilihan untuk mengirimkan barang dari Jepang. Kerjasama antar negara yang sangat membantu ini membuat diri bisa mengirimkan barang dengan lebih mudah dan yang pasti harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan kawan - kawan lain yang tidak ada kerjasamanya. Setelah menetap hampir 3 tahun di Jepang, diri harus kembali ke Indonesia, termasuk perintilan yang diri miliki selama di sini pun mau diri bawa pulang. hehehe..terima kasih lelakiku. Puji Tuhan berkatNya sangat banyak selama diri tinggal dan sekolah di Akita, mulai dari peralatan rumah tangga, sampel, bahan ajar, buku - buku, peralatan lainnya sampai boneka pun Tuhan berikan sangat banyak. Kalau saja Tuhan mengizinkan, mungkin diri bisa membawa seluruh isi rumah tanpa ada yang dijual, tapi tidak semuanya bisa berjalan demikian kan. Total 16 kardus yang bisa diiizinkan oleh Tuhan kirimkan saja sudah membuat diri senang. Itu masih di luar total sekitar 6 koper yang diri bawa dengan menggunakan pesawat. Terima kasih lelakiku..sekali lagi..
Persiapan packing. Satu dari 16 kotak yang dibawa.
Dengan barang sebanyak itu, bagaimana bisa semuanya dikirimkan? Tenang, ada banyak jalan menuju ke Roma dan kali ini menuju rumah di Indonesia. Terlebih Jepang adalah salah satu negara dengan komunikasi barangnya aka sistem pengiriman barangnya sangat bagus dan efisien. Beberapa pilihan tersedia bagi WNI untuk urusan pindahan seperti ini. 
1) Pengiriman via JP Post. Pengiriman dengan metode ini pun masih ada beberapa pilihan yang tersedia. Sebagaimana yang ditawarkan dari pihak JP Post, ada 3 macam paket yang tersedia dengan kecepatan sampai barang dan harga jasa yang harus dikeluarkan pastinya. Paket kilat 5 hari sampai di tempat tujuan atau EMS adalah paket paling mahal yang bisa digunakan. Biaya pengirimannya dihitung per kg dan maksimal satu boxnya adalah 30 kg saja. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya hingga 26500 yen untuk tujuan negara - negara Asia. Harga juga bervariasi dengan negara lokasi tujuan EMS (Air Mail). Cek ratenya di JP Post EMS Rate. Pilihan paket kedua adalah Economy Air (SAL) yang dijamin barang akan sampai dalam waktu kurang lebih 3 minggu. Pengirimannya masih menggunakan pesawat tetapi prioritasnya tidak sama dengan EMS. Harga yang diterapkan juga masih cukup mahal jika berencana mengirimkan banyak barang. Variasi harganya bisa dicek di JP Post SAL Rate. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya sekitar 16000 yen untuk tujuan negara - negara Asia Tenggara. Pilihan paket terakhir yang juga paling murah adalah Surface Mail. Biaya yang dibutuhkan untuk 30 kgnya adalah 11300 yen dengan waktu tunggunya mencapai kurang lebih 3 bulan hingga sampai di tempat tujuan karena pengiriman menggunakan kapal dan moda transportasi termurah di negara tujuannya. Cek kepastian ratenya di JP Post Surface Mail Rate

2) Pengiriman via kargo. Di Jepang, ada beberapa operator kargo yang menyediakan jasa pengiriman barang ke Indonesia. Mereka umumnya berada di port - port besar seperti Yokohama dan Kobe. Salah satu operator kargo yang kemarin sangat membantu diri dan lelakiku adalah Kami Gumi, Ltd. Perusahaan kargo yang berkantor pusat di Kobe ini sudah bekerja sama mengirimkan barang - barang milik WNI yang akan pindahan ke Indonesia kembali sejak 1985 dan menurut diri memang mereka sangat terpercaya. Pengiriman dengan menggunakan kargo ini akan dilakukan secara kolektif dan memiliki jadwal yang cukup ketat. Hal ini semata - mata untuk memperlancar pengurusan administrasi dan penghitungan detail biaya dan tempat yang digunakan. Di Jepang semuanya harus bisa tepat waktu dan efisiensi dalam mengurus segala sesuatunya. Tiap tahunnya, operator Kami Gumi menerima pengiriman barang dua kali pada bulan April dan Oktober. Namun, pendaftaran untuk pengiriman memiliki beberapa persyaratan yang harus dipatuhi dan diikuti, seperti mereka yang permanen pulang ke Indonesia lah yang bisa mengirimkan barangnya via kargo, mengurus surat - surat ke KJRI, kantor pusat di Kobe dan Jakarta, juga mengurus administrasi lanjutannya setelah tiba di Jakarta untuk ke beacukai. Namun, semuanya akan terasa mudah karena pihak dari Kami Guminya pun sangat membantu dalam banyak hal selama kita mengikuti prosedur yang ada. 

Pendaftaran sebagai pengirim biasanya sudah dibuka sekitar 4-5 bulan sebelum batas akhir pengiriman kargo ke Indonesia. Setelah mendaftar, para peserta akan dibagi ke dalam kelompok - kelompok dan membuat masing - masing dafatr bawaannya yang detail dan sejujur - jujurnya. Jadi, para pengirim sudah harus tahu 2-3 bulan sebelumnya barang - barang apa saja yang akan dibawa secara detail di dalam tiap kotaknya. Itu semua pun tidak boleh diubah kembali jika sudah dilegalisir oleh pihak KJRI. Tiap kesalahan atas ketidakcocokan daftar dan isi kotak saat diperiksa akan menjadi tanggung jawab pihak pengirimnya. Harga yang ditetapkan adalah berdasarkan satuan meter kubik, sehingga pembiayaannya cenderung lebih murah. Batas maksimal sekitar 25-30 kg per kotak yang dikirimkan. Ada beberapa ketentuan detail untuk barang - barang khusus, seperti alat olahraga dan alat musik yang semuanya juga sudah dikirimkan kepada setiap peserta untuk dipelajari sesaat setelah terdaftar. Harga per April 2016, biaya kirim per meter kubiknya dari port Yokohama ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sekitar 25000 yen, belum termasuk dengan biaya pajak, dokumen, premi asuransi dan pengiriman hingga alamat tujuannya. Jadi pembiayaan disesuaikan dengan tujuan akhir barang dan berapa meter kubiknya total kardus yang dibawa. Opsi ini yang sangat diri sarankan untuk yang ingin pindahan permanen aka pulang kampung agar tidak menghabiskan banyak biaya. Pihak Kami Gumi mengizinkan pembawaan hampir semua barang, kecuali kendaraan dengan sparepartnya, makanan, material pornografi dan beberapa lainnya. Jika hanya barang - barang umum keperluan penetap sementara seperti kulkas, mesin cuci, pemanggang, alat olahraga dan lainnya, biasanya tidak akan jadi masalah. 

3) Barang bisa dibawa dengan menggunakan paket extra baggage airline. Ini adalah opsi yang biayanya cukup mirip dengan opsi pengiriman metode surface mail. Namun, kelebihan yang didapatkan adalah waktu pengiriman yang singkat karena barang akan sampai bersamaan dengan yang membawa di airport tujuan akhir. Opsi ini bisa digunakan dengan catatan hanya untuk operator airline yang menghitung extra bagasinya sebagai per piece koper (23 kg), bukan dihitung per kg additionalnya. Contoh airline yang bisa menerima sistem ini adalah Korean Air dan ANA. Kedua, opsi ini bisa digunakan dengan lebih murah jika tiket yang digunakan adalah tiket terusan dari domestik lalu internasional misalnya dari Akita, langsung Haneda dan Jakarta sebagai tujuan akhir. Pindah pesawat dilakukan dengan operator yang sama sehingga tidak ada collecting bagasi kembali dan biaya kelebihan bagasi hanya dibayarkan sekali sampai bandara tujuan akhir. Biaya yang dibayarkan per bagasinya untuk ANA sekitar 10000 yen (23 kg tiap 1 kopernya) dan 100US$ untuk Korean Air. Jika terpaksa harus collecting bagasi, pengiriman dengan Takyubin atau Kuroneko 1-2 hari sebelum keberangkatan ke bandara internasional juga dapat dilakukan sehingga dapat lebih menghemat biaya kelebihan bagasi untuk penerbangan domestik yang umumya 5000 yen per piecenya. Biaya pengiriman koper ke Haneda/Narita umumnya akan lebih murah, tergantung dari mana titik pengirimannya, serta barang juga dapat langsung diambil di airport tujuannya pada jam yang disepakati. Barang - barang yang akan dikirimkan ke airport juga dapat diambil langsung ke rumah oleh pihak Kuroneko sehingga sangat menghemat waktu dan biaya taxi untuk membawa berapapun barang yang akan dikirimkan. 

