Monday, July 04, 2016

Ikut Hari Anak Perempuan Jepang

Kesempatan langka buat diri setelah menyelesaikan sidang yang banyak dan segala laporan profesional lainnya. Diri berkesempatan untuk ikut merayakan Hanamatsuri atau yang dikenal sebagai hari anak perempuannya Jepang. Biasanya perayaan ini jatuh pada tanggal 3 Maret tiap tahunnya dengan pemasangan boneka khasnya si Hina-ningyo dilakukan sebulan sebelum hari perayaannya. Pemasangan boneka Hinaningyo dilakukan oleh si empunya rumah yang memiliki anak - anak perempuan. Dulunya pemasangan boneka ini dilakukan untuk doa bagi anak - anak perempuan dalam keluarga untuk mendapatkan jodoh ke depannya. 


Memasang boneka Hina-ningyo.
Sekali ini, diri mendapatkan kesempatan untuk ikut memasang boneka Hina-ningyo bersama dengan keluarga dekat diri di Jepang. Kebetulan keluarga diri di Jepang hanya memiliki anak - anak perempuan. Keluarga Koseki memiliki tiga anak perempuan yang masih kecil, sedangkan keluarga Nishi memiliki dua anak perempuan yang sudah menikah dan juga memiliki 3 cucu perempuan dan 2 cucu lelaki. Kali ini diri ikut memasang boneka Hina-ningyo bersama dengan keluarga Koseki dan Nishi di rumah keluarga Nishi. Okasama Nishi memasang boneka ini untuk cucu - cucu perempuan mereka yang tinggal di Tokyo dan Australia. Wonderful! Okasama memiliki boneka Hina-ningyo yang ia juga dapatkan dari keluarganya. Boneka yang akan kami pasang saat memiliki 7 tingkatan dengan boneka raja - ratu dan putri beserta dayang - dayangnya yang sangat unik. Pemasangan kami mulai dengan menyiapkan seluruh boneka dari kotak - kotak yang ada, memasang besi holder boneka dan memasang karpet merah untuk pelapisnya. 
Okasama sedang memasang bagian yang terakhir.
Ada banyak bagian yang akan dipasang dalam satu set boneka hina-ningyo. Para keluarga kerajaan yang dipasang berikut dengan perabotannya, seperti buah persik, lemari pakaian, alat makan, alat musik dan lannya. Seluruh perabotan yang dipasangkan mewakili seluruh kebutuhan seorang anggota kerajaan. Boneka-boneka tersebut mengenakan kostum indah istana kuno dari periode Heian (794-1185). Kostum untuk Kaisar disebut “juuni-hitoe” (jubah upacara 12 lapis). Konon katanya, pakaian yang dipakai untuk kostum ini sama dengan kostum pernikahan yang masih dipakai putri kerajaan Jepang juga pada tahun 1993. Cantik bukan?! 

Boneka Hinanigyo
Harga satu set boneka hina-ningyo sangat mahal, harga paling murah 100 yen yang dibuat dari plastik hingga bisa di atas 2 juta yen, bergantung model, bahan dan tingakatannya. Boneka hina-ningyo yang paling mahal yang diri pernah lihat berharga hingga 3 juta yen untuk 5 tingkat dengan pakaian kerajaan yang sangat indah dipasangkan pada bonekanya. Namun akhir - akhir ini, tidak banyak warga Jepang yang memiliki boneka ini karena rumah yang sempit dan harganya yang mahal. Kebanyakan masyarakat Jepang mensiasatinya dengan memasang boneka hina-ningyo raja dan ratu saja yang tidak banyak menghabiskan tempat dan harganya lebih murah. 

Mochi.
Selain memasang boneka ini, masih ada banyak makanan khas yang dijual selama festival anak perempuan. Hampir semua supermarket ikut serta merayakan festival ini. Ada berbagai makanan khas, terutama mochi seperti hishimochi dan sakura-mochi yang dibuat untuk hari anak perempuan. Pada hari H-nya, keluarga akan berkumpul dan menikmati makan bersama yang sudah disiapkan para ibu di rumah. Selepas makan bersama, seluruh keluarga akan langsung melepas boneka tersebut di hari yang sama karena ada kepercayaan bahwa melepasnya setelah tanggal 3 Maret, anak - anak perempuan mereka bisa terlambat menikah atau tidak mendapatkan jodoh. 

No comments:

Post a Comment