Tuesday, June 14, 2011

14 June 2011

Selamat atas kelahiran Noah.

Begitu berbahagia di Juni.
Saya harus lebih bisa rajin buat menulis. Kesempatan banyak terbuka.

Miss u so much lelakiku,

Saturday, May 28, 2011

Mengenal, Tidak Penting!

Terus, apa lagi yang bisa dilakukan sekarang. Manusia - manusia mati kah?

Saat mengenal seseorang sering kali akan menimbulkan kesan. Tidak semua kesan yang tersisa pun adalah sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Akan tetapi, hal ini adalah mutlak dan tidak bisa dipungkiri.

Ada yang mungkin berpikir bahwa kesan pertama akan sangat menggoda atau kesan pertama yang sangat berarti dan selanjutnya anda yang menentukan. Apakah ini benar? hhahahaha

Tidak semua hal bisa dinilai dari pertamanya mungkin! Semua hal memiliki suatu kesatuan dan sebagian tidak akan mewakili kesatuan itu. Ibaratnya sampel pada uji triaksial. Kalau sampel yang diambil, tidak banyak memiliki struktur pada tubuhnya, pasti hasil uji akan bagus. Rasanya juga begitu pada manusia. Ketika melihat bagian yang baik saja, pasti di mata akan melihatnya totally you're good guy. Apakah ini bisa mewakili keseluruhan tanpa ada niat untuk mengenalnya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. Kegagalan penilaian selama inilah yang seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa di akhir. Mungkin juga akan diikuti penyesalan ataupun tindakan masa bodoh.

Kenyataannya, manusia merasa tidak memiliki cukup waktu dan ketertarikan yang sama terhadap seseorang untuk melakukan penilaian yang sesungguhnya. Inilah yang pada akhirnya selalu menimbulkan salah persepsi di akhir dan kekecewaan. Salah satu sifat manusia yang mendukung terjadinya hal ini adalah sifat berharap!

Pengharapan adalah sesuatu yang baik pada dasarnya asalkan penempatannya pun tepat pada sasaran. Kondisi yang terjadi adalah pengharapan adalah sesuatu yang kebanyakan berakhir menyakitkan karena letaknya tidak pada tempatnya. Tidak semua orang memiliki kemampuan dalam menempatkan pengharapan terhadap sesuatu dengan baik dan benar. Adanya kecenderungan untuk menaruh harapan kepada mereka atau sesuatu yang menurut pandangan mata secara objektif adalah benar. Praktiknya, hal tersebut justru menghasilkan kegagalan dan berakhir pada tangisan sesaat.
Kondisi ideal yang seharusnya adalah manusia tidak seharusnya berharap pada manusia dalam apapun bentuknya. Manusia ke manusia hanya terbatas pada kepercayaan, bukan pengharapan. Manusia adalah makhluk mengecewakan, terlebih manusia lain yang menilai pun memiliki kesalahan persepsi terhadap apa yang dijalani selama ini.

Manusia tidak memiliki waktu dan keinginan yang sama saat mengenali sekitarnya, mungkin ada yang ingin. Akan tetapi, banyak yang tidak berkeinginan. Semua hanya sebatas kondisi kepentingan apa mereka terlibat saja. Dunia ini keras loh!
Itu yang terjadi. Dunia juga bukan surga! Dunia bukan tempat keseluruhan orang yang bisa jujur terhadap diri mereka dan orang lain. Dunia lebih identik dengan derita dan perang kepentingan.

Oleh karena itulah, mengenal sepertinya bukan menjadi kebutuhan utama. Kehadiran mereka hanyalah pelengkap untuk mencapai tujuan yang sedang ingin digapai. Hal ini merupakan sesuatu yang biasa, tetapi tidak disadari secara nyata karena semua orang merasakannya dalam dosis yang berbeda.

Sunday, May 08, 2011

Welcome Next May

Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan (Mazmur 66:19)

Tuesday, March 22, 2011

Didikan Keras?

NKayaknya diri memilih menghabiskan ketidakbisaan tidur ini dengan ngeblog saja. Tugas gimana kabarnya? heemmm..mari sejenak menjadi anak nakal yang bertanggung jawab. Saya ingin hasilkan sesuatu. Saya ingin orang - orang mau melihat seperti apa dari cara saya sendiri.

Selesai baca sesuatu yang menarik, sangat menarik. Renungan yang mungkin terkadang tidak disadari atau lebih menonjol negatifnya saja.

RAY CHARLES

Seorang anak kecil buta terjatuh. Ia menangis meraung-raung,
memanggil sang ibu. Biasanya seorang ibu tentu akan bergegas
menghampiri anaknya, tetapi ibu si anak justru berdiam diri. Dari
sudut ruangan, ia menyaksikan anaknya menangis dalam frustrasi.
Namun anak itu perlahan bangkit, mengibaskan debu dari bajunya, lalu
meraba jalannya sendiri menuju sang ibu. Dengan penuh air mata, sang
ibu memeluk erat anaknya. Itulah sepenggal cerita masa kecil Ray
Charles, legenda musik soul Amerika. Apa komentar Anda mengenai si
ibu? Kejam? Tidak punya hati? Di adegan berikutnya, sang ibu
menjelaskan tindakannya kepada Ray kecil: "Aku ingin kamu tahu …
kamu itu buta, tetapi tidak bodoh."
Di Alkitab, banyak contoh buruk orangtua yang gagal mendidik
anaknya, termasuk para tokoh besar seperti Imam Eli. Tuhan bahkan
menegaskan sikap Eli yang tidak memarahi anaknya sebagai dosa
menghujat Allah (1 Samuel 3:13). Serupa dengan seniornya, di hari
tuan-ya pun Samuel harus mengelus dada karena anak-anaknya tidak
layak menjadi hakim Israel (8:3). Sikap buruk mereka mengakhiri masa
hakim-hakim di Israel dan awal berkuasanya para raja.

Bersikap "keras" kepada anak-anak atau generasi muda yang
dipercayakan kepada kita, bukanlah hal yang tabu; sebab sikap
demikian perlu untuk mendidik, asal melakukannya dengan tujuan dan
cara yang benar. Sikap memanjakan generasi muda atau membiarkan
mereka berbuat apa saja tanpa nasihat, justru menjadi pertanda tidak
adanya tanggung jawab. Sebagai masa depan dunia, generasi muda
membutuhkan didikan karakter dari otoritas di sekelilingnya --OLV
e-RH
Coba perhatikan dengan seksama kesimpulan pada paragraf terakhirnya. Jelas sekali ini yang mungkin diri alami juga hingga sekarang. Keras selalu diidentikan dengan kekerasan fisik, padahal ada sesuatu positif dibalik semuanya. Keras ada caranya. Keras juga punya tujuannya, seperti ada tertulis bahwa bukan berlari tanpa tujuan. Demikian juga ini!

