Wednesday, May 21, 2014

Bus kota di Jepang

Apa yang menyenangkan lagi ketika tinggal di Jepang? Ya! Transportasinya. Jepang sangat terkenal dengan transportasinya yang efesien untuk menjangkau dan mengangkut penduduknya dalam jumlah banyak. Selain tram atau subway, bus kota juga menjadi moda transportasi yang umum digunakan, terutama di kota lebih kecil atau pelosok kota. 
Apa yang membedakan bus Jepang dan bus lainnya? Menurut diri, ada banyak yang membedakan bus di setiap negara termasuk Jepang. Mungkin ini juga bisa menjadi identitas tersendiri buat negara. 
Bus di Jepang memiliki pintu masuk dan keluar yang berbeda. Pembayaran dilakukan sesuai dengan nomor tiket kita. Berapa biaya yang harus dikeluarkan dapat kita lihat pada layar di bagian depan bus. Jadi disesuaikan saja dengan nomor tiketnya. Apalagi yang membedakan? Ya, bus di Jepang memiliki mesin penukar uang sendiri di dalamnya. Jadi tidak perlu ragu atau takut uang tidak kembali. Hal ini beda sekali dengan negara lain seperti Amerika berdasarkan pengalaman diri. Sebelum membayar, penumpang dapat menukarkan uangnya langsung sebelum memasukkan pembayarannya. Selain itu, bus di Jepang juga memiliki tempat penyimpanan barang yang membantu kita meletakkan barang yang ada.

Apalagi? Biayanya! Ya, seluruh fasilitas akan selalu sebanding dengan berapa biaya yang kita keluarkan. Basic biaya bus dihitung berdasarkan perpindahan haltenya. Biaya awalnya dimulai dari 170 yen di tempat diri dan terus meningkat dengan semakin banyaknya halte yang dilalui berdasarkan jaraknya. 
Selain itu, kita juga dapat meminta stop pada halte selanjutnya menggunakan tombol khusus. Dengan menekan tombol ini, supir telah tahu bahwa akan ada penumpang yang akan berhenti di halte selanjutnya. Menyenangkan sekali bukan?

Ya, kurangnya buat diri hanya saja semua diberikan dalam bahasa Jepang. Ini bisa jadi tempat latihan yang sempurna untuk belajar mendengarkan bahasa Jepang. 
Selamat mencoba sendiri.

Thursday, May 08, 2014

Contoh keamanan Jepang

Keamanan pasti menjadi salah satu pertimbangan kita saat akan berkunjung ke suatu daerah. Nah, kali ini diri ingin memperkenalkan bagaimana keamanan di kota Akita. Salah satu contoh yang ada di foto ini adalah bagaimana masyarakatnya dalam kehidupan sosial. Jepang merupakan salah satu negara yang keamanannya cukup baik. Di kota ini, masyarakat melakukan apa yang menjadi bagiannya dan miliknya dengan tidak mengganggu kepemilikan lainnya. Selama ini diri juga sudah mengalami beberapa kali ketika sepeda tertinggal lengkap dengan kuncinya atau tinggalkan rumah tidak terkunci. Bahkan yang lebih ekstrim seperti teman diri yang tidak membiarkan jendelanya terbuka ketika pergi ke kampus. Kunci di foto ini sudah 2 hari dan tidak dipindahkan oleh siapapun. Dia tetap berada pada tempatnya, berharap si pemilik yang mencarinya akan menemukannya. Saling menolong sangat bisa dilakukan dari hal terkecil. Begitu juga dengan keamanan lingkungan kita tinggal. Meskipun aman, tidak boleh mengurangi kewaspadaan dan kehati - hatian kita dalam kehidupan sosial. Itu juga yang diri lakukan. Demi keamanan ini, semuanya berasal dari kemauan masyarakatnya ikut partisipasi. Bagaimana dengan kita? Pasti bisa!

Budaya Jepang: pin ibu hamil

Lagi - lagi tentang Jepang. Ini tentang bagaimana mereka memperlakukan ibu hamil di sini. Kondisi beberapa lalu di negara diri tentang pembelaan diri dan mempertanyakan ibu hamil rasanya miris sekali. Seringkali banyak orang tutup mata tentang bagaimana kesehatan dan keselamatan ibu hamil. Mungkin itu juga yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu anak juga. Cukup berkebalikan di sini. Jepang sedang mengalami krisis jumlah anak - anak. Setidaknya hingga tahun ini jumlah anak - anak 7% lebih sedikit dibandingkan nenek-kakek dalam populasi total. 

