Tuesday, October 21, 2014

Memilah sampah di Akita, Jepang

Sampah itu sudah menjadi masalah pokok di semua tempat. Jumlah sampah domestic seluruh dunia mencapai 1 milyar ton per tahunnya berdasarkan data tahun 2005. Melalui kuliah AGRS III kemarin, diri belajar satu istilah baru tentang sampah, bagaimana kalau kita sebut sebagai secondary resources atau sumber daya sekunder. Selama ini pandangan kita terhadap sampah hanya terbatas pada sesuatu yang tidak akan bisa digunakan kembali. Pandangan demikian menjadi sumber permasalahan baru terkait sampah, misalnya masalah ruang penampungannya. Berdasarkan pola pikir inilah, diri melihat Jepang berusaha untuk mengatasinya melalui usaha terkecilnya dalam memilah sampah. Di Jepang secara umum, sampah harus dipilah langsung sebelum dibuang oleh pemilknya. Hal ini sudah dimulai dari rumah bahkan di tempat – tempat umum. Tiap prefecture atau provinsi memiliki kebijakan terkait dengan pemilahan sampah ini, misalnya model kantong yang digunakan dan aturan pembuangannya. 

Di Akita misalnya, kebijakan pemilahan sampah juga sudah diterapkan. Awal tahun ini, bahkan kebijakan terkait kantong khusus untuk sampah organik juga diterbitkan kembali. Secara umum, pemilahan sampah di Akita dapat dibagi menjadi sampah domestik organic atau combustible; sampah botol PET dan botol gelas dan sampah kertas, seperti koran; termasuk sampah elektronik. Seluruh jenis sampah ini biasanya langsung dilakukan pemilahannya di rumah oleh rumah tangga di Akita. Setiap sampah memiliki cara pembuangan masing – masing. Sampah domestik umumnya merupakan sampah sisa makanan, plastik pembungkus dan lainnya yang dapat terbakar. Seluruh sampah ini dimasukkan ke dalam kantong kuning khusus yang dikeluarkan oleh dinas kebersihan Akita. Kantong khusus ini dijual di seluruh supermarket, toko maupun pasar dengan berbagai ukuran. Beda halnya dengan sampah botol plastik dan botol gelas yang dipisahkan dari sampah domestik lainnya. Sampah botol plastik apapun bentuk dan ukurannya dijadikan satu dalam kantong khusus berwarna putih yang juga dikeluarkan oleh dinas terkait. Namun, di beberapa tempat, sampah ini dapat dimasukkan saja ke dalam kantong besar selama isinya semua seragam botol plastik. Sampah botol kaca memiliki tempat pembuangan sendiri, biasanya dimasukkan ke dalam rak khusus botol yang disiapkan di tempat pembuangan atau pun yang dimiliki saat membeli minuman dalam botol gelas dengan jumlah yang besar. Sampah kertas hanya perlu disusun rapih dan diikat sebelum dibuang.
Sampah tersusun rapih di plastik dan diletakkan dengan baik.
Pembuangan sampah – sampah ini pun memiliki jadwal dan tempat masing – masing. Berbeda dengan Indonesia, di Akita khususnya, tidak diizinkan membuang sampah yang sudah penuh langsung ke tempat pembuangannya di luar hari pengumpulan sampah oleh petugas. Biasanya setiap daerah memiliki jadwal pengumpulan sampah masing – masing oleh petugas. Jadwal ini umumnya 2 kali seminggu untuk sampah domestik dan 1 minggu sekali untuk sampah kertas, plastik PET dan botol kaca pada rentang waktu tertentu. Sebagai contoh jadwal pembuangan sampah kertas di area tempat tinggal diri pada rabu pukul 10.00 setiap minggunya. Pembuangan harus dilakukan sesuai dengan jenis jadwal hari untuk setiap sampah yang akan dibuang. Masyarakat umumnya sudah bersiap membuang sampahnya pada pagi hari sebelum jam pengumpulan atau maksimum pada malam sebelumnya saat tempat pengumpulan sampah sudah dipersiapkan atau dibuka. Masyarakat melakukannya dengan teratur dan sejauh ini selalu menaati ketentuan yang ada sehingga mendukung juga keindahan dan kerapihan kota secara langsung. 