Masa depan dunia ada sekarang dan terus berlangsung sekarang. Ingin sekali membahas sesuatu mengenai ini. Tapi rasanya lebih baik dilakukan research dulu dan mungkin bisa jadi lebih baik nantinya tulisan ini. Hanya saja, renungan ini yang sangat penting untuk dibagikan terutama bagi mereka yang sekarang dalam posisi kaderisasi. Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama seperti saya. :D

Saya akan berdiskusi dulu seperti apa keras pada masa sekarang yang patut diperjuangkan. Hal ini penting daripada menyesatkan nantinya.
Diri juga perlu memilah dan tahu menempatkan situasi.

Virus Pikiran

Ini tampaknya harus diri realisasikan dalam sebuah tulisan. Baiklah, diri hanya menulis dalam bahasa yang diri ingini saja, tanpa EYD yang baik.

Semua berawal dari kebiasaan penulis yang cukup gampang down. *Jangan ditiru* Diri cenderung untuk gampang dipengaruhi oleh keadaan sekitar, baik melalui ucapan, perbuatan dan pikiran orang - orang di lingkungan diri. Ini juga adalah kurangnya efek 'filter' yang dimiliki diri. Diri yakin bahwa semua orang punya bakat untuk alami hal seperti ini. Mungkin tidak kepada orang yang mereka tidak kenal, tapi mungkin saja bisa potensi ini muncul ketika bersinggungan dengan orang yang dikenal.
Hal ini wajar kok, toh setiap orang punya kebiasaan simpel, yaitu memikirkan apa yang orang lain ucapkan tentang diri mereka. Bener loh yang ini, coba pikirkan baik - baik. Hal ini mungkin buat semua orang punya efek yang berbeda. Maksudnya, ada yang biasa berpikirannya sebentar saja (angin lalu) atau ada yang sampai dibawa ke hati dan berakhir jadi pundung. :(

Penebaran virus pikiran ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk mengelola diri mereka.
Bisa dibilang, orang dengan pikiran positif bisa lebih mengontrol faktor x berupa virus ini dalam diri mereka, dibandingkan mereka yang cenderung untuk berpikiran negatif. Jujur saja, diri masih termasuk dalam golongan abu - abu menuju putih yang sedang meninggalkan hitam. Hal ini karena diri sering kali masih gampang untuk down dengan pikiran yang hobi untuk jalan - jalan keliling ke tempat - tempat yang ga penting pokoknya.
Hal yang paling cukup sering diri alami sebagai virus pikiran itu adalah ujian dan ip. Heemm, hal bodoh sebenarnya.:D

Ini yang diri tangkap bahwa tidak semua orang pintar punya mental membangun yang berbanding lurus. Diingatkan untuk tidak tersinggung kepada siapa saja. Diri hanya menuliskan pengalaman yang diri alami dan berharap tidak terulangi kepada siapa saja lagi. Ingin sekali seperti itu.
Balik lagi..
Yang sering diri alami adalah seperti ini. Bahwa kebanyakan perkataan dan tindakan yang disadari atau tidak oleh pelaku lingkungan diri yang tidak cukup membangun, apalagi dalam kondisi genting semacam ujianlah. Ini bukan menyudutkan siapapun. Namun, diri mengalami demikian saja. Terkadang diri merasakan bahwa tindakan yang mungkin bagi orang - orang adalah stress release, namun bisa menjadi stress stimulus bagi orang - orang tertentu.

Contoh ketika besok ada ujian yang lebih dari 1. Diri sering kali menemukan pada malam hari yang paling banyak adalah keluhan ini itu tentang ketakutan hari esok, ketakutan ujian, merasa tidak mampu, mengeluh ini terlalu banyak, blablabla..banyak hal lainnya.
Efeknya, mereka yang mungkin masih bisa tidak melepaskan stressnya dengan cara itu malah ikut - ikutan. Ini tidak menutup kemungkinan ya bahwa memang ada orang - orang yang suka dengan public stress release. Atau mengungkapkan curhat ketakutan dan keluhnya melalui tulisan di jejaring sosial. Termasuk mungkin diri juga melalui blog dan twitter dalam bahasa yang langsung dan perumpaan.

Virus pikiran ini adalah hal yang sangat simpel dan bisa menyerang banyak orang. Kalau menilik kembali diri, mungkin ini adalah semacam balasan bahwa diri suka ceplas - ceplos dengan bahasa yang membuat orang down. Sekarang, diri ditaruh di tempat semacam ini juga, tapi dengan konsep yang berbeda.

Membangun orang bukan berarti hanya ketika dia curhat dengan kita. Tidak seharusnya sebatas itu. Serius, itu pendek sekali dunia kita.
Seperti kemarin seorang teman diri yang stress karena satu soal salah dalam ujian PBG. Sampai bawa - bawa IP dan bilang berakhir dunia. Astaga!!! Ini masihUTS kan kawan.
Diri cukup miris saja untuk perkataan seperti itu. Diri tidak munafik bahwa pikiran diri juga terkadang masih seperti itu, berjalan - jalan ke tempat - tempat ga penting. Beruntung sangat, diri punya lelakiku.:D

Kembali lagi, membangun ini adalah bukan sebatas dari curhat!
Melalui cara bersikap dalam menanggapi suatu keadaan adalah hal sederhana yang dapat jadi contoh bagi semua orang sekitar kita. Coba dong, ketika menghadapi ujian, keluhan kita ubah dengan kata - kata semangat. Itu mungkin jauh lebih baik kan? Tapi, caranya?
Nah, itu memang harus belajar. Diri akui bahwa itu sangat tidak gampang seperti membalikkan telapak tangan. Diri saja masih di abu - abu. Sekalinya ngga bisa tahan diri, masih sempat nangis dulu buat tenangin diri.
Cara paling dasar yang bisa dilakukan adalah mengucapkan syukur!!!
Ini adalah cara paling sempurna untuk melakukannya. Katakan syukur ketika mendapatkan tantangan baru. Atau seperi all is well versinya 3 Idiots kan.

ya, manusia tidak ada yang sempurna. Tapi, apakah harus terus stress atau down karena hal sehari - hari yang dijalani, seperti kuliah yang bahkan ritmenya ga jauh beda dari setiap semesternya. Hayooo, jangan biarkan virus pikiran menyerang!
Sakitnya jangka panjang, ngobatinya ngga gampang. Lebih baik sebelum dia menjadi sesuatu yang lebih menjangkiti. Mari jalani semuanya dengan sukacita dan syukur.:D

