Apa itu kolong langit?
Secara harafiah versi diri, kolong langit adalah tempat tinggal kita sekarang. Iya, kolong langit menggambarkan bumi yang kita selalu kita injak - injak ini, yang kita isi dan tata dengan segala macam barang kebutuhan manusia untuk bertahan hidup.
Kenapa disebut kolong? Bukankah langit dan bumi adalah satu kesatuan yang bersama kan? Mari dipikirkan dan dirasakan sejenak.
Bagi diri, kolong langit lebih menekankan posisi hati manusia dalam kehidupan yang masih dipercayakan olehNya hingga saat ini. Setiap manusia punya waktu dan diisi dengan cerita yang berbeda pula. Sungguh indah dan beragam. Kesedihan dan kedukaan juga bukan sesuatu yang terus harus diratapi kan? Bahkan mampu jadi sesuatu untuk sangat disyukuri setiap waktunya. Hal ini sama dengan kondisi bahwa kehidupan kita adalah bagian dari suatu kesatuan terhadap sekitar kita.
Diri rasa demikian.
Setiap kolong langit orang akan berbeda. Mereka punya porsi yang berbeda dan sungguh memainkan perannya dalam kesempatan ini.
Tidak ada orang yang sungguh mencintai waktunya yang sekarang terlihat. Kolong - kolong langit menjadi tampak kosong dan lengah tanpa cerita yang ingin dibagikan. Di kolong langit banyak harapan seharusnya. Di kolong langit juga seharusnya banyak keluh kesah. Sekali lagi, di kolong langit seharusnya banyak terdapat pengharapan!
Semua orang punya kisah berbeda di bawah kolong langit ini. Saudara - saudara kita di Jepang, punya kolong langit yang mungkin sempat gelap. Akan tetapi, diri yakin, mereka akan mengisi kolong langit mereka dengan pengharapan untuk kembali pulih. Ya, kembali dengan pengharapan bahwa kehidupan masih memberi mereka kesempatan kedua dan saatnya berbagi meskipun di tengah kelam bencana.
Apakah kita mampu melakukannya?
Diri sangat yakin tidak semua mampu menghias kolong langit mereka dengan pengharapan dan keyakinan. Termasuk diri yang terkadang masih meragukan kolong langit diri sendiri.
Diri begitu mencari - cari sesuatu yang seyogyanya tidak perlu dipertanyakan dan dicari lagi karena semuanya telah disediakan sekarang, nanti atau cepat atau lambat. Sungguh indah sebenarnya setiap kolong langit yang ada.
Diri begitu mencari - cari sesuatu yang seyogyanya tidak perlu dipertanyakan dan dicari lagi karena semuanya telah disediakan sekarang, nanti atau cepat atau lambat. Sungguh indah sebenarnya setiap kolong langit yang ada.
Kolong langit yang kosong adalah suatu kesia-siaan. Mengapa kita tidak kita coba isi dan hias lagi? Pengharapan dan keluh kesah tidak apa jadi hiasan kita di awal ini. Namun tetap, cobalah belajar untuk menghias kolong langit ini dengan Syukur. Ya, rasa bersyukur kepada yang pemilik semua kolong langit di bumi ini. Sungguh, ini akan membuat semua kolong langit akan berseri dengan indah. Pengharapan akan bertambah manis. Keluh kesah akan memudar ketika syukur yang mendominasi kolong langit kita.
No comments:
Post a Comment