Itu tadi beberapa pilihan buat siapapun yang akan segera pulang ke Indonesia. Berhubung Jepang sangat variatif, diri yakin masih banyak opsi lainnya yang mungkin akan terus tumbuh ke depannya. Selamat memilih. 

Monday, July 04, 2016

Kontrak HP di Jepang

Sambungan telpon dan internet pasti akan menjadi kebutuhan utama buat siapapun yang sedang berkunjung ke negara orang lain, apalagi untuk tinggal. Saat sudah menentukan dimana tujuan berangkat atau tinggal ke depannya. Sebaiknya bagian ini harus segera dipertimbangkan agar persiapan untuk memiliki akses komunikasinya bisa lebih mudah. Di Jepang, komunikasi sangatlah mudah untuk diperoleh. Akses wi-fi ada di mana - mana seperti yang selalu diumumkan oleh pemerintah Jepang melalui promosi turismenya. Kita bisa menemukan wifi gratis hampir di seluruh tempat publik, seperti stasiun, bandara, mal dan bahkan supermarket (kombini) untuk digunakan para turis. Selain itu , untuk mereka yang datang untuk jangka pendek, dalam artian hitungan hari atau minggu, bisa menggunakan sistem penyewaan mode komunikasinya. 

Bagaimana dengan mereka yang tinggal untuk jangka waktu yang cukup panjang, kayak diri yang mahasiswa dulu?

Itu mudah! Jepang terkenal dengan sistem komunikasi yang cukup ketat dan teratur. Tidak ada yang namanya sistem prabayar atau voucher seperti yang Indonesia miliki. Kepemilikan telpon sangat mudah diperoleh, tetapi kepemilikan nomornya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Nomor handphone di Jepang hampir mirip seperti identitas KTP kita. Dengan aturan yang ketat, umumnya warga Jepang hanya memiliki satu nomor telpon saja. Sistem voucer baru saja diluncur di awal 2016 ini, tetapi pembiayaannya sama seperti dengan model pasca bayar yang sudah ada dan aturan kepemilikan nomornya tetap sama seperti aturan yang ada. Nomor yang dimiliki setiap orang akan menjadi identitas dimana pun pengurusan administrasi lainnya, seperti asuransi kesehatan, pendidikan dan lainnya. Dengan adanya sistem komunikasi yang baik ini jugalah, diri pernah terbantu sekali saat ada pengiriman barang ke alamat diri tanpa nama, tetapi hanya dengan nomor telpon saja. Barang yang dikirim semua sampai dan nama diri dituliskan sendiri oleh pihak provider pengiriman. Komplit!

Di Jepang, ada beberapa provider telekomunikasi yang terkenal, seperti Softbank, AU dan NTT Docomo. Semua provider komunikasi memiliki aturan yang kurang lebih sama untuk kepemilikan nomor teleponnya. Hanya kebijakan kontrak kepemilikan telepon yang sedikit bervariasi di antara operator. Tiap operator juga mempunyai kelebihan dan kekurangan masing - masing, baik dari teknis komunikasinya, pengajuan kontraknya, pelayanan di provider workshopnya dan lainnya. Pertimbangan - pertimbangan ini bisa dicari langsung di internet untuk tiap detail providernya. Diri hanya akan menyampaikan apa yang mungkin bisa membantu untuk memiliki telpon genggam dari operator Softbank yang dulu diri pernah punya selama di Jepang. 

Pilihan diri saat di Jepang jatuh kepada menggunakan Softbank sebagai providernya. Diri mengambil kontrak penggunaan telpon selama 2 tahun yang umumnya paling sebentar di Softbank. Apa saja yang perlu disiapkan?
1) Alien Card yang valid atau visa Japan yang menyatakan sampai kapan kita akan tinggal di Jepang. Ini biasanya digunakan untuk pertimbangan pemberian kontrak teleponnya. 
2) Student Card juga dibutuhkan untuk mereka yang mahasiswa agar memudahkan dalam mengajukan kontrak yang paling murah dan dapat diskon untuk mahasiswa. 
3) Rekening Bank yang akan digunakan untuk pemotongan pembayaran bulanan penggunaan hape kita. Sistem pembayaran yang diri dapatkan di Softbank hanya ada sistem debit rekening koran tiap tanggal yang ditentukan. Ini bisa dibicarakan dengan pihak provider. Ada beberapa provider yang bisa menerima pembayaran di kombini atau supermarket.
Cabang softbank terdekat di Akita University ada di Hiroomote (per Maret 2016 ya!)

Menuju cabang Softbank
Semua persiapan data ini penting untuk mendapatkan kontrak handphone yang dibutuhkan. Semua pengurusan GRATIS dan telpon langsung dapat digunakan setelah itu juga. Jika mengalami kesulitan untuk mengurusnya, ada baiknya memiliki teman yang lancar berbahasa Jepang karena ada beberapa bagian kontrak yang harus dinegosiasi seperti lamanya kontrak dan pemutusan kontraknya. Pembayaran bulan pertama akan dilakukan setelah pemakaian bulan tersebut. Misalnya kita pasang teleponnya tanggal 1 April dan pembayaran akan dilakukan pada bulan Mei, pembayaran untuk pemakaian Mei akan dilakukan pada bulan Juni dan seterusnya. 

Setelah dua tahun, kontrak handphone yang diri miliki selesai dan diri tidak kena penalti jika diri mau menutup nomor handphone tersebut atau mengganti dengan handphone yang baru pada akhir kontrak. Jika diri mau melanjutkan penggunaan handphone, maka diri membuat kontrak baru untuk penggunaannnya dan sistem biaya baru pun diterapkan. Diri menggunakan kontrak baru sampai diri pulang ke Indonesia. Nomor handphone yang dimiliki selama di Jepang harus ditutup ketika akan kembali ke negara asal secara permanen. Jika tidak ditutup akan menimbulkan sistem pembayaran tiap bulannya yang terus berjalan. Diri tidak tahu apa konsekuensi hukumnya, tetapi hampir semua orang yang ada akan taat untuk menutup nomor telepon sebelum mereka kembali ke negara asalnya. 

Dalam pengurusan kontrak teleponnya pun kurang lebih sama yang dibutuhkan. Hanya jumlah uang yang disiapkan untuk penutupan nomor akan berbeda tergantung kontraknya sudah selesai atau belum. Jika kontrak sudah selesai, penalti yang dibutuhkan hanya untuk biaya penutupan nomor telepon sekitar 10,800 yen (sudah pajak 8%) plus biaya bulanan terakhir. Jika kontrak belum selesai, maka pembayaran juga ada biaya penutupan nomor handphone, plus biaya bulanan terakhir dan biaya sisa harga telepon yang dipilih.  

Oleh karena itu, silahkan ditentukan yang mana ingin digunakan ke depannya ya. Minimal ada gambaran bagaimana sistem kontraknya ya. 

Ikut Hari Anak Perempuan Jepang

Kesempatan langka buat diri setelah menyelesaikan sidang yang banyak dan segala laporan profesional lainnya. Diri berkesempatan untuk ikut merayakan Hanamatsuri atau yang dikenal sebagai hari anak perempuannya Jepang. Biasanya perayaan ini jatuh pada tanggal 3 Maret tiap tahunnya dengan pemasangan boneka khasnya si Hina-ningyo dilakukan sebulan sebelum hari perayaannya. Pemasangan boneka Hinaningyo dilakukan oleh si empunya rumah yang memiliki anak - anak perempuan. Dulunya pemasangan boneka ini dilakukan untuk doa bagi anak - anak perempuan dalam keluarga untuk mendapatkan jodoh ke depannya. 