Akan tetapi, terlepas dari jumlah populasi yang sedikit itu, Jepang sangat menghargai warga negaranya. Begitu juga dengan ibu hamil. Pemerintahnya menaruh perhatian yang cukup baik bagi calon ibu bahkan sejak baru dinyatakan hamil. Di sini ibu hamil dapat diketahui dari gerak tubuh tertentu dan pin seperti di gambar. 

Pin tersebut digunakan para ibu hamil sejak dinyatakan hamil hingga melahirkan. Bagaimana fungsinya? Ini memberikan banyak keistimewaan bagi para ibu hamil yang memang membutuhkannya, seperti keberangkatan pesawat, jalur khusus di stasiun untuk antrian, dan tempat duduk di dalam kereta pastinya. Kesehatan itu adalah hak dasar yang dimiliki setiap orang tetapi ditentukan sesuai dengan kemampuannya. Itu mengapa populasi selalu dibagi berdasarkan kategori umur juga, bukannya? 

Ketika ke sini, pastikan dahulukan para wanita yang sedang memakai pin ini. Ingat ada dua nyawa yang butuh kita jaga kondisi kesehatannya. 

Hadiah NASA, Kerjakan Mimpi itu!

Masih dalam suasana bahagia, diri pun menuliskan bagaimana bisa mendapatkan semua ini. Dibalik seluruh hadiah dari NASA ini terselip cerita tentang keyakinan, keteguhan dan usaha. Cerita diawali semuanya ketika diri mendapat kesempatan 'jalan - jalan' sehari ke Yokohama untuk mengikuti konferensi JpGU (Japanese Geoscience Union). Kedatangan diri bukan sebagai peserta konferensi tetapi sebagai exhibitor! Keren kan??? Jadi dalam kesempatan kemarin diri memperkenalkan program sekolah diri yang dikenal sebagai Leading Program selama konferensi berlangsung. Perkenalan tentang konferensinya bisa langsung dicari di google.com tentang apa sih JpGU itu.

Setelah datang dan yang seharusnya menjaga stand kami, maka diri dan satu partner in crime malah bergegas melakukan treasure hunt for present. Banyak sekali stand dari berbagai bidang yang datang, tidak hanya NASA, tetapi juga ada AIST, IODP, universitas - universitas, dan lainnya. Dengan begitu banyak pameran seperti ini tidak hanya menambah kesempatan belajar, tetapi juga hadiahnya! Betapa tidak, hadiah yang mereka berikan sangat membantu kembali dalam proses belajar, seperti peta, poster umur geologi, map 3D, dvd film tentang matahari, dvd video hasil pengamatan antariksa dan banyak lainnya. Inilah yang mendorong kami melakukan treasure hunt yang menarik ini.

Ke stand NASA menjadi kesenangan tersendiri buat kami, selain ramah, hadiahnya juga banyak. Para scientist yang datang mempersilahkan kami mengambil buku, stiker, poster dan diberikan tas kecil untuk memasukkan seluruh pengetahuan yang kami ambil dari NASA. NASA juga membawa hyperwall mereka ke JpGU meeting kali ini. Diri punya kesempatan untuk mendengar presentasi langsung tentang kegiatan NASA dan program yang sedang mereka kerjakan saat ini langsung dari ahlinya! Bahkan direktur geoscience NASA pun datang meramaikan dan memberikan presentasi di sini. Luar biasa bukan. Diri jadi mengerti mengapa negara - negara seperti Jepang dan Amerika rela - rela menggelontorkan duit yang tidak sedikit untuk para ilmuwannya untuk mengembangkan hal yang tidak langsung memberikan uang atau nilai ekonomi. Akan tetapi lihat apa yang mereka buat dari hal tersebut! Amazing! Bukan kepentingan negara sendiri saja, tetapi negara lain pun sangat terbantu akhirnya.

