Wednesday, December 02, 2015

Travelling Kuliah: Gua Gong, Pacitan #2009

Kembali diri ingin berbagi cerita 2009 untuk travel bersama teman - teman lainnya. Tulisan yang masih sangat awam dan masih belum terasah, tapi menjadi pelajaran tersendiri untuk itu. 

Perjalanan ini juga udah lama sekali. Hanya tersimpan di file lama pikiran dan cerita - cerita mulut ke mulut bersama kawan yang ingin menikmati sensasi caving. Caving merupakan bagian dari kecintaan aku dalam menikmati kegiatan alam bebas yang luar biasa pernah menjadi bagian dalam hidup aku. Perjalanan ini dilakukan pada Juli 2009 lalu, di saat aku dalam proyek berjalan - jalan merasakan backpackingan bersama dengan kawan - kawan di sana. Mampir dari Jogja, langsung tancap ke Solo. Perjalanan ke sana benar - benar sesuatu yang ga sederhana buat aku. Pada tahapan ini, aku akan mengenal kembali teman - teman baru dari Universitas Sebelas Maret Surakarta. Perjalanan dirancang tanpa rencana yang seperti biasa aku lakukan kalo sudah benar - benar diberantakin rencananya dari awal.
Pintu masuk Gua Gong yang sederhana.
Prasasti penemuan Gua Gong tahun 1924
Sampai di Solo, langsunglah aku bergabung dengan kakak mapala aku dulu untuk bercengkerama dan mengenalkan aku dengan Om Jo, sahabatnya. Om Jo inilah yang benar - benar mendengarkan mau aku ke gua saat itu. Jadilah, kami pagi - pagi sekali berangkat dengan motor ke Pacitan. Perjalanan yang lumayan jauh tapi sudah biasa bagi aku untuk bermotor ke suatu tempat dengan jarak lebih dari 3 jam perjalanan. Begini juga, aku dulu di mapala adalah salah satu driver motor karena ga semua angkatan bisa bawa motor. Hanya sekadar intermezzo!

Tirai karbonat di Gua Gong.
Balik lagi, perjalanan ke Pacitan merupakan eksotisme tersendiri buat aku. Perjalanan dengan motor di jalan lingkar luar kota Pacitan sendiri menunjukkan keagungan Yang Maha Punya melalui perbukitan karst yang sungguh luar biasa. Perbukitan karst yang menjadi tempat motor kami lalui sungguh menyajikan pemandangan tak biasa dari suatu perjalanan. Jika mau ditilik dari zaman pembentukannya, kita akan seolah dalam perjalanan di dalam lautan dangkal. Karst merupakan perbukitan yang secara tektonik terangkat dari dasar laut ke permukaan. Whualaa, sekarang jadi berbentuk bukit yang kita pijak - pijak. Karst merupakan kekayaan alam yang menakjubkan bagi kita. Ada banyak sejarah alam yang bisa dibagikan selain dengan mengekploitasinya menjadi kapur ataupun pupuk tanaman halaman rumah kita.




 

Gambar - gambar di atas adalah bagian dari Gua Gong. Bagian yang putih merupakan kristal karbonatan yang masih terus bertumbuh menjadi ornamen gua. Warna keputihan ini akan berubah menjadi kekuningan bahkan hitam jika teroksidasi atau terjadi asam yang tinggi pada saat pelarutan. Butuh waktu lama untuk ornamen ini tumbuh dan menjadi indah seperti ini! Mari kita jaga!
Perjalanan perbukitan karst yang khas selama hampir 4 jam, membawa kami mulai mendekati daerah kawasan Gua Gong. Lokasi karst yang khas dengan tanaman yang tidak begitu lebat dengan pepohonan berdiameter besar menghiasi sepanjang perjalanan. Perjalanan dengan kendaraan bermotor bukan tanpa risiko, karena tidak ada pom bensin yang berjualan di sekitar sana. Inilah juga yang jadi kendala daerah kawasan wisata alam yang kurang populer. Bisa diakui bahwa ketidakpopuleran kegiatan mengunjungi gua adalah sesuatu hal yang lumrah. Banyak orang cenderung mencari suasana pegunungan yang hijau dan berudara sejuk atau pantai dengan air yang menderu dan pasir putihnya. Perjalanan wisata ke kawasan karst adalah hal yang belum populer. Baru akhir - akhir ini dikembangkan wisata tubing dengan memanfaatkan aliran sungai bawah tanah yang biasanya banyak ditemukan di kawasan karst aktif. Ohiya, sekadar informasi, tidak semua kawasan karst memiliki aliran sungai bawah tanah. Aku sudah melihat keduanya dan berbeda sekali semuanya.

Perjalanan yang melelahkan akhirnya sampai di depan pintu masuk Gua Gong. Perjalanan belum berakhir, masih ada beberapa puluh anak tangga (atau mungkin ratusan) yang masih harus ditempuh lagi sebelum mencapai ke pintu masuk Gua Gong langsung karena pintu mulut gua berada di atas perbukitan karstnya. Membayangkan kembali apa yang akan dilihat ketika ternyata di dalam perbukitan ada suatu ruangan besar sekali. Sesampai di depan pintu masuk, kita akan disambut dengan pemandangan ke arah luar yang bebas dan hijau! Juga terdapat prasasti tentang sekilas sejarah penemuan yang isinya tahun dan siapa yang menemukan. Melihat prasasti ini, pasti penemuan gua ini kepikiran karena aktivitas mereka di hutan sekitar karst. Hutan di daerah karst biasanya banyak tumbuh pohon jati dan rerumputan untuk ternak.

No comments:

Post a Comment