Memasang boneka Hina-ningyo.
Sekali ini, diri mendapatkan kesempatan untuk ikut memasang boneka Hina-ningyo bersama dengan keluarga dekat diri di Jepang. Kebetulan keluarga diri di Jepang hanya memiliki anak - anak perempuan. Keluarga Koseki memiliki tiga anak perempuan yang masih kecil, sedangkan keluarga Nishi memiliki dua anak perempuan yang sudah menikah dan juga memiliki 3 cucu perempuan dan 2 cucu lelaki. Kali ini diri ikut memasang boneka Hina-ningyo bersama dengan keluarga Koseki dan Nishi di rumah keluarga Nishi. Okasama Nishi memasang boneka ini untuk cucu - cucu perempuan mereka yang tinggal di Tokyo dan Australia. Wonderful! Okasama memiliki boneka Hina-ningyo yang ia juga dapatkan dari keluarganya. Boneka yang akan kami pasang saat memiliki 7 tingkatan dengan boneka raja - ratu dan putri beserta dayang - dayangnya yang sangat unik. Pemasangan kami mulai dengan menyiapkan seluruh boneka dari kotak - kotak yang ada, memasang besi holder boneka dan memasang karpet merah untuk pelapisnya. 
Okasama sedang memasang bagian yang terakhir.
Ada banyak bagian yang akan dipasang dalam satu set boneka hina-ningyo. Para keluarga kerajaan yang dipasang berikut dengan perabotannya, seperti buah persik, lemari pakaian, alat makan, alat musik dan lannya. Seluruh perabotan yang dipasangkan mewakili seluruh kebutuhan seorang anggota kerajaan. Boneka-boneka tersebut mengenakan kostum indah istana kuno dari periode Heian (794-1185). Kostum untuk Kaisar disebut “juuni-hitoe” (jubah upacara 12 lapis). Konon katanya, pakaian yang dipakai untuk kostum ini sama dengan kostum pernikahan yang masih dipakai putri kerajaan Jepang juga pada tahun 1993. Cantik bukan?! 

Boneka Hinanigyo
Harga satu set boneka hina-ningyo sangat mahal, harga paling murah 100 yen yang dibuat dari plastik hingga bisa di atas 2 juta yen, bergantung model, bahan dan tingakatannya. Boneka hina-ningyo yang paling mahal yang diri pernah lihat berharga hingga 3 juta yen untuk 5 tingkat dengan pakaian kerajaan yang sangat indah dipasangkan pada bonekanya. Namun akhir - akhir ini, tidak banyak warga Jepang yang memiliki boneka ini karena rumah yang sempit dan harganya yang mahal. Kebanyakan masyarakat Jepang mensiasatinya dengan memasang boneka hina-ningyo raja dan ratu saja yang tidak banyak menghabiskan tempat dan harganya lebih murah. 

Mochi.
Selain memasang boneka ini, masih ada banyak makanan khas yang dijual selama festival anak perempuan. Hampir semua supermarket ikut serta merayakan festival ini. Ada berbagai makanan khas, terutama mochi seperti hishimochi dan sakura-mochi yang dibuat untuk hari anak perempuan. Pada hari H-nya, keluarga akan berkumpul dan menikmati makan bersama yang sudah disiapkan para ibu di rumah. Selepas makan bersama, seluruh keluarga akan langsung melepas boneka tersebut di hari yang sama karena ada kepercayaan bahwa melepasnya setelah tanggal 3 Maret, anak - anak perempuan mereka bisa terlambat menikah atau tidak mendapatkan jodoh. 

Wednesday, April 22, 2015

Ke Akita

Beberapa tips untuk siapapun yang berencana ke Akita, Jepang dalam waktu dekat. Tips ini diri susun berdasarkan pengalaman diri dan bagaimana kondisi Akita pada umumnya.

  1. Perhatikan musim saat datang ke Akita. Ramalan cuaca Jepang sebaiknya menjadi referensi misalnya http://weather.yahoo.co.jp/ dapat menjadi pilihan untuk memperkirakan keadaan cuaca di sini. 
  2. Pastikan bahwa saat datang untuk membawa jaket, minimal wind-proof jacket atau jaket katun apapun yang dapat mengurangi efek angin jika sedang berkunjung pada musim semi, panas dan gugur. 
  3. Jika datang pada awal musim semi, musim gugur dan musim dingin pastikan untuk membawa long john atau baju lapis dingin yang terbuat dari wol atau katun agar dapat menolong untuk adaptasi dan bertahan dari dinginnya angin di Akita. 
  4. Jika datang di musim dingin, sangat disarankan untuk memiliki boots agar mempermudah aktivitas selama di Akita, terutama saat kondisi salju sedang banyak. Selain itu, penggunaan boots jauh lebih hangat dibandingkan dengan sepatu kets biasa atau pun sepatu cantik. 
  5. Bawa botol air minum untuk diisi ulang selama perjalanan. Kualitas air keran di Akita umumnya sudah kualitas layak minum, sehingga sangat membantu dalam penghematan biaya minum. Biaya air mineral umumnya di sini 80 - 120 yen per botol. 
  6. Selain musim panas, pastikan untuk memiliki payung selama perjalanan. Pada musim dingin, payung sangat berguna saat hujan salju, sedangkan musim gugur dan semi, payung sangat berguna untuk menahan hujan air. Musim panas biasanya jarang terjadi hujan. Pilihan lainnya, bisa membeli payung di supermarket atau minimarket terdekat dengan kisaran harga 108 - 1080 yen per payung, tergantung pada merk dan toko yang menjual. Beberapa tempat bahkan dapat menjual payung dengan harga di atas 2000 yen per payung. 
  7. Jika membutukan komunikasi, pastikan kebutuhan selama di Akita dan rencana yang telah disiapkan. Biaya komunikasi di Akita, atau hampir di seluruh Jepang cukup mahal untuk internasional call. Komunikasi dengan aplikasi - aplikasi gratis sangat disarankan. Pihak hotel biasanya memiliki sambungan internet, minimal ada LAN untuk setiap kamar dan WiFi di lobi. Namun, beberapa area yang lebih luar dari kota, seperti pedesaaan, tidak menyediakan akses internet dengan beragam alasan. Oleh karena itu, pastikan untuk memiliki wifi-portable atau menyewa sim-card ataupun menyewa telpon selama di Jepang. Rental barang - barang semacam ini sangat mudah, bahkan dapat dilakukan setelah berada di Jepang. Satu hal yang harus dipastikan untuk memiliki credit card dalam pembayaran di muka sebelum barang dapat dikirimkan, kecuali pemesanan dilakukan di tempat pengambilan langsung seperti di bandara. Rental - rental dengan harga murah per hari atau per bulannya dapat menggunakan Sakura MobilePupuru ataupun Global advanced. Silahkan ditentukan masing - masing. 
  8. Pastikan untuk mengetahui tujuan perjalanan selama di Akita dengan detail termasuk jadwal bus dan kereta jika ingin daerah pinggiran Akita. Akita adalah kota yang kecil sehingga transportasi umum juga jumlahnya tidak semasif di daerah perkotaan besar. Bus yang umumnya menghubungkan antar daerah pada hari - hari kerja hanya beroperasi per 20 - 30 menit sekali tergantung pada tujuan perjalanan, sedangkan pada hari libur bus beroperasi antara 40 - 60 menit sekali. Perhatikan jadwal bus yang dibutuhkan untuk ini, termasuk jika akan menggunakan pesawat saat kembali. Informasi dari website ini mungkin dapat membantu http://www.akita-chuoukotsu.co.jp/
  9. Pada beberapa kondisi, misalnya akan memulai tinggal di Akita pada waktu tertentu, diri menyarankan untuk tidak membawa banyak barang - barang kecil yang seringkali kita kira akan mahal atau sangat sulit nantinya, seperti gelas, piring dan lainnya. Diri sangat sarankan untuk menghubungi orang - orang Indonesia di tempat yang dituju, seperti di Akita via media sosial atau email yang memungkinkan agar dapat memberikan saran terbaik dan membantu selama tinggal di Akita. Menurut pengalaman diri, ada beberapa hal yang lebih baik dibeli di Jepang dan masih sangat worth it bahkan jika harus ditinggalkan di Akita. Ada banyak tempat untuk membeli yang murah dan biasanya mahasiswa yang ada di Akita tahu bagaimana untuk hidup dengan hemat dan nyaman. 
  10. Bagi yang ingin berbelanja di Akita dan tidak tahu bagaimana membawanya pulang ke point keberangkatan menuju rumah dapat disarankan dengan cara mengirimkan belanjaan via kantor pos atau dibawa sebagai extra bagasi. Penerbangan ke Akita misalnya ANA dan Korean Air menawarkan pembayaran untuk extra bagasi yang lebih murah karena dihitung per bagasi tambahan yang dibawa (23 kg). Harganya bervariasi tergantung pada tujuan penerbangan. Misalnya Korean Air, tujuan Akita - Jakarta dengan bagasi extra pertama akan dikenakan biaya 100$ dan 150$ bagasi tambahan selanjutnya. Harga ini jauh lebih murah jika menghitung efisiensi waktu pengiriman dan pengurusan barang dibandingkan kantor pos. Bagasi tambahan disarankan jika memang akan melakukan perjalanan dengan extra barang hingga 25 kg lebih. Mekanisme ANA berbeda. Jika point keberangkatan adalah Akita - Jakarta, maka biaya bagasi extra pertama 5000 yen dan 9000 yen untuk bagasi kedua dan selanjutnya. Harga ini bervariasi tujuan penerbangan dan maskapai yang dipakai sebagai penerbangan selanjutnya ke negara tujuan. Seperti contoh perjalanan Akita - Johanessburg via Singapore. Penerbangan Singapore Airlines tidak akan memberikan harga extra bagasi yang sama dengan ANA meskipun mereka adalah partner atau share code penerbangan. Biaya extra bagasi hanya akan dihitung dari Akita sampai Singapura. Kita harus membayar kelebihan bagasi dengan mekanisme yang berbeda dihitung dari point Singapura ke Johanessburg. Jadi, hal ini harus diperhatikan sekali. Maskapai JAL tidak menawarkan perhitungan extra bagasi untuk penerbangan domestik maupun internasional dari Akita. Perhitungan hanya per kg. Jadi, sangat disarankan bagi siapapun yang ingin mengunjungi Jepang dan tujuannya belanja, harap memperhatikan pilihan maskapai dan biaya extra bagasi yang akan digunakan. 
  11. Pada beberapa kasus, jika kita masih ingin melanjutkan perjalanan ke kota lain setelah Akita dan tidak ingin repot dengan segala barang bawaan, sangat disarankan untuk melakukan pengiriman barang ke airport point kepulangan. Di Jepang menyediakan jasa pengiriman barang yang aman dan nyaman, serta dapat ditentukan kapan dapat diambil. Diri menyarankan untuk menggunakan jasa kuroneko atau Yamato transport untuk ini Kuroneko Yamato Transport karena biaya dan kemudahan yang ditawarkan. Biasanya di minimarket seperti Sunkus atau Family mart, menyediakan jasa untuk pengiriman ini. Pilihan kedua, mintalah bantuan kepada hotel tempat menginap atau kepada kenalan selama perjalanan di Akita atau di Jepang bagian manapun untuk membantu dalam pengurusan ini. Menurut pengalaman diri, pengiriman satu koper besar 25 kg, berkisar 2000 - 3000 yen dari Fukuoka ke Akita. Silahkan jadi pertimbangan untuk kenyamanan selama perjalanan dan keamanan pastinya. Jadi, kita dapat menikmati kegiatan yang ada di sisa liburan yang ada. Barang dapat diambil di setiap bandara utama di Tokyo, Osaka dan lainnya. 
  12. Selalu bawa kemana pun data diri dan pengenal selama perjalanan. Jangan lakukan hal - hal yang tidak perlu jika tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib. Jaga kondisi tubuh dengan baik dan usahakan tidak mengalami hal yang buruk selama berada di Jepang. Salah satu caranya adalah memastikan bahwa selama perjalanan telah dilindungi oleh asuransi. Biaya kesehatan di Jepang cukup mahal jika tidak menggunakan asuransi kesehatan. Bagi warga lokal atau mereka yang memiliki resident card, biaya kesehatan akan lebih murah karena mendapatkan potongan hingga 70% untuk setiap kali berobat dan mendapat keringanan untuk menunda pembayaran sampai pada waktu yang disepakati. 
Nah, itu beberapa hal yang dapat diri sampaikan. Berdasarkan pengalaman diri selama di Akita dan mengunjungi beberapa tempat lainnya di Jepang. Pastikan untuk berhati - hati selama dimanapun, meskipun Jepang terkenal sebagai salah satu tempat teraman untuk tinggal. Namun, kejahatan dapat kapan saja datang. Selamat berkunjung!

