Thursday, November 26, 2015

Berbelanja Hemat di Toko JA

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya tentang sekolah di Jepang, diri ingin berbagi informasi tentang toko JA yang menjadi tempat "penyelamat" selama di Akita.

Salah satu toko JA di Karamiden.

Toko JA (Japanese Agriculture) adalah toko penyalur atau distributor yang menerima pasokan langsung dari petani atau pemilik kebun. Toko ini dikelolah oleh pemerintah setempat dan dibuka di beberapa lokasi untuk memudahkan dalam merangkul para pemilik perkebunan. Toko ini menampung banyak petani dan pemilik kebun untuk membantu mereka dalam menjual hasil pertanian dan perkebunan langsung kepada pembeli. Hal ini dilakukan pemerintah setempat untuk meningkatkan daya saing produk lokal terhadap hasil pertanian dari daerah lain bahkan produk impor. Selain itu dengan membebaskan biaya pajak pertambahan nilai (PPn) sebesar 8% menjadikan tempat ini favorit banyak ibu - ibu. Harga yang ditawarkan pun lebih murah dibandingkan dengan harga produk yang sama di swalayan atau minimarket.

Produk JA di salah satu supermarket dengan PPn.
Toko JA menjual terutama sayuran, seperti mentimun, brokoli, kol, sawi dan lainnya yang umumnya banyak dibudidayakan oleh petani lokal. Selain itu, toko ini juga menjual buah - buahan, beras, telur, kue - kue tradisional, ikan tertentu dan daging tertentu. Toko JA menjual ikan dan daging hanya sesuai dengan pasokan dari peternak atau nelayan lokal yang jumlahnya tidak menetap seperti supermarket. Hanya sayuran, buah dan produk makanan tradisional lainnya yang dipasok secara regular dari petani lokal. Harga yang ditawarkan beragam untuk tiap jenis sayurannya. Harga juga ditentukan oleh petani mana yang menjualnya. Kita dapat menemukan produk yang sama, misalnya kentang, tetapi berasal dari petani yang berbeda. Informasi tentang petani yang menjual dapat diketahui dari label harga yang ditempel pada kantong plastik pembungkus sayurannya. Jadi, para pembeli pun bisa bebas memilih produk dari petani yang mana. Tapi kalau diri yang mana saja boleh selama menarik dan dibutuhkan. xixixi...

Selain itu, toko JA juga terkadang menyediakan kesempatan untuk pemilik kebun atau nelayan atau petani tersebut untuk menjual langsung dagangannya dengan membuka semacam stand kecil di dalam toko. Misalnya yang pernah diri jumpai ada nelayan yang langsung menawarkan ikan hata-hata dan ikan salmon dengan harga yang sangat miring dibandingkan dengan supermarket. Per biji ikan salmon dengan berat sekitar 3 - 4 kg dihargai 500 yen! Murah bukan?! Dengan ukuran salmon seperti itu dapat berapa lusin sushi! Sekali waktu ada kelompok petani buah pir yang menawarkan pir produk mereka seharga 150 yen per bijinya! Mereka juga memberikan informasi kelompok tani mereka dalam bentuk kartu pos yang diberikan untuk setiap pembelanjaan pirnya. Menarik bukan! Hal ini ditambah juga dengan ramahnya para petani ini dalam menjelaskan bagaimana proses mereka berkebun dan bahan apa saja yang digunakan untuk prosesnya. Kita jadi tenang dan yakin bagaimana produksinya yang aman untuk dikonsumsi. 
Antrian di JA menunggu buka di pukul 09.30 pagi saat Sabtu. 
Toko JA juga menampung penjual bunga, baik bunga rangkai maupun dalam bentuk tanaman. Biasanya para ibu berebut untuk datang lebih awal demi mendapatkan bunga - bunga rangkai cantik nan segar. Ada mawar, anggrek, sampai sejenis sedap malam ditawarkan dalam bentuk bunga rangkai dari harga 100 yen hingga 1000 yen. Para petani bunga juga datang lebih awal untuk membawa rangkaian bunga yang dipisah dalam drum - drum kecil setiap harinya. Kebutuhan akan penampilan rumah yang indah, rasa hormat untuk mereka yang telah tiada dan tradisi memberikan input bagus untuk penjualan bunga. Bunga rangkai seolah menjadi tujuan awal sebelum berbelanja sayur. Sepengamatan diri, biasanya seorang ibu atau nenek akan menghabiskan rata - rata 2000 yen untuk berbelanja 3 - 5 bunga rangkai dari berbagai jenis.
Penyalur bunga rangkai dari petani langsung.
Berbelanja di JA juga menawarkan keramahan dan pilihan akan kesegaran sayur mayur dan buah - buahan yang ada. Beberapa sayur dan buah memang tidak selalu dapat ditemukan di toko JA, seperti lemon, salada dan alpukat. Oleh karena toko hanya menyalurkan apa yang menjadi komoditas tanam petani lokal, membuat toko JA lebih menawarkan pada variasi sayuran yang sering dikonsumsi oleh penduduk dan banyak dibudidayakan di daerah tersebut saja, seperti sawi, bayam, kangkung, brokoli, kubis dan labu kuning. Namun, pilihan yang diberikan sudah lebih dari cukup untuk konsumsi sehari - hari kita. Biasanya memang kombinasi sayuran - sayuran ini jugalah yang ditemukan pada bento - bento yang dijual di supermarket atau makanan di restoran.

Selain menjadi penyalur untuk petani lokal, toko JA juga sesekali mengadakan even di sekolah - sekolah atau komunitas - komunitas untuk memperkenalkan JA kepada generasi muda. Toko JA juga menjalin kerja sama dengan komunitas - komunitas lokal yang menghasilkan kerajinan tangan, seperti rajutan, kerajinan kayu, dan lainnya, dengan menyediakan sarana tempat untuk menjualnya. Sebenarnya, JA juga menyuplai ke supermarket - supermarket tertentu di daerah, tetapi harga yang ditawarkan di supermarket sedikit lebih tinggi dengan adanya PPn dan biaya untuk lokasi. JA juga memiliki banyak cabang dan mudah ditemukan di Akita. Hampir di setiap daerah di Akita memiliki lokasi yang menawarkan produk - produk dari JA, seperti di stasiun Akita dan rest area Kyowa - Kakunodate.
Drum kosong bunga rangkai dari hari sebelumnya. 
Berbelanja di JA membuat kita bisa menghemat banyak pengeluaran kita selama di Akita. Sekali belanja biaya makan sayur dan sehat sekitar 2000 yen per minggu; bahkan less! Tergantung besaran dan jumlah sayurannya. Kalau sudah di Akita, harus coba untuk belanja di toko khas banget caranya Jepang!

PS: masih belum ada foto dari dalam toko.hihihii..foto dilarang di dalam toko JA.

No comments:

Post a Comment