Nah ini pasti akan berguna buat siapapun yang akan pulang dari Jepang setelah cukup lama menetap. Beruntunglah diri sebagai WNI, ada banyak pilihan untuk mengirimkan barang dari Jepang. Kerjasama antar negara yang sangat membantu ini membuat diri bisa mengirimkan barang dengan lebih mudah dan yang pasti harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan kawan - kawan lain yang tidak ada kerjasamanya. Setelah menetap hampir 3 tahun di Jepang, diri harus kembali ke Indonesia, termasuk perintilan yang diri miliki selama di sini pun mau diri bawa pulang. hehehe..terima kasih lelakiku. Puji Tuhan berkatNya sangat banyak selama diri tinggal dan sekolah di Akita, mulai dari peralatan rumah tangga, sampel, bahan ajar, buku - buku, peralatan lainnya sampai boneka pun Tuhan berikan sangat banyak. Kalau saja Tuhan mengizinkan, mungkin diri bisa membawa seluruh isi rumah tanpa ada yang dijual, tapi tidak semuanya bisa berjalan demikian kan. Total 16 kardus yang bisa diiizinkan oleh Tuhan kirimkan saja sudah membuat diri senang. Itu masih di luar total sekitar 6 koper yang diri bawa dengan menggunakan pesawat. Terima kasih lelakiku..sekali lagi..
| Persiapan packing. Satu dari 16 kotak yang dibawa. |
Dengan barang sebanyak itu, bagaimana bisa semuanya dikirimkan? Tenang, ada banyak jalan menuju ke Roma dan kali ini menuju rumah di Indonesia. Terlebih Jepang adalah salah satu negara dengan komunikasi barangnya aka sistem pengiriman barangnya sangat bagus dan efisien. Beberapa pilihan tersedia bagi WNI untuk urusan pindahan seperti ini.
1) Pengiriman via JP Post. Pengiriman dengan metode ini pun masih ada beberapa pilihan yang tersedia. Sebagaimana yang ditawarkan dari pihak JP Post, ada 3 macam paket yang tersedia dengan kecepatan sampai barang dan harga jasa yang harus dikeluarkan pastinya. Paket kilat 5 hari sampai di tempat tujuan atau EMS adalah paket paling mahal yang bisa digunakan. Biaya pengirimannya dihitung per kg dan maksimal satu boxnya adalah 30 kg saja. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya hingga 26500 yen untuk tujuan negara - negara Asia. Harga juga bervariasi dengan negara lokasi tujuan EMS (Air Mail). Cek ratenya di JP Post EMS Rate. Pilihan paket kedua adalah Economy Air (SAL) yang dijamin barang akan sampai dalam waktu kurang lebih 3 minggu. Pengirimannya masih menggunakan pesawat tetapi prioritasnya tidak sama dengan EMS. Harga yang diterapkan juga masih cukup mahal jika berencana mengirimkan banyak barang. Variasi harganya bisa dicek di JP Post SAL Rate. Per 30 kgnya akan dikenakan biaya sekitar 16000 yen untuk tujuan negara - negara Asia Tenggara. Pilihan paket terakhir yang juga paling murah adalah Surface Mail. Biaya yang dibutuhkan untuk 30 kgnya adalah 11300 yen dengan waktu tunggunya mencapai kurang lebih 3 bulan hingga sampai di tempat tujuan karena pengiriman menggunakan kapal dan moda transportasi termurah di negara tujuannya. Cek kepastian ratenya di JP Post Surface Mail Rate.
2) Pengiriman via kargo. Di Jepang, ada beberapa operator kargo yang menyediakan jasa pengiriman barang ke Indonesia. Mereka umumnya berada di port - port besar seperti Yokohama dan Kobe. Salah satu operator kargo yang kemarin sangat membantu diri dan lelakiku adalah Kami Gumi, Ltd. Perusahaan kargo yang berkantor pusat di Kobe ini sudah bekerja sama mengirimkan barang - barang milik WNI yang akan pindahan ke Indonesia kembali sejak 1985 dan menurut diri memang mereka sangat terpercaya. Pengiriman dengan menggunakan kargo ini akan dilakukan secara kolektif dan memiliki jadwal yang cukup ketat. Hal ini semata - mata untuk memperlancar pengurusan administrasi dan penghitungan detail biaya dan tempat yang digunakan. Di Jepang semuanya harus bisa tepat waktu dan efisiensi dalam mengurus segala sesuatunya. Tiap tahunnya, operator Kami Gumi menerima pengiriman barang dua kali pada bulan April dan Oktober. Namun, pendaftaran untuk pengiriman memiliki beberapa persyaratan yang harus dipatuhi dan diikuti, seperti mereka yang permanen pulang ke Indonesia lah yang bisa mengirimkan barangnya via kargo, mengurus surat - surat ke KJRI, kantor pusat di Kobe dan Jakarta, juga mengurus administrasi lanjutannya setelah tiba di Jakarta untuk ke beacukai. Namun, semuanya akan terasa mudah karena pihak dari Kami Guminya pun sangat membantu dalam banyak hal selama kita mengikuti prosedur yang ada.
