Sunday, August 11, 2013

Miracles: Keracunan pun teratasi!

Yes, I will deliver this post in Bahasa Indonesia. Some words are quite difficult to be used in English. I don't want to make it now. I only want to share what I experienced today. It is a miracle. Thanks Lord Jesus. You're the best. 

Hari ini, keajaiban sangat terjadi.
Cerita ini bermula saat diri berusaha mencari gereja di Akita. Dengan menggunakan informasi di google maps, diri menemukan beberapa gereja dan memutuskan untuk mendatangi salah satunya. Sebelum pergi, diri menikmati makan siang ikan panggang saus takoyaki kemarin yang diri masak. Makan siang inilah yang sepertinya menjadi petaka ke depannya bagi diri. 
Selepas makan siang, diri pergi mencari jalan ke gereja. Badan saat itu belum bereaksi apapun. Dengan bekal air putih, diri menelusuri jalanan Akita mencari gereja yang dituju. Puji Tuhan, diri menemukan gerejanya, meskipun diri belum masuk ke dalam karena diri tidak tahu ada tidaknya di dalam orang yang bisa berbahasa Inggris. Diri belum bisa sama sekali bahasa Jepang, kecuali untuk berbelanja. Diri bisa berbahasa Jepang dengan baik. Setelah menemukan lokasi gereja, diri memutuskan menelusuri jalanan kembali untuk mencari gereja lainnya. 

Perjalanan kembali dimulai. Tidak ada tanda - tanda lagi dari badan diri. Baiklah, dengan angin kencang, diri menelusuri jalanan. Saar melewati toko second street, diri melihat diskon 50%. Yeahhh, rezeki, kebetulan diri membutuhkan pakaian untuk summer camp di Mongolia. Puji Tuhan, diri mendapatkan pakaian baru yang bahkan masih ada label harganya dengan harga murah dan diskon pula! Keajaiban pertama. 

Semua berawal dari sini, sembari memilih pakaian dan mendengarkan radio Rhema selama perjalanan hingga di toko, diri merasakan hal yang aneh. Diri mulai keringat dingin, mual dan sakit perut. Segera, diri membayar belanjaan dan pulang bergegas dengan sepeda. Sepanjang jalan, diri hanya berusaha menguatkan hati. Dalam hati, diri berkata "Tuhan Yesus tolong" berulang kali hingga akhirnya diri muntah di pinggir jalan karena diri tidak tahan lagi. Setelahnya, diri langsung mengayuh sepeda lagi dengan berucap "Tolong ya Tuhan Yesus." Akhirnya, diri sampai di dormitory. Diri masih bisa tersenyum dan berkata "Tolong ya Tuhan". Di kamar, perut seolah dibersihkan oleh tubuh, semua isi perut yang keracunan dikeluarkan tubuh. Racun keluar dalam bentuk busa yang sangat banyak. Teman yang sedang berkomunikasi dengan diri, menelpon dan diri mengatakan kondisi saat ini. Mereka datang dan membawakan obat CTM dan beberapa pain killer untuk diri. Diri minum obat dan tetap terus muntah. Hal ini mungkin karena racun belum keluar semua. Sampai akhirnya diri lemas dan semua racun keluar semua. 

Keajaiban terjadi! Diri hanya berkata "Terima kasih Tuhan sakitnya. Ini sementara kan? Diri bisa menyelesaikannya kan, Tuhan? Terima kasih Tuhan." dan "Tuhan, sakit. Jangan tinggalin diri." Luar biasa karya Tuhan! Diri terkenal sekali orang yang rewel sebenarnya ketika sakit, tetapi selama hampir 3 jam melawan keracunan. Diri akhirnya bisa merasakan mukjizatNya kembali, seperti yang disaksikan oleh Ibu dalam siaran radio yang diri dengarkan sebelumnya. Setelah semuanya keluar, diri merasakan lega dan tertidur. 

Setelah bangun, diri merasakan luar biasanya pemulihan dari Tuhan. Diri sembuh! Yes, Tuhanku memang hebat. Merasakan mukjizat itu luar biasa. Diri belajar, dalam sakit pun mengucapkan terima kasih adalah hal luar biasa. Sebelumnya, diri punya sakit yang berulang, diri cenderung menangis dan menyesalinya. Akan tetapi, hari ini, Tuhan mengubahkannya sekali lagi dan sangat luar biasa caraNya.

Ohya, bagi para mahasiswa perantau tanpa keluarga seperti diri, berikut tips yang bisa dilakukan saat keracunan juga. Apa yang membuat diri keracunan? Diri makan ikan yang diri masak sendiri. hehe. Saat summer, tidak bisa makan masakan yang dibiarkan beberapa jam di ruangan saja, harus masuk di kulkas jika saat berada di Akita. Rentan basi dan prubahan lainnya pada makanan. Jadi, ketika melakukan hal seperti diri ada baiknya untuk melakukan hal ini:
  • Tetap tenang! Meskipun terus memuntahkan isi perut, berusahalah tenang dan mengucapkan hal positif untuk diri sendiri. Jadikan diri tetap merasakan hal positif. Jangan sampai kalah dengan keadaan. Ini tidak mudah, tapi bukan berarti sulit.
  • Muntahkan semua yang bisa dikeluarkan dengan benar. Jangan paksakan jika sudah tidak bisa muntah lagi meskipun ada perasaan ingin muntah.
  • Minum air putih yang banyak perlahan. Jika setelah minum muntah, kembali perlahan minum lagi. Jangan biarkan diri dehidrasi.
  • Hubungi teman jika masih bisa untuk mendapatkan pertolongan, setidaknya untuk melihat kondisi kita atau mencegah kemungkinan terburuk. Terkadang keracunan bisa sangat parah sehingga butuh pertolongan medis. 
  • Minum obat CTM atau jika tidak ada, minumlah obat maag setelah muntah selesai agar lambung tidak terlalu luka. 
  • Jika ada susu, minumlah! Susu juga dapat membantu detoksifikasi dan memberikan isi pada perut agar tidak kosong. 
  • Tidur atau istirahatlah. Jika tidur terlentang masih merasakan ingin muntah, miringkan badan dan usahakan tidur dengan tenang. Jangan stress atau panik.
  • Setelah bangun, usahakan makan makanan padat yang ringan ,seperti nasi putih atau kentang goreng yang tidak banyak minyak. Makan perlahan. Minum kembali susu atau air putih perlahan. 
  • Jangan lupa kembali istirahat.
Semoga tidak ada yang mengulangi kembali kebodohan diri. Tapi ini pembelajaran buat semua. Jangan panik ya. Tuhan tidak tutup mata loh.