Monday, November 23, 2015

Biaya hidup di Akita (2)

Setelah membahas beberapa poin penghematan untuk biaya hidup di Akita. Berikut beberapa poin lainnya yang dapat digunakan untuk menghemat biaya di Akita.
  • Telepon dan servis internet. "Ada rupa dan ada harga" merupakan ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana servis yang diberikan oleh Jepang. Kecepatan koneksi internet di Jepang termasuk top 10 di antara negara - negara lainnya yang pastinya memiliki rahasia dibaliknya, yaitu teknologi yang terus berkembang. Dalam mendukung perkembangannya, setiap pengguna harus membayar harga yang sesuai untuk itu. Servis internet dan telpon di Jepang hanya dilayani oleh beberapa provider, seperti Softbank, NTT Docomo ataupun AU. Sistem telpon di Jepang adalah registrasi pasca bayar sehingga mempermudah pihak negara untuk mencatat dan mengintegrasikan seluruh data yang digunakan demi keamanan warga negaranya juga. Implikasinya adalah sistem telpon yang dilakukan harus menggunakan sistem kontrak dengan jangka waktu tertentu, minimal umumnya 1 tahun kontrak dengan nomor yang dapat dipilih saat pembukaan kontrak. Nomor tersebut digunakan hingga akhir kontrak selesai atau akan melakukan kontrak yang baru. 
Biaya servis internet di Jepang dapat disiasati dengan beberapa opsi. 
Opsi (1) menggunakan telpon dengan kontrak hanya untuk sms dan telpon tanpa internet. Penggunaan internet dapat diperoleh di apartemen, kampus atau tempat - tempat umum, seperti kombini (minimarket). Akan tetapi, mungkin opsi ini kurang nyaman ketika kita belum terlalu familiar terhadap lokasi tersebut dan membutuhkan internet untuk mencari tahu atau berkomunikasi dengan warga lokal. 

Opsi (2) tidak melakukan registrasi telpon, hanya menggunakan internet yang tersedia. Kita masih dapat menggunakan kartu negara asal dan mengaktifkan aplikasi di telpon yang dimiliki menggunakan internet yang tersedia dimanapun.

Opsi (3) adalah dengan hanya melakukan registrasi servis internet di rumah yang biasanya ditawarkan juga oleh pihak provider, bahkan beberapa juga menawarkan sistem internet portable yang dapat digunakan untuk telpon dan juga komputer. Bagaimana dengan opsi internet atau telepon yang biasanya ditawarkan untuk para turis yang datang pada waktu singkat? Apakah menguntungkan? Menurut diri, untuk jangka pendek dengan kebutuhan yang ada untuk mobile, tidak akan menjadi masalah dan masih dapat dikatakan untung, misalnya 7000 yen untuk penyewaaan 15 hari internet portable yang dapat dibawa kemana - mana dan digunakan lebih dari satu device
  • Biaya makanan. Makanan biasanya menjadi salah satu cara untuk melakukan penghematan yang dilakukan oleh mahassiwa. Penghematan makanan di Akita dapat dilakukan dengan cerdas dan sehat, bukan sebatas dengan mengkonsumsi mie instan atau makan sehari sekali demi mengumpulkan uang untuk kebutuhan lainnya. Kondisi perekonomian Akita yang ditunjang oleh dengan pertanian, perkebunan dan kehutanan menjadi salah satu kunci utama untuk melakukan penghematan makanan dengan baik. Kebijakan pemerintah Jepang dalam mendorong persaingan petani lokal bisa menjadi jawaban spesifik untuk ini. 
Keberadaan toko JA yang akan diri bahas di postingan lainnya mungkin dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk melakukan penghematan dengan tepat. Kombinasi memasak makanan sendiri ditambah dengan belanja cerdas dapat menolong pengeluaran untuk makanan yang biasanya seringkali membengkak, baik karena cuaca, pekerjaan yang semakin padat atau adanya acara - acara di luar bersama dengan kolega laboratorium. 

Perhitungan kasar yang dilakukan oleh diri jika setiap kali membeli makanan seharga 500 yen untuk bento dan minuman atau snack yang tersedia di kantin, maka 3x makan, maka dibutuhkan 1500 yen per hari atau 45000 yen per bulan. Bayangkan jika uang sebanyak ini bisa dipangkas menjadi lebih murah hingga 15000 - 20000 yen per bulan dengan mengkombinasikan memasak makanan dan berbelanja hemat untuk sayuran, lauk pauk dan kebutuhan memasak lainnya. Akan tetapi, opsi ini sangat bergantung pada kemauan diri kita sendiri. 
  • Biaya transportasi. Ini adalah biaya yang sangat personal. Cara utama yang biasanya diikuti oleh mahasiswa adalah dengan memiliki sepeda. Sepeda ("jitensa") adalah alat transportasi yang ampuh dapat digunakan dalam segala musim dengan hati - hati. Biaya membeli sepeda bergantung pada jenis dan kebutuhan. 
Di Jepang, sepeda adalah salah satu bentuk kebutuhan sehingga desain sepeda banyak sekali jenisnya sesuai dengan setiap kebutuhan yang berbeda. Biaya pembelian sepeda baru di toko berkisar 10000 yen hingga tak terbatas bergantung merk dan jenisnya. Sepeda dapat menolong dalam pengurusan berbagai macam hal di Akita, termasuk berbelanja. 

Biaya kerusakan perbaikan sepeda seperti ban yang bocor biasanya berkisar 1000 hingga 1500 yen per kerusakan yang dimiliki. Cukup mahal?! Maka berhati - hatilah dalam menggunakan sepedanya. Khusus untuk mahasiswa, sepeda dapat dipinjamkan secara gratis oleh pihak kampus bergantung persediaan, seperti di Akita University atau mendapatkan hibah dari mahasiswa - mahasiswa yang sudah lulus atau akan membeli sepeda baru yang lebih baik. 
  • Biaya lainnya yang tak terduga. Setiap bulan, terkadang kita tidak tahu harus menyiapkan sesuatu yang memang tidak terduga, seperti biaya minyak tanah yang harus dikeluarkan untuk pemanas saat musim dingin jika kita memiliki pemanas tipe kerosen. Biaya lainnya yang mungkin harus dikeluarkan seperti pembelanjaan untuk kebutuhan hari - hari atau biaya hobi seperti berkebun atau membaca dan lainnya. Biaya seperti ini semua bergantung pada kondisi saat itu. Namanya juga cadangan! Bahkan ini bisa digunakan untuk pembiayaan kesehatan yang mungkin tiba - tiba menurun. 
Kira - kira berapa besaran pengeluaran yang dapat dihemat setelah menerapkan beberapa pertimbangan seperti di atas? Jika kondisi semuanya ideal, diri dapat mengatakan penghematan dapat dilakukan hingga 50% dari perhitungan biaya kasar sebelumnya. Besarannya biaya ini sudah memberikan hidup yang nyaman, sehat dan tenang di Akita. Selamat menghitung!

No comments:

Post a Comment