Terima kasih Tuhan, diri ditempatkan di Akita, Jepang. Pasti banyak orang akan mengerenyitkan dahi saat dengar Akita, minimal berdasarkan pengalaman diri, itulah yang terjadi. Kebanyakan ekspresi yang diri terima adalah "Akita, dimana itu?"; "Akita itu di Jepang?" atau "Akita, yakin ada?". Buat diri, awal - awal mungkin terkesan gimana gitu. Akan tetapi, diri menyadari bahwa Akita adalah tempat spesial yang menjadi jawaban doa - doa diri kepada Tuhan Yesus.
Yes! Diri sedari sekolah S1 selalu berdoa dan berharap untuk
1) tetap belajar, belum mau bekerja; diri yakin masih banyak yang belum diri pelajari sampai saat itu;
2) bisa tinggal di luar negeri;
3) bisa jalan - jalan ke negara - negara lain;
4) tinggal di kota yang tenang untuk belajar dan nyaman;
5) semakin dekat dengan Tuhan.
1) tetap belajar, belum mau bekerja; diri yakin masih banyak yang belum diri pelajari sampai saat itu;
2) bisa tinggal di luar negeri;
3) bisa jalan - jalan ke negara - negara lain;
4) tinggal di kota yang tenang untuk belajar dan nyaman;
5) semakin dekat dengan Tuhan.
Pada akhirnya, jawaban yang diberikan adalah Akita, Jepang! Diri akan mengenalkan mengapa sekolah di Akita dapat menjadi salah satu pilihan dan pertimbangan untuk setiap yang sedang memikirkan sekolah dimana dengan banyak pertimbangan tambahan, terutama untuk kondisi sosial budayanya.
Akita, Jepang, adalah prefektur atau provinsi yang terletak di daerah Tohoku, utara Pulau Honshu. Letak persisnya, Akita berada di sisi Laut Jepang. Lokasi geografis seperti ini akan memberikan implikasi menarik untuk menjadi salah satu pertimbangan mengapa memilih Akita. Secara letak lintangnya, Akita ini sejajar dengan posisi Beijing dan New York.
Kota ini terkenal dengan banyak hal, seperti Hachiko (anjing khas Akita) yang punya kelahiran asli dari provinsi Akita, tepatnya di Odate-shi; kiritampo (makanan khas Akita yang terbuat dari beras); hanamage; kerajinan kulit pohon sakura (cherry bark) yang spesial dan lainnya. Salah satu yang akan paling sering didengar tentang Akita adalah berasnya dan kecantikan para wanita asli Akita (they said as Akita-bijin); termasuk dengan kota pertambangannya. Yup! Akita adalah bekas kota pertambangan yang dikenal sejak tahun 1800an.
Setelah sedikit penjelasan tentang "siapa" Akita, berikut alasan - alasan yang bisa dijadikan pertimbangan untuk setiap yang mau memilih sekolah. Semua alasan ini adalah berdasarkan pengalaman langsung diri yang menjadi jawaban doa diri.
- Akita adalah tipikal kota yang tenang dan sepi, tetapi nyaman dan sehat untuk belajar. Mengapa demikian? Kota Akita adalah kota yang masih kental dengan tradisional Jepangnya. Udara dan air yang bersih, lingkungan yang nyaman dan tenang bisa menjadi pertimbangan utama untuk belajar. Kualitas air di Akita bisa dikatakan sangat baik karena hampir semua tap-water di toilet bahkan dapat diminum langsung. Udara di Akita juga sangat baik dan bersih. Lokasi Akita yang jauh dari perindustrian dan lebih banyak kegiatan yang terkait perkebunan, pertanian dan hutan membuat udara yang segar, bersih dan sejuk setiap harinya. "Rasa" udara berganti musim sejalan dengan perubahan suhu yang menghampiri Akita.
- Secara umum, suhu di Akita sangat bervariasi bergantung musim. Jika orang tropis atau yang biasa tinggal di lintang khatulistiwa, mungkin tidak akan menjadi masalah pada musim panas, tapi pasti akan menghadapi tantangan pada 3 musim lainnya, yaitu musim semi, musim gugur dan musim dingin. Musim semi dan musim gugur Akita biasanya memiliki suhu di kisaran belasan 10-15 derajat Celcius, hanya pada beberapa situasi tertentu bisa drop sampai di bawah 10 derajat Celcius, seperti saat masih dalam peralihan musim dingin ke musim semi atau musim gugur ke musim dingin. Bagaimana dengan musim dingin? "Rasa" udara dingin di Akita biasanya dimulai pada awal November hingga awal April. Suhunya sangat fluktuatif dari 13 hingga -10 derajat Celcius. Apa yang membuat suhu Akita bisa sangat turun? Angin! Penyebab utamanya adalah "angin" yang bisa menyebabkan rasa dingin yang menyengat pada kulit. Oleh karena itu, banyak trik yang bisa dilakukan untuk itu. Selama fase utama musim dingin di kisaran Desember hingga Februari, suhu biasanya berkisaran 5 hingga -10 derajat Celcius. Betapa menyenangkannya masa - masa dingin seperti ini untuk belajar dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Selama dingin, badan akan lebih produktif dan semangat untuk melakukan banyak kegiatan bermanfaat untuk diri sendiri. Biasanya akan sangat bisa dipastikan untuk berpikir berkali - kali jika ingin menghabiskan waktu tak bermanfaat di luar ruangan selama dingin.
- Ketenangan Akita dapat sekali terasa dengan minimnya keramaian dan kebisingan kotanya. Sejujurnya diri tidak tahu pastinya pusat kota Akita karena hampir tiap sudut Akita memiliki karakter yang berbeda. Menurut diri, pusat kota Akita adalah daerah stasiun yang menjadi tempat pertama yang akan dihampiri semua pengunjung setelah sampai di Akita baik menggunakan kereta atau Shinkansen dan pesawat. Semua wisatawan di Akita akan sampai di stasiun ini dan menemukan beberapa pusat perbelanjaan seperti Forus, Seibu atau Topico; berikut dengan beberapa hotel bintang 3 hingga 5 di sekitarnya. Jadi, rasanya mengatakan daerah stasiun tidak berlebihan. Hal yang berbeda dari Akita, pusat kotanya akan mulai berhenti beraktivitas sekitar pukul 20.00 dimulai dengan toko - toko hingga pusat perbelanjaan hingga menyisakan restoran dan cafe, berikut kombini (minimarket) dan supermarket, seperti Granmart atau Itoku yang masih buka hingga sekitar pukul 22.00. Beberapa restoran masih akan buka hingga pukul 24.00. Bus seluruh jurusan di Akita pun berhenti beroperasi dari stasiun pada pukul 21.00 hingga 21.30. Jadi, tidak heran jika melihat Akita tampak seperti sangat sepi dan tenang di malam hari. Hal yang tidak akan didapatkan di kebanyakan kota besar di Jepang.
......masih ada beberapa poin lainnya di post selanjutnya ya!
No comments:
Post a Comment