Pengumpulan sampah yang dilakukan di tiap jadwalnya saja. Ini persis di depan rumah orang.
Bagaimana dengan tempat pengumpulan sampah di area tinggal masyarakat? Tempat pengumpulan sampah di Jepang pun sangat rapih dalam penataannya. Ada beberapa tempat yang menggunakan semacam lemari yang dipasang di area apartemen khusus untuk sampah, namun juga ada yang diletakkan di pinggir jalan dimana sangat persis di halaman depan rumah orang dengan penanda papan informasi dan jarring pelapis untuk sampah. Masyarakat juga hanya dapat membuang sampah sesuai tempat pengumpulan yang sudah disesuaikan untuk tiap rumah. Biasanya setiap kompleks apartemen akan memiliki satu lemari tersendiri yang dibangun pemilik untuk menampung sampah penghuninya setiap minggu. Pada masyarakat yang tinggal di area perumahan, juga memiliki titik tertentu untuk menampung sampah mereka. Setiap seseorang pindah ke apartemen atau rumah baru, pemilik ataupun agen akan memberitahu dimana sampah dapat dikumpulkan dan jadwalnya. Pembuangan tidak dapat dilakukan sembarangan, setiap tempat tinggal memiliki titik pengumpulannya masing – masing yang tidak boleh dilanggar. Aturan ini sangat krusial, seperti halnya masalah gas, listrik dan lainnya. Sejauh ini diri tidak pernah menemukan orang – orang membuang sampahnya bukan di titik pengumpulan yang telah ditentukan. 
Tempat pengumpulan sampah di salah satu apato
Khusus sampah elektronik, terkadang dapat dilakukan dengan menelpon agen khususnya karena ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung biaya recycling dari bahan tersebut. Pada beberapa kasus kita dapat menemukan pembuangan yang diletakkan langsung di pinggir jalan atau depan rumah dengan catatan informasi bahwa barang ini dibuang dan akan diambil pihak bertugas. Pembuangan ini biasanya dilakukan untuk seluruh jenis sampah dan utilitas lainnya seperti sepeda. Masyarakat yang membutuhkan bisa meminta kepada pemilik jika mengingininya. 
Jadwal pembuangan sampah botol yang terletak di depan rumah warga.
Pemilahan sampah juga dilakukan pada stereoform dan pembungkus tetrapack yang sangat banyak di Jepang. Supermarket banyak menjual daging atau makanan yang masih menggunakan bahan stereoform ini, termasuk konsumsi yang tinggi terhadap minuman kemasan, membuat sampah tetrapack juga sangat banyak. Sampah – sampah jenis ini biasanya dikumpulkan langsung oleh masyarakat dan dibuang di tempat pengumpulan sampah di supermarket. Beberapa supermarket besar seperti Granmart dan Max Value memiliki penampungan untuk sampah – sampah ini. Pembuangan pun dilakukan dengan benar melalui persiapan yang tepat misalnya sampah tetrapack yang harus dicuci dan digunting sebelum dibuang atau stereoform yang harus dipisahkan dari plastik lainnya. Para warga Jepang biasanya melakukan ini sebelum semua sampah dibuang.

Sampah botol





Sampah buku dan kertas
Pemilahan semacam ini sangat mendukung pemerintah Jepang dalam menjaga kebersihan lingkungannya, meskipun pada beberapa titik tampak belum maksimal. Di sepanjang garis pantai Akita masih banyak sampah yang dapat ditemukan, terutama sampah botol, plastik dan botol kaca. Dengan memilah sampah seperti ini, pemerintah Jepang juga dapat memperoleh sumber daya sekunder yang dapat kembali menghasilkan uang. Konsep recycling yang sedemikian rupa juga sedang diusahakan oleh pemerintah Jepang dalam mengolah barang – barang teknologi tinggi seperti telpon genggam dan komputer yang menggunakan banyak mineral berharga seperti tembaga, emas, perak hingga REE (mineral jarang) yang harganya cukup signifikan di pasar dunia.