Virus pikiran bisa mulai dari hal - hal kecil dan menular tanpa terkadang kita sadari. Mari..mari mulai untuk berpikiran dari sisi lain, mungkin dengan jadi orang ketiga, bukan sebagai orang pertama terus. Pasti bisa hasilkan kebahagiaan dengan olah diri yang tepat.:D

Saturday, March 19, 2011

Penutup

saya pernah berada di sana.
saya pernah jadi bagian dari mereka.
saya pernah menangis dengan mereka.
saya pernah tertawa lebar bersama mereka.
saya pernah jalan - jalan dengan mereka.
saya pernah bersama mereka dengan hari - hari yang ada.
saya pernah mencintai mereka seutuhnya.
saya pernah berharap semuanya kekal.
saya pernah berdoa bahwa mereka adalah selamanya.
saya pernah merasakan kasih sayang mereka.
saya pernah selalu ada untuk mereka.
saya pernah merasakan kehadiran mereka.
saya pernah membawa mereka selalu dalam belaan.
saya pernah menyayangi selalu mereka.
saya pernah marah dengan mereka.
saya pernah merasa tidak diharapkan.
saya pernah bukan bagian dari mereka.
saya pernah merasakan bahwa saya tidak ada pun bukan masalah.

saya tetap pernah bahagia bersama mereka. Itu saja !!!

dan saya tahu bahwa kehadiran saya tidak lebih dan kurang saja.:)
Terima kasih semuanya.
Tribute to GM XVIII

Kolong Langit

Apa itu kolong langit?
Secara harafiah versi diri, kolong langit adalah tempat tinggal kita sekarang. Iya, kolong langit menggambarkan bumi yang kita selalu kita injak - injak ini, yang kita isi dan tata dengan segala macam barang kebutuhan manusia untuk bertahan hidup.
Kenapa disebut kolong? Bukankah langit dan bumi adalah satu kesatuan yang bersama kan? Mari dipikirkan dan dirasakan sejenak.
Bagi diri, kolong langit lebih menekankan posisi hati manusia dalam kehidupan yang masih dipercayakan olehNya hingga saat ini. Setiap manusia punya waktu dan diisi dengan cerita yang berbeda pula. Sungguh indah dan beragam. Kesedihan dan kedukaan juga bukan sesuatu yang terus harus diratapi kan? Bahkan mampu jadi sesuatu untuk sangat disyukuri setiap waktunya. Hal ini sama dengan kondisi bahwa kehidupan kita adalah bagian dari suatu kesatuan terhadap sekitar kita.
Diri rasa demikian.

Setiap kolong langit orang akan berbeda. Mereka punya porsi yang berbeda dan sungguh memainkan perannya dalam kesempatan ini.
Tidak ada orang yang sungguh mencintai waktunya yang sekarang terlihat. Kolong - kolong langit menjadi tampak kosong dan lengah tanpa cerita yang ingin dibagikan. Di kolong langit banyak harapan seharusnya. Di kolong langit juga seharusnya banyak keluh kesah. Sekali lagi, di kolong langit seharusnya banyak terdapat pengharapan!

Semua orang punya kisah berbeda di bawah kolong langit ini. Saudara - saudara kita di Jepang, punya kolong langit yang mungkin sempat gelap. Akan tetapi, diri yakin, mereka akan mengisi kolong langit mereka dengan pengharapan untuk kembali pulih. Ya, kembali dengan pengharapan bahwa kehidupan masih memberi mereka kesempatan kedua dan saatnya berbagi meskipun di tengah kelam bencana.

Apakah kita mampu melakukannya?
Diri sangat yakin tidak semua mampu menghias kolong langit mereka dengan pengharapan dan keyakinan. Termasuk diri yang terkadang masih meragukan kolong langit diri sendiri.
Diri begitu mencari - cari sesuatu yang seyogyanya tidak perlu dipertanyakan dan dicari lagi karena semuanya telah disediakan sekarang, nanti atau cepat atau lambat. Sungguh indah sebenarnya setiap kolong langit yang ada.
Kolong langit yang kosong adalah suatu kesia-siaan. Mengapa kita tidak kita coba isi dan hias lagi? Pengharapan dan keluh kesah tidak apa jadi hiasan kita di awal ini. Namun tetap, cobalah belajar untuk menghias kolong langit ini dengan Syukur. Ya, rasa bersyukur kepada yang pemilik semua kolong langit di bumi ini. Sungguh, ini akan membuat semua kolong langit akan berseri dengan indah. Pengharapan akan bertambah manis. Keluh kesah akan memudar ketika syukur yang mendominasi kolong langit kita.



Friday, February 04, 2011

Anugerah Diri

Salah satu anugerah yang diri terima adalah sukacita di pagi ini.

Diri diperkenankan berkomunikasi dengan yang berkepentingan dimanapun.

Diri diizinkan untuk mengatakan tidak dengan cara diri.

Diri bisa merasakan rasa bersalah.

Diri mampu mengungkapkan ketidaknyamanan dalam tulisan.

Terutama, diri masih diberi kesempatan berdoa.

Doa Pagi ini

Hari ini adalah hari terakhir lagi dalam minggu ini, Bapa.
Aku berdoa padamu lewat carik kertas yang telah berbentuk elektornik ini.
Aku bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah ku alami hingga sekarang.
Buat segala apa yang begitu sempurna Bapa gariskan.
Ampuni aku, Bapa atas segala ketidaktegasanku, keraguanku, dan ketidakpercayaan yang terus ku dengungkan kepadaMu.
Manusia hina. Aku adalah bukan apa - apa tanpaMu, tanpa belas kasihanMu.
Bapa, aku tidak ingin menganggap semuanya beban terus menerus.
Aku ingin pergi kepadaMu. Melalui semua tembok ini, dan menjadi bagian dariMu. Aku tidak ada apa - apa tanpaMu. Cukup ku lakukan luka lagi bagiMu, Tuhan. Sungguh egois aku Bapa. Sekarang ketika terlibat dalam kesalahan, aku meraung, menangis ketakutan padaMu. Sebelumnya, aku melangkah dengan asumsi Bapa mengizinkan. Namun, aku sendiri belum mampu mendengarkanMu. Bapa, tinggallah dalam hatiku ini. Tinggallah. Aku mohon Bapa, lepaskan aku dari keraguan dan ketidakjelasanku akan ketakutan yang lebih tidak jelas lagi.
Kuatkan aku Bapa menanggung semuanya. Ku mohon, jangan biarkan aku sendiri.
Jadilah khendakMu pada ku.
Amin.

Sukacita Jumat

Kembali lagi blog. Maap ya, ditingalkan dalam jangka yang lama lagi.
Banyak hal yang terjadi di minggu - minggu akhir menjelang awal di Februari ini. Semua adalah sukacita. Pada awalnya demikian, dan seharusnya berakhir sebagai sukacita juga. Diri berdoa demikian.