Selama mengikuti sesi presentasi diri sangat tertarik dengan tas komputer dan buku Earth as Art yang tidak tahu kapan akan dibagikan. Di sinilah keyakinan, keteguhan dan kerelaan hati diuji. Saat presentasi, diri mendapat pesan tentang ini dalam kasus pembelian rumah. Nah, ternyata tidak hanya mengamini rumah, bahkan hal terkecil sekalipun kita bisa melakukannya. Itulah yang diri alami. Bermodal kebahagiaan mendapat ilmu baru, maka diri meyakini bahwa tas dan buku itu akan menjadi miliki diri. Mata tetap fokus menatap ke tas dan buku sambil berkata itu akan jadi milik diri. Terdengar ambisius tapi ini berbeda jika mau dilihat dengan prespektif lain. Ini adalah keyakinan bagaimana kita memperjuangkan sesuatu. Perjuangannya terletak dari waktu yang diri berikan di sana sembari mendengarkan presentasi yang memang diri senangi. Kerelaan, itu juga perlu, namanya perjuangan tidak akan selalu berakhir hasil yang baik langsung di waktu yang kita bayangkan atau bahkan tidak hasilkan sama sekali! Tetapi percayalah selalu ada hasil terbaik buat kita menurut ukuran Sang Pemberi. Nah, percaya atau tidak, di akhir acara, pihak NASA memberikan kupon undian untuk diundi langsung dengan hadiah tas. eng ing eng... Nomor undian diri keluar! 252! yeyeyeye..Baik banget kan Sang Pemberi kita?

Seluruh oleh - oleh dari NASA langsung
Lalu bagaimana dengan bukunya? Esok harinya peristiwa kedua yang sangat luar biasa terjadi kembali. Setelah ikuti acara presentasi sebelum diri pulang dengan pesawat sore hari dari Haneda, pihak NASA tiba - tiba mengeluarkan stok buku dengan judul yang sama untuk dibagikan sebagai kenang - kenangan presentasi hari kedua! Yeahhh!!! Diri akhirnya mendapatkan buku idaman. 

Jadi apa yang dipelajari dari semua pemberian ini? Bukan sekadar barangnya berlambang NASA seperti yang seorang otosan katakan kepada diri. Akan tetapi, diri belajar sangat banyak bagaimana kita mempercayai, berdoa dan berjuang untuk apa yang kita impikan, inginkan dan harapkan. Tidak ada mimpi yang murah! Apalagi yang ditunggu, bangkit dan lupakan yang lalu, berjuang untuk raih mimpimu!

Spring edition: Tulips

Selamat datang musim semi (sedikit terlambat). Selama musim semi artinya semua bunga kembali mekar dan bahagia lihat warna - warni lagi. Diri memang suka putih atau hitam, tapi berwarna jauh lebih mengasikkan. Setelah berbulan - bulan musim dingin yang lumayan menantang jiwa raga akhirnya musim semi tersenyum datang mengucapkan selamat! Ya dong, kan diri baru pertama kali mengalami salju tahun ini, luar biasa rasanya! Pengalaman kemarin juga menyadarkan bahwa jika hidup di negara 4 musim, sebaiknya juga dipilih areanya karena rasa dingin tiap negara berbeda. 
Tulip ungu
Lebah aja bahagia!
Anyway, colorful spring was drawn in my pictures of tulips. Setelah sakura yang menjadi trend marknya Jepang berbunga cantik, para bunga lain tak kalah cantik menyusul untuk tumbuh. Salah satunya adalah tulip. Bunga ini juga tumbuh di Jepang dan begitu cantik! Banyak penduduk, terutama okasan  yang menanamnya di pekarangan kecil mereka. Jadi, tak heran semua bunga di foto ini diambil dari taman rumah orang. hehhee.
Diri tidak jadi pencuri ya, yang masuk tanpa izin, tetapi diri datang dan langsung memotret saja. Maklum di sini rumah jarang yang ada pagar dan seringkali si pot bunga ditata rapi di depan rumah sebagai penghias yang bisa kita lihat langsung. Jadi inilah hasil perburuan cantik tentang tulip di Akita. Mengapa tulip bisa tumbuh di sini? Sepertinya cuaca, iklim dan segala hal lainnya sangat mendukung. Lagipula sebenarnya Akita itu cuacanya mirip Eropa sekali. Terletak di barat laut Jepang, iklim Akita dipengaruhi oleh Laut Jepang dan dan Rusia yang dekat sekali dari sini. Perpaduan yang pas untuk membentuk cuaca seperti di Eropa. 
Yuk ke sini menikmati musim semi.