Monday, March 09, 2015

Pembuangan Sampah Kampus di Jepang

Tulisan kali ini seperti yang pernah diri sampaikan sebelumnya tentang pemilahan sampah di Jepang, tapi bagaimana dengan sampah di kampus, seperti meja, kursi, sampai microwave?

Di kampus Akita, ada namanya hari pembuangan barang - barang bekas dari seluruh lab yang ada. Hari pembuangan dilakukan setiap 2x dalam setahun, pada sekitar Oktober dan April. Mahasiswa dan dosen dapat membuang seluruh perlengkapan elektronik dan aksesoris kantor besar lainnya, seperti kursi, futon, heater dan lainnya. Seluruh warga kampus berhak untuk membuang segala sesuatu yang buat mereka tidak terpakai lagi. Alasan pembuangan sangat beragam, biasanya pasti tidak terpakai lagi atau sudah rusak, ada juga alasan yang paling ditunggu, yaitu karena lab sudah punya yang baru atau akan membeli produk terbaru. Alasan - alasan ini jadi sangat membantu sekali untuk semua barang untuk bisa dipakai kembali. 

Jadwal pembuangan di Oktober lalu.
Barang - barang ini akan dikumpulkan di lapangan tertentu yang telah ditentukan oleh pihak kampus. Selama dua hari, warga kampus memiliki kesempatan untuk membuang yang mereka tidak butuhkan. Hari pembuangan seperti ini sangat membantu para warga kampus karena tidak perlu melakukan pembayaran kepada negara jika kita harus membuang alat elektronik. Maklum, di Jepang seluruh pembuangan barang elektronik haruslah dihitung sebagai biaya atau cost untuk daur ulang. Jika dibuang di kampus, biayanya dapat ditanggung oleh pihak kampus. Kesempatan pembuangan seperti ini juga sangat bermanfaat untuk mahasiswa lainnya. Bisa dikatakan sebagai ajang mencari bantuan dadakan karena terkadang ada beberapa barang yang masih dapat dipakai kembali. Beberapa teman diri berhasil mendapatkan satu set mikroskop, ada yang dapat kulkas, microwave, ada yang dapat futon dan selimut, ada yang mendapat teko pemasak air panas. Semua sangat tergantung kecepatan dan kejelian kita melihat barang - barang yang dibuang. Biasanya barang - barang yang masih bagus banyak pada hari pertama. Hari kedua cukup sulit mendapatkan yang masih berfungsi karena biasanya para mahasiswa lainnya sudah menyerbu di hari pertama. Ajang seperti ini sangat biasa dan umum sekali di hari pembuangan. Pada hari ketiga, semua sampah akan diangkut oleh pihak ketiga yang sudah ditelepon oleh kampus. Semua akan jadi bersih dan rapih kembali.

Ada banyak pilihan barang untuk membantu penghematan.
Dengan sedikit cerdas dalam memilih dan telaten melihat barang, mahasiswa dapat menghemat pengeluarannya saat membeli barang - barang elektronik untuk di rumah. Di sisi lain, juga dapat membantu penghematan uang daur ulang yang bisa dipakai untuk pindahan atau pulang ke negaranya masing - masing di akhir waktu kuliah. 

Tuesday, February 03, 2015

Musim dingin Akita dan menghadapinya

Selamat makan siang!
Mari berbagi tentang salju Akita kembali. Jadi, salju Akita sangat menyenangkan sekali memang. Cuaca Akita sangat bersahabat dan menyenangkan bagi mereka yang suka sekali berlibur. Mengapa? Cuaca yang cerah dan udaranya yang segar sangat nyaman untuk berlibur. Bagaimana dengan sekolah? Pastinya menyenangkan jika setiap pagi bisa bersama dengan matahari, meskipun tantangan terberat adalah salju di musim dingin yang sering menghalangi keberadaan matahari. 


Ada yang berbeda di tahun ini. Ya, salju tahun ini sangat sedikit. Bersyukur sekali rasanya. 
Salju hilang selama seminggu setelah badai salju datang dan luar biasa membuat semua penerbangan dan perjalanan lumpuh selama 2 hari penuh Desember lalu. Lihat di bawah ini videonya dan foto saat badai. Berhubung kemarin sempat keluar menemani teman, maka diri bisa mengalami sensasi badai salju yang tak akan mau diri ulangi lagi.

Laporan terkini, salju datang dan pergi sesuka hatinya, tapi ini menyenangkan sekali. 
Luar biasa. Jadi, jika ingin merasakan sensasi salju yang menyenangkan, mari berkunjung ke Akita. Wonderful Whiteland.

Apa yang perlu disiapkan untuk mengunjungi daerah bersalju?