Ketakutan itu muncul kembali. Dia seperti sindrom virus kronik yang tidak pernah mau lepas kecuali antivirusnya datang lebih kuat menantang dia berkelahi sampai mati. Ini bukan berlebihan, tetapi rasanya memang demikian. Sungguh, luar biasa sekali tembok hitam yang membatasi antara diri dan Nya. Jelas, bahwa tembok itu adalah dosa. Dosa dalam segala bentuk yang terus saja diri jalani tanpa henti. Keraguan, Ketidaktaatan, Kebohongan adalah bagian darinya dan tidak pernah henti rasanya menghantui. Dalam gelap, diri tidak menemui apapun di dalamnya lagi. Mencari kesunyian mungkin mulai terasa sesak dalam diri.

Hari ini, diri melukai orang kembali. Semua tetap diawali niat baik untuk belajar dan menolong kepentingan orang - orang yang sudah diri anggap orang tua selama di sini. Akan tetapi, apa yang diri perbuat? Diri memang salah. Di sini diri belajar, tidak semuanya bisa diri lakukan seperti untuk yang lain. Diri punya kapasitas, tanggung jawab, mimpi dan cita - cita. Semuanya harus diri sinergikan dengan seharusnya dan baik di mataNya. Langkah bahagia yang diri ambil pada akhirnya malah di awal ini menyebabkan luka bagi kepercayaan orang - orang yang diri hormati. Ketidaktegasan akan kenyamanan dan kebaikan untuk orang lain menjadi pisau yang melukai diri juga.

Semua ada yin dan yang -nya, seperti sesuatu yang pasti memiliki kondisi bermata dua. Dia bisa jadi berkat atau musibah. Mungkin, ini merupakan pertanda musibah. Atau, hanya diri yang berpikir terus bahwa ini salah dan tidak tepat. Diri sangat ingin menjadi bagian dari komunitas kekeluargaan ini.
Sekarang diri hanya bisa menyalahkan segala sesuatu yang ada dalam diri. Berdiri sebagai pesakitan dan mulai merasa memang kegagalan yang kemungkinan besar akan diraih. Ketidaktepatan ini akankah mengubur cita - cita diri, terutama cita - cita papa. Tidak, Bapa. Tidak, Bapa. Diri mohon tidak.

Diri berjalan dan berusaha dengan keadaan ke depannya. Jelas, sukacita tetap akan ada. Dia tidak akan tinggal diam dan meninggalkan diri.
Tembok pasti runtuh !!!

Tuesday, February 01, 2011

One way - Kita Satu

Kaulah satu tulang dari tulangku
Yang kuimpikan selama hidupku
Tuk bersanding denganmu
Penuh asa lewati suatu masa
Berdua kita t'lah jalan bersama
Satu ikatan cinta, indah terasa
Lewat kasih mulia Dia yang kuasa

Reff:
Kini kita satu dalam menempuh hidup baru
Hatiku hatimu penuh kasih memadu
Kini kita satu dalam meraih indah cinta itu
Dan selamanya kita satu

Bridge:
Yang t'lah Dia satukan takkan terpisahkan
Kau dan aku akan berdua selamanya

Kita satu. Sebenarnya, lebih ingin ke judulnya. Kita satu adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Hal yang tidak mudah ditempuh dan dijalani.
Banyak yang mencoba, tetapi banyak juga yang terjatuh. Semua bergantung pada prinsip dan kemauan untuk meneruskan janji yang telah terucapkan semua. Semua juga tidak semudah mengatakannya dengan lidah dan menulis dengan indah. Bagaimana dalam cerita kehidupan setiap orang? Bagaimana dengan pasangan yang telah menjalaninya? Diri belum memahami ini seutuhnya. Diri masih menjalani segalanya. Diri masih melihat. Diri ingin mengerjakannya. Ingin menjadi satu dengan yang seutuhnya dalam tanganNya.

Amin.

Pemanjaan Diri vs Kemalasan

Masih ada hasrat untuk menulis lagi. Diri rasa tidak ada salahnya menjadi produktif dengan cara yang penulis punya, bukan mengikuti tuntutan untuk dikenal atau kesombongan hati yang ingin dikenal. Rasanya tidak perlu demikian. Diri hanya ingin blog menjadi sumber berkat bagi yang membacanya dan bisa mengambil yang baik tentang apa yang diri bagikan. Diri sadar isinya tidak meningkat dari dulu. Semua isi blog masih berisi kehidupan diri. Akan tetapi, satu hal yang membuat diri bangga bahwa blog ini adalah gambaran dari diri yang pernah mengalami ini itu, segala pengalaman pahit, buruk, baik, dan manis dalam menjalani hari - hari. Sekarang, blog punya nama Hidup saya yang sempurna. Nama ini diri gambarkan sebagai syukur diri kepadaNya yang sempurna. Diri baru mulai mau melihat sisi lain kehidupan diri sendiri, semua begitu sempurna ditataNya. Melihat dari luar kotak memang sangat dibutuhkan bagi setiap pribadi yang merasa bahwa kehidupannya adalah monoton dan tidak ada peningkatan atau selalu membawa sial atau tidak pernah diberkati.

Seperti biasa, diri akhirnya melantur ke topik yang berbeda dari pemikiran diri sebelum menulis. Diri hanya ingin membagi apa yang pernah diri alami. Harapannya hanya satu, yaitu semoga yang baik bisa terulang bagi yang membaca dan yang buruk tidak terulang.
Diri pun lupa dan tidak paham, semangat menulis kembali turun ketika mengetik ini. Diri terlalu terbiasa dengan hal - hal yang bisa dikatakan sebagai pemanjaan diri yang jauh lebih buruk dari kemalasan. Mengapa jauh lebih buruk dari kemalasan? Jawabannya sederhana. Ketika diri dalam kondisi yang terlena dalam kemanjaan, akan jauh lebih sulit menerima kondisi paksaan apapun yang dirangsangkan agar keluar dari tempat tersebut. Hal ini akan berbeda dengan kemalasan. Rasa malas masih memiliki toleransi dengan apa yang disebut dengan paksaan atau kewajiban dan kebutuhan. Sebagai contoh, ketika orang malas keluar kosan untuk mencari makan. Pada akhirnya, rasa malas akan kalah dengan rasa lapar atau lebih parahnya dengan rasa sakit pada lambung yang ditimbulkan.

