Pertengahan November 2014, menjadi kesempatan yang bagus untuk WNI dan juga warga negara Jepang lainnya di Akita untuk bertemu dan berdiskusi dengan salah seorang penulis kenamaan Indonesia, Andrea Hirata. Novel tetralogi Laskar Pelangi yang sudah diterbitkan di Indonesia sejak tahun 2005 memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan dan pengembangan daerah Belitung sebagai objek wisata nasional. Laskar Pelangi sebagai novel pertama kali diterbitkan sudah diterjemahkan ke lebih dari 35 bahasa di lebih dari 134 negara oleh penerbit - penerbit terkemuka. Bang Andre, begitu beliau dipanggil, juga menerima banyak penghargaan sastra bergengsi dunia karena tetralogi Laskar Pelangi. Salah satunya adalah doctor honaris causa dari University of Warwick, Inggris yang sangat bergengsi.
 |
| Foto bersama dengan Meda Wayu dan Bang Andre. |
Kesempatan langka ini kami dapatkan saat kunjungan Bang Andre dalam rangka mempromosikan buku Laskar Pelangi yang baru saja diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Dr. Hiroaki Kato dan Dr. Shintaro Fututake dari Sophia University, Tokyo. Kato-sama juga melakukan penerjemahan lagu ost Laskar Pelangi yang dinyanyikan oleh kak Meda Wayu. Melalui perantara salah satu WNI, kak Tina S. dan Prof. Miyake di departemen linguistik, Bang Andrea Hirata, kak Meda Wayu dan Hiroaki Kato dapat datang ke Akita menyampaikan diskusi singkat tentang Laskar Pelangi dan menyajikan pertunjukkan lagu - lagu ost Laskar Pelangi. Dalam kesempatan yang sama, sekaligus menjadi official peluncuran buku Laskar Pelangi versi bahasa Jepang di Akita. Acara dilangsungkan tanggal 13 November 2014 di departemen linguistik Akita University. Hal yang menyenangkan adalah acara diskusi ini terbuka untuk umum dengan bahasa pengantar bahasa Jepang, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Oh iya, Miyake sensei sangatlah fasih berbahasa Indonesia sehingga diskusi kami menjadi lebih seru.
 |
| Postet pengumuman acara diskusi buku. |
Acara dimulai pukul 16.30 sore. Kak Tina dan Miyake Sensei sudah stand by menjemput rombongan bang Andre dari Akita station. Kami berkumpul semua di lokasi acara langsung dan bersiap untuk ikut acara diskusi buku Laskar Pelangi. Acara diskusi berjalan lancar dan baik dengan semua bantuan yang bisa kami miliki. Seorang teman asal Filipina bertindak sebagai dokumentasi acara ini dari awal hingga akhir. Selain itu, beberapa mahasiswa dari departemen linguistik juga membantu dalam persiapan acara diskusi ini. Acara diskusi dimoderatori dan langsung diterjemahkan juga oleh Miyake sensei dan juga Kato-sama. Selain membahas isi buku, bang Andre, kak Meda dan Kato juga melakukan pertunjukkan musik singka yang diambil langsung dari ost Laskar Pelangi. Para peserta diskusi yang datang pun semakin terhibur dan semangat untuk mengikuti acara hingga selesai. Hasilnya banyak pertanyaan selama diskusi berlangsung karena para peserta begitu bersemangat untuk mengenal Indonesia dengan segala keunikannya.
 |
| Bang Andre membuka sesi dengan memperkenalkan Indonesia dan Belitung. |
 |
| Miyake Sensei sebagai moderator. |
Acara diskusi berlangsung selama 2 jam. Setelah acara selesai, peserta dapat membeli buku yang sudah diterjemahkan langsung kepada tim seharga 2000 yen per bukunya. Kesempatan yang baik untuk sekaligus mendapatkan tanda tangan dan foto bersama yang menulis dan menerjemahkannya. Bagi mereka yang tidak kebagian, buku Laskar Pelanginya pun dapat dibeli langsung di toko - toko buku atau pun amazon.jp. Praktis! Acara jamuan di rumah Miyake sensei juga dilakukan setelah acara diskusi langsung. Diri dan Kak Tina juga berkesempatan untuk ikut dalam acara jamuan di rumah Miyake sensei, bahkan kami sempat menginap karena keesokan harinya mengantar tim ke stasiun keesokan untuk menuju kota promo berikutnya. Malam hari di rumah Miyake sensei diisi dengan diskusi ringan, bernyanyi bersama dan penyerahan kenang - kenangan kecil untuk tuan rumah. Menurut diri, Bang Andre, kak Meda dan Kato adalah orang - orang yang humble. Dari sini juga, diri mendapatkan kesempatan untuk membuat proyek kecil yang bisa mendukung museum kata milik bang Andrea Hirata di Belitung. Diri berkesempatan untuk ikut ambil bagian di bagian museum mini geologi yang mereka miliki. Puji Tuhan apa yang diri lakukan bisa bermanfaat untuk yang lainnya.
 |
| Pertunjukan sederhana dari tim di rumah Miyake Sensei. |
 |
| Kak Tina, Kak Meda dan diri di tengah badai Akita. |
Di tengah dinginnya musim dingin Akita, diri dan Kak Tina mengantarkan tim berangkat ke stasiun. Hanya bang Andre dan kak Meda yang berangkat belakangan setelah Kato berangkat pada malam hari setelah acara jamuan. Sembari menunggu di stasiun, kami menyempatkan diri untuk mencicipi kopi khas Akita, kopi Hiroomote di stasiun dengan obrolan ringan tentang pendidikan, cita - cita dan mimpi. Puji Tuhan semua berjalan baik dan hingga waktunya bang Andre dan kak Meda harus berangkat. Di kesempatan lainnya, kami akan bertemu kembali. Perjumpaan singkat yang berkesan. Terima kasih Tuhan, terima kasih semuanya.
 |
| Bang Andrea, kak Meda dan diri. |
No comments:
Post a Comment