Taman kecil tulip
Ini bukan padang tulip tapi pinggir jalan kok!
Perpaduan warna tulip yang menawan.

Takoyaki dan okonomiyaki instant

Perjalanan ke Osaka awal tahun lalu memberikan pemandangan tersendiri yang sangat menakjubkan tentang negara ini. Salah satunya makanan. Takoyaki dan okonomiyaki merupakan makanan khas daerah Osaka, seperti halnya Udon yang terkenal dari Akita. Tapi apa yang menjadikannya menakjubkan? Ya, bagaimana mereka menyediakan makanan khas mereka dalam keadaan cepat saji. Seperti halnya dengan mie, takoyaki dan okonomiyaki juga dapat kita beli bawa pulang untuk dijadikan omiyage bagi keluarga di rumah. 

Takoyaki
Okonomiyaki
Takoyaki dan okonomiyaki sendiri adalah makanan berupa jajanan yang terkenal di Jepang. Takoyaki berbentuk bola isi gurita dan okonomiyaki seperti martabak sayur kalau di Indonesia (hahaha tahunya makan saja tapi diri kurang bisa menggambarkannya dengan baik). Hampir semua supermarket memiliki salah satu darinya sebagai makanan yang ditawarkan. Jika sempat mampir ke kedainya langsung saat berkunjung ke Osaka atau dalam festival tertentu dimana pun pasti akan menemukan penjual jajanan ini yang memasaknya langsung untuk kita. Harganya juga relatif murah, 500 ¥ per porsinya rata - rata. Lalu bagaimana dengan takoyaki dan okonomiyaki instant ini? Ini juga tidak mahal dan rasanya relatif sama enaknya! Jangan khawatir karena makanan di sini meskipun tampaknya instant, tapi tidak menggunakan bahan pengawet seperti halnya mie instant. Kadarluarsa makanan seperti ini umumnya hanya dalam 3-4 hari. Saat kita membeli pasti akan diberikan yang baru dan fresh seperti apa yang selalu dilakukan di sini. Budaya mereka yang sangat menghargai pelanggan dalam usaha jasanya tidak perlu diragukan. Selamat mencoba!

Budaya Jepang: Menggunakan eskalator

Salah satu budaya di Jepang yang selalu dilakukan tanpa diingatkan. Mobilitas tinggi dan ketinggian berlantai - lantai (kedalaman~maklum ke bawah tanah bangunannya), eskalator dan lift menjadi sarana utama. Tangga pun tersedia tetapi untuk ketinggian tertentu. Penduduk Jepang terbiasa untuk mengambil bagiannya dalam komunitas secara sosial. Salah satu contohnya adalah sikap di eskalator. 
Pemandangan stasiun di Yokohama
Tanpa komando, para penduduknya akan mengambil bagian kiri jika tidak dalam keadaan terburu - buru dan mengosongkan bagian kanan untuk mereka yang bergegas lewat tanpa harus meminta lebih dahulu. Hal seperti ini tidak dilakukan hanya mereka yang berpergian sendiri tetapi mereka yang pergi bersama juga, misalnya pasangan. Jika dalam tidak bergegas, mereka akan mengubah posisi di eskalator untuk semua berada di sebelah kiri. Sebelah kanan digunakan untuk yang bergegas naik atau turun lantai tersebut. Kebiasaan ini sepertinya melekat sekali bagi masyarakat Jepang bahkan ketika mereka tidak sedang berada di negaranya. Budaya seperti ini juga salah satu bentuk menghargai pihak lain yang sedang bergegas dan menggunakan fasilitas umum sebagai kepentingan umum bukan menjadi keinginan pribadi. 

Semua warga negara berhak mendapatkan fasilitas, tetapi semuanya juga harus tunduk pada aturan dalam menggunakannya. Aturan seperti apa yang dibutuhkan itu tergantung kondisi masyarakatnya, mungkin di Jepang norma sosial sudah cukup tanpa melakukan aturan hukum untuk mengatur kepentingan bersama mereka dalam beberapa hal. Jadi, bagaimana dengan kita?