Hal berbeda ketika pemanjaan diri diidap. Sebagai contoh adalah diri. Di awal minggu kuliah, diri sangat membiarkan kondisi mental makin menjatuh dengan sikap ini. Semua apa yang tidak ingin diri lakukan, diri biarkan saja. Semua kebutuhan ataupun kepentingan seakan hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Konteks ini juga termasuk pada kondisi lapar yang sering diri alami di masa - masa tersebut. Kebodohan dan kemalasan hanya sebagian dari kondisi ini. Kombinasi ini memiliki akibat efek jangka panjang jika terus dibiarkan. Salah satunya adalah sikap anti sosial yang diri rasakan. Ya, kemalasan dalam segala aspek membuat diri mengisolasi diri sendiri secara fisik dan psikis secara langsung dan telaten.

Efek terburuk dari kemalasan kronis ini adalah halusinasi dan bayangan akan diri sendiri yang cenderung bersifat negatif. Manusia seperti ini dibiarkan seolah hidup dalam dunia yang dia setting dengan aturannya tanpa ada yang bisa mengganggu dan mengharuskan dia berada dalam kondisi nyaman. Tidak ada kepedulian yang terlintas. Akibatnya, ketika terjadi sedikit saja tentang pikiran negatif, dia akan terganggu secara keseluruhan. Diri mengalami apa yang disebut dengan segala ketakutan dari semua aspek kehidupan nyata yang ditinggalkan. Diri menjadi dihantui oleh perkara - perkara yang sebenarnya tidak ada, tetapi bisa saja menjadi ada karena hasil ketakutan diri tadi.

Apakah mau seperti ini?
Pengalaman diri menunjukkan bahwa ini adalah siksaan dalam arti yang paling gampang dilakukan, dibuat sendiri dan diciptakan dalam segala waktu yang dimiliki.

Bagaimana menyembuhkannya?
Semua kembali pada diri kembali. Kemampuan menentang seluruh pikiran negatif yang menjadi syarat utama. Maju ke arena perperangan dengan segala pikiran negatif yang menjadi penyakit. Bayangkan bahwa ini adalah harga diri dan kehidupan ke depannya. Senjata utama adalah keinginan akan SUKACITA dan SENYUM serta BERKAT bagi orang lain.
Belajar berulang memang juga jadi kunci keberhasilannya dalam jangka panjang maupun dekat. Wajar jatuh di awal, tapi jangan makin terseret dalam pemanjaan ini. Hal ini akan menjadikanmu pribadi yang gelap dan merasakan beban yang sangat.
Gunakan perisai iman dan doa.

Minggu Terakhir Januari

Hai blog, one day one post nya blum bisa berjalan tampaknya. Maapkan diri yang terlalu sibuk dengan kemalasan yang selalu dimanjakan keberadaannya.Diri sangat menikmati kemalasan dan ketidakjelasan selama beberapa hari yang berjalan ini. Namun blog, diri jauh lebih menikmati peran diri mendampingi lelakiku.
Lelakiku pulang sekitar 1 minggu lalu. Tujuan awalnya adalah wawancara kerja, tetapi berujung pada pemenuhan yang sesungguhnya dari alasan dia cuti urgensi, yaitu urusan keluarga. Blog, diri bersyukur punya lelaki yang hebat. Iya, Tuhan, terima kasih karena telah mengizinkan diri untuk mengenal, menyayangi dan mendampingi lelakiku hingga saat ini.

Banyak hal yang kami lakukan selama cuti singkatnya ini. Salah satunya, dia membantu diri untuk mengurangi rasa malas di kosan. Setidaknya, dengan kepulangan dia, mendorong diri buat tidak bermalas - malasan. Waktu yang ada dimanfaatkan sebisa mungkin untuk mendiskusikan banyak hal. Hal - hal simpel yang sering kami ributkan, hingga mimpi - mimpi yang ingin diri dan lelakiku inginkan juga.
Ada banyak hal yang berkesan di akhir Januari hingga memasuki Februari ini, selama lelakiku cuti. Salah satunya adalah mawar putih! Diri sangat suka. Diri belajar banyak hal juga dalam hubungan ini.

Diri akui masih sangat sering lalai dalam memahami dan mengerti dia. Di sini, diri melihat dan memahami bahwa diam tidak akan menjadikan pasangan kita tahu tentang apa yang kita maksud dan atau inginkan. Selama ini, kebanyakan wanita mengira bahwa prialah harus mengerti keinginan mereka tanpa sebelumnya mereka beritahukan. Hal ini terpatri karena merasa itu adalah suatu kebanggaan bahwa kekasih kita paham dan tahu apa yang kita mau. Akan tetapi, coba perhatikan sekali lagi. Apalagi untuk hubungan jarak jauh yang dilakukan oleh diri dan lelakiku.

Secara logika, ketika saling berjauhan, waktu yang kita punya sebisa mungkin seharusnya dipergunakan untuk membangun dan menjaga kepercayaan itu. Semua dilakukan untuk ke depannya juga. Di sisi lain, jadwal kerja atau kuliah yang padat biasanya pasti akan membuat pria juga untuk beristirahat. Mungkin terdengar egois juga, tapi memang keduanya perlu menekan ego atau pribadi. Jadi, mereka butuh waktu ekstra untuk tahu apa yang wanita mau dengan cara yang terkadang tidak dibukakan pula oleh sang wanita. Ini pasti memperparah. Hal yang baik, coba katakan. Ya, coba komunikasikan apa yang diinginkan dengan cara yang fun. Di satu sisi, egois masing - masing bisa terakomodir dalam kondisi yang positif. Di sisi yang lain, keduanya juga merasa dimengerti dan saling menghargai kondisi di tempat tinggal yang ada. Ini bukan suatu doktrin tapi berdasarkan pengalaman masing - masing pribadi. Setiap pasangan adalah unik. Mereka pasti akan punya masalah dan cara pandang yang berbeda terhadapnya. Jadi, jangan berkecil hati jika diri kita tidak sama dengan orang lain. Keunikan inilah yang menjadi aset untuk berkembang bagi masing - masing pribadi dalam hubungan yang dijalani.


Salah satu pembelajaran yang sangat berharga yang diri dapatkan. Bayangkan, rasa lelah harus ditambah dengan menjadi cenanyang juga. Hal yang menjadi hasil biasanya malah suatu kesalahan. Begitu juga yang pernah diri dan lelakiku alami. Semoga komunikasi yang kami lakukan berkenan padaNya dan bisa lebih baik lagi ke depannya.

Balik lagi ke awal, mawar putih yang diberikan oleh lelakiku sungguh indah. Sekali lagi kuucapkan, diri menyayangimu lelakiku. :))
Mungkin, ada hal lain yang bisa disampaikan. Ya, di postingan berikutnya saja.

mawar putih bagi diri, tanda waktu yang selalu lelakiku rasa. Amin.

