Saturday, May 28, 2011

Mengenal, Tidak Penting!

Terus, apa lagi yang bisa dilakukan sekarang. Manusia - manusia mati kah?

Saat mengenal seseorang sering kali akan menimbulkan kesan. Tidak semua kesan yang tersisa pun adalah sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Akan tetapi, hal ini adalah mutlak dan tidak bisa dipungkiri.

Ada yang mungkin berpikir bahwa kesan pertama akan sangat menggoda atau kesan pertama yang sangat berarti dan selanjutnya anda yang menentukan. Apakah ini benar? hhahahaha

Tidak semua hal bisa dinilai dari pertamanya mungkin! Semua hal memiliki suatu kesatuan dan sebagian tidak akan mewakili kesatuan itu. Ibaratnya sampel pada uji triaksial. Kalau sampel yang diambil, tidak banyak memiliki struktur pada tubuhnya, pasti hasil uji akan bagus. Rasanya juga begitu pada manusia. Ketika melihat bagian yang baik saja, pasti di mata akan melihatnya totally you're good guy. Apakah ini bisa mewakili keseluruhan tanpa ada niat untuk mengenalnya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. Kegagalan penilaian selama inilah yang seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa di akhir. Mungkin juga akan diikuti penyesalan ataupun tindakan masa bodoh.

Kenyataannya, manusia merasa tidak memiliki cukup waktu dan ketertarikan yang sama terhadap seseorang untuk melakukan penilaian yang sesungguhnya. Inilah yang pada akhirnya selalu menimbulkan salah persepsi di akhir dan kekecewaan. Salah satu sifat manusia yang mendukung terjadinya hal ini adalah sifat berharap!

Pengharapan adalah sesuatu yang baik pada dasarnya asalkan penempatannya pun tepat pada sasaran. Kondisi yang terjadi adalah pengharapan adalah sesuatu yang kebanyakan berakhir menyakitkan karena letaknya tidak pada tempatnya. Tidak semua orang memiliki kemampuan dalam menempatkan pengharapan terhadap sesuatu dengan baik dan benar. Adanya kecenderungan untuk menaruh harapan kepada mereka atau sesuatu yang menurut pandangan mata secara objektif adalah benar. Praktiknya, hal tersebut justru menghasilkan kegagalan dan berakhir pada tangisan sesaat.
Kondisi ideal yang seharusnya adalah manusia tidak seharusnya berharap pada manusia dalam apapun bentuknya. Manusia ke manusia hanya terbatas pada kepercayaan, bukan pengharapan. Manusia adalah makhluk mengecewakan, terlebih manusia lain yang menilai pun memiliki kesalahan persepsi terhadap apa yang dijalani selama ini.

Manusia tidak memiliki waktu dan keinginan yang sama saat mengenali sekitarnya, mungkin ada yang ingin. Akan tetapi, banyak yang tidak berkeinginan. Semua hanya sebatas kondisi kepentingan apa mereka terlibat saja. Dunia ini keras loh!
Itu yang terjadi. Dunia juga bukan surga! Dunia bukan tempat keseluruhan orang yang bisa jujur terhadap diri mereka dan orang lain. Dunia lebih identik dengan derita dan perang kepentingan.

Oleh karena itulah, mengenal sepertinya bukan menjadi kebutuhan utama. Kehadiran mereka hanyalah pelengkap untuk mencapai tujuan yang sedang ingin digapai. Hal ini merupakan sesuatu yang biasa, tetapi tidak disadari secara nyata karena semua orang merasakannya dalam dosis yang berbeda.

No comments:

Post a Comment