Pendaftaran sebagai pengirim biasanya sudah dibuka sekitar 4-5 bulan sebelum batas akhir pengiriman kargo ke Indonesia. Setelah mendaftar, para peserta akan dibagi ke dalam kelompok - kelompok dan membuat masing - masing dafatr bawaannya yang detail dan sejujur - jujurnya. Jadi, para pengirim sudah harus tahu 2-3 bulan sebelumnya barang - barang apa saja yang akan dibawa secara detail di dalam tiap kotaknya. Itu semua pun tidak boleh diubah kembali jika sudah dilegalisir oleh pihak KJRI. Tiap kesalahan atas ketidakcocokan daftar dan isi kotak saat diperiksa akan menjadi tanggung jawab pihak pengirimnya. Harga yang ditetapkan adalah berdasarkan satuan meter kubik, sehingga pembiayaannya cenderung lebih murah. Batas maksimal sekitar 25-30 kg per kotak yang dikirimkan. Ada beberapa ketentuan detail untuk barang - barang khusus, seperti alat olahraga dan alat musik yang semuanya juga sudah dikirimkan kepada setiap peserta untuk dipelajari sesaat setelah terdaftar. Harga per April 2016, biaya kirim per meter kubiknya dari port Yokohama ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sekitar 25000 yen, belum termasuk dengan biaya pajak, dokumen, premi asuransi dan pengiriman hingga alamat tujuannya. Jadi pembiayaan disesuaikan dengan tujuan akhir barang dan berapa meter kubiknya total kardus yang dibawa. Opsi ini yang sangat diri sarankan untuk yang ingin pindahan permanen aka pulang kampung agar tidak menghabiskan banyak biaya. Pihak Kami Gumi mengizinkan pembawaan hampir semua barang, kecuali kendaraan dengan sparepartnya, makanan, material pornografi dan beberapa lainnya. Jika hanya barang - barang umum keperluan penetap sementara seperti kulkas, mesin cuci, pemanggang, alat olahraga dan lainnya, biasanya tidak akan jadi masalah.
3) Barang bisa dibawa dengan menggunakan paket extra baggage airline. Ini adalah opsi yang biayanya cukup mirip dengan opsi pengiriman metode surface mail. Namun, kelebihan yang didapatkan adalah waktu pengiriman yang singkat karena barang akan sampai bersamaan dengan yang membawa di airport tujuan akhir. Opsi ini bisa digunakan dengan catatan hanya untuk operator airline yang menghitung extra bagasinya sebagai per piece koper (23 kg), bukan dihitung per kg additionalnya. Contoh airline yang bisa menerima sistem ini adalah Korean Air dan ANA. Kedua, opsi ini bisa digunakan dengan lebih murah jika tiket yang digunakan adalah tiket terusan dari domestik lalu internasional misalnya dari Akita, langsung Haneda dan Jakarta sebagai tujuan akhir. Pindah pesawat dilakukan dengan operator yang sama sehingga tidak ada collecting bagasi kembali dan biaya kelebihan bagasi hanya dibayarkan sekali sampai bandara tujuan akhir. Biaya yang dibayarkan per bagasinya untuk ANA sekitar 10000 yen (23 kg tiap 1 kopernya) dan 100US$ untuk Korean Air. Jika terpaksa harus collecting bagasi, pengiriman dengan Takyubin atau Kuroneko 1-2 hari sebelum keberangkatan ke bandara internasional juga dapat dilakukan sehingga dapat lebih menghemat biaya kelebihan bagasi untuk penerbangan domestik yang umumya 5000 yen per piecenya. Biaya pengiriman koper ke Haneda/Narita umumnya akan lebih murah, tergantung dari mana titik pengirimannya, serta barang juga dapat langsung diambil di airport tujuannya pada jam yang disepakati. Barang - barang yang akan dikirimkan ke airport juga dapat diambil langsung ke rumah oleh pihak Kuroneko sehingga sangat menghemat waktu dan biaya taxi untuk membawa berapapun barang yang akan dikirimkan.
Itu tadi beberapa pilihan buat siapapun yang akan segera pulang ke Indonesia. Berhubung Jepang sangat variatif, diri yakin masih banyak opsi lainnya yang mungkin akan terus tumbuh ke depannya. Selamat memilih.
No comments:
Post a Comment