  1. Pastikan daerah yang dikunjungi apakah turun salju atau tidak. Kebanyakan daerah 4 musim juga memiliki salju yang sedikit. Musim dingin mereka cenderung ditandai dengan kencangnya angin tanpa diikuti butiran es. 
  2. Pakai baju yang sesuai, mulai dari longjhon, sweater, jaket, boots dan sarung tangan plus penutup telinganya. Jika di sini, mungkin syal ataupun masker akan sangat membantu karena anginnya yang dingin ditambah dengan saljunya yang lumayan banyak. Pakai boots yang khusus untuk musim dingin misalnya dari karet atau kulit, bisa dengan tambahan wool ataupun tidak, perhatikan sol sepatu yang nyaman dan mencengkeram es atau tidak licin. Pilih pakaian yang ringan, misalnya dari bahan wol, tidak dari bahan satin atau katun yang tipis karena akan sangat dingin. Penggunaan longjohn sangat membantu terutama yang belum terbiasa dengan kondisi dingin yang tiba - tiba. 
  3. Pastikan suhu dan ramalan cuaca sehari sebelum berangkat atau beraktivitas untuk menyesuaikan kondisi berpakaian yang tepat. Cuaca seringkali berubah mendadak, terutama di Akita. 
  4. Berpergianlah ke daerah yang punya penghangat. Jika baru pertama kali ke daerah 4 musim dan datang di saat musim salju langsung, biasakan untuk tidak terlalu lama berada di luar ruangan atau di tempat dingin langsung. Daya tahan tubuh orang tropis tidak sama dengan mereka yang di subtropis, pastikan untuk beradaptasi terlebih dahulu. 
  5. Gunakan sunscreen dan pelembab lainnya untuk tangan dan bibir. Sangat biasa untuk merasakan kulit yang menjadi kering atau pada kondisi parah seperti "retak" dan berdarah. Bagi yang belum terbiasa, jangan panik segera tambahkan vaselin atau pelembab lainnya di bagian yang terluka. 
  6. Banyak minum air putih meskipun dingin, supaya tidak dehidrasi selama perjalanan.
  7. Jangan suka iseng melakukan unjuk kekuatan dingin karena tidak semua tubuh mampu bertahan dengan dingin, terlebih bagian tangan dan kaki. 
  8. Pastikan pakaian yang digunakan kering atau tidak lembab untuk menghindari sakit flu ataupun demam karenanya.
  9. Selalu berhati - hati saat berjalan di atas es, perlahan tapi pasti agar tidak tergelincir. 
Selamat berlibur menikmati salju. 
Oh ya, Akita saljunya dari November sampai Maret, mari ke Akita. 
Wonderful Whiteland

Tuesday, October 21, 2014

Memilah sampah di Akita, Jepang

Sampah itu sudah menjadi masalah pokok di semua tempat. Jumlah sampah domestic seluruh dunia mencapai 1 milyar ton per tahunnya berdasarkan data tahun 2005. Melalui kuliah AGRS III kemarin, diri belajar satu istilah baru tentang sampah, bagaimana kalau kita sebut sebagai secondary resources atau sumber daya sekunder. Selama ini pandangan kita terhadap sampah hanya terbatas pada sesuatu yang tidak akan bisa digunakan kembali. Pandangan demikian menjadi sumber permasalahan baru terkait sampah, misalnya masalah ruang penampungannya. Berdasarkan pola pikir inilah, diri melihat Jepang berusaha untuk mengatasinya melalui usaha terkecilnya dalam memilah sampah. Di Jepang secara umum, sampah harus dipilah langsung sebelum dibuang oleh pemilknya. Hal ini sudah dimulai dari rumah bahkan di tempat – tempat umum. Tiap prefecture atau provinsi memiliki kebijakan terkait dengan pemilahan sampah ini, misalnya model kantong yang digunakan dan aturan pembuangannya. 

Di Akita misalnya, kebijakan pemilahan sampah juga sudah diterapkan. Awal tahun ini, bahkan kebijakan terkait kantong khusus untuk sampah organik juga diterbitkan kembali. Secara umum, pemilahan sampah di Akita dapat dibagi menjadi sampah domestik organic atau combustible; sampah botol PET dan botol gelas dan sampah kertas, seperti koran; termasuk sampah elektronik. Seluruh jenis sampah ini biasanya langsung dilakukan pemilahannya di rumah oleh rumah tangga di Akita. Setiap sampah memiliki cara pembuangan masing – masing. Sampah domestik umumnya merupakan sampah sisa makanan, plastik pembungkus dan lainnya yang dapat terbakar. Seluruh sampah ini dimasukkan ke dalam kantong kuning khusus yang dikeluarkan oleh dinas kebersihan Akita. Kantong khusus ini dijual di seluruh supermarket, toko maupun pasar dengan berbagai ukuran. Beda halnya dengan sampah botol plastik dan botol gelas yang dipisahkan dari sampah domestik lainnya. Sampah botol plastik apapun bentuk dan ukurannya dijadikan satu dalam kantong khusus berwarna putih yang juga dikeluarkan oleh dinas terkait. Namun, di beberapa tempat, sampah ini dapat dimasukkan saja ke dalam kantong besar selama isinya semua seragam botol plastik. Sampah botol kaca memiliki tempat pembuangan sendiri, biasanya dimasukkan ke dalam rak khusus botol yang disiapkan di tempat pembuangan atau pun yang dimiliki saat membeli minuman dalam botol gelas dengan jumlah yang besar. Sampah kertas hanya perlu disusun rapih dan diikat sebelum dibuang.
Sampah tersusun rapih di plastik dan diletakkan dengan baik.
Pembuangan sampah – sampah ini pun memiliki jadwal dan tempat masing – masing. Berbeda dengan Indonesia, di Akita khususnya, tidak diizinkan membuang sampah yang sudah penuh langsung ke tempat pembuangannya di luar hari pengumpulan sampah oleh petugas. Biasanya setiap daerah memiliki jadwal pengumpulan sampah masing – masing oleh petugas. Jadwal ini umumnya 2 kali seminggu untuk sampah domestik dan 1 minggu sekali untuk sampah kertas, plastik PET dan botol kaca pada rentang waktu tertentu. Sebagai contoh jadwal pembuangan sampah kertas di area tempat tinggal diri pada rabu pukul 10.00 setiap minggunya. Pembuangan harus dilakukan sesuai dengan jenis jadwal hari untuk setiap sampah yang akan dibuang. Masyarakat umumnya sudah bersiap membuang sampahnya pada pagi hari sebelum jam pengumpulan atau maksimum pada malam sebelumnya saat tempat pengumpulan sampah sudah dipersiapkan atau dibuka. Masyarakat melakukannya dengan teratur dan sejauh ini selalu menaati ketentuan yang ada sehingga mendukung juga keindahan dan kerapihan kota secara langsung. 
Pengumpulan sampah yang dilakukan di tiap jadwalnya saja. Ini persis di depan rumah orang.
Bagaimana dengan tempat pengumpulan sampah di area tinggal masyarakat? Tempat pengumpulan sampah di Jepang pun sangat rapih dalam penataannya. Ada beberapa tempat yang menggunakan semacam lemari yang dipasang di area apartemen khusus untuk sampah, namun juga ada yang diletakkan di pinggir jalan dimana sangat persis di halaman depan rumah orang dengan penanda papan informasi dan jarring pelapis untuk sampah. Masyarakat juga hanya dapat membuang sampah sesuai tempat pengumpulan yang sudah disesuaikan untuk tiap rumah. Biasanya setiap kompleks apartemen akan memiliki satu lemari tersendiri yang dibangun pemilik untuk menampung sampah penghuninya setiap minggu. Pada masyarakat yang tinggal di area perumahan, juga memiliki titik tertentu untuk menampung sampah mereka. Setiap seseorang pindah ke apartemen atau rumah baru, pemilik ataupun agen akan memberitahu dimana sampah dapat dikumpulkan dan jadwalnya. Pembuangan tidak dapat dilakukan sembarangan, setiap tempat tinggal memiliki titik pengumpulannya masing – masing yang tidak boleh dilanggar. Aturan ini sangat krusial, seperti halnya masalah gas, listrik dan lainnya. Sejauh ini diri tidak pernah menemukan orang – orang membuang sampahnya bukan di titik pengumpulan yang telah ditentukan. 
Tempat pengumpulan sampah di salah satu apato
Khusus sampah elektronik, terkadang dapat dilakukan dengan menelpon agen khususnya karena ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung biaya recycling dari bahan tersebut. Pada beberapa kasus kita dapat menemukan pembuangan yang diletakkan langsung di pinggir jalan atau depan rumah dengan catatan informasi bahwa barang ini dibuang dan akan diambil pihak bertugas. Pembuangan ini biasanya dilakukan untuk seluruh jenis sampah dan utilitas lainnya seperti sepeda. Masyarakat yang membutuhkan bisa meminta kepada pemilik jika mengingininya. 
Jadwal pembuangan sampah botol yang terletak di depan rumah warga.
Pemilahan sampah juga dilakukan pada stereoform dan pembungkus tetrapack yang sangat banyak di Jepang. Supermarket banyak menjual daging atau makanan yang masih menggunakan bahan stereoform ini, termasuk konsumsi yang tinggi terhadap minuman kemasan, membuat sampah tetrapack juga sangat banyak. Sampah – sampah jenis ini biasanya dikumpulkan langsung oleh masyarakat dan dibuang di tempat pengumpulan sampah di supermarket. Beberapa supermarket besar seperti Granmart dan Max Value memiliki penampungan untuk sampah – sampah ini. Pembuangan pun dilakukan dengan benar melalui persiapan yang tepat misalnya sampah tetrapack yang harus dicuci dan digunting sebelum dibuang atau stereoform yang harus dipisahkan dari plastik lainnya. Para warga Jepang biasanya melakukan ini sebelum semua sampah dibuang.

