Kali ini, diri juga ingin membagikan mengapa memilih sekolah di Jepang. Pilihan untuk melanjutkan sekolah adalah bentuk yang tidak mudah dan sebaiknya mendapat dukungan dengan melangkahkan kaki yang tepat. Memilih dimana sekolah yang tepat memang tidak mudah karena setiap orang memiliki pertimbangan masing - masing di negara mana. Kesempatan juga bisa terkait dengan jenis beasiswa, bidang pendidikan yang ingin ditempuh atau bahkan siapa ahli di bidangnya.
Berikut ini adalah alasan personal diri yang dapat diri bagikan mengapa diri sekolah ke Jepang? Beberapa alasan diri ada yang ditemukan selama di Jepang.
1) Pola pendidikan
Pola pendidikan ini terkait bagaimana para mahasiswa Jepang bersikap atau berkelakuan. Dalam pendidikan Jepang, kerja keras dan disiplin sangat ditekankan. Penekanan ini juga ditunjukkan dengan bagaimana lingkungan kerja keras itu pun sudah dibentuk. Jam kerja di Jepang sebenarnya sangat fleksibel, semua mengikuti bagaimana aturan kepala lab yang juga biasanya professor atau supervisor kita. Pola didik tiap lab pun beragam, ada yang sudah ditentukan oleh kepala labnya atau ada yang bebas untuk menentukan jam kerja masing - masing. Mengapa kerja keras saja harus ke Jepang? Sebenarnya budaya kerja keras tidak hanya ada di Jepang, tetapi negara - negara lain, terutama yang sudah lebih maju. Pilihan ke sini adalah kita melihat bagaimana sifat disiplin dan kerja keras itu dibentuk bukan hanya di kampus, tetapi di semua elemen kehidupan orang Jepang. Apapun pekerjaannya, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk berdisiplin terhadap waktu dan bekerja keras dalam tanggung jawabnya. Jadi, perubahan bisa didukung oleh banyak sekali pihak, bukan?
2) Fasilitas pendidikan
Dalam kasus pendidikan diri, fasilitas yang didapatkan diri di Jepang untuk menunjang penelitian diri lebih banyak dan lengkap dibandingkkan dengan sekolah diri terdahulu di Indonesia. Jika tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan, kampus biasanya memiliki kolega lembaga lain dan universitas lainnya. Setiap professor di bidang apapun biasanya memiliki jaringan yang luas baik di seluruh Jepang maupun di luar negeri. Dengan demikian, fasilitas pendidikan apapun dalam hal ini lab bisa dipenuhi melalui cara yang baik seperti ini sehingga para mahasiswa dapat yang membutuhkan "ilmu"nya dapat belajar sebaik mungkin. Biasanya biaya seperti ini termasuk dalam biaya beasiswa atau kampus dapat membantu pembiayaan selama analisis dilakukan. Fasilitas ini tidak hanya terbatas pada bidang diri, tetapi juga ada di bidang lain seperti bahasa, pendidikan dan lainnya.
3) Biaya hidup
Biaya hidup di Jepang pasti tidak sama dengan di Indonesia atau Eropa. Akan tetapi, biaya hidup di Jepang sejujurnya sangat bervariasi tergantung dimana kita berada. Beasiswa yang diberikan oleh pihak manapun untuk sekolah di Jepang pasti sudah mengukur untuk hidup berkecukupan di Jepang, bukan untuk hidup mewah. Salah satu cara yang umumnya untuk mengurangi biaya hidup di Jepang adalah dengan memasak sendiri makanan kita untuk makana sehari - hari atau berbelanja di tempat yang tepat untuk beberapa kebutuhan tertentu misalnya dengan belanja di toko barang bekas atau di toko serba seratus yen, bisa juga berbelanja bahan makanan di hari - hari tertentu di supermarket yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Dengan sistem transportasi dan sistem penunjang kehidupan lain di Jepang yang sudah sangat sistematis dan tertata membuat banyak hal bisa dikurangi dan tetap hidup lebih nyaman.
4) Lingkungan tinggal
Hidup di Jepang juga memiliki kelebihan untuk tinggal. Kondisi yang tertata dan nyaman sangatlah membantu kehidupan kita. Secara administarasi misalnya, segala pengurusan yang dilakukan dapat dilakukan dengan cepat dan ringkas. Misalnya saat menyewa rumah. Ketika ada kerusakan dengan bagian tertentu di rumah, setelah melaporkan tersebut, pihak penyewa akan dengan segera memperbaikinya dan mengganti kerusakan yang ada agar kita sebagai penyewa tetap nyaman dan tidak menghabiskan waktu untuk menunggu kerusakan tersebut. Pemberitahuan terhadap perubahan yang terjadi secara nasional seperti kenaikan pajak pertambahan nilai (ppn) barang dari 5% menjadi 8% juga disosialisasikan dengan baik di seluruh tempat pembelanjaan. Dengan beberapa aturan tak tertulis yang dimiliki penduduk Jepang juga menjadikan Jepang sebagai tempat yang layak dan nyaman untuk belajar dan tinggal. Bagaimana dengan industri porno atau kebiasaan minum misalnya, itu semua kembali pada masing - masing pribadi. Bisa memilih untuk menjadi orang seperti apa di Jepang.
Setidaknya itu adalah sebagain dari apa yang diri alami selama di Jepang. Luar biasa sekali sebenarnya negara ini dengan segala kekayaan budaya dan karakter yang menambah lagi wawasan global terhadap suatu bangsa.
Selamat memilih!