Sunday, January 23, 2011

FTV

Film Televisi (dalam bahasa Inggris disebut sebagai Television Movie) atau lebih sering dikenal sebagai FTV adalah jenis film yang diproduksi untuk televisi yang dibuat oleh stasiun televisi ataupun rumah produksi berdurasi 120 menit sampai 180 menit dengan tema yang beragam seperti remaja, tragedi kehidupan, cinta dan agama. Film layar lebar yang ditayangkan di televisi tidak dianggap sebagai FTV.

ini kata wikipedia.

Nah, kenapa FTV jadi yang dibicarakan oleh diri ? Karena diri sangat suka FTV dibandingkan acara sinetron atau musik - musik gitu. Selama liburan, hanya FTV saja jadi tontonan. Hampir kayak minum obat, yaitu 3 kali sehari di salah satu televisi swasta. FTV pertama pukul 10.00, kedua pukul 12.30, dan ketiga pada 22.30. Sebenarnya, semua cerita FTV yang ditonton oleh diri hampir yang sudah diulang dan sering sekali mudah ditebak alur ceritanya. Akan tetapi, rasanya ini saja tontonan mahasiswa seperti diri di luar berita yang hampir sama semua di semua channel televisi. Maklum, tanpa tv kabel. *berbahagialah mereka yang kosannya punya tv kabel*

Sekarang, apa keuntungan FTV versi diri. Meskipun, cukup sering dihina sebagai tontonan ya agak ga penting tetapi FTV memiliki kelebihan tersendiri.
Menurut diri,
>> mengusir kebosanan selalu di antara saluran televisi yang aneka ragamnya hampir sama
>> durasinya pendek
>> tidak perlu berpikir berat saat menonton apalagi saat alur cerita sudah bisa ditebak
>> sarana promosi daerah.

Ini adalah hal yang sangat menarik. Diri sangat suka dengan lokasi FTV yang di luar Jakarta. Takjub !!!
Dahsyatnya sebuah sarana untuk memberi tahu orang lain kondisi di belahan lain Indonesia ini. Ini menyenangkan sekali.

Terlepas rugi untungnya, ya, balik - balik ke masing-masing.


Ulangilah kebaikan yang kamu terima

Selamat hari minggu Semua..

cc : Papa, Mama, adik - adik diri (Cipi, Iis, Nam), lelakiku, sahabat - sahabat diri (Pal, Monang, Dydy, Bangkit), saudara - saudara diri di GM XVIII..

Satu minggu berlalu.
dan selamat datang kepada semester baru. Kehidupan yang baru akan kita jalani sekarang. Rasa malas, mengantuk, dan ketidakpuasan mungkin masih akan menumpuk. Akan tetapi, ingatlah, mau sampai kapan? Hayo, segera lupakan. Segera lepaskan!

Be a Fresh you !!!
Be a Fresh you !!!
and be a Fresh you !!!

It's your revolution for STUDY.

Ini adalah SEMANGAT yang kemarin selalu ada. Mungkin bisa menjadi bagian dari tambahan semangat minggu baru ini.

SENIN
Bukan pekerja biasa. Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi orang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya (Kejadian 39:2)
Percayalah, dunia bisa tidak adil terhadap Anda, tetapi Tuhan selalu adil. Kunci keberhasilan kita ada pada Tuhan, bukan pada dunia. Tanggung jawab kita, bukan menuntut ini dan itu, tetapi berjalan bersama Tuhan dan bekerja sebaik-baiknya.

SELASA
Menghargai kehidupan. Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karenaanjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati (Pengkhotbah 9:4)
Jika Tuhan berkenan, hidup patut dipertahankan dan diperjuangkan. Bahkan ketika penyakit mengancam, doa dan pengharapan untuk hidup tak boleh surut. Dalam menghargai hidup, ada perjuangan untuk mempertahankan dan menjalaninya. Hidup karunia Tuhan layak dijalani dengan tangguh.

RABU
Sisi yang Berbeda. Aku hendak bersyukur kepadaMu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya (Mazmur 86:12)
Ketika hidup memberikan 100 alasan bagi kita untuk menangis, tunjukkanlah bahwa hidup punya 1000 alasan untuk kita bahagia. Berpikirlah dengan sudut pandang yang berbeda dan berpikir positif. Diri kita berharga dan sungguh indah diberikan Tuhan.

KAMIS
Jangan berhutang. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi..(Roma 13:8)
Usahakanlah diri tidak berhutang dengan siapapun. Karena bila kita membiasakan diri untuk berhutang, maka lama-kelamaan berhutang akan menjadi gaya hidup kita. Lebih baik mencukupkan diri dengan apa yang ada.

JUMAT
Jika aku mengeluh. Jawab Yesus kepada mereka : "Janganlah kamu bersungut - sungut." (Yohanes 6:43)
Sikap bersungut-sungut akan mencuri sukacita, kedamaian dan kemajuan kita. bersungut-sungut adalah tanda ketidakdewasaan. jika terus mengeluh - mengeram sepanjang hari, maka kita akan merasa lelah seperti anjing pada malam hari. Syukurilah segala yang telah Tuhan berikan dan percayalah bahwa Tuhan sanggup memenuhi kebutuhan kita.

SABTU
Sampai kapan ? Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak (Maleakhi 3:3)
Kadang kita memang bertanya, "Sampai kapan, Tuhan?"Kehidupan kita juga serupa seperti perak yang sedang dimurnikan. Kita harus melewati proses yang tidak selalu menyenangkan, bahkan cenderung membuat kita merasa tidak nyaman. Demikian juga, dalam setiap proses yang kita alami, Tuhan memastikan bahwa hanya Dia yang tercermin dalam kehidupan kita.

MINGGU
Lupakan Saja ! Sebab tujuh kali orang benar jatuh namun ia bangun kebali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana (Amsal 24:16)
Setiap orang pernah melakukan kesalahan namun bukan jadi alasan untuk terpuruk. Jangan biarkan masa lalu menghalangi keberhasilan di masa depan. Mari melangkah.

sumber : SpiritGirl dan e-RH

Setiap harinya perjalanan kita adalah waktu yang berharga. Meskipun kadang kita isi dengan ketidakjelasan versi kita.

Waktu berharga dan semua yang kita lakukan adalah kenangan.
Jangan lelah bekerja di ladangNya, Tuhan.

Selamat menjadi berkat.