Sampah botol





Sampah buku dan kertas
Pemilahan semacam ini sangat mendukung pemerintah Jepang dalam menjaga kebersihan lingkungannya, meskipun pada beberapa titik tampak belum maksimal. Di sepanjang garis pantai Akita masih banyak sampah yang dapat ditemukan, terutama sampah botol, plastik dan botol kaca. Dengan memilah sampah seperti ini, pemerintah Jepang juga dapat memperoleh sumber daya sekunder yang dapat kembali menghasilkan uang. Konsep recycling yang sedemikian rupa juga sedang diusahakan oleh pemerintah Jepang dalam mengolah barang – barang teknologi tinggi seperti telpon genggam dan komputer yang menggunakan banyak mineral berharga seperti tembaga, emas, perak hingga REE (mineral jarang) yang harganya cukup signifikan di pasar dunia.

Tuesday, October 14, 2014

Toko Barang Bekas di Jepang

Salah satu tempat belanja paling murah dan membantu para mahasiswa seperti diri ini adalah Second Street. Toko ini adalah toko barang bekas yang menjual berbagai macam barang mulai dari pakaian, sepeda, keperluan rumah tangga dan lainnya yang dapat menunjang kehidupan di Jepang. Ide toko seperti ini adalah konsep reuse. Konsep ini digunakan untuk mengurangi jumlah sampah dan lainnya adalah menggunakan kembali seluruh perlengkapan yang masih layak pakai dan bernilai ekonomis. 

Toko semacam ini dapat mudah ditemukan di Jepang. Biasanya juga menjadi tempat asik untuk belanja. Barang - barang yang dijual masih berkualitas dan beberapa bahkan bermerk, seperti LV, Prada dan sebagainya. Biasanya pemilik barang membawa barang ke toko dan menjual kepada pihak toko barang bekas. Biasanya harga akan dinegosiasikan sesuai ketentuan yang ada di toko. Sebagai penjual, kita berharga menentukan apakah akan menerima harga tersebut atau tidak. Sifat orang Jepang yang cukup telaten dalam menjaga barang, membuat belanja di toko ini menjadi sangat menarik. Seperti contoh adalah pakaian bekas yang akan dijual. Biasanya para penjual sudah mencucinya terlebih dahulu sebelum dibawa untuk dijual kepada toko terkait. Selain mereka yang menjual barang langsung ke toko barang bekas, sebagian toko pakaian juga menjual barang sisa musim tertentu ke toko - toko seperti ini. Hal ini sangat menarik untuk belanja karena beberapa barang yang ditemukan masih baru dan berlabel produksinya.

Pelayanan yang baik dari toko Second Street.
Toko - toko seperti ini dapat ditemukan di kota - kota di Jepang, misalnya Akita, Tokyo dan lainnya. Toko yang biasanya diri datangi adalah untuk Hard OFF dan Second Street. Akan tetapi masih banyak toko lain sejenis yang dapat ditemukan juga, terutama toko - toko yang menjual barang - barang berkelas. Rolex bekas juga dapat ditemukan di toko bekas semacam ini. Konsep reuse seperti ini juga membudayakan untuk menggunakan barang asli yang juga menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap kreativitas orang lainnya. Dengan keberadaan toko ini, mahasiswa - mahasiswa dapat terbantu dalam biaya hidupnya selama dapat berburu di waktu yang tepat dan mendapatkan barang berkualiatas yang baik. Ketelitian akan memberikan bantuan untuk mendapatkan barang yang tepat dan murah. Toko barang bekas seperti ini biasanya buka dari pukul 09.00 sampai 20.00 setiap harinya. Saran saat berbelanja adalah perhatikan budget dan ketika menemukan barang yang tepat, langsung dibeli. Barang bekas yang dijual tidak akan selalu ada dan stoknya pun terbatas. Selamat berbelanja dan berburu di Jepang. 
Boneka Winnie The Pooh yang diri peroleh kemarin.
Kemarin diri baru saja mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Diri mendapatkan boneka pooh ukuran 90 cm dengan kondisi yang sangat baik dan harganya 200 yen! Padahal di beberapa toko barang bekas lainnya, harga boneka seperti ini dengan model yang lain tapi ukuran yang sama berkisar 1600 - 4200 yen per boneka. Welcome pohpoh!

Thursday, October 09, 2014

Aplikasi Visa Afrika Selatan

Tuhan selalu baik dan luar biasa. Akhirnya diri memiliki kesempatan untuk menjejakan kaki ke benua Afrika. Kesempatan berawal dari IMA 2014 yang diadakan di Sandton, Gauteng, Afrika Selatan. Konferensi ini diadakan sebagai kegiatan 4 tahunan dari International Mineralogical Association. Luar biasa kesempatan yang datang, akhirnya diri dapat mengikuti kegiatan konferensi dan tambahan untuk field trip! Yes!

Sebagai persiapan, diri langsung mengajukan aplikasi visa untuk Afrika Selatan. Sebagai WNI, aplikasi visa harus dilakukan untuk masuk ke Afrika Selatan. Diri memulai dengan mencari aplikasi tersebut melalui kedutaan besar Afrika Selatan di Tokyo. Berdasarkan informasi yang diri dapatkan di website SOUTH AFRICAN EMBASSY, diri harus menyiapkan beberapa persyaratan yang harus dikirimkan untuk aplikasi. Persyaratan utama yang harus dimiliki saat pengajuan aplikasi adalah tiket pp dan bukti keuangan yang cukup untuk kehidupan selama di Afrika Selatan. Formulir aplikasi visa kunjungan (form BI-84) dapat diminta kepada kedubes melalui email, sama halnya dengan informasi biaya visa. Oleh karena diri melakukan pengajuan aplikasi di Tokyo, maka diri meminta langsung ke kedutaan di Tokyo. Persyaratan aplikasi visa ini hampir seluruhnya sama di negara lainnya, termasuk Indonesia. Persyaratan aplikasi yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Aplikasi lengkap form BI-84
  2. 1 foto berukuran paspor
  3. Paspor yang masih valid hingga minimal 30 hari setelah kunjungan
  4. Statement dan dokumentasi (akomodasi, tur itenari per hari) untuk tujuan dan durasi kunjungan
  5. Bukti keuangan yang cukup (pernyataan bank, ketersediaan uang tunai atau cek)
  6. Bukti reservasi tiket pp
  7. Biaya visa
  8. Bukti vaksin yellow fever **
  9. Surat undangan (letter of invitation) dari host di Afrika Selatan, termasuk alamat, nomor telpon, foto kopi ID atau paspor **
**jika dibutuhkan. Oleh karena diri akan menghadiri konferensi, maka diri mendapat surat undangan dari pihak panitia dan menunjukkan semua bukti kegiatan yang akan dilakukan selama di Afrika selatan. 

Seluruh persyaratan dikirimkan dalam amplop letter pack 500, jangan lupa untuk mengirimkan juga dalam amplop balasan yang sudah ditulisi alamat kita. Amplop ini akan digunakan oleh pihak kedutaan besar kepada kita untuk mengirimkan paspor kembali. Pengajuan visa Afrika Selatan di Jepang dapat dilakukan dengan mengirimkan dengan pos atau mengantarnya langsung ke kedutaan besar. Biaya visa dapat dibayarkan melalui wesel jika di Jepang atau amplop khusus pengiriman uang. Total biaya untuk pembuatan visa di Afrika Selatan berkisar 4400 yen atau sekitar Rp 450.000, Nah, diri kurang tahu tentang hal ini untuk di Indonesia. Sekali lagi, ini dapat ditanyakan langsung kepada pihak kedutaan kembali. 
Visa Afrika Selatan yang siap.
Setelah seluruhnya selesai, aplikasi yang dikirimkan, pihak kedutaan besar akan mengkonfirmasi kepada diri melalui telepon dan tunggu waktu aplikasinya. Pada umumnya aplikasi visa ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu. Lakukan pengajuan aplikasi visa 1-2 bulan sebelumnya supaya tidak terburu - buru. Visa akhirnya tiba di rumah dengan selamat dan semangat!

Jika kecelakaan di negara orang, harus apa?

Cerita - cerita ini diri rangkum berdasarkan pengalaman diri dan observasi langsung yang dilakukan pada saat kejadian. Apa yang terjadi ketika kecelakaan terjadi di negara orang? Ketika di Indonesia, sangat mudah untuk kita langsung menelpon keluarga. Akan tetapi, bagaimana jika kita sedang berada di luar negeri untuk tinggal pada jangka waktu tertentu atau sedang dalam perjalanana dinas?

Diri mengambil contoh Jepang, tempat diri saat ini berdomisili. 
Ada dua kejadian yang sempat terlibat langsung sebelumnya. Pertama kali, teman - teman diri yang sedang mengikuti program short stay mengalami kecelakaan sepeda karena kesalahan bersama. Kejadiannya karena sepeda yang seharusnya hanya dipakai oleh 1 orang tapi dipaksakan untuk berboncengan bersama dengan tujuan untuk mengambil sepeda lainnya. Jadi hanya sementara melanggar aturan tetapi cukup berakibat fatal. Salah satu rombongan sepeda kami jatuh dan ternyata mengakibatkan kecelakaan. Tampak sekitar kami tidak ada orang - orang yang melihat, tetapi polisi dan ambulans bisa tiba sekitar 10 menit kemudian. Ambulans dan polisi tiba tidak lama setelah salah seorang warga sekitar melihat kejadian dan menelpon untuk melaporkan hal tersebut. Polisi segera datang dan ambulans juga untuk mengambil tindakan. Teman yang mengalami luka segera dibawa ke rumah sakit. Polisi langsung bertanya tentang segala kejadian yang ada. Ini dia yang harus diperhatikan saat kejadian seperti ini terjadi. Selalu ingat seperti apa kejadian yang ada dan katakan sejujurnya kepada pihak berwenang. Kedua, tunjukkan identitas dalam hal ini paspor dan keterangan lainnya yang mendukung keberadaan kita di Jepang. Ketiga, usahakan ada pendamping yang dapat berbahasa Jepang sehingga bisa mengkomunikasikan kondisi yang terjadi dan seperti apa yang dibutuhkan. Pengalaman kemarin,salah seorang dari kami bisa berbahasa Jepang dan mendampingi hingga proses selesai. Keberadaan seorang pendamping yang tinggal lama di Jepang juga dibutuhkan untuk menjadi kontak utama dan penghubung langsung kepada kita. Keempat, jangan panik! 

Kejadian kedua, adalah saat diri melihat kecelakaan yang terjadi di depan lorong rumah diri. Kecelakaan yang terjadi karena pengendara mobil yang menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Kondisi jalanan cukup sepi. Salah satu saksi langsung menelpon pihak berwenang di sini. Petugas pemadam kebakaran, ambulans dan polisi langsung ke tempat kejadian. Warga yang melihat kecelakaan tidak sama sekali mendekat ke mobil tersebut untuk mencoba menolong atau apapun. Hal ini adalah wajib karena tindakan "heroik" seperti itu bisa saja menjadikan kecelakaan memiliki akibat lebih parah. Diri belajar di sini bagaimana sigapnya seorang warga negara dalam menolong lainnya dengan cara yang tepat. Memang belum di semua tempat bisa diaplikasikan cara seperti ini mengingat sistem pertolongannya pun yang belum memadai. Diri hanya membayangkan bagaimana sulitnya orang - orang yang mengalami kecelakaan untuk bertahan di tengah kemungkinan macet yang ada saat pertolongan akan datang. Di Jepang, masyarakatnya dipersiapkan untuk sigap dan tertata dalam menghadapi kejadian tak terduga seperti itu. 

Jadi, saat berada di mana pun, negara mana pun, persiapkan seluruh dokumen yang kita miliki seperti paspor, surat keterangan lainnya dari kampus, tempat kerja atau dokumen penting lainnya yang harus dibawa kapan saja. Kedua, usahakan kita memiliki kenalan yang berasal dari negara yang sama, misalnya saat berkunjung ke universitas, kenali apakah ada mahasiswa yang berasal dari negara yang sama. Ketiga, selalu berhati - hati dan ikuti aturan yang ada di suatu negara. Setiap pelanggaran yang terjadi dan bahkan mengakibatkan kecelakaan, bisa membawa konsekuensi hukum yang tidak mudah pastinya.

Terpenting, komunikasikan selalu ke orang terdekat atau penanggung jawab kita. Simpan nomor - nomor darurat untuk dihubungi selama perjalanan di mana pun. 

Wednesday, October 08, 2014

Apalagi yang berbeda dengan anak SD di Jepang?

Seperti postingan sebelumnya tentang pendidikan SD di Jepang, berikut ini beberapa hal lain yang anak - anak SD dapatkan selama pendidikn dasar 6 tahun mereka. 

3) Seragam bebas
Anak - anak SD di Jepang masih memiliki kebebasan untuk menggunakan pakaian kasual yang diatur sendiri dari rumah. Beberapa sekolah di daerah tertentu memiliki seragam khusus. Selama 6 tahun pendidikan dasar, anak - anak menggunakan pakaian yang mereka sukai dan tentunya disesuaikan dengan suhu, serta norma yang ada. Pada umumnya, anak - anak juga tidak memiliki selera yang aneh dalam berpakaian untuk ke sekolah, apapun latar belakang keluarganya. Pada musim panas, mereka cenderung untuk menggunakan celana pendek dan kaos, hanya pada kondisi suhu yang lebih tinggi seperti pada musim gugur atau musim dingin, mereka akan menggunakan jaket tambahan dan boots anti airnya. Pakaian anak - anak disesuaikan dengan kegiatan mereka dan tidak menjadikan mereka tidak bebas bergerak. Jangan kaget untuk melihat anak - anak menggunakan celana super pendek dan legging saat sekolah. Tujuannya bukan untuk gaya, tetapi legging yang digunakan sebagai pakaian hangat. Pada beberapa tempat di Jepang, seragam seperti topi juga disesuaikan dengan kondisi geologinya, seperti di sekitar gunung api Sakurajima, Kyushu. Anak - anak sekolah di sini menggunakan topi yang sebenarnya adalah helm safety untuk melindungi mereka dari kejatuhan kerikil yang secara berkala dimuntahkan oleh gunung api aktif tersebut. Jadi, pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kenyamanan gerak dan fisik pada generasi muda mereka.
Anak - anak SD di Sakurajima
4) Pelajaran bahasa Inggris
Beberapa postingan sebelumnya dalam blog ini, diri sudah menginformasikan bagaimana mereka belajar bahasa lain selain bahasa Jepang. Pendidikan bahasa Jepang telah diberikan sejak SD kelas 1 secara bertahap. Bahasa Inggris menjadi satu - satunya bahasa asing yang diajarkan di pendidikan formal Jepang. Porsi belajar bahasa Inggris bisa dikatakan hanya sebagai mata pelajaran tambahan saja di sekolah. Pada umumnya, bahasa Inggris hanya diajarkan 1 - 2 jam seminggu oleh guru yang telah ditunjuk. Di beberapa sekolah, guru bahasa Inggris yang mengajar adalah orang asing atau native english. Akan tetapi, kombinasi sifat pemalu siswanya dan keinginan belajar yang juga seringkali tidak tinggi, membuat bahasa Inggris memang menjadi kelas tambahan saja di Jepang. Anak - anak tidak diwajibkan sama sekali untuk mengerti atau bisa. Model pendidikan bahasa Inggris yang diberikan cenderung pasif, yaitu dimana guru meminta membaca dan menulis saja, Akibatnya, kemampuan percakapan anak - anak Jepang seringkali terhambat. Ketidakmampuan ini tidak menjadi masalah untuk mereka karena berbagai hal di Jepang baik buku sekolah dan bacaan lainnya sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. 