Tuesday, January 18, 2011

Takut

Jika bicara tentang ketakutan, maka banyak hal yang datang dan menjadi jawaban. Ketakutan akan banyak hal yang ada di sekitar diri. Bukan sekadar yang pantas ditakutkan, mungkin seperti kematian. Namun, lebih dari itu. Segala kondisi bisa saja menciptakan ketakutan. Menyelipkan keberadaan sesuatu yang mungkin diri tidak akan menyangka akan menghadapinya.
Dalam hubungan dengan orang terdekat, ada yang namanya ketakutan akan perpisahan. Namun, maukah hidup tanpa pertemuan? Rasanya, akan menjadi tidak logis jika dijalani. Semua tidak ada yang kekal.
Kehidupan adalah sesuatu yang tidak pernah kekal. Apa yang dimiliki hari ini, bisa saja hilang esok hari. Udara yang dihirup siang ini, bisa saja tidak akan ternikmati lagi esok pagi. Semua akan sama jika dipandang dengan cara demikian. Tidak akan ada yang bisa memastikan bahwa segala yang kita rasakan sekarang akan tetap menjadi milik dan bagian dari kita.

Adalah ego bagi manusia ketika mereka menginginkan semua yang ada sekarang selalu sempurna tanpa kurang satu apapun. Dalam perjalanannya, semua itu adalah tidak mungkin. Semua yang dikerjakan, dimiliki, dirasakan, dan lainnya adalah sementara. Mereka sedang bertumbuh. Akan tetapi, tidak ada yang dapat menjamin bahwa ia akan tetap tumbuh menjadi pohon besar atau harus mati menjadi rumput kering esok hari. Rasa takut muncul sebagai pelengkap keberadaan ego tinggi ini.

Manusiawi, takut adalah wajar. Akan tetapi, ada batasannya kadar takut yang dimiliki. Semua akan kembali kepada cara memandang suatu kondisi yang ditawarkan bagi diri. Ya, semua orang bisa memilih bagaimana dia bersikap terhadap ketakutan yang ditawarkan bagi pribadi masing-masing. Misal, ketika melihat ular. Apa yang seharusnya ditakutkan dari seekor ular? Diri rasa tidak ada yang salah dengan sang ular jika tidak diberikan gangguan. Namun, tidak menjadi demikian bagi orang - orang tertentu. Keberadaan ular bisa saja membuat seseorang ketakutan luar biasa. Termakan ketidakmampuan dia menghadapi dirinya yang sangat reaktif terhadap keberadaan ular tadi.

Sama halnya masalah hati. Diri yakin tidak semua orang mampu menghadapi persoalan ini. Bagi orang tertentu, masalah hati adalah menakutkan. Diri juga merupakan salah satunya. Sempat cukup lama, diri merasakan takut untuk membuka hati bagi lelaki. Diri mengalami ketakutan untuk merasakan sakit. Ketakutan yang sangat besar terhadap rasa sakit akan kehilangan. Akibatnya, diri tidak pernah mencoba untuk menyelesaikan pembelajaran saat diri membuka hati. Rasa sakit yang muncul pertama kali sebagai ujian pertama, membuat diri selalu berlari dan berusaha menyembuhkan hati yang baru saja diuji. Demikian seterusnya, dan sampai akhirnya ini menjadi kebiasaan. Bukan sebatas hal yang sifatnya manusiawi lagi.
Pada akhirnya, ketika diri mencoba kembali, diri hampir selalu tidak survive. Selalu demikian, pikiran diri hanyalah berlari dan diri selalu bersifat resist (melawan) terhadap kondisi yang ada. Diri selalu merasa tidak kuat dengan sakit ataupun perubahan - perubahan yang baru. Adalah hal sulit untuk percaya dan memiliki kepercayaan bagi diri. Akibatnya, lelaki pun akan merasakan ketakutan ini.
Lelakiku tangguh. Dia yang selalu menemani diri untuk yakin pada diri dan menyembuhkan ketakutan ini.

Menurut diri, pendampingan adalah hal yang luar biasa yang bisa dimiliki mereka yang memiliki ketakutan terhadap sesuatu. Mereka yang phobia ketinggian, misalnya. Memiliki keberanian pertama kali untuk berada di tempat atau kondisi yang ditakutan lebih dahulu. Kedua, berjalanlah di sana dan rasakan ketakutan itu. Jika diri bukan orang yang kuat, mintalah dampingan mereka yang terdekat bagi diri sendiri. Bukan berlari dari segala ketakutan ini. Jangan membiarkan pikiran ini menjadi lawan terbesar terus menerus dalam menyembuhkan ketakutan kita.

Saturday, January 15, 2011

Terkadang Pikiran adalah Sakitmu

Psikosomatis.
Hal yang paling sederhana yang pasti dimiliki semua orang. Namun, kadarnya berbeda setiap masing - masing personal. Menurut kakak *aku lupa namanya* yang diri temui saat di travel perjalanan Bandara Soekarno Hatta-Bandung, psikosomatis itu wajar bagi setiap orang. Kakak ini juga menjelaskan padaku bahwa kadarnya akan berbeda dan pengaruh ke daerah yang sakit juga berbeda di tiap pribadi. Kalau dirinya, akan langsung sakit perut ketika dia sedang panik, takut ataupun keadaan ekstrem lainnya yang datang tiba - tiba.

Kadar inilah yang dimiliki tiap orang sebagai sifat reaktif tubuh terhadap rangsangan keadaan. Bagaimana dengan diri? Saya memang menderita ini, tampaknya demikian. Pikiran begitu menjadi sakit dalam diri. Pikiran tentang masa depan, kuliah, organisasi, hubungan dengan orang lain dan lainnya begitu menyiksa diri. Akibatnya, diri alami 'siksaan' secara tidak langsung pada bagian tulang belakang. Itu sangat menyakitkan.
Jujur, secara utuh bahwa kehidupan diri adalah hal yang menyenangkan. Seutuhnya tidak kekurangan seharusnya. Dimulai dari kuliah, semuanya baik dan cenderung luar biasa dibandingkan kebanyakan. *jangan melihat ke atas*
Keluarga, yang paling penting, sungguh sempurna. Dengan segala berkat dan kehidupan yang mereka sediakan. Semangat dan keyakinan kepada diri yang berlimpah dan tidak henti.
Orang terkasih, yang sungguh mendekati sempurna. Ia mampu melengkapi diri dengan segala keterbatasan diri dan dia.
Sahabat, yang terkadang diri kira tidak ada, mereka sebenarnya nyata dan akan selalu ada dalam bentuk apapun.