5) Jam pelajaran dan buku sekolah
Jam pelajaran SD di Jepang bisa dikatakan hampir sama dengan Indonesia. Mereka memulai hari dari pukul 08.30 hingga menjelang pukul 15.00 setiap senin hingga jumat. Pelajaran yang diajarkan pun di SD tidak seberat apa jika dibandingkan dengan Indonesia untuk kelas yang sama. Anak - anak kelas 1 misalnya bertahap hanya belajar mencari perbedaan antara 2 gambar yang terlihat sama sebagai salah satu materi semester awal. Seingat diri, di Indonesia, semester awal saja, diri sudah harus belajar tambah, kurang dan perkalian. Mungkin sebenarnya tujuannya sama, hanya saja cara penyampaiannya yang lebih bertahap dan interaktif untuk siswanya. 
Buku - buku pelajaran mereka dibuat dalam bahasa yang sesederhana mungkin dan penuh dengan ilustrasi. Perbandingan tulisan dan gambar bisa dikatakan 20% tulisan dan 80% gambar ilustrasi. Sebagai contoh, buku pengetahuan alam siswa kelas 3, lebih banyak disampaikan dalam bentuk gambar yang interaktif untuk tiap tahapan pekerjaan sebuah percobaan dibandingkan tulisan. Hal ini sangat mempermudah anak - anak untuk mengikuti tahap demi tahap pekerjaan praktikum sederhana yang ada.

6) Usia sekolah
Di Jepang, sistem sekolah lebih awal atau lebih muda tidak dikenal. Setiap anak harus masuk sekolah pada usia yang sudah ditentukan, misalnya SD minimal 5 tahun pas, tidak boleh kurang bulan. Hal ini bahkan untuk masuk TK sekalipun berlaku. Sekolah PAUD di Jepang ada beberapa macam dan penerimaan umurnya pun disesuaikan seperti di Indonesia. Di kelas regular sekolah dasarnya pun, Jepang tidak mengenal sistem akselerasi. Berdasarkan buku yang diri baca, sistem sosial Jepang yang sudah terbangun sejak dulu mendorong segala sesuatu di Jepang diatur berdasarkan umur atau senioritas untuk mengendalikan kondisi sosial. Oleh karena itu, menurut diri, hal ini sudah ditanamkan kepada penduduk muda Jepang sejak mereka mulai masuk pada sistem sosial seperti sekolah. Hal ini juga berlaku untuk penduduk asing yang datang ke Jepang, seperti keluarga mahasiswa misalnya. Anak - anak yang masuk ke sekolah SD ataupun SMP dan SMA, harus mengikuti usia sekolah mereka di Jepang. Seperti contoh adalah anak teman diri dulu, di Indonesia sebelumnya anak pertamanya sudah bersekolah di kelas 4 dan berusia 7 tahun, lalu setiba di Jepang, anak ini harus turun ke kelas 2 karena masih berusia 7 tahun. Secara psikologis, model usia seperti ini juga memiliki pengaruh pada pertumbuhan mentalitas anak. Ini bukan berarti mereka yang sekolah di usia lebih muda tidak sanggup, tetapi akan lebih baik anak - anak bersekolah di kelas yang sesuai dengan umurnya agar mentalitas dapat tumbuh bertahap dan pada lingkungan yang tepat pula. Akan tetapi, banyak hal menjadi pengecualian pastinya.

Ada banyak hal lain yang juga menjadi sedikit berbeda antara anak - anak SD di Jepang dan Indonesia. Diri tidak mengatakan sistem ini baik atau buruk karena pada dasarnya semua sistem memiliki kelebihan dan kekurangan. Itulah yang berusaha diperbaiki terus menerus oleh pemerintah negara Indonesia juga. 

Salah atau tidak pendidikan itu, bisa kita lihat saja dengan produk di masa depan. Setidaknya diri juga adalah produk kurikulum lama di Indonesia, dengan kurang lebih yang ada, terbukti diri masih bisa mengikuti kelas di negara lain. Begitu juga jutaan mahasiswa lainnya yang sekarang sedang menerima beasiswa di negara manapun dalam mengikuti program sekolahnya masing - masing. Pada dasarnya, manusia itu mampu. Pola pikir dijadikan robot atau tidak, itu sangat terkait dengan bagaimana kita mengatur waktu dan berdisiplin di dalamnya. 

Tuesday, October 07, 2014

Apa yang dididik pada anak SD di Jepang?

Hasil pengamatan terhadap anak - anak SD di sekitar diri dan observasi bersama emak - emak di sini, banyak hal yang diri baru ketahui tentang apa yang anak - anak pelajari di sini selama sekolah dasar. Para pecinta Jepang dan segala pernak - perniknya pasti menyadari beberapa hal yang diinformasikan pada kita melalui komik atau majalah - majalah di Indonesia persis sama dengan apa yang ada di sini. Beberapa hal yang menarik dari gabungan pengalaman dan pembuktian dari cerita - cerita manga yang ada, diri melihat banyak hal positif tentang anak - anak SD Jepang dalam pendidikannya. 

1) Tas "Randoseru" atau tas nobita.
Tas yang dipakai Nobita dalam serial Doraemon memang seperti apa adanya di Jepang. Anak - anak SD mulai memakainya sejak kelas 1. Pemakaian tas seperti ini adalah kewajiban bagi seluruh siswa di Jepang, dimanapun kotanya. Biasanya tas ini merupakan hadiah dari nenek - kakek kepada para cucunya yang baru masuk SD. Pada musim ajaran baru, sekitar spring semester, kita bisa melihat tas - tas ini dijual dari berbagai merk dan warna di mal - mal dengan harga yang beragam. Harga sebuah tas randoseru di Akita sendiri berkisar 35000 yen hingga 75000 yen per buahnya. Tas ini cukup berat karena rangka dan bahan kulitnya yang sangat baik. Teman - teman kecil diri, Aufa dan Defa memiliki tas ini untuk bersekolah setiap harinya. Hasil obrolan dan searching di internet juga, diri dapat informasi bahwa tas ini didesain untuk membentuk postur tubuh anak - anak yang membawa karena bentuknya yang punya rangka massif dan rata sehingga baik untuk tubuh. Selain itu, tas ini juga didesain untuk melindungi para siswa SD jika terjadi kecelakaan. Maklum, anak - anak SD di sini tidak pernah diantar jemput oleh orang tuanya. Dilarang! Penggunaan tas yang hanya dilakukan oleh anak SD, menjadikan tas Nobita ini sebagai salah satu indentitas yang sangat jelas untuk anak - anak SD saat dalam perjalanan. Pertama, setiap hari anak - anak SD di Jepang dididik untuk memiliki postur tubuh yang baik dan menggunakan sesuatu untuk jangka waktu yang lama atau hemat!
caption gambar dari amaliaakusuma.blogspot.com
2) Tidak ada antar jemput sekolah
Salah satu kebijakan di Jepang, setiap anak - anak yang akan sekolah harus mendaftarkan diri pada sekolah yang terdekat dengan rumahnya atau masih dalam 1 area dengan sekolahnya. Seingat diri, jarak maksimal sekolah dan rumah sekitar 5 km. Beda sedikit saja, anak tersebut harus masuk ke sekolah di daerah yang berbeda. Ada satu cerita dari salah satu emak di sini, di mana anaknya bisa masuk di sekolah A, sedangkan tetangga depan rumahnya tidak bisa masuk di sekolah yang sama karena beda beberapa meter saja. Jadilah si anak harus masuk ke sekolah B. Tapi itu lah Jepang. Mengapa ini diberlakukan? Seperti judulnya, karena sejak kelas 1 SD, anak - anak tidak diperkenankan untuk diantar jemput sekolah seperti yang dilakukan di Indonesia. Anak - anak harus berangkat sendiri ke sekolahnya berjalan kaki pada musim apapun dengan membawa seluruh barang kebutuhan sekolahnya, seperti tas randoseru, bento (jika ada halangan dengan makanan di sekolah) ataupun pakaian ganti olahraga mereka. Para anak - anak ini pergi sekolah biasanya berbarengan dengan teman - teman lainnya dan berjalan kaki ke sekolah sekitar pukul 07.30 pagi. Kedua, setiap hari anak - anak SD juga dididik untuk mandiri dalam mengatur dirinya dan pulang pergi sendiri. Amankah? Ya! Pasti, mereka melakukan sendiri saat menyebrang, berjalan pada area yang telah ditentukan dan mengikuti rute yang sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh sekolah untuk pulang perginya. 

Anak - anak SD saat berangkat sekolah
to be continued...