Hal - hal di atas pasti dimiliki semua orang dalam bentuk dan kapasitas yang berbeda. Coba renungkan sekitar kita. Ada banyak hal yang terkadang lebih menyakitkan buat dijalani, tetapi masih dilakoni.
Seutuhnya, manusia tidak hidup dalam kesialan. Tidak sama sekali. Manusia punya kebaikan dan kesempatan yang sama dalam memiliki dan menjalani hari - harinya.
Manusia mungkin tidak memiliki apa yang diinginkan matanya selalu. Namun, di situlah sebuah karya sebenarnya sedang dibuat. Oleh karena, apa yang selalu kita inginkan jika diberikan bagi kepuasan mata kita adalah bencana bagi pribadi masing - masing.
Manusia punya kesempatan untuk memilih apa yang akan dia sikapi terhadap apa yang tersedia di hadapannya. Benar atau tidak, itu bergantung cara untuk memandangnya.
Hal paling sederhana adalah menyukai tempat tinggal yang dimiliki, menyukai gadgets yang kita punyai, menyukai nilai yang kita dapatkan, ataupun menyukai kekurangan kita saat ini. Sungguh, pilihan menyukai itu tidak hanya terbatas pada pribadi dalam arti cinta. Banyak hal yang lebih dalam, yang sedang dikerjakan jika bisa dilakukan pada setiap aspek kehidupan yang kita jalani.

Melalui artikel ini, Dr Suryo juga membagikan pengetahuan tentang apa saja gejala stres yang sering dialami banyak orang. Dengan demikian, Anda bisa mengambil langkah-langkah penanganan sejak dini. Dan berikut ini gejalanya:

- Keluhan kronis berbagai gangguan fisik, seperti sakit maag, pusing, sakit kepala, sakit pinggang, sering masuk angin, dan berbagai keluhan yang berpindah-pindah.

- Selalu mengeluh tidak bisa tidur, meskipun orang di dekatnya melihatnya cukup tidur.

- Pelupa, sulit berkonsentrasi, sulit berpikir, pikiran kosong atau buntu. (pet)

ciri - ciri stres yang sudah bisa jadi penyakit. RILEKS kan PIKIRAN !!!



Manusia punya kekuatan yang lebih hebat lagi. Kekuatan itu adalah memilih. Kita bisa memilih untuk sakit seperti apa yang kita lakukan. Kita juga bisa memilih bahagia setiap hari seperti yang kita inginkan. Kekuatan pilihan manusia akan membawa pribadi itu makin kuat menjalani harinya atau makin lemah menjalani kehidupannya.
Jika kita memilih, saya akan berbahagia sepanjang hari, lakukan itu. Lakukan dengan menjalaninya bersama tantangan yang diberikan. Misal, saat ke kampus, ternyata dosen memarahi kita. Itu ujian 1 dan akankah langsung menurunkan mood? Rasanya tidak boleh demikian.
Seperti kata lelakiku, 'Memilih bahagia berarti siap dengan segala tantangannya. Tidak ada yang hidup tanpa tantangan dari segala pilihan kan?'
Intinya, semua pilihan akan ada konsekuensi, baik itu berupa pujian atau tantangan. Semua bergantung bagaimana kita menyikapinya. Dengan demikian semua akan berjalan sesuai keinginan kita yang lebih indah.
Seutuhnya, manusia hidup dalam keraguan. Tetapi, pikiranmu adalah budakmu. Diri adalah Raja atas semuanya. Semuanya adalah satu kesatuan yang indah jika bisa dibawa bekerja sama, saling mengerti dan percaya.

Tinkerbell

Postingan pertama di saat 2011.

Selamat datang tahun yang baru.
Sebuah resolusi yang terus berjalan hingga tanggal 15 Januari ini. Tidak ada kata terlambat untuk semuanya pasti.
kita mulai dengan memasang TINKERBELL pada layout blog yang sudah semakin tua ini. Memasuki usia balita yang tidak lagi sebagai anak yang terus di'ninabobo'kan. Sebuah perubahan dari segala arah perlu dilakukan untuk mengarahkannya mengenal dunia. Tepatnya, untuk memahami hal - hal baru yang berguna. Tahun 2011 adalah tahun KEBAHAGIAAN. Itu adalah tema yang tidak bisa ditawar lagi. Telah diputuskan demikian. Semua dimulai kembali. Semua diulangi dengan tata yang lebih baik kembali. Semua akan menghasilkan yang terbaik kembali.

Mengapa Tinkerbell?
Baiklah, TINKERBELL adalah tokoh kartun kesukaan penulis.
Sebelum lebih jauh, perlu ditentukan siapa dan apa dari blog ini disebutkan dengan benar. 'Saya', 'Aku', 'Os', 'Penulis' atau apapun, yang tepat untuk menggambarkan semuanya. Pemilik blog memilih untuk menyebutnya sebagai "DIRI".

Selanjutnya, perubahan yang ingin dilakukan adalah tata bahasa. Pemilik blog menginginkan BAHASA INDONESIA tetap menjadi bahasa utama dengan kaidah yang tepat. Pemilik belajar kembali EYD yang mungkin sudah tidak terkenal lagi. Akan tetapi, tidak menutup peluang penggunaan bahasa yang jauh dari kaidah bahasa itu sendiri sesekali.

Terakhir, revolusi sederhana yang akan berdampak besar adalah menulis satu posting tiap hari. Hal yang tidak mudah, pasti bisa dilakukan. Dahulu program ini telah dicanangkan dan hanya bertahan sebentar, tetapi tidak ada salahnya mencoba kembali. :)

Lanjut, menjawab pertanyaan mengapa tampilannya menjadi Tinkerbell. Tinkerbell merupakan sosok kesayangan diri. Tokoh kartun terkenal dengan Peterpan-nya. Akan tetapi, sungguh dia lucu. Jika menonton film Tinkerbell dalam kartun Tinkerbell dan Tinkerbell2, bisa dilihat bahwa dia sosok pekerja keras, tidak mengenal lelah, pejuang, dan inovator. Sifat - sifat baik yang sangat menonjol dari dirinya.


Tinkerbell, lahir dari bunga Lily dan terbang hingga ke dunia peri. Inilah yang membuat dia bisa menjadi peri. Kemampuan dasar yang dia miliki adalah Tinker, seorang penemu. Kawanan peri yang membuat penemuan untuk menunjang kegiatan seluruh peri dari kemampuan lain, seperti peri bunga, angin, dan lain - lain. Pada Tinkerbell 1, dia tidak menerima bakat alaminya ini. Tetapi, pada akhirnya ia menyadari bahwa itulah potensinya. Tinkerbell mengembangkannya dengan baik. Ia juga peri yang ceria. Love her.
Harapan diri hanya bisa untuk menirunya dengan baik. Itu saja. Mengenali potensi dan membawanya pada fungsi maksimal buat diri dan orang sekitar kita.

Ya, karena Tuhan ciptakan 2 tangan untuk itu. Satu tangan menolong diri sendiri. Satu tangan menolong orang lain.

Itulah kehidupan.
Selamat membuat resolusi baru buat semua yang masih berkesempatan ada dan menikmati 2011 tiap waktunya.